Jumat, Oktober 30, 2026
Beranda blog Halaman 1284

Pilih Coating atau Laminating PPF? Cari Tahu Dulu Perbedaan Keduanya

0

News.OLX.co.id – Banyak sekali cara untuk meningkatkan tampilan mobil kesayangan kita agar selalu mencuri perhatian di jalan. Selain menggunakan body kit tambahan atau mengubah warna mobil dengan yang lebih cerah, bisa juga dengan menjaga warna body tetap mengkilap dan indah.

Kiat terakhir banyak cara yang bisa dilakukan, diantaranya bisa dengan melakukan coating atau pun Paint Protection Film (PPF), keduanya bisa membuat tampilan mobil nampak indah, kelimis sepanjang waktu.

Tapi pada prinsipnya kedua cara tersebut punya perbedaan yang sangat mendasar. Dan banyak anggapan yang salah beredar di masyarakat umum menyangkut coating dan PPF.

“Banyak yang menganggap coating dan PPF itu hal yang sama, padahal jelas berbeda. Coating itu menggunakan bahan kimia pada bodi, contoh seperti waxing atau nano ceramic. Sementara kalau PPF itu kita benar-benar melapisi bodi dengan plastik yang tebal dan bening, makanya dikenal juga dengan istilah laminating,” ucap Lianto Winata, Chief Operating Officer PT V-KOOL Indo Lestari yang dibeberkan melalui sebuah keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

V-KOOL PPF
Proses aplikasi V-KOOL PPF (Foto : V-KOOL PPF)

Diantara kedua cara tersebut, proses Paint Protection Film atau PPF disebut lebih unggul karena mampu melindungi mobil dari goresan benda tajam seperti kerikil dan benturan. Selain itu, PPF juga bisa mempertahankan warna mobil tetap indah dan membuat mobil terlihat kilap wet-look untuk waktu yang lama.

Cara ini (PPF) memang menjadi sebuah tren baru dan digemari banyak konsumen pemilik mobil. 

Sedangkan proses coating, meski sudah lebih dulu hadir sebagai upaya perlindungan pada cat mobil disebut masih memiliki kelemahan.

“Kalau PPF berfungsi untuk melindungi cat dari kerusakan fisik dengan lapisan film yang tebal dan transparan. Fungsi lainnya bisa merawat dan menjaga warna mobil secara permanen. Kalau coating hanya untuk perawatan warna sementara saja dengan zat kimia yang dioles dan dipoles pada permukaan body mobil,” demikian jelas Lianto.

Menurutnya, penggunaan zat kimia pada proses coating bisa mengakibatkan terkikisnya lapisan cat dan kemungkinan untuk mengalami baret dan rusak masih tetap bisa terjadi. Serta dalam jangka waktu tertentu wajib terus mendapatkan perawatan. 

“Lapisan coating yang sangat tipis dan dalam bentuk cairan tidak bisa melindungi kendaraan terhadap kerusakan fisik. Bedanya dengan laminating PPF karena sifatnya benar-benar membungkus seluruh bagian bodi mobil dengan lapisan film. Daya tahannya lebih lama karena bentuknya fisik berupa lapisan film yang tebal,” lanjutnya. 

Dari perbedaan tersebut Lianto menyimpulkan bahwa proses coating itu lebih kepada color protection, bukan paint protection. Dengan laminating PPF bodi mobil terlindung dari baret halus dan warna tetap cerah. “Makanya PPF itu fungsinya melindungi dan menjaga keorisinilan warna mobil,” papar Lianto.

Bahan Perlindungan Terbaik dari V-KOOL PPF

V-KOOL PPF
Salah satu hasil dari aplikasi V-KOOL PPF (Foto : V-KOOL PPF)

Salah satu merek yang menawarkan produk laminating body mobil adalah V-KOOL. Merek kaca film ternama ini menawarkan Paint Protection Film dengan bahan thermoplastic urethane (TPU) yang mampu melindungi cat kendaraan dari goresan benda tajam, baik tipis maupun dalam. 

Tak cuma itu saja, V-KOOL PPF juga bisa mengatasi goresan kerikil, pemudaran warna oleh paparan sinar ultraviolet, jamur, hingga abrasi.

Meski banyak merek PPF yang menawarkan laminating dengan klaim penggunaan bahan TPU dengan harga lebih murah, namun merek V-KOOL berani menjamin TPU yang digunakan adalah grade bawah.

“Bahan TPU punya macam-macam grade, kalau harganya murah bisa kita pastikan bahannya bukan kelas premium. Beda dengan V-KOOL PPF yang menggunakan grade paling premium dan paling bagus dari semuanya. Bisa dilihat dari hasil laminating body mobil yang lebih jernih, kuat, lebih kelihatan alami dan lebih mengkilap,” jelas Lianto. 

Bahan TPU yang digunakan V-KOOL memiliki ketebalan 8 mil (0.2032 mm) dan dirancang untuk melindungi cat kendaraan dari kerusakan karena zat korosif. Bahan ini juga sanggup melindungi dengan sempurna dari sinar ultraviolet, panas matahari, dan air yang bisa menjadikan cat mobil cepat pudar. 

Keunggulan lainnya adalah kejernihan bahan yang digunakan sehingga warna asli mobil akan terpancar dan kelihatan alami seakan-akan tidak ada lapisan yang membungkus body mobil keseluruhan. 

Satu lagi, kalau proses coating butuh perawatan berkala agar obat coating tetap awet, kalau V-KOOL PPF bisa bertahan hingga 10 tahun sejak pemasangan. Mobil akan terus nampak seperti baru dengan tampilan wet-look keren.

Setelah mengetahui perbedaan prinsip dari keduanya, sekarang pilihan kembali kepada konsumen, lebih pilih coating atau pasang V-KOOL PPF. Atau bisa juga dengan melakukan keduanya. Tinggal hitung saja biaya yang harus dikeluarkan, yang penting mobil bisa jadi perhatian sepanjang jalan. 

Sebulan PPnBM Berlangsung, Permintaan Xpander Naik Dua Kali Lipat

0

News.OLX.co.id – Sebulan lebih pelaksanaan relaksasi pajak pembelian atas barang mewah (PPnBM) sudah berlangsung, hasilnya memang sangat positif dan mendapat apresiasi dari para agen pemegang merek mobil yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Satu diantara beberapa merek tersebut adalah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor kendaraan penumpang Mitsubishi Motors di Indonesia.

Dua model kendaraan penumpang Mitsubishi Motors yang mendapat jatah PPnBM 0% adalah Xpander dan Xpander Cross yang di bulan Maret lalu mencatat penjualan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Very good sales!” ujar Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI di acara media gathering Mitsubishi Motors, Selasa (6/4/2021) lalu yang berlangsung secara virtual.

“Ini adalah keputusan terbaik Pemerintah dalam memberi support terhadap industri otomotif di Tanah Air. Xpander dan Xpander Cross penjualannya cukup lumayan, dan kami berterima kasih kepada Pemerintah atas upaya ini,” sambungnya.

Menurut Nakamura, PPnBM 0% tidak hanya mendukung industri otomotif, tetapi juga mendukung konsumen untuk bisa memiliki kendaraan dengan harga yang terjangkau.

Dari data yang disampaikan, perbandingan penjualan Xpander dan Xpander Cross sebelum dan sesudah PPnBM berlangsung melejit hingga dua kali lipat.

“Perbandingannya jika di tahun 2020 setiap bulan permintaan Xpander dan Xpander Cross mencapai angka 2.100, maka di bulan Maret 2021 setelah PPnBM angkanya menjadi 4.500 unit setiap bulannya. Naik dua kali lipat dan sangat positif,” jelasnya.

Sayangnya, demand yang tinggi untuk dua model tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, sehingga ada kendala di proses suplai unit. 

Saat ini pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) sebagai produsen berusaha memaksimalkan proses produksi di pabrik Cikarang untuk memenuhi peningkatan demand. 

“Kita sedang berusaha untuk memaksimalkan produksi Xpander dan Xpander Cross untuk kebutuhan di pasar Indonesia sebagai prioritas. Jadi kami sangat menganjurkan kepada konsumen yang ingin membeli Xpander dan Xpander Cross mumpung masih PPnBM 0% untuk langsung ke dealer agar tidak harus inden dalam waktu yang lama,” pungkas Nakamura.

V-Power Nitro+, Bahan Bakar Baru Shell Dengan RON 98

0

News.OLX.co.id – Shell Indonesia baru saja meluncurkan portofolio bahan bakar terbarunya Shell V-Power Nitro+ dengan spesifikasi standar Euro 4 dan Teknologi Dynaflex sebagai teknologi unggulan Shell. 

Peluncuran bahan bakar baru Shell ini sebagai komitmen mendukung mobilitas pelanggan di Indonesia serta berkontribusi untuk keberlanjutan lingkungan sebagai penyedia produk dan layanan energi yang lebih bersih yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat luas. 

Teknologi Dynaflex di dalam Shell V-Power Nitro+ memiliki daya bersih untuk melindungi kendaraan dari endapan yang tentunya mengurangi performa mesin. 

Shell V-Power Nitro+ memiliki RON 98 atau sama dengan bahan bakar tertinggi yang dijual Pertamina, Pertamax Turbo. BBM baru ini diklaim membuat mesin lebih bertenaga dengan akselerasi lebih cepat, cocok mengisi ruang bahan bakar kendaraan dengan performa tinggi serta rasio kompresi 1:12 pada mobil dan 1:11 pada sepeda motor.

“Shell secara global telah menetapkan strategi untuk mempercepat transformasinya menjadi penyedia produk dan layanan energi yang lebih bersih, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berhubungan dengan pelanggan. Di SPBU Shell kini tersedia Shell V-Power Nitro+ yang sudah memenuhi standar Euro 4, Shell Recharge untuk pengisian daya mobil listrik, dan yang juga akan menjadi bagian rangkaian produk terbaru lainnya adalah Shell V-Power Diesel Euro 5,” jelas Waqar Siddiqui, Managing Director Shell Mobility Indonesia dalam press conference virtual, Rabu (7/4/2021).

Komitmen ini menurutnya sudah sangat sejalan dengan strategi Pemerintah mempersiapkan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Shell V-Power Nitro+ telah mulai tersedia di pasaran di bulan Maret 2021 sebagai respon Shell terhadap perkembangan teknologi kendaraan yang semakin maju dan membutuhkan bahan bakar yang lebih sesuai. Shell V-Power Nitro+ hadir di beberapa SPBU Shell yang tersebar di DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Bandung. 

