Senin, September 7, 2026
Beranda blog Halaman 1547

Seri Pemanasan BlackAuto Battle 2019 Pertama di Kota Manado Berlangsung Seru

0

Makassar – Ajang pemanasan jelang event kontes modifikasi BlackAuto Battle bertajuk BlackAuto Battle Warm Up 2019 digelar di kota Manado pada hari Sabtu (7/9/2019) lalu.

Kali ini pihak penyelenggara kontes mampu menghadirkan 60 mobil yang berasal dari kota-kota besar di sekitar Sulawesi Utara seperti Manado, Gorontalo, Mobagu, Amurang hingga Bitung. Malah ada dua peserta yang berasal dari Papua Barat yang turun kontes sebagai peserta asal kota terjauh.  

Sebagai kota besar di pulau Sulawesi, Manado tumbuh dan berkembang menjadi salah satu kekuatan perekonomian baru, terutama di Indonesia Timur bagian utara. Manado dianggap memiliki karakter khusus yang membuatnya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. 

Hal ini jadi pendorong berlangsungnya BlackAuto Battle Warm Up 2019 di kota yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya untuk pertama kali.

“Respon dan animo pserta di BAB Warm Up seri Manado 2019 ini sangat luar biasa. Sampai waktu technical meeting dan loading, karena kuota yang sudah memadai kami terpaksa menolak pendaftaran,” ujar Boy Prabowo, perwakilan pihak penyelenggara.

Keterbatasan area venue serta faktor lamanya traffic penjurian event menjadi alasan penolakan tersebut. 

“Yang pasti kami dari pihak penyelanggara event pemanasan ini sangat mengapresiasi dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Manado dan Sulut pada umumnya,” lanjut Boy Prabowo.

Seri pemanasan ajang BlackAuto Battle yang pertama kali digelar di Manado ini menyuguhkan sebuah kompetisi light modifikasi, car audio serta beberapa gimick yang berbeda dari kompetisi yang ada di Indonesia pada umumnya.

Pihak penyelenggara masih tetap menggandeng asosiasi APACT (Asia Pacific Car Tuning) sebagai wadah penjurian, dengan tujuan agar teknis penjurian lebih matang dan terstandarisasi dengan baik. Penilaian lomba yang fair dengan metode terukur dan dapat dipertanggung jawabkan menjadi semangat yang selalu diusung penyelenggara kontes.

Jelas bahwa setiap pemenang di kontes ini adalah pantas menyandang gelar dan layak menjadi trendsetter industri modifikasi Indonesia.

Kontes modifikasi ini semakin lengkap dengan ragam hiburan menarik. Selain menikmati karya oprekan mobil dari para modifikator, pengunjung juga menikmati aksi-aksi panggung ciamik seperti DJ performance, Dance , games disambi cuci mata melihat produk dan aksesoris kendaraan terkemuka lewat Black Market. (Z)

Berwajah Mirip Xpander, Ini Varian dan Harga Mitsubishi New Triton

0

Makassar – Segmen mobil double cabin 4×4 memang tidak terlalu banyak menyerap pasar di Tanah Air. Ceruknya terlalu kecil karena kecenderungan konsumen yang lebih memilih membeli kendaraan bermuatan banyak penumpang seperti jenis MPV dan SUV.

Namun di beberapa daerah, khususnya di wilayah pertambangan dan perkebunan, mobil jenis seperti ini banyak digemari. Karakter tangguhnya yang sanggup melibas jalur offroad memang sangat dibutuhkan.

Kebutuhan inilah yang berusaha dipenuhi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dengan menghadirkan New Triton yang dikembangkan dengan kata kunci “Engineered Beyond Tough”.

Berbagai elemen membuat New Triton jadi lebih kompetitif secara signifikan. Pembaharuan di sisi eksterior dengan konsep wajah Dynamic Shield yang stylish menghadirkan mobil khas pertambangan ini menjadi lebih menarik saat melaju di jalan perkotaan. 

“New Triton sangat berkesan sekali buat saya. Desainnya sangat fungsional, dengan posisi lampu menjadi tipis, bemper membesar, serta mengedepankan unsur safety dan aerodinamika. Sesuai untuk kebutuhan berkendara di medan berat,” ungkap Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia yang sekaligus merupakan pereli nasional di Makassar, Rabu (11/9/2019).

Penyempurnaan system 4WD mampu memberikan peningkatan performa offroad dengan sistem keamanan aktif dan fitur bantuan terbaru semakin memanjakan pengemudi tanpa melepaskan karakter mobil double cabin yang kuat dan tangguh menjelajah medan. 

