OLX News – Sedang mencari mobil bekas untuk kebutuhan aktivitas bersama keluarga? Kijang Innova Barong adalah pilihan tepat. MPV 7-seater ini dikenal punya performa tangguh dan dapat diandalkan untuk memuat banyak barang.
Dari segi harga, varian facelift terakhir generasi pertama Kijang Innova ini relatif stabil. Mulai dari Rp100 jutaan, pembeli bisa langsung mengamankannya di garasi rumah.
Perlu diketahui, Toyota membekali mobil ini dengan dua pilihan mesin yang berbeda, yakni diesel dan bensin. Lantas, bagaimana spesifikasi mesin, biaya perawatan, hingga harga bekas terbarunya pada 2026? Baca terus ulasan berikut ini untuk mengetahuinya!
Spesifikasi Mesin Diesel dan Bensin Innova Barong

Varian facelift dari Innova yang diproduksi antara tahun 2013-2015 ini hadir dengan dua pilihan mesin utama yang masing-masing memiliki karakter berbeda. Berikut adalah tabel detail spesifikasi mesinnya:
| Tipe Mesin | Diesel | Bensin |
| Kapasitas | 2.500 cc | 2.000 cc |
| Jenis | DOHC D 4D turbo diesel | 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC VVT i |
| Tenaga Maksimal | Hingga 104 daya kuda | Hingga 135 daya kuda |
| Keunggulan | Irit bahan bakar, torsi besar untuk tanjakan | Responsif, perawatan lebih murah, suara halus |
| Transmisi | Manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan | Manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan |
Mesin diesel pada mobil ini terkenal dengan ketahanannya yang luar biasa. Sehingga, tipe mesin diesel cocok untuk penggunaan berat atau jarak jauh.
Sementara itu, mesin bensinnya menawarkan akselerasi yang lebih halus dan biaya suku cadang yang lebih terjangkau. Keduanya sama-sama memiliki penggemar setia di pasar mobil bekas.
Perbedaan Innova Barong dan Biasa

Banyak yang masih bingung membedakan Innova facelift terakhir ini dengan Innova generasi pertama sebelumnya yang biasa disebut Innova biasa. Padahal, perbedaannya cukup signifikan, terutama pada tampilan dan fitur.
Tabel berikut ini akan menjelaskan berbagai perbedaanya:
| Aspek | Innova Barong (Facelift 2013-2015) | Innova Biasa (2004-2012) |
| Desain Depan | Gril besar, bumper tegas, lampu proyektor, mirip wajah Barong | Gril lebih kecil, desain sederhana dan kotak |
| Interior | Jok baris kedua bahan kulit sintetis, kabin lebih mewah | Jok kain, interior lebih polos |
| Fitur Unggulan | Layar sentuh, kamera parkir, sensor parkir, kantong udara ganda | Fitur standar terbatas, umumnya tanpa layar |
| Performa Mesin | Tenaga sedikit ditingkatkan dari versi sebelumnya | Tenaga standar sesuai tahun produksi |
| Harga Bekas | Lebih tinggi karena lebih modern dan jarang ada | Lebih terjangkau, mulai dari Rp70 jutaan |
Perbedaan paling mencolok adalah pada sektor eksterior. Innova facelift terakhir memiliki kesan lebih modern dan sporty.
Sementara itu, Innova biasa terlihat lebih klasik dan sederhana. Itulah mengapa banyak pemburu mobil bekas rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan versi Barong.
Alasan Harga Bekas Innova Barong Tetap Stabil Laris
Ada beberapa faktor yang membuat harga bekas Innova Barong tidak jeblok meski usianya terus bertambah. Berikut alasannya.
Unit yang Jarang Ditemukan
Innova Barong hanya diproduksi dalam waktu singkat, sekitar dua tahun, dari 2013 hingga 2015. Mobil ini ibarat model penyambung antara Innova generasi pertama dan Innova Reborn.
Karena masa produksinya terbatas, jumlah unit di pasaran tidak sebanyak model lainnya. Kelangkaan inilah yang membuat harganya tetap tinggi dan selalu diburu kolektor.
Kenyamanan Kabin yang Tiada Duanya
Banyak pemilik setia menyebut versi Barong sebagai the real MPV. Mengapa demikian? Karena kursi baris ketiganya benar-benar nyaman untuk diduduki penumpang dewasa, tidak sempit seperti kebanyakan mobil keluarga lainnya.
Ruang kaki yang lega dan posisi duduk yang tegak membuat perjalanan jauh terasa menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Kepercayaan pada Ketangguhan Mesin Toyota
Toyota telah membangun reputasi mesin yang bandel dan tahan banting sejak era Kijang generasi pertama. Innova Barong mewarisi DNA tersebut.
Pengguna tidak perlu khawatir mesin mogok di tengah jalan asalkan melakukan perawatan rutin. Spare part yang melimpah dan bengkel resmi di mana-mana juga menambah rasa aman.
Potensi Modifikasi Tak Terbatas
Komunitas modifikasi sangat menyukai Innova Barong karena desainnya yang sudah gagah namun masih bisa diubah lebih ekstrem. Mulai dari modifikasi gaya camber, stensil, hingga penggantian jok elektrik dari merek Eropa, semuanya bisa dilakukan.
Bahkan, ada yang menyetel ulang unit kontrol mesin untuk menambah tenaga. Hal ini membuat mobil ini tetap relevan di mata anak muda.
Baca juga: Konsumsi BBM Innova Zenix, Seirit Apa?
Kenyamanan Suspensi dan Ruang Kabin Keluarga

