Senin, September 21, 2026
Beranda blog Halaman 1477

Alasan Suzuki Lebih Pilih Produksi XL7 di Indonesia Dibanding Ignis

0

Jakarta – Suzuki Indonesia bersiap menghadirkan produk terbarunya di segmen Sport Utility Vehicle (SUV), Suzuki XL7. Sabtu mendatang, 15 Februari 2020, secara resmi XL7 masuk dalam kancah pertarungan di segmen medium SUV.

Suzuki XL7 terbilang istimewa. Tanpa perlu melakukan tes pasar seperti model sebelum-sebelumnya, prinsipal langsung menunjuk Indonesia sebagai basis produksi SUV 7-seater ini.

Sementara Suzuki sendiri juga punya city car yang pasarnya boleh dibilang sudah cukup mapan di Indonesia, tapi statusnya masih tetap diimpor secara CBU dari India.

Meski angka penjualannya cukup tinggi di Indonesia, tidak lantas menarik minat Suzuki memproduksi Ignis disini. Suzuki lebih memilih produksi XL7 karena pertimbangan ekspor. (Foto: Google)

Lalu apa alasan Suzuki urung produksi sendiri Ignis di Indonesia dan lebih memilih XL7, yang peluang pasarnya sendiri belum kelihatan?

“Coba lihat pasar kita sekarang, hampir 80 persen kendaraan penumpang yang terjual adalah kendaraan tiga baris. Memang kita akui bahwa secara global tren kendaraan memag semakin kecil, tapi saat ini  di Indonesia belum. Itulah kenapa kita lebih tertarik memproduksi XL7 dibanding model lain,” ungkap Dony Saputra, Head of Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada OLX Indonesia beberapa waktu lalu.

Besarnya pangsa pasar mobil tiga baris di Indonesia bukan satu-satunya alasan mengapa Suzuki Indonesia lebih memilih produksi XL7 dibanding Ignis.

Alasan lainnya menurut Dony adalah soal proyeksi ekspor. “Selain pertimbangan pasar domestik, saya juga harus memperhitungkan untuk soal ekspor. Produk ini sendiri (XL7), buat kami dari volume ekspor pasti akan lebih banyak dibandingkan dengan Ignis,” ujar Dony mengemukakan alasannya. 

Target Penjualan Suzuki XL7 2.000 Unit/Bulan

Suzuki Indomobil Sales memulai lembaran baru dengan menghadirkan XL7 sebagai produk terbarunya di 2020 ini. 

Medium SUV ini menjadi andalan SIS untuk meraih target pangsa pasar 12 persen di 2020 menemani Carry pick up dan Ertiga yang selama ini menjadi backbone penjualan merek otomotif berlambang S di Indonesia. 

Khusus untuk SUV terbaru, Dony menargetkan penjualannya tembus 2.000 unit per bulannya. 

“Kita pasang target 20 persen market share di segmen medium SUV. Pasar medium SUV saat ini kan sekitar 10.000 per bulan, kami ambil sekitar 20 persen, jadinya 2.000 unit,” pungkas Dony. (Z)

12 Pembalap Muda Honda Siap Harumkan Bangsa di Mata Dunia

0

Anak muda haruslah berprestasi demi mencapai cita-cita. Apalagi mengharumkan nama bangsa. Setidaknya hal itu dilakukan 12 pebalap muda yang siap berlaga di berbagai ajang balapan dunia.

Ya, ke-12 pebalap yang usianya masih belia ini ternyata bagian dari tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) 2020 yang sebelum telah ditempa melalui program Astra Honda Racing School (AHRS) yang sudah berlangsung sejak 2013.

Menurut Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya melalui AHRS sebagai kawah candradimuka untuk melatih fisik dan mental, para pembalap muda binaan AHM disiapkan sejak dini untuk dapat mewujudkan mimpi tertinggi mereka di dunia balap.

“Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, tahun ini kami akan kembali menemani anak-anak muda bertalenta mewujudkan mimpi mereka di dunia balap di bawah payung AHRT,” ungkap Thomas, Selasa (4/2/2020).

