Rabu, Juli 24, 2024
Lainnya
    Panduan PembeliKarat, Musuh Utama Kendaraan, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

    Karat, Musuh Utama Kendaraan, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

    News.OLX – Karat menjadi musuh utama dari bagian kendaraan, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat, yang materialnya terbuat dari besi dan juga baja. Pada kendaraan roda empat, rangka dan bodi yang bahan baku utamanya terbuat dari besi maupun plat baja juga berisiko keropos karena karat. 

    Awalnya mungkin tidak terdeteksi, tapi ketika sudah melebar dan menyebar bakal jadi masalah besar bagi pemilik mobil. Dan jika hal ini terjadi sudah pasti biaya perbaikannya akan menjadi mahal. 

    “Karat merupakan hasil korosi, yaitu proses oksidasi pada logam yang cepat menyebar dan memiliki efek samping yang merugikan. Serangan karat sulit untuk dideteksi dan menjadi masalah besar bila tidak segera ditangani, seperti bodi keropos dan rapuh. Sebenarnya dalam proses pembuatan mobil, bagian-bagian tersebut sudah dilapisi bahan anti karat, tapi memang tidak semua area logam terlapisi dan ada risiko terkikis seiring pemakaian,” jelas Yanto Rudianto, Body Paint Analyst Auto2000, Jumat (25/8/2023) dalam siaran pers.\

    Bagian Mobil Rawan Berkarat

    Menurut Yanto, kolong menjadi bagian mobil yang paling rawan terkena karat, khususnya bagian sasis atau rangka. “Bagian kolong paling rawan akibat sering terkena kotoran dari cipratan roda saat melintasi jalan basah dan akhirnya paling berisiko terjadi karat,” sebutnya. 

    Bagian lainnya adalah engsel pintu yang merupakan jalur air lewat sehingga sering dalam kondisi basah dan mudah muncul karat bila tidak dibersihkan.

    “Setiap mobil memiliki jalur air agar tidak menggenang, tetapi bila tidak dikeringkan berpotensi menimbulkan karat,” tambah Yanto. 

    Selanjutnya adalah atap yang paling sering terkena air hujan tapi lupa dibersihkan. Ini bisa terlihat dari gelembung di atas atap. Meskipun kecil tapi dapat dipastikan sebagai karat. 

    Sementara bagian lainnya adalah ruang mesin yang juga rawan berkarat karena kotoran dari area kaki-kaki depan mobil terjebak dan menumpuk.

    Pemicu Karat Tumbuh di Mobil

    Lalu apa sih sebenarnya yang menjadi pemicu utama terjadinya karat? Disebutkan Yanto, bahwa air hujan bisa jadi pemicu utama munculnya karat di mobil. 

    “Air hujan mengandung zat mineral dimana ini juga punya sifat korosif yang bisa mengikis lapisan cat mobil. Apalagi hujan di daerah perkotaan yang polutif, airnya mengandung zat asam yang tinggi.” 

    Sementara itu, air laut juga memiliki kandungan mineral dalam garam yang tinggi, sehingga mobil yang beroperasi dekat dengan laut mempunyai risiko terkena karat lebih besar. 

    “Karena sudah menjadi kerak, saat dibersihkan kotoran akan mengikis permukaan cat dan menjadi pintu masuk karat. Biasanya, baret di bodi mobil membuat lapisan pelindungnya menghilang. Akibatnya, panel bodi tidak lagi terlindungi dari proses oksidasi lingkungan di sekitar mobil,” Yanto menjelaskan lebih jauh.

    Proses mencuci mobil yang salah merupakan awal dari pemicu terjadinya karat. Kualitas air tanah dengan kandungan mineral yang tinggi serta alat cuci dan cairan pembersih yang abrasif, bisa mengikis pelindung cat dan anti karat. 

    Hati-hati juga saat membawa bahan kimia yang bersifat korosif di dalam mobil karena akan memicu karat pada rangka jok, baut, mur dan komponen dari besi.

    Cara Mencegahnya 

    Tips Mengatasi Karat

    Mencegah terjadinya karat di mobil bisa dilakukan dengan rutin merawat mobil. Mencuci mobil adalah salah satunya, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar.

    Saat ingin mencuci mobil, perhatikan dengan baik lokasi mencuci, jangan lakukan di bawah terik matahari langsung yang bisa membuat air cepat menguap sementara kotoran masih tertinggal. 

    Hindari juga mencuci di bawah pohon karena ada risiko terkena getah pohon atau kotoran binatang, atau mencuci di malam hari karena mobil susah kering dan menjadi lembab.

    Selanjutnya adalah memilih untuk menggunakan alat yang tepat saat mencuci mobil, seperti kain lap kanebo untuk mengelap air, dan kain microfiber di tahap finishing agar kering sempurna. 

    Jika harus menggunakan sikat, pakailah sikat berbahan plastik dan bahan pembersih non abrasif. Jangan paksakan memakai air tanah yang kurang layak karena memperbesar potensi karat.

    Pastikan juga tidak ada yang terlewatkan, terutama bagian kolong yang rentan karat. Yang paling penting juga adalah dengan memastikan bodi mobil kering sempurna dan tidak ada sisa air yang dapat memicu karat dan water spot. 

    Lakukan inspeksi bodi mobil jika ada potensi karat yang ditandai dengan noktah berwarna merah di permukaan logam yang mengelupas saat dikerok.

    Gunakan Lapisan Anti Karat

    Sebenarnya lapisan cat di bodi mobil sudah memiliki lapisan anti karat. Tetapi seiring waktu, lapisan tersebut bakal terkikis dan memudar. Apalagi kalau pemilik mobil kurang apik dalam perawatan, ini akan mempercepat terjadinya karat.

    Solusi terbaik adalah mengaplikasikan lapisan pelindung cat alias paint protection. Pemilik mobil bisa melakukan ini, baik itu aplikasi baru atau sekadar melapis ulang. Khusus pemilik mobil Toyota, proses ini bisa dilakukan di cabang Auto2000 terdekat.

    Anti karat umumnya diaplikasikan di kaki-kaki mobil, dan bagian dalam fender mobil, ditambah rongga di dalam ruang mesin dan panel pintu. 

    Di Auto2000 ada Paket Anti Karat Avanza / Rush dari harga normal Rp 1.683.000 menjadi Rp 1.528.470. 

    Untuk informasi lengkapnya bisa mengunjungi Auto2000 Digiroom => Purna Jual => Aksesoris. 

    “Bodi mobil yang lecet atau baret ringan jangan dibiarkan saja karena bisa menjadi pintu masuk karat. AutoFamily bisa meminta bengkel Auto2000 untuk pengecekan dini karat di bodi mobil, segera lakukan pelapisan ulang anti karat dengan order via Auto2000 Digiroom, ada diskon yang menguntungkan,” tutup Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait