{"id":93984,"date":"2026-02-23T14:30:48","date_gmt":"2026-02-23T07:30:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/?p=93984"},"modified":"2026-02-21T06:00:19","modified_gmt":"2026-02-20T23:00:19","slug":"cara-menghitung-uang-pesangon-phk-vndc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/cara-menghitung-uang-pesangon-phk-vndc\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Uang Pesangon PHK, Panduan Lengkap Sesuai UU Cipta Kerja Terbaru!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Ini dia cara menghitung uang pesangon PHK terbaru sesuai dengan undang-undang terbaru, pastikan Anda mengetahuinya!<\/strong><\/em><\/p>\n<p><b>OLX News &#8211; <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui cara menghitung uang pesangon yang benar saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) bukan sekadar menghitung angka di spreadsheet, melainkan memahami aturan hukum yang berlaku dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia. Undang\u2011Undang Cipta Kerja bersama dengan Peraturan Pemerintah No.\u202f35 Tahun\u202f2021 menetapkan prinsip dan rumus perhitungan kompensasi bagi pekerja yang terkena PHK, termasuk uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. Dasar hukum ini dirancang untuk memastikan <\/span><a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/hak-pekerja-yang-wajib-kamu-ketahui-menurut-undang-undang\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hak pekerja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> terpenuhi secara adil sesuai masa kerja dan kondisi pemutusan hubungan kerja yang dialami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya, banyak pekerja maupun pengusaha yang masih bingung memahami komponen dan langkah perhitungan pesangon yang tepat berdasarkan masa kerja dan alasan PHK, sehingga sering terjadi selisih paham saat pelaksanaan di lapangan. Tidak jarang simulasi kasar menghitung pesangon hanya memperhitungkan lama kerja tanpa mempertimbangkan tunjangan tetap atau alasan PHK yang berdampak pada besaran akhir yang diterima. Oleh karena itu, mengetahui cara menghitung uang pesangon yang akurat ini menjadi kunci penting agar hak karyawan terlindungi dan perusahaan dapat memenuhi kewajibannya sesuai peraturan yang berlaku<\/span><\/p>\n<h2><b>Perubahan Perhitungan Pesangon Berdasarkan UU Cipta Kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law pada tahun 2020, terjadi sejumlah perubahan signifikan dalam peraturan ketenagakerjaan, termasuk dalam hal perhitungan pesangon. Perubahan ini menyatukan beberapa ketentuan yang sebelumnya tersebar dalam berbagai regulasi, memberikan kemudahan bagi karyawan dan pengusaha untuk memahami hak dan kewajiban mereka terkait pesangon. Kini, pesangon terdiri dari beberapa komponen yang lebih terstruktur, yakni Uang Pesangon (UP), Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), dan Uang Penggantian Hak (UPH).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan baru dalam UU Cipta Kerja juga mencakup aspek efisiensi bagi perusahaan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena alasan tertentu. Melalui ketentuan ini, pesangon menjadi lebih terukur, memberikan kepastian bagi karyawan, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Meskipun peraturan baru ini memberikan banyak keuntungan, tidak sedikit pekerja yang masih kebingungan mengenai komponen-komponen yang terlibat dalam penghitungan pesangon. Oleh karena itu, memahami setiap elemen dalam perhitungan pesangon sangat penting.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung Uang Pesangon (UP)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Pesangon (UP) adalah komponen utama dalam perhitungan pesangon, yang diberikan kepada <\/span><a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/kena-phk-atau-layoff-ini-hal-hal-penting-yang-perlu-dilakukan-agar-tetap-bertahan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan yang terkena PHK<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Besaran uang pesangon dihitung berdasarkan masa kerja karyawan di perusahaan. Menurut Pasal 40 PP No. 35 Tahun 2021, berikut adalah perhitungan UP berdasarkan masa kerja:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja kurang dari 1 tahun: 1 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 1\u20132 tahun: 2 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 2\u20133 tahun: 3 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 3\u20134 tahun: 4 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 4\u20135 tahun: 5 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 5\u20136 tahun: 6 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 6\u20137 tahun: 7 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 7\u20138 tahun: 8 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja lebih dari 8 tahun: 9 bulan gaji<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengetahui masa kerja, perusahaan dapat menghitung besaran UP yang harus diberikan kepada karyawan yang di-PHK. Uang pesangon ini dihitung berdasarkan gaji terakhir (diluar uang makan\/transport) yang diterima