Selasa, Oktober 20, 2026
Beranda blog Halaman 1327

Mau Ganti Lampu Utama, Enakan Pakai Bohlam, LED atau HID?

0

Lampu jadi salah satu persyaratan teknis yang harus ada pada sebuah kendaraan bermotor. Hal ini karena lampu merupakan alat pencahayaan yang sangat berguna terlebih jika kita berkendara di malam hari.

Bahkan aturan ini tertuang langsung dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Selain itu, soal pencahayaan pada kendaraan juga dicatat dalam Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Nah, bicara soal lampu mobil khususnya lampu utama, sejatinya fungsinya sangat vital apalagi saat berkendara dengan kondisi jalanan gelap. Bicara soal lampu utama atau headlamp, saat ini untuk lampu yang menjadi penerangan di depan mobil ada tiga jenis, yaitu Halogen, Light Emitting Diode (LED) dan High Intensity Discharge (HID).

Lantas dari ketiga jenis lampu di atas, mana yang lebih baik digunakan?

Melansir Car From Japan, lampu Halogen, LED dan HID, pada dasarnya baik digunakan namun ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Halogen

Lampu halogen merupakan lampu yang sudah cukup lama digunakan pabrikan otomotif pada sebuah kendaraan. Lampu Halogen faktanya memiliki warna cahaya kuning, dan dipercaya dapat menembus kabut dan hujan.

Hanya saja, meski tergolong murah, namun lampu Halogen dianggap lebih banyak menghasilkan panas sehingga membuat mika lampu menguning dan bisa disebut lebih cepat masa pakainya.

LED

Jenis lampu LED kini semakin ramai digunakan pada mobil-mobil terbaru seperti lampu utama, Daytime Running Light (DRL), stoplamp (lampu belakang), serta indikator pada instrumen dasbor.

Kelebihan LED cahaya yang dihasilkan lebih cukup terang, menarik dan terkesan modern, tidak membuat mika menjadi kuning, serta bisa disebut tergolong lebih tahan lama karena daya listriknya cukup kecil.

Hanya saja, lampu LED ada kekurangan yaitu kurang optimal pencahayaannya jika digunakan saat hujan, dan harganya tergolong mahal.

HID

Jenis lampu HID atau Xenon memang banyak dipakai mobil-mobil premium seperti BMW, Mercedes, dan Audi. Cahaya yang dihasilkan lampu HID lebih terang dan menyebar dari lampu Halogen, sehingga sangat cocok untuk berkendara saat malam hari.

Lampu HID juga punya daya tahan lebih lama, dan watt tidak terlalu tinggi sehingga cukup awet digunakan. Soal harga, lampu HID ini lebih murah dibandingkan lampu LED.

Hanya saja, kekurangan lampu HID ini dianggap cahayanya terlalu terang, sehingga di beberapa negara justru dilarang untuk dipakai. Cahaya warna putih juga dianggap kurang optimal jika berkendara saat turun hujan.

Perlu dicatat, jika ingin mengganti lampu LED atau HID maka butuh arus listrik statis atau searah seperti DC, agar lampu tidak cepat rusak, dan aki tidak jebol.

 

4 Ciri Jika Anda Pengemudi Nekat, Sembrono dan Berbahaya

0

Mengemudi di jalan raya bukan hanya soal keahlian. Sebab setiap pengemudi wajib menerapkan keamanan dan keselamatan saat berkendara dan pastinya mematuhi berbagai rambu-rambu lalu lintas yang sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah maupun undang-undang lalu lintas. 

Sebaliknya, jika pengemudi mengabaikan keamanan dan keselamatan ketika berkendara di jalan raya, bukan tak mungkin hal tersebut dapat menyebabkan terjadi kecelakaan sehingga sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Nah, berikut ini tanda jika OLXe termasuk pengemudi nekat yang dapat membahayakan pengendara lain seperti dilansir Car From Japan;

Suka Ngebut

Memang ketika mengemudi di jalan raya kecepatan sebuah kendaraan memiliki batasnya. Namun, jika selalu ngebut bahkan dengan kecepatan di atas 120 km per jam, maka hal itu akan sangat membahayakan. 

