Rabu, September 9, 2026
Beranda blog Halaman 1537

Perhatikan Hal Ini Saat Melaju di Jalan Tol Bila Tidak Ingin Kena Tilang Elektronik

0

OLXer saban hari berangkat dan pulang kantor lewat jalur tol? Nah, kalian wajib baca pemberitahuan ini. 

Ditlantas Polda Metro Jaya bekerjasama dengan PT Jasa Marga (Persero) berencana memberlakukan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik bagi pengendara yang melanggar aturan saat melintas di ruas tol Jakarta. Sistem ini sudah mulai berlaku Oktober 2019 ini.

Setidaknya sudah ada 10 titik di ruas tol yang telah terpasang kamera CCTV tilang elektronik. Berikut adalah lokasinya;

  • Dua titik kamera berada di ruas Tol Jagorawi-Cibubur (kedua arah)
  • Dua titik kamera terpasang di ruas Tol Jakarta-Cikampek (kedua arah)
  • Satu titik kamera di ruas Tol Jakarta-Tangerang (Janger)
  • Satu titik Kamera di ruas Tol Tomang-Bandara (Prof. Sedyatmo)
  • Satu titik kamera di ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang)
  • Satu titik kamera di ruas Tol JORR (Rorotan-Cikunir)
  • Satu titik kamera di Gerbang Tol Semanggi 1
  • Satu titik kamera di Gerbang Tol Kuningan 1

Adapun jenis pelanggaran yang bakal terkena sanksi tilang elektronik mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) adalah sebagai berikut;

1. Melanggar batas kecepatan

Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Pasal 287 ayat 5). 

Ingat, batas kecepatan di jalan Tol itu antara 60 hingga 100 kilometer per jam.

2. Menggunakan ponsel sambil mengemudi 

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (Pasal 283).

Ini juga patut diwaspadai OLXer, karena biasanya tanpa disadari saat mengemudi di tol, tangan kita juga kadang asik balas pesan whatsapp atau mencari musik favorit untuk didengarkan. 

3. Tidak menggunakan seat belt

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor atau Penumpang yang duduk di samping Pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 289). 

Setiap duduk di belakang kemudi, rata-rata hal pertama yang dilakukan adalah memasang seat belt. Rasanya bila berkendara sendiri, tak perlu khawatir akan datang surat tilang ke rumah. Tapi yang repot kalau ada orang lain yang ikut duduk di sebelah pengemudi. Kadang tanpa disadari penumpang tersebut tidak memasang sabuk pengaman dan  pengemudi tidak memperhatikan, kecuali mobil sudah dilengkapi alarm seat belt. Jadi ini harus selalu diwaspadai ya OLXer.

4. Surat-surat/nomor polisi palsu

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. 

Jadi pastikan surat-surat kendaraan OLXer dibawa dan masih berlaku. Jangan pernah berpikir untuk memasang nomor polisi (plat nomor) palsu demi menghindari sistem ganjil-genap. 

5. Melaju di bahu jalan tol

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Pasal 287 ayat 1).

Nah, ini sebenarnya tantangan pengemudi di jalan tol. Tak bisa menahan macet sedikit, bahu jalan pun menjadi sebuah pembenaran. Rasanya melanggar bahu jalan bakal menjadi penyumbang tilang elektronik terbanyak di jalan tol. Mengingat masih banyak pengemudi yang doyan melaju di bahu jalan meski kondisinya tidak darurat.

Antrian Jimny Sampai 4 Tahun, Suzuki Indonesia Minta Produksi Lokal

0

Menjadi fakta tak terbantahkan memang, kalau saat ini Suzuki Jimny terbaru menjadi incaran kaum berduit untuk dijadikan kendaraan kebanggaan mereka. Sejarah panjang dari generasi ke generasi membuat legenda Suzuki ini memang layak nongkrong di garasi rumah.

Jadi nggak usah heran kalau penampilannya di pameran GIIAS Juli 2019 lalu mendapatkan respon luar biasa. Bahkan hingga saat ini diakui PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), jumlah pesanan Suzuki Jimny sudah mencapai 2.000 unit lebih.

“Sejak GIIAS Juli 2019 lalu indennya sampai saat ini sudah 2.000-an,” ujar Donny Saputra, Direktur Marketing PT SIS, Senin (30/9/2019).