Adapun pembalap muda yang tergabung dalam tim balap AHRT 2020 antara lain Mario Suryo Aji, Irfan Ardiansyah, Rheza Danica Ahrens, Lucky Hendriansyah, M. Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus, serta Delvintor Alfarizi.

Selain itu, AHM juga melatih skill balap Azryan Dheyo Wahyu Madiadi, Herlian Dandi, Fadillah Arbi Aditama, Veda Ega Pratama dan Chessy Meilandri. Mereka akan menjadi bagian dari upaya AHM dalam mengantarkan pembalap muda berbakat untuk meraih prestasi membanggakan di berbagai ajang balap.

Adapun dari 12 pembalap, 10 diantaranya akan berlaga di balapan level Asia pada tahun ini. Untuk balapan road race, pembalap binaan AHM akan berpartisipasi pada Thailand Talent Cup (TTC), Asia Talent Cup (ATC) dan Asia Road Racing Championship (ARRC), selain itu AHM juga mengikutsertakan pembalapnya pada ajang ketahanan Suzuka Endurance race.

Pada kesempatan kali ini ada pembalap muda berbakat Indonesia, Chessy Meilandri dan Veda Ega Pratama untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka di TTC. Di ajang ini, mereka akan dapat merasakan dan juga beradaptasi dengan atmosfer balap menggunakan motor Honda NSF250R.

Pembalap Astra Honda Racing Team
Tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) 2020 siap mengharumkan nama bangsa dikancang balapan nasional maupun Intenational. 

Sementara itu, 4 pembalap muda dinyatakan lolos seleksi di akhir tahun 2019 untuk berlaga di ATC 2020 yang dipromotori oleh Dorna Sports yang juga penyelenggara kejuaraan balap dunia, MotoGP.

Para pembalap yang akan bergabung di ATC adalah Herjun Atna Firdaus, Azryan Dheyo Wahyu Maniadi, Herlian Dandi dan Fadillah Arbi Aditama.

Pada balapan bergengsi ARRC 2020, AHM kembali mengandalkan Irfan Ardiansyah untuk berlaga di kelas Supersports 600cc, menemani Rheza Danica Ahrens yang telah berpartisipasi di kelas ini pada tahun lalu.

Sementara itu, pada kelas AP250, AHM mengikutsertakan Lucky Hendriansya, M. Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus yang juga berlaga di ATC 2020. Ketiganya bertekad untuk memuncaki kembali klasemen kelas AP250 bersama motor kebanggaan bangsa Honda CBR250RR.

Selain ajang balapan road race, ada juga yang turut serta pada ajang kompetisi ketahanan di Suzuka Endurance Race untuk menguji performa, ketahanan fisik dan mental, konsistensi dan kestabilan pembalap binaannya.

Menuju jenjang yang lebih tinggi, pembalap AHRT diharapkan dapat bertarung di CEV International Championship. Ajang balap bergengsi di Eropa ini merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pembalap dunia.

Kesempatan besar ini kembali diberikan AHM pada Mario Suryo Aji yang akan berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Mario akan menetap sementara di Eropa agar dapat mengasah kemampuannya dan fokus berlatih sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia. Hal ini juga dilakukan agar Mario dapat lebih menyesuaikan diri dengan medan balap di Eropa.

Sebelumnya, AHRT juga sukses mengantarkan Andi Gilang bergabung dengan Honda Team Asia untuk tampil pada GP Moto2. Selain Andi, Gerry Salim juga tampil bersama Honda Asia Dream Racing di kelas ASB1000 ARRC 2020. (Her)

Bikin SIM Karena Belajar Sendiri Digugat ke MK, Ini Alasan Penggugat

0

Pasal 77 ayat 3 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan LLAJ digugat di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh instruktur Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan dan Roslianna Ginting.

Adapun pasal yang berbunyi ‘Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, atau belajar sendiri’, dianggap tidak tepat, khususnya pada unsur kata ‘belajar sendiri’.

