Selasa, Juni 25, 2024
Lainnya
    BeritaJokowi Kunjungi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Hyundai, Siap Produksi di April 2024

    Jokowi Kunjungi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Hyundai, Siap Produksi di April 2024

    Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution yang melebur menjadi PT HLI Green Power, telah menyelesaikan pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik yang berlokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Mei 2023 lalu.

    News.OLX – Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 September 2023 lalu baru saja mengunjungi pabrik sel baterai kendaraan listrik Hyundai guna memastikan kesiapan produksi pabrik yang akan dilakukan pada bulan April 2024 mendatang. 

    Kunjungan Jokowi ke PT HLI Green Power semakin memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah dengan Hyundai dalam menjadikan Indonesia sebagai hub atau pusat produksi kendaraan listrik terdepan di Asia Tenggara. 

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kunjungannya dan sangat mengapresiasi upaya berkelanjutannya dalam memimpin inisiatif keberlanjutan di berbagai sektor. Sejalan dengan visi Indonesia, Hyundai terus berkomitmen dalam memimpin elektrifikasi di industri otomotif Tanah Air. PT HLI Green Power pun menjadi bagian penting dari langkah berkelanjutan Hyundai dalam melakukan investasi untuk membangun ekosistem dan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kapabilitas industri komponen otomotif dalam negeri,” tegas Young Tack Lee, President Hyundai Motor ASEAN Headquarters.

    Hyundai membangun pabrik sel baterai dan battery system pertama di Indonesia yang masing-masing berlokasi di Karawang dan Cikarang, Jawa Barat.

    Pabrik sel baterai HLI berdiri di lahan seluas 330.000 meter persegi dengan dana investasi mencapai USD 1,1 miliar. 

    Fasilitas ini bisa menghasilkan sel baterai lithium-ion dengan total kapasitas 10 GWh per tahun untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 unit Battery Electric Vehicle (BEV). 

    Lalu, pabrik battery system Hyundai mulai dibangun pada Mei 2023 oleh Hyundai Energi Indonesia, anak perusahaan Hyundai Motor Group hasil kolaborasi antara Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dengan Hyundai Mobis. 

    Fasilitas ini dibangun di lahan seluas 32.188 meter persegi dengan dana investasi mencapai USD 60 juta, yang ditargetkan dapat memproduksi maksimal 50.000 unit Battery System Assembly (BSA) untuk BEV tiap tahunnya. 

    Kedua pabrik baterai tersebut akan beroperasi secara berkesinambungan untuk memasok sel baterai dan battery system ke BEV Hyundai yang diproduksi di dalam negeri oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. 

    Model-model BEV Hyundai buatan Indonesia ini nantinya akan dipasarkan di Tanah Air dan luar negeri.

    Baca Juga : Keunggulan Mobil Listrik Hyundai IONIQ 6

    Pabrik Sel Baterai Kendaraan Listrik Hyundai Telan Dana Investasi USD 3 Miliar Hingga Tahun Depan

    Pabrik Sel Baterai

    Rencana besar Hyundai di Indonesia ini menelan angka investasi sebesar USD 3 miliar hingga tahun depan. Angka tersebut dialokasikan secara terukur untuk kebutuhan membangun pabrik sel baterai, pabrik battery system, fasilitas perakitan, dan berbagai bentuk upaya lainnya untuk memproduksi kendaraan listrik. 

    Tiga pabrik tersebut dibangun dengan jarak lokasi yang saling berdekatan agar kedepannya mampu memegang peran penting dalam melengkapi value chain kendaraan listrik di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan efisiensi operasional dan rantai pasok dalam proses produksi kendaraan listrik. 

    “Pembangunan pabrik di Indonesia adalah salah satu bentuk realisasi investasi Hyundai khususnya di sektor kendaraan listrik. Kami optimis bahwa fasilitas-fasilitas ini akan membantu kami dalam menjawab kebutuhan pasar Indonesia terhadap kendaraan listrik dengan lebih baik, di mana sebelumnya Hyundai juga telah meningkatkan kapasitas produksi IONIQ 5 hingga 20.000 unit per tahun untuk merespons antusiasme tinggi dari konsumen terhadap model EV kami. Ke depannya, begitu pabrik sel baterai dan battery system beroperasi penuh, Hyundai siap untuk terus memenuhi kebutuhan akan kendaraan listrik yang terus meningkat,” lanjut Young Tack Lee.

    Selain itu, pabrik sel baterai dan battery system Hyundai juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan rantai pasok hulu di sektor kendaraan listrik, termasuk penambangan dan pengolahan bahan mentah untuk baterai kendaraan listrik seperti nikel. Indonesia sendiri dikenal sangat melimpah dalam menghasilkan nikel. 

    Hadirnya pabrik baterai ini nantinya akan semakin memperbesar persentase tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk setiap kendaraan listrik yang dibuat di Indonesia. Ditambah lagi dengan keistimewaan battery system yang dibuat di dalam negeri mendapatkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 0%, bisa ditarik kesimpulan, mobil Hyundai berbasis listrik bisa dirilis ke konsumen dengan harga terjangkau. Sehingga ekosistem kendaraan ramah lingkungan bisa semakin dipercepat.

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait