Selasa, September 29, 2026
Beranda blog Halaman 1433

Begini Dukungan Astra UD Trucks Kepada Pelanggan Selama Masa Pandemi

0

Akibat pandemi COVID-19 sektor penjualan kendaraan niaga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyebut penjualan truk secara total mengalami penurunan hingga 31,6 persen YoY Maret 2020.

Berbagai kebijakan Pemerintah sebagai langkah memerangi virus COVID-19 menyebabkan banyak orang khususnya para pengusaha tidak lagi memikirkan bagaimana kondisi kendaraan komersial.  

Meyikapi kondisi tersebut, Astra UD Trucks menempuh berbagai strategi untuk memberikan support kepada setiap pelanggannya. 

“Kami berusaha memberikan kemudahan bagi para pelanggan agar dengan mudah mendapatkan informasi terkini mengenai kebutuhan pelanggan baik servis dan suku cadang maupun pelayanan penjualan dan purna jual menggunakan kemajuan teknologi,” ujar Winarto Martono, Chief Executive  Astra UD Trucks dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020).

Selama masa pandemik Covid-19 setiap pelanggan yang melakukan perbaikan truk dibengkel Astra UD Trucks, akan diberikan penyemprotan disinfektan pada bagian-bagian penting atau yang sering bersentuhan langsung dengan pengemudi atau kenek truk. Astra UD Trucks juga memberikan masker bagi pelanggan atau driver yang datang. 

Selain itu Astra UD Trucks mematuhi aturan pemerintah terkait PSBB, sehingga seluruh cabang Astra UD Trucks bisa membantu pelanggan yang bidang usahanya diperbolehkan beroperasi dalam kondisi terbatas, dimana cabang hanya memberikan pelayanan purna jual atau biasa disebut bengkel siaga yang sesuai regulasi dan perijinan SIINAS yang berlaku.

Setiap tim yang bertugas selalu dicek dan dipantau sesuai guideline kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk COVID-19 setiap harinya dan dipantau langsung oleh team gugus COVID-19 Astra UD Trucks.

Beberapa bentuk dukungan lain yang diberikan Astra UD Trucks antara lain program Technical Assistance 24 hours yang terdiri dari nomor hotline nasional, nomor lokal dan nomor khusus atau HP PIC yang dapat membantu apabila pelanggan mempunyai isu atau permasalahan teknis dan membutuhkan bantuan secara cepat, termasuk saat membutuhkan bantuan tanpa harus datang langsung ke cabang Astra UD Trucks.

Disamping itu tersedia juga berbagai macam layanan yang memudahkan pelanggan berinteraksi melalui Live chat yang bisa diakses dari website www.astraudtrucks.co.id. 

Tersedia juga mobile service yang siap untuk datang ke lokasi pelanggan yang tidak terkena PSBB atau bidang usahanya diperbolehkan beroperasi dalam kondisi terbatas. Booking service bisa dilakukan terlebih dulu melalui website Astra UD Trucks atau Astra World Call Center maupun melalui nomor-nomor 24/7 technical support  di nomor 1-500 898.

Astra UD Trucks juga memberikan solusi ataupun dukungan lainnya berupa program Telematics atau yang biasa dikenal Fleet Management Support yang dapat membantu para pelanggan dalam mengelola armadanya secara efektif, melalui berbagai macam fitur yang dimiliki oleh telematics, seperti pelacakan lokasi truk secara real time, memantau efisiensi penggunaan bahan bakar truk, dukungan proaktif seperti pencatatan histrori perbaikan dan perawatan truk, sampai dengan pembatasan rute jalan yang akan dilalui oleh truk tersebut, dan semuanya dapat dilakukan secara real time.

“Dengan beberapa program yang telah hadir, Astra UD Trucks berkomimen untuk terus berupaya memberi kemudahan dan  dukungan pelayanan yang menyeluruh untuk menjaga bisnis para pelanggan di tengah global pandemik atau situasi tidak menentu seperti saat ini” tutup Winarto. (Z)

Yuk Seru-Seruan Di Rumah Aja Bareng Vespa

0

Kalian mengaku pecinta Vespa? Kalau iya, jangan sampai ketinggalan acara seru-seruan Vespa dalam kampanye digital #LiveMoreWithPositivity #DiRumahAjaBarengVespa.

