Selasa, September 29, 2026
Beranda blog Halaman 1429

Donasi 5 Kijang Innova Berbentuk Ambulance dari Toyota Indonesia untuk PMI

0

Sebagai merek otomotif terbesar di Tanah Air, Toyota tidak pernah berhenti dalam berkontribusi menghalau pandemi COVID-19. Seperti yang kita tau, bencana virus corona yang hadir di Indonesia sejak Februari 2020 lalu berhasil menghantam sendi perekonomian bangsa ini. 

Salah satu yang terdampak adalah industri otomotif nasional yang saat ini angka penjualannya terus tergerus, salah satunya penjualan merek mobil Toyota.

Tentunya kondisi ini merupakan ancaman besar. Bayangan akan hancurnya industri otomotif nasional terus menghantui.

Tidak mau menyerah begitu saja, Toyota Indonesia menyatakan perang terbuka terhadap COVID-19. Caranya dengan mendukung penuh mobilitas penanganan COVID-19.

Sebelumnya Toyota Indonesia sudah melakukan berbagai kontribusi untuk mendukung penanggulangan wabah, diaantaranya memberikan bantuan langsung berupa paket bahan pokok dan kebutuhan untuk menjaga kebersihan diri seperti hand sanitizer, masker kain, sabun cuci tangan, alat pencuci tangan portabel serta kebutuhan lainnya kepada masyarakat di sekitar area kerja TAM, TMMIN, dan dealer Toyota di seluruh Indonesia.

Selajutnya melalui program SATRIA, Toyota Indonesia membagikan 1.000 Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa rumah sakit dan Puskemas.

Toyota bersama Astra International juga menyiapkan 5 unit Dyna yang digunakan untuk menyemprotkan disinfektan yang dilakukan oleh pihak Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain itu merek kendaraan asal Jepang ini juga ambil bagian dalam memberikan dukungan penuh pada Industri Kecil Menengah (IKM) dan supply chain yang memiliki kapabilitas rancang bangun sekaligus mentransfer pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan manufaktur yang efisien dalam membantu mempercepat pengembangan alat kesehatan dan APD di dalam negeri.

Beberapa supply chain Toyota saat ini, dengan bekerjasama dengan pihak-pihak berkepentingan, terlibat dalam pengembangan berbagai APD seperti medical google, flocked swab, hazmat suit, bag valve mask, dan face shield. 

Tujuannya untuk mempercepat dan memperbanyak produksi APD di dalam negeri sehingga dapat mendukung upaya melawan COVID-19 di Indonesia.

Terakhir Toyota Indonesia yang terdiri dari PT. Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) beserta dengan dealer, supply chain, dan afiliasinya menyerahkan donasi untuk mendukung mobilitas tenaga medis dalam menangani wabah COVID-19 kepada PMI dan Kemenkes untuk disalurkan ke rumah sakit, berupa 5 unit Kijang Innova Ambulance. 

Kemudian berkolaborasi dengan PT. Serasi Autoraya (SERA), Toyota Indonesia menyediakan 68 unit mobil untuk menunjang mobilitas tenaga medis COVID-19 di 15 kota besar di Indonesia.

“Toyota Indonesia menyampaikan simpati kepada semua pihak yang terkena dampak infeksi virus COVID-19 serta apresiasi yang tinggi dan tulus kepada para petugas kesehatan dan pemerintah yang berada di garis terdepan dalam penanggulangan COVID-19 ini. Wabah COVID-19 hanya bisa diatasi dengan semangat kebersamaan dalam menjalankan protokol yang ketat dan didukung sarana dan prasarana yang memadai.  Toyota Indonesia akan selalu berdampingan dengan semua pihak untuk menghadapi wabah ini. Kami menyadari, kebutuhan untuk memerangi pandemi ini sangat besar dan Toyota Indonesia akan terus berupaya untuk memberikan berbagai kontribusi melalui program #ToyotaAdaUntukAnda. Kami berharap, donasi dari Toyota Indonesia ini dapat mendukung sarana dan prasana dalam percepatan penanganan wabah COVID-19,” kata President Director PT Toyota-Astra Motor, Susumu Matsuda dalam keterangan tertulis usai menyerahkan bantuan kepada pihak PMI, Kamis (14/5/2020). 