“Produk ini sesuai untuk kendaraan dengan spesifikasi standar Euro 4 serta dilengkapi teknologi unggulan Shell yaitu Teknologi Dynaflex. Kehadiran produk baru ini melengkapi portofolio Shell di berbagai segmen bahan bakar,” tambah Vanda Laura, VP Marketing Shell Mobility Indonesia. 

Shell V-Power Nitro+ dijual dengan harga Rp11.820 / liter dimana untuk periode peluncuran 8-11 April 2021 ada berbagai promosi menarik bagi konsumen Shell V-Power Nitro+. Untuk setiap liter pembelian Shell V-Power Nitro+ menggunakan Shell ClubSmart akan mendapatkan reward sebesar 3 poin. Selain itu, konsumen Shell V-Power Nitro+ juga bisa mendapatkan gratis isi nitrogen serta gratis kopi deli2go selama periode tersebut. 

“Kedepannya, pelanggan Shell V-Power Nitro+ cukup menukarkan 5 poin ClubSmart untuk isi nitrogen sehingga pelanggan tetap aman dan nyaman saat berkendara,” tutup Vanda. 

Tuntas Berintegrasi, Dua Merek Pelumas Ini Lebih Fokus Perkuat Lini Bisnis di Tanah Air

0

News.OLX.co.id – Situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini tidak lantas memukul semangat dua merek pelumas, Mobil™ dan Federal Oil untuk terus menjadi produk pelumas yang kompetitif dan berpengaruh pada industri pelumas dan otomotif.

Tuntasnya proses integrasi dua perusahaan, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) dan PT Federal Karyatama (FKT)  pada akhir 2020 lalu menjadikan fokus yang lebih baik dalam memperkuat lini bisnis di Tanah Air.

“ExxonMobil mengakuisisi Federal Karyatama di tahun 2018, kemudian integrasi antara EMLI dan FKT tuntas di 2020 kemarin. Sekarang keduanya beroperasi sebagai satu kesatuan. Kita pisahkan antara manufacturing dan distribusi, dimana FKT menjadi pabrikan, sementara EMLI fokus melayani kebutuhan konsumen akan pelumas berkualitas, baik itu merek Mobil™ maupun Federal Oil,” jelas Patrick Adhiatmadja selaku Executive Chairman ExxonMobil Lubricants Indonesia dalam acara virtual media gathering yang berlangsung hari Kamis (8/4/2021). 

EMLI dan FKT fokus mengembangkan jaringan dan terus melakukan kolaborasi  dengan mitra jaringan. Hingga saat ini EMLI sudah memiliki lebih dari 40 distributor nasional yang melayani 16 ribu bengkel independen di seluruh Indonesia. 

“Setahun terakhir ini adalah ujian awal dari integrasi kami. Di tengah pandemi proses integrasi EMLI dan FKT tidak terlalu terganggu sebenarnya, hanya saja memang kita akui bahwa di sisi penjualan sangat terganggu karena demand yang menurun. Tapi ini bukan unique case yang terjadi di EMLI saja, tapi mempengaruhi hampir ke semua merek pelumas dan industri,” tambah Patrick.

Produk Baru dan Program Spesial Sebagai Bentuk Strategi di 2021

EMLI & FKT
Pablo Conrad selaku Marketing Director ExxonMobil Lubricants Indonesia menyampaikan program di bulan Ramadhan (Foto : Istimewa)

Menyongsong 2021, EMLI dan FKT menyimpan harapan bahwa pasar pelumas di Tanah Air akan segera membaik seiring dengan pemulihan ekonomi masyarakat pasca distribusi vaksin COVID-19.

“Kita berharap kembalinya kepercayaan pasar terhadap tumbuhnya perkembangan ekonomi. Dengan kepercayaan ini setidaknya memacu kami untuk bertumbuh dan meningkatkan penjualan.”

Apalagi menurutnya, ExxonMobil sebagai induk perusahaan punya komitmen yang kuat terhadap Indonesia dan melihatnya sebagai salah satu pasar yang potensial.

Menuju ke arah pertumbuhan yang lebih baik, EMLI dan FKT terus berupaya melakukan integrasi jaringan distribusi penjualan yang berfokus pada area-area potensial, meliputi wilayah-wilayah di Jawa, Bali, dan Sumatera. 

Berbagai inisiatif juga tengah dipersiapkan dan akan dilakukan di tahun ini sebagai respon terhadap peluang baru dan tren konsumen yang muncul selama pandemi. 

Beragam inovasi program dihadirkan Mobil™ dan Federal Oil bagi konsumen setia dan pengguna kendaraan roda empat, roda dua dan industri di Indonesia. Mulai dari promosi konsumen berskala besar dan berbasis digital, program berhadiah, kampanye menyambut lebaran, peluncuran produk baru rangkaian Mobil Super™ yang telah tersedia di Mobil Car Care, bengkel rekanan Mobil, toko resmi Mobil™ di e-commerce, dan layanan Servis Di Rumah. 

Edukasi, seminar dan pameran secara daring mengenai teknologi pelumas melalui media-media digital juga terus dilakukan. 

