Rabu, September 30, 2026
Beranda blog Halaman 1425

3 Cara Grab Operasikan Ojek dan Taksi Online Saat New Normal

0

Grab, jadi salah satu jasa transportasi yang kian populer baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Bahkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona, Grab yang menggunakan aplikasi online berinovasi agar saat Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal sejumlah mitra bisa beroperasi kembali.

Ya, Grab baru saja meluncurkan GrabProtect, dimana mereka menerapkan protokol keamanan dan kebersihan untuk meminimalisir resiko penyebaran Covid-19 yang ada pada sebuah transportasi. GrabProtect dilengkapi dengan fitur keamanan, peralatan kebersihan, serta aturan keamanan terbaru yang menjadi standar terbaik dalam industri ride-hailing.

Menurut Regional Head of Operations, Grab. Russell Cohen, pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri. 

“Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan mendorong perilaku bersih yang lebih baik sebelum perjalanan dimulai,” kata Russell.

Lalu apa itu GrabProtect?

GrabProtect diklaim memastikan pengguna dalam keadaan sehat dan telah mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan sebelum melakukan perjalanan, memberikan mereka kesempatan untuk membatalkan dan memberikan tanggapan kepada Grab jika mitra pengemudi tidak menggunakan masker.

Selain itu, dengan GrabProtect  meningkatkan praktik menjaga keamanan dan kebersihan seperti membersihkan tangan secara rutin dan menggunakan metode pembayaran non-tunai (cashless payment). 

Adapun beberapa langkah yang akan diterapkan Grab antara lain:

1. Teknologi kesehatan online dan mask selfie

Grab akan meluncurkan dua fitur in-app terbaru, formulir deklarasi kesehatan dan kebersihan online dan fitur pengecekan masker via selfie di seluruh pasar Grab mulai akhir bulan Juni.

Sejak adanya penyebaran virus Covid-19, Grab memiliki Aplikasi Mitra Pengemudi Grab, di mana fitur ini memiliki pemeriksaan kesehatan dan kebersihan secara  online ini akan mengharuskan mitra pengemudi dan pengantaran. Penumpang juga dapat memastikan mereka tidak menunjukkan gejala Covid-19 dan mematuhi langkah-langkah keamanan serta kebersihan yang diperlukan, sebelum mereka mulai mengemudi, mengantarkan pesanan, atau memesan kendaraan.

Mitra pengemudi dan pengantaran juga diminta untuk mengambil selfie dengan menggunakan masker pada fitur mask selfie (pengecekan masker via selfie) setelah melengkapi formulir deklarasi.

2. Melengkapi kendaraan dengan partisi plastik dan peralatan kebersihan

Grab buat partisi untuk mitra selama New Normal

Grab dan produsen distributor mencoba memudahkan para mitra dalam membeli produk kebersihan dengan harga terjangkau. Ya, Grab telah membentuk armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect yang dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan mitra pengemudi.

Grab juga akan memasang partisi plastik dan mendistribusikan lebih dari 10.000 peralatan kebersihan yang terdiri dari hand sanitizer, desinfektan kendaraan, masker wajah untuk mitra pengemudi GrabCar Protect selama sebulan mendatang. 

Dalam beberapa minggu kedepan, Grab juga menyiapkan partisi plastik dan menyediakan peralatan kebersihan ini kepada lebih dari 8.000 kendaraan GrabBike.

3. Penumpang dan Mitra Pengemudi dapat membatalkan perjalanan

Penumpang dan Mitra Pengemudi dapat membatalkan perjalanan. Hanya saja hal ini bisa dilakukan jika mereka tidak memenuhi aturan. Selain itu, para mitra pengemudi dan mitra pengiriman Grab diwajibkan untuk menggunakan masker setiap kali mereka melakukan perjalanan dengan platform Grab. 

Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra pengemudi dan penumpang dapat membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai, dengan memilih ‘pengemudi/penumpang tidak memakai masker (driver/passengers did not wear a mask)’ sebagai alasan pembatalan. Grab tidak akan memberikan denda untuk alasan pembatalan ini.

Grab juga telah memperbarui fitur penilaian dan tanggapan serta Pusat Bantuan dalam aplikasi dengan opsi baru untuk pelaporan terkait kesehatan dan kebersihan. 

Fitur ini memungkinkan para pengguna untuk memberikan tanggapan kepada Grab apabila mitra pengemudi terlihat tidak sehat atau tidak menggunakan masker selama perjalanan. Grab memonitor tanggapan ini dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan kesehatan para penggunanya.

 

Mau Punya VW Combi Budget Rp 70 Jutaan, Bisa?

1

Volkswagen Type 2 atau yang akrab disapa VW Combi jadi salah satu mobil yang cukup melegenda, karena mobil yang digarap pabrikan otomotif jenama Jermab ini sudah ada sejak 1950. 

Penggunaan nama VW Type 2 sendiri ternyata diambil karena mobil ini jadi produk kedua yang diluncurkan VW setelah Type 1 yang tak lain dan tak bukan merupakan Beetle atau disebut VW Kodok.

VW Combi juga ternyata ada sejarahnya. Sebab, sebutan VW Type 2 yang resminya disebut Transporter atau Kombinations Kraft Wagen dan disingkat dengan nama Combi atau Kombi.