Selain itu, Toyota Indonesia bersama dengan supply chain yang tergabung dalam Toyota Manufacturers Club, Toyota Equipment & Facility Club, dan Toyota Logistic Community juga memberikan 105.000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada PMI dan Kemenkes yang terdiri dari Gloves, Protection Clothes, Disposable Medical Mask, Non-Medical Mask, Medical Goggle, Medical Cap, Shoe Cover, N-95 Mask dan Face Shield serta Vitamin.

“Sebagai bagian bangsa Indonesia, Toyota Indonesia terpanggil untuk turut serta dalam upaya-upaya penanggulangan pandemi COVID-19. Selain bantuan langsung kepada masyarakat dan tenaga medis, kami juga berbagi pengetahuan dan pengalaman kami di bidang manufaktur, supply chain, manajemen stock (persediaan) hingga penanganan logistik kepada berbagai pihak yang membutuhkan.  Kami berharap dukungan ini dapat memberikan nilai tambah serta efisiensi di berbagai sektor terutama bagi pihak-pihak yang berhadapan langsung dengan pandemi COVID-19,” pungkas President Director PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono.

Bantuan untuk penanganan wabah COVID-19 ini sudah menjadi program global Toyota. Sebagai perusahaan yang selalu mengedepankan semangat good citizenship, Toyota selalu berupaya untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam memberikan yang terbaik di setiap negara, termasuk Indonesia.

Toyota : Tren Mobil di Tengah Pandemi Masih 7-Seater

0

Di tengah situasi ekonomi yang cukup terpuruk akibat hantaman pandemi COVID-19, para pemain besar di sektor industri otomotif masih menyimpan asa untuk tetap bertahan. 

Tentu saja berbagai strategi jitu harus diracik dengan baik agar minat konsumen untuk memiliki sebuah kendaraan bisa terus terstimulasi.

Hal ini disadari penuh oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) mobil Toyota di Indonesia. 

Menjadi merek mobil terlaris di Indonesia, Toyota selalu berusaha hadir dengan menawarkan model yang menjadi tren. Disaat ada sebuah model yang mampu terserap pasar dengan sangat baik, maka disitu juga akan hadir mobil bermerek Toyota.

Lalu bagaimana Toyota Indonesia melihat tren mobil di tengah kondisi pandemi saat ini? 

Menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), tren model tidak banyak berubah, hanya di persoalan harganya saja.    

“Tren membeli mobil di Indonesia pasca pandemi nanti sudah pasti bakal ada perubahan. Dengan bajet yang tersisa usai berjuang agar terhindar dari virus, tentunya konsumen bakal beralih ke mobil dengan harga yang lebih murah,” ungkap Anton Jimmi saat berbincang virtual bersama jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Otomotif (FORWOT), Jumat (15/5/2020).

Pandemi COVID-19 yang melanda Tanah Air dalam dua bulan belakangan ini diakuinya menjadikan situasi masih sangat dinamis alias masih berubah-ubah. Namun menurutnya demand konsumen masih tetap ada. 

“Memang pada umumnya demand konsumen itu kalau boleh saya bilang gak cuma bicara MPV dan SUV. Tapi lebih ke arah 7-seater. Jadi memang mobil-mobil dengan kapasitas lebih dan multifungsi tetap diminati konsumen di masa pandemi ini,” jelasnya membahas tren pembelian kendaraan di tengah pandemi. 

Menurut Anton tren ini bukan terjadi saat ini saja, tetapi sudah terjadi beberapa tahun belakangan.

“Alasannya karena mobil seperti ini kan memang serba bisa. Bisa angkut orang banyak dan serbaguna saat dibawa ke luar kota dan lain-lain,” ucap Anton mengemukakan alasannya. 

Tren konsumen yang sedikit bergeser ke SUV menurutnya juga disebabkan karena sekarang banyak dari model SUV menawarkan fitur 7-seater.

“Memang kalau kita perhatikan, tidak hanya di masa COVID-19 saja, tapi beberapa tahun belakangan model atau styling SUV sepertinya menjadi salah satu permintaan dari pasar juga.”

Itu yang menjadi alasan mengapa tidak cuma Toyota, tapi juga merek-merek lainnya, baik yang jualan di Indonesia, maupun di seluruh dunia semakin gencar memperkenalkan model atau desain SUV berkapasitas 7 penumpang, karena memang penerimaan pasar akan model ini sangat baik. 

