Sabtu, Agustus 22, 2026
BeritaTesla Model Y dan 3 Versi Murah Dirilis, Harga Mulai Rp 640...

Tesla Model Y dan 3 Versi Murah Dirilis, Harga Mulai Rp 640 Juta 

Tesla merilis dua model andalan, yaitu UV Model Y dan sedan Model 3 dengan harga sangat ramah, mulai Rp640 jutaan saja!

- Advertisement -

OLX News – Tesla Inc, produsen mobil listrik terkemuka dunia, akhirnya merilis versi yang disebut-sebut lebih terjangkau dari dua model andalannya. Mereka rilis SUV Model Y dan sedan Model 3. Keputusan ini datang bak guntur di siang bolong di tengah memanasnya persaingan global. 

Harga awal yang mereka tawarkan? Mulai dari US36.990 (sekitar Rp591,8jutaan) untuk model 3 dan US39.990 (sekitar Rp639,8 jutaan) untuk Model Y. Langkah strategis ini adalah respons Tesla terhadap penurunan penjualan dan berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik AS sebesar US$7.500. 

- Advertisement -

Namun, meski menyandang label “murah”, sejumlah analis pasar justru menyambutnya dengan nada skeptis. Mereka menilai, pemangkasan harga ini terlalu tanggung untuk benar-benar menarik segmen pembeli baru yang lebih luas.

Tesla Banting Harga Minor, Kritik Mayor

Pengumuman ini seolah bertentangan dengan janji CEO Elon Musk sebelumnya. Ia secara tegas menyebut bahwa perluasan pasar Tesla sangat bergantung pada kehadiran kendaraan listrik (EV) dengan harga di bawah US$30.000 setelah insentif. Jadi, ini sebuah titik harga yang krusial untuk penetrasi massal.

- Advertisement -

Analis Wedbush Securities, Dan Ives, tak menutupi kekecewaannya. “Pemangkasan harga ini terlalu kecil untuk menjadi katalis besar,” cetusnya. Ia menyoroti bahwa harga model baru ini hanya sekitar US$5.000 lebih murah daripada trim yang lebih tinggi.

Ironisnya, harga baru tersebut bahkan lebih tinggi dari model termurah Tesla di AS pada September lalu jika insentif pajak masih berlaku.

Lebih tajam lagi, Shay Boloor, Kepala Strategi Pasar di Futurum Equities. Ia menyebut manuver ini sebagai “lebih seperti permainan harga daripada inovasi produk.” Ia menambahkan, “Saya tidak melihat langkah ini bisa membuka permintaan baru dalam skala besar.”

Hilangnya Insentif dan Ancaman Pesaing Murah

Di satu sisi, keputusan ini memang penting untuk menopang pendapatan jangka pendek Tesla, terutama setelah insentif pajak AS menghilang. Hilangnya insentif memaksa banyak produsen mobil untuk memangkas harga atau mencari cara meniru manfaat insentif tersebut.

Dengan harga di bawah US$40.000, Model Y dan Model 3 versi baru ini harapannya dapat membantu pabrikan ini bersaing. Khususnya dengan model populer seperti Chevrolet Equinox, Hyundai Ioniq 5, dan Kia EV4 di tahun mendatang.

Namun, fokus utama investor tetap sama, merea membutuhkan EV di bawah US$30.000. “Saya tidak yakin langkah ini cukup kuat,” ujar Shawn Campbell, penasihat investasi di Camelthorn Investments. “Tesla membutuhkan EV di bawah US$30.000 untuk menandingi pesaing murah asal China.”

Tantangan di Eropa pun tak kalah berat. Selain sentimen negatif akibat pandangan politik kontroversial Elon Musk, pasar kini luber dengan dari selusin mobil listrik dan hibrida plug-in di bawah US$30.000. 

Musk sendiri sempat mengakui tantangan daya beli konsumen, “Keinginan untuk membeli mobil ini sangat besar, hanya saja banyak orang tidak punya cukup uang di rekening mereka,” ungkapnya pada laporan keuangan Kuartal II-2025.

Reduksi dari Versi “Murah”

Demi menekan harga, versi Standar dari Model Y dan Model 3 ini harus merelakan beberapa fitur premium dan material mewah. Meskipun masih menawarkan jangkauan yang mumpuni, hingga 516 km, akselerasinya menjadi lebih lambat dan kapasitas baterainya pun lebih kecil ketimbang varian Premium.

Beberapa fitur yang dipangkas antara lain tidak adanya fitur Autosteer, pemanas kursi belakang, dan lampu LED bar di Model Y. Kursi kini menggunakan bahan tekstil standar, sementara kulit sintetis vegan menjadi opsi tambahan untuk Model 3.

Saat ini, kedua model baru tersebut sudah bisa dipesan langsung melalui situs resmi mereka. dengan jadwal pengiriman diperkirakan antara Desember 2025 hingga Januari 2026 di sejumlah wilayah.

Bukan Lagi “Pemberontak Keren”

Michael Ashley Schulman, CIO Running Point, merangkum situasi ini dengan metafora tajam. “Bagi pasar, ini seperti Tesla melepas turtleneck ala Steve Jobs dan menggantinya dengan hoodie Walmart,” ujarnya. 

Menurutnya, Tesla kini bukan lagi “pemberontak keren di garis depan inovasi,” melainkan perusahaan mapan yang mencoba bermain di dua sisi, yaitu antara Tesla dan Toyota sekaligus.

Langkah ini memang penting, tetapi pasar masih menunggu inovasi harga yang lebih berani dan sesuai janji Musk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Nah, kamu tertarik memiliki kendaraan listrik atau barang high tech lainnya? Jika kamu berencana menjual mobil lamamu untuk membeli EV baru, atau mencari mobil bekas berkualitas dengan harga terjangkau, maka OLX solusinya! OLX tempat jual beli barang bekas yang lengkap, cepat, dan mudah. (RK)

 

Populer.
Reka Harnis
Reka Harnis
Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
Berita Terkait