VW Combi juga desainnya memang unik. Bahkan bentuknya yang mirip roti tawar karena panjang dan menggelembung, ternyata dianggap mudah diingat. Tak hanya itu, kemunculan VW Combi juga disebut-sebut merupakan cikal bakal munculnya mobil-mobil van cargo atau mobil penumpang modern.

Pamor VW combi memang tak terbantahkan. Sebab, jenis mobil ini kerap kali mondar-mandir di layar kaca sebagai kendaraan yang asyik digunakan saat kemping bersama keluarga atau teman sejawat. 

Tak hanya itu, bentuk yang besar, panjang, unik dan klasik membuat VW Combi jadi buruan konsumen yang ingin membuka usaha seperti halnya food truck. 

Nah, bicara soal VW Combi, kebetulan sekali, di situs jual beli OLX.co.id ada beberapa model mobil tersebut yang kini sedang mencari pemilik baru.

Untuk soal harganya memang sangat bervariasi, ada yang menjual di angka Rp 50 jutaan, Rp 80 jutaan, Rp 100 jutaan, Rp 120 jutaan, Rp 160 jutaan sampai ada juga yang melego hingga Rp 300 jutaan. 

Tentu saja harga VW Combi bekas ini dipasaran tak bisa diprediksi, karena ada beberapa faktor, mulai dari tahun produksi, jarak tempuh, hingga yang pasti kondisinya.

Sebab, bukan tak mungkin satu mobil yang dibuat dengan tahun produksinya sama, tetapi harganya bisa berbeda jauh karena kondisinya tidak sama. Belum lagi wilayah atau domisili si penjual terkadang ikut mempengaruhi harganya.

OLXer yang ingin mencari VW Combi bekas lebih banyak bisa lihat di sini.

 

Begini Sosok Batmobile, Mobil Batman yang Dipakai Robert Pattinson

0

Kabar film Batman terbaru yang rencananya akan dirilis pada Juni 2021, terpaksa harus dijadwal ulang menjadi Oktober 2021.Penundaan tayang oleh Warner Bros yang memproduksi film manusia kelelawar tersebut dikarenakan saat ini masih terjadi pandemi Covid-19. 

Bicara soal film Batman terbaru yang dibintangi Robert Pattinson yang berperan sebagai Bruce Wayne, memang cukup membuat penasaran. Pasalnya banyak yang ingin tahu seberapa hebat pemeran Edward Cullen dalam film Twilight itu menggantikan Ben Affleck yang menjadi Batman di sekuel sebelumnya. 

Selain itu, rasa penasaran akan film The Batman tak lain  tunggangan atau mobil apa yang digunakan sang pahlawan kota Gotham!

Nah, setelah sempat wujud Batmobile (mobil Batman) dibocorkan oleh sang sutradara, Matt Reeves dengan gambar kurang cahaya l di akun Twitter pribadinya @mattreevesleLA pada 5 Maret 2020, kali ini, sosok batmobile semakin terlihat jelas. 

Batmobile
Sosok Batmobille di film Batman dibocorkan dalam akun Twitter @TheBatRobert. 

Ya, sebuah akun Twitter @TheBatRobert memperlihatkan sosok Batmobile dalam empat angle foto yang berbeda. Bahkan menurut Motor1, foto-foto Batmobile ini akan menjadi teaser sebelum resmi dirilis nanti.

Masih menurut Motor1, sosok Batmobile terbaru ini temanya menggunakan mobil berotot, seperti dalam film Mad Max. 

Akan tetapi, jika dilihat lebih detail, wajah mobil yang digunakan Batman nanti menggabungkan sosok Dodge Charge pada bagian kap, bagian atap mobil dari Ford Mustang, serta desain sabuk pengaman buatan Chevrolet Camaro.

Sedangkan untuk jantung pacunya diperkirakan menggunakan mesin V8 yang notabene nya sangar buas. 

Tentu saja, jika melihat Batmobile di seri The Dark Knight, terjadi banyak kontroversi. Hal tersebut tak sedikit yang mengira bahwa mobil Batman terjadi kemunduran. 

Tapi tunggu dulu, sang sutradara, mensetting background film Batman terbaru ini di era 90-an. Dimana mobil-mobil berotot justru masih menjadi primadona.

 

Ambulans Berbasis Suzuki APV Laris Manis

0

Di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, mobil ambulans menjadi kendaraan dengan mobilitas yang cukup tinggi. Kendaraan ini berfungsi untuk membawa peralatan medis untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien di luar rumah sakit atau memindahkan pasien ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Kendaraan yang identik dengan warna putih bersih ini selalu dilengkapi dengan sirene agar bisa menembus kemacetan lalu lintas demi bisa mencapai rumah sakit dalam waktu yang singkat.

Dari cerita sejarah, konsep ambulans tercetus pertama kali oleh Knights of St John usai menerima pengajaran perawatan pertolongan pertama dari dokter Arab dan Yunani.

The Knights of St John kemudian bertindak sebagai pekerja darurat pertama, mengobati tentara di kedua sisi perang di medan perang dan membawa yang terluka ke tenda terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Aplikasi ambulans bisa dilakukan pada berbagai jenis kendaraan, bahkan pada pesawat atau helikopter sekalipun. Tahun 1950-an Amerika Serikat menjadi pelopor helikopter-ambulans selama perang Korea berlangsung. 

Sementara aplikasi pada kendaraan roda empat, sudah banyak merek mobil yang mendedikasikan produksinya untuk jenis kendaraan ambulans. Salah satu contohnya adalah merek Suzuki dengan model APV.