Kegiatan seru selama #dirumahaja ini dimaksudkan agar setiap orang tetap menjalankan rutinitas di rumah tanpa harus keluar kemana-mana, serta membagikan semangat positif tidak hanya bagi para pencinta merek Vespa namun bagi seluruh masyarakat luas.

PT Piaggio Indonesia melalui kampanye digital #LiveMoreWithPositivity tetap berusaha menginspirasi para pecinta Vespa menjaga harapan tinggi mereka dan untuk tetap positif terhadap apa yang akan terjadi di masa depan. 

Kampanye digital #LiveMoreWithPositivity akan berisi contoh positif kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan setelah wabah COVID-19 berlalu.

Salah satunya melalui Digital Content Competition (DCC) #LiveMoreWithPositivity yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 23 Mei 2020. Kompetisi digital ini mendorong pencinta Vespa mengisi akun sosial media mereka dengan hal-hal positif dan kreatif. 

Dengan semangat kebersamaan yang kental di kalangan pecinta Vespa, mereka diajak untuk berbagi harapan serta memposting ulang kegiatan positif bersama Vespa yang sudah lama tidak dilakukan dan akan dilakukan kembali segera setelah masa #diRumahAja ini usai seperti hangout bareng dengan teman-teman Vespa lain, bertemu sapa sesama pengendara Piaggio & Vespa saat bertemu di jalan, riding Vespa bersama teman-teman, liburan dengan Vespa dan lain sebagainya.

Para pecinta Vespa dapat menceritakan dan membagikan ragam aktivitasnya tersebut melalui unggahan foto beserta caption ke akun Instagram mereka menggunakan tagar #LiveMoreWithPositivity dan #DiRumahAjaBarengVespa.

Cara ikutannya gampang :

  • Follow akun Instagram @vespa_ind
  • Membuat karya kreatif dalam bentuk foto dan tulis caption tentang hal positif yang pernah atau ingin mereka alami lagi bareng Vespa dan unggah di akun Instagram mereka.
  • Sertakan tagar #LiveMoreWithPositivity dan #DiRumahAjaBarengVespa di caption unggahan. 
  • Tag @vespa_ind dan 3 teman mereka.

Akan ada total 30 pemenang selama periode kompetisi atau 10 pemenang setiap minggunya yang berkesempatan memenangkan hadiah eksklusif menarik berupa merchandise resmi dari Vespa. Pengumuman pemenang akan dilakukan setiap hari Senin melalui Instagram Story @vespa_ind.

Keseluruhan program ini merupakan bagian dari komitmen PT Piaggio Indonesia untuk tetap menyebarkan semangat positif, menghadirkan pelayanan dan pengalaman terbaik bagi para pecinta merek Vespa. (Z)

Mewah Layaknya Kabin Pesawat Kelas Bisnis, Mobil Ini Dijual Cuma Rp 149 Juta

0

Salah satu model kendaraan yang terbilang menarik di pasar domestik adalah Hyundai H-1. Mobil van mewah ini pertama kali diperkenalkan di Tanah Air pada bulan Maret 2008.

Mungkin ada yang bertanya, apa sih yang menarik dari mobil dengan dimensi yang cukup besar untuk kendaraan penumpang ini?

Yup, mobil ini dibilang menarik karena dibekali dengan berbagai fitur mewah sehingga tidak akan ada salahnya jika banyak yang berusaha membandingkannya dengan MPV mewah merek Toyota, yakni Alphard dan Vellfire, luar biasa bukan?

Terbaru Hyundai H-1 diperkenalkan pada pameran GIIAS 2019 dalam tipe Royale. Kemewahan yang diusungnya pun terkesan berlebihan karena sudah dilengkapi dengan jok tengah elektrik yang bisa beralih fungsi menjadi tempat rebahan selama perjalanan.

Kemewahan Hyundai H-1 tersebut dibungkus banderol Rp 618,5 juta, tentu saja harga tersebut sangat berbeda jauh dengan harga banderol dari Alphard maupun Vellfire.

Tapi disini OLX tidak mau banyak membahas soal Hyundai H-1 Royale keluaran terbaru ataupun Alphard dan Vellfire. Tapi Hyundai H-1 Royale bekas dengan tahun muda yang harganya cukup gila-gilaan. Malah ada yang harganya cuma Rp 149 juta. 

Semua mobil Hyundai H-1 seken tersebut bisa kalian temukan di platform OLX. Pilihannya lumayan bervariasi mulai dari harga, kondisi, dan tahun pembuatannya.

Salah satu yang cukup mencolok adalah Hyundai H-1 Royale Next Generation produksi tahun 2014 yang oleh pemiliknya dijual seharga Rp 149 juta.

Dari spesifikasi yang ditampilkan, Hyundai H-1 tersebut kondisinya masih sangat baik dengan fungsi kelistrikan masih normal. Interiornya senyaman kabin pesawat di kelas bisnis sehingga tentunya sangat pas bila dipakai untuk perjalanan jarak jauh.

“Interior-nya pun semua masih orisinil, mulai dari Pilot Seat dengan original leather, plafon TV, dan AC double blower serta wood panel. Begitu juga dengan velg ukuran 18 inch yang masih mempertahankan original Hyundai,” tulis penjual dalam kolom spesifikasi. 

Untuk diketahui, Royale merupakan tipe tertinggi dari model Hyundai H-1, yang artinya, semua fiturnya merupakan yang terlengkap diantara varian-varian lainnya.

Minta memboyong mobil mewah tahun lebih muda dengan harga di bawah Rp 150 juta? Klik disini! (Z) 

Terimbas Parah Efek Pandemi, Honda Pilih Fokus Layani Pelanggan

0

Tahun 2020 menjadi tahun ‘kelam’ bagi seluruh industri di Indonesia. Hampir seluruh sektor industri rontok akibat terjangan virus COVID-19 yang hadir menebar teror di bulan Maret lalu.

Tak terkecuali imbas dari COVID-19 atau lebih populer disebut Corona ini juga menghantam industri otomotif yang memaksa angka penjualan kendaraan di Indonesia terjun bebas selama hampir tiga bulan belakangan.

Bahkan prediksi dari GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) tahun ini kemungkinan besar penjualan mobil baru tidak akan tembus di angka satu juta unit. Bisa jadi jumlahnya terpangkas 40 persen dibanding angka penjualan tahun lalu, atau sekira hanya 600 ribu unit saja. 

Pesimistis ini juga diakui oleh Honda Indonesia yang notabene menjadi salah satu dari puluhan merek kendaraan bermotor di Tanah Air yang terimbas parah efek pandemi COVID-19. 

“Kita tahu kondisi saat ini sulit, termasuk untuk industri otomotif. Tetapi bagi kami tentu saja kesehatan, safety dan healthy itu merupakan prioritas,” curhat Yusak Billy, Business Inovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor saat menggelar acara ngobrol bersama media secara virtual, Jumat (8/5/2020).

Komitmen HPM menjaga kesehatan karyawannya sebagai sebuah aset penting perusahaan terlihat jelas dengan kebijakan penghentian sementara fasilitas produksi yang berada Cikarang, Jawa Barat hingga akhir Mei ini.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi langkah efisiensi proses bisnis bagi Honda untuk mengontrol jumlah stok kendaraan di masing-masing dealer.

“Bulan lalu kami sudah menginformasikan sementara penghentian produksi. Sekarang kami perpanjang sampai akhir Mei 2020. Tujuannya untuk menjamin stok sehat dan jangan terjadi suplai secara berlebihan, karena kita tahu saat ini marketnya turun jauh,” ucapnya.

Bisa dibayangkan, bulan April 2020 kemarin penjualan ritel Honda cuma mencapai 1.855 unit, turun hingga 82 persen jika dibandingkan periode sama di tahun lalu. Sementara untuk wholesales, pencapaiannya hanya 10 persen atau 1.183 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jadi sangat berat. Ritelnya turun 82 persen dan untuk wholesales turun 90 persen. Kita sama-sama tahu kalau sekarang aktivitas konsumen sangat terbatas, di sisi lain sektor perekonomian juga menurun sekali. Jadi pencapaian kami ya seperti itu adanya di tengah pandemi ini,” keluhnya.

Fokus Melayani Konsumen

Menyikapi kondisi tersebut, Yusak Billy menyebut Honda kini lebih berorientasi pada pelayanan konsumen.  

