GEELY EX2 MAX, IA BUKAN SEKADAR EV KECIL UNTUK DALAM KOTA. MOBIL INI JUGA CUKUP MEYAKINKAN UNTUK DIBAWA KE RUTE LUAR KOTA JARAK MENENGAH, DENGAN KABIN YANG NYAMAN, SUSPENSI EMPUK, KONSUMSI LISTRIK EFISIEN, DAN RASA BERKENDARA YANG LEBIH MATANG DARI EKSPEKTASI.
OLX News – Pilihan mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar mulai diisi banyak EV berukuran kompak dengan harga yang semakin masuk akal. Buat konsumen, kondisi ini tentu menarik karena pilihan jadi lebih banyak. Namun di sisi lain, tidak semua mobil listrik kecil otomatis terasa layak dipakai harian.
Sebab mobil tetap harus dinilai sebagai mobil. Bukan hanya dari harga, jarak tempuh, atau statusnya sebagai kendaraan listrik. Ia harus nyaman dikendarai, mudah digunakan, punya kabin yang enak ditempati, efisien, dan tidak terlalu banyak terasa komprominya.
Geely EX2 Max masuk ke area yang cukup menarik. Ia hadir sebagai EV kompak dengan harga di bawah Rp300 juta, tetapi impresi yang diberikan terasa lebih serius dari sekadar mobil listrik murah. Ukurannya memang kecil, namun rasa berkendaranya cukup matang. Kabinnya juga terasa lebih proper dari ekspektasi awal kami terhadap mobil di kelas harga ini.
Kami mencoba Geely EX2 Max dalam rute yang cukup panjang. Mobil ini kami gunakan di dalam kota Jakarta, lalu dibawa menuju kawasan Puncak. Rute tersebut memberi gambaran yang cukup lengkap, mulai dari lalu lintas stop and go, jalan perkotaan, jalan tol, tanjakan, turunan, hingga kondisi luar kota yang menuntut mobil untuk tetap stabil dan nyaman.
Desain Eksterior: Kompak, Modern, dan Mudah Diterima

Secara desain, Geely EX2 Max menggunakan pendekatan yang cukup aman. Bentuk bodinya membulat, clean, dan tidak terlalu banyak memainkan garis agresif. Ia tidak mencoba terlihat sporty secara berlebihan, tetapi juga tidak tampak terlalu polos.
Karakter seperti ini cukup cocok untuk EV perkotaan. Tampilannya modern, namun tidak terlalu memaksakan kesan futuristis. Proporsinya juga cukup pas untuk mobil yang memang ditujukan untuk penggunaan urban.
Dimensi kompak menjadi salah satu nilai jual utamanya. Di kota besar, mobil seperti ini jelas lebih mudah digunakan. Masuk parkiran sempit, melewati jalan kecil, atau bermanuver di area padat terasa lebih praktis dibanding mobil yang lebih besar.
Namun yang menarik, saat dibawa ke rute luar kota seperti Puncak, dimensi kompak ini juga tetap memberi keuntungan. Mobil terasa mudah ditempatkan di jalur yang tidak selalu lebar, mudah diajak bermanuver saat lalu lintas padat, dan tidak membuat pengemudi merasa membawa mobil yang merepotkan.
Salah satu hal yang cukup kami apresiasi adalah lampu depan LED projector-nya. Sorot lampunya terang dan membantu visibilitas saat berkendara malam hari. Untuk mobil di kelas harga ini, kualitas pencahayaan seperti ini menjadi poin positif yang cukup terasa dalam penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.
Interior: Premium dengan Sedikit Catatan

Masuk ke kabin, Geely EX2 Max memberi kesan yang cukup baik. Kombinasi warna interiornya terasa menenangkan dan tidak membuat mata cepat lelah. Nuansanya juga cukup jauh dari kesan mobil murah yang biasanya banyak memakai material seadanya.
Pada varian Max, kabin terasa lebih lengkap. Desain dashboard cukup rapi, layout layar terlihat modern, dan beberapa area yang sering disentuh terasa cukup baik untuk kelas harganya. Memang belum bisa disebut mewah, tetapi secara umum kabinnya terasa layak dan cukup menyenangkan.