Di tengah lesunya pasar otomotif akibat pemberalkuan PSBB, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ternyata mampu meraih hasil positif untuk penjualan model APV. 

Di kuartal I tahun ini penjualannya mencapai 1.399 unit dengan mayoritas penggunaan sebagai ambulans. 

“Di tengah pandemi ini, Suzuki APV mendapat respons positif, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Ini terlihat dari terus meningkatnya angka penjualan sebanyak 262 unit di bulan Januari menjadi 358 unit di bulan April, sehingga secara kumulatif total penjualan APV selama kuartal I sebanyak 1.399 unit. Angka penjualan tersebut didominasi oleh kebutuhan pelanggan yang menjadikan APV sebagai ambulans terutama oleh pemerintah,” terang Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS dalam keterangan tertulis resmi Suzuki, Kamis (28/5/2020). 

Dari 1.399 unit APV terjual, 74 persen guna kebutuhan ambulans dimana 88 persen permintaan datang dari sektor pemerintahan seperti Dinas Kesehatan, Dana Desa, Pemerintah Daerah, Rumah Sakit Daerah.

Sementara di sektor lainnya, Suzuki APV digunakan sebagai ambulans untuk kegiatan CSR (Customer Social Responsibility Program) pada beberapa perusahaan, kendaraan ekspedisi, sewa mobil, dan ambulans untuk rumah sakit swasta. 

“Kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada Suzuki APV.  Tentunya, kami sangat bangga bahwa Suzuki APV dapat memenuhi kebutuhan serta mendampingi salah satu garda terdepan, yaitu tenaga medis, dalam melawan Covid-19. Hal ini semakin memotivasi kami untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan akan produk dan pelayanan yang berkualitas,” tutup Dony.

Suzuki APV sebagai ambulans sudah didukung oleh fitur-fitur seperti: Covid Stretcher, LED Strobo, Vynil Floor, Doctor Seat, Medical Cabinet, Regulator Oxygen dan beberapa spesifikasi perlengkapan medis lainnya yang menjadikan Suzuki APV sebagai kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dalam menangani kondisi di bidang kesehatan saat ini. 

5 Mobil Sedan “Look Like a Boss” Seharga Rp 50 Juta

0

Ada sebuah pemikiran yang berkembang di masyarakat Indonesia yang menurut OLX sangat aneh. Pasti kalian penasaran pemikiran apakah itu?

Nih OLX kasih tau….. Bagi orang awam, siapapun yang punya mobil sedan pasti dianggap orang kaya. Atau paling tidak punya jabatan tinggi di tempat kerjanya.

Padahal mungkin jenis mobil sedan yang dimiliki orang tersebut bisa jadi hanya mobil sedan bekas taksi ataupun mobil sedan dengan fitur yang minim dibandingkan dengan mobil jenis lainnya.

Setuju nggak dengan pernyataan tersebut? 

Salah satu pertimbangan mengapa jenis sedan dianggap mobil kelas atas adalah karena beban pajak yang lumayan tinggi dibanding mobil jenis lainnya.

Ini merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013, dimana disebutkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN-BM) untuk sedan di bawah 1,5 liter adalah 30 persen, di atas itu 40-75 persen. 

Sementara segmen-segmen lain dengan kapasitas mesin yang sama hanya dikenakan pajak sebesar 10 persen saja. 

Yang pada intinya, ketika kalian memutuskan untuk memiliki sebuah mobil sedan, maka harus siap untuk membayar pajak lebih besar dibanding mobil jenis MPV, SUV atau jenis mobil penumpang lainnya.

Paradigma ini lalu berkembang bahwa hanya level bos-lah yang sanggup untuk membeli sebuah mobil sedan.

Kelebihan Mobil Sedan

Kondisi itu tidak lantas membuat popularitas mobil sedan jadi menurun. Sebagian pecinta mobil di Indonesia masih sangat menggemari mobil sedan, meski dalam kondisi bekas.

Alasannya karena jenis mobil yang satu ini punya banyak keunggulan dibanding jenis mobil lainnya. Keunggulan mobil sedan tersebut antara lain: 

Punya Posisi Duduk Lebih Nyaman

Sedan menawarkan posisi duduk yang lebih nyaman dibandingkan mobil jenis lainnya. Kenyamanan ini berlaku bagi pengemudi, maupun penumpang di bangku depan dan belakang.

Punya Fitur Keselamatan Lebih

Selain nyaman, model sedan juga dianggap lebih aman dengan segudang fitur keselamatan. Sebagai informasi, mobil jenis sedan adalah model pertama yang dibekali dengan berbagai fitur keselamatan.

Punya Aerodinamika yang Lebih Baik

Selain aman dan nyaman, model sedan juga menawarkan stabilitas lebih baik dibandingkan jenis mobil lainnya juga handling yang jauh lebih stabil.

5 Daftar Mobil Sedan Harga Rp 50 Juta 

Jika kalian penggemar mobil jenis sedan tapi merasa berat dengan harga mobil sedan keluaran terbaru, salah satu opsi agar tetap bisa bergaya layaknya seorang bos, adalah dengan membeli mobil sedan bekas lansiran tahun 90an akhir hingga 2000 awal. 