Merek mobil apapun tentunya dengan capaian seperti ini pasti akan tersenyum bahagia. Tapi sebaliknya, Suzuki merasa kewalahan. Bagaimana tidak? Kuota impor dari Jepang hanya dibatasi sebanyak 50 unit saja. Bila di total hingga kiriman terakhir, jumlahnya baru berkisar 200 unit.

“Antrean Jimny bisa sampai 3-4 tahun. Kami sudah imbau ke diler-diler kami untuk menghentikan pesanan Suzuki Jimny sementara waktu. Walau kadang-kadang ada saja konsumen yang tetap paksa untuk pesan,” lanjutnya.

Tapi dijelaskan lebih jauh olehnya kalau situasi seperti ini bukan cuma di Indonesia saja. Negara lain yang juga memasarkan Suzuki Jimny merasakan hal sama.

“Jadi bukan kita saja. Di luar juga sama kendalanya, termasuk negara Eropa.”

Sinyal Positif Produksi Jimny di Indonesia

Melihat respon konsumen yang luar biasa terhadap Suzuki Jimny generasi keempat ini, Donny Saputra mengaku sudah mengajukan permohonan ke Suzuki Jepang untuk bisa memproduksinya di Indonesia.  

“Beberapa presentasi dan meeting dengan mereka sudah ada indikasi menghitung volume dan lain sebagainya untuk bicara detail, investasi, dan lain sebagainya,” terang Donny. 

“Kita sudah dapat sinyal positif dari prinsipal terkait produksi lokal Jimny generasi keempat. Situasinya saat ini hanya tinggal 'tunggu ketok palu' saja,” pungkasnya.

Tapi Donny belum berani memastikan waktu pasti keputusan itu dikeluarkan prinsipal. Kalau memang iya positif produksi disini, masih harus menunggu dua tahun sejak keputusan dikeluarkan. 

Berarti kalau prinsipal Suzuki di Jepang memutuskan di tahun 2020, artinya baru di 2022 nanti line produksi Jimny buatan Indonesia baru berjalan.

Daripada nunggu lama-lama, mending melipir kesini aja, banyak loh Suzuki Jimny yang ditawarkan dari tahun awal sampe yang generasi ketiga. Siapa tau ada yang cocok. (Z)

Gokil, Harga Toyota GR Supra Setara dengan 13 Mobil Agya

0

Toyota GR Supra jadi model paling baru yang ditawarkan PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek mobil Toyota di Tanah Air.

Nah, setelah nongkrong dan dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Juli 2019 lalu, PT TAM akhirnya mengumumkan harga sport car legendaris tersebut, dengan banderol Rp 1,995 miliar On The Road Jakarta.

Wah, kalau OLXer mau tau, harga Toyota GR Supra ini ternyata setara dengan 13 Toyota Agya jika rata-rata harga barunya di angka Rp 150 jutaan.

Menurut Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, dengan ditetapkan harga resmi GR Supra, maka ditargetkan pengiriman GR Supra kepada pelanggan dilakukan pada pertengahan Oktober.

“Bagi beberapa customer yang khususnya sudah menyatakan minatnya untuk memiliki GR Supra akan dapat segera menikmati sport car legendaris ini di jalanan Indonesia,” ucap Anton.

Jumlah Terbatas dan Jadi Buruan Konsumen  

Toyota GR Supra. (Sumber Toyota)

Kehadiran GR Supra di Indonesia sendiri memang sempat menarik perhatian masyarakat. Sebab, menyandang sport car legendaris, nyatanya GR Supra berevolusi dan memiliki tampilan ala supercar Eropa.

Bahkan menurut Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Kazunori Minamide, sejak GR Supra pertama kali diperkenalkan secara resmi kepada pasar global di Detroit Auto Show, Amerika Serikat, bulan Januari lalu, banyak sport car enthusiast dari berbagai belahan dunia langsung melakukan proses pemesanan GR Supra.

“Tingginya permintaan global ini sangat mempengaruhi besaran kuota GR Supra untuk pasar Indonesia menjadi terbatas. Pada phase pertama ini, sudah ada 4 unit GR Supra yang siap untuk kami proses lebih lanjut untuk segera bisa dimiliki para peminatnya di Indonesia,” kata

Walaupun terbatas, hingga akhir September kemarin total pelanggan Toyota yang telah menyatakan minatnya untuk memiliki GR Supra telah mencapai lebih dari 15 orang.