“Sekarang fokus kami pada masa pandemi ini ada di sektor aftersales. Jadi konsumen bisa dilayani dalam hal perawatan kendaraannya. Kami punya program home service, pick up service, dan jika harus datang ke dealer, kita punya protokol khusus sesuai dengan aturan selama COVID-19. Fokus kami ke situ,” tambahnya.

Meski terbentur aturan PSBB, namun diakuinya beberapa dealer Honda sudah mengantongi izi beroperasi dari pihak Kemenperin.

“Sifatnya hanya stand-by melayani konsumen, karena kita tetap harus memastikan kendaraan konsumen selalu dalam kondisi prima untuk dipakai. Jadi kita bisa lakukan dengan home service. Kalau untuk penanganan yang berat-berat, bisa dilakukan dengan pick-up service. Beberapa bengkel kami sudah dapat izin beroperasi, atau bisa juga menghubungi hotline service kami di 0-800-14-46632. Jadi itu yang kami lakukan untuk saat ini,” jelas Billy.

Sementara untuk urusan penjualan mobil Honda lebih banyak lewat media digital, seperti website resmi, atau untuk para loyalis Honda bisa melihat produk ataupun promo dari akun resmi Honda di instagram maupun facebook.

“Jadi untuk pemesanan bisa dilakukan melalui digital. Di beberapa marketplace juga sudah bisa dilakukan. Intinya semua bisa dilakukan #dirumahaja,” pungkasnya. (Z)

Suzuki Kembali Perpanjang ‘Liburan’ Karyawan Pabriknya

0

Suzuki Indonesia kembali mengambil kebijakan untuk terus memperpanjang periode penghentian sementara operasional pabrik produksi mobil Suzuki. Ini menyusul perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diputuskan pemerintah.

Kali ini Suzuki memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasional seluruh lini produksinya yang ada di Cakung, Tambun dan Cikarang mulai hari ini, Senin, 11 Mei 2020 sampai dengan 22 Mei 2020 mendatang. Termasuk juga pengadaan unit ekspor yang sebelumnya masih beroperasional selama empat hari untuk memenuhi demand di beberapa negara.

“Suzuki akan mematuhi perpanjangan PSBB dari pemerintah. Di luar itu, Suzuki juga memiliki kebijakan “Hygiene Commitment” yang berlaku bagi perusahaan dan semua diler. Jadi pedoman keamanan, kesehatan, dan interaksi antarmanusia sangat ketat. Untuk itu, selama dua minggu ke depan kami akan kembali menghentikan sementara semua kegiatan di pabrik,” kata Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales dalam keterangan tertulisnya, beberapa hari lalu yang diterima OLX.

Seiji Itayama sendiri saat ini berharap agar pabrik yang dipimpinnya bisa berjalan normal agar bisa terus berkontribusi secara aktif bagi perekonomian Indonesia. 

“Saat ini kami merencanakan untuk melakukan studi dan mempertimbangkan bagaimana agar operasional pabrik bisa berjalan dengan tetap menerapkan protokol keamanan dan keselamatan yang ketat, seperti pengaturan jarak aman di line produksi atau interaksi di antara karyawan. Pada prinsipnya kami sangat berhati-hati dan mengikuti aturan pemerintah demi keselamatan bersama,” jelas Itayama.

Di samping memprioritaskan keselamatan karyawan, Suzuki tetap fokus pada kualitas layanan pelanggan. Berbagai layanan tetap dapat diakses oleh pelanggan seperti Halo Suzuki, aplikasi My Suzuki, serta website www.suzuki.co.id. 

Untuk mengakses Halo Suzuki, pelanggan bisa menghubungi nomor 0800-1100-800 dan meminta bantuan seperti Home Serive, Pick Up Service, dan Suzuki Emergency Roadside Assistance (SERA). 

Strategi Konsumen Mobil Bekas di Tengah Covid-19

0

Pandemi virus corona tak hanya mempengaruhi penjualan mobil baru, tetapi ikut menyeret laju bisnis mobil bekas yang mengalami penurunan cukup drastis.  

Bahkan menurut President Director Mobil88, Halomoan Fischer, jika penjualan Mobil88 pada Januari-Februari 2020 atau sebelum virus Corona naikan sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Maka, pada Maret 2020 atau ketika masuknya virus corona ke Indonesia, hal tersebut membuat penjualan mobil bekas merosot 30 persen.

