Selasa, September 22, 2026
Beranda blog Halaman 1468

Sebentar Lagi Semua SPBU Pertamina Terima Pembayaran Non Tunai

0

Di tahun 2020 ini PT Pertamina (Persero) terus melakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat pengguna setia berbagai jenis bahan bakar serta pelumas produksi Pertamina.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan terus mengejar jumlah digitalisasi SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di seluruh Indonesia yang targetnya rampung pada pertengahan tahun ini.

Dari total jumlah 5.518 SPBU Pertamina, akhir Februari kemarin sudah sebanyak 3.814 SPBU, atau 70 persen yang sudah dilakukan instalasi dashboard.

Sementara 4.216 SPBU atau sekira 76 persen sudah terpasang instalasi Automatic Tank Gauge (ATG).

“Digitalisasi SPBU merupakan bagian dari digitalisasi di seluruh lini bisnis Pertamina dari hulu hingga hilir, sebagai jawaban atas tantangan era digital. Upaya ini sekaligus bertujuan meningkatkan layanan kepada pelanggan setia kami sehingga menjadi lebih aman, mudah dan cepat,” terang Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman beberapa waktu lalu. 

Berbagai keunggulan dari proses digitalisasi SPBU ini menurutnya adalah kemudahan dalam memantau kondisi stok dan penjualan BBM secara real time, sehingga tak ada lagi cerita SPBU kekurangan BBM karena sudah diantisipasi dari awal.

Lebih Mudah dan Praktis Lakukan Pembayaran Sistem Cashless 

Keunggulan lainnya adalah mudah dan cepat, karena kini SPBU Pertamina didukung pembayaran transaksi secara non tunai atau cashless melalui berbagai channel baik jalur debit perbankan maupun melalui aplikasi MyPertamina.

Dengan catatan, bahwa SPBU Pertamina tetap menerima sistem pembayaran tunai. 

“Tentu ini sejalan dengan trend lifestyle yang mengarah ke cashless. Apalagi pembayaran non tunai dengan aplikasi MyPertamina lebih banyak manfaatnya. Selain cepat dan mudah, terdapat poin yang bisa dikumpulkan untuk mengikuti berbagai  program promosi Pertamina,” imbuh Fajriyah Usman. 

Aplikasi Mypertamina bisa diakses melalui smartphone. Apabila sudah terintegrasi dengan LinkAja, maka bisa digunakan untuk melakukan pembayaran transaksi di SPBU untuk pengisian BBM kendaraan, Bright Gas, Pelumas maupun belanja di Bright Café. 

“Cara pembayarannya juga mudah dan praktis, tinggal scan barcode di mesin pembayaran, transaksi pun selesai hanya dalam hitungan detik,” pungkasnya.  

Untuk pelanggan Pertamina yang melakukan transaksi lewat aplikasi MyPertamina, ada program menarik seperti penukaran point dengan berbagai merchandise menarik, cashback, dan berhak ikutan program “Berbagi Berkah MyPertamina” khusus untuk pembelian BBM. 

Promo ini berlaku serentak di Indonesia dari tanggal 1 Februari 2020 hingga 15 November 2020. Untuk pengundian hadiah dilakukan dalam 2 tahap, yakni pada Juni 2020 dan akhir tahun 2020. (Z)

Gara-Gara Virus Corona, Pameran Mobil Terbesar Dunia Batal Terlaksana

0

Berita kurang menyenangkan datang dari pelaksana Geneva Motor Show 2020. Pameran otomotif salah satu yang terbesar di dunia ini dikonfirmasi batal terlaksana.

Terbesar karena di Geneva Motor Show hampir seluruh pabrikan otomotif dunia ikut berpartispasi dan unjuk gigi dengan model dan teknologi terbarunya. 

Ferrari, Porsche, Lamborghini, BMW, Mercedes-Benz serta merek Jepang seperti Toyota, Mitsubishi, Mazda dan Nissan hampir boleh dbilang tidak pernah absen dalam pameran ini.