oleh karyawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Catatan Penting:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Angka di atas adalah ketentuan dasar. Besaran akhir yang\u00a0 diterima sangat bergantung pada Alasan PHK. Berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021, ketentuan dasar tersebut harus dikalikan lagi dengan faktor indeks (0,5x, 1x, atau 1,75x). Jadi untuk total uang pesangon bisa menggunakan rumusan berikut<\/span><\/p>\n<p><b>Total Uang Pesangon = (Ketentuan Bulan Gaji x Upah Bulanan) x Faktor Kali Alasan PHK<\/b><\/p>\n<h3><b>Faktor Faktor Yang Menentukan Nilai Kali Pesangon<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor kali uang pesangon bisa saja berbeda-beda tergantung dari alasan pemutusan hubungan kerja\/PHK. Setiap alasan PHK memiliki jumlah kali pesangon yang berbeda. Berikut adalah beberapa faktor kali uang pesangon berdasarkan alasan pemutusan hubungan kerja.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)<\/b><\/td>\n<td><b>Faktor Kali Uang Pesangon (UP)<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan melakukan efisiensi karena kerugian<\/span><\/td>\n<td><b>0,5 x <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan tutup karena rugi terus menerus \/ pailit<\/span><\/td>\n<td><b>0,5 x<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan melakukan pelanggaran janji kerja atau peraturan perusahaan dan telah mendapatkan surat peringatan satu, dua dan tiga<\/span><\/td>\n<td><b>0,5 x<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja melakukan pelanggaran berat \/ mendesak<\/span><\/td>\n<td><b>0,5 x <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">Force mejeure <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">namun tidak membuat perusahaan tutup<\/span><\/td>\n<td><b>0,75 x ketentuan<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan melakukan penggabungan atau peleburan<\/span><\/td>\n<td><b>1 x <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan mengajukan PHK karena pengusaha melakukan perbuatan terhadap karyawan yang disebutkan pasal 36 huruf g (menganiaya, menghina secara kasar, mengancam dll)<\/span><\/td>\n<td><b>1 x <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja memasuki Usia Pensiun<\/span><\/td>\n<td><b>1,75 x<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja meninggal dunia<\/span><\/td>\n<td><b>2x <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">ketentuan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-93992\" src=\"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60.webp\" alt=\"Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)\" width=\"1200\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60.webp 1200w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-300x200.webp 300w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-1024x683.webp 1024w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-768x512.webp 768w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-630x420.webp 630w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-150x100.webp 150w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-696x464.webp 696w, https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/2-60-1068x712.webp 1068w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/ loading=\"lazy\"><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Uang Pesangon (UP), karyawan yang memiliki masa kerja lebih dari tiga tahun berhak menerima Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK). UPMK merupakan penghargaan atas loyalitas dan dedikasi karyawan yang telah bekerja lama di perusahaan. Besaran UPMK dihitung berdasarkan masa kerja dan diberikan sebagai tambahan kompensasi selain pesangon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah cara menghitung UPMK berdasarkan masa kerja:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 3\u20136 tahun: 2 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 6\u20139 tahun: 3 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 9\u201312 tahun: 4 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 12\u201315 tahun: 5 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 15\u201318 tahun: 6 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 18\u201321 tahun: 7 bulan gaji<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja lebih dari 21 tahun: 8 bulan gaji<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UPMK ini adalah bentuk penghargaan kepada karyawan yang telah memberikan kontribusi jangka panjang kepada perusahaan, sehingga sangat penting untuk dipertimbangkan dalam perhitungan total pesangon.<\/span><\/p>\n<h2><b>Uang Penggantian Hak (UPH)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Penggantian Hak (UPH) mencakup berbagai komponen hak karyawan yang belum diberikan atau diterima selama bekerja, seperti sisa cuti tahunan yang belum diambil, biaya transportasi untuk pulang ke kampung halaman, atau biaya penggantian fasilitas seperti perumahan atau pengobatan. Besarannya tergantung pada kebijakan perusahaan dan hak-hak yang belum diberikan kepada karyawan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, jika seorang karyawan memiliki sisa cuti tahunan yang belum diambil, maka perusahaan harus menggantikan biaya cuti tersebut dalam bentuk uang. Hal yang sama berlaku untuk hak-hak lainnya yang belum diterima oleh karyawan. UPH ini sangat penting agar hak-hak karyawan tidak terabaikan setelah PHK.