“Bulan April turunnya dibanding Maret hitungan sementara masih di rekap kira-kira 70 persen. Cuma April belum tahu angkanya berapa,” ungkap Fisher melalui video conference.

Kata Fisher, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota langsung terasa dalam bisnis otomotif baik mobil baru maupun mobil. Adapun, Fisher mengaku penyumbang pundi operasional di tengah pandemi virus corona tak lepas dari peran penjualan via virtual atau online. 

Downgrade dan Upgrade

Hanya saja, meski virus corona mempersempit gerak masyarakat untuk bepergian. Akan tetapi tak sedikit  konsumen yang justru memanfaatkan kondisi ini untuk tetap membeli mobil.

Setidaknya hal ini juga diakui Fisher. Kata dia, ada perubahan motivasi konsumen ketika membeli mobil.

“Biasanya segmen menengah bawah tukar mobilnya untuk menjadi lebih di atas, tapi sekarang downgrade karena untuk nyari (uang) cash. Jadi istilahnya, tadinya punya Kijang Innova, kemudian dituker sama Calya, itu kan dapet kembalian lah ya,” ucap Fisher.

Lain halnya dengan segmen menengah atas. Kata Fisher, karena harga mobil bekas sekarang sedang turun alias lebih murah, maka hal tersebut dimanfaatkan konsumen untuk membeli mobil atau upgrade.

“Misalnya, ada Toyota Fortuner yang tahun 2018, tadinya mereka pikir-pikir, begitu sekarang harganya murah nih, nawarnya rada afgan nih (sadis). Kita ngelihatnya bahwa mereka itu ngerasa ini peluang, beli mobil harganya miring,” kata dia.

Fisher sendiri tak menampik, jika kondisi seperti ini harga mobil bekas mengalami penurunan. Sebaliknya, orang yang menjual mobil justru lebih banyak.

“Analisa sederhana kita, pada saat ekonomi turun begini orangkan incomenya turun, mereka butuh uang cash kan. Ya kita tahu jugalah ya, di rumah saja bukan biaya makin turun, malah makin naik, biaya pesan sana sini sementara income turun, ya jual aset. Kalau lihat suplai bulan April ini suplai naik orang mau jual mobil paling banyak yang mau tukar downgrade makin banyak,” terangnya.

“Kalau suplai di atas demand, itu harga pasti turun. Jadi kalau nanya harga (mobil bekas) hari ini, turun harganya,” tambah Fisher.

 

Mau Jual Mobil? Perhatikan Faktor Penyebab Harganya Anjlok

0

Penjualan mobil di masa pandemi virus corona mengalami penyusutan, baik mobil baru maupun mobil bekas. Hal ini selain adanya kebijakan bepergian ke luar rumah, banyak orang lebih memilih mengalokasikan biaya atau tabungan untuk kesehatan dan kebutuhan pokok, dibanding membeli mobil.

Bahkan, disaat kondisi pandemi virus corona seperti saat ini, karena lebih banyak orang memerlukan uang, maka menjual mobil dianggap jadi solusi cepat dibandingkan harus membelinya.

Hal ini pula, menurut President Director Mobil88, Halomoan Fischer, suplai mobil bekas melonjak, sedangkan demandnya justru sangat minim. Imbasnya, harga jual mobil bekas kini sedang mengalami penurunan.

Fisher sendiri memberikan beberapa penjelasan faktor-faktor penyebab harga jual mobil anjlok.

“Jarak tempuh atau jumlah kilometer (Km). Kilometer itu dominan, kilometer yang dianggap wajar middle low 15.000 setahun, middle up 10.000 setahun dan itu dianggap normal. Tapi, misalkan ada mobil 2018 kira-kira jaraknya sudah 30.000 Km kita masih anggap normal lah,” ungkap Fisher melalui video conference.

Fisher mencontohkan, jika sebuah mobil berusia dua tahun dengan jarak tempuh sudah 40.000 km, maka hal tersebut sudah di atas normal dan kemungkinan penurunan harganya hanya 3-5 persen. Lain halnya jika mobil berusia dua tahun dengan jarak tempuh 100.000 km, maka sudah dipastikan mobil tersebut digunakan untuk komersial seperti taksi online, dan harga jualnya akan lebih merosot.

