Senin, Januari 12, 2026
BeritaMenperin Dorong Produsen Potong Margin Jualan Mobil, Ini Tanggapan Produsen dan Pengamat...

Menperin Dorong Produsen Potong Margin Jualan Mobil, Ini Tanggapan Produsen dan Pengamat Otomotif

OLX News – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengimbau produsen otomotif untuk potong margin keuntungan jualan mobil demi meningkatkan daya beli masyarakat yang melemah. 

- Advertisement -

Imbauan ini disampaikan Menperin saat meresmikan pabrik baru PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025).

“Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru dari pabrikan, misalnya, ini bukan arahan ya, potong margin atau menurunkan harga jual mobil,” ujar Menperin.

- Advertisement -

Agus Gumiwang juga mendorong produsen untuk melakukan inovasi dalam pengembangan produk baru yang berorientasi pada konsumen dan lingkungan, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

“Kami harap ada perhatian terhadap pengembangan inovasi hijau yang berwawasan lingkungan dengan adanya berbagai upaya strategis dan inovasi terhadap pelaku industri, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah. Harapannya pasar Indonesia bisa bangkit dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tambahnya.

- Advertisement -

Seruan ini disampaikan Menperin karena melihat kondisi penjualan mobil di Indonesia yang turun secara signifikan di tahun lalu. 

Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan mobil wholesales tahun 2024 turun 13,9% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan ritel turun 10,9%. 

Menperin optimis bahwa dengan langkah-langkah strategis dan dukungan dari berbagai pihak, pasar otomotif Indonesia dapat segera bangkit dan kembali bergairah.

Tanggapan Produsen dan Pakar Otomotif atas Arahan Menperin

Sri Agung Handayani, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM)

Imbauan Menperin ini mendapat tanggapan beragam dari produsen otomotif. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, mengisyaratkan bahwa Daihatsu akan tetap mempertahankan harga jual kendaraan, dengan fokus pada menjaga kualitas produk, terutama untuk segmen entry level.

“Saat ini kalau kita lihat di Daihatsu, melihat dari kemampuan karena kita fully didominasi oleh first car buyer, kita sangat memperhatikan itu,” ujarnya ketika diwawancara media usai peresmian pabrik KAP 2 di Karawang, Jawa Barat.

“Jadi, bukan menurunkan harga, tapi kalau bisa dari material cost yang ada, kenaikan material cost itu tidak semuanya dilimpahkan kepada konsumen. Mungkin teman-teman bisa lihat dari kenaikan harga kita saat ini,” tambahnya.

Bagi para konsumen first car buyer, harga memang sangat sensitif. Itulah mengapa Daihatsu sangat penuh perhitungan dalam menentukan nilai suatu produk. 

“Jadi kita lebih memperhatikan kemampuan daya beli masyarakat seperti apa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menyimpulkan imbauan Menperin ini agar semua produsen untuk menjaga harga jual tetap stabil.

“Kalau profit relatif, karena berkaitan dengan produktivitas dan economic of scale. Jadi dalam konteks pengembangan pasar, saya sepakat dengan pak Agus agar harga di-maintain supaya daya beli terjaga,” ungkap Bob Azam dikutip dari Tribun News.

Di lain sisi, Bebin Djuana sebagai pakar otomotif menyebut imbauan Menperin ini dirasa kurang tepat. Karena menekan harga jual mobil secara terus-menerus akan berdampak buruk pada kualitas produk.

“Industri induk, merek yang bersangkutan akan mengumpulkan semua supplier untuk menurunkan harga komponen. Supplier-nya mau menekan siapa?” jelas Bebin.

Sebaliknya, Bebin justru menyarankan agar Menperin fokus melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan untuk upaya melahirkan kebijakan soal penghapusan pajak barang mewah dan dukungan kebijakan bunga kredit kendaraan yang lebih bersahabat.

Hal ini dirasa langkah paling tepat, agar daya beli yang sudah merosot bisa kembali terdongkrak. 

“Tahun ini jelas lebih suram dari tahun lalu. Jika kebijakan-kebijakan yang mendukung keberlangsungan industri otomotif tidak segera diumumkan sulit membayangkan angka di akhir tahun nanti,” pungkasnya. (Z)

Populer.
Berita Terkait