BeritaAstra Daihatsu Motor: "Pasar Otomotif Indonesia 2026 Masih Positif di Tengah Melonjaknya...

Astra Daihatsu Motor: “Pasar Otomotif Indonesia 2026 Masih Positif di Tengah Melonjaknya Suku Bunga BI”

Meski suku bunga BI Rate melonjak hingga 100 basis poin, pasar otomotif Indonesia 2026 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 10 persen. Ini pemicunya!

OLX News – Kebijakan bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan BI Rate hingga 100 basis points sempat menimbulkan kekhawatiran di sektor industri keuangan. Namun, kondisi nyata di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda.

- Advertisement -

Sektor perdagangan roda empat di dalam negeri justru memperlihatkan daya tahan yang kuat dengan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif.

Baca Juga: 14 Tahun Setia Pakai Terios, Pria Asal Depok Ini Dapat Penghargaan dari Daihatsu

Berdasarkan data internal Astra Daihatsu Motor (ADM), angka penjualan kendaraan di pasar domestik, baik secara pengiriman ke diler (wholesales) maupun penjualan langsung ke konsumen (retail sales), mengalami peningkatan sekitar 9 hingga 10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

- Advertisement -

Pasar Otomotif Indonesia 2026

Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director di PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyatakan bahwa kekuatan daya beli masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis jangka pendek seperti pergerakan nilai tukar mata uang atau fluktuasi suku bunga perbankan saja.

- Advertisement -

“Kondisi pasar saat ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu, sebenarnya membaik, ada kenaikan sekitar 9 sampai 10 persen. Pertumbuhan positif terjadi baik di sektor grosir maupun eceran,” ungkap Sri Agung Handayani, Minggu (21/6/2026) di acara Daihatsu Kumpul Sahabat Depok.

Pergeseran Karakter Pembeli dan Sektor Komersial

Jika dibedah lebih dalam berdasarkan pembagian kelas kendaraan, roda pertumbuhan saat ini lebih banyak digerakkan oleh kelompok masyarakat kelas menengah ke atas (medium high up to premium).

Kelompok ini didominasi oleh pembeli mobil kedua atau konsumen yang melakukan penggantian unit lama.

Baca Juga: Alun-Alun Depok Pecah! Ribuan Orang Penuhi Acara Daihatsu Kumpul Sahabat Depok 2026

Di sisi lain, kelas mobil murah ramah lingkungan atau LCGC secara nasional sempat mengalami sedikit penurunan kontribusi. Meski demikian, volume penjualan unit LCGC untuk diler gabungan Toyota dan Daihatsu diklaim masih stabil karena besarnya jaringan penjualan di area luar kota besar.

Sektor lain yang menjadi primadona pertumbuhan sepanjang paruh pertama tahun ini adalah kendaraan niaga. Permintaan untuk mobil pikap serta model semi-komersial melonjak tajam dibandingkan dengan periode tahun lalu, sejalan dengan masih bergeraknya roda aktivitas bisnis logistik dan UMKM di berbagai daerah.

Strategi Paket Kredit Masa Pakai Panjang

Menghadapi potensi kenaikan suku bunga kredit dari perusahaan pembiayaan (leasing), produsen mobil berlogo huruf ‘D’ ini sudah menyiapkan strategi jitu. Mereka fokus menawarkan kemudahan kepemilikan lewat perhitungan total biaya perawatan dari awal pembelian hingga masa jual kembali, atau dikenal dengan istilah total cost of ownership.

Guna meringankan beban cicilan bulanan bagi masyarakat yang baru pertama kali membeli mobil, pihak diler menyiapkan opsi masa tenor pembayaran yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 8 tahun.

Selain itu, biaya perawatan berkala juga ditekan melalui penyediaan suku cadang alternatif lini kedua berkualitas resmi yang harganya jauh lebih ramah kantong.

“Kita juga punya ekosistem yang cukup lengkap. Untuk urusan tukar tambah unit lama, dipermudah lewat jaringan kerja sama kami bersama platform OLXmobbi,” pungkasi Sri Agung Handayani. (Z)


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store