Simak strategi bisnis Yamaha Kalimantan bersama Khusnul Faris. Tetap catat pertumbuhan positif walau pasar otomotif sedang menantang.
OLX News – Pasar otomotif roda dua di wilayah Kalimantan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berbagai faktor makroekonomi memberikan pukulan telak yang memengaruhi daya beli masyarakat.
Tantangan ini secara otomatis membuat masyarakat di Kalimantan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
Yamaha F1ZR, Daftar Harga Bekas yang Makin Gila, Cek Kenapa Motor Ini Masih Primadona!
Meski daya beli sebenarnya masih ada, banyak konsumen memilih untuk menahan diri.
Namun, di tengah situasi sulit ini, performa bisnis Yamaha masih menunjukkan tren yang sangat positif.
Khusnul Faris, Chief Yamaha Area Kalimantan, menjelaskan bahwa timnya harus puter otak dan bekerja lebih ekstra untuk menjaga performa penjualan di seluruh jaringan area yang mencakup 126 titik layanan tersebut.
“Sampai dengan hari ini, kita masih tumbuh untuk pertumbuhan share-nya selama periode semester pertama. Jadi dibandingkan tahun lalu kami masih tumbuh meski persentase-nya tipis,” ungkap Khusnul di sela kegiatan MAXI Tour Boemi Nusantara Kalimantan, yang berlangsung pada tanggal 4 Juli 2026 di Pangkalanbun.
Fokus pada Konsumen Berpenghasilan Tetap
Langkah taktis yang diambil oleh Yamaha adalah dengan memetakan ulang wilayah penjualan.
Daerah yang terdampak langsung oleh lesunya industri pertambangan akan diberikan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan daerah dengan sektor industri lain seperti logistik dan jasa.
Strategi ini terbukti jitu karena tim penjualan bisa lebih fokus mengejar target konsumen dengan pemasukan bulanan yang tetap.
Den Dimas Modifikasi Yamaha Grand Filano Jadi Bergaya Motor Adventure
Di sisi lain, pemulihan bertahap pada sektor perkebunan sawit turut membawa angin segar.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang mulai merangkak naik ke level normal di kisaran Rp2.800 hingga Rp3.300 dinilai sebagai momentum kebangkitan daya beli para pekerja perkebunan, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama penjualan motor di wilayah rural.
“Itu membuat kami masih bisa optimis bahwa market di Kalimantan sampai dengan semester kedua nanti itu masih tetap bisa tumbuh,” tegas Khusnul.
Hal ini juga selaras dengan tingginya minat pembelian dengan sistem kredit, di mana lebih dari 50 persen transaksi kendaraan di wilayah ini dilakukan melalui skema pembiayaan (leasing) yang tergolong masih sangat sehat secara bisnis. (Z)





























