Detail
Deskripsi
Wadah tradisional yang paling umum digunakan untuk tembuni/ari-ari/plasenta bayi di Indonesia, terutama dalam tradisi Jawa, adalah kendil atau pendil.
Kendil/Pendil adalah periuk kecil yang terbuat dari tanah liat (gerabah).
Ari-ari yang telah dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam kendil, bersama dengan berbagai kelengkapan lain yang memiliki makna simbolis dan harapan untuk masa depan anak, seperti:
Kain mori (kain kafan putih) untuk membungkus ari-ari.
Garam kasar (untuk menghilangkan bau amis).
Bumbu-bumbu/rempah-rempah (bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, dll.).
Buku, pensil, jarum, benang, uang logam (sebagai simbol harapan akan kecerdasan, umur panjang, kemakmuran, dan keterampilan hidup).
Kembang setaman (bunga-bunga wangi).
Setelah semua dimasukkan, kendil tersebut biasanya akan dikubur (ditanam) di tanah, seringkali di sekitar rumah, dan ditandai dengan lampu/pelita yang dinyalakan selama periode waktu tertentu (misalnya 7 hari atau 35 hari/selapan).
Selain kendil/pendil, ada juga beberapa
Kendi tembuni Ari ari
LAPORKAN IKLAN INI