Selasa, Februari 3, 2026
LifestyleHobi7 Tips Memilih Sepeda BMX untuk Pemula 

7 Tips Memilih Sepeda BMX untuk Pemula 

Sepeda BMX ada banyak jenis dan spesifikasi, agar tidak salah pilih cek tips khusus untuk pemula ini!

- Advertisement -

OLX News – Sepeda BMX bukan sekadar alat transportasi. Melainkan sebuah instrumen kreativitas yang memadukan adrenalin, nyali, dan kebebasan berekspresi di jalanan maupun skatepark. 

Sayangnya, bagi yang baru ingin memulai, terjun ke dunia BMX sering kali terasa membingungkan. Sebab ada banyak istilah teknis dan spesifikasi yang terlihat serupa namun punya fungsi berbeda.

- Advertisement -

Oleh karena itu, agar kamu tidak salah dalam menentukan pilihan, simak 7 tips mengenai memilih sepeda BMX yang pas untuk pemula ini.

1. Tentukan Jenis Sepeda BMX yang Kamu Minati

Dunia BMX memiliki beberapa cabang permainan, yang masing-masing menuntut karakter sepeda berbeda. Sebelum membeli, kamu harus tahu ke arah mana minatmu akan fokus.

- Advertisement -
  • Street: Fokus pada trik di lingkungan perkotaan seperti tangga, pagar (handrail), dan trotoar. Sepeda ini biasanya sangat kuat dan sering kali dilengkapi dengan pegs (pasak besi) untuk melakukan grinding.
  • Park: Punya rancangan khusus untuk bermain di skatepark atau bowl. Sepedanya cenderung lebih ringan agar memudahkan kamu melakukan rotasi dan manuver di udara.
  • Dirt Jump: Spesialis untuk melompat di gundukan tanah. Ban pada jenis ini biasanya punya kembang yang lebih kasar untuk memberikan traksi maksimal di permukaan tanah.
  • Flatland: Fokus pada keseimbangan dan trik artistik di permukaan datar. Geometri rangkanya sangat spesifik, biasanya lebih pendek dan punya komponen unik untuk mendukung putaran tubuh.

2. Perhatikan Material Rangka (Frame)

Material adalah penentu utama daya tahan dan bobot keseluruhan sepeda. Ada dua jenis material yang umum di pasaran. 

  • Chromoly (4130): Ini adalah standar tertinggi untuk BMX. Baja paduan ini sangat kuat namun tetap ringan. Jika kamu punya anggaran lebih, sebaiknya memilih sepeda dengan rangka full chromoly karena lebih tahan banting terhadap benturan keras saat kamu gagal mendarat.
  • Hi Ten (High Tensile) Steel: Material ini lebih ekonomis dan biasanya ada pada sepeda BMX kelas entry level. Kekurangannya ada di bobotnya lebih berat dan tingkat kekuatannya di bawah chromoly. Namun, untuk pemula yang baru mempelajari trik-trik sangat dasar, material ini sudah memadai.

3. Pilih Ukuran Top Tube yang Sesuai

Banyak pemula salah fokus hanya pada ukuran roda yang standarnya 20 inci. Padahal, yang lebih menentukan kenyamanan adalah panjang top tube (pipa bagian atas rangka). Sebab, ukuran ini menentukan ruang gerak kamu saat bermanuver.

  • Untuk tinggi badan di bawah 160 cm, carilah top tube berukuran 20 inci atau lebih pendek.
  • Untuk tinggi badan 160–175 cm, ukuran 20.5 inci hingga 20.75 inci biasanya sangat ideal.
  • Untuk tinggi badan di atas 175 cm, sebaiknya memakai ukuran 21 inci ke atas agar posisi tubuh tidak terlalu membungkuk dan sempit.

Tips Beli Sepeda Listrik Harga 1 Juta Bekas, Cara Cek Dinamo dan Aki Biar Gak Zonk!

4. Prioritaskan Sealed Bearing

Sepeda BMX punya beberapa titik rotasi penting seperti bottom bracket (poros pedal), headset (poros stang), dan hub (poros roda). 

Sangat bijak jika kamu memilih sepeda yang sudah memakai sealed bearing (bantalan tertutup). Sebab, jenis ini jauh lebih halus, dan lebih tahan terhadap debu maupun air. Juga, tidak memerlukan perawatan sesering jenis unsealed atau bola baja terbuka.

 

Sepeda BMX

5. Cek Kualitas Velg (Rims)

Sebagai pemula, pendaratan yang tidak sempurna adalah hal yang biasa. Oleh karena itu, velg menjadi komponen yang sangat terbebani. 

Pastikan kamu memilih sepeda dengan velg double wall (dinding ganda), minimal untuk roda bagian belakang. Sebab, velg dinding ganda jauh lebih kokoh dalam menahan beban benturan daripada dinding tunggal (single wall) sehingga roda tidak mudah bengkok.

6. Perhatikan Rasio Gear

Standar BMX modern kini memakai rasio gear kecil, biasanya 25T pada gigi depan dan 9T pada gigi belakang. Nah, keunggulan rasio ini adalah bobot yang lebih ringan dan memberikan jarak bebas (clearance) yang lebih tinggi. 

Hal tersebut penting agar rantai atau sprocket tidak mudah tersangkut saat kamu melakukan trik di tepi tembok. Juga, hindari sepeda dengan sprocket depan berukuran besar karena biasanya merupakan teknologi lama yang lebih berat.

7. Pertimbangkan Berat Keseluruhan Sepeda

Meskipun kekuatan adalah prioritas, berat sepeda juga sangat memengaruhi proses belajarmu. Sebab, sepeda yang terlalu berat akan membuatmu cepat lelah dan sulit untuk mengangkat sepeda saat melakukan teknik dasar seperti bunny hop. 

Oleh karena itu, sepeda BMX pemula yang baik biasanya punya berat di kisaran 11 hingga 12 kilogram. Juga, pastikan kamu mencoba mengangkat atau mencoba feel sepeda tersebut sebelum membelinya.

Jadi, memilih BMX yang tepat adalah langkah awal yang sangat menentukan perkembangan kemampuan dan keamanan kamu sebagai rider. Dengan memahami poin-poin teknis di atas, kamu bisa memperoleh sepeda yang proper untuk proses belajar kamu secara penuh.

Jika kamu ingin mulai berlatih namun punya anggaran terbatas, kamu bisa mencari berbagai pilihan sepeda BMX bekas berkualitas dengan harga yang terjangkau di OLX. Di OLX kamu dapat menemukan sepeda spesifikasi yang pas dan kamu pun bisa segera memulai hobi baru kamu.

Populer.
Reka Harnis
Reka Harnis
Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
Berita Terkait