 Dengan adanya minat yang cukup tinggi, TAM sedang berupaya untuk menambah alokasi GR Supra sebagai bentuk komitmen untuk memenuhi setiap kebutuhan dari pelanggan Toyota.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, sebagai bentuk ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tingginya permintaan dari konsumen, TAM berupaya untuk menambah jumlah alokasi GR Supra di pasar Indonesia.

“Kami harapkan tambahan GR Supra di phase kedua nanti dapat memenuhi minat para konsumen yang sudah ada sejauh ini, setidaknya diusahakan pada akhir bulan Desember 2019, atau paling lambat pada Januari 2020,” kata Soerjo.

Kehebatan Toyota GR Supra

Toyota GR Supra. (Herdi Muhardi)

GR Supra adalah generasi ke-5 dari legenda sport car Toyota Supra yang generasi pertamanya diluncurkan pada 1978. Nama GR sendiri berasal dari GAZOO Razing yang merupakan bagian dari Toyota Motor Corporation (TMC) yang bertugas membuat mobil Toyota yang lebih emosional dan menyenangkan.

Dalam pengembangannya, GR Supra melewati serangkaian uji coba di lintasan sirkuit dan berbagai jalan raya. Targetnya, menemukan komposisi dan kunci terbaik sportscar sejati namun tetap memberikan kenyamanan berkendara saat digunakan sehari-hari.

Selain itu, GR Supra juga dikembangkan untuk dapat mencapai kinerja sensitivitas yang tinggi dimana setiap dinamika atau gerak mobil bisa menimbulkan emosi kegembiraan (Supreme Fun to Drive) dan dapat membuat koneksi yang kuat dengan pengemudinya.

Guna lebih memperkuat drivability, gardan GR Supra dilengkapi teknologi Limited Slip Differential (LSD) yang dikontrol secara elektronik. Fitur ini mampu membuat mobil meluncur mulus saat di tikungan, dan segera bisa dipacu begitu berada pada track yang lurus.

Fitur LSD ini sangat diperlukan mengingat keputusan para engineer untuk tetap mempertahankan konfigurasi legendaris Supra dengan mesin 3.000 cc Turbo 6- silinder segaris. GR Supra dilengkapi transmisi 8-speed Sport Automatic. Mesin 3.000 cc mampu menghasilkan tenaga maksimal 340 PS yang dicapai pada putaran mesin 5.000-6.500 rpm dan torsi maksimal sekitar 500 Nm pada putaran 1.600-4.500 rpm. (Her)

Suzuki S-Presso Bikin Gerah, Renault India Balas Hadirkan Kwid Facelift 2019

0

Nggak nunggu lama-lama selepas Maruti Suzuki meluncurkan S-Presso, mini SUV bergaya futuristik di pasar India, Renault langsung meresponnya dengan menghadirkan facelift dari Kwid. 

Renault Kwid 2019 hadir dengan beberapa pembaruan kosmetik serta Climber sebagai varian Kwid paling tinggi yang dilepas dengan harga Rs. 4,84 lakh. Harga tersebut dibuat benar-benar face to face dengan Suzuki S-Presso.

Untuk diketahui, Suzuki S-Presso yang baru saja meluncur untuk harga varian terendahnya dibanderol Rs. 3,69 lakh. Itu artinya, untuk varian tertinggi harganya setara dengan banderol Renault Kwid Climber.

“Dengan inovasi dalam DNA-nya, Renault Kwid facelift akan menjadi volume maker yang nyata untuk Renault India. Teknologi next-gen All New Kwid dikombinasikan gaya yang ramping dan desain inovatif, memastikan Kwid bakal menjadi pengganggu utama di segmen entry level,” sesumbar Venkatram Mamillapalle, Country CEO & Managing Director, Renault India dikutip ndtv India, Rabu (2/10/2019).

Mobil ini hadir dengan beberapa perubahan visual utama dengan sejumlah fitur baru dan yang diperbarui di dalamnya. 

Selain warna Zanskar Blue, Renault Kwid facelift tersedia dalam beberapa jenis warna lainnya seperti Fiery Red, Moonlight Silver, Ice Cool White, Outback Bronze, dan Electric Blue.