“Keungggulan tersebut menjalar hingga ke bagian mesin ketika Mitsubishi memilih mesin 4N15 2.4L untuk dibenamkan di New Triton. Mesin ini merupakan jenis mesin sama dengan Pajero Sport yang meghasilkan tenaga maksimal,” tambah Rifat.

New Triton hadir dengan perangkat keamanan paling canggih di segmennya. Sebagai standar keamanan tertinggi mobil berdimensi 5.100mm x 1.815mm x 1.780mm ini sudah dilengkapi dengan RISE body yang merupakan struktur bodi penyerap benturan. 

Masih dari sisi keamanan, Triton dibekali 7 SRS Airbags, Forward Collision Mitigation System (FCM), Ultrasonic mis-acceleration Mitigation System (UMS), Blind Spot Warning (BSW) dan Lane Change Assist (LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam, dan Multi-around View monitor untuk memudahkan proses parkir di area sempit.

Beberapa fitur baru yang juga tidak kalah pentingnya dan kini hadir di New Triton adalah Hill Decent Control (HDC) dan Convenience & Comfort.

MMKSI juga menghadirkan New Triton versi tertinggi dalam tipe Ultimate dengan interior berbalut kulit, electric seat, 4WD Selection, percepatan 6-speed otomatis, dan floor concole soft pad. 

“Kita berharap share retail naik dengan hadirnya New Triton Ultimate. Karena saat ini pasar terbesar Triton ada di segmen fleet,” tutup Amiruddin, Deputy Group Head of Sales & Dealer Management Area 2 Group PT MMKSI. (Z)

Harga & Varian Mitsubishi New Triton

No.

Varian

Harga (OTR Jakarta)

Pilihan warna

1

Ultimate AT

Double cab 4WD

Rp 480.500.000

White Diamond, Sterling Silver Metallic, Graphite Gray Metallic, White Solid, Jet Black Mica, Red Solid

2

Exceed MT

Double cab 4WD

Rp 453.000.000

Sterling Silver Metallic, Graphite Gray Metallic, White Solid, Jet Black Mica, Red Solid

3

GLS MT

Double cab 4WD

Rp 419.000.000

Sterling Silver Metallic, White Solid, Jet Black Mica, Red Solid

4

HDX MT

Double cab 4WD

Rp 395.500.000

Sterling Silver Metallic, White Solid, Jet Black Mica, Red Solid

5

HDX MT

Single cab 4WD

Rp 338.000.000

Sterling Silver Metallic, White Solid, Jet Black Mica

6

GLX HR MT

Single cab 2WD

Rp 250.500.000

Sterling Silver Metallic, White Solid, Jet Black Mica

 

Dinner Bersama Desainer Hot Wheels Ternama Ini, Bisa Bawa Pulang Koleksi Diecast Langka

0

Jakarta – Buat kalian pecinta diecast, acara yang kalian tunggu-tunggu bakal hadir bulan Oktober mendatang. Pameran Indonesia Diecast Expo (IDE) yang sudah masuk tahun keenam bakalan memuaskan kalian dengan tampilan-tampilan koleksi diecast dunia yang mungkin jarang ditemui.

The 6th IDE 2019 siap digelar pada 26-27 Oktober 2019 di Hall 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan.

Menurut Feldani Effendy, Public Relations IDE 2019, akan banyak hal-hal baru di pameran diecast tahun ini yang bakal menempatkan IDE satu tingkat lebih bergengsi dari sekadar tempat jual-beli koleksi diecast.

“Dengan luas total area hingga 5.000 meter persegi, ajang IDE 2019 ini akan menampilkan acara yang lebih dari sekedar ajang jual beli diecast, namun benar-benar menjadi gelaran dunia diecast dengan ekosistem terlengkap dan terbesar di Tanah Air,” ucap Feldani dalam sebuah keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019). 

Lalu ada apa yang spesial di gelaran pameran diecast tahun ini? 

Menurut Feldani banyak yang istimewa. Selain kehadiran kembali eks-desainer Hot Wheels, Jun Imai, juga akan ada Christian Coujin yang merupakan pemilik museum Porsche RWB (RAUH-Welt Begriff) yang bakal memboyong mobil diecast ukuran skala 1:1.  

Namun yang paling istimewa adalah kehadiran desainer senior Hot Wheels asal Amerika Serikat, Brendon Vetuskey. 

Desainer yang terkenal dengan karya Hot Wheels Bel Air Gasser ini akan menjadi salah satu bintang tamu istimewa di The 6th IDE 2019.

The 6th Indonesia Diecast Expo (IDE) tahun ini mengangkat tema “Amazing” sebagai penanda bahwa IDE akan bertransformasi menjadi sebuah gelaran “Luar Biasa” yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya serta menyasar pangsa pasar lebih luas. 

Lebih luas karena IDE 2019 akan mengedukasi khalayak luas bahwa diecast tidak terbatas hanya pada miniatur mobil saja, melainkan juga miniatur-minatur lainnya seperti pesawat. 

Lebih luas karena IDE 2019 juga melebarkan target pasar dengan menyasar kaum perempuan yang selama ini juga banyak yang menyukai diecast. Itu juga yang menjadi alasan mengapa nuansa pameran IDE 2019 akan di dominasi warna pink (merah muda) yang mewakili genre wanita.

Bahkan penyelenggara IDE 2019 merangkul komunitas Gasser Diecast Community (GDC) untuk menggelar acara makan malam bersama Brendon Vetuskey. 

Semakin istimewa karena setiap peserta yang mendaftar di acara dinner bakal membawa pulang diecast mobil ’55 Bel Air Gasser CODE 3 yang cuma diproduksi 100 buah sebagai souvenir spesial dari Brendon.

“Tahun ini kami pastikan para pecinta diecast Indonesia akan mendapatkan pengalaman yang lebih seru di IDE 2019 dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya menampilkan koleksi diecast, juga ada mobil-mobil skala 1:1, lomba balap diecast, lomba custom diecast yang istimewa hingga ke acara eksklusif dengan salah satu diecaster terkemuka dari luar negeri,” tutup Feldani. 

Nah, kalau kalian mengaku diecaster akut, tentu The 6th IDE 2019 tidak bakal kalian lewatkan. (Z)

Disambut Baik Konsumen, Mitsubishi Tak Khawatir Eclipse Cross Ganggu Pasar Pajero Sport

0

Makassar – Salah satu dari tiga model Mitsubishi Motors yang diperkenalkan di ajang GIIAS Makassar 2019 yang berlangsung 11-15 September 2019 adalah Eclipse Cross.

Model SUV terbaru dari Mitsubishi ini mendapat sambutan sangat positif di kota “Anging Mamiri” karena sebelumnya tiga diler PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di Makassar sudah lebih dulu melakukan perkenalan Eclipse Cross kepada konsumen.

“Dari acara test drive Eclipse Cross yang kita gelar untuk potensial customer kami di Makassar kita sudah kantongi 3 SPK. Sementara untuk 5 hari pameran GIIAS Makassar 2019 ini kita targetkan setiap hari ada 1 SPK,” ucap Anton Wijaya, Managing Director PT Bosowa Berlian Motor di acara press conference Mitsubishi di GIIAS Makassar, Rabu (11/9/2019).

MMKSI sendiri berharap model yang didatangkan langsung dari Jepang ini bisa terjual sebanyak 1.000 unit per tahun dengan target untuk wilayah Makassar bisa terjual sebanyak 5 unit per bulan.

MMKSI juga meyakini bahwa Eclipse Cross dan Pajero Sport pasarnya tidak akan saling ganggu karena keduanya punya market berbeda meski sama-sama SUV.

“Sampai saat ini Pajero Sport masih menjadi backbone kami di segmen SUV. Di Sulawesi Selatan Pajero Sport menjadi market leader dengan penguasaan market share sebesar 51 persen. Ini sudah melebihi market share nasional untuk penjualan Pajero Sport,” sambung Imam Choeru Cahya, Executive General Manager Sales & Marketing Division PT MMKSI di tempat yang sama. 

Pengiriman Unit ke Konsumen Akhir September 2019

PT MMKSI meluncurkan Eclipse Cross di GIIAS Makassar 2019 (Sumber: Mitsubishi Motors)

Disinggung soal inden Eclipse Cross, MMKSI memastikan bahwa proses pengiriman unit akan dimulai di akhir bulan ini. Tapi untuk tahap awal pelanggan yang diprioritaskan adalah yang sudah memesan di pameran GIIAS 2019 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada bulan Juli lalu.

“Target bulanan kita untuk Eclipse Cross adalah 100 unit per bulan, namun dalam sepuluh hari GIIAS 2019 kemarin kita sudah kantongi penjualan sebanyak 115 unit. Jadi kita akan kirimkan ke konsumen yang memesan di sana terlebih dahulu,” jelas Imam Choeru Cahya. 

“Saat ini, unit yang tersedia khusus dipakai untuk keperluan diler. Akhir September atau awal Oktober 2019 bisa mulai dikirimkan. Sebab, pertengahan bulan ini akan dilakukan proses bea & cukai dan sebagainya,” jelasnya. 