Langkah ini ditempuh oleh pemerintah negara Swiss sebagai upaya menghentikan penyebaran virus COVID-19 atau yang dikenal dengan virus Corona.

Semua acara publik maupun pribadi yang melibatkan 1.000 orang di negara Swiss harus dibatalkan dan ini berlaku setidaknya sampai 15 Maret 2020 mendatang. 

Sementara jadwal dari pelaksanaan Geneva Motor Show 2020 sendiri pada 5-15 Maret 2020. 

Seperti yang kita ketahui, dampak virus Corona sudah berdampak bagi 82.000 orang yang dinyatakan terinfeksi, dan menewaskan lebih dari 2.700 orang di seluruh dunia.

“Kami menyadari bahwa langkah ini akan berdampak signifikan pada kehidupan publik,” ujar Alain Berset, Menteri Dalam Negeri Swiss seperti dikutip lewat euronews, Jumat (28/2/2020).

Lebih jauh Alain Berset menyebut langkah ini diharapkan bisa memberikan perlindungan efektif bagi orang-orang di Swiss dan bagi kesehatan masyarakat. “Kita harus mencegah atau menunda penyebaran virus Corona di Swiss, sehingga mengurangi momentumnya.”

Mendapat Protes Keras dari Peserta Pameran

Sementara ketua penyelenggara Geneva Motor Show 2020, Maurice Turrettini membeberkan ada lebih dari 160 merek yang terdaftar sebagai peserta pameran. Tetapi ini merupakan “force majeure”, gangguan di luar kendali manusia yang membebaskan kewajiban pelaksanan dan diatur dalam kontrak.

Artinya, tidak ada kewajiban dari pelaksana pameran untuk mengganti kerugian para peserta pameran. Tetapi untuk pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket akan diganti. 

Turrentini juga menyerahkan kebijakan penuh kepada peserta pameran untuk memutuskan akan mengganti atau tidak fee staf yang mereka kontrak, termasuk model yang dipersiapkan untuk pameran. 

“Atas langkah ini kami juga mendapat banyak tekanan dalam beberapa hari terakhir. Beberapa merek peserta menyatakan protes kerasnya. Dan ini merupakan sebuah kondisi yang sulit bagi kami,” pungkasnya. 

Geneva Motor Show 2020 bukan satu-satunya event yang terdampak isu virus Corona. Beberapa acara besar lainnya juga dikabarkan batal terlaksana, seperti Karnaval Tradisional di Basel, Ski Maraton serta beberapa jadwal pertandingan sepakbola. (Z)

Merawat Mobil Itu Mudah, Begini Caranya!

0

Apapun jenis kendaraan OLXers sudah pasti itu menjadi aset yang perlu dijaga, baik dari sisi tampilan serta performanya. Bukan apa-apa, baik mobil maupun motor yang kondisinya prima secara tidak disadari punya andil juga dalam kehidupan OLXers.

Sebagai aset penting, sudah barang tentu ini harus dijaga dan dirawat. Punya mobil jangan hanya tau pakainya saja, tapi juga cara merawatnya. 

Kesibukan atau tidak punya uang acap kali jadi kambing hitam kita lalai dalam melakukan perawatan mobil dan motor. Boro-boro bawa ke bengkel resmi, ke bengkel dekat rumah pun ogah.

Buat kalian yang punya masalah seperti ini, tenang aja…. Merawat mobil bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa harus keluar atau ke bengkel. 

Berikut langkah – langkahnya:

1. Cuci Mobil dan Bersihkan Kotoran yang Menempel

Pertama, pastikan mobil dicuci secara berkala. Di musim hujan seperti ini, usahakan setelah terkena air hujan, atau tertimpa kotoran burung, harus cepat – cepat dicuci. Air hujan ataupun kotoran burung mengandung sejumlah bahan kimia yang bereaksi dengan body mobil. Dalam waktu yang lama bisa membuat body mobil korosi atau menimbulkan noda membandel yang susah hilang.  

