Detail
Deskripsi
Dokumen teknis ini dirancang sebagai panduan komprehensif untuk pengadaan material dan pelaksanaan konstruksi di lapangan. Fokus utama adalah pada kekuatan struktur tradisional dengan detail sambungan kayu jati yang presisi.
1. Struktur Utama & Fondasi
Saka Guru & Ompak: Menggunakan 4 tiang utama (Saka Guru) berukuran 15x15 cm yang bertumpu di atas 4 buah Ompak (pedestal batu/beton). Kombinasi ini memberikan ketinggian total 4 meter, menciptakan proporsi bangunan yang megah namun tetap stabil.
Sistem Pengunci: Struktur diperkuat dengan Sunduk Kili (12\times 15\text{ cm}) yang berfungsi mengikat antar tiang secara horizontal.
Tumpang Sari: Bagian interior atap menggunakan susunan 5 Sap (Lapis) dengan dimensi kayu 5x10 cm. Ini memberikan efek kedalaman visual dan estetika tradisional yang mewah.
Dodo Peksi: Ditambahkan 1 batang balok melintang (12\times 15\times 300\text{ cm}) sebagai penguat inti pada bagian bawah molo.
2. Rangka Atap (Konstruksi Superior)
Rangka atap didesain menggunakan kayu dengan ketebalan ekstra untuk menahan beban genteng tanah liat:
Usuk Utama & Cukit: Menggunakan kayu ukuran 4x8 cm. Penggunaan Usuk Cukit (4\times 8\times 150\text{ cm}) pada bagian emperan bawah memastikan tritisan terlihat tebal dan kokoh dari arah luar.
Dudur: Balok diagonal berukuran 6x8 cm dipasang di setiap sudut untuk membentuk kemiringan atap Joglo yang ikonik.
Molo & Mustaka: Puncak atap diakhiri dengan balok Molo sebagai dudukan bagi mahkota Mustaka, memberikan sentuhan akhir yang autentik.
3. Penutup Atap & Interior (Plafon)
Genteng Jatiwangi: Dipilih karena durabilitasnya terhadap cuaca dan estetika warna tanah liat yang alami. Pemasangan didukung oleh 70 batang Reng (2\times 3\text{ cm}).
Plafon Lambersering: Bagian dalam atap ditutup dengan papan kayu jati seluas 11 m^2. Ini berfungsi menyembunyikan rangka usuk dari pandangan bawah, memberikan kesan ruangan yang lebih rapi, bersih, dan berkelas.
Pendopo joglo full ukir
LAPORKAN IKLAN INI