Ada banyak pilihan yang bisa kalian dapatkan dengan harga yang cukup murah, kisaran Rp 50 juta. Berikut 5 merek atau model sedan yang kami rekomendasikan :  

1. Honda Accord VTiL

Honda Accord merupakan mobil sedan kompak hingga ukuran menengah (mid-size) yang dibuat oleh Honda sejak tahun 1976, dan dipasarkan secara luas pada berbagai pasar otomotif di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Menjadi salah satu model sedan Honda terlaris sepanjang masa, Accord kini sudah diproduksi dalam 10 generasi.

Untuk harga pasaran Accord lansiran 2000 banyak ditawarkan dengan harga rata-rata Rp 50 juta-an. Tentu harga tersebut sangat terjangkau bagi kalian.

Model sedan laris ini dilengkapi dengan mesin berkapasitas 2.4L, 4 silinder segaris SOHC 16 katup VTEC. Tenaga maksimum mencapai 150 hp di 5.700 rpm dengan torsi puncak 205 Nm di 4.900 rpm.

Sistem peredam di dalam kabin cukup maksimal dengan bagasi yang luas sebagai keunggulannya.

2. Mitsubishi Galant

Di masa kejayaannya, model sedan yang satu ini cukup banyak menarik perhatian para penyuka otomotif. Desainnya atraktif dan menjadi sedan kelas atas bagi pabrikan Mitsubishi Motors.

Mitsubishi Galant lebih dikenal orang dengan sebutan Galant Hiu karena desain depannya yang memang identik dengan kepala Hiu, hewan predator paling buas di lautan.

Berbekal mesin 2.5L V6 menjadikan mobil ini sebagai yang tercepat di jamannya. 

Belum lagi fitur yang diusung sangat mewah dan canggih. 

Kalian bisa menemukan Mitsubishi Galant lansiran 2001 dengan banderol kisaran Rp 50 juta-an di OLX.

3. Toyota Camry XV20

Di tahun 1998 Toyota Indonesia resmi menghentikan penjualan Corona Absolute. Sebagai gantinya pabrikan mobil Jepang ini menggantinya dengan Camry XV20.

Varian sedan ini termasuk sedan tergolong paling nyaman dan juga mewah.

Mengusung mesin 5S-FE 14 SOHC berkapasitas 2.2L Toyota Camry XV20 menawarkan tenaga serta torsi yang besar. 

Harga pasaran di segmen mobil bekasnya juga bermain di angka banderol antara Rp 50 juta-an atau lebih-lebih sedikit. 

Kalian bisa dengan mudah menemukan Toyota Camry XV20 di OLX.

4. BMW 528i

Sedan premium ini meluncur di Indonesia pada tahun 1996 bersama dengan BMW 523i E39. Hanya berbeda di sektor interior, tapi untuk eksterior tidak jauh berbeda. 

Mesin yang dibawanya adalah mesin single Vanos yang mempunyai kode M52B28 dengan kapasitas 2.8L. Tenaga maksimal yang dihasilkan sebesar 190 Hp di 5.300 rpm dan torsi puncak 280 Nm/ di putaran 3.950 rpm.

Seri 528 menjadi pelopor hadirnya fitur canggih dalam kabin dari semua jajaran BMW seri-5. Mulai dari AC digital dengan climate control, electric tilt reach-rake dan kursi elektrik. 

Mobil pilihan bos-bos ini juga bisa kalian beli dengan harga cukup murah, yakni sekira Rp 50 juta-an. Bisa cek langsung di OLX.

5. Peugeot 406

Mobil sedan asal Eropa ini juga termasuk jenis yang sangat nyaman dengan tampilan eksterior cukup modern pada jamannya. 

Fitur keselamatan sudah ada Anti-lock Braking System (ABS), Power Window, Power Steering dan 4 buah Airbags. 

Dibekali mesin berkapasitas 2.0L, 4 silinder segaris 16 katup DOHC, dorongan tenaganya mencapai hingga 135 hp di putaran 5.500 rpm dengan torsi 187 Nm pada putaran 4.200 rpm.

Sedan ini termasuk salah satu yang OLX rekomendasikan bagi kalian yang ingin “look like a boss” dengan pasaran mobil bekasnya di angka Rp 50 juta-an.

Nah, demikian 5 daftar mobil sedan berbanderol Rp 50 juta yang bisa menjadikan pemiliknya layaknya bos besar. 

 

Pabrik Suzuki di Indonesia Mulai Beroperasional Penuhi Pasar Luar Negeri

0

Jika Nissan memutuskan untuk menutup pabriknya di Indonesia dan lebih memilih Thailand sebagai basis produksi modelnya untuk kawasan ASEAN, Suzuki justru mengumumkan pembukaan kembali pabriknya di Indonesia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) sejak 13 April hingga 22 Mei 2020 lalu menghentikan sementara kegiatan pabriknya untuk mengikuti kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

Secara bertahap mulai 26 Mei 2020 kemarin, Suzuki Indonesia kini mulai mengoperasikan kembali pabrik untuk memenuhi kebutuhan ekspor dikarenakan pasar internasional sudah mulai berangsur pulih dari dampak pandemi. 

“Pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar volumenya bisa ditingkatkan. Kami juga memastikan tetap menjalankan Suzuki Hygiene Commitment dan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah untuk seluruh karyawan dalam pengoperasian pabrik. Ini adalah langkah kami untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau New Normal sambil terus mendukung perekonomian Indonesia,” ungkap Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020). 

