Rabu, September 23, 2026
Beranda blog Halaman 1463

Begini Wujud Truk Listrik eCanter yang Nongol di GIICOMVEC 2020

0

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) menampilkan truk listrik eCanter di ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) 2020.

Kehadiran eCanter tentu saja menjadikannya sebagai truk pertama di Indonesia yang menggunakan daya listrik sebagai tenaga penggerak.

Menurut President Director of KTB, Atsushi Kurita, truk eCanter saat ini belum dipasarkan di Indonesia. Akan tetapi, keberadaannya di GIICOMVEC 2020 untuk mensosialisasikan kecanggihan teknologi truk elektrik.

“Dua tahun lalu KTB telah memperkenalkan prototype dari eCanter, dan kini KTB membawa serta eCanter yang telah disempurnakan, telah diproduksi secara massal, serta telah dipasarkan di Jepang, Amerika Serikat, serta beberapa Negara Eropa, yang diperuntukkan bagi konsumen fleet,” ungkap Atsushi, saat ditemui di acara GIICOMVEC 2020 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Sekilas memang kalau OLXer melihat dari dekat, truk eCanter ini wujudnya sama seperti truk pada umumnya, tanpa ada perbedaan sama sekali. Bahkan, pemasangan box di bagian belakang juga sama.

Namun begitu, jika truk tersebut sudah dinyalakan, maka OLXer baru akan merasakannya. Ya, karena eCanter sepenuhnya beroperasi secara elektrik, maka tidak ada knalpot sehingga tidak akan mengeluarkan gas buang.

Tentu saja, jika dibandingkan truk konvensional yang masih mengeluarkan gas buang karena berbahan bakar solar, truk eCanter ini jauh dari kata polusi, karena lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kelebihan lain dari truk eCanter ini tentu saja tidak bising. Ya, kendaraan bermesin listrik memang minim getaran tentu saja hal ini jadi kelebihan dari kendaraan listrik, yang memaksimalkan unsur kenyaman di dalamnya.

“Dibandingkan dengan kendaraan diesel konvensional, eCanter lebih sedikit getaran, serta mengurangi beban fisik pada pengemudi, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan lingkungan kerja yang lebih baik,” ujar Atsushi.

Kecanggihan eCanter

Diketahui untuk mengisi daya, eCanter dilengkapi  6 modul baterai yang dapat diisi selama 6-8 jam (normal charging) dan 1,5 jam (fast charging) dengan kekuatan listrik sebesar 200-230 V yang mampu menempuh jarak 100 km dengan baterai penuh dan muatan 75 persen.

Dengan baterai lithium ion berkapasitas 82,8 kWh, eCanter menghasilkan tenaga hingga 135 kW atau setara dengan 190 Hp dan torsi maksimum 390 Nm.

Fitur lainnya dari truk ini yaitu keberadaan kunci elektronik, lebih aman dan nyaman, serta fitur keselamatan berupa fitur bantuan pada saat di tanjakan, anti-lock braking system, electronic stability program agar kendaraan tetap stabil, serta sistem lane departure warning agar kendaraan tetap dalam jalur.

 

Menperin Ingin Kendaraan Komersial Buatan Indonesia Lebih Banyak di Ekspor

0

Tak hanya kendaraan penumpang, sejumlah pabrikan otomotif juga banyak memproduksi kendaraan komersial dengan kualitas nomor wahid. Karena itu, Kementerian Perindustrian mendorong industri otomotif di dalam negeri, khususnya produsen kendaraan komersial.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita keberadaan kendaraan komersial sangat berperan penting terutama dalam membantu perkembangan infrastruktur dan pembangunan di Tanah Air.

“Karenanya industri (otomotif) harus semakin produktif dan inovatif agar mampu berdaya saing di kancah domestik maupun global,” Ungkap Agus saat membuka gelaran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Agus menyampaikan, pihaknya akan semakin menggenjot kinerja industri kendaraan komersial pada tahun ini. Apalagi, industri otomotif menjadi satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Sebagaimana instruksi dari bapak Presiden RI Joko Widodo, bahwa ekspor kendaraan CBU Indonesia bisa ditargetkan mencapai 1 juta unit pada tahun 2024,” ujarnya.

Maka itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat basis industri kendaraan bermotor dalam negeri melalui penguatan struktur industri pada rantai nilai serta perbaikan infrastruktur industri.

