Senin, September 21, 2026
OtomotifMobilAnak Muda Wajib Tahu: 8 Kebiasaan Mengemudi yang Bikin Mobil Rusak

Anak Muda Wajib Tahu: 8 Kebiasaan Mengemudi yang Bikin Mobil Rusak

OLX News – Buat anak muda, mobil bukan sekadar kendaraan. Mobil sering jadi teman setia ke kampus, kerja, nongkrong, bahkan road trip bareng teman. Tapi tanpa sadar, ada kebiasaan mengemudi yang bisa bikin mobil rusak lebih cepat. Bukan cuma soal biaya perbaikan yang bikin kantong kering, tapi juga bikin mobil nggak nyaman lagi dipakai.

- Advertisement -

Nah, biar nggak menyesal di kemudian hari, ini dia 8 kebiasaan mengemudi yang wajib dihindari.

1. Suka Ngebut dan Rem Mendadak

mobil rusak

- Advertisement -

Adrenalin waktu ngebut memang bikin nagih, apalagi kalau jalanan kosong. Tapi, kebiasaan sering injak gas dalam-dalam lalu tiba-tiba ngerem bikin komponen mobil cepat aus. Ban jadi botak lebih cepat, kampas rem tipis, mesin kerja terlalu keras, dan konsumsi bensin juga jadi boros. Kalau dilakukan terus, siap-siap servis besar yang mahal.

2. Jarang Panasin Mesin

Banyak anak muda yang buru-buru berangkat kuliah atau kerja langsung starter mobil dan jalan. Padahal mesin butuh beberapa menit untuk memanaskan oli agar melumasi semua bagian. Kalau sering diabaikan, komponen logam saling bergesekan tanpa pelumas optimal, lama-lama bikin mesin mobil rusak dan performa drop.

- Advertisement -

3. Bawa Beban Berlebih

Mobil sering dijadikan angkut banyak teman plus barang-barang? Hati-hati. Beban berlebih bikin suspensi gampang lemah, umur ban lebih pendek, dan bensin jadi lebih cepat habis. Kalau terlalu sering, bagian kaki-kaki mobil bisa oblak dan bikin berkendara jadi nggak nyaman. Pada akhirnya, mobil terasa “berat” dipakai, dan itu tanda mobil rusak perlahan.

4. Main HP Saat Nyetir

Scrolling medsos atau balas chat saat nyetir kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar. Konsentrasi yang terpecah bikin sering salah ambil keputusan: ngerem mendadak, telat belok, atau kena lubang jalan. Semua itu bikin suspensi, ban, dan rem bekerja lebih keras. Lama-lama, mobil rusak di bagian kaki-kaki dan sistem pengereman.

5. Telat Ganti Oli dan Servis Rutin

oli motor (1)

Servis rutin dianggap ribet dan sering ditunda. Padahal oli yang kotor bisa bikin mesin cepat panas, gesekan antar komponen meningkat, dan performa mobil turun drastis. Kalau udah telat terlalu lama, bukan cuma oli yang kena tapi juga mesin ikut rusak. Akibatnya, biaya perbaikan jauh lebih besar daripada servis rutin yang sebenarnya sederhana.

6. Parkir Sembarangan di Terik Matahari

Banyak anak muda parkir asal-asalan, sering di bawah terik matahari. Efeknya, cat luar mobil cepat pudar, interior gampang retak, dan suhu di dalam mobil jadi panas ekstrem. Panas berlebih ini bahkan bisa merusak elektronik mobil seperti head unit atau AC. Jadi, parkir sembarangan lama-lama bikin tampilan kusam dan nilai jual mobil turun.

7. Sering Ngerem Sambil Injak Kopling (Mobil Manual)

Untuk pengguna mobil manual, kebiasaan ngerem sambil setengah injak kopling bikin kampas kopling cepat habis. Gejalanya mobil jadi gampang selip saat digas. Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, umur kopling jadi pendek dan harus sering diganti. Hasilnya? Mobil rusak di bagian transmisi dan biaya ganti kopling bisa bikin kantong jebol.

8. Mengabaikan Lampu Indikator di Dashboard

Lampu indikator di dashboard sering dianggap hiasan. Padahal kalau lampu oli, aki, atau check engine menyala, itu tanda ada masalah serius. Kalau dibiarkan, kerusakan kecil bisa berkembang jadi masalah besar seperti mesin ngadat, aki soak, bahkan mogok di jalan. Banyak kasus mobil rusak total justru berawal dari pengemudi yang cuek sama indikator ini.

Mobil itu investasi besar, apalagi buat anak muda yang baru pertama kali punya kendaraan sendiri. Tapi kalau kebiasaan mengemudi yang salah terus dibiarkan, mobil rusak lebih cepat dan akhirnya bikin repot sendiri. Dari ngebut sembarangan, telat servis, sampai cuek sama lampu indikator, semua itu bisa jadi penyebab utama kerusakan mobil.

Jadi, kalau pengen mobil tetap awet, nyaman dipakai, dan nggak bikin dompet bolong, mulai sekarang ubah kebiasaan nyetir jadi lebih bijak. Mobil terawat, perjalanan pun lebih aman dan menyenangkan.

Populer.
Berita Terkait