Dari sisi produk, EMLI baru saja meluncurkan produk terbaru dari Mobil™ berupa rangkaian produk pelumas Mobil Super™, meliputi Mobil Super™ All in One Protection, Mobil Super™ Friction Fighter dan Mobil Super™ Everyday Protection yang telah dilengkapi dengan spesifikasi standar industri terkini API SP dari produsen Mobil™.  

“Peluncuran rangkaian pelumas Mobil Super™ menghadirkan kualitas lebih dengan biaya lebih terjangkau bagi pengemudi Indonesia,” ujar Pablo Conrad selaku Marketing Director ExxonMobil Lubricants Indonesia.

Sedangkan dari brand Federal, di bulan Ramadhan ini akan ada program spesial BEDUK (Berbagi di Bulan Kemenangan) dan Sobek Berhadiah 2021 yang hadiahnya 5 kali lebih besar dari tahun lalu. 

Sabar, Mobil Listrik Toyota yang Ada di Bali Baru Sekadar Pilot Project

0

PT Toyota Astra Motor selaku agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia  mendatangkan 30 kendaraan elektrifikasi Toyota yang terdiri dari 20 unit Toyota COMS (BEV), lima unit Toyota C+pod (BEV), dan lima unit Toyota Prius PHEV. 

Perlu dicatat, ini bukan peluncuran, melainkan pilot project dan studi komprehensif mengenai implementasi penggunaan kendaraan listrik yang diterapkan di Bali. 

Meski bukan sebuah peluncuran, namun Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik kerja sama antara Toyota Indonesia dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam upaya meluncurkan program pengembangan kendaraan listrik di Bali.

”Yang dilaksanakan di Bali ini merupakan satu langkah strategis menciptakan pasar dalam negeri, membangun ekosistem kendaraan listrik, sekaligus mempromosikan EV Ecotourism, yang akan mendukung daya tarik wisata di Bali dan Indonesia secara keseluruhan,” ungkap Agus saat peresmian Toyota EV Mobility Project di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3).

Sebagai pemulihan ekonomi 

Toyota C+pod
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, bersama Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, serta para petinggi Toyota Indonesia berpose dengan mobil listrik Toyota C+pod. (Istimewa)

Meski hanya pilot project, Agus mengatakan dengan Toyota memboyong kendaraan ramah lingkungan, maka hal ini sangat penting sekaligus membuktikan bahwa sektor manufaktur dan pariwisata berjalan dengan sinergi dalam upaya memacu pemulihan ekonomi nasional.

”Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan kami juga berharap kepada pemerintah provinsi agar dapat menindaklanjuti melalui penerapan zona-zona khusus kendaraan listrik di wilayah Bali,” jelas Agus

Agus optimistis, pelaksanaan proyek percontohan tersebut akan ikut berperan mendukung upaya pemerintah dalam mempopulerkan kendaraan listrik kepada masyarakat luas serta mengakselerasi program percepatan pengembangan kendaraan listrik sesuai amanat Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

”Bahkan, membantu pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dari business as usual dengan upaya sendiri pada tahun 2030,” ucap pria yang akrab disapa AGK. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencoba menjajal mobil listrik Toyota C+pod. (Istimewa)

Menurut dia, Toyota merupakan salah satu produsen otomotif multinasional yang berkomitmen untuk terus menambah investasinya di Indonesia, termasuk dalam pengembangan kendaraan listrik.

Di samping itu, Menperin mendorong pendekatan pilot project serupa dapat diterapkan di lima lokasi destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Labuan Bajo – Nusa Tenggara Timur, Mandalika – Nusa Tenggara Barat, Danau Toba – Sumatera Utara, Likupang – Sulawesi Utara, dan Borobudur – Jawa Tengah.

”Langkah tersebut tentunya akan dapat mendukung target dari program Making Indonesia 4.0, dengan industri kendaraan bermotor nasional bisa menjadi pemain global dan ekspor hub kendaraan bermotor baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak (Internal Combustion Engine/ICE) atau kendaraan listrik (EV),” paparnya.

Sementara itu, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda menyatakan, EV Smart Mobility merupakan sebuah proyek besar yang menjadi bagian penting dari perjalanan 50 tahun Toyota di Indonesia. 

”Sebagai perusahaan mobilitas, kami harap EV Smart Mobility ini tidak hanya dapat menjadi contoh konkret dari solusi mobilitas Toyota untuk mendukung pemanfaatan teknologi elektrifikasi bagi masyarakat luas, tetapi juga sebagai bentuk realisasi dari komitmen Toyota untuk menghadirkan Mobility  Happiness  for  All,” paparnya.

Adapun Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sendiri  menyambut baik inisiatif Toyota dalam mengembangkan Smart EV Ecotourism di Nusa Dua, Bali. 

”Ini sejalan dengan visi kami dalam menghadirkan Green Tourism. Semoga dengan hadirnya ecotourism ini dapat turut serta berkontribusi dalam upaya membangkitkan kembali pariwisata di Bali agar secara bertahap bisa kembali seperti sedia kala,” tuturnya.

 

2 Mobil Suzuki Buatan Indonesia Ini Laris di Luar Negeri

0

Sejumlah mobil yang diproduksi di Indonesia ternyata cukup laris meski pandemi Covid-19 masih terjadi. Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor mobil-mobil buatan Indonesia dalam bentuk Completely Built Up (CBU) naik 51 persen pada Februari 2021, dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun perusahaan otomotif yang cukup tinggi mensuplai mobilnya ke sejumlah negara yaitu PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang mencatatkan peningkatan total ekspor sebesar 108 persen atau tembus 7.109 unit.

