{"id":3100,"date":"2021-10-14T06:41:48","date_gmt":"2021-10-14T06:41:48","guid":{"rendered":"http:\/\/tri-pc:8073\/olx-news\/2021\/10\/14\/masih-banyak-yang-tak-tau-syarat-buat-sim-berikut-rinciannya\/"},"modified":"2021-10-14T06:41:48","modified_gmt":"2021-10-14T06:41:48","slug":"masih-banyak-yang-tak-tau-syarat-buat-sim-berikut-rinciannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/masih-banyak-yang-tak-tau-syarat-buat-sim-berikut-rinciannya\/","title":{"rendered":"Masih Banyak yang Tak Tau Syarat Buat SIM, Berikut Rinciannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Surat Izin Mengemudi (SIM) jadi salah satu syarat mengendarai kendaraan bermotor baik <a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/mobil_c86?utm_source=Microsite&#038;utm_medium=Article&#038;utm_campaign=&#038;utm_content=Mobil\thttps:\/\/www.olx.co.id\/mobil_c86?utm_source=Microsite&#038;utm_medium=Article&#038;utm_campaign=&#038;utm_content=Mobil\">mobil<\/a>, sepeda motor, truk atau bus. Dengan memiliki SIM, maka hal itu menjadi bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang,<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Tentu saja untuk mendapatkan SIM, sebelumnya OLXer harus memenuhi beberapa persyaratan mulai dari administrasi, sehat jasmani dan rohani, serta memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Oia, kepemilikan SIM juga faktanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 77 ayat 1, yang berbunyi:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u201cSetiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Tak hanya itu, menurut pasal 77 ayat 2 UU No 22 Tahun 2009, jenis SIM dibedakan menjadi dua, yaitu SIM untuk perseorangan dan umum.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Adapun jika digolongkan, jenis SIM berbeda-beda peruntukannya, seperti yang tercatat dalam pasal 80 UU No 22 Tahun 2009, SIM perseorangan dibagi dalam beberapa jenis, seperti SIM A, SIM B1, SIM B2, SIM C dan SIM.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Sedangkan untuk SIM Umum, jenisnya ada tiga yakni SIM A Umum, B1 Umum, dan B2 Umum.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Nah, untuk syarat pembuatan SIM seperti dilansir situs <a href=\"http:\/\/sim.korlantas.polri.go.id\/\" style=\"color:#0563c1; text-decoration:underline\">http:\/\/sim.korlantas.polri.go.id\/<\/a>, berikut rinciannya.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Usia<\/span><\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">1. Berusia 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">2. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM B I<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">3. Berusia 21 (dua puluh satu) tahun untuk SIM B II<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">4. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM A Umum<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">5. Berusia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM B I Umum; dan<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">6. Berusia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk SIM B II Umum.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Persyaratan usia yang tertera di atas berlaku bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Administrasi<\/span><\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">1. Mengisi formulir pengajuan SIM; dan<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Bagi Warga Negara Asing diperlukan dokumen keimigrasian berupa :<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">1. Paspor dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) bagi yang berdomisili tetap di Indonesia;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">2. Paspor, visa diplomatik, kartu anggota diplomatik, dan identitas diri lain bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">3. Paspor dan visa dinas atau kartu izin tinggal sementara (KITAS) bagi yang bekerja sebagai tenaga ahli pelajar yang bersekolah di Indonesia; atau<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">4. Paspor dan kartu izin kunjungan atau singgah bagi yang tidak berdomisili di Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Untuk syarat pengajuan golongan SIM umum baru melampirkan:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">1. Sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan\/atau<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">2. Surat Izin Kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Kesehatan<\/span><\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Pemohon SIM wajib sehat jasmani, pengelihatan, pendengaran, dan fisik atau perawakan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Sedangkan kesehatan rohani meliputi :<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">1. Kemampuan konsentrasi, kemampuan ini diukur dari kemampuan memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan Ranmor di jalan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">2. Kemampuan kecermatan, kemampuan ini diukur dari melihat situasi dan keadaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mempersepsikan kondisi yang ada.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">3. Pengendalian diri, kemampuan ini diukur dari bagaimana individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">4. Kemampuan penyesuaian diri, kemampuan ini\u00a0 diukur dari mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">5. Stabilitas emosi, stabilitas emosi diukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">6. Ketahanan kerja, ketahanan kerja diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Ujian Teori<\/span><\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Dalam proses pembuatan SIM, OLXer akan menjalani dua ujian, yakni teori dan praktik. Saat ujian teori, pemohon akan diminta menjawab peraturan berkendara di jalan termasuk pengetahuan rambu-rambu lalu lintas. Setelah melulusi ujian teori, maka OLXer akan lanjut ke ujian praktik.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Ujian Praktik<\/span><\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Pada ujian praktik pembuatan SIM, OLXer akan mempraktikan cara serta kemampuan dalam berkendara sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses ini menjadi syarat terakhir pembuatan SIM. Jika lolos, maka OLXer akan lanjut untuk pengambilan foto serta sidik jari dan berhak menerima SIM. Namun jika tidak, maka OLXer harus mengulang dalam selang waktu tertentu.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Biaya<\/span><\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">OLXer jangan menganggap membuat SIM itu mahal. Mungkin jika harganya tak sesuai maka dipastikan itu lewat calo dan tidak dibenarka. Karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2010 tentang PNBP pada Polri, biaya pembuatan SIM baru adalah sebagai berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM A Rp 120.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM B1\u00a0Rp 120.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM B2\u00a0Rp 120.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM C Rp 100.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM C1\u00a0Rp 100.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM C2\u00a0Rp 100.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM D Rp 50.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM D1\u00a0Rp 50.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; SIM Internasional\u00a0Rp 250.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">Biaya tambahan:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; Asuransi Rp 30.000<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:11pt\"><span style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">&#8211; Biaya Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP) untuk SIM B1, B2, dan SIM Umum Rp 50.000. <\/span><\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepemilikan SIM faktanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 77 ayat 1.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3100","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"acf":[],"aioseo_notices":[],"wp:featuredmedia":[{"id":3101,"date":"2021-10-14 06:42:02","slug":"302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096","type":"attachment","link":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/masih-banyak-yang-tak-tau-syarat-buat-sim-berikut-rinciannya\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096\/","title":{"rendered":"Masih Banyak yang Tak Tau Syarat Buat SIM"},"author":"1","caption":{"rendered":""},"alt_text":"","media_type":"image\/jpeg","mime_type":"image\/jpeg","media_details":{"width":624,"height":363,"file":"http:\/\/tri-pc:8073\/olx-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096.jpg","filesize":45632,"sizes":{"medium":{"file":"302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-300x175.jpg","width":300,"height":175,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-300x175.jpg"},"thumbnail":{"file":"302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-150x150.jpg","width":150,"height":150,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-150x150.jpg"},"td_218x150":{"file":"302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-218x150.jpg","width":218,"height":150,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-218x150.jpg"},"td_324x400":{"file":"302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-324x363.jpg","width":324,"height":363,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-324x363.jpg"},"td_485x360":{"file":"302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-485x360.jpg","width":485,"height":360,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096-485x360.jpg"}},"image_meta":{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"1549806937","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1","keywords":[]}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/302d63fd-a528-4600-b779-31f56eae1096.jpg"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}