Salah satu keunggulan utama Innova Barong yang membuat keluarga Indonesia jatuh hati adalah sistem suspensinya yang empuk namun stabil. Di bagian depan, mobil ini menggunakan sistem double wishbone dengan pegas koil dan batang stabilizer.
Di bagian belakang, tertanam sistem 4-link dengan pegas koil dan juga lateral rod. Kombinasi ini membuat tubuh mobil yang besar dan berat tetap terasa nyaman saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.
Ditambah dengan dimensi mobil yang panjang mencapai 4.585 mm dan lebar 1.770 mm, kabin mobil ini terasa sangat lapang. Tiga baris kursi dapat menampilkan tujuh penumpang dewasa tanpa ada yang merasa terjepit.
AC yang dingin merata hingga baris paling belakang juga menjadi nilai tambah yang tidak bisa diremehkan. Untuk perjalanan mudik atau liburan keluarga, mobil ini benar-benar bisa diandalkan.
Penyakit Umum dan Biaya Perawatan Rutin
Sebagai unit bekas, tentunya terdapat beberapa penyakit umum yang ditemukan pada unit Kijang Innova ini. Apa saja permasalahan yang sering terjadi pada mobil MPV ini? Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan rutin? Berikut ini adalah penjelasannya:
Penyakit Umum Innova Barong
Meski terkenal bandel, mobil yang usianya sudah di atas sepuluh tahun tentu memiliki beberapa penyakit umum yang perlu diwaspadai. Mengetahui hal ini akan membantu pemilik menyiapkan dana perawatan sejak dini.
Transmisi Terasa Kasar
Pada Innova varian Barong yang sudah berusia lebih dari lima tahun, transmisi otomatis bisa terasa kasar saat berpindah gigi. Penyebab utamanya adalah oli transmisi yang sudah kotor atau berkurang.
Solusinya adalah mengganti oli transmisi setiap 40.000 km, atau lebih cepat jika sering digunakan di jalan macet.
Mesin “Pincang” Saat Diam
Khusus untuk varian diesel, mesin bisa terasa “pincang” alias brebet ketika posisi mobil berhenti sambil menyalakan mesin. Ini biasanya disebabkan oleh filter bahan bakar yang tersumbat atau injektor yang mulai rusak akibat penggunaan solar berkualitas rendah.
Cara mengatasinya adalah dengan mengganti filter bahan bakar dan membersihkan injektor di bengkel khusus.
Shockbreaker Depan Cepat Rusak
Ukuran shockbreaker unit Innova ini tergolong kecil untuk menahan bobot mobil yang cukup besar. Akibatnya, shockbreaker depan seringkali lemah setelah menempuh jarak 50.000 kilometer.
Gejalanya, mobil terasa limbung saat berbelok dan ada suara berdecak dari kaki-kaki. Penggantian shockbreaker adalah solusi satu-satunya.
Kebocoran pada Penutup Rantai Keteng
Pada Innova yang sudah sangat tua, seal penutup rantai keteng (timing chain) rentan mengeras dan bocor. Oli mesin akan merembes keluar dan membuat bagian mesin kotor serta lembap.
Jika dibiarkan, oli bisa cepat habis dan mesin cepat panas. Segera ganti seal dan gasket yang bocor untuk mencegah kerusakan lebih parah.
Baca juga: Daftar Harga Innova Zenix 2025: Pilih Varian Gasoline atau Hybrid?
Biaya Perawatan Rutin Innova Barong
Merawat Innova Barong di bengkel resmi tentu memiliki biaya yang perlu diperkirakan. Berikut estimasi biaya servis rutin berdasarkan jarak tempuh:
- Interval 10.000 km hingga 30.000 km
Perawatan meliputi penggantian oli mesin, filter oli, filter udara, dan gasket. Estimasi biaya yang harus disiapkan berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Biaya ini sudah termasuk jasa dan suku cadang resmi. - Interval 40.000 km
Komponen yang diganti bertambah seperti filter bahan bakar, oli gardan, oli transmisi, dan minyak rem. Biayanya naik menjadi sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta. Pada interval ini, bengkel biasanya juga melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem rem dan kopling. - Interval 50.000 km ke atas
Biaya kembali ke kisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta untuk servis rutin biasa. Namun, perlu diingat, biaya untuk mesin diesel sedikit lebih mahal karena teknologi common rail injector yang lebih rumit.
Asalkan rajin merawat, Innova Barong bisa menemani perjalanan keluarga hingga puluhan tahun tanpa masalah besar.
Daftar Harga Kijang Innova Barong Terkini
Innova Barong memiliki kesan tersendiri bagi penggemar mobil Toyota. Kabin luas dan performa mesin yang dapat diandalkan menjadi keunggulannya, meskipun sudah berusia lebih dari 10 tahun. Lantas, berapa harga bekas terbarunya pada 2026? Berikut ini adalah tabel harganya:
| Varian | Harga Bekas |
| Kijang Innova 2013 | Rp123 juta – Rp245 juta |
| Kijang Innova 2014 | Rp129 juta – Rp335 juta |
| Kijang Innova 2015 | Rp175 juta – Rp350 juta |
Baca juga: Masih Jadi Idola! Intip Spesifikasi dan Harga Terbaru Toyota Innova Reborn 2025
Berminat memiliki mobil facelift terakhir Kijang Innova generasi pertama ini? Sebelum memutuskan untuk membelinya, pastikan untuk memilih platform terpercaya.
Oleh karena itu, OLXmobbi siap menjadi partner terpercaya untuk mewujudkan mobil impian. Segera kunjungi laman resmi OLX dan dapatkan penawaran terbaik untuk mobil bekas berkualitas impian sekarang juga!
