Desain wajah berubah dengan aplikasi grille baru yang diapit oleh lampu Daytime Running Lights horisontal, yang terkesan menjadi satu kesatuan. Di bagian foglamp, in house-nya diberikan paduan warna hitam dan oranye memberikan kesan mobil funky dan stylish.

Ground clearance dibuat lebih tinggi dari sebelumnya 180 mm menjadi 184 mm dengan profil velg 14 inch.

Sementara dari sisi kabinnya, dashboard sudah dual-tone serta aksen krom. Untuk jok ada dua pilihan bagi konsumen, oranye dan putih yang sporty dengan embossing bergaris, atau jok kain crossway premium dengan garis merah. 

Roda kemudi juga sudah berbalut kulit dengan jahitan kontras. Khusus Kwid Climber, sudah pakai sistem infotainment layar sentuh 8 inch yang baru, dengan fitur Android Auto, Apple CarPlay, Playback Video dan Pengenalan Suara. 

Renault Kwid juga menyediakan port USB dengan output daya 2.4A di bagian depan, dan outlet 12V di belakang seperti sebelumnya. Ruang bagasi memiliki daya tampung terbaik di kelasnya, sekitar 279 liter, dan bisa diperluas hingga 620 liter.

Kwid facelift juga mendapatkan beberapa fitur keselamatan aktif dan pasif. Ini termasuk airbag sisi pengemudi dengan opsi airbag sisi penumpang, Anti-lock Braking System (ABS) dengan Electronic Brakeforce Distribution (EBD), alarm safety belt, peringatan kecepatan yang menjadi standar di semua variannya. (Z)

BMW Recall Supra, Toyota yang Tanggung Jawab Ganti Mobilnya

0

BMW baru-baru ini mengajukan laporan cacat produksi ke Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) untuk melakukan safety recall pada tujuh unit Toyota Supra. Pengajuan recall ini terkait masalah pada pengelasan dudukan loop sabuk pengaman mobil.

Safety recall harus dilakukan karena seharusnya ada 13 titik pengelasan. Namun pada Supra yang bermasalah, hanya ada 10 titik saja. Cacat produksi ini disebut bisa merusak dudukan sabuk pengaman saat kecelakaan dan meningkatkan potensi cedera baik pengemudi maupun penumpang.

Pantauan News OLX, ini adalah recall pertama dari Toyota Supra yang ironisnya dilakukan oleh BMW. Dari pernyataan resmi BMW, mengapa mereka yang mengajukan recall dan bukannya Toyota, karena memang Supra diproduksi BMW di pabrik Magna Steyr, Austria.

Toyota telah merilis pemberitahuan kepada dealernya dan akan menghubungi pemilik Supra untuk memeriksakan mobilnya di dealer terdekat. Disebutkan bahwa per 12 September, kasus empat mobil yang bermasalah diklaim sudah selesai. Menurut rilis Toyota, tiga mobil sisanya jika nanti ditemukan ada cacat produksi akan diganti dengan mobil baru, bukan diperbaiki, tanpa dipungut biaya.

Nah untuk empat unit mobil yang disebutkan pertama, tidak dijelaskan lebih lengkap seperti apa mekanismenya. Apakah perbaikan pada titik pengelasan, atau mobil yang cacat produksi diganti dengan mobil baru. 

Supra yang Dijual di Indonesia Juga Buatan Austria

Toyota Supra diungkap pertama kali di Tanah Air pada GIIAS 2019 lalu. Saat itu Toyota sempat memberikan estimasi soal kisaran harganya yang berada di angka Rp2 miliar. Baru-baru ini generasi baru dari mobil sport legendaris itu mendapat harga resmi di angka Rp1,995 miliar. Tidak berbeda jauh dari estimasi awal.

Sebagai produk global, Toyota Supra yang dijual di Indonesia juga buatan BMW di pabrik yang sama di Austria. Bukan hanya di Indonesia, hype Supra juga luar biasa di pasar global dengan permintaan tinggi dari konsumen.

“Tingginya permintaan global ini sangat mempengaruhi besaran kuota GR Supra untuk pasar Indonesia menjadi terbatas. Pada phase pertama ini, sudah ada 4 unit GR Supra yang siap untuk kami proses lebih lanjut untuk segera bisa dimiliki para peminatnya di Indonesia,” ujar Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Kazunori Minamide.