Seperti diketahui, produksi kendaraan jenis bus, truk dan pikap pada 2019 mencapai 241 ribu unit. Sedangkan, untuk penjualan jenis kendaraan tersebut di pasar domestik sepanjang 2019 tercatat 232 ribu unit.

Sementara itu, merujuk data Gaikindo, ekspor mobil pikap pada 2019 tercatat 9.187 unit, atau meningkat 15 persen dibandingkan angka pengapalan di tahun sebelumnya yang hanya 7.957 unit.

Menteri AGK meyakini industri otomotif memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi menekan defisit neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor. Sepanjang 2019, pengapalan kendaraan bermotor roda empat atau lebih menunjukkan tren positif.

Ini tercermin dari jumlah ekspor kendaraan Completely Built Up (CBU) yang tercatat 332 ribu unit atau naik 25,5% dari tahun sebelumnya. Selain itu, ekspor kendaraan Completely Knock Down (CKD) sebanyak 511 ribu set atau naik 523,5% dibanding tahun 2018.

Pada kesempatan ini, Menperin juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku industri kendaraan komersial di dalam negeri atas partisipasi dan dukungannya terhadap kebijakan mandatori biodiesel (B30) yang diluncurkan Presiden Jokowi pada Desember 2019 lalu di Jakarta. Sebab, program tersebut bakal membawa efek berganda bagi perekonomian nasional.

Selain itu, Menperin memberikan apresiasi kepada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menyelenggarakan GIICOMVEC 2020 pada 5-8 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC).dengan konsep business-to-business untuk menampilkan produk unggulan dan terbaru dari industri kendaraan komersial dan pendukungnya.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Gaikindo untuk mendorong industri otomotif, khususnya industri kendaraan komersial. Kita harus optimistis dalam membangun sektor industri di tengah tekanan kondisi ekonomi global saat ini dan ditambah lagi adanya wabah Covid-19,” tutupnya.

 

 

Begini Cara Taksi Bluebird Cegah Penyebaran Virus Corona

0

Virus Corona yang telah merambah masuk ke Indonesia membuat sejumlah masyarakat khawatir. Maklum, hingga saat ini sudah ada dua orang warga Indonesia positif terjangkit virus yang awal mulanya muncul di kota Wuhan, China. 

Sebagai wujud antisipasi virus Corona, perusahan penyedia jasa transportasi  PT Blue Bird Tbk rupanya tak ingin konsumennya khawatir berkepanjangan. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya serangkaian tindakan preventif guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang saat bepergian menggunakan layanan transportasi dari Bluebird Group. 

Langkah preventif yang dilakukan Bluebird yaitu dengan membersihkan kabin mobil oleh pengemudi Bluebird setiap kali selesai mengantarkan penumpang.

Menurut Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk Amelia Nasution, dengan adanya bersih-bersih kabin hal tersebut  dapat memberikan ketenangan bagi para pengguna Bluebird, dimana keamanan dan kenyamanan mereka merupakan prioritas utama dari perusahaan.

“Menjaga kebersihan kabin adalah bagian dari standar operasional yang selama ini telah diterapkan di layanan Bluebird. Kami berharap usaha dalam menjaga tingkat kebersihan kabin mobil ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi penumpang sebelum diantarkan dengan selamat sampai tujuan,” ungkap Amelia dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2020).

Selain itu, pengemudi Bluebird juga diberikan masker yang reusable. Masker ini dibuat oleh Kartini Bluebird, sebuah pusat pelatihan wirausaha yang terdiri dari istri dan anak perempuan dari pengemudi Bluebird. 

Lebih lanjut, Bluebird juga menghimbau kepada seluruh pengemudi untuk menggunakan fasilitas Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga (JPK3) yang tersedia di masing-masing klinik pool dimana perusahaan memberikan penanganan pertama dari keluhan kondisi pengemudi. 

“Penanganan ini tidak dikenakan biaya kepada para pengemudi,” tutupnya.

 

Puluhan Pelajar Geruduk Booth Fuso di GIICOMVEC 2020

0

Gelaran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) yang bertempat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020) didatangi puluhan pelajar dan juga beberapa pegawai Palang Merah Indonesia (PMI).