Menurut Marcell, kata ‘belajar sendiri’ dalam aturan pembuatan SIM, bertentangan dengan Pasal 77 ayat 1 UU LLAJ, yang berbunyi:

‘Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.’

Selain itu, kata belajar sendiri juga dianggap tidak tepat karena bertentangan dengan Pasal 79 ayat 1, yang berbunyi:

‘Setiap calon Pengemudi pada saat belajar mengemudi atau mengikuti ujian praktek mengemudi di jalan wajib didampingi instruktur atau penguji’.

“Apabila seorang calon pengemudi yang belum memiliki SIM belajar mengemudi secara mandiri di jalan raya, maka ia akan melanggar Pasal 77 ayat 1 di atas, sehingga dapat diartikan bahwa seturut pasal 77 ayat 1 di atas tidak diperbolehkan untuk belajar sendiri,” ungkap Marcell dalam keterangannya.

Karena itu, kata Marcell, pasal Pasal 77 ayat 3 LLAJ terdapat kerancuan dan ketidakpastian hukum yang tidak sejalan dengan amanat Pasal 28 B Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan;

“Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.”

Marcell menyatakan, seperti di Pasal 79 ayat (1) UU No 22 tahun 2009 dimana calon pengemudi belajar mengemudi wajib didampingi oleh instruktur, dengan kualifikasi seorang instruktur yang sesuai dengan amanat di dalam Pasal 42 ayat (1) UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi ;

“Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”.

“Hal ini dapat diartikan bahwa seturut Pasal 79 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 ini, tidak diperbolehkan untuk belajar mengemudi secara mandiri dan juga tidak diperbolehkan diajar oleh seseorang yang tidak sesuai dengan kualifikasi sebagai seorang instruktur,” kata Marcell.

Dengan adanya pertentangan ini, lanjut Marcell, maka terdapat kerancuan dan ketidakpastian hukum yang tidak sejalan dengan amanat Pasal 28 B UU Dasar RI Tahun 1945, yang berbunyi;

“Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.”

Menurut Marcell, mendapatkan kompetensi mengemudi dengan belajar sendiri juga terbukti memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, sebab dengan belajar menggunakan kendaraan pribadi yang tidak dilengkapi dengan rem dan kopling darurat, serta tidak didampingi oleh Instruktur yang kompeten dan tersertifikasi sesuai Pasal 42 ayat 1 UU No 20 tahun 2003.

“Telah terbukti banyak menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kerugian baik materil maupun immateril, seperti hilangnya nyawa seseorang, cedera parah dan ringan, kerusakan properti dan kerusakan fasilitas umum,” terangnya.

Marcell juga mengatakan, kata belajar sendiri dapat menjadi legitimasi bagi calon pengemudi untuk tidak mengikuti pendidikan dan pelatihan mengemudi dari Lembaga Pelatihan yang telah terakreditasi oleh Pemerintah dan tidak melalui proses uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi.

“Hal ini merugikan lembaga pelatihan mengemudi yang telah terakreditasi dan Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang ada, karena tidak terdapatnya kekuatan hukum yang mewajibkan para calon pengemudi untuk dilatih dan disertifikasi oleh lembaga yang sah,” terangnya. (Her)

Suzuki Katana 150 cc Bakal Masuk Indonesia?

0

Mendengar kata Suzuki Katana, pasti OLXer langsung terbayang mobil Suzuki bergaya offroad yang juga disebut Jimny. Namun perlu diketahui, Suzuki divisi roda dua juga punya motor bernama Katana.

Bahkan, Suzuki Katana model terbaru sempat muncul di pameran International Intermot di Koln, Jerman pada 2018 silam. Selain itu, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan juga sempat dibawa.

Ya, motor sport yang sempat berjaya di era-80an ini dianggap obat mujarab bagi mereka pecinta motor Suzuki. Hal ini bisa jadi ajang nostalgia. 