Sebab jika mengemudi dengan kecepatan tinggi, maka akan sulit memperhatikan beberapa faktor lain sehingga sangat tidak aman seperti visibilitas jadi lebih rendah, tidak mengetahui kondisi jalanan, dan beberapa hal lainnya. 

Melanggar Rambu Lalu Lintas

Salah satu pelanggaran lalu lintas yang sangat membahayakan pengendara biasanya menerobos lampu lalu lintas atau lampu merah ketika di persimpangan jalan.

Ya, beberapa pengemudi kerap menancapkan pedal gasnya ketika sinyal lampu berwarna kuning. Padahal ketika lampu kuning menyala, itu peringatan untuk berhati dan bukan tanda untuk melanjutkan perjalanan. 

Masalahnya, perpindahan antara lampu kuning ke hijau atau merah itu hanya sepersekian detik, dan hal itu justru dikhawatirkan terjadi kecelakaan, karena ada pergerakan mobil dari arah lain atau ada pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Tidak Menjaga Jarak

Salah satu tanda kalau OLXer pengendara nekat yaitu kerap tidak menjaga jarak atau kerap disebut Tailgating.  Ya, Tailgating biasanya dilakukan si pengendara mobil yang mengemudi sengaja mengikuti mobil dari belakang dengan jarak yang sangat dekat.

Sebuah lembaga keselamatan di Amerika Serikat mengatakan, bahwa 33 persen kecelakaan mobil terjadi karena tabrakan dari belakang. Tentunya, hal ini karena banyak pengemudi yang tidak menyadari kalau mereka begitu dekat dengan kendaraan yang ada di depan. Padahal, jarak aman pengemudi depan dengan belakang sekitar tiga detik. 

Melakukan Berbagai Hal Saat Mengemudi

Tanda yang juga membuktikan jika OLXer pengemudi nekat, sembrono dan dapat membahayakan yaitu melakukan berbagai hal ketika mengemudi, seperti menelepon, mengirim pesan, berhias diri, makan, merokok atau bernyanyi sambil menari.

Artinya, pengemudi harus konsentrasi saat berkendara, seperti tertuang dalam pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang berbunyi:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”

 

Penyebab Bunyi Decitan pada Rem Saat Musim Hujan, Begini Cara Mengatasinya

0

Mengemudi saat musim hujan seperti saat ini memang harus lebih rajin melakukan pengecekan dan perawatan. Termasuk pada bagian sistem pengereman.

Sejatinya, sistem pengereman menjadi salah satu faktor terpenting dalam keselamatan berkendara. Pasalnya, jika mobil tanpa sistem pengereman yang baik maka bisa berakibat fatal. Apalagi saat kondisi hujan seperti saat ini, dimana sistem pengereman wajib dilakukan pemeriksaan.

Adapun seperti dilansir situs Nissan, di saat cuaca hujan, tidak ada salahnya lebih memperhatikan sistem pengereman mobil secara teliti. Karena ketika menggunakan sistem pengereman pada kondisi kering, kotoran yang berupa debu bisa menumpuk pada bagian brake pad dan pada saat kotoran tersebut terkena air hujan bisa mengakibatkan sistem pengereman mobil bekerja tidak maksimal.

Maka dari itu, saat musim hujan, kasus yang paling sering ditemukan yaitu terdengar suara decitan seperti ada tikus kejepit ketika melakukan pengereman. Padahal hal tersebut lantaran adanya kotoran menempel dan terkena air hujan.

Namun begitu, jika OLXer merasa risih dengan suara decitan saat melakukan pengereman, tentunya hal tersebut bisa dibersihkan, di bengkel terpercaya.

Masih menurut situs Nissan, untuk perawatan rem sejatinya bisa dilakukan di bengkel setiap kelipatan 20.000 Km. Namun OLXer juga bisa membersihkannya sendiri menggunakan brake cleaner.