Selain jumlah kilometer, faktor kedua menurunnya harga jual mobil yaitu warna. Ya, jika kondisi cat mobil kusam atau bahkan banyak tambal sana-sini, dan juga lecet-lecet, tentunya harga jual akan menurun. Namun untuk faktor warna tak hanya sekadar buram atau tidak, sebab ada juga selera atai tren di pasar.  

“Warna ada tiga tingkatan, ada warna favorit, warna biasa, atau warna yang orang tidak suka. Warna yang biasa saja turunnya 3 persen, tapi warna yang orang nggak suka, contoh misalnya warna ungu bisa turun sampai 10 persen. Kalo silver, masih warna biasa saja, termasuk hitam dan putih jadi paling tinggi. Dan orang yang benar-benar tidak biasanya warna nyeleneh,” terangnya.

Kata Fisher, faktor ketiga yaitu pajak. Ya, setiap pemilik kendaraan wajib membayar pajak. Selain taat aturan, pemilik mobil yang rajin membayar pajak, maka ketika mobilnya akan dijual maka sangat mempengaruhi harga.

Sebaliknya, calon konsumen sendiri tidak mau ketika setelah membeli mobil, maka diberatkan dengan tagihan pajak. Bahkan, masa habis pembayaran pajak yang lebih pendek dari saat menjual juga bisa mempengaruhi harga.

Adapun faktor yang paling parah sehingga harga jual mobil anjlok yaitu jika mobil bekas tabrakan dan terendam banjir.

“Tabrakan yang harganya turun. Apalagi yang sampai kena ke rangka. Kalo cuma serempetan doang kita nggak sebut tabrakan sih. Untuk tabrakan parah bisa 30 persen, tergantung casenya yang mana misalnya sasis sampe bengkok,” tuturnya.

Untuk mobil yang terendam banjir, tentu tidak ditolerir. Sebab, mobil yang sudah terendam banjir, lebih memerlukan biaya ekstra untuk perawatannya. Belum lagi, banyak masalah, mulai dari kelistrikan, mesin dan kondisi interior.

 

7 Fakta Menarik Sosok Mobil McLaren MP4-12C

0

Sebuah hypercar berupa McLaren MP4-12C mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, pada Minggu (3/5/2020). Mobil buatan Inggris dengan kelir orange itu hancur tak berbentuk.

Kuat dugaan, mobil yang melaju dari arah Bogor menuju Jakarta tersebut hilang kendali, hingga akhirnya mobil melesat, lalu  menabrak pohon palem, hingga akhirnya mendarat di tepi jalan berumput.

McLaren MP4-12C
Sebuah McLaren MP4-12C mengalami kecelakaan di tol Jagorawi, Minggu (3/5/2020)

Nah, bicara soal McLaren MP4-12C, OLXer tau nggak kalau mobil ini cukup istimewa. Berikut ini beberapa fakta menarik soal McLaren MP4-12C:

1.  Terinspirasi dari McLaren F1

McLaren MP4-12C ini merupakan mobil sport yang dibuat dan rancang bangunnya digarap penuh oleh McLaren Automotive di Inggris.

Mobil yang diluncurkan pada pada 2011 ini dikembangakan dari sosok McLaren F1 yang tak lagi diproduksi pada 1998.

2.  Membajak Desainer

Kesuksesan McLaren MP4-12C ini tak lepas dari tangan dingin sang desainer yaitu Frank Stephenson. Sosok Stephenson yang merupakan direktur desain McLaren kala itu dianggap berperan penting untuk membuat MP4-12C.

Diketahui, Stephenson sendiri sudah bergelut di dunia otomotif cukup lama, hal ini karena dia sudah terlebih dahulu berperan aktif di BMW dan Mini serta Fiat Group.

3. Mencuri Ilmu dari Ferrari dan Nissan

Jauh sebelum McLaren MP4-12C dibuat, ternyata pengembangannya dilakukan pada 2007. Uniknya, seperti dilansir Wikipedia, saat pengembangan McLaren membeli Ferrari 360 untuk digunakan sebagai bagal tes.

Bagal pertama disebut MV1 digunakan untuk menguji mesin V8 3.8 liter twin-turbocharged yang menampilkan ventilasi samping untuk pendinginan tambahan, kemudian dimasukan ke dalam model produksi akhir.