Nah, walaupun kuota unit untuk Indonesia terbatas, hingga akhir September lalu total pelanggan Toyota yang telah menyatakan minatnya untuk memiliki Supra diklaim mencapai lebih dari 15 orang. TAM menyatakan tengah berupaya untuk menambah alokasi Supra di Indonesia pada fase kedua yang diusahakan pada akhir Desember 2019, atau paling lambat pada Januari 2020.

Recall pertama dari Toyota Supra ini cukup menarik untuk diamati karena hanya melibatkan 7 unit saja, meskipun Supra secara global diproduksi dari satu pabrik. Usut punya usut, BMW Z4 sebagai kembaran Supra malah hingga kini belum mendapat recall apapun meskipun secara global diungkap lebih dahulu ke publik sebelum Supra. (Dhan/Her)

Mitsubishi Sudah Mulai Jual Paket Dendo Drive House di Jepang, Menyusul Eropa

0

Terhitung hari Kamis 3 Oktober 2019, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mulai melakukan penjualan secara terbatas Dendo Drive House (DDH), paket teknologi yang menggabungkan panel surya, baterai rumah, dan pengisi daya dua arah dengan Mitsubishi plug-in hybrid atau kendaraan listrik.

Pengumuman dari rencana ini sudah dilakukan Maret lalu tepatnya di ajang Geneva Auto Show 2019, yang sekaligus menjadikan Mitsubishi sebagai merek pertama yang menjual teknologi paket DDH seperti milik Mitsubishi.

Paket inovasi ini sudah diminati di banyak negara Eropa. Bahkan produknya sendiri sudah harus tiba di Jerman pada tahun 2020. Sementara importir Belgia, Beherman sudah berdiskusi untuk meluncurkan DDH pada tahun yang sama.

“Semua orang bicara mobil listrik tanpa berusaha melihat keuntungan lainnya. Bisa Anda bayangkan, dengan menghubungkan 8.000 Outlander PHEV ke jaringan, itu menghasilkan kekuatan daya total hingga satu Gigawatt, atau setara dengan pembangkit listrik tenaga nuklir kecil,” ucap Daniel Nacass, perwakilan Mitsubishi Motors Eropa dikutip dari newmobility.news

Paket DDH yang dilepas ke pasaran oleh MMC terdiri dari kendaraan listrik Mitsubishi (EV) atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), charger dua arah, panel surya, dan baterai rumah.

Pembelian paket ini juga sudah dilengkapi dengan layanan after sales, mulai dari penjualan, pemasangan serta pemeliharaan alat yang meliputi ketiga komponen paket. Namun untuk beberapa negara dan wilayah tertentu, instalasi dan pemeliharaan akan dutangani kontraktor outsourcing yang ditunjuk oleh MMC.

Dengan DDH, Mitsubishi berharap kendaraan listrik menjadi pilihan mobilitas berkelanjutan saat berkendara. Dan saat parkir juga bisa terintegrasi sebagai bagian dari rumah. Hal ini tentu membawa sebuah nilai baru elektrifikasi kendaraan.

Menarik bukan? Kalau dijual di Indonesia kira-kira bakal berbanderol berapa ya? (Z)

Kapan Motor Trail Suzuki DR150 Meluncur ke Indonesia?

0

Motor dengan konsep  adventure memang sedang hangat menjadi pembicaraan. Kabar terbaru, Suzuki disebut sedang mempersiapkan motor trail bermesin 150 cc yang disebut-sebut bernama DR150.

Jika benar, tentu saja Suzuki DR150 akan meramaikan pasar motor trail 150 yang sudah lebih dahulu dihuni Kawasaki KLX 150, Honda CRF150L, serta Viar Cross X 120. 

Lantas kapan Suzuki DR150 meluncur di Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Yohan Yahya selaku Marketing and Business Development Head 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ternyata masih malu-malu mengungkapkannya. Namun yang pasti, kata Yohan, Suzuki DR150 tidak akan diluncurkan di tahun ini.

“Kalau kejutan akhir tahun sudah biasa, kejutan awal tahun sajalah, banyak teman-teman yang sudah melaunching segala macam (di tahun ini), kita awal tahun saja,” ucap Yohan yang tak mau menjelaskannya lebih detail.

