Jumat, September 4, 2026
Beranda blog Halaman 1562

Mobil Listrik Tesla Model S Kini Jadi Pengantar Jenazah

0

Tesla Model S, mobil listrik yang satu ini memang cukup memukau, dan jadi salah satu mobil yang diimpikan banyak orang ada di garasi rumah. 

Di Indonesia, Tesla Model S dimiliki hanya segelintir orang. Tentu saja yang punya, hanya mereka yang memiliki banyak duit. Pasalnya, mobil listrik asal Amerika Serikat ini harganya dibanderol miliaran rupiah.

Namun OLXer harus tau nih, ternyata Tesla Model S tak hanya jadi tunggangan mewah yang bisa dibawa jalan-jalan, sampai orang disekitar bisa bilang keren. Hal ini karena modelnya yang canggih dan modern.

Tesla Model S Jadi Mobil Jenazah. (Jan Erik Naley – Karmoy Bilsenter )

Pasalnya, sebuah rumah modifikasi di Norwegia, menyulap mobil racikan Elon Musk tersebut menjadi mobil jenazah. Setidaknya hal tersebut dilakukan sang modifikator Jan Erik Naley.

Konon ini adalah Tesla keempat yang diubah jadi mobil jenazah oleh Jan, dan tiga diantaranya sudah laku terjual. Tentu saja untuk menjadi kereta pengantar jenazah, bagian belakang harus lebar dan luas untuk membawa peti mati.

Selain mempreteli interior mobil dan mengubah dimensinya jadi lebih panjang sekitar 32,5 inci, membuat mobil jenazah juga butuh 'donor car'. Tak sampai disitu, dia juga membuat lapisan kabin menjadi lebih empuk, dan juga lantai mobil  ditambah rel, sehingga dapat ditarik keluar dari pintu belakang untuk memudahkan ketika masuk dan keluar peti.

 

Kabin Tesla Model S Jadi Mobil Jenazah. (Jan Erik Naley – Karmoy Bilsenter )

Tak heran Tesla Model S Hearse ini dijual jauh lebih mahal dari banderol barunya. Sebab, jika Model S gres dibanderol mulai US$85 ribu, banderol versi mobil jenazah ini lebih dari dua kali lipatnya, US$207 ribu. Kalau Tesla Model S masuk di Indonesia saja dibanderol Rp 4,4 miliar.

Kira-kira jadi berapa tuh versi mobil jenazahnya andai dijual di Indonesia. Itung sendiri deh.

Gimana Tesla fanboy, cocok nggak nih jadi mobil impianmu? (Dhan/Her)

Ingat, Jangan Berkendara Motor Berboncengan Lebih Dari 1 Penumpang

0

Pengendara sepeda motor kerap kali sangat membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lain. Nah, salah satu aksi pengendara sepeda motor yang berbahaya dan sering dilakukan adalah membawa penumpang lebih dari satu orang.

Parahnya, seakan tak peduli akan keselamatan, membawa penumpang atau berboncengan lebih dari satu orang di atas sepeda motor seakan jadi tradisi. Mereka melibatkan anggota keluarga, dimana sang ayah mengemudi, serta membawa istri dan anaknya. Terlebih ada juga seorang anak diposisikan di dek atau duduk di ujung jok motor.  

Namun OLXer tau nggak sih kalau berboncengan tiga itu selain berbahaya, ternyata juga telah diatur dalam Pasal 106 ayat 9 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi:

‘Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping dilarang membawa Penumpang lebih dari satu orang’.

Sementara itu, jika OLXer melanggar pasal tersebut, maka dapat dikenakan Pasal 292 No 22 tahun 2009 tentang LLAJ, yakni:

‘Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping yang mengangkut Penumpang lebih dari satu orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.’

Sementara itu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, membawa pengendara motor lebih dari satu orang berarti tidak mementingkan soal keamanan baik itu pengemudi, penumpang dan pengguna jalan lain.

Sebab, berkendara sepeda motor tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya konflik atau kecelakaan.  

“Mengendarai sepeda motor ini berbeda dengan mengendarai moda transportasi lainnya. Motor dari sisi keamanan sama sekali tidak memiliki proteksi seperti yang namanya mobil yang dilengkapi bumper, pintu dan fitur lainnya,” ungkap Jusri.