Tentu kedua efek di atas akan memengaruhi harga jual kembali mobil OLXers. Jadi cucilah secara rutin biar tetap terlihat kinclong. 

2. Bersihkan Interior

Selalu sediakan kotak sampah di dalam mobil agar tidak ada sampah yang tercecer. Dan jangan membiasakan diri untuk menghisap rokok selagi menyetir. 

Sisa-sisa abu rokok bisa saja berterbangan di dalam kabin atau interior mobil dan asap rokok menempel ke bagian atap dan meninggalkan noda kekuningan. 

Setelah mencuci mobil, gunakan vacuum cleaner untuk menyedot berbagai jenis kotoran di dalam mobil. Kalau perlu gunakan juga cairan pembersih dashboard atau cairan pembersih jok untuk menyempurnakan tampilan interior. 

3. Menghindari Jamur

Pastikan mobil setelah dicuci dalam kondisi benar-benar kering pada bagian body dan kaca mobil. Kedua bagian ini memang paling rentan terkena jamur akibat proses pencucian yang salah.

Perhatikan juga apakah ada air yang masuk ke interior saat melakukan pencucian. Kabin yang lembab bisa menimbulkan sarang jamur di beberapa sudut mobil. 

Sisa-sisa makanan yang terselip dan tidak terangkat juga bisa menjadi jamur yang menimbulkan aroma tak sedap. 

4. Ganti Oli

Wajar kalau OLXers banyak yang kurang mengerti soal mesin, sehingga untuk perawatan di sektor ini, OLXers butuh orang ahli. Jalan satu-satunya adalah ke bengkel. 

Tapi kalau sekadar urusan ganti oli mesin, OLXers bisa melakukannya sendiri kok. Ingat, jangan pernah mengabaikan urusan yang satu ini. Performa mobil OLXers juga bergantung dari sini. 

Setidaknya kalau kalian masih ragu melakukannya sendiri, bisa pakai ara lain, yakni dengan menelpon teman yang mengerti atau menggunakan jasa servis. 

Mobil yang terawat akan selalu terlihat menawan serta kinerja mesinnya juga baik. Ini tentu akan memudahkan OLXers ketika berpikir untuk menjualnya. Calon pembeli mobil bekas tidak akan ragu untuk membeli mobil OLXers dengan harga yang bagus. (Z)

Virus Corona Bikin Panik dan Dihindari, Ini Justru Diburu

0

Corona menjadi objek pembicaraan hangat saat ini sejak kehadirannya diketahui muncul di Wuhan, Cina.

Geger virus Corona terus berlanjut, bahkan beberapa event internasional seperti pameran Geneva Motor Show 2020, gelaran MotoGP Qatar 2020, dan perhelatan internasional lainnya akhirnya dibatalkan gara-gara Corona.

Wabah virus Corona atau virus Covid-19 membuat semua orang panik. Tercatat 82.000 orang di seluruh dunia terpapar virus mematikan ini.

Apalagi hari ini, Senin, 2 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan sudah ada dua orang WNI yang positif terinfeksi virus Corona.

Sontak warganet semua membahas virus Corona yang ternyata sudah masuk ke Indonesia.

Tapi tidak semua virus Corona menakutkan. Tidak semua Corona dijauhi oleh orang-orang. Ada Corona yang sekarang malah justru dicari orang-orang.

Menjadi sesuatu yang langka dan sulit ditemukan, Corona yang satu ini berasal dari Jepang, produksi Toyota yang sudah ada sejak 1957 sampai 2003.

Corona yang satu ini adalah mobil yang di era tahun 70 hingga 90an menjadi kendaraan yang banyak digemari orang. Seiring waktu, popularitas Toyota Corona terus menyusut akibat tren penjualan mobil sedan yang terus menurun di Indonesia. 

Tapi sekarang model ini kembali jadi pusat perhatian dan dicari oleh banyak kolektor mobil di seluruh Indonesia.

