Sabtu, Januari 10, 2026
LifestyleSandwich Generation, Apa Itu dan Kenapa Bisa Terjadi?

Sandwich Generation, Apa Itu dan Kenapa Bisa Terjadi?

OLX News – Apakah kamu bagian dari Sandwich Generation? Kamu mungkin belum pernah mendengar istilah ini di banyak platform, terutama media sosial. Apa sebenarnya maknanya? Mengapa hal ini bisa terjadi?

- Advertisement -

Apa itu Sandwich Generation?

Sandwich Generation

Sandwich Generation adalah orang-orang yang merawat orang tua yang sudah lanjut usia serta anak-anak mereka.

- Advertisement -

Orang-orang ini, sering kali terjepit di antara tugas untuk menyediakan kebutuhan bagi anggota keluarga lebih tua dan lebih muda pada saat bersamaan.

Orang yang bertanggung jawab atas pengasuhan dalam situasi ini terjepit di antara dua generasi yang membutuhkan dukungan mereka. Mereka terjepit di antara anggota keluarga ini. 

- Advertisement -

Ditambah lagi dengan upaya mempertahankan pekerjaan. Apalagi meniti karir, orang tersebut akan merasa terbebani oleh tuntutan emosional dan pekerjaan yang bersaing. Mereka adalah orang-orang yang termasuk dalam generasi sandwich.

Penyebab

Golongan ini dinamakan demikian karena mereka secara efektif “terjepit” antara kewajiban untuk merawat kedua orang tua mereka yang menua.

Umumnya, karena mungkin sakit, tidak mampu melakukan berbagai tugas dan membutuhkan dukungan finansial.

Demikian juga terhadap anak-anak, yang membutuhkan dukungan finansial, fisik, dan emosional.

Tren peningkatan harapan hidup dan memiliki anak pada usia lebih tua telah berkontribusi pada fenomena generasi sandwich.

Ada beberapa alasan mengapa golongan ini muncul. Berikut beberapa di antaranya:

  • Norma Budaya

Di banyak negara Timur, seperti Indonesia, anak-anak biasanya merawat orang tua mereka saat mereka sudah tua.

Bahkan, jika orang tua hanya memiliki satu atau dua anak, salah satu dari mereka biasanya diharapkan untuk tinggal bersama dan merawatnya.

  • Anggapan Anak adalah Investasi

Selain pernikahan dini, pendidikan atau literasi keuangan tidak seluas di zaman orang tua kita seperti sekarang.

Akibatnya, banyak yang tidak mempersiapkan masa pensiun atau mendapatkan asuransi, dan mereka memandang anak-anak mereka sebagai investasi. 

Sekarang, anak-anak merekalah yang harus menghidupi mereka, sehingga mereka terperangkap dalam generasi sandwich.

  • Pergeseran Nilai-Nilai Sosial
Sandwich Generation
Ilustrasi: Sandwich Generation (Foto: Shutterstock)

Dulu pada generasi orang tua kita, banyak orang menikah di awal usia 20-an atau bahkan di usia remaja. Ini berarti bahwa ketika mereka memiliki anak, orang tua mereka masih berusia 40-an dan tidak memerlukan banyak perhatian.

Sekarang, banyak orang tidak menikah sampai akhir usia 20-an atau awal usia 30-an. Jadi, ketika mereka memiliki anak, orang tua mereka sudah mencapai usia pensiun. 

Akibatnya, mereka harus menanggung beban ekonomi, dan terkadang kewajiban moral untuk merawat anak-anak mereka dan orang tua yang sudah lanjut usia.

Merawat dua generasi sekaligus tidak hanya mahal secara finansial. Hal itu juga berdampak pada kesehatan emosional dan kesejahteraan.

Jika kamu termasuk dalam definisi golongan ini, kamu perlu menyadari bagaimana tugas mengasuh dapat memengaruhi kesehatan mental kamu. 

Menjadi Sandwich Generation tentunya harus memiliki kekuatan lebih dalam hal finansial.

Bagaimana cara untuk bertahan dan memiliki kemapanan ekonomi? Salah satunya adalah memulai bisnis untuk mendapatkan tambahan ekstra.

Kamu masih berkesempatan mengejar finansial dengan melihat berbagai lowongan kerja di situs OLX. (RK/Z)

Populer.
Reka Harnis
Reka Harnis
Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
Berita Terkait