Lebih lanjut, Jusri juga menyatakan, dengan berboncengan lebih dari satu orang tentunya akan mengurangi stabilitas laju sepeda motor. Adapun agar setiap pengendara sepeda motor stabil maka diwajibkan memperhatikan tiga hal yaitu lintasan, kecepatan, dan juga posisi mengemudi.  

“Element keseimbangan yang terintegrasi harus dilakukan pengemudi, kalau ada beban lain, ini akan mengurangi ruang gerak pengemudi tersebut,” tutupnya. (Her)

Mau Beli Mobil Daihatsu? Ini Model Terlaris Dari Januari-Juli 2019

0

Pasar otomotif nasional diketahui mengalami penurunan penjualan selama tujuh bulan di 2019. Berdasarkan data Daihatsu, selama Januari-Juli 2019 retail sales (penjualan diler ke konsumen) pasar otomotif Indonesia turun 11 persen dari periode yang sama di tahun lalu atau tercatat lebih 587 ribu unit.

Penurunan juga terjadi pada wholesales (penjualan pabrik ke diler) yang diketahui merosot 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau mencatat 570 ribu unit.

Kendati sedang tak sehat, hal tersebut cukup ditanggapi santai  PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia. Bahkan menurut Marketing Director PT ADM Amelia Tjandra, di tengah lesunya pasar mobil Indonesia yang turun 11,1 persen, Daihatsu bersyukur hanya mengalami penurunan 9,6 persen.

“Sehingga secara market share Daihatsu naik sebesar 0,3 persen menjadi 17,2 persen untuk retail sales),” ujar Amel dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Sementara itu, untuk wholesales sendiri perusahaan jenama Jepang ini tercatat sebesar 17,5 persen. Adapun berdasarkan data Daihatsu selama Januari sampai Juli 2019 retail sales Daihatsu mencapai 100.831 unit, dan wholesales sebesar 100.036 unit.

Nah berikut ini daftar mobil-mobil Daihatsu yang terjual selama Januari-Juli 2019, antara lain, untuk retail sales, Daihatsu masih didominasi Sigra dengan torehan 29.923 unit atau menyumbangkan 30 persen, diikuti oleh Gran Max (PU) sebesar 19.658 unit (19 persen), lalu Xenia 14.102 unit (14 persen).

Untuk penjualan Ayla, Terios, dan Gran Max masing-masing menyumbangkan penjualan sebanyak 13.664 unit (14 persen), 12.221 unit (12 persen), dan 8.256 unit (8 persen). Sementara Luxio, Sirion, dan Hi-Max, ketiganya secara total telah laku terjual 3.007 unit.

Adapun untuk penjualan wholesales, Sigra dengan laku 29.980 unit atau menyumbangkan 30 persen, kemudian di posisi berikutnya ada Gran Max (PU) sebesar 20.217 unit (20 persen), lalu Ayla 14.941 unit (15 persen), dan Xenia sebanyak 13.969 unit (14 persen)

Untuk penjualan Terios, dan Gran Max masing-masing menyumbangkan penjualan mencapai 9.784 unit (10 persen), dan 7.519 unit (8 persen).

Sementara wholesales untuk Luxio, Sirion, dan Hi-Max, ketiganya secara total menyumbangkan 3.626 unit. (Her)

 

Gaya Ertiga Sport Diminati Banyak Orang, Jualan Aksesoris Resmi Suzuki Naik Tajam

0

Jakarta – Sejak kehadirannya, mobil MPV All New Ertiga Sport makin banyak diminati masyarakat. Bukan tanpa alasan mobil 7 penumpang ini cukup laris di tengah persaingan di segmen paling kompetitif ini. Suzuki Ertiga versi Sport ini memang tampil lebih gagah bila dibandingkan dengan yang versi standard-nya.

Jadi gak perlu heran juga sih kalau pemilik All New Ertiga yang versi standard banyak yang latah kepengen tampilan mobilnya seperti Ertiga versi Sport. Upgrade tampilan pun jadi pilihannya. Apalagi dari sisi Suzuki Genuine Parts (SGP) sebagai penyedia sparepart dan aksesoris resmi merek Suzuki mampu mengakomodasi keinginan konsumen tersebut.