Apakah ada perkelahian atau masalah serius? Tentu saja bukan hal negatif. Sebab pelajar yang merupakan SMK Muhammadiyah Tumijajar Lampung, dan pegawai PMI dari Surakarta ini sengaja hadir di booth PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) untuk mengikuti serah terima sumbangan truk Fuso berjenis Colt Diesel.

Menurut Director of Administration & Human Resources Division KTB, Syaifuddin Said donasi dua unit Colt Diesel merupakan bagian yang rutin dilakukan KTB sebagai bagian dari CSR atau kepedulian terhadap sesama masyarakat Indonesia, baik dari perspektif pendidikan dan kemanusiaan.

“Untuk kedua penerima truk (PMI Surakarta dan SMK Muhammadiyah Lampung) kami harap bisa membantu aktivitas mereka dalam memberikan bantuan untuk masyarakat. Dan untuk SMK, bisa membantu meningkatkan pengetahuan dalam dunia praktik mereka di sekolah,” ungkap Syaifuddin saat ditemui di gelaran GIICOMVEC 2020 di JCC, Jakarta, Jumat, (6/3/2020).

Sementara itu, Sekretaris & CEO PMI Surakarta Sumartono Hadinoto, mengatakan bantuan berupa truk diesel akan sangat berarti bagi PMI, karena pada saat musim panas, kondisi di wilayah Surakarta kerap terjadi kekeringan sehingga masyarakat kerap terpaksa menjual ternak untuk membeli air bersih, yang harga per tangki mencapai Rp 500-800 ribu.

“Makanya kami butuh enam truk tangki, karena ada enam kabupaten. Dan saat ini kami sudah dapat tiga. Jadi kami bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan air bersih,” kata Sumartono.

Adapun unit yang di donasikan untuk PMI merupakan Fuso Colt Diesel tipe FE Super HD, yang telah dimodifikasi menjadi truk tangki air yang akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih.  

Kerjasama KTB dengan PMI telah terjalin sejak lama, dimana karyawan KTB secara rutin memberikan donor darah setiap tiga bulan, donasi unit kendaraan truk, pembangunan sekolah yang tertimpa bencana, serta bantuan kemanusiaan.

Sedangkan unit Fuso Colt Diesel yang di donasikan untuk SMK bertipe FE 73 HD dan akan digunakan sebagai media pembelajaran praktek para siswa SMK.

SMK Muhammadiyah Tumijajar akan menjadi SMK mitra baru KTB yang masuk dalam program FUSO Vocational Education Program (F-VEP).

Ini merupakan program kegiatan sosial di bidang pendidikan yang berkelanjutan, dimana setelah donasi unit truk ini, KTB bersama dealer akan memberikan materi pembelajaran terkait mesin kendaraan serta pelatihan basic automobile yang bersertifikasi kepada guru dan murid.

Nantinya kemampuan siswa akan diuji melalui kompetisi nasional bersaing dengan SMK binaan Mitsubishi Fuso lainnya. Sebagai persiapan menghadapi kelulusan siswa, KTB juga memberikan pelatihan soft skill terkait persiapan memasuki dunia kerja profesional.

Dengan donasi ini, sejak pertama kali kehadiran FUSO VEP di  2017, KTB telah memberikan pelatihan kepada 15 sekolah dengan jumlah 620 murid dan 65 guru SMK. Dengan bergabungnya SMK Muhammadiyah Tumijajar maka saat ini terdapat binaan Mitsubishi Fuso yang tergabung dalam program FUSO VEP.

 

Hino Punya Truk Lolos ODOL Khusus Angkut Mobil dan Sepeda Motor

0

 PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan truk terbaru berupa Hino Ranger FG 235 JU 4×2 di gelaran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di JCC Senayan, Jakarta.

 Truk medium duty ternyata sengaja diluncurkan sebagai solusi bagi di tengah pemerintah melakukan aturan berupa larangan truk Over Dimension Overload (ODOL). Menurut Presiden Direktur HMSI Masato Uchida, dengan kehadiran Hino Ranger FG 235 JU maka hal ini menjadi solusi bagi para pebisnis untuk mendapatkan keuntungan karena lebih efisiensi dan efektifitas dalam bisnis logistik.

“Apalagi, truk Hino ini memiliki kapasitas ruang kargo dan wheelbase terpanjang di kelasnya sehingga lebih aman dan stabil di perjalanan,” ungkap Uchida saat peluncurannya di GIICOMVEC, JCC, Senayan, Jakarta.