Nah kabar, terbaru Suzuki ingin membuat Katana jadi lebih terjangkau. Tentunya, opsi yang dipertimbangkan menurunkan spesifikasi mesin dari empat silinder berkapasitas 999 cc menjadi 125 atau 150 cc yang digunakan pada mesin GSX 150.

Jika melihat pasar 150cc, tentunya Indonesia jadi salah satu targetnya, karena Suzuki GSX150 sendiri dibuat di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi, Jawa Barat. 

Lantas apakah benar Suzuki Katana 150cc, siap dijual di Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Department Head of Sales and Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales, Yohan Yahya angkat bicara. Menurutnya tidak semudah itu Suzuki menghadirkan model atau produk baru.

Sebaliknya, kata dia, untuk membuat motor dengan baik, maka perlu juga beberapa hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari harga kompetitif dan lainnya. 

“Sehingga saat ini kami masih menilai, apakah motor ini (Katana) harga dan lain-lain bisa cukup di accept di Indonesia,” ungkap Yohan saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Namun sayang saat ditanya lebih detail, Yohan enggan membocorkan pembahas Suzuki Katana 150cc lebih dalam.

Nah, OLXer yang memang ingin punya si legendaris Suzuki Katana versi 150cc, ada baiknya berdoa dulu ya. Semoga terkabul. Tapi kalau mau mesin 999cc mungkin bisa juga. Tapi siapkan dulu kocek yang cukup dalam pastinya. 

Digeber Surabaya-Lombok, Ini Untungnya Pakai Mitsubishi Outlander PHEV

0

Mobil hybrid masih dianggap sebagai solusi menuju era kendaraan listrik. Hal ini karena mobil hybrid tidak memerlukan perubahan pada sektor  infrastruktur.

Sebaliknya, mobil hybrid juga tetap rendah emisi, irit bahan bakar, dan minim getaran serta raungan mesin.

Nah, untuk membuktikan ketangguhan mobil hybrid, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencoba melakukan pengujian salah satu produk andalannya yaitu Mitsubishi Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dari Surabaya, Jawa Timur hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Usut punya usut, perjalanan yang ditempuh selama kurun waktu lima hari, Outlander PHEV ternyata hanya sekali pengisian bahan bakar bensin sebanyak 45 liter dan pengisian baterainya secara full di Surabaya saja. 

Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV

 

Hal ini juga diakui Head of MMC Public Relations Section PT MMKSI Jerry Amran. Kata dia, Outlander PHEV awalnya ditargetkan bakal dilakukan pengisian bahan bakar dan daya listrik di pulau Dewata, Bali, namun hal itu diurungkan.

“Ya karena ngga bisa dicolok. Jadi pengereman regeneratifnya jalan terus. Jadikan di lokasi batch Surabaya-Banyuwangi, Bali, dan Lombok, NTB itu ada lokasi nanjak terus turunan, dan secara otomatis dia mencharge gitu,” jelas Jerry saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure di Lombok, Kamis (6/2/2020).

OLXer juga harus tau, pengereman regeneratif atau regeneratif braking adalah ketika melakukan pengereman, maka hal ini membentuk energi lain yang dapat disimpan untuk digunakan kembali nanti pada saat dibutuhkan.

Sementara itu, untuk berapa jarak tempuh yang bisa dikendarai sebuah Outlander PHEV Head of PC Product Planning Section, Hanif Risky mengatakan, untuk secara pasti hasilnya cukup sulit.

Tapi sebelum media test drive, tim melakukan pengujian, ultimate miles sampai berapa? Total kita tempuh jarak 695 km dari full baterai dan fuel bensin, sampai habis. Sebenarnya masih jalan, mungkin bisa kalau sampai mati banget, tapi kita nggak mau,” ucapnya.

Mitsubishi Outlander PHEV
Caption

Seperti diketahui, Outlander PHEV ini memang dapat memberikan sensasi berkendara menjadi lebih nikmat, karena mobil ini juga dilengkapi teknologi 4WD dan keunggulan PHEV.