Namun begitu, Yohan tak menampik, untuk mendatangkan sebuah produk ada beberapa hal yang harus dipersiapkan secara matang. Termasuk soal pertimbangan harga. 

Seperti diketahui, kawasaki KLX hadir dengan beberapa varian, namun soal harga mereka menjualnya mulai dari Rp 30,1 juta sampai Rp 35,8 juta on the road Jakarta. Sedangkan Honda CRF150L sendiri hadir dengan satu harga dan dijual dengan banderol RP 33,637 juta. 

Jika ingin bersaing Suzuki harus bisa menempatkan diri dengan strateg yang tepat. Tentu saja harus menggunakan teknologi lebih canggih, desain berbeda, hingga fitur-fitur yang dibenamkan tidak boleh kaleng-kaleng.

Untuk jantung pacu, Yohan sendiri mengutarakan, bahwa mesin yang digunakan untuk trail 150 nanti tidak akan memakai mesin seperti yang terapkan pada Suzuki GSX 150.

“Beda (mesin dengan GSX),” singkatnya. 

Nah, kalau OLXer memang pencinta motor keluaran Suzuki dan ingin punya jenis trail nya, mungkin harus bersabar dan menunggu awal tahun. (Her)

169 Mobil Subaru Dilelang Dengan Harga Miring, Catat Syarat dan Jadwalnya

0

OLXer yang ingin punya mobil dengan harga miring, rupanya sangat pas nih. Pasalnya, panitia lelang Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A (Tanjung Priok) akan lelang 169 mobil merek Subaru.

Usut punya usut, 169 unit mobil asal Jepang dengan tahun produksi 2008-2014 ini merupakan aset yang disita karena tagihan audit bea cukai tidak terbayar.

Jika OLXer tertarik dengan mobil Subaru yang akan dilelang ini maka perlu dicatat syarat dan jadwalnya. Untuk OLXer harus memiliki akun yang telah terverifikasi pada website http://www.lelang.go.id. Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang mobil Subaru dapat dilihat pada alamat website tersebut.

Untuk mengikuti lelang, OLXer juga harus memenuhi uang jaminan, seperti berikut:

– Uang jaminan agar disetorkan ke nomor rekening Virtual Account.

– Nomor rekening Virtual Account diperoleh dari Aplikasi Lelang Internet.

– Nominal uang jaminan yang disetor harus sama dengan nominal yang dipersyaratkan dan disetorkan sekaligus (tidak dicicil).

– Uang jaminan sudah efektif diterima oleh KPKNL Bekasi selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang.

– Dihimbau kepada calon peserta lelang agar tidak melakukan penyetoran uang jaminan lelang di atas pukul 22.00 WIB karena terkait mekanisme End of Day (EOD) pada bank yang mempengaruhi pencatatan penyetoran uang jaminan pada KPKNL.

– Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang.

Sedangkan untuk jadwalnya, yaitu:

Hari/tanggal : Rabu, 9 Oktober 2019

Waktu Penawaran : Pukul 09.00 s.d. 12.00 waktu server (WIB)

Penetapan Pemenang : Pukul 12.00 waktu server (WIB)

Pelunasan Lelang : Paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang

Bea Lelang Pembeli : 3% dari harga lelang

Tempat Pelaksanaan : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bekasi Jl. Sersan Aswan No. 8D, Bekasi.

Sebelum acara lelang, panitia juga akan mempersilahkan calon peserta lelang untuk melihat kondisi mobil melalui Open House dan Aanwijzing atau penjelasan yang dilaksanakan, pada Sabtu-Selasa, 28 September – 1 Oktober 2019, mulai pukul 10.00 – 15.00 WIB.

Open House ini berlokasi di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Bea dan Cukai Cikarang, Jalan Tekno Boulevard, Tanjungsari, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat 17530.

Oia, pengambilan barang lelang oleh pemenang lelang agar dilakukan paling lambat 30 hari setelah pelunasan. Pengambilan barang setelah tanggal tersebut, adanya kerusakan dan lain-lain bukan menjadi tanggung jawab penjual.