Namun Suzuki tidak secara serentak mengoperasikan ketiga pabriknya yang ada di Indonesia. Pabrik Suzuki Tambun 2 untuk sementara belum beroperasi. Hanya pabrik yang ada di Cakung, Cikarang, dan Tambun 1.

“Pabrik Tambun 2 merupakan lokasi produksi model-model yang lebih banyak ditujukan untuk pasar domestik, seperti New Carry Pick Up, APV, dan Karimun Wagon R. Jadi sementara belum akan beroperasi,” tulis Suzuki dalam siaran pers.

Untuk pabrik yang sudah mulai beroperasi, Suzuki memastikan seluruh kegiatan operasional dipantau dengan ketat dan memenuhi regulasi pemerintah mengenai physical distancing. 

Karyawan akan dipastikan untuk mengenakan masker, selalu mencuci tangan, hingga menjaga jarak aman dengan karyawan lainnya. 

Salah satu caranya dengan membagi jadwal makan siang di pabrik menjadi 2 shift serta membuat sekat di atas meja makan. 

Di beberapa lokasi kerja yang tidak memungkinkan untuk dilakukan physical distancing, seperti line production, dipasangi sekat di antara karyawan untuk meminimalkan risiko penularan virus.

“Kami berupaya dengan optimal mendukung perekonomian Indonesia dan memprioritaskan kualitas layanan untuk pelanggan. Namun, keselamatan dan kesehatan karyawan juga tetap menjadi fokus kami. Kami harap keputusan ini adalah yang terbaik untuk semua pihak pada saat pandemi Covid-19 ini,” tutup Itayama.

Bersiap New Normal, Lakukan Pengecekan Ini Pada Mobil yang Terparkir Lama

0

Rasanya cukup lama juga kita menjalankan rutinitas sehari-hari dengan di rumah saja tanpa kemana-mana. Hitungan bulan kurang lebih sudah sejak tiga bulan lalu kita menjalani yang namanya work from home atau WFH kemudian berlanjut aturan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. 

Bosan? Sudah pasti…. Tapi demi menjaga kesehatan kita bersama sekaligus upaya untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19, hal tersebut merupakan langkah terbaik. Disamping tetap menjaga pola hidup sehat seperti mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin, serta menggunakan masker bila terpaksa harus berada di luar rumah.

Tapi kemungkinan besar sebentar lagi kita akan terlepas dari aturan PSBB. Karena pemerintah berencana melakukan relaksasi sosial yang disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal. 

Pemerintah mulai  memberikan ruang pada masyarakat untuk memulai aktivitas seperti biasa namun disertai protokol kesehatan yang ketat.

Tentu ini menjadi kabar menggembirakan bagi kita semua. Artinya semua orang akan memulai kehidupan normal, beraktivitas seperti biasa dengan berbagai syarat mutlak yang harus dipatuhi.

Sebelum masuk ke babak tersebut, ada baiknya para pemilik mobil yang sudah lama parkir di garasi rumah melakukan berbagai pengecekan untuk memastikan mobil dalam kondisi baik-baik saja dan siap diajak beraktivitas kembali.

Ada beberapa rangkaian pengecekan mobil yang disarankan oleh Auto2000 sebagai dealer resmi mobil Toyota terbesar se-Indonesia. Yuku kita simak apa saja rangkaian pengecekan tersebut;

1. Sebelum Menyalakan Mesin 

Yang pertama adalah pengecekan kendaraan sebelum menyalakan mesin. Ada beberapa bagian mobil yang perlu diperhatikan. Mulai dari tekanan angin pada ban. Pastikan tekanan angin normal tidak kurang atau kempis, karena akan sangat membahayakan jika dipaksa berjalan dalam kondisi ban kurang angin. 

Pemeriksaan tersebut tidak hanya untuk empat ban yang terpasang saja, tapi juga berikut ban serepnya. 

Pastikan juga semua penghalang atau pengganjal ban di kolong mobil sudah disingkirkan. Yang paling penting adalah menengok kolong mobil untuk memastikan tidak ada binatang seperti kucing atau anjing yang tidur di bawah kolong mobil atau yang masuk dalam spotbar. 

Bagian lain yang harus diperiksa adalah mesin. Buka kap mesin dan periksa ketinggian oli mesin lewat dipstick. Pastikan ketinggian oli mesin berada di antara high dan low. Perhatikan pula warna dari oli mesin, bila warnanya berubah seperti kopi susu, segera ganti karena ada risiko terkontaminasi oleh air. Meskipun mobil tidak dipakai, ganti oli wajib mengikuti waktu yang ditentukan oleh buku pedoman service.

Selain oli, beberapa bagian lain yang jangan sampai luput adalah air radiator, washer wiper, minyak rem, dan air aki. Pastikan cukup dan tidak ada kebocoran yang bisa menimbulkan masalah. 

Periksa kondisi terminal aki, sambungan dan jalur kabel karena ada risiko digigit tikus saat dibiarkan di dalam garasi, lanjut kekencangan fan belt untuk menjamin semua dapat beroperasi dengan baik saat dipakai.

2. Setelah Menyalakan Mesin

Langkah selanjutnya adalah masuk ke dalam kabin, kemudian putar kunci ke posisi ON. Tapi sebelum lanjut, coba nyalakan klakson, lampu utama mobil serta perhatikan lampu indikator. Pastikan semua berfungsi dengan baik dan tidak ada lampu indikator yang mati. Kalau sudah aman, baru coba starter mesin mobil. Biarkan dalam kondisi idle beberapa saat supaya oli mesin bersirkulasi dengan baik yang ditandai oleh putaran mesin lebih stabil. 