Kendaraan ini hadir dengan tiga mode yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Pada mode EV Drive, motor menggerakkan kendaraan dengan tenaga listrik dari baterai sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang membuat kendaraan menjadi senyap, bersih dan bertenaga.

Sementara itu, Hybrid Driving Mode dibagi menjadi dua mode. Pertama, Series Hybrid Mode merupakan perpaduan mode elektrik dan mesin. Mesin gasoline 2,4 L akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak.

Pada Parallel Hybrid Mode, mesin gasoline akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga (saat kecepatan tinggi atau saat efisiensi mesin tinggi).

Fitur yang dimiliki Outlander PHEV memudahkan peserta saat melewati jalur menanjak dan tikungan tajam, dengan sistem Super All Wheel Control (S-AWC) sebuah sistem kendali terintegrasi menjadikan kendaraan ini aman untuk melintas di berbagai medan. Outlander PHEV juga semakin nyaman dan aman dengan berbagai fitur seperti Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced Driver-Assistantce System (ADAS) yang terdiri dari tujuh SRS airbag, ASC (Active Stability Control), FCM (Forward Collision Mitigation System).

Tidak hanya mengendarai Outlander PHEV, peserta juga dapat melihat langsung keunggulan PHEV yang dapat berfungsi sebagai genset dengan kemampuan menyalurkan daya listrik hingga 1.500 watt, yang dibuktikan dengan aktivitas BBQ dinner  di mana peralatan elektronik yang digunakan, mendapatkan pasokan listrik dari Outlander PHEV.

 

Alasan Honda Semakin Doyan Jualan Moge di Indonesia

0

PT Astra Honda Motors selaku agen pemegang merek sepeda motor Honda di Indonesia kian rajin menghadirkan sederet motor gede (moge) dengan mesin di atas 250cc.

Terbaru, perusahan dengan logo sayap kepak melengkapi line up Big Bike dengan meluncurkan moge petualangan dan Cruiser teranyar nya yaitu CRF1100 Africa Twin Adventure Sports dan Honda Rebel CMX500.

Lantas apakah dengan menghadirkan sejumlah moge, Honda ingin juga menjadi raja di kelas motor bermesin gambot seperti yang jualan motor saat ini.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya angkat bicara. Dia menyatakan, tujuan Honda memasarkan moge sebenarnya tidak untuk fokus berjualan. 

“Tapi, kita melihat pasar sepeda motor sangat besar potensinya di Indonesia. Itu yang pertama, yang kedua di dalam masa depan tiga hingga 10 tahun ke depan tentu ada step up konsumen,” ungkap Thomas saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain itu, Thomas juga menyatakan, perkembangan moge di Indonesia bisa saja dipengaruhi seiring dengan pertumbuhan ekonomi Gross Domestic Product (GDP).

Lebih lanjut, Thomas mengaku, jika GDP tumbuh maka tidak menutup kemungkinan akan ada keinginan konsumen yang ingin memiliki sebuah dream bike seperti model timeless classic, retro, adventure, cruiser atau full fairing.

“Kita melihat konsumen pasar di Indonesia punya dream bike ke arah sana, suatu saat ekonomi bertumbuh, mereka bisa step up, dan kita ingin membangun itu, membangun konsumen dari entry level, sampai nanti flagshipnya itu mereka punya pilihan produk sepeda motor di Indonesia,” terangnya.

Thomas juga menuturkan, tidak ada target penjualan untuk penjualan moge. Bahkan sejak 2015-2016 moge Honda yang awalnya terjual hanya 300 unit pertahun, kini dalam tiga tahun terakhir setidaknya 500-600 unit moge ludes terjual per tahun.

“Suatu saat bisa sampai lebih dari 1000 (unit per tahun) mungkin atau lebih dari itu,” tutupnya. 