Ujung-ujungnya penjualan spareparts dan aksesoris Suzuki sepanjang tahun ini jadi naik cukup signifikan. Sepanjang Januari – Juni 2019, penjualan Suzuki Genuine Parts (SGP) tumbuh 12,5 persen dan aksesoris resmi Suzuki atau Suzuki Genuine Accessories (SGA) naik 29,2 persen.   

Sepanjang Maret hingga Juli 2019, penjualan aksesoris All New Ertiga Sport berhasil membukukan revenue Rp 21 miliar. Angka ini berkontribusi 23 persen terhadap total penjualan seluruh aksesoris resmi mobil Suzuki. 

Bahkan selama bulan Juli 2019 kemarin yang bertepatan dengan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), aksesoris Suzuki berhasil membukukan penjualan senilai Rp 6,9 miliar dengan persentase pertumbuhan sebesar 60 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Sparepart corners Suzuki di GIIAS 2019 (Sumber Foto: Suzuki)

Ini karena Suzuki menawarkan penjualan paket yang cukup menarik seperti paket SGA All New Ertiga Sport dengan harga Rp 17,8 juta untuk paket dengan audio, dan Rp 10,7 juta khusus paket non audio, belum termasuk biaya pemasangan dan cat. 

Paket tersebut terdiri dari body kit seperti Upper & Lower Front Grille, Front Under Spoiler, Side Under Spoiler (Right & Left), Rear Upper Spoiler dan Rear Under Spoiler. Semua body kit ini telah dilengkapi Emblem Suzuki Sport yang semakin memperkuat citra sporty dari All New Ertiga.

Sementara itu ada juga diskon 25 persen untuk pembelian aksesoris genuine semua model Suzuki, mulai dari Carry Pick Up, Karimun Wagon R, Ignis Sport Edition, Baleno, hingga SX4 S-Cross. Tawaran ini berlaku hingga 30 September 2019 khusus untuk area Jabodetabek.

Gak cuma itu saja tawarannya, masih ada pembelian suku cadang resmi untuk roda dua dengan menghadirkan Race Steering Kit. Konsep sparepart kit ini menawarkan suku cadang yang dibutuhkan konsumen dalam satu kemasan, sehingga tidak perlu membeli suku cadang secara terpisah. 

Race Steering Kit ini tersedia di diler resmi Suzuki dan dapat digunakan untuk seluruh tipe sepeda motor Suzuki produksi tahun 2005 dan seterusnya. 

“Kami sangat mengapresiasi bahwa kini masyarakat sudah semakin peduli untuk menjaga mobilnya tetap prima dan memaksimalkan tampilannya. Selama Januari hingga Juni 2019, jumlah permintaan suku cadang dan aksesori terus tumbuh positif. Antusiasme serta permintaan ini akan terus kami penuhi sehingga konsumen tidak perlu khawatir karena kami menjamin ketersediaan SGP dan SGA di seluruh dealer resmi Suzuki,” tutup Ignatius Ratrianto, Head of Spare Parts PT Suzuki Indomobil Motor, Senin (12/8/2019) lewat laporan tertulis Suzuki. (Z)

Sepeda Motor Tak Kena Ganjil Genap, Tapi Dibuatkan Jalur Khusus

0

Jakarta – Kabar yang menyebut bahwa motor akan dikenakan sistem ganjil genap ternyata hanya berupa kabar HOAX belaka. Yang benar adalah sepeda motor bukan kena sistem ganjil genap melainkan dikanalisasi.

Artinya, di beberapa ruas jalan tertentu, khususnya jalan yang terdampak sistem ganjil genap, motor harus melintasi jalur khusus.

“Jadi motor itu sebenarnya masuk dalam alternatif solusi yang ikut kita kaji. Kita lakukan beberapa evaluasi, mulai dari koridor lengkap di dalamnya ada sepeda motor, lalu perlahan koridornya akan kita kurangi dengan pembatasan ganjil genap seperti saat ini tapi tetap ada motornya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, Minggu (11/8/2019) dikutip dari Kompas. 

Jalur khusus motor akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan yang terkena dampak ganjil genap (Sumber Foto: Beritasatu)

Beberapa pengamat transportasi menilai kebijakan ini kurang tepat. Tanpa batasan untuk roda dua berpotensi semakin meningkatkan populasi motor serta tidak mendorong masyarakat agar beralih ke moda transportasi umum.