Jangan lupa juga untuk mendengarkan dengan seksama suara mesin. Jika ada bunyi-bunyi aneh, sebaiknya bawa ke bengkel resmi. 

Setelah itu kembali perhatikan lampu indikator di balik kemudi, lihat apakah ada lampu indikator yang mati atau berkedap-kedip. Jika tidak, baru coba fungsikan semua fitur-fitur di mobil seperti lampu, audio, dan AC secara bersamaan untuk memastikan tidak ada masalah di sistem kelistrikan. 

Termasuk pula mainkan tombol power window di seluruh kaca, lampu sein, dan wiper depan-belakang untuk memastikan seluruhnya berfungsi normal. 

3. Pengecekan Saat Berkendara

Sebelum dibawa jalan, cobalah mainkan pedal gas. Apakah suara mesin ada yang aneh seperti tersendat-sendat atau putaran mesin tidak stabil ketika idle? Pantau pula indikator untuk berjaga-jaga andai tiba-tiba ada lampu yang nyala. Masukkan gigi ke D untuk transmisi otomatis atau gigi 1 untuk transmisi manual, dan rasakan apakah ada masalah saat proses dijalankan.

Maju perlahan dan injak rem sedikit untuk memastikannya bekerja dengan baik. Setelah yakin aman, baru ajak mobil berjalan keliling lingkungan rumah sambil merasakan apakah ada gejala masalah yang timbul saat berjalan. Ingat, jalankan mobil dengan kecepatan normal, dan pastikan seluruh perangkat bekerja dengan baik, seperti rem dan setir. 

Jangan lupa juga untuk mengecek ketersediaan bahan bakar. Kalau memang sudah di bawah setengah, sebaiknya segera ke SPBU terdekat untuk pengisian. 

Di masa New Normal hal terpenting adalah memastikan diri sudah mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Itu artinya saat berkendara harus tetap menggunakan masker. Tidak ada salahnya untuk menyimpan stock masker berlebih untuk dimasukkan ke dalam laci dasbor. 

Siapkan juga hand sanitizer dan letakkan di kompartemen tengah agar mudah dijangkau saat dibutuhkan. Sebaiknya hand sanitizer berukuran kecil atau sedang, jangan yang botol besar agar tidak terlalu mengganggu. 

Sediakan juga produk interior cleaner dan exterior cleaner untuk membersihkan bagian mobil yang sering dipegang seperti hendel pintu, tutup tangki bensin, dan area kokpit seperti setir, tuas transmisi, dan rem parkir. 

Nissan Segera Stop Produksi 14 Model Global

0

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Nissan akhirnya memutuskan untuk menutup pabrik produksinya di Indonesia dan Spanyol (Barcelona) sebagai upaya mempertahankan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Chief Executive Officer Nissan, Makoto Uchida, dalam pidatonya di Yokohama, Jepang, Kamis lalu (28/5/2020) mengungkapkan rencana Nissan untuk memangkas biaya tetap sebesar 300 miliar yen atau sekira Rp 41,17 triliun.

“Rencana transformasi kami bertujuan untuk memastikan pertumbuhan yang stabil tanpa ekspansi penjualan yang berlebihan. Kami sekarang akan berkonsentrasi pada kompetensi inti kami dan meningkatkan kualitas bisnis kami, sambil mempertahankan disiplin keuangan dan fokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profit,” ungkap Uchida.

Salah satu wujud dari rencana empat tahun ke depan, Nissan juga bermaksud untuk menghentikan produksi sebanyak 14 model mobil dan memangkas kapasitas produksi hingga 20 persen di seluruh dunia.

Dalam arti, Nissan bersiap memangkas kapasitas produksi sebanyak 20 persen menjadi 5,4 juta unit per tahun, dengan asumsi shift kerja standar sebagai bagian dari efisiensi. Sehingga pemanfaatan pabrik produksi bisa mencapai level di atas 80 persen. 

Konsekuensinya, Nissan akan mengurangi jajaran produk globalnya dari 69 model menjadi kurang dari 55 model, atau berkurang 14 model.

Kini fokus Nissan secara global lebih mengarah pada segmen model inti global, termasuk kendaraan segmen C dan D yang disempurnakan, kendaraan listrik, dan mobil sport.

Akan ada 12 model baru yang siap diperkenalkan dalam waktu 18 bulan ke depan, termasuk model untuk memperluas penetrasi di kendaraan listrik (EV) dan mobil yang digerakkan motor listrik, termasuk e-POWER, dengan target penjualan lebih dari 1 juta unit setahun di akhir tahun fiskal 2023.

Nissan juga akan memfokuskan bisnis intinya untuk pasar Jepang, China, dan Amerika Utara.

Beli Vespa Produksi 2020 Langsung Dapat Helm Original

0

Apakah ada penggemar kendaraan roda dua yang tidak kenal dengan merek motor Vespa? Jawabannya hampir semua orang kenal. Apalagi mereka yang hobi dengan motor skuter, sudah pasti tau kalau Vespa adalah motor yang sangat ikonik.

Tapi sebenarnya bukan cuma karena mereknya yang ikonik saja orang kenal Piaggio dan Vespa, namun karena  rasa persaudaraan, kebersamaan, serta semangat positif yang dipupuk antar penggemarnya. yang menjadikan merek ini juga sangat spesial.

