PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) secara resmi meluncurkan Mitsubishi Pajero Sport Facelift untuk pasar Indonesia, melalui acara virtual, Selasa (16/2/2021).
Dengan mengusung tagline Live the Adventure, mobil yang masuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV) telah mengalami berbagai penyegaran yang cukup menarik.
Bahkan President Director PT MMKSI, Naoya Nakamura mengklaim, teknologi dan kelebihan yang dibenamkan pada Pajero Sport Facelift cocok dengan apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
“Kami selalu berupaya mempersiapkan produk yang terbaik buat konsumen kami dengan kualitas terbaik dan fitur tercanggih. Model ini hadir dengan desain yang baik berkualitas tinggi, interior terbaik. Mobil ini dirancang untuk memberikan pengalaman dan petualangan terbaik sehari-hari buat konsumen,” ungkap Nakamura saat acara peluncuran Mitsubishi Pajero Sport Facelift, Selasa (16/2/2021).
Meski sudah diluncurkan dengan ubahan yang cukup menarik, PT MMKSI rupanya memberikan pilihan aksesori untuk konsumen yang menginginkan wujud Pajero Sport Facelift tampil lebih berbeda.
Ya, kata Marketing Director PT MMKSI Eiichiro Hamazaki, konsumen yang ingin membeli Pajero Genuine Accessories bisa dibeli secara terpisah atau satuan di dealer-dealer resmi Mitsubishi di Indonesia.
“Kami sediakan untuk mereka yang ingin mempercantik kendaraannya. Setiap paket aksesoris konsumen bisa dapat diskon 15 persen dan diskon tambahan 10 persen hingga akhir Maret ini untuk pelanggan yang membeli paket aksesoris. Customer juga bisa memilih paket aksesori,” jelas Hamazaki.
Tampilan depan Mitsubishi Pajero Sport Genuine Accessories
Perlu diketahui, ada beberapa Pajero Sport Genuine Accessories yang bisa dibeli konsumen secara satuan mulai dari Hood Emblem, Front Air-dam, Side-Step Garnish, Exhaust Finisher, Side Window Deflector, Rear Air-dam, Dashboard Camera dan Wheel Lock Nut.
Meski begitu, OLXer juga bisa membelinya agar lebih terjangkau, yaitu dengan pilihan paket. Perlu dicatat pula, untuk Mitsubishi Pajero Sport Genuine Accessories, harganya bisa berbeda, antara lain:
1. Basic Package
Paket ini terdiri dari Side Window Deflector, Exhaust Finisher, Hood Emblem, dan harganya dibanderol Rp 2.450.000.
2. Aero Package
Paket ini terdiri dari Front Air-dam, Rear Air-dan, Side-step Garnish, dan harganya sekitar Rp 23.500.000.
3. Aero Plus Package
Paket ini terdiri dari Front Air-dam, Rear Air-dan, Side-step Garnish, Side Window Deflector, Exhaust Finisher, Hood Emblem Rp 25.100.000.
Tampilan belakang Mitsubishi Pajero Sport Genuine Accessories
Promo Pembelian Mitsubishi Pajero Sport Facelift
Untuk setiap pembelian model Mitsubishi Pajero Sport Facelift, OLXer dapat memanfaatkan program penjualan menarik yang telah disediakan oleh MMKSI, antara lain:
– Kemudahan dan keuntungan biaya perawatan dengan SMART Package Silver
– Gratis Kaca Film V-Kool
– Hadiah langsung bluetooth portable speaker: Bose Soundlink Mini II (khusus SPK tertanggal 16 Februari – 31 Maret 2021
– Pilihan program pembiayaan spesial dari Dipo Star Finance
– Garansi kendaraan 100.000 km atau 3 tahun.
Kemudahan dan Keuntungan Biaya Perawatan
Setiap pembelian Mitsubishi Pajero Sport Facelift konsumen secara langsung akan mendapatkan paket SMART Silver, berupa paket perawatan kendaraan dengan manfaat gratis biaya jasa servis dan suku cadang hingga 50.000 km atau 4 tahun.
Tak hanya itu OLXer juga mendapatkan kemudahan yang mencakup oli MMGO dan chemical item. Dengan kemudahan layanan dan yang diberikan pada tiap pembelian Mitsubishi Pajero Sport Facelift, konsumen akan mendapatkan total biaya kepemilikan yang lebih maksimal dan biaya yang lebih efisien.
Selain itu konsumen juga dimudahkan untuk mendapatkan beragam layanan purna jual dengan tersedianya 155 outlet, 6 jaringan dealer resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors di seluruh Indonesia.
Kasus gugatan konsumen DFSK Glory 580 dengan perusahaan DFSK masih berlanjut. Kali ini, Pengadilan Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan di ruang Mediasi 1, Rabu (17/2/2021).
Agenda sidang yang dipimpin Hakim Sri Wahyuningsih merupakan mediasi yang dihadiri seluruh pihak penggugat dan tergugat. Dalam hal ini konsumen dan perwakilan DFSK melalui Legal Manager PT Sokonindo Automobile, Prastiwi Witasari, dan didampingi oleh Kuasa Hukum Heribertus S. Hartojo.
Menanggapi persidangan kali ini, PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi mengatakan, di sidang mediasi kali ini, DFSK masih mendengarkan permintaan dari pihak penggugat, dimana konsumen menginginkan ganti rugi materil dan imateril kepada DFSK sebagai pihak pabrikan.
“Permintaan ganti rugi berupa materil dan immateril sudah kami dengarkan dan akan kami bahas lebih lanjut dan akan kami berikan tanggapan pekan depan sebagai bagian dari proses mediasi,” ungkap Rofiqi, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).
Kata Rofiqi, DFSK tetap memiliki itikad baik dengan mengikuti proses mediasi dan berharap dapat diselesaikan melalui tahap mediasi ini.
Seperti diketahui, ketentuan mengenai mediasi dalam persidangan sudah diatur di dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Pada Pasal 3 Ayat 6 disebutkan, proses mediasi dilakukan paling lama 30 hari terhitung sejak diterimanya pemberitahuan putusan sela Pengadilan Tinggi.
Oleh karena itu, selama 30 hari ke depan, DFSK akan berupaya untuk menghadirkan jawaban yang diharapkan bisa memuaskan seluruh pihak.
“Bagaimanapun para konsumen ini adalah bagian dari keluarga DFSK dan kami berharap tahap mediasi ini dapat berjalan dengan baik,” sambung Rofiqi.
Rofiqi mengingatkan kepada seluruh konsumen, jangan segan dan ragu-ragu untuk datang ke dealer resmi DFSK untuk melakukan pemeriksaan, perawatan berkala, atau pun perbaikan apabila mengalami kendala di kendaraannya.
Menurutnya, tim teknisi yang sudah tersertifikasi, didukung dengan peralatan yang modern, serta dukungan dari suku cadang original siap untuk mengembalikan kondisi kendaraan kembali optimal agar aman dan nyaman untuk digunakan.
Selain itu kendaraan-kendaraan penumpang DFSK juga dilengkapi dengan Super Warranty 7 tahun atau 150.000 kilometer untuk menjaga kualitas serta memberikan perlindungan kepada konsumen setiap.
Sekadar informasi, pada akhir tahun 2020, DFSK heboh karena ada laporan tujuh konsumen pengguna Glory 580 Turbo CVT lansiran 2018 mengeluhkan mobilnya tidak kuat saat melintasi jalan menanjak. Sontak saja, mobil jenama asal China itu digugat hingga Rp 7 miliar secara online ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
PT Motora Prima Indonesia (MP1) Indonesian Racing yang merupakan salah satu brand tim balap motor di Tanah Air, bekerja sama dengan Gresini Racing dan secara resmi meluncurkan tim balap yang disebut Racing Team Gresini Moto3 Indonesia.
Ya, meski di kelas Moto3, namun hal ini sangatlah penting bagi tim dan juga pembalap. Pasalnya, sebelum berlaga di MotoGP, para pembalap sudah pasti mengawali karir dari bawah mulai dari ajang Moto3 dan Moto2.
Adapun menurut CEO MP1 Rocky Soerapoetra, ajang balapan Moto3 menjadi salah satu kategori yang paling menarik dalam kalender MotoGP.
“Dengan balapannya yang fantastis, para pembalap muda yang tak kenal takut ini akan menjadi bintang masa depan dalam MotoGP,” ungkap Rocky saat video conference, Rabu (18/2/2021).
Rocky juga mengatakan, dengan bergabungnya tim balap Indonesia dalam ajang ini, maka tujuannya jangka panjang untuk mengembangkan talenta muda Indonesia, dan memberikan dukungan kuat sejak awal di grid Moto3.
“Tentunya, kami juga ingin mencari dan membina pembalap muda Indonesia yang mampu berkompetisi dan memenangkan Moto3; yang mana akan hadir bersamaan dengan perkenalan akademi dari hasil pencarian pembalap terbaik Indonesia pada tahun 2021 mendatang. Kami berharap akan ada lebih banyak pembalap Indonesia di grid pada tahun-tahun mendatang,” jelas Rocky.
Sementara itu, Manajer Tim Racing Gresini Moto3 Indonesia Fausto Gresini mengatakan, dengan kerja sama tersebut, maka hal ini merupakan momen yang bersejarah, tak hanya bagi hubungan kerja sama antara Gresini Racing dan MP1, namun juga bagi seluruh bangsa.
“Akan segera hadir Tim Indonesia pertama yang berkompetisi di kelas entri kejuaraan dunia MotoGP, mewakili warna, budaya, serta antusiasme Indonesia untuk balap motor yang tak tertandingkan,” ujar Gresini.
Kata dia, ini menjadi langkah awal, karena visi jangka panjang dari proyek ini untuk melatih para pembalap muda Indonesia yang berbakat agar suatu hari bisa mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia.
Pembalap dan Livery Motor Batik
Seperti diketahui, pembalap Racing Team Gresini Moto3 Indonesia akan dilakoni Gabriel Rodrigo, dan juga Jeremy Alcoba yang menjadi Rookie of the Year tahun 2020.
Tim Racing Gresini Moto3 Indonesia sendiri diharapkan akan menjadi pesaing yang kuat di gelar Moto3 tahun 2021.
Ke depan, kedua pembalap ini akan menggunakan motor dengan mesin 250 cc yang dibalut cat warna merah, hitam dan sedikit orange. Selain itu, desain livery body sepeda motor mereka juga lebih nyentrik karena memiliki desain corak batik.
Untuk seri perdana, rencananya balapan akan berlangsung di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, pada 19-21 Maret 2021.
Maybach, jadi salah satu merek mobil super mewah yang kerap dimiliki para sultan, pejabat, hingga pengusaha kelas kakap. Maklum, mobil ini memang sudah dikenal dengan desain yang menawan, serta mengedepankan beragam fitur dan teknologi canggih.
Nah, bicara soal Maybach, kali ini kita akan sedikit mengulas sosok pencipta mobil tersebut yang dijuluki 'Raja Desainer' otomotif, yaitu Augustus Wilhelm Maybach.
Asal OLXer tahu, sebelum pamor Maybach mendunia, ternyata Wilhelm Maybach yang lahir di Heilbronn, Jerman pada 9 Februari 1846 atau tepatnya 175 tahun lalu ternyata merupakan putra kedua dari seorang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang tukang kayu bernama Carl Maybach.
Kehidupan Wilhelm Maybach muda juga tak seindah anak-anak pada umumnya, pasalnya pada 1854 beberapa tahun setelah mereka pindah dari Heilbron ke Stuttgart, Wilhelm Maybach kehilangan ibunya dan dua tahun kemudian kehilangan ayahnya. Terpukul pastinya.
Sepeninggal kedua orang tuanya, keluarga orang tua Wilhelm Maybach melakukan berbagai upaya untuk mencari rumah bagi dirinya, termasuk memasang iklan surat kabar yang ditempatkan di ‘Stuttgarter Anzeiger” pada 20 Maret 1856.
Hingga akhirnya Wilhelm Maybach tinggal di Bruderhaus “house of brothers” di Reutlingen, sebuah lembaga yang didirikan oleh Teolog protestan Gustav Werner dan istrinya Albertine. Bruderhaus menjalankan rumah, sekolah dan juga pabrik untuk para yatim piatu.
Pembuat kue jadi desainer
Wilhelm Maybach
Tahun berganti tahun, di tempat singgah, Wilhelm Maybach dilatih sebagai pembuat roti dan kue manis. Namun, Pendeta Werner melihat bakat keahlian teknik Wilhelm Maybach yang luar biasa, karena berbeda dengan rekan lainya. Akhirnya, pendeta tersebut memutuskan untuk mengasuhnya.
Hingga suatu hari, Wilhelm Maybach saat remaja memulai program magang di departemen gambar pada pabrik mesin pada tahun 1861, serta mempelajari fisika dan pelajaran menggambar bebas di fasilitas pelatihan lanjutan, dan matematika ketika sekolah menengah.