Cara membersihkannya pun cukup mudah. Mulailah dengan mendongkrak mobil lalu melepaskan ban mobil satu per satu, kemudian semprotkan brake cleaner ke bagian permukaan disc brake kemudian dilanjutkan ke kaliper. Kotoran-kotoran yang menumpuk tersebut akan terlepas dan mengalir bersama cairan brake cleaner.

Namun, perlu OLXer juga harus tahu bahwa mobil yang menggunakan jenis rem tromol jauh lebih terjaga kebersihannya, karena dibuat dengan konstruksi yang tertutup sehingga membuatnya lebih terlindungi dari kotoran.

Oia, dalam beberapa tahun belakangan ini, sistem pengereman sebuah mobil memang sudah menerapkan fitur dengan mengadopsi teknologi canggih, seperti adanya sistem pengereman Anti Lock Brake System (ABS) yang berfungsi mencegah terjadi ban yang terkunci saat pengereman mendadak, Electronic Brake Force Distribution (EBD) yang dapat menyesuaikan bobot kendaraan sehingga pengereman menjadi lebih efektif dan efisien, dan BA (Brake Assist) yang memberikan kemampuan optimal saat pengendara melakukan pengereman yang mendadak.

 

 

Tips Berkendara Hemat BBM dan Ramah Lingkungan Ala Pemerhati Transportasi

0

Beberapa permasalahan seiring meningkatnya volume kendaraan di jalan raya, yaitu mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga polusi udara yang sudah berada di ambang batas normal. 

Nah, kasus-kasus yang berdampak negatif saat di jalan raya menurut Pemerhati Transportasi Budiyanto pada dasarnya bisa ditekan, salah satunya dengan cara mengemudi yang menerapkan teknik Eco Driving.

Kata Budi, Eco Driving sendiri adalah cara mengemudi yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar secara efisiensi serta bertujuan mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas.

“Dengan teknik mengemudi Eco Driving di tengah- tengah komunitas masyarakat perlu dilakukan, agar masyarakat paham tentang tata cara mengemudi yang hemat bahan bakar, mengurangi tingkat kecelakaan dan berkontribusi mengurangi polusi udara atau ramah lingkungan,” ungkap Budi dalam pesan tertulis.

Budi menyatakan, Dengan teknik Eco Driving, masyarakat bisa merubah mindset atau pola pikir dalam memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan mengurangi sumbangan gas karbondioksida yang selama ini menjadi penyumbang emisi karbon terbesar ketiga.

Adapun kata Budi, persyaratan untuk melaksanakan Eco Driving, yaitu:

1. Gunakan bahan bakar sesuai oktan yang disarankan, seperti kendaraan di atas tahun 2015 menggunakan oktan 92

2. Periksa tekanan angin secara visual

3. Hindari muatan yang berlebihan

4. Servis mobil secara berkala.

Sedangkan cara menerapkan thnik Eco Driving, antara lain:

1. Menekan pedal secara perlahan, karena memulai start dengan akselerasi tinggi dapat menyebabkan konsumsi BBM secara berlebihan.

2. Jaga jarak aman.

3. Hindari melakukan posisi kaki setengah kopling khusus mobil transmisi manual

4. Memanfaatkan engine brake untuk pengereman.

5. Gunakan AC secara ideal.

6. Tutup pintu jendela saat kecepatan tinggi.

7 Tidak agresif saat mengemudi.

Budi mengatakan, untuk mendapatkan ilmu soal teknik Eco Driving bisa dilakukan melalui balai atau tempat – tempat pelatihan yang dilengkapi infrastruktur dan pelatihan yang mencukupi.

“Tentunya menjadi tanggung jawab para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dibidang lalu lintas dan angkutan Jalan untuk penyediaan sarana dan prasarana tersebut dalam rangka mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang berkeselamatan,” tutup Budi yang merupakan mantan Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya.

 

 

 

Hal yang Harus Dipersiapkan Pengemudi Jika Ingin Bepergian Saat Cuaca Buruk

0

Kondisi hujan lebat ditambah angin kencang tentu saja akan sangat berbahaya, terlebih bagi mereka yang sedang mengemudi mobil maupun sepeda motor. Jika memang tak ingin mengambil resiko, sebaiknya batalkan atau tunda perjalanan untuk mengurangi resiko.