Untuk semakin menarik minat penggemar dalam memiliki unit Vespa, Piaggio Indonesia menggelar program menarik bertajuk “Live More with A New Start” yang berlangsung hingga 30 Juni 2020 mendatang. 

Hal ini sangat sejalan dengan Premiumization Roadmap Strategy dari PT Piaggio Indonesia untuk terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dalam produk unggulan, diler bernuansa unik, suku cadang asli, dan aksesoris penuh gaya, khususnya bagi pecinta produk Piaggio dan Vespa di Indonesia.

Untuk setiap pembelian Piaggio atau Vespa, langsung mendapatkan satu buah genuine Vespa helmet, serta voucher eksklusif senilai hingga 4 juta rupiah untuk pembelian unit Piaggio dan voucher eksklusif senilai 5,5 juta rupiah untuk setiap pembelian unit Vespa model rakitan 2020.

Penawaran khusus ini ini berlaku di seluruh diler resmi Piaggio Vespa yang ada di Indonesia.

Selain itu dalam rangka menghadapi New Normal, PT Piaggio Indonesia juga berkomitmen untuk menerapkan semua tindakan keselamatan dan keamanan yang diperlukan guna memastikan perlindungan dan keselamatan pelanggan dan karyawan di diler resmi Piaggio Vespa di seluruh Indonesia.

Berikut rincian program “Live More with A New Start” yang ditawarkan PT Piaggio Indonesia:

Merek/ Model

Voucher Eksklusif senilai

Tambahan

Penawaran

Piaggio Medley S ABS

IDR 4,000,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa LX 125 i-get

IDR 3,000,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa S 125 i-get

IDR 3,000,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa Primavera 150 i-get ABS

IDR 2,800,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa Primavera S 150 i-get ABS

IDR 2,800,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa Sprint 150 i-get ABS

IDR 2,200,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa Sprint S 150 i-get ABS

IDR 2,200,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa GTS Super 150  i-get ABS

IDR 4,200,000

Vespa Genuine Helmet

Vespa GTS 300 HPE Super Tech

IDR 5,500,000

Vespa Genuine Helmet

 

Yuk Kenalan dengan MIVEC, Mesin Andalan Mitsubishi Motors

0

Mitsubishi Motors merupakan salah satu merek kendaraan yang cukup populer di dunia, termasuk Indonesia. Pajero Sport merupakan salah satu model Mitsubishi Motors yang cukup banyak peminatnya di Tanah Air sebelum hadirnya Small MPV pesaing berat Toyota Avanza, yakni Mitsubishi Xpander.

Salah satu yang menjadikan merek mobil asal Jepang ini sangat digemari adalah kemampuan mesin-nya yang banyak diakui orang, yakni MIVEC atau Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system.

Mekanisme kerja mesin mengandalkan pengaturan valve-timing atau waktu bukaan katup udara dalam mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin secara otomatis. Sistem mesin ini menghasilkan tenaga besar, konsumsi bahan bakar efisien, serta emisi gas buang yang rendah. 

“Mesin MIVEC yang disematkan pada kendaraan Mitsubishi Motors memiliki teknologi yang tidak hanya mengoptimalkan performa tenaga mesin, namun juga memperhitungkan tingkat konsumsi bahan bakar dan gas buang yang efisien sekaligus juga memperhatikan keberlangsungan lingkungan,” ungkap Guntur Harling, Group Head of Product Strategy Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

Sejarah Mesin MIVEC dan Pengembangannya

Mesin MIVEC pertama kali digunakan tahun 1992 pada Mitsubishi Mirage, dan sejak itu Mitsubishi Motors terus mengembangkan kemampuan mesin tersebut dengan sejumlah perangkat tambahan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. 

Mitsubishi Motors mengembangkannya menjadi mesin All New MIVEC yang mengendalikan intake valve timing dan besarnya valve lift pada waktu yang sama, sepanjang waktu. 

Dan di tahun 2011 giliran model Mitsubishi Galant Fortis dan Sportback Galant Fortis dapat kesempatan menggendong mesin All New MIVEC SOHC (Single Over Head Camshaft) yang hanya dijual untuk pasar Jepang.

Disini kinerja mesin sudah menyesuaikan volume udara yang masuk melalui mekanisme pengaturan valve timing dan valve lift  serta bukaan throttle valve. Hasil yang didapat dari pengembangan mesin jenis 4J1 adalah berkurangnya konsumsi bahan bakar dengan peningkatan stabilitas pembakaran melalui optimalisasi struktur ruang bakar dan pengurangan gesekan melalui optimalisasi struktur piston. 

Selain mesin MIVEC SOHC, Mitsubishi Motors juga mengembangkan seri mesin MIVEC DOHC 16valve Engine (4B1 model) yang diaplikasikan pada Mitsubishi Outlander dan Delica D:5 serta Galant Fortis. 

Kinerja mesin menghasilkan performa yang tinggi dibarengi tingkat efisiensi bahan bakar yang sangat baik berkat pengendalian intake cam dan exhaust cam secara independen. Mesin ini menawarkan kombinasi output tenaga maksimal, efisiensi bahan bakar yang optimal, dan sangat ramah lingkungan dengan membuat kontrol katup yang lebih tepat sesuai dengan RPM dan beban engine pada sistem intake saja.