Kata Uchida dengan bentuknya yang panjang Hino Ranger FG 235 JU cocok untuk pasar pengangkutan kendaraan bermotor baik itu mobil ataupun sepeda motor dengan kapasitas angkutan hingga 54 unit sepeda motor atau empat unit mobil.

Hino Ranger FG 235 JU sendiri memiliki dimensi panjang 11.950 mm dengan ruang kargo extra mencapai 9,8 meter dan wheelbase 7,03 meter, truk ini diklaim ketika dipacu akan tetap lebih stabil dan aman membawa kendaraan yang hendak dikirim meski mampu membawa total beban hingga 15,1 ton.

Selain unggulan dalam masalah dimensi, Hino Ranger FG 235 JU juga sudah dijejali fitur cukup penting, yaitu termasuk Full Air Brake System agar kendaraan dapat mengerem dengan maksimal, rear camera untuk membantu pengemudi melihat kondisi di bagian belakang kendaraan sehingga lebih aman ketika akan parkir atau mundur dan side under mirror untuk membantu melihat di bagian yang tidak terjangkau atau blind spot.

Untuk mengurangi kelelahan ketika berkendara, pengemudi Hino Ranger FG 235 JU bisa memanfaatkan fitur Seat Air Suspension yaitu kursi pengemudi dengan suspensi udara yang meningkatkan kenyamanan bagi pengendaranya.

Oia, Hino Ranger FG 235 JU  ini ternyata sudah memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dan Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi kepada Hino dan juga karoserinya. 

 

 

7 Fakta Dunia Otomotif Yang Unik

0

Meskipun mobil adalah benda yang umum dipakai dalam kehidupan sehari-hari namun masih banyak fakta unik seru yang belum orang tahu tentang kendaraan roda 4 ini.

ini dia 7 fakta unik seru seputar mobil yang harus kamu tahu biar ga kurang update!

  • Tahukah Anda, surat tilang pertama dikeluarkan pada tahun 1902, ketika kecepatan tertinggi mobil adalah sekitar 72 km/jam.
  • Sebelum tahun 1920-an, mobil tidak memiliki alat pengukur gas. Pengemudi harus memperkirakan berapa banyak bahan bakar yang tersisa atau akan kehabisan di jalan.
  • Daerah dengan kepemilikian Rolls Royce per orang terbanyak di dunia adalah Hong Kong. Namun Indonesia adalah satu-satunya negara dimana ada yang mengemudikan mobil mewah tersebut saat banjir.
  • Mobil terkecil di dunia adalah Peel P50, dibuat pada tahun 1963. Mobil ini memiliki satu kursi, kecepatannya tidak lebih dari 56 km/jam dan beratnya hanya 58 kg.
  • Kebanyakan klakson mobil memiliki pitch yang sempurna, yakni bermain di nada F.
  • Los Angeles, kota ini punya fakta unik seru di dunia terkait soal mobil. Karena jumlah total seluruh penghuninya lebih sedikit dibanding jumlah mobil yang ada. Bisa jadi banyak orang yang mempunyai mobil lebih dari satu.
  • Mobil tercepat yang diproduksi secara legal adalah mobil super sport Bugatti Veyron. Mobil bisa bisa berjalan dengan kecepatan 431 KM per jam. Jarak itu setara dengan Bandung-Jogja via Magelang.

Fakta yang satu ini lebih unik, karena kalian bisa “Jual Mobil Dalam 1 Jam!”

“Hah, emang bisa??”, Gak percaya emangnya? yaudah coba aja cek harga mobil kamu di OLX.co.id  Disini mobil kamu yang tadinya susah laku atau ribet jualnya bisa laku dengan cepat lho! (OLX)

Ini Hal Penyebab Mobil Mudah Terbakar

0

Banyak kejadian mobil terbakar sendiri ketika sedang dikendarai. Ada yang hanya terbakar sebagian, tapi banyak pula mobil yang terbakar seluruhnya sehingga tidak bisa diselamatkan.

Dilansir dari situs resmi Auto2000, sebenarnya potensi mobil terbakar sendiri bisa jadi berasal dari perlakuan pemilik terhadap mobil.

Banyak hal yang bisa menyebabkan, entah karena lupa, ceroboh, atau malah tidak peduli, yang bisa menyebabkan mobil terbakar.