Akan tetapi, jika memang krusial dan harus pergi, kali ini Instruktur Safety Driving Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberikan beberapa tips yang harus dipersiapkan pengemudi agar bisa diimplementasikan.

“Persiapan fisik dan mental dari pengemudi, pastikan dalam kondisi fit untuk mengemudi di cuaca buruk, urungkan mengemudi kalau memang salah satu organ tubuh yang tidak dapat berfungsi normal,” ungkap Sony dalam keterangannya.

Sony juga menyatakan, sebelum ingin pergi mengemudi, sebaiknya cek kendaraan secara detail dan mandiri, dan utamakan bagian-bagian dari kendaraan yang dapat menunjang pengemudi dalam mengemudi di cuaca buruk.

Nah, mau tahu apa saja bagian mobil yang perlu diperhatikan? Berikut ulasannya:

1.  Wiper & air wiper

Apabila sudah tidak dapat maksimal menyapu air di permukaan kaca, jangan ditunda dan segera ganti dengan yang baru, sekalipun fisiknya masih bagus tetapi kualitasnya sudah jelek. Karena saat hujan lebat pengemudi membutuhkan visibilitas yang baik apalagi saat malam hari.

2.  Lampu lampu

Sebuah mobil memiliki beberapa lampu. Jika kondisi cuaca memang buruk pastikan lampu bagian depan dan belakang berfungsi normal, karena lampu-lampu tersebut sangat membantu dalam berkomunikasi dan pengendara lain juga dapat jelas melihat keberadaan kita.

3.  Ban

Ban yang terpasang, tekanan anginnya harus sesuai dengan tire placard serta telapaknya sesuai dengan kebutuhan. Telapak dan tekanan angin yang tidak sesuai dapat menyebabkan kendaraan mudah selip.

4.  Rem

Rem pada kendaraan dalam kondisi cuaca buruk haruslah mumpuni, agar tetap mampu memperpendek jarak berhenti dan minim menimbulkan gejala selip.

5.  Check Fitur keselamatan

Beberapa mobil terkini sudah dilengkapi fitur keselamatan. Ya, fitur keselamatan bisa digunakan sebagai penunjang kestabilan pada kendaraan seperti ABS, EBD, BA, ESC dan  Camera 360 dan lainnya. Fitur-fitur ini tidak hanya terpasang tapi harus berfungsi normal.

Saat berkendara/driving di cuaca buruk, ingat kendali kendaraan 100 persen ada pada pengemudinya, pastikan siap berkendara dan kuasai fitur-fitur dari kendaraan. Mengemudi membutuhkan Strategi dan Jurus dalam mengantisipasi kondisi-kondisi cuaca buruk atau Anticipation Driving, dan ini mutlak harus dimiliki seorang pengemudi.

 

Gosip atau Fakta, Goyangkan Mobil Supaya Aliran BBM Lebih Lancar

0

Banyak pengemudi kerap kali menggoyang-goyangkan mobil saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Alasanya, agar BBM lebih cepat masuk ke dalam tangki dan membuang udaranya dari dalam ke luar. 

Bahkan beberapa pengemudi tertangkap kamera dan sering menjadi viral jika ada yang menggoyangkan mobil saat pengisian BBM di SPBU. Lantas sebenarnya apakah menggoyangkan mobil itu diperlukan?

Dilansir situs Hyundai Mobil, menggoyangkan mobil saat pengisian BBM tentunya tidak dibenarkan sama sekali. Hal tersebut tidak perlu dilakukan, terutama pada mobil-mobil modern masa kini.

Bahkan situs ini menyebutkan, bahwa tangki bahan bakar mobil seperti mobil-mobil Hyundai masa kini tidaklah polos seperti sebuah botol minum. Tapi, desain tangki bahan bakar memiliki sekat dan memiliki alat untuk membuang udara tersebut.