Sementara untuk konsumen daerah harus sedikit bersabar karena kemungkinan baru di akhir tahun MMKSI melakukan pengiriman.

“Kita fokuskan dulu kepada konsumen yang sudah melakukan pemesanan di GIIAS 2019 kemarin. Di Makassar kan baru, jadi kita lihat dahulu nanti animonya seperti apa,” kata Imam. 

“Diusahakan, pengiriman tak akan berjarak lama. Mungkin akhir tahun,” pungkasnya. (Z)

Jadi Merek Helm Terbaik, Shoei Kantongi Sertifikasi Homologasi Dunia

0

Makassar – Tentu kalau bicara helm di kalangan anak motor, Shoei adalah salah satu merek yang paling di inginkan. Yup, merek helm asal Jepang ini jadi salah satu helm ternama dan dipercaya sebagai safety gear paling aman dalam urusan melindungi kepala.

Helm Shoei tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari jenis full face, half face, modular, jet helmet dan juga off road

Adalah Eitaro Kamata yang memulai bisnis produksi helm Shoei pada tahun 1958. 

Fokus investasi di sektor R&D serta desain yang keren membuat helm kebanggaan Marc Marquez di setiap balapan MotoGP ini jadi berbeda dengan helm produksi Jepang merek lainnya.

“Semakin rumit sebuah helm, semakin banyak fitur dan teknologi yang di sajikan guna menunjang performa helm,” ucap Kenichiro Ishida Presiden Shoei dalam sebuah siaran pers, Kamis (12/9/2019).

Shoei memiliki dua pabrik produksi di Jepang yang terletak di Iwate dan Ibaraki. Setiap harinya kedua pabrik yang memperkerjakan 550 orang tersebut memproduksi 2.000 helm. 

Menjadi salah satu helm terbaik di dunia, Shoei terus menghadirkan desain dan model helm terbaru guna memenuhi pasar dunia akan helm yang menggunakan material dengan kualitas terbaik dan teknologi masa kini.

Hingga kini Shoei sudah mengantongi berbagai sertifikasi homologasi dunia seperti ECE (Eropa), DOT(USA), 3C (China), AS (Australia) dan SNI (Indonesia) serta lolos dari standar FIM untuk menjadi helm berbahan dasar fiber glass yang diakui sebagai helm terbaik yang unggul dalam hal keamanan dan performa dalam berkendara.

Pemeliharaan Sertifikat SNI Distributor  

Penyebaran helm Shoei hingga saat ini sudah sampai ke seluruh belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika.

Pasar Indonesia sendiri menjadi sangat penting untuk Shoei. Bahkan prinsipal helm ini sangat konsen untuk mengembangkan dan memperhatikan pasar Indonesia yang sedang tumbuh, dengan membantu distributor memerangi helm non SNI dan helm palsu. 

Di Indonesia, helm ciptaan Eitaro Kamata ini di distribusikan oleh PT Prakarsa Bangun Sarana sebagai satu-satunya yang menjual Shoei secara resmi. 

Dalam urusan menjadi distributor, PT Prakarsa Bangun Sarana juga wajib mengantongi sertifikat SNI. 

“Pengimport helm tanpa memegang sertifikat SNI Wajib dikategorikan sebagai pedagang dan barang ilegal,” ucap ucap salah satu petinggi senior dari B4T yang merupakan Balai pengujian terbesar di Indonesia.

Terkait hal tersebut, pada hari Rabu, 11 September 2019 lalu, para auditor B4T dari Indonesia dan perwakilan PT Prakarsa Bangun Sarana diberi kesempatan mengunjungi pabrik Shoei melakukan surveilance tahun ke-2 pemeliharaan sertifikasi SNI yang sudah berlaku.

“Sertifikasi SNI ini berfungsi dalam regulasi perdagangan bebas dan parameter keamanan untuk pemakai helm. Regulasi ini di awasi oleh Kepolisian, Kementerian Perhubungan dan Perindustrian,” pungkasnya. (Z)

Bukan BMW atau Mercy, Ini Mobil Pertama di Bumi dengan GPS

0

Global Positioning System (GPS) pada mobil menjadi peranti sangat penting karena mampu memudahkan kita bernavigasi saat berkendara. Saat pertama kali GPS diterapkan pada kendaraan, maka bisa disebut sebagai barang mewah.