Ini beberapa hal yang bisa menyebabkan mobil terbakar sendiri.

Modifikasi mobil yang salah

Jika kamu mau melakukan modifikasi kendaraan, maka perhitungkan baik-baik apalagi yang menyangkut sistem kelistrikan mobil. Kamu seharusnya berdiskusi dengan teknisi bengkel resmi untuk memperhitungkan segala risiko yang bisa terjadi.

Salah satu contoh modifikasi yang berpotensi dapat menyebabkan kebakaran adalah mengubah lampu utama atau foglamp dengan alasan kurang terang. Meski sepele, namun modifikasi tersebut mengubah beban kelistrikan mobil. Apalagi bila modifikasi dilakukan dengan cara yang kurang baik dan rapi.

Jangan lupa juga, modifikasi pada komponen mobil dapat menyebabkan garansi gugur. Salah satunya jika suatu saat kamu mengklaim suatu kerusakan, dan ternyata sebabnya adalah perubahan teknis tersebut.

Tidak mengecek kondisi oli mesin

Kebocoran pada oli mesin sering terjadi karena sesuatu hal. Nah bahayanya, tetesan oli mesin dapat terbakar bila mengenai bidang panas seperti pipa knalpot. Di samping itu, jika kamu tidak rutin mengganti oli sesuai ketentuan, maka senyawa kimia dalam oli bakal berubah.

Nah, perubahan senyawa kimia tersebut bakal berimbas pada mesin yang menjadi cepat panas. Kemudian komponen di dalamnya aus, dan berpotensi terjadi kebakaran jika terpercik. Hal ini bisa menyebabkan mobil terbakar.

Maka dari itu, lakukanlah servis berkala di bengkel resmi mobil kamu. Selain rutin mengganti oli setiap servis berkala, area mesin juga dicek untuk melihat risiko kebocoran dan kerusakan sistem oli, bahan bakar, serta kelistrikan.

Parkir dekat sumber api

Seringkali karena terburu-buru, bisa saja ketika parkir kamu tidak sadar bahwa di sebelah mobil ada sumber api, contohnya seperti tempat sampah.

Yang membuat bahaya adalah kalau ternyata isi tempat sampah tersebut baru saja dibakar. Bara api dari sisa pembakaran yang terbang dapat mengenai bagian mobil yang sensitif seperti kabel kelistrikan.

Tak hanya itu, mesin yang masih panas juga berisiko terbakar apabila terkena sampah plastik yang terbang terbawa angin. Maka dari itu, saat berhenti dan akan parker, pastikan dulu mobil kamu aman dari sumber panas.

Menyimpan barang yang rentan terbakar

Nah, kamu seharusnya menghindari untuk menyimpan barang-barang yang mudah terbakar di dalam kabin mobil. Barang-barang itu contohnya seperti bensin, tinner, parfum cair, korek api gas dan tabung gas.

Pasalnya, barang-barang tersebut mengandung bahan aktif yang bisa membuat mobil terbakar. Jika diletakkan di dalam ruang tertutup dengan suhu udara tinggi, berpotensi menimbulkan api dan menyebabkan kebakaran.

Kalau OLXers berpikir untuk membeli atau menjual mobil, jangan ragu untuk kunjungi OLX.co.id, jaminan semua mobil yang kalian cari ada. (OLX)

MRF TYRES Ajak Pengusaha Truk Angkut Hitung Untung Biaya Per Kilometer

0

Ban menjadi komponen kendaraan pengangkutan dan logistik yang punya peran penting. Bagian ini bahkan merupakan salah satu biaya operasional terbesar dalam usaha pengangkutan. 

Banyak para pengusaha truk angkut yang lebih cenderung mementingkan jumlah muatan untuk meningkatkan keuntungan, tanpa sepenuhnya memperhitungkan risiko dan kerugian mengoperasikan truk dalam kondisi yang melebihi kapasitas (overload).

Kondisi ini coba diluruskan oleh MRF TYRES sebagai salah satu produsen ban terdepan di dunia yang juga fokus pada kendaraan komersial dan niaga.

Menjembatani celah ini MRF TYRES menggandeng komunitas-komunitas pengusaha, operator dan pengemudi truk di seluruh Indonesia untuk memberikan pelatihan perawatan ban sekaligus edukasi mengenai efisiensi biaya ban melalui penghitungan Biaya Per Kilometer (BPK).