Terakhir, Mitsubishi Motors kemudian mengembangkan mesin 4B11 MIVEC Twin-Scroll Turbo Engine. Performa mesin yang satu ini bahkan lebih baik dengan peningkatan respons sangat signifikan dibandingkan dengan model 4G63 konvensional. 

Mitsubishi Motors memang merancangnya untuk menghasilkan torsi tinggi dari rentang kecepatan yang lebih rendah. Performa tenaganya luar biasa, termasuk perbaikan gear ratio pada drive train. 

Fitur paling revolusioner di mesin ini adalah penggunaan material die-cast aluminium pada blok silinder. Lebih enteng dengan reduksi bobot hingga 12,5 kg dibandingkan blok silinder besi konvensional. 

Begitu juga tata letak sisi intake dan exhaust yang diubah, memungkinkan penempatan pipa exhaust tidak perlu lagi di bawah mesin, sehingga posisi mesin bisa turun sejauh 10 mm dibandingkan dengan model konvensional.

Model Mitsubishi Motors Bermesin MIVEC di Indonesia

Mitsubishi Xpander (Gaadiwadi)

Keunggulan mesin MIVEC ini sudah sangat dikenal di Jepang, negara asal Mitsubishi Motors. Namun pecinta Mitsubishi Motors di Indonesia juga bisa menikmati keunggulan mesin tersebut.

Beberapa model kendaraan penumpang berlogo “Tiga Berlian” bermesin MIVEC juga ditawarkan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor kendaraan penumpang dan niaga ringan merek Mitsubishi Motors di Tanah Air.

Sebut saja Mitsubishi Xpander, Xpander Cross, Outlander Sport, Eclipse Cross dan Pajero Sport, semua menggunakan jenis mesin yang sama, yakni MIVEC. 

Mitsubishi Xpander dibekali mesin 4A91 MIVEC 1.5L DOHC 16Valve dengan dorongan tenaga hingga 104 PS di 6.000 rpm dengan torsi maksimum 141 Nm pada 4.000 rpm yang dikombinasikan dengan berbagai fitur sehingga memberikan pengalaman berkendara terbaik untuk keluarga. 

Mesin serupa juga dibenamkan pada Xpander Cross, bedanya untuk SUV terbaru Mitsubishi Motors ini punyai kombinasi mesin dan suspensi canggih dengan katup peredam guncangan yang memberikan kenyamanan lebih saat berkendara di berbagai medan. 

Sementara Outlander Sport menggendong mesin 4B11 16Valve MIVEC DOHC dengan kapasitas mesin lebih besar, yakni 2.000 cc dengan tenaga maksimum 150 PS di putaran 6.000 rpm serta torsi maksimum 197 Nm di 4.200 rpm. 

Masih di segmen SUV, Mitsubishi juga menawarkan Eclipse Cross dengan mesin 4B40 DOHC MIVEC 1.5L yang sudah pakai sistem turbo. Tentu saja tenaga yang ditawarkan jauh lebih besar di putaran mesin bawah dan menengah. Bermesin 4 silinder, mobil yang juga baru dijual di Indonesia ini memiliki tenaga maksimum hingga 150 PS di 5.500 rpm dengan torsi mesin 250 Nm di  2.000-3.500 rpm.

Seperti yang dijelaskan di awal, model Mitsubishi Motors yang satu ini memang paling melegenda berkat kemampuannya. Pajero Sport merupakan kendaraan penumpang Mitsubishi Motors bermesin diesel dengan teknologi MIVEC.

Hampir seluruh varian di model ini sudah menggendong mesin 4N15 2.4L MIVEC Turbocharged and Intercooled. Mulai dari varian Dakar 4×4, Dakar Ultimate, dan Dakar 4×2. Muntahan tenaga cukup besar hadir di model ini, yakni 181 PS di 3.500 rpm yang dipadukan dengan teknologi Variable Geometry Turbo (VGT) untuk mengoptimalkan kinerja turbin.

Model diesel lainnya adalah New Triton yang meluncur di Indonesia tahun 2019 lalu. Mobil adventure ini dibekali juga dengan mesin teknologi MIVEC jenis 4N15 DI MIVEC DOHC 16 valve Direct Diesel Injection, Intercooled dan Turbocharged pada varian Ultimate dan Exceed. 

Terakhir ada Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang juga dibekali mesin MIVEC melengkapi kecanggihan teknologi serta berbagai fitur yang dimilikinya. Mengusung mesin 4B12 2.4L DOHC MIVEC 4 silinder, tenaga yang ditawarkan oleh mobil ini mencapai 128 PS di 4.500 rpm serta torsi maksimum 199 Nm pada putaran 4.500 rpm. 

Agar sedikit menjadi perhatian bagi pemilik Outlander PHEV, agar tidak sembarangan menggunakan jenis bahan bakar. Karena mesin ini direkomendasikan pakai bahan bakar bensin minimal RON 95. Soal mahalnya harga BBM jenis tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena bukan sumber energi utama menggerakkan mesin, melainkan pakai tenaga listrik, sehingga konsumsi BBM-nya tentu sangat irit. 

Nah, itu merupakan sedikit cerita dari keunggulan teknologi mesin MIVEC milik Mitsubishi Motors. Beberapa jenis kendaraan Mitsubishi Motors yang pakai mesin tersebut bisa ditemukan di platform OLX. So, jika kalian minat silahkan klik disini.