Di era orang masih banyak yang tersesat di jalan karena malu bertanya, mereka yang mengendarai mobil dengan GPS akan selamat tanpa nyasar sampai tujuan. Tapi ternyata bukan mobil dari raksasa Eropa seperti BMW atau Mercedes-Benz yang jadi pionir GPS built-in pertama di mobil.

Ada satu masa di Jepang yang dikenal sebagai 'Bubble Era', ketika ekonomi Jepang sedang melesat dan pabrikan Negeri Sakura berlomba-lomba bereksperimen membuat mobil dengan desain nyeleneh hingga teknologi canggih yang bisa dibilang mendahului masanya.

Salah satunya yang begitu menggila dengan lini produknya adalah Mazda. Selain melahirkan mobil dengan desain ajaib seperti Autozam AZ-1, mobil sport RX-7 (FD), roadster laris MX-5 (NA) dan lainnya, Mazda nyaris melahirkan sub-brand mewah seperti Lexus-nya Toyota. Namanya Amati. 

Amati sudah menyiapkan mobil super mewah, sedan dengan V12 4.000cc yang konon bakal dinamai Amati 1000. Namun sialnya ekonomi Jepang kolaps dihantam resesi panjang dan proyek Amati batal. Akan tetapi setidaknya ada dua model yang sebelumnya diproyeksikan masuk lini produk Amati dan kemudian diselamatkan Mazda untuk tetap diproduksi.

Pertama, ada Mazda Millenia. Cikal bakal Amati 1000 yang juga batal mendapat mesin V12. Kemudian model kedua adalah mobil pertama di bumi yang mendapat built-in GPS, Mazda Eunos Cosmo.

mobil pertama dengan gps
Sumber: Mazda

Mazda Eunos Cosmo diproduksi pertama kali pada 1990 dan berakhir pada 1996. Mobil mengadopsi gaya bodi coupe 2+2 namun lebih cocok disebut grand tourer. Varian tertinggi Cosmo mendapat built in GPS dengan layar sentuh yang disebut Car Control System (CCS).

Antena GPS dibuat tersembunyi di atap mobil dan layar sentuh digunakan untuk mengontrol dan memonitor semua fungsi seperti ABS, climate control, car phone, CD player bahkan TV. Mazda mengklaim GPS di Eunos Cosmo akurat sampai jarak sedekat 45 meter. 

mobil pertama dengan gps
Sumber: Mazda

Selain Built-in GPS, Apa Lagi yang Spesial dari Mazda Eunos Cosmo?

Eunos Cosmo dibangun di atas platform JC. Platform ini begitu spesial. Tidak pernah lagi digunakan Mazda untuk mobil lain selain Eunos Cosmo. Beranjak ke dapur pacu, ada dua opsi mesin yang ditawarkan dengan konfigurasi yang juga disebut pertama kali di bumi.

Dua opsi mesin tersebut adalah mesin 13B-RE dan 20B-REW. Eunos Cosmo juga menjadi mobil pertama dengan mesin rotary yang dijejali twin sequential turbo yang dapat mengeliminasi turbo lag. Versi mesin 13B-REW twin-turbo bahkan baru mendarat di RX-7 FD pada awal 1992.

mobil pertama dengan GPS
Sumber: Mazda

Adapun versi Eunos Cosmo yang dijejali mesin 20B-REW adalah versi yang lebih langka. Berkapasitas 2.000cc, mesin ini diklaim Mazda memuntahkan daya sekitar 280 Tk, sesuai gentlemen's agreement di Jepang soal pembatasan output mobil.

Akan tetapi, sebenarnya mesin mobil ini mampu melontarkan tenaga hingga 300 Tk dan bisa melesat hingga kecepatan 255 km/jam, meskipun dibatasi secara elektronik mentok di 180 km/jam.

Bukan hanya mesin yang spesial, konfigurasi suspensinya juga unik. Hal ini berkat suspensi belakang mobil yang menggunakan empat peredam kejut, alih-alih dua seperti biasanya.

Nah jika itu masih belum cukup untuk menunjukkan betapa gilanya Mazda pada mobil ini di zaman itu, ada fitur sport mode berupa tombol yang disebut NRM/PWR. Tombol ini berfungsi untuk menahan gigi lebih lama dengan menaikkan titik perpindahan gigi, sistem yang diklaim Mazda juga sebagai yang pertama ada di bumi.

Sumber: Mazda

Mobil Hebat di Waktu yang Salah

Selama siklus produksinya, Mazda Eunos Cosmo dibanderol pada titik harga yang sama dengan BMW dan Mercedes-Benz. Mobil hanya diproduksi sebanyak 8.853 unit dan dianggap sebagai pesaing berat mobil semacam Lexus SC 400 hingga Jaguar XJS. 