Kampanye ‘Hitung Untung dengan BPK’ membantu pengusaha truk angkut dalam meningkatkan keuntungan, sehingga nantinya dapat berdampak positif pada keseluruhan lansekap industri infrastruktur dan akselerasi bisnis pada umumnya. 

Sekaligus menjadi sosialisasi lebih dalam mengenai pelanggaran dan bahaya dari Over Dimension Overload (ODOL), di mana ODOL tidak hanya merusak namun juga berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

“Kendaraan berat yang kelebihan dimensi dan muatan adalah salah satu kondisi terpaksa yang dilakukan operator atau perusahaan untuk meningkatkan pendapatan. Padahal, kelebihan beban dan dimensi akan membuat kendaraan cepat rusak,” ujar Sugih Sutjiono, General Manager PT Everseiko Indonesia – agen pemegang merek MRF TYRES Indonesia di acara kampanye “Hitung Untung dengan BPK” pada pameran GIICOMVEC 2020, Kamis (5/3/2020). 

“Apalagi dengan kondisi perawatan ban yang kurang baik, proses operasional memiliki risiko tinggi rusak dan berbahaya, usia pakai pun lebih pendek dan produktivitasnya tidak sesuai target.”

Kampanye ‘Hitung Untung dengan BPK’ ini merupakan target jangka panjang MRF TYRES, dan merupakan dukungan bagi para pengusaha truk dengan memberikan pelatihan khusus perawatan ban kepada tim operasional termasuk para pengemudi truk. Dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengertian atas pentingnya peran ban dalam hal safety dan efisiensi.

Ini sejalan dengan tema GIICOMVEC 2020 yang mengedepankan topik keselamatan dalam menghadirkan solusi transportasi terbaik dari industri kendaraan komersial.

“Perhitungan BPK yang cermat, dikombinasikan dengan pemahaman yang baik bahwa efisiensi bisnis tidak diukur dari nilai beli yang bersifat jangka pendek, namun dari nilai pakai, akan menghasilkan produktivitas yang optimal, bahkan bisa mencapai sekitar 30% efisiensi biaya,” ujar Wira Gapen, pemilik Dejavu Express, konsumen produk MRF TYRES.

“Kami optimistis bahwa kampanye ‘Hitung Untung dengan BPK’ MRF TYRES ini bisa membuat semakin banyak pengusaha dan operator kendaraan pengangkutan dan truk mengerti konsep efisiensi dengan meningkatkan perawatan ban.” tutup Sugih Sutjiono. (Z)

Truk Alami Breakdown, Dengan Isuzu Link Lebih Mudah Ditangani

0

Kendaraan apapun jenisnya, roda empat maupun roda dua, mobil penumpang atau mobil komersial merupakan sebuah aset yang harus selalu dijaga. Utamanya untuk mobil komersial yang selalu menjadi andalan pemilik dalam mencari ‘cuan’ setiap waktu. 

Salah satu hal yang paling menakutkan bagi para pengusaha transportasi dan angkutan adalah saat salah satu armadanya mengalami breakdown. Kondisi ini tentu bikin pusing akibat mobil tak bisa beroperasional secara normal sehingga menimbulkan kerugian.

Padahal risiko ini sendiri bisa dihindarkan selama penggunaan armada berlangsung dengan normal serta dirawat dengan tepat. 

Solusi inilah yang ditawarkan oleh Isuzu kepada para pengusaha yang selalu setia dan percaya kepada produk Isuzu di pameran GIICOMVEC 2020. 

Pelayanan plus diberikan melalui Isuzu Link versi terbaru demi mempertahankan produktivitas unit Isuzu, sebuah terobosan yang dikembangan PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) bersama provider lokal, serta berbasis pada suara konsumen Isuzu. 

Layanan terbaru dari Isuzu ini menekankan tiga hal dasar kebutuhan pelanggan, mulai dari kemudahan pencegahan untuk meminimalkan terjadinya breakdown, monitoring dan reporting produktifitas kendaraan dengan mengukur pencapaian kilometer (jarak tempuh) dan engine hour, serta integrasi customer dengan jaringan Isuzu agar lebih memudahkan interaksi.