Namun ada satu catatan dari sisi interior. Ambient light atau city light di kabin menurut kami terasa agak berlebihan. Fitur ini mungkin dibuat untuk memberi kesan modern, tetapi eksekusinya kurang halus. Padahal nuansa kabin EX2 Max sebenarnya sudah cukup tenang. Jika pencahayaan kabinnya dibuat lebih minimalis, kesan interiornya akan terasa lebih dewasa.
Jok dan Kenyamanan: Empuk dan Tidak Ajrut-Ajrutan
Salah satu bagian yang cukup menonjol dari Geely EX2 Max adalah kenyamanan suspensinya. Bantingannya terasa empuk dan tidak ajrut-ajrutan. Untuk sebuah EV kecil, karakter seperti ini cukup menyenangkan.
Mobil kompak sering kali punya suspensi yang terasa keras atau mudah memantul. Namun EX2 Max terasa lebih tenang. Ia mampu meredam jalan tidak rata dengan cukup baik, terutama di kecepatan rendah sampai menengah.
Kenyamanan ini terbantu oleh kombinasi suspensi depan MacPherson strut, suspensi belakang multi-link, serta profil ban yang cukup tebal. Hasilnya, mobil terasa cukup nyaman saat melewati jalan perkotaan yang tidak selalu mulus.
Ketika dibawa ke rute luar kota, karakter empuk ini tetap terasa membantu. Jalan menuju Puncak tidak selalu mulus, dan pada beberapa bagian mobil harus menghadapi permukaan jalan yang bergelombang atau tambalan aspal. Dalam kondisi seperti itu, EX2 Max masih terasa cukup nyaman dan tidak mudah membuat penumpang merasa terguncang berlebihan.
Tentu bukan berarti semua getaran hilang. Bagaimanapun, ini tetap mobil kompak. Namun getaran yang masuk ke kabin masih dalam batas wajar dan tidak terasa kasar. Buat mobil harian yang sesekali dipakai ke luar kota, setup seperti ini menurut kami sudah cukup tepat.
Posisi Mengemudi: Mudah Dibuat Nyaman
Geely EX2 Max cukup mudah dikendarai sejak awal. Visibilitas ke depan baik, posisi duduk natural, dan ukuran bodi yang kompak membuat pengemudi cepat percaya diri.
Posisi mengemudinya tidak terasa aneh untuk sebuah mobil kecil. Pengemudi tidak duduk terlalu tinggi, tetapi juga tidak terlalu rendah. Setir dan pedal juga mudah dijangkau. Untuk penggunaan dalam kota, karakter seperti ini membuat mobil terasa praktis.
Posisi duduk juga mudah dibuat nyaman. Electric seat di sisi pengemudi pada varian Max menjadi fitur yang berguna, terutama jika mobil dipakai bergantian oleh beberapa orang. Pengaturan posisi duduk bisa dibuat lebih presisi tanpa perlu banyak usaha.
Dalam perjalanan yang lebih panjang menuju Puncak, posisi duduknya juga masih cukup nyaman. Joknya tidak terasa terlalu keras, dan postur duduk tidak membuat badan cepat lelah. Ini menjadi nilai penting karena mobil listrik kecil sering kali hanya terasa enak untuk perjalanan pendek, sementara EX2 Max masih terasa layak untuk jarak yang lebih jauh.
Fitur dan Teknologi: Lengkap, Tapi Belum Sempurna

Sebagai varian tertinggi, Geely EX2 Max membawa fitur yang cukup lengkap. Electric seat di sisi pengemudi, layar besar, kamera panoramic, remote app control, dan fitur bantuan berkendara membuat mobil ini terasa cukup serius untuk kelas harganya.
Namun ada beberapa hal yang menurut kami masih perlu diperbaiki.
Pertama, belum ada auto retract mirror. Ini fitur kecil, tetapi cukup penting untuk mobil yang banyak dipakai di perkotaan. Saat melewati gang sempit atau parkir di area padat, spion lipat otomatis akan sangat membantu. Jika harus melipat spion secara manual, terutama sisi kiri ketika berkendara sendiri, rasanya sedikit merepotkan.
Kedua, tidak ada wiper belakang. Fitur ini akan sangat berguna ketika hujan deras, terutama untuk menjaga visibilitas ke arah belakang. Untuk mobil harian yang juga cukup memungkinkan dipakai keluar kota, absennya wiper belakang terasa cukup disayangkan.