Eunos Cosmo layak disebut sebagai mobil hebat Mazda di waktu yang salah. Saat skala perusahaan masih kecil, kurang beruntung akibat merosotnya ekonomi Jepang dan belum mengalihkan fokusnya ke segmen pasar yang lebih tinggi seperti sekarang.

Semoga saja ketika generasi baru mesin rotary Mazda sudah masuk jalur produksi nanti, raksasa Hiroshima itu tak hanya melahirkan kembali RX-7, tetapi juga membuat model baru lain yang membuat dunia bisa mengingat kembali akan eksistensi si mobil canggih yang kurang beruntung, Eunos Cosmo. (Dhan/Her)

 

Mobil Listrik Masih Dilema Soal Limbah Baterai

0

Kendaraan bermotor listrik dianggap menjadi sebuah evolusi dalam teknologi kendaraan bermotor. Dengan kendaraan bermotor listrik hal tersebut dianggap mampu memberikan lingkungan lebih hijau karena tak ada emisi gas buang yang dihasilkan.

Kendati demikian, kendaraan bermotor atau mobil listrik masih punya kendala, yaitu soal baterai. Hal ini juga dipahami semua pabrikan.

Selain limbah yang menjadi isu paling hangat, masalah baterai yang belum terpecahkan termasuk soal harga mahal, bobot yang berat, sampai waktu pengecasan masih tergolong lama dibandingkan pengisian bahan bakar minyak.

Ternyata soal masalah baterai ini juga masih menjadi pekerjaan rumah pabrikan otomotif. Tek terkecuali Wuling Motors di Indonesia yang sudah memiliki produk mobil listrik, berupa E100 dan E200.

Menanggapi hal tersebut, Product Planning Wuling Motors Danang Wiratmoko angkat bicara. Menurutnya, baterai mobil listrik memungkinkan untuk di daur ulang. Pasalnya, dalam industri otomotif tak hanya pabrikan mobil saja yang ikut andil dan mengembangkan kendaraan listrik, tetapi akan ada perusahaan baterai juga.

 “Saya yakin ada beberapa perusahaan yang berskala global, yang punya kapasitas punya teknologi untuk menangani limbah baterai ini,” kata Danang beberapa waktu lalu.

Karena itu, dia mengungkapkan, jika mobil listrik sudah menjalar di jalanan Indonesia, bukan tak mungkin proses dan pengaplikasiannya juga bisa dilakukan. Termasuk penanganan terhadap limbah bakal menjadi masukan peraturan-peraturan terkait.

“Jadi akan memunculkan industri baru berupa pendukung manufacturing baterai, jadi baterai bisa didaur ulang tapi prakteknya tetap melihat perkembangan infrastruktur industri lainnya, tuturnya.

Tak hanya baterai, lanjut Danang, pada dasarnya kendaraan bermotor listrik dan komponen di dalam nya saat ini masih menjadi ekosistem industri baru yang tak menutup kemungkinan masih saling berkaitan. Termasuk soal tempat atau stasiun pengisian daya.

“Kami jual mobil tapi kan tidak jual bensin, kalau bensin pastikan perusahaan sebelah. Mungkin untuk kendaraan listrik, ini juga salah satu kasus yang sama. Jadi nanti provider mobil dan provider listrik itu mungkin adalah dua perusahaan yang berbeda,” jelas dia.

Namun begitu Danang rupanya punya argumen sendiri, dimana soal pengisian daya memungkinkan Wuling Motors memiliki tempat charging khusus. Salah satunya terletak di dealer Wuling.

Hanya saja, menurutnya, jika kendaraan bermotor listrik suatu saat menjadi sesuatu yang  mainstream di Indonesia, dan menyangkut hidup orang banyak, maka charging listrik itu pasti akan diatur oleh negara.

“Jadi kalau kita nanti bikin semacam pom listrik khusus untuk Wuling nanti yang lain ngiri,” tuturnya. (Her)

Mobil Era 90-an yang Masih Keren dan Ciamik

0

Tahun 90-an jadi masa-masa transisi khususnya di dunia otomotif. Pasalnya, banyak perubahan-perubahan yang terjadi sehingga sektor otomotif semakin berkembang.

Bagaimana tidak, pada era 90-an, pabrikan otomotif sedang rama-ramainya menggarap mobil dengan transmisi otomatis. Namun sayang, saat itu  mobil dengan transmisi otomatis, tidak lantas laku dipasaran karena isu boros bahan bakar. Maka dari itu tak sedikit orang yang justru mempertimbangkan pilih mobil transmisi otomatis.