Harga yang cukup terjangkau serta modelnya yang terbilang aerodinamis menjadikan Corona kembali diburu orang. 

Jika OLXers rajin memantau platform OLX.co.id sudah tentu model ini (Toyota Corona) akan mudah didapatkan. 

Harga yang ditawarkan pun sangat bervariasi, mulai dari yang Rp 15 juta hingga yang harga Rp 50 juta, bergantung tahun pembuatan dan kondisinya.

Yang paling banyak bisa ditemui di platform jual-beli mobil nomor satu di Indonesia ini adalah Toyota Corona lansiran 1986. 

Diantara semua model Corona yang diiklankan, ada satu unit yang cukup menarik perhatian nih OLXers. Penjualnya atas nama Rudy Hartono yang beralamat di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Rudy Hartono menawarkan Toyota Corona Limited Edition tahun 81 dengan harga Rp 28,5 juta.

Mobil yang ditawarkannya tergolong masih mulus dengan tampilan kaki-kaki racing menggunakan velg Watanabe R15.

Dalam spesifikasi disebutkan bahwa mobil berkapasitas mesin 1.8 liter dengan suara mesin halus dan masih kering (tidak ada bocor).

Selain itu interior juga dijelaskan masih orisinil dengan sistem kelistrikan aman dan lampu terang. Surat dan pajak masih hidup, plat B (Bekasi). 

Buat OLXers penggemar Toyota Corona yang berdomisili Jakarta, ini merupakan salah satu Corona yang kami rekomendasikan, begitu deal tinggal gas saja. Deskripsi lengkapnya klik disini(Z)

Mitos Salah Kaprah Demi Kejar Irit BBM

0

Mengisi bahan bakar merupakan kegiatan rutin dari pemilik atau pengendara mobil dan motor. 

Sering sekali kita melihat hal-hal aneh yang dilakukan oleh pemilik mobil ketika mereka berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.

Herannya, hal-hal tersebut seolah menjadi ritual dan dipercayai bikin untung karena lebih irit.

Padahal bukan ritual atau mitos tersebut yang bisa bikin mobil irit, tapi bergantung pada pola berkendara saja kok. 

Kalau istilahnya sih, “kakinya harus sekolah” baru bisa mengemudi mobil dengan irit. Tapi kalau kaki keseringan ngegas mendadak, atau sering stop and go, mobil tetap aja bakalan boros.

Terus, apa saja sih mitos atau ritual salah yang dianggap bisa bikin irit konsumsi BBM?  Yuk kita bahas!

Menempatkan Gigi di Posisi Netral

Konon katanya, ketika mengisi BBM sebaiknya posisi gigi persneling pada posisi Netral agar tidak ada injeksi bbm yang langsung menuju bensin. 

Ada juga yang bilang jika sedang berkendara jarak jauh, sebaiknya kita menggunakan gigi netral dalam kecepatan tinggi agar putaran mesin turun.

Faktanya, hal ini salah karena mobil zaman sekarang memiliki sensor otomatis yang menutup jalannya bahan bakar ketika mesin mati. 

Selain itu, ketika sedang berkendara pada kecepatan tinggi, sebaiknya kita tidak memindahkan posisi persneling ke Netral, karena akan mematikan engine brake. 

Jika engine brake mati pada saat kecepatan tinggi, tentu akan sangat berbahaya, terutama pada saat kondisi lalu lintas sedang tidak kondusif. Selain itu, rem juga akan cepat aus.

Mengisi BBM di Pagi Hari

Banyak yang beranggapan jika mengisi BBM di waktu subuh atau ketika suhu udara rendah akan mendapatkan BBM yang lebih kental, dan memiliki volume lebih banyak. 

Sedangkan ketika suhu panas, BBM akan cepat menguap.

Mitos ini jelas salah! Volume BBM yang kita isi tentu tidak akan berubah, kecuali satuan liter pada mesin tersebut, atau penunjuk tangki BBM mobil kamu sedang rusak.

Isi BBM Sampai Tumpah

Mengisi tangki BBM sampai luber dianggap bikin lebih irit karena volume BBM yang masuk jadi lebih banyak, sehingga kamu bisa lebih hemat waktu dan uang.

Faktanya, mobil zaman sekarang sudah dilengkapi dengan vapor recovery system yang akan langsung mendeteksi kelebihan kapasitas pada tangki kendaraan. 

Sedangkan mengisi BBM hingga luber justru lama-lama akan merusak cat kendaraan, apalagi ketika BBM yang luber tersebut jadi sia-sia. Jadi jelas ini merupakan mitos yang sebaiknya dihindari. 

Mobil Goyang

Menggoyang-goyangkan mobil diharapkan setiap celah yang kosong dalam tangki akan terisi oleh BBM, sehingga volume udara dari dalam akan ditekan keluar. Kondisi ini akan membuat Anda mendapatkan volume BBM yang lebih padat.

Trik ini jelas salah kaprah, mengingat BBM bukanlah benda padat, melainkan benda cair yang secara otomatis akan mengisi setiap celah kosong dalam tangki.

Lagian buat apa sih jadi ribet sendiri untuk hal yang simpel? 

Sama aja kayak jual mobil. Daripada ribet dan ujung-ujungnya buang duit, mendingan #HargainWaktumu dari sekarang dan serahkan ke OLX.co.id untuk beresin urusan jual mobil kamu. Kenapa enggak? Prosesnya cuma 1 jam, aman, dan nyaman! Gak percaya? Coba aja sendiri! (OLX)

2 Alasan Jangan Sepelekan Kerikil Kecil Menempel di Ban

0

Pengendara mobil maupun sepeda motor pasti pernah mengalami di mana sebuah batu kerikil kecil terselip atau menempel di sela-sela atau alur permukaan ban.

Perlu OLXer ketahui, jika mengalami hal tersebut ada baiknya batu kerikil langsung dilepaskan atau dicabut. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan efek buruk.

Pertama, resiko terburuk jika batu kerikil menempel di ban berpotensi membuat ban tergores atau terburuknya pecah ban. Kenapa bisa begitu?

Secara teori, batu kerikil yang menempel di ban dan dibiarkan cukup lama lambat laun ketika ban berputar secara terus menerus akan menekan ke bagian karet ban sehingga menyebabkan tapak atau kembangan ban tergores.

Belum sampai disitu, seperti dilansir situs Dunlop, jika batu kerikil menempel cukup lama dan menggores ban, maka lambat laun air dan kotoran bisa masuk ke dalam ban, sehingga menjadi pemicu terjadi korosi. 

Pada akhirnya, korosi dapat membuat serat baja di ban mudah putus. Kalau itu terjadi, ban bisa pecah ketika digunakan melaju di jalanan. 

Alasan kedua yaitu keberadaan batu kerikil di sela ban ternyata dapat membuat kemampuan ban dalam mencengkram ke permukaan jalan menjadi tidak optimal, terlebih saat hujan. Sebab, sela ban atau alur ban pada dasarnya berfungsi untuk membuang air. 

Jika air tidak dibuang secara sempurna, bukan tak mungkin akan terjadi hydroplaning, yang justru membuat kendaraan akan sulit dikendalikan karena karet ban tidak menempel ke aspal, melainkan hanya menyentuh permukaan air. 

Karena itu ada baiknya lakukan pengecekan ban sepeda motor atau mobil minimal satu minggu sekali. Hal ini bisa dilakukan ketika mencucinya.

 

8 Hal Perlu Dilakukan Ketika Membeli Mobil Bekas Berusia di Atas 10 Tahun

0

Mobil bekas yang usianya di atas 10 tahun ternyata masih banyak peminatnya. Bahkan di jalanan mobil yang tahun kelahirannya lebih dari 10 tahun lalu, saat ini masih berseliweran bebas di jalan raya.