Selain itu, bahan bakar merupakan sebuah zat cair yang bisa mengisi ruang kosong dengan sendirinya. Sama seperti sifat air, yaitu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Dengan begitu, tidak lagi diperlukan menggoyangkan mobil saat mengisi bahan bakar selain untuk berolahraga.

Adapun untuk mobil Hyundai diklaim memiliki Charcoal Canister pada sistem bahan bakarnya yang bertujuan untuk menangkap uap bensin agar tidak menimbulkan polusi. Uap bensin tersebut pun akan disalurkan kembali agar terbakar secara optimal dan mengurangi polusi.

Nah, OLXer semoga pengetahuan ini menjadi pembelajaran, sehingga tak perlu menggoyangkan mobil, apalagi nanti terekam dan menjadi viral. Tentu saja hal tersebut justru membuat OLXer malu dan dianggap tak paham soal sifat benda cair. 

 

 

Higer, Bus Listrik Asal Tiongkok Siap Jadi Armada TransJakarta, Apa Hebatnya?

0

Higer, merek bus asal negeri Tiongkok siap menjadi armada bus favorit warga Ibukota, TransJakarta. Ya, melalui PT Higer Maju Indonesia (HMI) sebagai layanan purnajual baik dari segi servis dan component part Higher di Indonesia, bus Higer diyakini akan lebih ramah lingkungan karena menggunakan teknologi listrik.

Menurut Direktur Utama PT Higer Maju Indonesia Antonius R Ismanto, bus listrik Higer telah mengekspor ke lebih dari 100 negara di mancanegara seperti di Asia, Timur Tengah, Afrika, Rusia, Eropa Timur dan Amerika. Di Indonesia, bus Higer siap mendukung TransJakarta dalam pengadaan kendaraan umum ramah lingkungan.

“Penyediaan bus listrik Higer di Indonesia ini sejalan dengan visi pemerintah untuk kendaraan ramah lingkungan. Kendaraan yang bebas polusi gas buang  atau Zero Emission dan bebas polusi suara karena bus listrik Higer berjalan dengan senyap,” kata ungkap Antonius dalam acara peluncuran bus listrik Higer di Jakarta, Senin (28/12).

Antonius menambahkan bus listrik Higer pun telah mengikuti pengujian oleh TransJakarta selama dua pekan terakhir, juga bus ini sudah lulus uji tipe (SUT) dari Menteri Perindustrian. Bus listrik Higer sangat tepat untuk mendukung rencana pemerintah mempercepat pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang telah dituangkan melalui Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019.

KBLBB yang digunakan boleh produk dari mana saja, sepanjang kualitas KBLBB benar-benar bagus, efisien dalam penggunaan baterai, mempunyai teknologi terkini, dan juga mengedepankan aspek keselamatan.

Keunggulan

Nah, OLXer mau tahu apa saja kelebihan dari bus Higer untuk armada TransJakarta, berikut ulasannya.

Kata Antonius, bus listrik Higer sangat efisien dengan kapasitas baterai yang sangat besar dan jauh di atas kompetitor lainnya. “Dengan kapasitas besar ini, maka dapat mencapai jarak tempuh lebih jauh, dengan pengisian daya baterai yang lebih singkat,”

Dia juga mengatakan, bus listrik Higer memiliki keunggulan utama seperti kapasitas baterai 385 kilo watt hours (kWh) yang menunjang daya jelajah hingga 300 kilometer, dengan lama pengisian ulang baterai sekitar 3-4 jam. Bus listrik Higer lebih besar dari bus konvensional yang beredar di Indonesia, yakni menghasilkan tenaga 145 kW dengan torsi maksimal 3.300 Nm

Walaupun baterai besar, namun berat kosong bus sama seperti bus pada umumnya yang memiliki kapasitas baterai lebih kecil, yaitu 13 ton dan kapasitasnya mencapai 34 penumpang duduk.

Perawatan

Antonius juga menyatakan, bus listrik Higer hanya memerlukan perawatan yang lebih rendah dan ringan, namun lebih produktif karena bisa dioperasikan lebih maksimal. Waktu yang diperlukan untuk perawatan lebih singkat, serta limbah suku cadang jauh lebih sedikit.