Selain itu, apabila karena suatu hal terjadi gugatan, tuntutan dan pembatalan atau penundaan pelaksanaan lelang terhadap salah satu atau beberapa barang atau objek lelang tersebut di atas, pihak-pihak yang berkepentingan atau peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Bekasi maupun KPU Bea Cukai dan Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Adapun dari 169 unit mobil tersebut:

– 29 unit Subaru XV 2.0I AWD CVT (2012)

Limit Rp 90 juta – Rp 131 juta

Jaminan Rp 27 juta – Rp 40 juta

– 2 unit Subaru BRZ 2.0 RWD 6AT (2013-2014)

Ilustrasu Subaru BRZ 2.0 RWD. (@beacukaipriok)

Limit Rp 263 juta (2013), Rp 294 juta (2014)

Jaminan Rp 79 juta (2013), Rp 89 juta (2014)

– 1 unit Subaru Exiga 2.0I AWD (2011)

Limit Rp 90 juta

Jaminan Rp 27 juta

– 1 unit Subaru Forester 2.0 (2012)

Limit Rp 61 juta

Jaminan Rp 19 juta

– 5 unit Subaru Forester 2.0X (2012)

Limit Rp 95 juta – Rp 102 juta

Jaminan Rp 29 juta – Rp 31 juta

– 5 unit Subaru Forester 2.0X (2013)

Limit Rp 101 juta – Rp 104 juta

Jaminan Rp 31 juta – Rp 32 juta

– 4 unit Subaru Forester 2.5XT (2011)

Limit Rp 105 juta – Rp 108 juta

Jaminan Rp 32 juta – Rp 33 juta

– 1 unit Subaru Impreza 1.5R (2008)

Limit Rp 92 juta

Jaminan Rp 28 juta

– 2 unit Subaru Impreza 4D 1.6I (2012)

Limit Rp 108 juta

Jaminan Rp 33 juta

– 6 unit Subaru Impreza 4D 2.0I (2012 – 2014)

Limit Rp 123 juta – Rp 196 juta

Jaminan Rp 37 juta – Rp 59 juta

–  2 unit Subaru Impreza 4D 2.5 (2012

Limit Rp 270 juta – Rp 289 juta

Jaminan Rp 81 juta – Rp 87 juta

– 5 unit Subaru Impreza 5D (2012)

Limit Rp 267 juta – Rp 291 juta

Jaminan Rp 81 juta – Rp 88 juta

– 1 unit Subaru Legacy 2.0I AWD (2010)

Limit Rp 78 juta

Jaminan Rp 24 juta

– 1 unit Subaru Outback 2.5I (2012)

Suabru Outback 2.5
Ilustrasi Subaru Outback (@beacukaipriok)

Limit Rp 123 juta

Jaminan Rp 37 juta

– 1 unit Subaru WRX 2.0 AWD (2014)

Limit Rp 196 juta

Jaminan Rp 59 juta

– 3 unit Subaru WRX STI 4D 2.5 (2014)

Limit Rp 300 juta

Jaminan Rp 90 juta. (Her)

 

Kisah Haru Ibu Dari Lebak Banten Melahirkan di Dalam Mobil Pedesaan

0

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) memang memiliki banyak wujud. Meski sangat mungil, namun sosok AMMDes yang juga disebut mobil desa ini ternyata dianggap cukup banyak membantu masyarakat.

Perlu OLXer tau, kalau AMMDes juga bisa berubah menjadi mobil ambulance feeder. Bahkan kehadiran mobil ini dianggap pahlawan oleh seorang ibu di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Ya, dia adalah Paini, ibu berusia 27 tahun tersebut pada Rabu (25/9) kemarin, baru saja melahirkan seorang bayi dengan selamat di dalam AMMDes dengan berat badan 3,2 kg dan tinggi 47 cm. Uniknya, bayi berjenis kelamin laki-laki ini juga diberi nama Amdes atau kependekan dari Ahmad Deswanto.

“Ibu Paini yang sedang hamil tua, telah melahirkan di dalam AMMDes sebelum mencapai Puskesmas Kecamatan. Alhamdulillah, si ibu dan bayi selamat,” ungkap Irwan Julianto, Anggota Dewan Penasehat US Agency for International Development USAID yang menceritakan melalui akun media sosialnya.

Kata Irwan,  AMMDes ambulance feeder memiliki peran yang sangat penting di Kabupaten Lebak. Pasalnya, masih ada belasan desa yang akses jalannya buruk dan berbatu-batu sehingga sulit dijangkau dengan mobil ambulans konvesional.