6 Tips Mudah Merawat Mobil Untuk Harian

0

Memiliki kendaraan seperti mobil berarti OLXer harus sudah siap dengan sejumlah perawatan yang wajib dilakukan. Apalagi, jika mobil yang digunakan untuk menunjang rutinitas dan mobilitas sehari-hari.

Pasalnya, tak sedikit pemilik mobil merasa jika mobil yang dikendarai sudah berjalan normal tanpa masalah sehingga lupa untuk mengecek kendaraannya sendiri.

Oleh karena itu, kali ini Daihatsu membagikan tips agar mobil yang dimiliki tetap aman dan nyaman selama digunakan beraktivitas sehari-hari, berikut tipsnya :

1. Periksa rutin ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan. Kekurangan air radiator dapat menyebabkan mesin overheat. Bila kurang, tambahkan dengan air radiator coolant resmi.

2. Periksa ketinggian oli mesin di antara batas minimum dan maksimum yang dapat terlihat pada stik cek oli, karena kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan mesin.

3. Penggunaan air wiper saat menjalankan wiper sangat penting agar tidak merusak kaca. Pastikan air di tangki wiper juga dalam kondisi terisi penuh dengan melihat batas maksimal dari tangki air wiper.

4. Bagi kendaraan yang menggunakan power steering bertipe hidrolik, bisa melakukan pengecekan minyak power steering dengan melihat batas minimum dan maksimum yang ada pada tangki penampungan minyak power steering.

Sebelum mematikan mesin, pastikan juga roda depan tetap dalam keadaan lurus agar kinerja power steering tetap baik. Gunakan minyak power steering yang telah direkomendasikan.

5. Untuk kinerja pengereman yang optimal, pastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum dan gunakan minyak rem yang telah direkomendasikan. Bila kurang sampai batas minimum dan lampu indikator rem menyala, segera hubungi bengkel resmi Daihatsu terdekat.

6. Khusus pengguna aki basah, pastikan dengan cara melihat ketinggian cairan aki pada seluruh sel selalu berada antara Lower Level dan Upper Level. Isilah air aki secara berkala agar aki tetap berfungsi secara optimal.

 

Alasan Pilih Mobil Listrik Menurut Rifat Sungkar

0

Mobil listrik memang masih jarang. Namun begitu, sejumlah pabrikan otomotif dunia sudah mengembangkan bahkan ada juga yang menjual mobil listrik. Termasuk untuk pasar Indonesia. 

Lalu mengapa mobil listrik begitu banyak menjadi pembahasan bahkan dianggap menjadi mobil masa depan?

Nah, OLXer yang nggak tau kenapa, ternyata pereli nasional Rifat Sungkar juga punya jawabannya. Kata dia, hal paling mendasar keberadaan sebuah mobil listrik yaitu karena adanya perubahan teknologi.

“Memang tidak mudah bagi konsumen yang sudah puluhan tahun pakai mobil combustion engine biasa. Karena feeling getarannya itu nggak ada, bunyinya juga kurang, udah gitu kurang feeling dengan menyetir mobil listrik. Akan tetapi, ini adalah challenge untuk produsen yang membuat mobil listrik,” ungkap Rifat saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020 yang digelar Mitsubishi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/2/2020).

Pembalap kelahiran Jakarta, 22 Oktober 10978 ini juga ternyata punya beberapa alasan, mengapa mobil listrik dibuat, antara lain;

“Pertama, dunia sudah lebih peduli dengan lingkungan hidup. Itu alasan nomer satu mobil listrik,” kata Rifat.

Kedua, kata dia, jika sebuah mobil berbahan bakar minyak memiliki 5.000-12.000 part (komponen), maka untuk mobil listrik partnya hanya 700-1.200.  

“Bayangin berapa banyak barang yang bisa di-saving untuk lingkungan hidup,” ucapnya. 

Ketiga, dari segi perawatan, mobil listrik lebih sedikit dan lebih murah.

Keempat, ramah lingkungan. Mobil lebih hijau menjadi target para pabrikan otomotif.  Bahkan kata Rifat, seluruh negara telah menerapkan regulasi rendah emisi,.