Dari angka tersebut, Suzuki berhasil mengapalkan 4.301 unit CBU atau tumbuh 74 persen dibandingkan Januari 2021, serta pengiriman dalam bentuk Completely Knock Down, (CKD) sebanyak 2.808 unit  atau tumbuh 196 persen dibandingkan Januari 2021.  

Menurut Production Planning Control Assistant to Dept. Head PT SIM, Apriyanto, peningkatan performa ekspor Suzuki masih didominasi oleh produk buatan dalam negeri, seperti XL7 dan Ertiga.

“Kami optimistis tren positif ini akan semakin meningkat, sehingga ekspor kami bisa kembali ke angka normal seperti sebelum pandemi atau bahkan lebih tinggi,” ungkap Apriyanto dalam keterangan tertulis. 

Diketahui, peningkatan ekspor Suzuki pada bulan Februari dicatat oleh Suzuki XL7 yang dikirim dalam bentuk CBU mencapai 1.704 unit. Jumlah tersebut meningkat 171 persen jika dibandingkan dengan bulan Januari.

Di posisi kedua ada Suzuki Ertiga yang turut berkontribusi sebanyak 1.203 unit dalam bentuk CBU dengan peningkatan 145 persen dibandingkan Januari 2021.

Sedangkan untuk pengiriman dalam bentuk CKD, Suzuki Karimun Wagon R berkontribusi paling besar hingga mencapai 2.400 unit dengan peningkatan sebesar 233 persen jika dibandingkan bulan Januari 2021.

Dengan meningkatnya angka ekspor ini, Suzuki berharap permintaan kendaraan roda empat dari mancanegara terus bertambah sehingga Suzuki dapat terus berkontribusi pada industri otomotif dan perekonomian nasional.

Kata Apriyanto, Suzuki selalu menghadirkan produk-produk yang berkualitas tinggi sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat internasional.

“Komitmen ini terus kami jaga agar kegiatan ekspor Suzuki terus meningkat dan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi Indonesia,” tutup Apriyanto.

Seperti diketahui, Suzuki Indonesia sejatinya memiliki dua pabrik produksi yang berlokasi di Tambun dan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Kedua pabrik ini mempekerjakan ratusan hingga ribuan orang Indonesia.

Adapun pabrik Suzuki di Tambun memproduksi Suzuki APV yang sudah diluncurkan sejak 2004, kemudian Karimun Wagon R yang diluncurkan 2013, lalu Carry yang diluncurkan pada 2019. Sedangkan pabrik Suzuki di Cikarang menggarap mobil Suzuki Ertiga yang diluncurkan pada 2012, kemudian Suzuki XL7 yang diluncurkan pada 2020 lalu.

Untuk soal kualitas, OLXer tak perlu ragu, sebab mobil-mobil yang dibuat di Indonesia memiliki standar global, bahkan setiap pembuatan unitnya dibantu mesin robot.

Adapun mobil-mobil Suzuki yang diimpor dari luar negeri ke Indonesia antara lain Suzuki SX4 S-Cross, Ignis, Suzuki Baleno dan juga sang legenda Jimny.

 

Ini Faktor Penyebab AC Mobil Berisik

0

Air Conditioner (AC) atau penyejuk udara pada mobil sama seperti komponen lainnya wajib dilakukan perawatan atau service secara rutin. Minimal saat mobil sudah menempuh jarak 10.000-20.000 kilometer.

Apabila OLXer malas melakukan service, jangan heran kalau suatu waktu AC mobil jadi bermasalah, salah satunya mengeluarkan bunyi cukup berisik.

OLXer sendiri tahu suara bunyi tersebut sumbernya dari mana?

Nah, seperti dilansir situs Rotary Bintaro selaku bengkel service AC mobil, bunyi-bunyian yang kerap terjadi biasanya ada beberapa faktor kemungkinan mulai dari Bearing, laher, piston hingga silinder dalam kompresor aus atau oblak.

Jika bagian-bagian ini mengalami masalah, biasanya ada gesekan pada piston. Dengan begitu sudah pasti akan dapat mempengaruhi kinerja AC, sehingga muncul suara cukup mengganggu.

Selain itu, faktor lainnya adalah kurang nya pelumasan dalam kompresor. Ya, sama seperti bagian mobil lainnya pada bagian kompresor juga  butuh oli. Sebaliknya, apabila AC mobil kurang oli, maka kinerja AC jadi lebih berat, sehingga jadi penyebab mengeluarkan suara.

Masalah lain penyebab munculnya suara yaitu, batas pemakaian usia komponen yang terpasang, serta kurangnya perawatan secara rutin.

Perlu dicatat juga, masalah timbulnya suara AC bisa juga timbul meski kabin di dalam mobil tetap dingin.

Nah, masih menurut Rotary Bintaro, AC tetap dingin tapi muncul suara biasanya masalah tersebut tidak jauh berbeda dengan yang sudah disebutkan di atas, yaitu piston, bearing atau laher kompresor mulai aus atau oblak.

Selain itu, bisa juga silinder head aus, sehingga menyebabkan pulley kompresor menjadi oblak.