Kembali ke urusan kebijakan kanalisasi roda dua, nantinya pengendara motor wajib melintasi area yang disediakan, yakni pada lajur kiri. Selain untuk ketertiban, juga efektif mengatur kecepatan sepeda motor demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan lain.

“Untuk saat ini rencana tersebut kita priortiaskan pada area ganjil genap, tapi ruasnya dimana saja itu belum, kita juga tidak bisa langsung terapkan sekaligus,” tambah Syafrin. 

Menanggapi kemungkinan semakin tingginya populasi sepeda motor bila tidak dibatasi, Syafrin menerangkan hal tersebut tidak semata-mata karena urusan ganjil genap. “Pendapatan ekonomi masyarakat yang bertambah bisa jadi faktor paling utamanya,” pungkasnya. (Z)

7.330 Unit Mobil Honda Habis Kena Recall, Sekarang di Recall Lagi

0

Jakarta – Vendor penyedia produk airbag Takata tidak pernah bosan memberikan masalah kepada  produsen mobil yang menggunakan produknya. Seperti yang terjadi pada PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai agen tunggal mobil Honda di Indonesia.

Pada hari Senin kemarin, produsen mobil ini kembali mengumumkan program recall untuk 7.330 unit mobil Honda yang sudah dijual kepada konsumennya.

Anehnya, karena ribuan mobil yang ditarik tersebut sebelumnya sudah pernah di recall. Jadi ini untuk kedua kalinya untuk unit yang sama. 

“Kampanye ini adalah untuk airbag inflator yang digunakan sebagai suku cadang pengganti pada masa awal perbaikan airbag inflator Takata, sebelum September 2017,” tulis Honda dalam siaran pers tersebut.

Ada potensi airbag mengembang secara berlebih yang mengakibatkan airbag pecah sehingga dapat membahayakan pengemudi dan penumpang.

“Iya, ini kampanye lanjutan, tapi yang ditarik adalah unit yang sebelumnya sudah di recall dengan masalah yang sama pada airbag inflator Takata, bukan unit baru,” jelas Manager Public Relations PT Honda Prospect Motor (HPM) Yulian Karfili, Senin (12/8/2019). 

Adapun model yang teridentifikasi di dalam program ini meliputi:

Model

Model Year

Unit

ACCORD

2003

211

CITY

2004 – 2008

1.652

CIVIC

2001 – 2005

668

CRV

2002 – 2006

2,926

JAZZ

2004 – 2008

1.362

STREAM

2002 – 2006

511

TOTAL

 

7.330

Itu artinya, pemilik mobil yang sebelumnya sudah pernah mengikuti kampanye perbaikan airbag ini harus kembali lagi ke bengkel resmi Honda untuk mengganti komponen airbag inflator yang dimaksud.

“Proses penggantian hanya memakan waktu sekitar 1 – 2 jam, tanpa dikenakan biaya apapun. Kepada konsumen yang mobilnya teridentifikasi recall airbag inflator dan belum melakukan perbaikan, agar segera datang ke diler resmi Honda terdekat untuk melakukan penggantian komponen tersebut,” tutup Honda dalam rilisnya. 

Hubungi Honda Customer Care di 0-800-1446-632 (bebas pulsa) dari hari Senin-Jumat, pukul 08.00 s/d 17.30 WIB. (Z) 

Kendaraan Bebas Aturan Ganjil Genap, Mobil Listrik & Pengangkut Disabilitas Termasuk

0

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta akhirnya resmi perluas jangkauan sistem ganjil genap. Bila awalnya hanya 9 ruas jalan yang memberlakukan sistem ini, sekarang bertambah menjadi 25 ruas jalan.

Sosialisasi sistem ganjil genap yang diperluas ini akan dimulai pada 7 Agustus hingga 8 September 2019, selanjutnya mulai di uji coba pada 12 Agustus hingga 6 September 2019.

OLXer pengguna mobil pribadi sebaiknya mulai memperhatikan ruas jalan yang diperluas untuk sistem ganjil genap dan mempelajari mobil-mobil apa saja yang tidak terkena dampak aturannya, agar tidak merasakan sanksi hukumannya kalau melanggar.