Ketiga, belum ada power back door. Fitur ini memang bukan kebutuhan utama, tetapi untuk varian Max yang posisinya sebagai tipe tertinggi, kehadirannya akan membuat pengalaman penggunaan terasa lebih lengkap.
Dari sisi interior, ambient light atau city light yang terasa agak norak juga menjadi catatan. Bukan masalah besar, tetapi cukup mengganggu kesan kabin yang sebenarnya sudah cukup rapi dan calming.
Suspensi: Empuk untuk Harian, Cukup Tenang untuk Luar Kota

Geely EX2 Max menggunakan suspensi depan MacPherson strut dan suspensi belakang multi-link. Kombinasi ini terasa cukup berpengaruh terhadap karakter berkendaranya.
Di dalam kota, suspensinya terasa empuk dan cukup tenang saat melewati sambungan jalan, permukaan aspal kasar, atau jalan kecil yang tidak selalu mulus. Bantingannya tidak terasa keras, dan mobil tidak mudah terasa mental-mental.
Di rute menuju Puncak, setup suspensi ini juga masih bisa menjaga kenyamanan. Saat melewati jalan bergelombang atau permukaan yang kurang rata, bagian belakang mobil tidak terasa terlalu liar. Ini salah satu hal yang membuat EX2 Max terasa lebih dewasa dibanding ekspektasi awal terhadap EV kecil di bawah Rp300 juta.
Handling dan Stabilitas: Meyakinkan

Stabilitas Geely EX2 Max cukup meyakinkan. Meski dimensinya kompak, mobil ini tidak terasa mudah melayang ketika melaju cepat. Body roll masih terkontrol, dan mobil tetap terasa percaya diri saat cruising di jalan bebas hambatan.
Penggerak roda belakang atau RWD memberi karakter yang cukup natural. Bukan berarti mobil ini terasa seperti mobil performa, tetapi rasa seimbangnya cukup terasa. Suspensi belakang multi-link juga membantu membuat bagian belakang mobil lebih stabil saat melewati jalan bergelombang atau berpindah jalur.
Di jalur luar kota yang lebih variatif, rasa stabil ini menjadi nilai tambah. Saat melewati tikungan panjang atau jalan menanjak, mobil tetap mudah diprediksi. Ini membuat EX2 Max terasa lebih meyakinkan dibanding ekspektasi awal terhadap sebuah EV kompak.
Kekedapan kabinnya juga cukup baik. Suara dari luar masih terdengar samar, tetapi tidak mengganggu. Untuk mobil listrik, hal ini penting karena tidak ada suara mesin yang menutupi suara ban, angin, atau lingkungan sekitar.
Saat digunakan di dalam kota, kabinnya terasa cukup tenang. Ketika kecepatan naik, suara ban dan angin mulai masuk, tetapi masih wajar untuk kelas harganya.
Performa: Torsi Instan namun Tetap Halus
Sebagai mobil listrik, Geely EX2 Max punya torsi instan yang langsung terasa sejak pedal akselerator diinjak. Namun respons tenaganya tidak terasa berlebihan. Mobil ini masih mudah dikontrol, terutama saat dipakai dalam mode berkendara yang lebih santai.
Ada tiga mode berkendara yang tersedia: Eco, Comfort, dan Sport atau Power. Masing-masing punya karakter yang cukup terasa.
Mode Eco membuat respons mobil lebih kalem. Akselerasinya cenderung lambat dan tenaga terasa dibatasi. Mode ini bukan yang paling enak untuk penggunaan normal, tetapi akan berguna ketika baterai mulai mendekati 20 persen atau saat pengemudi berada di area yang tidak mudah menemukan SPKLU.
Mode Comfort menjadi pilihan paling pas untuk harian. Respons pedal terasa lebih natural, torsi naik secara bertahap, dan stop and go menjadi lebih halus. Untuk lalu lintas perkotaan, mode ini terasa paling cocok.
Sementara mode Sport Power membuat karakter mobil lebih sigap. Respons akselerator lebih cepat dan torsi instan khas EV terasa lebih kuat. Mode ini berguna saat butuh menyalip atau ketika mobil sedang cruising dan pengemudi membutuhkan tambahan tenaga.