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"td_quote_box td_box_center\">\n<h4 style=\"text-align: left;\"><b>Baca Juga: <\/b><\/h4>\n<h4><a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/15-bisnis-tanpa-modal-rekomendasi-jalan-ninjamu-meraih-sukses\/\"><b><span style=\"color: #ff0000;\">15 Bisnis Tanpa Modal Rekomendasi \u2018Jalan Ninjamu\u2019 Meraih Sukses!<\/span><\/b><\/a><\/h4>\n<\/blockquote>\n<h2><b>Apakah Pesangon Kena Pajak?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesangon yang diterima oleh karyawan yang di-PHK memang dikenakan pajak, sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Pesangon dianggap sebagai penghasilan dan termasuk dalam kategori penghasilan yang kena Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Namun, ada ketentuan khusus terkait pajak pesangon yang berbeda dari pajak atas penghasilan rutin seperti gaji bulanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, pajak pesangon dikenakan dengan tarif progresif, yang berarti semakin besar jumlah pesangon yang diterima, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Namun, ada juga batasan tertentu, di mana penghasilan pesangon yang tidak melebihi jumlah tertentu akan dikenakan tarif pajak 0%.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahapan Langkah-Langkah Penghitungan Pajak Pesangon<\/b><\/h2>\n<h3><b>Menentukan Besaran Pesangon<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama dalam menghitung pajak pesangon adalah menentukan jumlah pesangon yang akan diterima oleh karyawan, yang meliputi Uang Pesangon (UP), Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), dan Uang Penggantian Hak (UPH). Total pesangon ini harus dihitung sesuai dengan ketentuan masa kerja dan hak-hak karyawan yang belum diterima.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika seorang karyawan berhak atas 9 bulan gaji untuk Uang Pesangon, 3 bulan gaji untuk Penghargaan Masa Kerja, dan memiliki sisa cuti 10 hari, maka total pesangon yang diterima adalah kombinasi dari komponen-komponen ini.<\/span><\/p>\n<h3><b>Terapkan Tarif Pajak Progresif<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak pesangon dikenakan dengan tarif progresif, artinya semakin besar jumlah pesangon yang diterima, semakin tinggi tarif pajaknya. Berdasarkan peraturan, penghasilan pesangon yang lebih besar dikenakan tarif yang lebih tinggi, sesuai dengan ketentuan PPh Pasal 21. Berikut adalah gambaran tarif pajak progresif dalam tabel.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Jumlah Pesangon<\/b><\/td>\n<td><b>Jumlah Pajak<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp0 \u2013 Rp50.000.000:\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">0% (Bebas Pajak)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas Rp50.000.000 \u2013 Rp100.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">5%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas Rp100.000.000 \u2013 Rp500.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">15%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas Rp500.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">25%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Contoh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika total pesangon yang diterima sebesar Rp88.800.000, maka bagian penghasilan yang lebih dari Rp50.000.000 akan dikenakan tarif 5%, dan sisanya dikenakan tarif 15%.<\/span><\/p>\n<h3><b>Hitung Pajak yang Harus Dibayar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui jumlah pesangon dan tarif pajak yang berlaku, perusahaan akan menghitung jumlah pajak yang harus dibayar oleh karyawan. Pajak ini akan dipotong langsung oleh perusahaan sesuai dengan tarif yang sudah diterapkan.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dari total pesangon Rp88.800.000, bagian Rp50.000.000 pertama bebas pajak, sementara Rp38.800.000 dikenakan pajak 5%, yang menghasilkan pajak Rp1.940.000.<\/span><\/p>\n<h3><b>Pengurangan Nilai Pesangon Setelah Pajak<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dihitung, pajak yang harus dibayar akan dipotong dari total pesangon yang diterima oleh karyawan. Nilai yang tersisa adalah pesangon bersih yang dapat diterima oleh karyawan.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika total pajak yang harus dibayar adalah Rp1.940.000, maka pesangon bersih yang diterima karyawan adalah Rp88.800.000 \u2013 Rp1.940.000 = Rp86.860.000.