Dalam layanan Isuzu Link ada fungsi Service Reminder, Driving Behaviour dan Live Isuzu Channel. Service Reminder untuk memberikan peringatan di saat kendaraan sudah harus di servis, Driving Behaviour untuk memberikan informasi keandalan supir sebagai bahan evaluasi dan edukasi untuk berkendara dengan lebih baik, Live Isuzu Channel menghubungkan customer dengan seluruh jaringan Isuzu sehingga customer tidak kesulitan unutk mendapatkan layanan Isuzu.

Urusan memonitor kendaraan semakin mudah lewat Isuzu Link. Seluruh gambaran kondisi operasional dan lokasi truk tercatat dengan sangat baik lewat menu Operational Dashboard. Ada laporan produktifitas per hari yang diukur dari pencapain kilometer ataupun engine hour, apabila truk mengalami breakdown. 

Dan jika benar-benar kejadian (breakdown) maka ada fungsi Breakdown Alert yang menghubungkan informasi kondisi tersebut langsung ke jaringan Isuzu sehingga bisa segera mendapatkan penanganan.

Jika Isuzu Link versi sebelumnya hanya diperuntukkan pada model Isuzu GIGA, di versi terbaru ini sudah bisa untuk unit Isuzu ELF dan Isuzu TRAGA. (Z)

FORWOT dan Isuzu Terus Dorong Aplikasi Standar EURO4

0

Pemerintah menetapkan pemberlakuan standar bahan bakar EURO4 khusus kendaraan bermesin diesel pada 7 April 2021 mendatang. 

Aplikasi bahan bakar berstandar EURO4 disebut memiliki keuntungan bagi berbagai pihak, mulai dari emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan, efisiensi produksi kendaraan, hingga meningkatkan perekonomian bangsa terkait ketahanan bahan bakar.

Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) menggandeng Isuzu dan Kementerian Perindustrian terus berusaha mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan yang terkait agar bersiap menghadapi era baru standar bahan bakar di Indonesia. 

“Perubahan standar bahan bakar ini akan diikuti oleh produsen otomotif. Negara-negara tujuan ekspor sudah menerapkan standar EURO4, EURO5, dan EURO6, ini peluang bagus bagi industri untuk meningkatkan daya saing. Kalau ada dua lini produksi kendaraan EURO2 dan satu lagi untuk EURO4 jelas membuat hal tersebut tidak kompetitif,” terang Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Putu Juli Ardika, di Diskusi Pintar Bersama Isuzu dan Kementerian Perindustrian di GIICOMVEC Jumat (6/3/2020).

Penerapan bahan bakar Biofuel 30 (B30) sejalan dengan rencana pemerintah menghadirkan bahan bakar yang bersih serta ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan baku minyak nabati (fatty acid methyl ester/FAME) yang bersih dari timbal. Minyak nabati tidak mengandung sulfur dan logam. 

Semakin besar kandungan FAME dalam biosolar, semakin memudahkan dalam mencapai standar EURO4. 

Bahkan Presiden Joko Widodo bertekad penerapan Biosolar tidak sekadar pada B30 saja, tapi berlanjut sampai ke B100. Ini sudah setara dengan bahan bakar berstandar emisi EURO6. Dan hal ini bukan tidak mungkin karena Indonesia sendiri merupakan negara terbesar penghasil bahan baku Biosolar. 

Memanfaatkan minyak nabati sebagai campuran solar tentu akan lebih ramah lingkungan serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar oleh kendaraan bermesin diesel.

Menyambut kebijakan ini, Isuzu sebagai salah satu merek yang memproduksi kendaraan niaga bermesin diesel menyatakan kesiapannya.

Bahkan produsen mobil asal Jepang ini sudah melakukan serangkaian riset dan pengembangan di Jerman untuk menguji mesin yang cocok dengan standar emisi gas EURO4 dan B30, dan kini sudah bisa digunakan oleh konsumen di Tanah Air.

“Prinsipnya kami sebagai produsen akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Penyesuaian mencakup ambang batas gas buang sampai penggunaan bahan bakar nabati disesuaikan dengan regulasi yang berlaku,” sambung Departemen Head Prototype and Test Departement PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Harmoko Setyawan. 

Kesiapan tersebut dibuktikan dengan jaminan Teknologi Common Rail di mesin Isuzu Giga yang dijual saat ini sudah kompatibel. Bahkan Isuzu menilai standar emisi EURO4 wajib segera diterapkan karena negara-negara lain sudah mengimplementasikan. “Kebijakan ini harus didukung demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (Z)