Saat dibawa menuju Puncak, karakter torsi instan khas EV terasa sangat membantu. Di tanjakan, mobil tidak perlu menunggu putaran mesin naik seperti mobil bensin. Begitu pedal diinjak, tenaga langsung tersedia. Ini membuat Geely EX2 Max terasa cukup ringan ketika harus mengikuti ritme lalu lintas luar kota, termasuk saat melewati jalur menanjak atau ketika butuh menyalip kendaraan yang lebih lambat.
Mode Comfort menurut kami sudah cukup untuk sebagian besar kondisi. Namun ketika jalan mulai menanjak atau pengemudi butuh respons lebih cepat, mode Sport terasa lebih meyakinkan. Akselerasinya lebih sigap, dan mobil terasa tidak kehabisan tenaga meski dimensinya tergolong kompak.
Dalam pengalaman kami, mencapai kecepatan 140 km/jam bukan hal yang sulit menggunakan mode Sport. Bahkan pada mode Comfort, mobil masih terasa cukup mampu untuk melaju kencang selama kondisi jalan memungkinkan. Meski begitu, karakter terbaik EX2 Max tetap muncul saat dikendarai dengan halus. Mobil ini bisa cepat, tetapi bukan EV yang dibuat untuk mengejar performa ekstrem.
Konsumsi Listrik Geely EX2 Max: Efisien dan Realistis
Dari pengujian kami, konsumsi listrik Geely EX2 Max di rute kombinasi dalam kota dan luar kota berada di kisaran 11 kWh/100 km. Artinya, secara sederhana, mobil ini membutuhkan sekitar 1 kWh untuk menempuh jarak kurang lebih 9 km.
Angka tersebut cukup efisien untuk EV kompak. Apalagi rute yang digunakan tidak sepenuhnya ideal untuk mengejar efisiensi, karena ada kombinasi stop and go, jalan luar kota, tanjakan, turunan, dan cruising di jalan bebas hambatan.
Dalam kondisi baterai 80 persen hingga turun ke sekitar 20 persen, jarak aktual yang bisa ditempuh berada di kisaran 255 sampai 275 km untuk rute kombinasi dalam kota dan tol.
Menurut kami, angka ini cukup realistis untuk pemakaian harian. Jika digunakan untuk aktivitas seperti pergi kerja, antar jemput, belanja, atau mobilitas dalam kota, EX2 Max tidak harus dicas setiap hari.
Namun perlu dicatat, mobil listrik cenderung lebih boros ketika dipakai pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan. Jadi jika penggunaan sering di tol dengan kecepatan tinggi, jarak tempuh aktual tentu bisa berkurang. Sebaliknya, untuk penggunaan dalam kota, efisiensinya bisa terasa lebih baik.
Untuk rute seperti Jakarta-Puncak, perencanaan baterai tetap perlu diperhatikan. Bukan karena mobil ini tidak sanggup, tetapi karena perjalanan luar kota dengan EV tetap menuntut pengemudi untuk lebih sadar terhadap sisa daya, kondisi lalu lintas, dan ketersediaan charging point.
Harga Geely EX2 Max dan Positioning: Value Menarik, Purnajual Masih Perlu Pembuktian

Dengan harga sekitar Rp269,9 juta OTR Jakarta, Geely EX2 Max berada di posisi yang menarik. Harganya masih di bawah Rp300 juta, tetapi paket yang ditawarkan cukup lengkap.
Mobil ini tidak hanya menjual status sebagai EV murah. Ia punya kabin yang terasa proper, posisi mengemudi nyaman, suspensi empuk, konsumsi listrik efisien, lampu LED projector yang terang, serta rasa berkendara yang cukup stabil.
Namun ada satu catatan penting di luar produk, yaitu layanan purnajual Geely di Indonesia yang masih perlu pembuktian. Sebagai brand yang sedang kembali membangun kehadirannya di pasar Indonesia, Geely perlu menunjukkan konsistensi dalam jaringan dealer, ketersediaan suku cadang, kualitas servis, dan respons terhadap konsumen.
Untuk mobil listrik, purnajual menjadi faktor yang sangat penting. Konsumen tidak hanya membeli mobil, tetapi juga membeli rasa aman terhadap baterai, komponen elektrikal, software, dan layanan servis jangka panjang.