Komisaris sekaligus Founder PT Higer Maju Indonesia Untung W Ismanto menjelaskan, bus listrik Higer mempunyai sumbu roda menggunakan Axle merek ZF dari Jerman yang menyebabkan bus listrik Higer rendah perawatan (low maintenance), berjalan dengan senyap dengan tingkat kebisingan yang rendah

“Dengan menggunakan Axle ZF, bus dapat dikonfigurasi menjadi Low Entry, di mana lantai dasar bus rata atau lower deck. Sumbu roda depan independent dan mengurangi Body Roll pada kendaraan. Kami menggunakan teknologi dari Jerman karena layanan purna jualnya sangat didukung oleh ZF Jerman. Dengan demikian kelancaran operasional dan perawatan kendaraan menjadi terjamin,” ujar Untung.

Untuk komponen lainnya tak kalah canggih. Seperti pengereman dan suspensi Higer menggunakan brand asal Swiss, WABCO yang memungkinkan saat pengereman tidak terjadi hentakan. Kemudian Power Steering dari Bosch.

“Spesifikasi bus listrik Higer diharapkan sudah mengikuti semua standar yang telah ditentukan oleh Transjakarta, seperti ukuran dan dimensi sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini karena sejak awal pembuatan selalu berkoordinasi dengan tim teknis TransJakarta. Kami siap mendukung TransJakarta untuk pengadaan bus listrik yang efisien,” jelas Untung.

TransJakarta memerlukan bus listrik ramah lingkungan, yang efisien sekaligus mengutamakan keselamatan. Adapun proyek bus listrik TransJakarta akan dimulai pada September 2021.

TransJakarta mengharapkan setidaknya tahun depan ada 100 unit yang sudah memakai energi ramah lingkungan tersebut. Saat ini TransJakarta masih melakukan uji coba bus listrik dari sejumlah produsen termasuk bus listrik Higer.

 

Komunitas Mitsubishi Xpander Se-Jakarta Rayakan HUT ke-2 dan Pemilihan Ketua Baru

0

Komunitas pemilik dan penggemar Mitsubishi Xpander atau yang disebut X-MOC (Xpander – Mitsubishi Owner Club) chapter Jakarta Raya dengan kompak merayakan 2nd Anniversary-nya pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 lalu di Harper Hotel Cawang, Jakarta.

Pada perayaan HUT ke-2 ini, X-MOC Jakarta mengambil tajuk “Mozaic Celebration X-MOC Jakarta Raya 2.0”.

Meski dalam kondisi yang terbatas karena pandemi, namun hal ini tidak menghambat antusiasme dan kekompakan antara pengurus dan anggota X-MOC. 

Salah satu agenda utama di acara ini adalah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk mencari ketua baru periode 2020 – 2022. 

Teguh M selaku Ketua Pelaksana MOZAIC Celebration X-MOC Jakarta Raya 2.0, menyebut Musyawarah Daerah (Musda) X-MOC Jakray ini adalah bentuk pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) X-MOC yang merupakan hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) I tahun 2019. 

“Acara ini merupakan pesta demokrasi warga X-MOC Jakarta Raya untuk memilih Ketua Pengda baru, sekaligus merayakan hari jadi X-MOC Jakray kedua di tahun ini. Peserta merupakan semua anggota X-MOC yang berada di wilayah Jakarta dan memiliki hak suara sama untuk bisa berpartisipasi secara aktif memilih Ketua Pengda baru. Nantinya ketua baru akan membentuk kepengurusan yang bakal menentukan arah kegiatan X-MOC pada 2 tahun mendatang,” jelasnya. 

Hasil dari Musda X-MOC Jakray, Yocky Agung Perdana terpilih sebagai ketua baru. Dalam visi yang disampaikannya, Yocky ingin membawa X-MOC Jakray menjadi kebanggaan semua anggotanya dengan misi membawa komunitas ini lebih solid dan lebih mandiri. 