Tentunya berbagai alasan mereka memburu mobil bekas di atas 10 tahun untuk kendaraan pribadi, mulai dari jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga harganya cenderung jauh lebih murah.

Namun OLXer harus tau, kalau menginginkan mobil yang usianya lebih dari satu dekade maka harus siap melakukan berbagai perawatan ekstra dan juga perbaikan yang biayanya tergolong cukup menguras kantong, apalagi untuk beberapa mobil asal Eropa.

Pasalnya, membeli mobil yang tahun produksinya lebih tua dipastikan bakal mengalami berbagai risiko kerusakan. Bahkan bukan tak mungkin OLXer mengharapkan adanya kendaraan derek karena bisa saja mogok di tengah perjalanan.

Oleh karena itu, jika membeli mobil dengan usia di atas 10 tahun, sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini, antara lain:

1. Lakukan Servis atau Tune Up Mesin

Servis jadi hal paling penting, karenai memang perlu dilakukan baik untuk mobil usia muda maupun tua. Dengan servis maka mengurangi resiko mesin bermasalah seperti mogok. Jangan lupa ganti oli mesin dengan yang baru dan disesuaikan usia mobil serta waktu untuk penggantian oli.

Selain itu, periksa sistem pendingin mesin, yang tentunya ada beberapa faktor harus dicek seperti radiator, thermostat, water pump hingga timing belt. Jika bagian ini bermasalah, maka akan berpotensi terjadi overheat pada mesin.

2. Ganti Bagian Mobil Berbahan Karet

Jika usia mobil di atas 10 tahun, dipastikan material berbahan karet pasti mengalami getas, mulai dari karet jendela, karet suspensi, belt, hingga wiper.

Oia, ada karet yang paling penting wajib diganti, yaitu pada bagian bushing. Komponen ini terletak pada arm yang menghubungkan arm dengan sasis agar tidak terjadi gesekan antar logam.

Jika bushing bermasalah, biasanya akan menimbulkan bunyi berdecit. Nah, jika bagian ini bermasalah, akan berpengaruh pada handling dan jadi terasa tidak nyaman.

3. Periksa Kaki-Kaki

Kaki-kaki pada mobil bekas yang usianya di atas 10 tahun juga sangat penting. Sebab, selama 10 tahun kaki-kaki menahan bodi mobil yang gerat baik ketika dipacu atau istirahat di garasi.

Nah, bagian kaki-kaki yang harus diperiksa yaitu gardan, tie rod dan ball joint, suspensi atau shockbreaker, pelek hingga ban. Biasanya bagian-bagian ini tak hanya dicek, tapi perlu dilakukan penggantian karena mengalami keausan  cukup parah jika usianya lebih dari 10 tahun.

4. Periksa Bagian Material Berbahan Besi

Bagian mobil berbahan besi biasanya akan mengalami korosi. Apalagi jika usianya cukup tua, apabila dibiarkan maka akan keropos sehingga bentuknya akan rapuh.

Bagian material berbahan besi ini bisa saja terjadi pada bodi, atau komponen lainnya di bagian luar maupun dalam mobil.

5. Periksa Sistem Kelistrikan

Pada sistem kelistrikan, harus dicek kembali mulai dari starter hingga alternator. Baterai seperti pada bagian aki juga wajib dicek karena komponen ini jadi sumber listrik yang fungsinya mampu menyuplai listrik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya.

6. Lakukan Spooring dan Balancing

Spooring dan Balancing perlu dilakukan supaya mobil mudah dikendalikan dan mengurangi getaran pada lingkar kemudi yang terasa berbelok-belok.

7. Periksan AC

Air Conditioner (AC) atau penyejuk udara juga perlu dicek. Sebab kemungkinan AC tak dingin sangat besar, mulai dari masalah freon, kondensor, hingga evaporator.

8. Banyak Cat Memudar

Untuk mobil bekas memang menjadi hal biasa jika cat memudar, baik di luar maupun di dalam. Selain itu, interior atau jok juga bisa saja retak-retak atau mengelupas.