“Mereka selalu mengatakan dunia mereka lebih hijau, lebih baik. Jadi emisi udara dari mobil nol,” tuturnya.

Keenam, hemat uang dan waktu. Mobil listrik dianggap dapat menghemat uang dalam jangka panjang karena tidak  mengisi bensin, sebaliknya selalu mengandalkan listrik. 

“Tapi untuk menghemat waktu, semua negara yang memprioritaskan mobil listrik memberikan banyak kemudahan bagi pemilik mobil listrik, mulai dari pajak lebih murah, tempat parkir lebih gampang, boleh lewat jalan protokol, sampai mendapat insentif,” kata Rifat.

Namun begitu, Rifat sendiri menyadari, yang terpenting dengan adanya mobil listrik yaitu bagaimana memancing masyarakat untuk membeli mobil tersebut. 

“Banyak hal yang dipancing produsen mobil untuk bergeser ke mobil listrik,” tutupnya. (Her)

Fakta Menarik Soal Perawatan Mobil Mitsubishi Outlander PHEV

0

Mitsubishi punya mobil dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), mobil tersebut adalah Mitsubishi Outlander PHEV.

Nah, kalau OLXer masih ada yang nggak tau apa itu PHEV, menurut Department Head Technical Service Sales and Marketing Division PT MMKSI Budiarto, teknologi ini merupakan kombinasi mesin bensin dan listrik yang dayanya diisi saat mobil bergerak atau bisa di charge dengan power outlet kemudian disimpan dalam baterai.

Lantas seberapa sulit jika melakukan perawatan pada Outlander PHEV?

“Kalau PHEV nggak ada yang spesial (soal perawatan), enginenya dirawat seperti engine yang biasa. Intinya, perawatannya tidak ada beda karena jadwal pergantian oli mesinnya juga sama,”ungkap Budiarto saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020 yang digelar Mitsubishi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/2/2020).

Tak hanya pergantian oli, kata Budi, usia baterai yang saat ini digunakan jika penggunaan secara normal diperkirakan bisa bertahan di atas 10 tahun.

“Jadwal perawatan sama 10 ribu km. Kita kalau hitungan maintenance itu 10 ribu kira-kira 6 bulan maksimum, mana yang tercepat. Warranty juga sama,” ucapnya.

Bagaimana cara pengisian baterainya?

Mitsubishi Outlander PHEV disebut-sebut tak ribet, karena dapat diisi melalui sumber listrik eksternal baik itu listrik di rumah atau kantor.

Bahkan menurut Budi, jika memiliki mobil PHEV setidaknya daya listrik di rumah mencapai 3.600 watt. Tapi, kemungkinan jika memiliki mobil jenis PHEV maka daya listriknya di atas itu.

“Kalau misalnya punya rumah, AC 1 PK ada 10 unit, berarti kalau AC hidup semua di rumah itu butuh listrik kira-kira 10.000 watt, kalau ada rumah yang listriknya 10.000 watt, kalau setiap hari tidak menghidupkan semua AC-nya, supaya sanggup untuk ngecas PHEV,” jelas Budi saat ditemui di acara GIIAS 2019 di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

Perlu dicatat, daya 3.600 watt merupakan batas standar daya rumah dan hanya mempengaruhi di awal pengisian. Namun setelah itu, pengecasan akan lebih rendah dan konstan di 2.000 watt.

Budi sendiri menyarankan, jika daya rumah tak mau terbebani karena keberadaan Outlander PHEV, ada baiknya konsumen menambah daya minimal 3.600 watt.

“Nanti pihak konsultan untuk pasang instalasi chargingnya akan bantu konsul juga. termasuk mengukur grounding listrik di rumah bagus atau nggak. Karena daya besar butuh grounding yang bagus,” jelasnya.

Kata Budi, Outlander PHEV ini memiliki kapasitas baterai sebesar 13,8 kWh (kilowatt hour). Sedangkan jika dikalkulasikan secara sederhana, apabila 1 kWh bernilai Rp 1.500-an, maka biaya yang dikeluarkan pemilik untuk mengisi daya baterai hingga penuh bisa mencapai Rp 20.700-an.