Selain itu, dia diberi pelajaran bahasa Inggris dan Prancis sejak hari pertama ia bekerja. Pada tahun 1863, Gustav Werner merekrut insinyur berusia 29 tahun Gottlieb Daimler sebagai pengawas di “Vereinigte Werkstätten” Bruderhaus (bengkel gabungan).
Pekerjaan Daimler di Reutlingen menandai dimulainya kemitraan yang produktif, sebagai pengawas bengkel Wilhelm Maybach mulai mengidentifikasi dan mengembangkan keterampilannya.
Pada bulan September 1869, perancang muda ini mengikuti Daimler ketika ditunjuk sebagai anggota dewan manajemen Maschinenbau-Gesellschaft Karlsruhe.
Ya, Wilhelm Maybach kemudian bekerja di sebuah kantor desainer lokal. Pada tahun 1872, keduanya mengambil pekerjaan baru dan pindah.
Saat itu Daimler diangkat menjadi anggota dewan manajemen Gasmotoren-Fabrik Deutz AG. Perusahaan ini didirikan sebagai perseroan terbatas oleh Nicolaus August Otto dan keluarga pengusaha Langen dan Pfeiffer pada tahun yang sama.
Wilhelm Maybach kembali mengikuti Daimler untuk menjadi kepala departemen Deutz Design pada tahun 1873. Wilhelm Maybach bekerja untuk membawa mesin empat tak Otto menuju ke tingkat kematangan produksi.
Beliau juga menjalankan uji coba dengan bahan bakar cair dan mesin gas pada awal 1875. Pada tahun 1876, Deutz mengirim Wilhelm Maybach untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, di mana dia menggunakan kontak kakak laki-lakinya Karl untuk menjalin kemitraan dengan pembuat piano Steinway & Sons.
Nah, momentum inilah atau pada tahun 1888, Gottlieb Daimler dan Steinway mulai mengembangkan pasar Amerika Utara.
Visi Daimler dan penemuan Maybach
Ilustrasi sketsa alat transportasi ciptaan Wilhelm Maybach
Daimler sudah memiliki visi mengenai mesin pembakaran yang kompak dan cepat yang juga cocok digunakan pada kendaraan-kendaraan saat dia bekerja di Deutz. Namun, pada akhirnya dia tidak dapat mewujudkan idenya di perusahaan tersebut.
Pada pertengahan 1882, Daimler meninggalkan Gasmotoren-Fabrik Deutz untuk mengejar karir wiraswasta di daerah Cannstatt yang berada di dekat Stuttgart. Di tahun yang sama, dia berhasil menandatangani kontrak kerja dengan Wilhelm Maybach.
Di sinilah Maybach dan Daimler mewujudkan impian para pionir otomotif tentang mobilitas bermotor “di atas air, di darat, dan di udara” menjadi nyata.
Ya, dari tahun 1882, sampel pertama mesin bensin yang bekerja cepat dikembangkan di rumah Daimler di Taubenheim Strasse 13. Dalam masa pengembangannya, mesin ini dikenal sebagai 'grandfather clocks' karena penampilannya, sebuah sepeda motor pertama di dunia (Reitwagen, 1885), kemudian menciptakan perahu motor pertama di dunia (1886) dan, yang tak kalah pentingnya, yakni mengembangkan mobil roda empat pertama di dunia (Motor Kutsche Daimler, 1886).
Selanjutya, penggerak untuk kendaraan rel (Daimler bermotor Waggoner, 1887) seperti yang dilakukan juga pada kapal udara bermotor Wölfert (1888).
Wilhelm Maybach melanjutkan untuk memajukan teknologi otomotif dengan berbagai desain, seperti transmisi empat percepatan, transmisi roda gigi yang dapat digerakkan, dan mesin-V dua-silinder (dibuat berdasarkan lisensi Peugeot tahun 1890).
Penemuannya ini bahkan tidak terhalang oleh konflik antara Daimler dan perusahaan yang didirikan pada awal tahun 1890-an: Maybach mengembangkan mesin dua silinder segaris Phoenix dan karburator nosel semprot di aula taman Hotel Hermann, sebuah fasilitas yang disewa oleh perusahaannya pada saat itu.
Mesin Phoenix mendapat begitu banyak kesuksesan sehingga pemegang lisensi internasional berhasil mempertahankan Daimler dan Maybach di Daimler-Motoren-Gesellschaft (DMG) pada tahun 1895.
Mobil modern pertama
Ilustrasi salah satu mobil ciptaan Wilhelm Maybach
Wilhelm Maybach, saat itu merupakan seorang direktur teknis di DMG, terus memberikan penemuan penting. Pada tahun 1897, radiator berbasis tabung telah tercatat sebagai model utilitas.
Tahun 1899 menandakan pengembangan mesin empat tak untuk kapal udara Count Ferdinand von Zeppelin. Pada tahun 1900, DMG mencatat paten honeycomb radiator Maybach. Di tahun yang sama 22 November, Mercedes 35 hp pertama berhasil diselesaikan di Cannstatt.
Dianggap sebagai mobil modern pertama, mobil ini dipesan oleh Emil Jellinek, distributor terpenting Daimler saat itu. Konsep kendaraan Maybach yang benar-benar baru (desain ringan, mesin berkinerja tinggi dengan radiator inovatif, jarak sumbu roda yang panjang, dan pusat gravitasi rendah) mendominasi acara olahraga motor “Nice Week” yang terkenal secara internasional antara 25 dan 29 Maret 1901.
Kesuksesan cemerlang ini akhirnya mengukuhkan julukan kehormatan Maybach, “Raja Desainer”.
Di tahun-tahun berikutnya hingga 1904, Maybach mengembangkan konsep kendaraan dari Mercedes Simplex 40 hp menjadi Simplex 60 hp dan Simplex 90 hp.
Namun, setelah Daimler meninggal pada 6 Maret 1900, Maybach tidak dapat lagi mengandalkan dukungan tanpa syarat di dalam perusahaan. Hal ini menjadi lebih jelas setelah ketua dewan pengawas DMG, Max von Dittenhofer meninggal dunia pada Agustus 1903.
Perbedaan pendapat meningkat pada tahun 1906: Maybach adalah seorang pendukung kuat motorsport sebagai kekuatan pendorong untuk teknologi produksi seri otomotif.
“Begitulah cara Anda belajar dari balapan, tidak diragukan lagi bahwa mobil touring kami menyelesaikannya dengan sangat cepat dan tetap sama pentingnya seperti tahun-tahun lalu. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan balapan,” kata dia.