Dari sisi produk, EX2 Max cukup menjanjikan. Namun dari sisi kepemilikan jangka panjang, Geely masih perlu waktu untuk membuktikan bahwa layanan purnajualnya bisa mengikuti kualitas produknya.
Final Verdict

Geely EX2 Max adalah EV kecil yang cukup meyakinkan, bukan hanya untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga untuk rute luar kota jarak menengah seperti Jakarta-Puncak.
Ia punya torsi instan khas mobil listrik, tetapi tetap mudah dikontrol. Kabinnya terasa cukup premium untuk kelas harga di bawah Rp300 juta. Suspensinya empuk, kekedapan kabinnya baik, dan stabilitasnya cukup percaya diri di kecepatan tinggi maupun ketika melewati jalur luar kota yang lebih variatif.
Mode berkendara Eco, Comfort, dan Sport juga memberi fleksibilitas yang berguna. Eco cocok saat ingin menghemat baterai, Comfort paling pas untuk harian, sementara Sport memberi respons lebih cepat ketika dibutuhkan, terutama saat menanjak atau menyalip di perjalanan luar kota.
Konsumsi listrik sekitar 11 kWh/100 km juga menjadi nilai positif. Dengan jarak aktual sekitar 255 sampai 275 km dari baterai 80 persen ke 20 persen pada rute kombinasi, dilengkapi dengan Port DC Fast Charging CCS2 membuat mobil ini cukup realistis untuk dipakai harian di kota besar, sekaligus masih bisa diajak keluar kota selama rutenya direncanakan dengan baik.
Tentu masih ada beberapa kekurangan. Auto retract mirror belum tersedia, wiper belakang absen, power back door belum ada, dan ambient light kabin untuk varian Max terasa agak berlebihan. Di luar itu, layanan purnajual Geely juga masih perlu pembuktian agar konsumen lebih yakin dalam jangka panjang.
Namun secara keseluruhan, Geely EX2 Max tetap menjadi salah satu EV kecil yang menarik di kelas harga bawah Rp300 juta. Ia tidak terasa seperti mobil yang hanya mengandalkan harga, tetapi juga menawarkan kenyamanan, efisiensi, dan rasa berkendara yang cukup matang.
What We Like
- Kabin terasa cukup premium untuk harga di bawah Rp300 juta
- Warna interior calming dan tidak melelahkan mata
- Posisi mengemudi nyaman
- Electric seat pengemudi pada varian Max
- Lampu LED projector terang
- Tenaga motor EV mudah dikontrol
- Mode Eco, Comfort, dan Sport punya karakter jelas
- Bantingan suspensi empuk
- Suspensi belakang multi-link
- Kekedapan kabin cukup baik
- Stabil di kecepatan tinggi
- Cukup meyakinkan untuk rute luar kota jarak menengah
- Konsumsi listrik efisien untuk rute kombinasi
What We Don’t Like
- Belum ada auto retract mirror
- Tidak tersedia wiper belakang
- Belum dilengkapi power back door
- Ambient light atau city light kabin terasa agak norak
- Konsumsi daya meningkat drastis saat sering digunakan di kecepatan tinggi
- Mode Eco terasa kurang untuk penggunaan normal
- Perjalanan luar kota tetap butuh perencanaan baterai dan charging point
- Layanan purnajual Geely masih perlu pembuktian
Spesifikasi Geely EX2 Max
| Spesifikasi | Geely EX2 Max |
| Jenis kendaraan | Mobil listrik kompak |
| Motor listrik | Permanent Magnet Synchronous Motor |
| Tenaga maksimum | 85 kW |
| Torsi maksimum | 150 Nm |
| Penggerak | Rear-wheel drive |
| Mode berkendara | Eco, Comfort, Sport |
| Kapasitas baterai | 40,8 kWh |
| Jenis baterai | LFP |
| Jarak tempuh klaim | 395 km NEDC |
| Konsumsi energi pengujian | Sekitar 11 kWh/100 km |
| Jarak aktual 80%-20% | Sekitar 255-275 km |
| Suspensi depan | MacPherson strut |
| Suspensi belakang | Multi-link |
| Harga | Rp269,9 juta OTR Jakarta |