Pada akhir 90-an juga menajadi sejarah dimana muncul mobil-mobil yang dijejali mesin turbo. Namun itu, penggunaan turbo bukan untuk membuat irit bahan bakar ya, tapi supaya lebih powerfull.

Tak sampai disitu, di akhir 90-an juga dianggap sebagai peralihan pabrikan mobil mendesain produknya berbentuk mengkotak menjadi aerodinamis. Tentunya, siapapun yang melihatnya kala itu, tampilan mobil terlihat  modern dan keren.

Nah, OLXer mau tau nggak, mobil-mobil lansiran  90-an apa saja yang dianggap masih keren dan tak kalah ciamik dari model-model masa kini? Berikut 10 mobil yang dirangkuman situs Carbuzz:

1. Mazda RX-7 

Mazda RX-7. (Carbuzz)

2. Lexus RS400

Lexus RS400. (Carbuzz)

3. BMW M5

BMW M5. (Carbuzz)

4. Ferrari 550 Maranello

Ferrari 550 Maranello. (Carbuzz)

5. Dodge Viper

Dodge Viper. (Carbuzz)

6. Toyota Supra

Toyota Supra .(Carbuzz)

7. Corvette ZR1

Corvette ZR1. (Carbuzz)

8. Acura NSX

Acura NSX. (Carbuzz)

9. Lamborghini Diabllo

Lamborghini Diablo.(Carbuzz)

10. Toyota MR2

Toyota MR2. (Carbuzz)

Mau tau mobil-mobil bekas, lihat di sini. (Her)

Soal Mobil Esemka, Jokowi: Memang Wajib Kita Beli Barang Ini

0

Setelah lebih dari 10 tahun menjadi bahan pembicaraan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) akhirnya secara resmi merilis produk sekaligus mengumumkan pabriknya yang berlokasi di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tak tanggung-tanggung, peluncuran dan peresmian Esemka dilakukan langsung Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu itu juga langsung menjajal bagaimana rasanya duduk di salah satu mobil Esemka yaitu Bima.

“Saya tidak ingin maksa pada bapak ibu dan saudara-saudara semuanya untuk beli, tapi kalau lihat produknya tadi saya sudah buka, sudah coba, sudah lihat, sudah tes memang wajib kita beli barang ini. Kalau beli barang dari produk lain ya kebangetan apalagi yang impor,” ungkap presiden yang akrab disapa Jokowi, dalam keterangan tertulis di situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Jokowi juga mengaku langsung melihat bagaimana mesin dan komponen Esemka Bima saat dirakit. Bahkan dirinya senang bahwa supplier-supplier komponen sudah banyak dibuat di dalam negeri.

“Artinya local content-nya juga sudah baik, meskipun saya tahu pasti belum sampai ke angka 80 apalagi 100 persen,” kata Presiden.

Presiden sendiri mengakui, memang tidak mudah, dan tidak gampang masih di tengah persaingan pasar otomotif saat ini. “Tetapi kalau kita sebagai sebuah bangsa mau menghargai karya kita sendiri, brand dan prinsipal kita sendiri ini akan laku,” ujarnya.

Jokowi meyakini, pabrik mobil Esemka ini akan memiliki efek yang berantai multiplayers effect mulai dari pemasok, industri-industri menengah, industri-industri kecil, sampai industri rumah tangga.

100 Persen Swasta

Para pekerja sedang melakukan proses perakitan mesin mobil Esemka. (Chamdan Purwoko- Bisnis Indonesia)

Sementara itu, Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya mengatakan, pabrik Esemka adalah perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki oleh swasta. Bukan mobil nasional (mobnas) seperti yang dipahami selama ini.

“Lebih tepatnya merupakan mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri,” kata Eddy.

Ia berharap dengan peresmian ini, Esemka bisa merintis kemajuan industri otomotif buatan Indonesia. (Her)

Tren Hunian Mini Sleep Box, Nyaman Nggak Ya?

0

Beberapa hari terakhir ini ada berita viral soal hunian indekos ala sleep box di Jepang yang berlokasi di Jalan Rawa Selatan V, Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Hanya saja kosan dengan ukuran kamar dua meter, lebar satu meter dan tinggi 90 centimeter itu kini disegel pemerintah Jakarta Pusat karena dianggap tak memiliki izin usaha (untuk kosan). 

Selain itu, bentuk kamar kosan juga cukup kecil, ditambah minim fasilitas sehingga dinilai tak manusiawi untuk ditinggali manusia.