Dia mengembangkan mobil balap yang menampilkan mesin enam silinder dengan camshaft overhead yang digerakkan oleh poros vertikal serta pengapian solenoida yang tegangan tinggi dengan dua busi. Namun, alih-alih menggunakan kreasi mutakhir Maybach, desain konservatif dari Paul Daimler yang digunakan. Setelah DMG juga menutup test center yang dikepalai oleh Maybach, dia kemudian keluar dari perusahaan pada tahun 1907.
Brand Mercedes-Maybach
Mercedes-Maybach S560
Pada tahun 1909, Maybach bersama dengan Count von Zeppelin mendirikan Luftfahrzeug-Motorenbau GmbH di Bissingen, Jerman. Perusahaan ini dikelola oleh putra Wilhelm Karl Maybach, dan berpindah tempat ke Friedrichshafen yang berada di tepi Danau Constance, Jerman pada tahun 1912.
Setelah berakhirnya Perang Dunia Pertama, perusahaan yang dikenal sebagai Maybach-Motorenbau, menjadi perusahaan teknik otomotif. Mobil produksi seri pertama, Maybach 22/70 hp (W3), dihadirkan pada tahun 1921 dan tetap diproduksi hingga 1928. Dengan demikian, Wilhelm Maybach telah memiliki pengalaman yang mumpuni selama hidupnya.
Setelah meninggalkan DMG, Maybach menerima banyak penghargaan atas pencapaian seumur hidupnya: Kerajaan Württemberg menunjuknya sebagai Inspektur Bangunan Kerajaan pada tahun 1915, kemudian pada tahun 1916 ia dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Institut Teknologi Stuttgart.
Terakhir, pada tahun 1922, Asosiasi Insinyur Jerman (VDI) memberikannya medali emas Grashof yang merupakan penghargaan tertinggi Asosiasi.
Wilhelm Maybach meninggal dunia pada tanggal 29 Desember 1929. Ia dimakamkan di pemakaman Cannstatt Uff, di mana tempat Gottlieb Daimler juga dimakamkan. Di tahun terakhir hidupnya, Maybach sempat menyaksikan penerbangan kapal udara LZ 127 “Graf Zeppelin” keliling dunia.
Pesawat itu digerakkan oleh mesin dua belas silinder Maybach, yang telah dirancang oleh Karl Maybach. Pada tahun 1996, ia masuk dalam daftar “Automotive Hall of Fame” dan pada tahun 2004 masuk dalam “European Automotive Hall of Fame”.
Teknik otomotif di Maybach berakhir pada tahun 1941. Namun, pada tahun 2002 nama legendaris tersebut terlahir kembali sebagai merek mewah yang pada saat itu bernama, Daimler Chrysler AG. Model seri 240 Maybach 62 dan sedan mewah Maybach 57 mendefinisikan kembali standar di puncak teknik otomotif.
Pada November 2014, Mercedes-Maybach S-Class (model seri 222) merayakan penayangan perdana dunianya. Sejak saat itu, merek ini dikenal sebagai kendaraan yang sangat eksklusif, memberikan tingkat kenyamanan yang unik dan desain yang elegan – berdasarkan teknologi mutakhir.
Debut Mercedes-Maybach S 600 Pullman (2015) dan S 600 Pullman Guard dengan perlindungan khusus (2016) juga menjadi pusat perhatian. Mercedes-Maybach S-Class model seri 223 telah melanjutkan tradisi yang luar biasa ini sejak akhir tahun 2020.
Mercedes-Maybach GLS 600 4MATIC juga merupakan bagian dari jajaran kendaraan eksklusif merek, dimana konsumsi bahan bakar gabungan 12.0 liter per 100 km dan emisi CO2 gabungan 275 gram per km.
Di Indonesia, Mercedes-Maybach S 560 saat ini dilengkapi dengan mesin 3.982 cc V8 bertenaga 469 hp dan tersedia dengan harga Rp. 6.715.000.000 (off-the-road).
Salah satu masalah yang kerap terjadi pada mobil yaitu munculnya karat. Ya, adanya karat pada mobil tak bisa dianggap enteng. Sebab, munculnya dapat merusak mobi Anda.
Seperti diketahui, karat yang menempel pada material berbahan logam terjadi karena adanya reaksi kimia atau korosi, sehingga lama kelamaan dapat mengakibatkan kerusakan mulai dari body hingga sasis mobil.
Bahkan tak sedikit yang menganalogikan, bahwa kemunculan karat, ibarat kanker di tubuh manusia. Dimana karat akan menyebar dengan cepat dan sulit diatasi jika sudah mencapai level parah.
“Jangan pernah remehkan karat karena begitu terdeteksi butuh tindakan segera agar tidak menjalar dan merusak bodi mobil,” ungkap After Sales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).
Oleh karena itu, Imansyah mengatakan, untuk mencegah karat pada mobil sebaiknya rajin lakukan pengecekan body mobil, termasuk melakukan pelapisan ulang anti karat di bagian yang membutuhkan.
Nah, OLXer yang ingin tahu bagaimana munculnya karat pada mobil Imansyah menjabarkan beberapa pemicunya, antara lain.
1. Dekat dengan pantai
Salah satu pemicu karat mudah tumbuh adalah kandungan mineral yang tinggi pada air laut. Makanya, pemilik mobil yang tinggal atau sering beraktivitas di wilayah dekat pantai harus lebih hati-hati merawat mobilnya karena sifat air laut yang korosif.
2. Air hujan
Air hujan yang juga mengandung mineral dan memiliki tingkat keasaman tinggi, terutama di wilayah perkotaan dengan level polusi tinggi.
3. Tabrakan
Benturan atau tabrakan yang membuat cat mobil terkelupas bisa menjadi asal muasal munculnya karat, kemudian tumbuh lantaran hilangnya lapisan pelindung bodi mobil.
4. Terkena kotoran
Kotoran seperti lumpur atau kotoran binatang yang dapat mengikis permukaan cat. Nah, jika permukaan cat hilang, maka kotoran dengan segala zat nya akan mengikis bagian logam, hingga muncul karat.
5. Penggunaan alat mencuci mobil
Ketika mencuci mobil perlu diperhatikan dengan baik, salah satunya penggunaan perlengkapan atau peralatan yang digunakan seperti sikat kawat atau cairan pembersih yang terlalu kuat dapat mengikis lapisan cat atau anti karat.