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"td_quote_box td_box_center\">\n<h4 style=\"text-align: left;\"><b>Baca Juga: <\/b><\/h4>\n<h4><a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/tren-cari-kerja-olx-2025\/\"><b><span style=\"color: #ff0000;\">Cari Kerja Jadi Makin Praktis, Pengguna OLX Meningkat Tajam di Tengah Dinamika Dunia Kerja<\/span><\/b><\/a><\/h4>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui Perhitungan Uang Pesangon secara benar, harus dipahami oleh berbagai pihak mulai dari perusahaan hingga karyawan yang terdampak PHK. Di tengah banyaknya isu mengenai lowongan kerja, <\/span><a href=\"https:\/\/www.olx.co.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">OLX<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menyediakan berbagai lowongan kerja dan jasa yang bisa Anda akses dengan mudah. Tersedia juga berbagai informasi mengenai dunia kerja di OLX News. <strong>(AR)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini dia cara menghitung uang pesangon PHK terbaru sesuai dengan undang-undang terbaru, pastikan Anda mengetahuinya! OLX News &#8211; Mengetahui cara menghitung uang pesangon yang benar saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) bukan sekadar menghitung angka di spreadsheet, melainkan memahami aturan hukum yang berlaku dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia. Undang\u2011Undang Cipta Kerja bersama dengan Peraturan Pemerintah No.\u202f35 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":93991,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[8613,8616],"tags":[19094,19093],"class_list":{"0":"post-93984","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bisnis-dan-keuangan","8":"category-karier-dan-lowongan-kerja","9":"tag-cara-menghitung-uang-pesangon","10":"tag-uang-pesangon"},"acf":[],"aioseo_notices":[],"wp:featuredmedia":[{"id":93991,"date":"2026-02-21 05:59:03","slug":"1-166","type":"attachment","link":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/cara-menghitung-uang-pesangon-phk-vndc\/1-166\/","title":{"rendered":"cara menghitung uang pesangon"},"author":"55","caption":{"rendered":""},"alt_text":"cara menghitung uang pesangon","media_type":"image\/jpeg","mime_type":"image\/jpeg","media_details":{"width":1200,"height":800,"file":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63.jpg","filesize":66436,"sizes":{"medium":{"file":"1-63-300x200.webp","width":300,"height":200,"mime-type":"image\/webp","filesize":7758,"sources":{"image\/webp":{"file":"1-63-300x200.webp","filesize":7758}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-300x200.webp"},"large":{"file":"1-63-1024x683.webp","width":1024,"height":683,"mime-type":"image\/webp","filesize":45448,"sources":{"image\/webp":{"file":"1-63-1024x683.webp","filesize":45448}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-1024x683.webp"},"thumbnail":{"file":"1-63-150x150.webp","width":150,"height":150,"mime-type":"image\/webp","filesize":3206,"sources":{"image\/webp":{"file":"1-63-150x150.webp","filesize":3206}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-150x150.webp"},"medium_large":{"file":"1-63-768x512.webp","width":768,"height":512,"mime-type":"image\/webp","filesize":30874,"sources":{"image\/webp":{"file":"1-63-768x512.webp","filesize":30874}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-768x512.webp"},"td_0x420":{"file":"1-63-630x420.webp","width":630,"height":420,"mime-type":"image\/webp","filesize":23610,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-630x420.webp"},"td_80x60":{"file":"1-63-80x60.webp","width":80,"height":60,"mime-type":"image\/webp","filesize":916,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-80x60.webp"},"td_150x0":{"file":"1-63-150x100.webp","width":150,"height":100,"mime-type":"image\/webp","filesize":2546,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-150x100.webp"},"td_218x150":{"file":"1-63-218x150.webp","width":218,"height":150,"mime-type":"image\/webp","filesize":4758,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-218x150.webp"},"td_300x0":{"file":"1-63-300x200.webp","width":300,"height":200,"mime-type":"image\/webp","filesize":7758,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-300x200.webp"},"td_324x400":{"file":"1-63-324x400.webp","width":324,"height":400,"mime-type":"image\/webp","filesize":10616,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-324x400.webp"},"td_485x360":{"file":"1-63-485x360.webp","width":485,"height":360,"mime-type":"image\/webp","filesize":15178,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-485x360.webp"},"td_696x0":{"file":"1-63-696x464.webp","width":696,"height":464,"mime-type":"image\/webp","filesize":27254,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-696x464.webp"},"td_1068x0":{"file":"1-63-1068x712.webp","width":1068,"height":712,"mime-type":"image\/webp","filesize":48400,"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63-1068x712.webp"}},"image_meta":{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"0","keywords":[]}},"source_url":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/1-63.webp"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93984"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94094,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93984\/revisions\/94094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.olx.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}