“Jadi selain 7-seater yang biasanya ada di model MPV, 7-seater yang SUV pun rasanya demand-nya meningkat. Kalau kita lihat seperti Toyota Rush, penjualannya juga sangat meningkat di dua tahun belakangan ini. Itu karena memang demand-nya tinggi. Dan tren SUV di seluruh dunia juga meningkat,” pungkasnya.

UD Trucks Berikan Perpanjangan Garansi dan Servis Rutin

0

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB diatur dalam Pergub No. 33 Tahun 2020. Dalam aturan itu disebutkan ada 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi. Pengecualian ini dilakukan karena 11 sektor tersebut memiliki peran krusial dalam kelangsungan hidup masyarakat. Salah satunya adalah sektor logistik yang menjadi urat nadi kehidupan di dalam masyarakat. 

Sehingga truk yang menjadi alat transportasi utama bagi proses distribusi barang, terutama kebutuhan pokok, alat penunjang kesehatan dan angkutan logistik lainnya masih tetap bisa beroperasi di tengah atuan PSBB.

UD Trucks sebagai merek kendaraan niaga akan terus memastikan produk kendaraannya yang masih tetap beroperasi selama masa pandemi terus berada dalam kondisi yang prima demi kelancaran proses distribusi logistik tersebut.

“UD Trucks berharap semua truk yang masih beroperasi dapat beroperasi secara optimal, sehingga mereka dapat terus produktif dalam pendistribusian barang. Semua layanan dari UD Trucks ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan kami mulai dari kebutuhan perawatan, perbaikan serta memberikan rasa tenang kepada para pemilik kendaraan selama masa pandemi ini,” dijelaskan oleh Chrisnoadhi sebagai Vice President dari PT UD Astra Motor Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2020). 

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan cara memperkenalkan beberapa layanan ekstra bagi pelanggan UD Trucks di Indonesia. 

Salah satunya adalah layanan perpanjangan masa garansi dan perpanjangan masa servis gratis bagi perawatan kendaraan UD Trucks sambil terus membuka layanan perawatan dan perbaikan selama PSBB. Perpanjangan periode perawatan berkala ini tidak mempengaruhi garansi kendaraan yang berlaku.

Pelanggan UD Trucks yang jadwal garansi serta servis gratis kendaraannya berakhir pada masa PSBB ini, akan diperpanjang sampai 60 hari setelah masa PSBB berakhir. 

Dengan inisiatif ini diharapkan pelanggan UD Trucks yang tidak dapat melakukan servis gratis dan perbaikan dalam masa garansi karena sesuatu hal selama masa PSBB, maka kesempatan yang sempat hilang tersebut dapat tetap dinikmati. 

Layanan tersebut juga didukung oleh distributor UD Trucks di Indonesia dengan terus menyediakan layanan yang memudahkan pelanggannya seperti technical assistance 24 jam, mobile service, call center serta life chat. 

Harapannya dengan semua inisiatif ini, seluruh unit produk UD Trucks yang bertugas mengangkut logistik masyarakat bisa terus bekerja maksimal hingga masa pandemi berakhir. 

Mitsubishi Motors Sumbang 9 Ribu Masker N95 ke PMI

0

Salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang paling dibutuhkan saat ini oleh para petugas medis yang bekerja menangani pasien terpapar virus Corona selain hazmat suit adalah masker jenis N95.

Masker N95 punya proteksi yang sangat baik dalam menghalau droplet, media penularan virus COVID-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. Karena 95 persen mampu memfiltrasi partikel ukuran 0,1 mikron. 

Petugas medis yang bersentuhan langsung dengan pengidap Corona sangat dianjurkan menggunakannya. Apalagi kelebihan dari masker tersebut juga bisa dipakai berulang kali dengan tata cara khusus. 

Namun sayang keberadaan masker N95 saat ini begitu langka di pasaran.

Melihat kelangkaan masker N95 serta tingkat kebutuhannya yang cukup tinggi di masa pandemi seperti sekarang, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), perusahaan manufaktur kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia mendonasikan sebanyak 9 ribu masker N95.

Donasi ribuan masker tersebut diserahkan kepada pihak Palang Merah Indonesia (PMI) untuk kegiatan penanggulangan COVID-19. 