Nah, jika ingin memperbarui bagian hal ini tentunya biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi OLXer. ­ Selamat mencari mobil bekas

 

Hati-Hati, Sejumlah Titik Jalan Tol Tergenang Air

0

Hujan yang mengguyur sejak tadi malam hingga Selasa (25/2/2020) membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Bahkan, akses jalan tol tak luput dari genangan dengan ketinggian yang cukup bervariasi, sehingga menghambat para pengendara mobil.

Berdasarkan keterangan tertulis PT Jasa Marga, sejumlah titik ruas tol Jakarta-Cikampek kini masih tergenang air. Sampai pukul 09.00 WIB, akses jalan tol Jakarta-Cikampek-Jagorawi-Tangerang Padat.

Nah berikut ini upadet ruas tol yang di keluarkan data Jasa Marga:

Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Arah Cikampek

– Km 08, terdapat genangan di seluruh lajur, namun masih dilintasi seluruh jenis kendaraan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati.

– Km 19 dapat dilintasi semua kendaraan

– Km 34 dapat dilintasi seluruh kendaraan

Arah Jakarta

– Km 34 dapat dilintasi seluruh kendaraan

– Km 19, pengguna jalan dapat melintasi dengan menggunakan lajur 3 dan lajur 4.

– Km 8 (Jatibening) saat ini terdapat genangan di seluruh lajur dan hanya dapat dilintasi kendaraan besar. Pengguna jalan dengan kendaraan kecil dari arah Cikunir/Bekasi arah Jakarta diimbau untuk mengambil jalur alternatif lainnya seperti Jalan Tol JORR.

Jalan tol Jakarta-Tangerang

Arah Tangerang: Nihil genangan, bisa dilalui seluruh kendaraan

Jalan Tol Jagorawi

Arah Jakarta: Terdapat genangan air di Kali Cipinang Km 3+800 di lajur 1 dan lajur 2 setinggi 15-20cm

Jalan Tol Jorr Non S

Arah Rorotan:

– Km 44+700, masih aman dilalui oleh pengguna jalan. Genangan di 3 Lajur dengan tinggi 15-20 cm.

– Keluar Rorotan ditutup karena jalan nasional Kawasan Berikat Nusantara (KBN) terdapat genangan 45-50cm.

Arah Jatiasih:

– Terowongan dari GT Cikunir 4 arah Jatiasin ditutup sementara karena ada genangan air, dialihkan ke GT Kalimalang 2

– Km 44+600 ada genangan air 10-15cm, masih aman dilalui pengguna jalan

Jalan Tol Jorr W2 Utara 

– Nihil genangan, bisa dilalui seluruh kendaraan

Sementara itu, update Gerbang Tol yang ditutup sementara akibat genangan adalah:

– GT Bekasi Barat 2

– GT Pondok Gede Timur (Km 8)

Untuk memastikan kondisi jalan tetap aman untuk pengguna jalan, saat ini petugas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek tengah menyiagakan perambuan serta penempatan petugas sebelum lokasi genangan air agar pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan kendaraan dan mengantisipasi genangan air.

 

Gara-gara Virus Corona, Orang Ogah Beli Mobil

0

Virus Corona turut membuat kerugian pada industri otomotif, khususnya di negeri asalnya China. Hal ini ditandai dengan penjualan mobil di China anjlok hingga 92 persen pada pertengahan Februari 2020, akibat penyebaran virus Corona yang terus meluas.

China Passenger Car Association (CPCA) atau Asosiasi mobil penumpang di China, menyebut hampir tak ada orang yang mau membeli mobil hingga pertengahan Februari 2020. Dealer juga banyak yang tutup demi mencegah penyebarluasan virus Corona.

Bahkan pada minggu pertama Februari 2020, penjualan mobil merosot hingga 96 persen. Pabrikan seperti Jaguar Land Rover bahkan menyebut tak mampu menjual satu unit mobil pun di China.