Sebagai tambahan, suara kasar pada Magnetic Clutch biasanya dihasilkan oleh gesekan permukaan magnet pully dengan pelat centerpiece, dimana salah satu permukaaan dari komponen sudah tidak rata.

Adapun jika AC mobil bunyi terus, berikut beberapa cara perbaikannya :

1. Memperhatikan Rembesan Oli

Memperhatikan rembesan oli bisa bertujuan untuk melihat apakah AC mobil mengalami kebocoran atau tidak. Jika mengalami kebocoran, kita bisa mengatasi dengan air sabun. Kucurkan air sabun sedikit demi sedikit di titik yang mengalami kebocoran.

2. Bersihkan Komponen Kompresor

Jika AC mobil bunyi, maka kemungkinan bearing bambu berkarat. Bersihkan bearing bambu menggunakan anti karat. Kemudian amplas menggunakan amplas yang halus. Jika sudah dibersihkan, masukkan oli kedalam kompresor.

3. Penggantian Komponen Kompresor

Jika AC mobil bunyi kemungkinan komponen yang didalamnya sudah mengeras. Sehingga, tidak bisa menahan freon. Jika komponennya sudah mulai mengeras, maka ganti komponen yang sudah mengeras tadi. Sehingga, tidak ada lagi suara AC mobil bunyi karena komponen yang mengeras.

4. Penggantian Kompresor AC

Jika cara memperbaiki AC mobil bunyi yang diatas sudah dilakukan namun Ac mobil tetap bunyi. Maka kemungkinan dinding silinder pada sudah mulai aus. Sehingga, langkah terakhir yang harus dilakukan melakukan penggantian kompresor AC. Karena kerusakan AC mobil sudah parah.

Apabila memang tidak bisa memperbaiki sendiri, sebaiknya lakukan perawatan dan perbaikan ke bengkel AC terpercaya dan berkualitas ya OLXer.

 

 

Tarif Biaya Tol Jakarta Bandung Terkini

0

Bandung, jadi salah satu tujuan warga ibukota untuk pelesiran menikmati udaranya, santapan kuliner atau hanya sekadar numpang melintas sebelum menuju Jawa Tengah. 

Namun begitu, melakukan perjalanan ketika pandemi seperti saat ini memang cukup membuat khawatir. Jika pun terpaksa melakukan perjalanan, tentu saja harus sesuai dengan protokol kesehatan.

Nah, OLXer yang ada di Jakarta dan memang punya kepentingan mendesak pergi ke Bandung,  tidak ada salahnya jika melalui jalur darat, baik mengendarai kendaraan pribadi maupun menumpang angkutan umum seperti bus. 

Sebab, perjalanan dari Jakarta-Bandung sendiri bisa dibilang tak terlalu jauh, yaitu kurang dari 140 kilometer. Apalagi sudah menggunakan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Tol Japek Layang.

Setidaknya dengan adanya Jalan Tol Japek Layang yang diresmikan Presiden Joko Widodo dan membentang sejauh 36,4 kilometer dari Simpang Susun Cikunir hingga Karawang Timur, membuat perjalanan Jakarta Bandung bisa ditempuh sekitar 2 jam saja.

Belum lagi, jalan tol layang terpanjang dibuat untuk perjalanan jarak jauh. Karena itu, jalan tol untuk kendaraan golongan 1, non-bus ini tidak punya gerbang masuk dan keluar di tengah seperti tol pada umumnya. 

Adapun jika OLXer dari Jakarta dan ingin menuju Bandung lewat jalur tol, setidaknya harus tau berapa biaya tarif tol Jakarta-Bandung. Selain itu, pastikan kendaraan yang digunakan adalah golongan I seperti mobil sedan, jip, pick up, truk kecil, bus, termasuk mobil jenis MPV, SUV, dan hatchback.

Jenis Golonga kendaraan di Jalan tol
Jenis golonga kendaraan di Jalan tol.

Nah, berikut ini tarif atau biaya tol Jakarta Bandung seperti dilansir situs bpjt.pu.go.id. yaitu:

Jakarta-Cikampek

Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ini bisa dimulai dari Jakarta IC, dan nantinya OLXer akan dapat langsung memilih jalur Tol Japek Layang setelah pintu tol Cikunir.

Asal Perjalanan Tujuan Perjalanan Golongan Kendaraan
Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV Golongan V Golongan VI
Jakarta IC Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur 4000 6000 6000 8000 8000 –
Cikunir 7000 10500 10500 14000 14000 –
Bekasi Barat 7000 10500 10500 14000 14000 –
Bekasi Timur 7000 10500 10500 14000 14000 –
Tambun 7000 10500 10500 14000 14000 –
Cibitung 7000 10500 10500 14000 14000 –
Cikarang Barat 7000 10500 10500 14000 14000 –
Cibatu 12000 18000 18000 24000 24000 –
Cikarang Timur 12000 18000 18000 24000 24000 –
Karawang Barat 12000 18000 18000 24000 24000 –
Karawang Timur 20000 30000 30000 40000 40000 –
Kalihurip 20000 30000 30000 40000 40000 –
Cikampek 20000 30000 30000 40000 40000  

Cikampek-Purwakarta-Padalarang

Setelah keluar tol Cikampek, OLXer akan masuk tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang atau dikenal dengan sebutan tol Cipularang.