“Saya ingin kembangkan lagi komunikasi ke setiap anggota agar lebih mengenal personality-nya. Selain itu ingin mengoptimalkan kinerja seluruh pengurus. Dalam 100 hari ke depan, terkait situasi pandemi, saya dan pengurus nantinya akan menggelar baksos, yang format pastinya dibicarakan lebih lanjut. Selanjutnya bersilaturahmi ke X-MOC tetangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (bodetabek). Harapannya, agar lebih kenal dan akrab untuk aktivitas dan kegiatan bersama ke depannya,” tuturnya. 

Usai pemilihan Ketua Pengda Jakray, acara berlanjut ke seremonial perayaan hari jadi X-MOC Jakarta Raya kedua yang diwarnai dengan sambutan Ketua Pengda lama dan baru, pembacaan doa, pemotongan nasi tumpeng, dan berfoto bersama seluruh peserta serta panitia. Tak lupa, sebagai selingan diisi musik organ tunggal yang mengajak para anggota ikut menyumbang suara.

Keseruan acara berlanjut ke pembagian doorprize yang menyediakan berbagai aksesori Xpander seperti velg, body kit, kupon poles body, kupon coating nano ceramic, aksesori pelengkap eksterior dan interior, hingga komponen audio. 

“Terima kasih buat anggota yang sudah meluangkan waktu meramaikan acara ini. Terima kasih juga buat para sponsorship yang maksimal mendukung suksesnya acara ini baik secara dukungan dana maupun barang-barang yang diberikan sebagai doorprize yang menyenangkan bagi peserta Musda dan anggota yang hadir. Semoga silaturahmi dan kepengurusan baru ini mampu membawa X-MOC Jakray lebih baik dan ramai aktivitasnya,” pungkas Boby.

X-MOC Jakray sendiri resmi dibentuk pada 1 September 2018.

Mitsubishi Xpander, Small MPV Paling Value for Money, Ribuan Unit Mobil Bekasnya Dijual Disini

0

Lima atau enam tahun lalu kalau ditanya mobil apa yang harga jualnya stabil dan beri keuntungan bagi pemilik sebelumnya, mungkin jawabannya adalah Toyota Avanza. Mobil Small MPV ini sejak awal kehadirannya dirasakan selalu memberikan value for money kepada pemiliknya.

Tapi kalau pertanyaan itu dilontarkan saat ini, tunggu dulu, jawabannya tidak mutlak itu Toyota Avanza. Karena sekarang ada Small MPV jenama Jepang lainnya yang juga diakui bisa menghadirkan nilai lebih saat akan dijual kembali. Artinya, meski dalam kondisi bekas, mobil ini tetap dihargai dengan banderol cukup tinggi.

Mobil selain Avanza tersebut adalah Mitsubishi Xpander yang baru-baru ini menerima penghargaan Gridoto Award sebagai mobil terbaik sekaligus mobil dengan harga jual kembali terbaik di kategori Small MPV.

Penghargaan yang diberikan pada 15 Desember 2020 lalu tersebut semakin menambah deretan panjang prestasi yang sudah diraih oleh Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) lewat model Mitsubishi Xpander. 

Sejak meluncur di lantai pameran GIIAS 2017 yang sekaligus menjadi world premiere, Mitsubishi Xpander berhasil menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk “Car of the Year” Otomotif Award dan Forum Wartawan Otomotif (FORWOT). 

“Xpander lahir dari Harapan dan keinginan masyarakat Indonesia akan model Small-MPV yang ideal. Kembali diterimanya penghargaan mobil terbaik menyusul berbagai penghargaan yang telah diterima sebelumnya membuktikan bahwa fitur, ragam layanan purna jual dan kemudahan dalam biaya kepemilikan yang tersemat pada produk ini, sangat relevan dengan ekspektasi dan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI beberapa waktu lalu.

Tak pelak penerimaan masyarakat yang cukup baik terhadap model pesaing Avanza, Xenia, Mobilio dan Ertiga ini pun sukses mencapai angka penjualan retail lebih dari 171.000 unit hingga Nov 2020. 

Persepsi masyarakat akan sebuah MPV ideal yang dapat diandalkan dan diinginkan dari mobil Mitsubishi Xpander memberikan dampak positif terhadap harga jual kembalinya yang tetap tinggi di pasaran mobil bekas. 