“Hampir tak ada orang pergi ke dealer mobil pada awal Februari karena banyak yang memilih untuk berdiam diri di rumah,” ungkap Sekretaris CPCA Cui Dongshu dikutip The Guardian, Selasa (25/2/2020).

“Sangat sedikit dealer mobil yang buka pada minggu pertama Februari dan jumlah konsumen yang datang juga sedikit,” tambahnya.

Bayangkan, China jadi surga otomotif khususnya roda empat. Bahkan di sepanjang 2019 setidaknya 25 juta unit mobil terjual. Namun ketika virus Corona menyebar penjualan mobil selama 16 hari di Februari 2020 hanya laku 4.909 unit. Padahal, di periode yang sama tahun lalu bisa tembus 59.930 unit mobil.

Tak hanya dalam penjualan, sejumlah pabrikan otomotif seperti Nissan dan Honda disebut menunda untuk kembali mengaktifkan pabriknya yang terletak dekat tempat penyebaran virus Corona. Setidaknya, penutupan pabrikan dilakukan hingga 11 Maret 2020 mendatang, menanggapi pengumuman dari pemerintah setempat.

Belum sampai disitu, banyaknya pabrik spare part di China, hal tersebut memutuskan rantai pasok suku cadang secara global. Jaguar Land Rover menyebut dipaksa menerbangkan suku cadangnya di dalam koper dari China ke Inggris seiring dengan berkurangnya pasokan suku cadang.

Sedangkan Fiat Chrysler tengah mengambil ancang-ancang untuk menutup satu dari empat pabriknya di Eropa jika pasokan dari China terus berkurang. Toyota dan Peugeot-Citroen juga mengklaim pasokannya terganggu namun belum akan menutup pabrik.

 

Bolehkan Menyalakan AC Mobil Saat Menerjang Banjir?

0

Hujan yang mengguyur di sejumlah wilayah Indonesia menyebabkan beberapa diantaranya terendam banjir yang cukup tinggi. Bahkan beberapa ruas jalan termasuk di jalur tol ikut terendam banjir sehingga membuat mobilitas terganggu.

Bicara soal banjir, pengendara diwajibkan lebih berhati-hati. Khusus pengendara mobil, jika harus melewati genangan ada baiknya mengetahui tekniknya. Termasuk mematikan AC mobil.

Seperti diketahui, jika air mengenai komponen yang berhubungan dengan AC mobil, maka kemungkinan merusak komponen AC mobil sehingga menjadi bermasalah.

Menurut Service Manager Plaza Toyota, Parman Suanda, bagian AC mobil yang kerap menjadi masalah jika mengenai bagian kompresor.

“Kalau sudah sampai kompresor terendam, ya paling nggak bearing magnetic clutch nya biasanya kena karatan, sehingga bisa bunyi (berdecit),” ungkap Parman, dalam pesan tertulis, Selasa (25/2/2020).

Bunyi berdecit juga bisa dikarenakan saat AC menyala dan mobil melintasi genangan, maka yang terjadi V-Belt terkena cipratan. Hal tersebut juga dapat menimbulkan bunyi berdecit.

Namun kata Parman, ketinggian kompresor atau V-Belt pada sebuah mobil berbeda-beda, seperti pada mobil keluarga jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) atau sedan. Karena itu, memang terkena air atau tidaknya kompresor atau V-Belt tergantung dari ketinggian mobilnya.

Akan tetapi tidak dipungkiri, resiko yang terjadi pada AC mobil menyala ketika melewati banjir tidak langsung terasa. Hanya saja, performa AC yang berfungsi menyejukan udara kabin lambat laun justru menjadi bermasalah (tidak dingin).

Disarankan, jika memang terjadi banjir di jalur yang akan dilalui, pastikan ketinggian genangan tidak sampai di atas bemper apalagi meredam kap mesin. Selain itu, sebaiknya hindari jalur yang terendam banjir untuk mengurangi resiko masalah pada mesin atau AC mobil.