Cara mencegah karat
Nah, OLXer yang ingin mencegah karat muncul pada mobil, sebaiknya menjaga kebersihan mobil seoptimal mungkin. Apalagi, di tengah kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang.
Cara yang paling mudah yaitu rajin mencuci mobil sesering mungkin untuk memastikan sisa air hujan dan kotoran tidak menempel. Selain itu, pastikan mobil kering sempurna dan tidak lembab, terutama area kolong, celah dan sambungan di mobil yang merupakan bagian paling rawan karat.
Selain itu, perhatikan jika ada bagian mobil yang terkikis lapisan cat atau anti karatnya dan segera perbaiki. Termasuk untuk mobil yang pernah terlibat kecelakaan sehingga bodi baret atau penyok, segera diperbaiki dan jangan menunggu terlalu lama dengan alasan untuk menghemat biaya asuransi atau belum sempat.
Era kendaraan listrik sudah di depan mata. Karena itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustri terus melakukan upaya terobosan untuk mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.
Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, sejalan dengan tren dunia yang bergerak ke arah penggunaan kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan, pemerintah telah menetapkan target bahwa pada tahun 2025 produksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) mencapai 400 ribu unit untuk roda empat dan 1,76 juta unit roda dua.
“Target produksi ini akan terus meningkat hingga pada tahun 2030 yang akan mencapai 600 ribu unit roda empat dan 2,45 juta unit roda dua,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier di Jakarta, Kamis (18/2).
Kata Taufiek, sasaran tersebut ditetapkan dalam rangka mendukung pencapaian target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030. Selain itu, lanjut dia, hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama produsen otomotif dunia.
“Pengembangan kendaraan listrik bahkan diyakini dapat menarik investasi di sektor industri komponen utama seperti baterai, motor listrik dan power control unit (PCU) yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi,” jelas Taufiek.
Diketahui pemerintah juga telah mengeluarkan beleid untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik seperti Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 terkait percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan yang diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBLBB dalam negeri, pemberian insentif, penyediaan infrastruktur pengisian listrik dan pengaturan tarif tenaga listrik untuk KBLBB, pemenuhan terhadap ketentuan teknis KBLBB, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Selain itu, Kemenperin telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) serta Permenperin Nomor 28 Tahun 2020 terkait Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Keadaan Terurai Lengkap (CKD) dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap (IKD).
Taufiek menegaskan, akselerasi pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri juga dilakukan dengan meningkatkan awareness masyarakat. Salah satunya dilaksanakan melalui kerja sama antara Kemenperin dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) untuk melaksanakan pilot project “The Demonstration Project To Increase Energy Efficiency Through Utilization Of Electric Vehicle And Mobile Battery Sharing”.
Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Restu Yuni Widayati sempat mengatakan, jika proyek demonstrasi kendaraan listrik hasil kerja sama dengan NEDO Jepang bertujuan untuk mengenalkan kendaraan listrik dan teknologi battery sharing.
“Tentu saja akan mendorong tumbuhnya pasar sebagai basis pembangunan industri kendaraan listrik di dalam negeri,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Restu menyampaikan, pilot project ini tidak hanya berupa uji coba kendaraan listrik yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Bali, namun juga dilakukan studi kendaraan listrik oleh Konsorsium Institusi R&D Indonesia yang terdiri dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Udayana, serta Universitas Indonesia.
Menurutnya, proyek kendaraan listrik ini dilakukan melalui beberapa skema seperti penggunaan sepeda motor listrik oleh konsumen langsung (skema B to C), pegawai instansi pemerintah (skema B to B to C), pelaku bisnis (B to B), dan melibatkan sebanyak 300 unit kendaraan roda dua (EV bike), 1000 unit baterai, 40 unit baterai exchanger station (BEx Station) dan 4 unit kendaraan roda empat (Mikro EV).
Salah satu bentuk implementasi skema B to B to C, yaitu kerja sama penggunaan sepeda motor listrik dengan satuan kerja di lingkungan Kemenperin di Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.
“Pengguna akan merasakan pengalaman baru mengendarai sepeda motor listrik dan teknologi battery sharing yang memungkinkan para pengguna untuk melakukan penukaran baterai secara langsung pada baterai exchanger station tanpa waktu tunggu,” tutupnya.
Jumlah kasus pasien yang Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka lebih dari satu juta orang. Terus meningkatnya kasus ini, tentu saja seluruh masyarakat harus lebih patuh lagi menjalankan protokol kesehatan mulai dari mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak, hindari berkerumunan dan tetap di rumah.
Meluasnya pandemi Covid-19 ini rupanya membuat PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) ikut memutar otak untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19.
Ya, Santiko Wardoyo, Chief Operating Officer (COO) – Director HMSI Santiko Wardoyo, Hino jadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan komersial di Indonesia, yang telah melihat transformasi signifikan selama pandemi Covid-19 berlangsung.
“Mulai dari prosedur pengoperasian baru hingga ide – ide yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk kebutuhan kendaraan komersial selama pandemi ini. Gagasan inilah yang akhirnya kita cetuskan melalui kendaraan – kendaraan yang akan membantu dalam memerangi pandemi ini dan untuk Indonesia Bebas Covid-19,” ungkap Santiko dalam keterangan resminya.
Lantas bagaimana Hino ikut membantu pemerintah dalam pencegahan Covid-19?
Bertempat di Hino Total Support Centre yang berlokasi di Jatake, Tangerang, Hino menunjukan empat bus yang tak kalah canggih karena dilengkapi berbagai fitur pencegahan Covid-19. Mau tau apa saja? Berikut modelnya:
1. Hino Bus R260 Bio Smart & Safe Bus
Bus Hino R260 Bio Smart & Safe Bus
Bus Hino R260 Bio Smart & Safe Bus ini merupakan karya PO Sumber Alam yang bekerja sama dengan Karoseri Laksana dan dibantu oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) serta dipandu oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Alasan digunakan nama Bio Smart & Safe Bus, hal ini karena bus tersebut dirancang guna kebutuhan transportasi masyarakat di masa pandemi yang aman dan nyaman.
Kelebihannya, tidak hanya menerapkan kursi tempat duduk physical distancing dengan konfigurasi 1-1-1, namun diterapkannya desain sirkulasi udara laminar vertikal pada kabin, untuk udara yang lebih bersih karena adanya penyedot udara di bawah kursi penumpang atau Inlet AC.