Dari hasil riset internal yang dilakukan oleh MMKSI menemukan fakta bahwa penurunan harga jual kembali Xpander yang berumur satu tahun (tahun perakitan 2019) hanya 14,8 persen, jauh lebih rendah dari kompetitor di kelasnya.

Sedangkan untuk unit Xpander bekas berumur dua tahun dan tiga tahun (tahun perakitan 2018 dan 2017) persentase penurunan harga adalah 17,1 persen hingga 20,3 persen, masih lebih rendah dibandingkan harga jual kembali produk kompetitor di segmen yang sama dengan umur satu tahun.

Hasil riset internal tersebut mengambil sampel mobil bekas dari berbagai marketplace atau situs jual beli mobil bekas untuk Xpander dan merek lain di kelasnya yang terdapat di area Jabodetabek, bulan Oktober 2020.

Di OLX, harga jual mobil Mitsubishi Xpander terbilang masih cukup tinggi dengan berbagai varian dan tipe yang ditawarkan dengan kondisi rata-rata masih sangat istimewa. RIbuan Mitsubishi Xpander bekas bisa dilihat disini!

V-KOOL : “Proyeksi 2021, Market Kaca FIlm Pulih 75 Persen dari Pencapaian 2019”

0

Tahun 2020 dilewati oleh PT V-KOOL Indo Lestari sebagai distributor kaca film merek V-KOOL di Indonesia dengan berbagai olah strategi agar tetap bisa bertahan dari gelombang pandemi COVID-19 yang menghantam hampir seluruh lini perekonomian bangsa tanpa kenal ampun. 

Di tengah kebiasaan baru masyarakat yang mulai mengarah kepada transaksi penjualan online, V-KOOL kemudian semakin memperkuat lini penjualan di platform e-commerce. 

Dengan cara ini merek kaca mobil premium dengan tingkat awareness tinggi di masyarakat ini bisa menjangkau konsumen secara lebih massive.

Hal ini diakui Linda Widjaja, Vice President PT V-KOOL Indo Lestari beberapa waktu lalu dalam sebuah kesempatan media gathering yang digelar secara virtual. Menurutnya dunia digital bukanlah hal yang baru, karena V-KOOL sendiri sudah menyelami bidang ini sekira tiga tahun lalu.

Dan terbukti, ini menjadi salah satu kunci sukses strategi V-KOOL menyiasati penjualan offline yang turun cukup drastis.

“Sepanjang tahun ini total penjualan mobil di Tanah Air turun hingga 50 persen. Di sektor penjualan retail kami hanya turun sebesar 12 persen, berkat strategi memperkuat penjualan online dan layanan home service,” ujar Linda. 

Dalam kesempatan tersebut, Linda juga berharap bahwa segmen otomotif di tahun depan bisa pulih dan kembali pada pencapaian di tahun lalu (2019). “Proyeksi kami 2021 market pulih ke level 75 persen dari pencapaian di 2019 kuartal kedua,” harapannya. 

Meski ia mengakui bahwa tantangan tahun depan tidak akan mudah karena tentu persaingan pun semakin ketat. 

“Akan ada kemungkinan produsen mobil akan lebih memilih paket kaca film yang lebih ekonomis. Makanya dalam hal ini kami merasa edukasi soal kualitas serta performa kaca film sangat penting untuk disampaikan kepada konsumen-konsumen, selain bicara soal merek dan juga soal pelayanan,” sebutnya.

Tapi untuk menyikapi tantangan tersebut, Linda menyebut pihaknya sudah sangat siap. “V-KOOL akan hadirkan lebih banyak pilihan kaca film kepada konsumen, mulai dari yang paling high-end seperti yang ada sekarang, yakni V-KOOL Limited Edition, sampai dengan produk yang lebih terjangkau seperti Silver Series dan OEM Series,” pungkasnya.

V-KOOL sendiri di tahun ini merayakan usia perak, dimana sudah 25 tahun merek kaca film ini menjadi pilihan konsumen pemilik mobil di Indonesia.