Tak puas dengan itu, pada tahun tersebut, McLaren membeli GTR Ultima untuk bagal tes bernama MV2 dengan penguji berupa sistem pengereman dan komponen suspensi. Untuk bagal tes ketiga atau MV3, masih menggunakan Ferrari 360, dimana pengujian dilakukan pada sistem pembuangan.

4. Bodi Ringan

Sama seperti McLaren F1, untuk McLaren MP4-12C juga telah menerapkan Carbon MonoCell yang tentunya dibuat dari material serat karbon, yang beratnya hanya 80 kg. Alhasil bobot mobil tersebut hanya 1.301 kg. Oia, MonoCell ini dibuat oleh Carbotech di Salzburg, Austria.

Diketahui, McLaren sebelum resmi dibuat, mereka sudah membangun dua prototipe sendiri yang disebut CP1 dan CP2, menggabungkan Carbon Monocell monocoque untuk menguji sistem dan kinerja manajemen panas.

5. Mesin Bertenaga Buas

McLaren MP4-12C dibenamkan jantung pacu berupa mesin V8 M838T berkapasitas 3.8 liter ditambah twin-turbo yang mampu menghasilkan daya hingga 592 Tenaga kuda pada 7.500 rpm dan torsi 600 Nm pada 5.600 rpm.

Dengan tenaga yang disalurkan melalui transmisi dual-clutch otomatis tujuh percepatan, mobil tersebut mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam waktu 2.8 detik dan dapat melesat hingga kecepatan tertinggi di angka 346,6 km per jam.

6. Garansi 12 Tahun

Jika sebuah mobil biasanya memiliki garansi dengan tenggang waktu 12-24 bulan, maka lain halnya dengan MP4-12C.

Ya, konsumen yang membeli MP4-12C bisa mendapatkan paket garansi 12 tahun seperti halnya beberapa model McLaren mulai dari 570S, 650S dan lainnya.

Akan tetapi, garansi bisa saja hangus, jika konsumen melanggar beberapa aturan karena penyalahgunaan pemakaian.

Sebelumnya McLaren memang telah memberikan garansi cukup panjang, akan tetapi pilihan garansi pabrik hanya sebatas tiga sampai tujuh tahun.

7.  Harga

Tidak disebutkan berapa unit mobil ini diproduksi, akan tetapi McLaren menggarap MP4-12C ini dibuat terbatas antara 2011-2014.

Saat  pertama kali diluncurkan, konsumen yang ingin memiliki mobil ini perlu mengeluarkan uang antara £ 110.000 hingga £ 125.000. Tentu saja jika dijual di Indonesia harganya akan lebih tinggi, karena ada beberapa biaya seperti pajak yang harus dikeluarkan.

Belum lagi, karena mobil ini bisa dikatakan terbatas, bukan tak mungkin harganya akan membengkak di kemudian hari.

 

Begini Cara Dapat Cashback 30-50 Persen Saat Isi BBM dan Gas di SPBU Pertamina

0

PT Pertamina (Persero) mengumumkan berbagai pogram promo menarik sepanjang Ramadhan untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui aplikasi MyPertamina 2020.

Kali ini, promo cashback tidak hanya untuk pengemudi ojek online, tetapi juga konsumen lainnya termasuk sopir angkot.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, syarat mendapatkan program promo BBM yaitu cukup membayar dengan aplikasi MyPertamina. Ya, Konsumen harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi MyPertamina dan mengaktifkan fitur LinkAja, karena program promo baru berlaku untuk transaksi secara non tunai menggunakan LinkAja yang terintegrasi dengan MyPertamina.

“Seluruh program BBM dan Bright Gas ini diharapkan dapat membantu meringankan ekonomi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid 19,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis.

Cashback yang berbentuk saldo LinkAja berlaku untuk 1 kali transaksi per hari dan program ini tidak dapat digabungkan dengan program promosi lainnya, namun semua konsumen yang bertransaksi dengan MyPertamina tetap mendapatkan kupon untuk mengikuti undian Berbagi Berkah MyPertamina 2020.