“Ada beberapa golongan kendaraan yang dikecualikan dalam ganjil genap ini, tentunya adalah kendaraan yang memuat disabilitas, pemadam kebakaran, kendaraan yang mengangkut BBM dan BBG, terkait juga angkutan umum, sepada motor juga dikecualikan, dan kendaraan yang gunakan mesin listrik,” kata Kadishub Pemprov DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Senin (12/8).

Mobil bertenaga listrik termasuk salah satu jenis kendaraan yang dibebaskan dari aturan ganjil genap (Sumber Foto: Zie) 

Namun dijelaskan lebih jauh bahwa mobil yang membawa disabilitas tersebut harus mengantongi izin melintas yang diajukan terlebih dulu ke Dinas Perhubungan untuk diberikan stiker barcode untuk pengecekan data disabilitas tersebut. 

Berikut jenis kendaraan yang bebas dari aturan ganjil genap:

1. Kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas

2. Kendaraan ambulan

3. Kendaraan pemadam kebakaran

4. Kendaraan angkutan umum (pelat kuning)

5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik

6. Sepeda motor

7. Kendaraan angkutan barang khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas

8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia :

A. Presiden / Wakil Presiden

B. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat / Dewan Perwakilan Rakyat / Dewan Perwakilan Daerah

C. Ketua Mahkamah Agung / Mahkamah Konstitusi / Komisi Yudisil / Badan Pemeriksaan Keuangan

9. Kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI, dan Polri

10. Kendaran pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara

11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas

12. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri, seperti kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan Polri. (Z)

Anak Presiden Amerika dan Boss MNC Grup Berencana Bangun Hunian Ultra Mewah di Lido, Bogor

0

Jakarta – Konglomerat pemilik grup MNC, Hary Tanoesoedibjo baru-baru ini dikabarkan melakukan pertemuan dengan Donald John Trump Junior, putra sulung Presiden Amerika, Donald Trump.

Keduanya membicarakan kesepakatan untuk menggarap bisnis properti mewah bernama Trump Residence di kawasan Lido, Bogor seluas 350 hektare dan di Bali, dekat dengan Tanah Lot seluas 102 hektare. 

Kerjasama bisnis properti antar keduanya menyedot dana investasi sebesar US$ 1,7 miliar, atau setara Rp 23 triliun dengan kurs Rp 14.000/US$.

Kedekatan Hary Tanoe dengan keluarga Trump memang bukan hal yang baru. Beberapa bulan lalu diketahui pria yang akrab disapa dengan inisial HT ini tercatat sebagai salah satu pembeli properti milik keluarga Presiden AS, Donald Trump yang ada di kawasan Beverly Hills, California, Los Angeles. 

Lebih jauh Hary Tanoe menegaskan bahwa pendanaan untuk proyek perusahaannya dengan perusahaan keluarga orang nomor satu di Amerika tersebut tidak mengandalkan dari investor China.

“Tidak ada pendanaan dari China untuk proyek ini dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,” sebut Hary Tanoe, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (13/8/2019).

Bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo dan Donald Trump Jr bertemu membahas kerjasama properti bernilai triliunan rupiah (Sumber Foto: CNBC Indonesia)

Adapun alasan pemilihan kedua daerah tersebut yang pertama karena Lido cukup strategis, diapit oleh tiga provinsi besar, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Sementara Bali merupakan destinasi wisata besar di dunia. 

“Kawasan ini (Lido) akan sangat diuntungkan dengan hadirnya kereta cepat Jakarta Bandung dan rampungnya ruas tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi),” jelas boss MNC.

Sementara Donald John Trump Junior membeberkan alasan ketertarikan The Trump Organization menggarap properti di Indonesia semata-mata karena melihat potensi yang cukup besar. 

“Jadi tidak ada kaitan sama sekali dengan perang dagang, zero influence antara Amerika dan China,” pungkas Donald John Trump Junior yang menjabat sebagai Executive Vice President The Trump Organization. (Z)

DJI Osmo Mobile 3 Hadir dengan Desain Lebih Ringkas

0

Jakarta – Satu lagi kabar gembira bagi kalian penggiat konten video yang terbiasa menggunakan alat bantu handheld stabilizer atau yang kerap disebut gimbal. DJI baru saja meluncurkan gimbal seri terbaru penerus Osmo Mobile 2 yang hadir Januari lalu.

DJI Osmo Mobile 3 hadir dengan berbagai kelebihan dibanding seri sebelumnya. Yang terbaru dari alat yang menjaga ponsel tetap stabil saat merekam gambar meski bergerak ini adalah bisa dilipat dan dimasukkan dalam kantong.