Shinji Matsumura selaku Presiden Direktur PT MMKI menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia pada hari Kamis, 14 Mei 2020. 

“Donasi ini adalah salah satu bentuk kontribusi kami terhadap Indonesia, terutama tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menanggulangi COVID-19. Hal ini memperlihatkan komitmen MMKI untuk selalu memberikan dukungan terhadap pemerintah Indonesia, dalam hal ini membantu mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia,” ucap Shinji Matsumura Presiden Direktur PT MMKI dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2020).  

PMI sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 di Indonesia menyambut baik langkah ini. “Usaha penanggulangan wabah COVID-19 memerlukan kolaborasi semua elemen masyarakat, termasuk dunia usaha”, ujar Jusuf Kalla usai menerima donasi.

“Kami mengapresiasi langkah MMKI untuk berpartisipasi dalam mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberi inspirasi positif pada kalangan bisnis dan pihak-pihak lain, sehingga dapat secara bersama berpartisipasi untuk menangani Covid-19,” tutup mantan Wakil Presiden Indonesia ini.

Ini Kesan Pemilik Motor Yamaha WR 155R Pertama di Palembang

0

Merek motor Yamaha di Indonesia tidak cuma dikenal karena keberhasilan jajaran motor skutik yang masuk dalam keluarga MAXI Yamaha saja. Model lain dari motor berlogo 'garputala' ini juga punya keunggulan yang selalu bisa memuaskan para fan boy Yamaha di Indonesia.

Salah satunya adalah model motor sport adventure yang mengusung tema “The Real Adventure Partner”, Yamaha WR 155R. 

Diperkenalkan penghujung tahun lalu, motor ini hadir menawarkan keunggulan dari sisi desain, fitur, maupun performanya. 

Sebagai motor berdaya jelajah tinggi, Yamaha WR 155R sangat mumpuni dalam mendukung hobi pemiliknya untuk berpetualang mengeksplorasi beragam tempat yang indah dengan kontur jalan yang cukup ekstrim dan menantang.

Dimodali mesin berkapasitas 155cc, Liquid cooled, 4 langkah dengan teknologi VVA, tenaganya mencapai 12,3 KW/ 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,3 Nm/ 6.500 rpm. 

Yamaha WR 155R mengaplikasikan tipe suspensi Telescopic yang panjang dengan ukuran diameter besar mencapai 41 mm sehingga lebih nyaman untuk aktivitas offroad karena kemampuan daya redam yang baik.

Kemampuan tersebut ditunjang dengan ban dual purpose yang menempel pada velg berbahan alumunium.

Semua informasi penting terkait motor juga sangat jelas terbaca melalui speedometer LCD multifungsi. Dan saat terjadi kondisi darurat terdapat fitur hazard lamp sebagai pemberi sinyal kepada pengendara lainnya. 

Keunggulan terakhir adalah WR 155R juga memiliki kapasitas tangki besar hingga menampung 8,1 liter bahan bakar untuk mendukung perjalanan jarak jauh. 

Ketangguhan Yamaha WR 155R tersebut ternyata tidak butuh waktu lama untuk diminati para pehobi motor adventure di Tanah Air.

Salah satunya adalah Raka Andre Aprian yang menjadi pemilik Yamaha WR 155R pertama di wilayah Sumatera Selatan. Ia mengaku cukup bahagia bisa menjadi pemilik motor pertama setelah ikut program booking online.

”Saya suka WR 155R karena kualitas dan ketangguhannya, body motornya juga gagah. Rasanya sangat nyaman, akselerasi luar biasa, saya puas sekali dan jatuh hati dengan motor ini,” ucapnya. 

Menurutnya motor ini memang cocok untuk medan offroad, dan juga nyaman saat dipakai di jalanan aspal.  

Raka menerima unit WR 155R di Sentral Yamaha Palembang pada awal April 2020 lalu yang diserahterimakan langsung oleh Kepala Cabang Sentral Yamaha Palembang Johannes Jo.

Yamaha WR 155R dipasarkan seharga Rp 39.099.000 untuk on the road Palembang dimana konsumen bisa memilih diantara dua warna, biru dan hitam. 

BMW Indonesia dan Eurokars Berbagi Kebaikan

0

BMW Indonesia menggandeng salah satu diler resminya, BMW Eurokars untuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembagian sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19.