Secara umum, AC akan menyedot udara dari atas, serta jalur keluarnya AC juga dari atas kepala penumpang, hal ini menimbulkan turbulensi udara. Sementara pada Bio Smart & Safe Bus ini penyedot udara berada di bawah, sehingga udara yang keluar dari louver AC bisa langsung turun dan terhisap oleh inlet AC yang ada di bawah untuk kemudian disterilkan lagi dengan HEPA filter dan UV-C light untuk menjadi udara yang lebih bersih.
Kata Anthony Steven H, Owner PO Sumber Alam, bus ini memiliki konsep untuk mengatur bagaimana sirkulasi udara di kabin menjadi lebih bersih, aman dan tentu saja lebih sehat.
“Jadi virus yang berkeliaran di dalam kabin dapat tersedot ke bawah dan tersaring dengan baik untuk menjadi udara yang lebih bersih di dalam bus. Selain itu material Nano Silver juga memberikan proteksi tambahan bagi penumpang, karena partikel ini akan membantu membunuh bakteri atau virus – virus yang menempel di dalam bus” Ungkap
2. Hino FC Bus – Bio Laboratorium – Mobile PCR Lab
Hino FC Bus Bio laboratorium atau Mobile Lab
Menggunakan sasis Hino FC Bus, bus ini layaknya bio laboratorium atau Mobile Lab yang didesain khusus mengikuti standar Biosafety Laboratory Level (BSL) II.
Bio Lab Bus didesain secara rinci dengan memperhatikan aspek keselamatan tenaga medis yang akan bekerja di dalamnya dan juga alur kerja beserta pembagian ruangan yang ditujukan untuk meminimalisir potensi kontaminasi terhadap sample.
Bio Lab bus menerapkan jalur masuk dan keluar terpisah, dan di desain dengan ruangan laboratorium yang juga terpisah. Ruangan yang terdapat pada bus ini antara lain changing room untuk menggunakan APD, setelah itu masuk ke anteroom, extraction room untuk analisis sampel pasien suspek Covid-19, PCR rom untuk melakukan analisis real time PCR.
Selain itu sirkulasi udara yang menggunakan Hepa Filter untuk menghasilkan tekanan negatif menghasilkan udara lebih bersih. Material dan peralatan-peralatan telah menggunakan standar laboratorium.
Secara keseluruhan, Biolab Bus ini telah dilengkapi teknologi yang memadai untuk operasional fasilitas kesehatan. Selain itu bus ini memiliki kapasitas untuk bekerja hingga 24 jam, dengan total jumlah analisis sampel hingga 576 tes setiap harinya.
3. Hino Flexicab Ambulans & PCR Lab
Hino Flexicab Ambulans
Hino Flexicab hadir dengan aplikasi ambulans untuk membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Microbus empat roda ini bermesin 4.000 CC dengan tenaga 110 PS sehingga sangat handal di medan berat termasuk di jalan lurus yang berjalan panjang. Hadir dengan ruang kabin yang luas dan sasis lebih panjang.
Hino Flexicab turut dilengkapi dengan suspensi khusus bus, floating body mounting dan stabilizer depan mampu memberikan kenyamanan dan kestabilan bagi pengendara dan penumpang di dalam nya, termasuk bagi pasien yang berada di dalam ambulans ini. Dengan profil sasis yang tebal dan kokoh.
Hino Flexicab memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) atau berat total kendaraan yang besar untuk membawa banyak muatan. Termasuk dapat digunakan sebagai PCR Lab berjalan yang hari ini turut juga HMSI tunjukan. Kendaraan ini sangat membantu pemerintah dalam meredam pandemi Covid-19 untuk tracing atau mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus COVID-19.
4. Ambulance
Hino Dutro Ambulans
Hino juga membuat mobil ambulans dari produk Hino Dutro 110 SDB. Ambulans ini akan sangat bermanfaat, terutama bagi pasien yang dipastikan positif dari lokasi pasien hingga ke IGD rumah sakit Covid-19.
Selain itu ambulans ini juga dapat dimanfaatkan oleh PMI untuk menunjang kegiatan atau program – program emergency PMI untuk melawan Covid-19.
Adapun Hino Ambulans ini didonasikan dalam rangka kegiatan Corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan berupa 1 unit ambulance kepada PMI.
Tidak hanya kepada PMI, Hino turut juga memberikan bantuan kepada anak autis. Hino Indonesia memberikan donasi one unit kendaraan Hino Dutro MDBL bagi transportasi siswa dan siswi YPAC Autism Center.
Bus ini akan sangat bermanfaat, terutama bagi siswa kurang mampu yang mengalami kesulitan perjalanan ke dan dari sekolah akibat minimnya sarana transportasi yang aman dan bus juga akan dipergunakan sebagai sarana transportasi kegiatan pembelajaran anak-anak autis di luar sekolah.
Daihatsu Sigra dan Ayla, jadi line up andalan PT Astra Daihatsu Motor selaku agen pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia. Kedua mobil ini termasuk model mobil yang memang banyak digandrungi konsumen di Tanah Air.
Baik Daihatsu Sigra maupun Ayla, sama-sama masuk golongan Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan. Hal ini karena keduanya juga masuk dalam syarat LCGC, yaitu mesin bensin hingga 1.200 cc wajib konsumsi bahan bakarnya minimal 20 km per liter atau emisi CO2 pada gas buang maksimal 120 gram per km.
Bicara soal mobil ramah lingkungan, ternyata bagi merek Daihatsu, semua produk yang dikembangkan harus tingkat emisinya serendah mungkin agar lebih ramah lingkungan. Selain itu, mobil-mobil yang dibuat Daihatsu haruslah produk terbaik dengan standar kualitas global berteknologi terkini, fun to drive, mudah dalam perawatan, harga terjangkau.
Hal inipun disampaikan langsung Executive Coordinator Engineering Division R&D (Research & Development) PT ADM Soni Satriya. Menurut dia, Daihatsu berkomitmen untuk memberikan produk dengan standar kualitas global yang terbaik untuk pelanggan, dan lingkungan.
“Kami berharap, pelanggan juga dapat menerapkan tips berkendara yang ramah lingkungan ala Daihatsu agar pelanggan dapat berkendara secara aman, nyaman, dan juga membawa dampak positif untuk lingkungan kita agar lebih sehat,” ungkap Soni, Jumat (19/2/2021).
Lebih lanjut, keseriusan Daihatsu dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan diimplementasikan melalui ternyata ada dua cara antara lain:
Pertama, dengan menyediakan fasilitas uji emisi yang terdapat di PT ADM, yang telah bersertifikasi internasional, dan menjadi satu-satunya fasilitas uji emisi yang terlengkap dan pertama di Indonesia sampai dengan EURO 6, sehingga Daihatsu menjamin semua modelnya telah lulus tes uji emisi dan ramah lingkungan.