DJI Osmo Mobile 3 bisa dilipat dan masuk ke saku (Sumber Foto: DJI)

Dari sisi fitur, DJI Osmo Mobile 3 hadir dengan Quick Roll yang bisa merubah orientasi dari potret ke landscape dengan menekan tombol tanpa perlu melepas perangkat seluler. Kalau di seri sebelumnya, ini cuma bisa dilakukan dengan cara manual. 

Desain Osmo Mobile 3 juga berbeda. Sekarang port pengisi daya dan audio sudah lebih mudah karena sudah tidak terhalang. Kabel USB menggunakan Type C dengan baterai yang bisa bertahan hingga 15 jam. 

Alat stabilizer seri terbaru ini juga dibekali fitur ActiveTrack 3.0 yang mampu mendeteksi dan mengikuti gerakan objek yang bergerak cepat. Fitur ini menjaga subjek tetap di tengah bingkai. 

DJI Osmo 3 hadir dengan berbagai keunggulan fitur dibanding seri sebelumnya (Sumber Foto: DJI)

Ada juga fitur Story Mode, yang bisa digunakan untuk membubuhkan video pendek dengan latar belakang musik dan beragam efek lainnya, serta mode perekaman Hyperlapse, Timelapse, dan mode panorama dengan jangkauan 180 derajat. 

DJI Osmo Mobile 3 dibanderol seharga US$ 105 atau setara Rp 1,5 juta. Untuk paketan combo yang dilengkapi dengan tas penyimpanan dan tripod dijual dengan harga sedikit lebih mahal, US$ 125 atau Rp 1,8 juta. 

OLXer harap bersabar yaaa, tidak lama lagi alat bantu ini akan segera dijual di Indonesia. (Z)

DJI Osmo Mobile 3 paket standard (Sumber Foto: DJI)

 

5 Penyebab Lampu Utama Mobil Mati

0

Semua kendaraan pasti dilengkapi berbagai lampu dengan fungsi berbeda-beda, mulai untuk memberikan penerang jalan dan kabin, lampu mundur, sampai lampu peringatan.

Nah, dari sekian jenis lampu yang ada di mobil, lampu utama atau lampu penerang jalan tentunya tak kalah penting, karena membantu visibilitas pengemudi ketika di jalanan.

Namun begitu, bukan tak mungkin lampu utama ini bisa saja bermasalah seperti mati secara tiba-tiba, sehingga akan sangat bermasalah terutama ketika mengemudi di malam hari.

Karena itu, kali ini kita akan membahas beberapa penyebab lampu utama mobil mati, antara lain:

1. Lampu Bohlam Putus

Lampu bohlam putus atau bisa saja terjadi. Untuk mengeceknya bisa dilihat bagian filamen di mana ada kawat dan salah satunya putus, sehingga tak lagi bisa mengeluarkan cahaya.

2. Sekering Putus

Biasanya, sekering putus dikarenakan ada kabel yang terkelupas sehingga jeroannya atau bagian tembaga saling sentuh kemudian terjadi arus pendek atau korsleting di rangkaian lampu.  

3. Kabel Putus

Mirip dengan sekring putus, tapi kabel putus juga bisa saja terjadi, karena dimakan usia atau memang kualitas kabel kurang mumpuni.

Hanya saja, untuk mencari kabel putus ini cukup sulit juga dan harus diawali dari bagian soket. Jadi intinya cek secara teliti ya OLXer.

4. Salah Pemasangan 

Meski sangat simple, namun ternyata masih banyak pemilik mobil menganggap sepele memasang lampu bohlam dengan cara yang salah.

Oia, biasanya saat memasang bohlam lampu, kulit jari menyentuh langsung tabung lampu, yang biasanya membuat  kotoran atau minyak menempel. Lambat laun, kotoran tersebut membuat panas tidak merata sehingga bisa membuat bohlam pecah.

5. Kualitas Lampu

Lampu cepat putus juga bisa saja terjadi karena kualitasnya rendah. Karena itu jangan tergiur karena harga murah.

Sebaliknya, saat ini banyak jenis bohlam lampu kendaraan memberikan kualitas. Walaupun harganya bisa lebih mahal ya OLXer. (Her)