“Selama ini, ibu yang sedang hamil tua biasanya ditandu untuk menuju ke fasilitas kesehatan. Dengan AMMDes ambulance feeder ini, dapat membawa ibu hamil tua ke Puskesmas kecamatan atau rumah sakit kabupaten,” tambahnya.

Mengetahui informasi tersebut, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengaku terharu. Selain itu, dirinya merasa bangga karena AMMDes benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan.

“Pengembangan AMMDes ambulance feeder ini memang bertujuan agar bisa membantu masyarakat pedesaan dalam upaya pelayanan transportasi kesehatan. Semoga ini juga bisa dimanfaatkan di daerah-daerah lainnya,” kata Putu di Jakarta, Jumat (27/9).

Sekadar informasi, Juli 2019 lalu, Kemenperin bersama Pemerintah Kabupaten Lebak, USAID Jalin, PT Samudera Marine Indonesia, PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dan PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor telah menandatangani kerja sama untuk program “Pilot Project Peningkatan Pelayanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans” di Lebak, Banten.

“Program pilot project itu sebagai wujud nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Jemput Antar Ibu Hamil dan Bersalin Bermasalah (Jamilah) yang diperkenalkan sejak tahun 2017,” ujar Putu. Tujuannya juga untuk memperkuat keterlibatan antara ibu hamil dengan relawan Jamilah.

Putu optimistis, pemanfaatan AMMDes ambulance feeder mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak sebagai dampak dari kondisi jalan-jalan desa yang minim infrastruktur dan topografi yang berbukit sehingga sulit dijangkau oleh kendaraan umumnya.

Selain itu, AMMDes ambulance feeder dilengkapi differential lock dengan ban yang bisa disesuaikan dengan medan jalannya, sehingga tidak selip untuk menempuh medan ekstrim dan infrastruktur minim. (Her)

Mobil Pedesaan Juga Bisa Dibuat Truk ‘Molen’, Ini Buktinya

0

Ajang Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 secara resmi dibuka Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto. Acara yang digelar di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, 28-29 September 2019 ini menampilkan sejumlah mobil yang sudah modifikasi oleh anak bangsa.

Dari sekian banyak mobil yang sudah dirombak para pemilik dan builder, namun ada yang cukup menarik perhatian Airlangga, yaitu Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) atau disebut juga mobil pedesaan. 

Bagaimana tidak, sosok AMMDes yang terlihat sangat mungil ternyata bisa juga didesain menjadi konsep mini truk mixer semen.

Adapun mobil konsep ini mini mixer truck ini digarap pria asal  Banyuwangi, Jawa Timur, Dandung Prasojo yang sebelumnya berhasil memikat juri dalam kompetisi AMMDes Digimodz.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Kementerian Perindustrian, NMAA dan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) atas terselenggaranya AMMDes DIGIMODZ yang merupakan kompetisi modifikasi digital AMMDes, untuk memperebutkan Piala Menteri Perindustrian RI,” ungkap Airlangga saat memberikan sambutannya.

Dengan bentuk  yang seperti ini, Airlangga berharap konsep mobil tersebut dinilai kuat dan bisa sangat berguna jika di-develop pada AMMDes untuk pembangunan jalan dan bangunan di pedesaan dengan kawasan yang tak mungkin dimasuki truck ‘molen’ berukuran besar.

Sementara itu, Dadung sendiri ternyata mengakui konsep mini mixer truck karena hingga saat ini truk semen berukuran besar mobilitasnya masih kurang jika di pedesaan.

“Mobil ini cocok untuk dipakai membangun jalan-jalan rusak di desa, daerah bekas bencana, dan bangunan-bangunan rusak lainnya,” jelas  Dandung.

Sejatinya, ubahan yang paling mencolok memang dilakukan pada bagian belakang dengan penambahan sebuah mixer dengan warna kuning. Selain itu, ubahan lainnya juga terjadi pada lampu depan, kemudian dipasangnya rak yang posisinya di atas untuk menyimpang perkakas seperti sekop dan lainnya.

Kata Dandung, untuk menggarap desain mobil ini hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Tentu saja kita doakan yang terbaik, agar mini mixer truck bisa diwujudkan rupanya dan dibuat langsung oleh PT KMWI.

Namun yang pasti, untuk memodifikasi sebuah mobil, selain desain dan fungsi, hal yang penting diperhatikan adalah soal faktor keamanan. (Her)