Sebaliknya, untuk sumber daya listrik dalam keadaan darurat, batasan energi yang dialirkan mobil tersebut mencapai 1.500 watt, sehingga masih mampu mengaktifkan beberapa perangkat elektronik.

 

Ini Mobil Pertama Mercedes-Benz yang Masuk ke di Indonesia

0

Mercedes-Benz jadi salah satu brand otomotif premium yang ada di dunia. Namun OLXer juga harus tau, ternyata keberadaan si Mercy di Tanah Air secara khusus ternyata sudah lama juga lho.

Mau tau seberapa lama? Usut punya usut, merek mobil asal Jerman ini ternyata sudah ada di pulau Jawa sejak 1894. Kala itu mobil pertama Mercedes-Benz berupa Benz Victoria Phaeton yang dimiliki Sultan Soerakarta (Solo), Pakoe Boewono X.

Kehadiran Benz Victoria Phaeton ternyata hanya selang delapan tahun setelah sang penciptanya Carl Benz membangun mobil pertamanya yang dikenal sebagai mobil pertama di dunia.

“Pakoe Boewono X memesan mobil Benz dari Pröttle & Co., sebuah perusahaan yang berlokasi di Passer Besar di Surabaya,” tulis keterangan resmi Mercedes-Benz, Minggu (9/2/2020).

Perlu diketahui, Pakoe Boewono X membeli Benz Victoria Phaeton diimpor dari Eropa dan bernilai 10.000 Gulden. Tentu saja kala itu harganya cukup mahal.

Jika dibayangkan di zaman dulu, tentu saja Pakoe Boewono bisa disebut sangat update, modern dan kaya raya. Pasalnya, di era saat itu sebagian besar transportasi darat terdiri dari sebuah kereta yang ditarik oleh kuda, maka kereta yang berjalan sendiri dan tanpa seekor kuda dianggap unik. Banyak orang di Jawa menyebutnya ‘Kreta Setan’.

Benz Patent Motorwagen Roman Belogorodov / Shutterstock.com

Sekadar informasi, mobil Benz Victoria Phaeton sendiri merupakan mobil roda tiga yang memiliki mesin satu silinder berkapasitas 2,0 liter yang mampu memuntahkan daya 5 hp. Mobil ini dilengkapi dengan ban karet yang keras.

Oia, Pakoe Boewono juga punya mobil hebat lainnya saat dia menjadi sultan, yaitu Britze Daimler. Mobil Daimler ini hadir pertama kali 13 tahun kemudian atau 1907. Britze Daimler sendiri yang ditenagai mesin 4-silinder 45 hp.

Adapun Mercedes-Benz hadir melalui agen resmi di Indonesia ternyata masuk pada 1970. Nah, bertepatan dengan 50 tahun Mercedes-Benz di Tanah Air, mereka mendonasikan replika mobil pertama di dunia, bernama Benz Patent-Motorwagen (Mobil Benz Patent Motor) kepada Museum Nasional Indonesia.

Menurut Presiden Direktur, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Choi Duk Jun, Mercedes-Benz sangat gembira dapat mendonasikan replika asli mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen, kepada Museum Nasional Indonesia.

“Mercedes-Benz telah memainkan peran penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah Benz. Dengan donasi ini, kami mendukung Museum Nasional Indonesia dalam menjalankan misinya untuk mengedukasi mengenai wilayah Indonesia dan sejarahnya,” ungkap Choi.

Nah, replika mobil Benz Patent-Motorwagen dipajang dalam pameran sementara yang bertajuk “Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia” di Museum Nasional Indonesia, mulai dari 8-5 Februari 2020.

“Oleh karena itu, kami bangga untuk merayakan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia dengan berkontribusi pada museum dan upayanya dalam bidang pendidikan dan budaya transportasi,” ucap Choi.