Asal Perjalanan Tujuan Perjalanan Golongan Kendaraan
Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV Golongan V Golongan VI
SS Dawuan Sadang 7500 13000 13000 18500 18500 –
Jatiluhur 13500 23000 23000 33500 33500 –
SS Padalarang 42500 71500 71500 103500 103500 –
Sadang SS Dawuan 7500 13000 13000 18500 18500 –
Jatiluhur 6000 10500 10500 15000 15000 –
SS Padalarang 35000 59000 59000 85000 85000 –
Jatiluhur SS Dawuan 13500 23000 23000 33500 33500 –
Sadang 6000 10500 10500 15000 15000 –
SS Padalarang 28500 48500 48500 70000 70000 –
SS Padalarang SS Dawuan 42500 71500 71500 103500 103500 –
Sadang 35000 59000 59000 85000 85000 –
Jatiluhur 28500 48500 48500 70000 70000 –
Cikamuning 4000 6500 6500 9000 9000 –

Nah, OLXer satu hal jangan sampai lupa yaitu pastikan miliki uang elektronik atau e-toll dengan jumlah nominal yang mencukupi. 

Berapa Harga Wuling Almaz Bekas?

0

Wuling Indonesia baru saja meluncurkan Almaz RS. Ya, penggunaan nama RS mungkin yang OLXer perhatikan mirip dengan penggunaan tipe tertinggi pada mobil Honda. Hanya nama RS dari kedua pabrikan ini berbeda arti.

Untuk penggunaan nama RS pada Wuling Almaz ternyata kepanjangan dari Rising Star. Sedangkan RS pada mobil Honda singkatan dari kata Road Sailing, dimana tipe ini secara keseluruhan tampilannya lebih terlihat sporty.

Meski sama-sama menggunakan nama RS, namun keduanya dipastikan berbeda, model, jenis, tipe hingga yang pasti strateginya.

Balik lagi soal Wuling Almaz RS, lantas apa yang membedakan mobil ini dengan model Wuling Almaz tanpa embel-embel RS?

Disebutkan, Wuling Almaz RS tampil sporty dengan tambahan lips bumper di depan, cat dual tone, aksen carbon di bumper belakang, juga aksen krom.

Selain itu, perbedaan utama antara Almaz RS dengan Almaz adalah kandungan teknologi lebih canggih. Ya, Almaz RS memiliki fitur dan teknologi lebih lengkapi, tidak hanya Wuling Indonesian Command (WIND), tetapi sudah dijejali Internet of Vehicle (IoV) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang semuanya merupakan fitur integratif Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE).

Status sebagai model Wuling Almaz RS juga sudah menggunakan logo lima berlian berbentuk huruf w dengan warna silver. Sedangkan Almaz tanpa RS logonya masih warna merah.

Soal harga, Wuling Almaz RS yang sudah mendapatkan subsidi relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) harganya mulai dari Rp 340,8 juta (tipe 1.5 Pro), Rp 350,3 juta (tipe 1.5 Exclusive 7 seater) dan Rp 340,8 juta (tipe 1.5 Exclusive 5 seater).

Sebaliknya, untuk Wuling Almaz tanpa huruf RS harganya lebih murah yaitu Rp 345,8 juta (tipe Exclusive 7 seater), Rp 335,8 juta (tipe Exclusive 5 seater), Rp 285,8 juta (tipe Smart Enjoy CVT 7 seater), dan Rp 269,8 juta (tipe Smart Enjoy 6 MT 7 seater).

Harga Bekas Wuling Almaz

Jika OLXer merasa harga Wuling Amaz RS atau Almaz tanpa RS untuk model terbarunya masih cukup mahal, bisa juga cari mobil tersebut dengan status bekas.

Perlu dicatat, meski sudah masuk mobil seken, tapi model Wuling Almaz bisa dikatakan belumahlah tua, karena mobil jenis ini sejatinya baru meluncur ke Indonesia pada 2019 lalu.

Nah, untuk mengetahui harga Wuling Almaz, berikut ulasannya.

Berdasarkan situs jual beli OLX.co.id, harga Wuling Almaz lansiran tahun 2019 sudah dijual sekitar Rp 196 juta sampai Rp 295 juta. Sedangkan Wuling Almaz rakitan tahun 2020 dilepas mulai dari Rp 208 juta sampai Rp 307 juta.

Perlu dicatat, jika OLXer memang berniat membeli mobil Wuling Almaz bekas maka jangan heran, meski ada satu merek dan jenis model, varian serta tahun produksinya sama, namun soal urusan harga bisa berbeda-beda. Bahkan ada juga tahun produksinya lebih muda tapi harganya justru lebih rendah.

Sebab, untuk menentukan harga sebuah mobil bekas memang ‘gelap’, bisa tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi mobil, jarak tempuh, kelengkapan surat-suratnya, serta lokasi si penjual.

Belum lagi harga mobil bekas bisa saja tinggi, karena sang pemilik sangat rajin merawat mobilnya, serta pajak dibayar tepat waktu. Apabila OLXer memang ingin mencari mobil Wuling Almaz bekas tidak ada salahnya melakukan cek dan ricek, termasuk membawa orang ahli untuk melakukan pemeriksaan.

Oia, jika diperbolehkan melakukan test drive, maka manfaatkan untuk mengetahui apakah mobil bekas tersebut yang OLXer idamkan terasa ada yang bermasalah atau tidak.