Bagi-bagi sembako kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan sama yang sebelumnya berlangsung 9 Mei 2020 lalu dengan target lebih dari 1000 paket bantuan yang dibagikan.

BMW Indonesia kali ini memilih masyarakat di area sekitar RPTRA Anggrek Bintaro, Jakarta Selatan sebagai lokasi pembagian sembako. DImana lokasi ini memang cukup terpencil yang lokasinya ada di sudut tol Veteran dan Kali Pesanggrahan.

Sekira 250 kepala keluarga disana mayoritas menggantungkan hidupya berprofesi sebagai pengolah ban bekas kendaraan bermotor.

Bagi-bagi sembako ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program CSR Care4Water yang berfokus pada pemberian akses air bersih yang sudah berjalan awal 2019. 

Untuk sementara dialihkan ke kegiatan pembagian sembako mengingat banyaknya masyarakat yang terdampak krisis pandemi COVID-19.

“Mengikuti perkembangan pandemi COVID-19, program Corporate Social Responsibility kami yang semula berfokus pada akses air bersih kini kami alokasikan untuk pemberian paket sembako. BMW Group Indonesia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, para stakeholders, dan tanpa terkecuali publik secara keseluruhan,” tutur Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia dalam keterangan tertulis BMW, Minggu (17/5/2020). 

Keterlibatan diler BMW Eurokars dalam kegiatan ini menurut Jodie agar semakin banyak pihak yang terlibat dengan harapan bantuan semakin besar dan cepat terdistribusi untuk mengurangi beban kehidupan masyarakat yang terdampak langsung dari pandemi ini. 

Pembagian sembako diserahkan oleh Sivakumar Krishnan, General Manager BMW Eurokars kepada Lurah Bintaro, Dimas Prayudi dengan tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk physical distancing pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Pandemi COVID-19 telah mengubah gaya hidup kita dan bagaimana kami di BMW Eurokars melayani pelanggan. Satu hal yang pasti, kami akan terus memberikan Sheer Driving Pleasure dengan tetap memperhatikan standar layanan dan protokol kesehatan. Adapun kami menyadari dampak langsung dari pandemi ini terhadap pelanggan, karyawan dan publik secara keseluruhan, karenanya kami turut serta untuk tetap dapat menjalankan program CSR dengan BMW Group Indonesia ini. Kami harap paket sembako ini dapat sedikit meringankan beban warga masyarakat di tengah pandemi COVID-19,” pungkasnya.

Kemeperin Ingin Industri Modifikasi Bisa Bertaji di Negeri Sendiri

0

Dunia modifikasi Tanah Air kembali mendapatkan angin segar. Hal ini karena Kementerian Perindustrian RI secara simultan terus mendukung tumbuhnya industri modifikasi kendaraan di dalam negeri.

Dilansir situs National Modificator and Aftermarket Association (NMAA), bagi Kemenperin RI, industri di Indonesia dinilai mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, serta memacu berkembangnya usaha sektor komponen kendaraan yang digarap sumber daya lokal.

Bahkan, wujud apresiasi karya anak bangsa ini sudah melanglang buana ke sejumlah pameran otomotif khusus modifikasi dunia seperti Tokyo Auto Salon, Osaka Automesse (Jepang) hingga SEMA Show di Las Vegas (Amerika Serikat).

Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin RI, Putu Juli Ardika, Kemenperin bersama NMAA saat ini sedang mendorong industri modifikasi Indonesia agar bertaji di negeri sendiri, termasuk memajukan industri modifikasi dan aftermarket Tanah Air.

“Industri modifikasi itu komunitasnya terus berkembang. Salah satu indikasinya (Indonesia Modification Expo 2019) di Balai Kartini tahun kemarin pengunjungnya didominasi generasi millenial sangat ramai. Tentu jadi kegiatan positif,” ucap Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin RI, dalam situs NMAA.

Tak hanya itu, dikabarkan, Kemenperin RI menginisiasi sertifikasi untuk modifikator-modifikator Indonesia, melalui Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI).

“Kita akan secara simultan memberikan pelatihan dengan RSKKNI bidang modifikasi yang sedang disusun. Sehingga nantinya modifikator akan dapat tambahan ilmu yang akhirnya menjadi bisa mengembangkan komponen aftermarket local,” kata Putu.