Hal ini dibuktikan melalui produk ADM yang telah diekspor sampai ke 75 negara di dunia mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin dimana tiap negara memiliki regulasi standar emisi yang berbeda.
Kedua, menerapkan Green Technology secara global pada produk Daihatsu, seperti Super Intelligent Catalyst yang mampu melakukan self regeneration, sehingga bebas perawatan, penerapan platform baru berbasis DNGA (Daihatsu New Global Architecture).
Ya, dengan teknologi DNGA, maka kendaraan Daihatsu memiliki bobot yang lebih ringan, tangguh, dan hemat bahan bakar, serta penggunaan material yang tepat agar lebih ramah lingkungan sesuai dengan regulasi negara tujuan.
Nah, inilah yang membuat Daihatsu jadi salah satu brand terlaris di Indonesia dan jumlah peminatnya cukup tinggi.
Seperti diketahui, PT ADM sendiri selain Daihatsu Sigra dan Ayla, mereka memproduksi beberapa mobil lainnya di dalam negeri, seperti Xenia, Terios, Gran Max, hingga Luxio. Selain untuk merek Daihatsu, perusahaan jenama asal Jepang ini juga membuat beberapa mobil dengan merek Toyota seperti Avanza, Agya, Rush hingga Hiace.
Dengan beragam penyegaran ringan, sosok Mitsubishi Pajero Sport Facelift sudah cukup menarik perhatian. Ya, tampilan mobil bongsor ini memang sangat menggugah karena desain gagah dan terkesan mewah.
Tak heran meski sebelum mengalami ubahan seperti saat ini, Mitsubishi Pajero Sport yang dipasarkan di Indonesia sejak 2009, secara total keseluruhan telah terjual setidaknya 164.773 unit dan sudah beredar di jalanan.
Namun begitu, kalau OLXer yang ingin punya Mitsubishi Pajero Sport, perlu tahu juga kalau mobil penantang Toyota Fortuner ini memiliki enam varian, mulai dari tipe GLX (4×4) MT, Exceed (4×2) MT, Exceed (4×2) AT, Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT.
Ya, dengan bermacam-macam varian Pajero Sport yang dtawarkan, tentunya akan ada perbedaan di masing-masing model, termasuk harga jualnya. OLXer yang ingin tahu apa saja perbedaan masing-masing Mitsubishi Pajero Sport, berikut ulasannya:
Perbedaan tipe Mitsubishi Pajero Sport
Pajero Sport Dakar (4×2) AT dan Dakar Ultimate (4×2) AT. (Mitsubishi)
Secara garis besar, yang membedakan masing-masing tipe ini terdapat pada beberapa bagian mulai dari eksterior, interior, fitur dan mesin.
Eksterior
Sekilas, semua model Mitsubishi Pajero Sport ini memang terlihat sama. Padahal, jika lebih detail ada beberapa perbedaan seperti pada eksterior, di mana Pajero Sport tipe GLX (4×4) MT, Exceed (4×2) MT, dan Exceed (4×2) AT, masih menggunakan lampu-lampu jenis halogen, seperti pada lampu utama, hingga lampu kabut.
Mitsubishi Pajero Sport tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT memiliki bentuk lampu dibuat menumpuk seperti lampu sein, LED Active Cornering Lamp, dan LED Foglamp. (Mitsubishi)
Sebaliknya, Pajero Sport tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT lebih mewah dan juga keren. Ini karena sudah menggunakan lampu jenis LED. Lampu-lampu ini juga dibuat tiga tumpuk, seperti lampu sein, LED Active Cornering Lamp, dan LED Foglamp
Oia, pada tipe Dakar series juga sudah dilengkapi fitur Active Cornering Lamp, dimana lampu ini sangat bermanfaat ketika mobil dipacu di malam hari, karena lampu ini akan menerangi jalanan secara otomatis khususnya saat melewati jalur menikung atau berliku.
Mitsubishi Pajero Sport GLX (4×4) masih menggunakan velg berukuran 16 inci, sedangkan tipe Exceed (4×2) MT, Exceed (4×2) AT, Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT menggunakan velg ukuran 18 inci. (Mitsubishi)
Pada bagian kaki-kaki seperti velg, perbedaan hanya pada diameternya saja. Untuk tipe GLX (4×4) masih menggunakan velg berukuran 16 inci, sedangangkan tipe Exceed (4×2) MT, Exceed (4×2) AT, Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT sudah dipasang velg ukuran 18 inci, sehingga tampil lebih sangar.
Selain itu, tipe Pajero Sport tipe GLX (4×4) MT, Exceed (4×2) MT, dan Exceed (4×2) AT velg nya masih bermaterial alloy single tone wheel, sedangkan untuk tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT masih alloy tapi desainnya two tone.
Mitsubishi Pajero Sport tipe Dakar Ultimate (4×2) AT dan Dakar Ultimate (4×4) AT sudah menggunakan fitur Power Back Door dengan cara Kick Sensor untuk membuka pintu belakang. (Mitsubishi)
Belum lagi untuk membuka pintu belakang, Pajero Sport tipe Dakar Ultimate (4×2) dan (4×4) AT sudah menggunakan Power Back Door yang diaktifkan dengan metode 'Kick Sensor', sehingga mempermudah OLXer saat membawa banyak barang namun sulit membuka pintu. Maka dari itu, untuk membuka pintu bagasu belakang, OLXer cukup menggerakan kaki ke bawah bumper, kemudian pintu secara otomatis akan terbuka.
Interior
Saat hendak masuk ke dalam kabin, untuk membuka pintu Pajero Sport cukup menggunakan Mitsubishi Remote Control. Tapi maaf, fitur ini hanya tersedia pada tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT.
Adapun Mitsubishi Remote Control dapat digunakan dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi pada smartphone. Dengan fitur ini, OLXer dapat membuka dan menutup bagasi secara otomatis hanya menggunakan telepon genggam. Manfaat fitur ini juga bisa mendapatkan informasi seputar kondisi kendaraan, konsumsi bahan bakar, hingga jadwal servis berkala.
Fitur Electronic Parking Brake with Auto Hold yang ada pada tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT. Untuk tipe Dakar Ultimate (4×4) juga dilengkapi Hill Descent Control (HDC). (Mitsubishi)
Untuk tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT, pada bagian lingkar kemudi, tuas transmisi dan jok sudah dibalut kulit. Lebih keren nya lagi, pada tiga varian ini sudah dilengkapi fitur Electronic Parking Brake with Auto Hold, dimana fitur ini memudahkan pengemudi saat menarik rem parkir hanya dengan sentuhan jari.