Kendati sempit, faktanya, kostan tersebut banyak dicari dan disukai pelanggan. Ya, hal ini karena harga sewa yang ditawarkan tergolong murah yaitu sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Sedangkan untuk bisa juga sehari Rp 50 ribuan.

Salah satu kostan berkonsep Sleep Box di Jakarta. (Instagram Satpol PP DKI Jakarta)

Di luar heboh kosan boksi di Jakarta, ternyata sewa hunian dengan bentuk minimalis juga diterapkan di beberapa negara. Tak terkecuali di Hongkong. 

Di kota yang disebut Asia World City (Kota Asia Dunia) ini memang seperti tak pernah tidur. Keramaian selalu terlihat siang dan malam. Belum lagi kemegahan disuguhkan dengan berderet gedung pencakar langit, serta gemerlap toko-toko di kota sehingga memberikan kesan meriah. 

Namun berbanding 180 derajat dengan segala kemewahan yang terpampang di depan mata. Penduduk Hongkong ternyata banyak yang tak memiliki kediaman sendiri seperti halnya rumah. Bahkan, pada 2018, Hongkong genap delapan tahun berturut-turut, menjadi kota dengan harga rumah termahal di dunia. 

Karena itu, banyak warga Hongkong mengeluhkan sulitnya untuk mencari hunian. Jika pun ada, harganya sangat mahal dan hanya berlaku bagi orang-orang tajir melintir.

Oia, jangankan punya rumah atau apartemen dengan cara membeli, untuk sekedar sewa hunian dengan kondisi layak, harganya sangat mahal. 

Salah satu hunian yang bisa disewa di Hongkong. (Capture Youtube VOX)

Oleh sebab itu, banyak warga Hongkong kini berdesakan tinggal di sebuah apartmen dengan ukuran sangat kecil. Bahkan, ada juga beberapa lokasi sewa hunian yang tidak lagi berbentuk kamar dengan ukuran 3×3 meter seperti yang ada di Indonesia. 

Sebaliknya, hunian yang disewakan justru mirip peti mati atau kandang hewan, karena bentuknya memang dibuat dari kayu-kayu, serta  seperti sangkar besi, sehingga hanya muat untuk satu orang. 

Tentu saja, jika OLXer melihat beberapa rumah susun di Jakarta, itu jauh ideal dan lebih manusiawi.

Tren Hunian Kecil 

Sleep Box Jakpod Hotel. (Booking.com)

Untuk menyiasati hunian kecil yang dianggap tidak layak, pada dasarnya konsep tersebut sudah diubah dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, ada juga jasa sewa kamar dengan bentuk kecil atau bentuk kapsul yang disebut sleep box. Kamar dengan bentuk kotak ini juga sudah masuk ke Indonesia lho.

Beberapa wilayah di kota besar di Tanah Air juga menerapkan sleep box. Hanya saja sleep box ini banyak digunakan untuk hotel. Oia, OLXer jangan harap ingin menginap bareng keluarga. Sebab, sleep box ini hanya muat untuk satu atau dua orang saja. 

Hotel-hotel yang menerapkan konsep sleep box, umumnya banyak ditawarkan karena harganya relatif lebih murah dan dipakai hanya sesaat. Selain itu, mereka yang menggunakan sleep box, biasanya memang sekadar ingin rebahan dan tidur dengan waktu sebentar.

Konsep Sleep Box Jakpod Hotel. (Booking.com)

Perlu OLXer ketahui, karena namanya saja sleep box, maka tempat ini cukup kecil sehingga tak memiliki kamar mandi atau dapur. Jika ingin buang air kecil Anda harus keluar dari sleep box terlebih dahulu dan masuk ke kamar mandi umum yang disediakan pengelola. Demikian juga dengan dapur. 

Di Jakarta, ada juga hotel berkonsep sleep box yaitu Jakpod Hotel yang salah satu lokasinya di Jakarta Pusat.  Fasiltas kamar bebas rokok, lounge bersama, Wi-Fi gratis, dan taman. Semua kamar memiliki TV layar datar dengan saluran kabel dan kamar mandi bersama. Akomodasi ini menyediakan resepsionis 24 jam dan layanan kamar untuk Anda.

Kamar-kamar di hotel kapsul ini memiliki AC dan lemari pakaian. Bahkan hotel ini ternyata menawarkan sarapan kontinental atau prasmanan.

Adapun konsep hotel dengan menerapkan sleep box, pertama kali digarap oleh arsitek Jepang Kisho Kurokawa pada 1979. Saat ini, sleep box sudah semakin populer dan dianggap sesuai untuk mereka yang ingin hidup sederhana. (Her)