Bagi Putu, jika para modifikator mendapatkan sertifikasi, maka pada akhirnya konsumen pun puas karena tenaga kerja modifikator kita memiliki standarisasi kerja yang sama.

 

Fantastis, Ongkos Perbaikan McLaren MP4-12C yang Kecelakaan di Tol Jagorawi Bisa Lebih Rp 3,5 M

0

Kecelakaan tunggal hypercar McLaren MP4-12C di jalan tol Jagorawi, Bogor, 3 Mei 2020 lalu cukup menyedot perhatian. Bagaimana tidak, mobil yang mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam waktu 2.8 detik itu ringsek seketika.

Tentu saja tak sedikit yang berpikir, kira-kira berapa yah biaya untuk merestorasi dikembangakan McLaren F1?

Menanggapi hal tersebut, President Director TDA Luxury Toys (Importir Umum), William Tjandra mengatakan, bahwa harga perbaikannya bisa lebih mahal dari harga unit bekasnya.

“Estimasi Rp 3 miliaran. Mungkin kalau dibenerin bisa lebih dari harga bekas sekarang,” ungkap William saat video conference.

Wiliam sendiri mengatakan, pada dasarnya mobil yang sama, yaitu McLaren MP4-12C lansiran 2013, diperkirakan untuk harga bekasnya sekitar Rp 3-3,5 miliar.

Jika OLXer melihat penampakan kecelakaan McLaren MP4-12C beberapa waktu lalu, kondisinya memang sangat tragis. Bodi yang terbuat dari serat karbon compang camping berserakan di tepi jalan.

Sekadar informasi, McLaren MP4-12C telah menerapkan Carbon MonoCell yang dibuat dari material serat karbon, yang beratnya hanya 80 kg. Alhasil bobot mobil tersebut hanya 1.301 kg. Oia, MonoCell ini dibuat oleh Carbotech di Salzburg, Austria.

Diketahui, McLaren sebelum resmi dibuat, mereka sudah membangun dua prototipe sendiri yang disebut CP1 dan CP2, menggabungkan Carbon Monocell monocoque untuk menguji sistem dan kinerja manajemen panas.

McLaren MP4-12C dibenamkan jantung pacu cukup buas, yaitu  mesin V8 M838T berkapasitas 3.8 liter ditambah twin-turbo yang mampu menghasilkan daya hingga 592 Tenaga kuda pada 7.500 rpm dan torsi 600 Nm pada 5.600 rpm.

Dengan tenaga yang disalurkan melalui transmisi dual-clutch otomatis tujuh percepatan, mobil tersebut mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam waktu 2.8 detik dan dapat melesat hingga kecepatan tertinggi di angka 346,6 km per jam.

 

Ini Sanksi bagi Pengendara Bermotor Melanggar Aturan PSBB

0

DKI Jakarta jadi salah satu wilayah yang paling banyak kasus positif virus corona di Indonesia. Hal ini pula muncul Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

Pergub yang disahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan diundangkan pada 30 April 2020 terdiri dari tiga bab dan 15 pasal. 

Adapun munculnya pergub ini sesuai dengan pasal 3 Pergub No 41 tahun 2020, yang berbunyi.

Peraturan Gubernur ini bertujuan untuk:

a. meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap physical distancing, social distancing, dan penerapan protokol pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19);

b. memberikan kepastian hukum pengenaan sanksi dalam pelaksanaan PSBB; dan

c. mengoptimalkan pelaksanaan PSBB dalam menekan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Namun begitu, fakta di lapangan masih saja banyak yang melanggar, tak terkecuali mereka pengendara bermotor, mulai dari sepeda motor, mobil hingga pelaku usaha atau pemilik angkutan umum orang atau barang.

Nah, supaya OLXer tidak melanggar pergub No 41 tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, berikut sanksi-sanksi yang harus diketahui pengendara bermotor melanggar pergub ini, agar tidak didenda, antara lain:

Pasal 4

(1) Setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi:

a. administratif teguran tertulis;

b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum

dengan mengenakan rompi; atau

c. denda administratif paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 250 ribu. 

(2) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan dapat didampingi oleh Kepolisian.