Sementara itu, yang membedakan sistem audio Pajero Sport yaitu GLX (4×4) MT masih menggunakan wide 2DIN, sedangkan Exceed (4×2) MT dan Exceed (4×2) AT sudah dipasang layar sentuh berukuran 7 inch.
Tampilan head unit Dakar Ultimate (4×2) AT dan Dakar Ultimate (4×4) AT sudah menerapkan layar sentuh 8 inch ditambah enam unit speakers.
Adapaun untuk tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT sudah menerapkan layar sentuh 8 inch ditambah enam unit speakers. Tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT juga sudah dilengkapi dengan kamera mundur. Adapun untuk tipe Dakar Ultimate (4×4) AT lebih canggih karena dibenamkan Multi Around View Monitor yang mengaplikasikan empat kamera.
Power Outlet AC220V/150 W ada di Mitsubishi Pajero Spot
Selain itu ada juga Power Outlet dengan tegangan besar 150 Watt/220 Volt. Dimana fitur ini sangat bermanfaat untuk mendapatkan kebutuhan daya listrik besar tidak hanya ingin mengisi baterai smartphone.
Untuk tipe Dakar 4×2 sudah dilengkapi layar monitor 9 inch di atap pada baris kedua, sedangkan tipe Dakar 4×4 sudah terpasang sunroof, sehingga memberikan kesan mewah, karena mampu memandang indahnya atap langit dari dalam mobil.
Fitur Keamanan dan Keselamatan
Tampilan lingkar kemudi dan dashboard Mitsubishi Pajero Sport 4×4 AT. (Mitsubishi)
Menyoal fitur keamanan dan keselamatan, semua tipe Mitsubishi Pajero Sport sudah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Force Distribution (EBD), ISOFIX Child Seat, serta immobilizer.
Semua model Pajero Sport sudah dilengkapi dengan airbag. Hanya saja jumlahnya berbeda, seperti tipe GLX (4×4) MT, Exceed (4×2) MT dan Exceed (4×2) AT hanya dua airbag. Sementara Mitsubishi tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT, sudah dilengkapi 7 airbags.
Tampilan belakang Mitsubishi Pajero Ultimate (4×4) AT. (Mitsubishi)
Mitsubishi tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT, juga lebih lengkap fitur standarnya, seperti adanya Brake Assist, Active Stability & Traction Control, Hill Start Assist (HSA), Trailer Stability Assist (TSA), dan Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS).
Tapi, yang lebih lengkap lagi adalah tipe Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT karena sudah dijejali fitur Forward Collision Mitigation System (FCM), Blind Spot Warning (BSW), Lane Change Assist (LCA), hingga Rear Cross Traffic Alert (RCTA).
Mesin
Pajero Sport tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT, sudah dijejali mesin 2.4 Liter 4N15 MIVEC Turbocharged, yang mampu menghasilkan daya 178 Tk pada 3.500 rpm dan torsi 430 Nm pada 2.500.
Untuk mesin Pajero Sport tipe GLX (4×4) MT, Exceed (4×2) MT, Exceed (4×2) AT, masih menggunakan mesin 4D56 Common Rail Turbocharged, berkapasitas 2.5 L, yang menghasilkan tenaga pada 134 Tk pada 4.000 rpm dan torsi 324 Nm pada 2.000 rpm. Semua tenaga ini disalurkan ke penggerak roda dengan transmisi lima percepatan.
Sedangkan untuk Pajero Sport tipe Dakar (4×2) AT, Dakar Ultimate (4×2) AT, dan Dakar Ultimate (4×4) AT, sudah dijejali mesin 2.4 Liter 4N15 MIVEC Turbocharged, yang mampu menghasilkan daya 178 Tk pada 3.500 rpm dan torsi 430 Nm pada 2.500. Hasil tenaga yang dikeluarkan, didukung dengan 8 kecepatan.
Berikut beberapa perbedaan masing-masing tipe Mitsubishi Pajero Sport
Tampilan kabin Mitsubishi Pajero Sport Facelift Dakar Ultimate 4×2. (Mitsubishi)
News.OLX.co.id – Di tengah kondisi pandemi yang berlangsung sepanjang 2020 lalu, hampir semua merek kendaraan mengalami tantangan cukup berat dengan menurunnya angka penjualan mobil baru, tak terkecuali dengan merek Suzuki.
Kendati seperti itu, Suzuki masih bisa menghasilkan catatan positif di sektor penjualan kendaraan niaga ringan dengan penjualan Suzuki New Carry Pick Up yang terus mendominasi sepanjang tahun.
Di sektor digital, Suzuki semakin memperkuat aplikasi mobile My Suzuki yang hadir semakin memudahkan konsumen dalam mengakses layanan. Sepanjang 2020 tercatat ada peningkatan hingga 57 persen dibandingkan tahun 2019 untuk konsumen Suzuki yang memanfaatkan aplikasi My Suzuki melakukan pembelian suku cadang resmi.
“Adanya pembatasan aktivitas sebagai dampak dari pandemi memperkuat perubahan pola konsumsi pelanggan dari konvensional ke daring. Maka dari itu, kami mengoptimalkan aplikasi My Suzuki sebagai salah satu alternatif pembelian suku cadang resmi Suzuki yang cepat, mudah, dan aman. Hasilnya, selama periode Januari-Desember 2020, My Suzuki berhasil meningkatkan transaksi penjualan hingga 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019,” ucap Christiana Yuwantie, Sparepart Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dalam keterangan tertulis, Selasa (16/2/2021).
Adapun alasan semakin banyaknya konsumen Suzuki memanfaatkan aplikasi mobile My Suzuki karena tampilan yang user-friendly serta punya banyak fitur menarik yang memudahkan konsumen melakukan transaksi.
Termasuk di dalamnya transaksi pembelian suku cadang asli, ECSTAR, Suzuki Genuine Oil, hingga Chemical Oil, dimana konsumen juga dengan mudah menanyakan ketersediaan barang yang diinginkan melalui fitur chat.
Ragam pilihan jenis pembayaran serta pengiriman suku cadang yang bisa dikirim ke rumah atau pengambilan di dealer terdekat yang sudah tersebar di area Jabodetabek, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali juga menjadi bagian dari keunggulan aplikasi My Suzuki.
Bagi konsumen pemilik kendaraan Suzuki yang belum punya aplikasi ini, segera download My Suzuki di Play Store atau Apps Store.