Sekadar informasi, Wuling Almaz  diproduksi di pabrik Wuling yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik ini mengaplikasikan ‘Global Manufacturing System’ (GMS), dilengkapi dengan fasilitas produksi terintegrasi dan berteknologi modern yang memberikan kualitas terbaik. Selain itu, platform dari model SUV ini juga telah digunakan di berbagai negara.

Untuk dapur pacu, Wuling Almaz membenamkan mesin 1.500cc turbocharged yang memproduksi tenaga maksimal 140 Tk pada 5.200 rpm dan torsi 250 Nm pada  5.200 rpm yang disalurkan melalui transmisi CVT dengan pilihan mode berkendara eco, sport dan 8-speed manual simulation yang responsif. Selain itu, Almaz juga hadir dengan opsi transmisi manual 6-percepatan.

Untuk lebih detail soal Wuling Almaz bekas  di OLX.co.id, bisa lihat di sini.

 

Perbedaan Kaca Mobil Jenis Tempered dan Laminated

0

Kaca mobil jadi salah satu hal penting. Sebab, adanya kaca mobil kita bisa terhindar dari debu, tetesan air hujan, terpaan angin saat mobil melaju, hingga mengurangi resiko jika terjadi kecelakaan. 

Bicara soal kaca mobil, OLXer haru tahu bahwa saat ini yang beredar dan digunakan di Indonesia dikenal dalam dua jenis kaca tempered dan kaca laminated. 

Seperti dilansir Daihatsu, baik kaca laminated ataupun kaca tempered, keduanya memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kaca biasa. Kedua kaca tersebut tergolong ke dalam jenis safety glass. 

Lantas kalua OLXer mau tahu beda kaca tempered dan kaca laminated, berikut ulasannya:

Kaca Laminated

Umumnya kaca laminated ditempatkan sebagai windshield atau kaca depan. Kaca laminated ini sulit ditembus karena sifatnya yang mampu meredam benturan dan menjaga lapisan. 

Sifat pecah kaca jenis laminated ini tidak akan menghambat visibilitas. Kaca laminated merupakan perpaduan dua kaca yang mengapit film PVB (Polyvinyl Butyral) dengan ketebalan 0,76 millimeter. Kedua lapisan kaca tersebut umumnya memiliki ketebalan masing-masing 2 milimeter.

Lapisan PVB pada kaca laminated berfungsi sebagai pengikat dua lapisan kaca sekaligus sebagai penguat dari kaca itu sendiri. Dengan lapisan PVB inilah yang membuat kaca laminated lebih kuat daripada kaca biasa loh! 

Namun, OLXer perlu berhati-hati saat kaca laminated ini retak. Sekecil apapun keretakannya, pecahan tersebut akan dengan cepat merembet. 

Nah, ini menjadi salah satu kekurangan kaca laminated. Jika hal itu sudah terjadi pada kaca laminated mobil OLXer, sebaiknya segera melakukan pergantian kaca. Jangan dibiarkan semakin parah ya Sahabat.

Kaca Tempered

Kaca tempered umumnya digunakan di kedua sisi samping dan di belakang mobil. Kaca tempered memiliki kekuatan 5 kali lebih besar daripada kaca laminated. 

Jika OLXer mencobasaja pukul kaca samping mobil dengan stik baseball. Dijamin tidak akan pecah. Kaca tempered memiliki ketebalan 5 milimeter. Jenis kaca ini baru akan pecah saat menerima benturan sebesar 1.500 kg per cm2. Selama kaca tempered belum memiliki luka sedalam 1 per 6 dari ketebalannya, kaca tidak akan pecah.

Namun, bila hal tersebut sampai terjadi, kamu harus segera melakukan pergantian kaca. Jika luka pada kaca tempered dibiarkan, resonansi atau getaran yang ditimbulkan mobil dapat memecahkan kaca di waktu yang tidak terduga. 

Apabila kaca tempered pecah, kepingannya akan berbentuk kecil-kecil dan tidak tajam. Salah satu kelemahan kaca tempered ini adalah saat sebuah benda keras menghantam dengan kecepatan tinggi, benda tersebut dapat masuk ke dalam kabin mobil.

Sebenarnya, kaca tempered merupakan lembaran kaca biasa. Sebelum didinginkan secara mendadak, kaca tempered ini terlebih dahulu dipanaskan pada suhu 6000  celcius. Perubahan suhu yang mendadak tersebut tidak membuat lapisan kaca pecah. Justru mengubah struktur molekul kaca dan membentuk ikatan yang lebih kuat dari sebelumnya.

OLXer juga bisa menambahkan lapisan kaca film untuk memperkuat kaca samping. Hal tersebut dapat mengantisipasi kemungkinan kaca tempered yang bisa pecah berkeping-keping. Perlu diingat, gunakan kaca film biasa saja ya. 

Tidak perlu menggunakan kaca film dengan yang mampu menolak peluru. Jadi, jika suatu saat berada dalam keadaan darurat, kaca tersebut tetap bisa dipecahkan.

Nah, jika terpaksa harus memecahkan kaca karena keadaan darurat, usahakan untuk memecahkan kaca pintu sebelah kanan bagian kemudi. Karena ketersediaannya banyak di pasaran sehingga mudah diperoleh. Harganya juga relatif murah. Tapi, semoga hal darurat semacam itu tidak terjadi.