{"id":5392,"date":"2021-10-14T07:08:01","date_gmt":"2021-10-14T07:08:01","guid":{"rendered":"http:\/\/tri-pc:8073\/olx-news\/2021\/10\/14\/7-cara-menghindari-hydroplaning-saat-mengemudi-di-jalan-basah-dan-hujan\/"},"modified":"2026-03-06T10:22:36","modified_gmt":"2026-03-06T03:22:36","slug":"7-cara-menghindari-hydroplaning-saat-mengemudi-di-jalan-basah-dan-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/7-cara-menghindari-hydroplaning-saat-mengemudi-di-jalan-basah-dan-hujan\/","title":{"rendered":"7 Cara Menghindari Hydroplaning Saat Mengemudi di Jalan Basah dan Hujan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Mengemudi <a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/mobil_c86?utm_source=Microsite&#038;utm_medium=Article&#038;utm_campaign=&#038;utm_content=Mobil\">mobil <\/a>saat hujan atau jalanan basah memang cukup beresiko. Salah satunya bisa mengalami hydroplaning yang menyebabkan terjadi kecelakaan.\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Ya, hydroplaning atau aquaplaning kerap terjadi saat mobil atau sepeda motor melaju di jalanan basah atau becek. Hal ini karena tapak ban kehilangan traksi lantaran air lebih banyak, sehingga ban sulit menyentuh aspal.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Jika mobil atau motor mengalami hydroplaning, maka pengemudi bisa saja kehilangan kendali, dan akhirnya mobil melaju semaunya sehingga menyebabkan resiko kecelakaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Atas dasar hal tersebut, sejatinya ada beberapa cara untuk menghindari hydroplaning, antara lain:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">1. Gunakan ban yang masih memiliki tapak tebal dan alur kembang dalam<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Sejatinya, ban botak ditambah alur tipis lebih beresiko terjadi hydroplaning. Sebaliknya, ban dengan tapak tebal dan alur kembang dalam masih bisa menyapu air sehingga ban tetap dapat mencengkram aspal lebih mudah.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Alur kembang pada ban bukan hiasan, tetapi berfungsi untuk memecah genangan dan membuang air.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>2. Rotasi ban<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Ban tidak mengalami keausan yang sama satu sama lainnya. Sebaliknya, beberapa sisi ban justru bisa aus atau botak namun sisi lainnya tidak. Jika hal tersebut terjadi, OLXer tak perlu cepat-cepat menggantinya, sebaiknya lakukan rotasi ban.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Untuk melakukan rotasi ban, disarankan bisa dilakukan setidaknya minimal 5000 km sampai 10 ribu km. Jika memang sudah dirasakan ban mulai botak secara menyeluruh, bisa diganti semuanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">3. Pastikan tekanan angin tepat<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Sudah sewajarnya, ban akan kehilangan tekanan dalam waktu tertentu, meski hanya di rumah. Tentu saja, OLXer tidak boleh mengemudi saat ban kempes, karena hal tersebut sangat beresiko.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Oleh karena itu, saat akan bepergian pastikan melakukan pengecekan tekanan angin pada ban. Jika berkurang tidak sesuai dengan buku manual, maka isi tekanan ban sesuai dengan yang dianjurkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">4. Hindari genangan air<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Ketika mengemudi saat atau pasca hujan turun, sudah pasti OLXer akan melihat adanya genangan air di jalanan. Oleh karena itu, meski ban sudah diganti baru dan mampu memberikan traksi yang baik, maka sebaiknya tetap hindari genangan agar tidak terjadi hydroplaning.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">5. Malaju secara perlahan<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Mengemudi dengan kecepatan tinggi akan lebih beresiko terjadi hydroplaning. <\/span><\/span><span style=\"color:#222222\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Jika m<\/span><\/span><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">obil dipacu sangat cepat di jalanan basah faktanya akan membuat karet ban kesulitan menyentuh aspal, atau daya mencengkram ban menjadi sulit, sehingga akan mudah tergelincir.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Sama seperti OLXer melempar batu ceper di atas permukaan air. Maka batu seperti melayang. <\/span><\/span><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Sebaliknya kecepatan berkendara dikurangi, sehingga melaju secara perlahan dan mobil akan lebih mudah dikendalikan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"background-color:#ffffff\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><strong>6<\/strong>.\u00a0<\/span><strong>J<\/strong><\/span><strong><span style=\"background-color:#ffffff\">angan gunakan fitur cruise control<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#2a2a2a\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Mengemudi dengan fitur cruise control memang memanjakan pengemudi, apalagi saat perjalanan sangat panjang OLXer tak perlu menginjak pedal gas, karena bisa<\/span><\/span><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\"> dengan hanya sentuhan jari, maka laju mobil dipacu konstan atau sama.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Hanya saja, apabila dalam kondisi hujan menggunakan cruise control, hal itu sangat tidak tepat. Sebab, ketika hujan pengemudi harus lebih waspada dan memacu mobil sebaiknya kecepatan lebih lambat.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">7.\u00a0Jangan ngerem mendadak<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"color:#262626\"><span style=\"background-color:#ffffff\">Ketika mengemudi saat hujan atau pasca hujan, sebaiknya mengemudi tidak ugal-ugalan atau melakukan manuver secara tiba-tiba hingga melakukan pengereman mendadak. Jika mengerem secara mendadak, ban akan terkunci, dan justru akan meluncur tanpa dapat dikendalikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hydroplaning atau aquaplaning kerap terjadi saat mobil atau sepeda motor melaju di jalanan basah atau becek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5393,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5392","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"acf":[],"aioseo_notices":[],"wp:featuredmedia":[{"id":5393,"date":"2021-10-14 07:08:27","slug":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917","type":"attachment","link":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/7-cara-menghindari-hydroplaning-saat-mengemudi-di-jalan-basah-dan-hujan\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917\/","title":{"rendered":"7 Cara Menghindari Hydroplaning Saat Mengemudi di Jalan Basah dan Hujan"},"author":"1","caption":{"rendered":"Ilustrasi berkendara mobil saat musim hujan. (Shuttertstock)"},"alt_text":"Berkendara saat hujan","media_type":"image\/jpeg","mime_type":"image\/jpeg","media_details":{"width":1000,"height":667,"file":"http:\/\/tri-pc:8073\/olx-news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917.jpg","filesize":52541,"sizes":{"medium":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-300x200.jpg","width":300,"height":200,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-300x200.jpg"},"thumbnail":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-150x150.jpg","width":150,"height":150,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-150x150.jpg"},"medium_large":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-768x512.jpg","width":768,"height":512,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-768x512.jpg"},"td_218x150":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-218x150.jpg","width":218,"height":150,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-218x150.jpg"},"td_324x400":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-324x400.jpg","width":324,"height":400,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-324x400.jpg"},"td_485x360":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-485x360.jpg","width":485,"height":360,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-485x360.jpg"},"td_696x0":{"file":"0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-696x464.jpg","width":696,"height":464,"mime-type":"image\/jpeg","source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917-696x464.jpg"}},"image_meta":{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"0","keywords":[]}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/0acf21f8-e81d-4cfe-8116-54a0afbbb917.jpg"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5392"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96220,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5392\/revisions\/96220"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}