1.  Program Cashback 30 persen

Program ini memberikan manfaat cashback sebesar 30 persen atau maksimum Rp 20.000 pada transaksi pertama setiap hari. Program berlaku untuk seluruh konsumen pengguna MyPertamina yang melakukan pembelian BBM jenis Pertamax Series (Pertamax dan Pertamax Turbo) dan Pertamina Dex di SPBU Pertamina yang terhubung dengan aplikasi MyPertamina. Program ini telah dimulai pada 27 April – 31 Mei 2020.  

2.  Program Cashback Angkot 50 persen

Program ini ditujukan kepada pengemudi angkutan umum dengan cashback sebesar 50 persen atau maksimum Rp 30.000 pada pembelian BBM jenis Pertalite dan Dexlite untuk 10.000 transaksi setiap hari di SPBU Pertamina yang terhubung dengan aplikasi MyPertamina. Periode program ini berlaku dari 3 Mei – 31 Juli 2020.

3.  Program Cashback Ojol 50 persen

Program ini diperuntukkan kepada pengemudi Ojek Online dengan cashback sebesar 50 persen atau maksimum Rp 15.000 pada pembelian BBM jenis Pertalite untuk 10.000 transaksi setiap hari di SPBU Pertamina yang terhubung dengan aplikasi MyPertamina. Periode program ini juga berlaku dari 14 April – 31 Juli 2020.

4.  Program Beli Bright Gas #DiRumahAja dengan memberikan potongan harga pembelian refill sebesar 25 persen kepada konsumen yang melakukan pemesanan Bright Gas ukuran Bright Gas 12 kg & 5,5 kg melalui Bright Gas via 135. Program ini berlaku sejak 20 April – 18 Juni 2020.

5.  Program Tukar Tabung #KeBrightGasAja. Kepada konsumen rumah tangga, Pertamina memberikan program gratis tukar tabung Elpiji 3 kg ke Bright Gas ukuran Tabung 12 kg & 5,5 kg dan diskon refill melalui Redeem Point di MyPertamina dan pemesanan via Call Center 135. Program ini berlaku dari 1 Mei – 29 Juni 2020.

Promo berlaku di 3.666 SPBU yang sudah terkoneksi aplikasi MyPertamina, konsumen dapat mengeceknya di aplikasi MyPertamina atau di www.mypertamina.id/spbu. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau mengakses ke website www.mypertamina.id

 

Mobil Sudah Modifikasi Jika Dijual Untung atau Buntung?

0

Salah satu cara mempercantik mobil yang kita miliki yaitu dengan cara dimodifikasi. Tak pelak, dengan melakukan sedikit riasan sesuai selera, selain alasan kepuasan, tentunya hal itu dapat menarik perhatian.

Namun jika OLXer berencana cepat atau lambat untuk menjualnya, maka disarankan jangan melakukan modifikasi. Sebab, jika dijual kembali, masih untung harganya hanya merosot, sebab tak sedikit justru calon konsumen atau dealer mobil bekas menolaknya.

Bahkan menurut President Director Mobil88 (dealer mobil bekas) kebanyakan customer atau calon pembeli mobil bekas umumnya menginginkan kondisi sebuah mobil masih standar pabrikan.

“Kalo pelek sudah diganti, nggak jadi faktor penambah (harga naik), tetapi justru jadi faktor pengurang (harga turun) karena kita ganti lagi ke standar. Karena orang mau beli di kita ke posisi standar. Karena modifikasi itu relatif, menurut saya bagus, menurut orang jelek,” ungkap Fischer melalui video conference.

Tak hanya pelek, Fisher juga menyatakan, jika modifikasi sangat berbahaya dealer mobil bekas engga menerimanya, seperti halnya melakukan pergantian yang menggunakan aliran listrik, seperti halnya sound system, subwoofer, lampu-lampu dan lainnya. 

“Bukan apa-apa, kan belum tentu aman instalasinya, yang ada nanti kalo kita beli, lalu jual lagi, yang beli dari kita bermasalah seperti konslet atau apalah,” ucapnya.

Sebaliknya, lanjut Fischer, apabila ingin melakukan modifikasi tidak berlebihan dan harus menghitung batas aman.

Fisher mengaku, menghindari pembelian dari mobil-mobil bekas yang sudah dimodifikasi, semata-mata untuk menjaga kualitas agar customer yang telah membeli tidak merasa dirugikan.