Pasal 13

(1) Setiap pengemudi mobil penumpang pribadi yang melanggar pembatasan jumlah orang maksimal 50  persen dari kapasitas kendaraan dan/ atau tidak menggunakan dalam kendaraan dikenakan sanksi:

a. denda administratif paling sedikit Rp 500 ribu dan paling banyak Rp 1 juta

b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi; atau

c. tindakan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pasal 14

(1) Setiap pengemudi sepeda motor yang melanggar ketentuan membawa penumpang dan/ atau tidak  menggunakan masker, dikenakan sanksi:

a. denda administratif paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 250 ribu

b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi; atau

c. tindakan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

(2) Setiap pengemudi sepeda motor yang digunakan sebagai angkutan roda dua berbasis aplikasi yang melanggar ketentuan membawa penumpang, dikenakan sanksi:

a. denda administratif paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 250 ribu

b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi; atau

c. tindakan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pasal 15

(1) Setiap orang, pelaku usaha atau badan hukum pemilik Kendaraan Bermotor Umum angkutan orang dan/atau barang yang melanggar pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen, tidak menggunakan masker dalam kendaran, dan/atau pembatasan jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau instansi terkait, khususnya terhadap angkutan orang dikenakan sanksi berupa:

a. denda administratif paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 500 ribu

b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi bagi pelanggaran yang dilakukan orang; atau

c. tindakan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Seperti diketahui, pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada masing-masing pasal di atas dilakukan oleh Dinas Perhubungan dengan pendampingan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian.

Adapun pemilik atau pengemudi kendaraan bermotor tidak mengambil sepeda motor dalam jangka waktu tiga hari, kendaraan akan dipindahkan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor Dinas Perhubungan yang prosesnya dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

Jadi, OLXer yang melanggar pergub di atas, siap-siap mendapatkan denda administratif atau kerja sosial, dan kendaraannya di derek.

 

Ini Alasan Orang Kaya Ogah Asuransikan Supercar dan Hypercar Miliknya

0

Mobil-mobil dengan mesin bertenaga buas seperti supercar dan hypercar memang dibanderol sangat fantastis. Setidaknya, harga satu unit supercar dan hypercar dijual miliaran rupiah.

Meski dibanderol sangat mahal, para pemilik supercar dan hypercar di Indonesia nyatanya enggan mengasuransikan tunggangannya.

Setidaknya hal itu diakui President Director TDA Luxury Toys (Importir Umum), William Tjandra. Menurut dia, setiap pemilik mobil seperti supercar dan hypercar disarankan untuk diasuransikan.

“Tapi mereka jarang mau, karena mobil jarang jalan (dipakai),” ungkap William dalam video conference.

Lebih lanjut William menyatakan, supercar dan hypercar yang tahun produksinya sekitar 2013, rata-rata jarak tempuhnya masih di bawah 10 kilometer. Tentu saja angka tersebut sangat rendah untuk mobil yang sudah lebih dari lima tahun.

Pasalnya, tak sedikit mobil umum yang usianya di atas lima tahun justru jarak tempuhnya sudah di atas 50 ribu kilometer.

Artinya, para pemilik supercar dan hypercar masih merasa, jika jarang dikendarai maka resiko terjadi kecelakaan lebih kecil. Karena mobil mereka lebih sering ada di rumah.

Tak hanya itu, kata William, alasan lain pemilik supercar dan hypercar enggan mengasuransikan tak lain biaya premi yang harus dikeluarkan tergolong mahal.

“Misalnya mobil Rp 3 miliar, satu persen saja bisa Rp 40-50 juta. Sedangkan mobil nggak pernah jalan (dipakai),” tuturnya.

Tentu saja alasan yang diutarakan para pemilik supercar dan hypercar untuk tidak diasuransikan sah-sah saja. Akan tetapi, untuk mengasuransikan kendaraan juga sangat penting.

Ya, dengan mengasuransikan kendaraan maka dapat menyelamatkan aset, menjamin jika terjadi resiko, penyelamatan finansial, melindungi, dan membuat si pemilik merasa nyaman saat berkendara.

Sebaliknya, di beberapa negara maju, sebuah kendaraan justru diwajibkan memiliki asuransi. Jika pemilik kendaraan tak punya asuransi, bukan tak mungkin ketika dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, maka dapat dilakukan penyitaan atau tilang.