Cari tahu perjalanan karier Jorge Martin sebelum menjelma jadi rival Francesco “Pecco” Bagnaia.
JAKARTA – Jorge Martin, nama yang kian populer di ajang MotoGP, berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya yang agresif dan penuh perhitungan. Sebagai salah satu rival utama Francesco “Pecco” Bagnaia, ia kerap memberikan persaingan sengit di tiap balapan. Yuk, kenali lebih dekat sosok pembalap muda ini!
Awal Karier Jorge Martin
Jorge Martin, atau yang sering dijuluki “The Martinator”, lahir di Madrid, Spanyol, pada 29 Januari 1998. Dari kecil, Martin sudah menunjukkan bakatnya di dunia balap. Ia seolah-olah sudah ditakdirkan jadi pembalap, lantaran sejak umur belasan ia sudah beraksi di sirkuit kecil.
Bagaimana tidak, Madrid, kota asalnya, memang sering jadi tempat lahirnya talenta-talenta balap berbakat.
Karier Jorge Martin mulai bersinar waktu ia masuk ke Red Bull MotoGP Rookies Cup. Di ajang ini, Martin bukan cuma sekadar ikut-ikutan, tapi langsung memberikan perlawanan serius. Tahun 2014, ia menjuarai ajang ini, dan karena itulah banyak tim di Moto3 mulai melirik Martin.
Dari situlah, pintu untuk masuk ke kejuaraan dunia Moto3 terbuka lebar.
Di Moto3, Martin bergabung dengan tim Mahindra Racing pada 2015. Walau awalnya berat, ia tidak menyerah. Musim berikutnya, ia pindah ke tim Gresini Racing dan performanya meningkat.
Namun, momen puncaknya baru datang tahun 2018. Martin berhasil jadi juara dunia Moto3 bareng tim Del Conca Gresini yang membuat namanya makin terkenal. Waktu itu, Martin tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga strategi balap yang cerdas.
Kemenangan di Moto3 ini jadi tiket emas buat Martin naik kelas ke Moto2.
Perjalanan di Moto2
Naik kelas ke Moto2 pada 2019 bersama tim Red Bull KTM Ajo, Jorge Martin mulai menampakkan potensi yang lebih serius. Meski ia belum membuahkan banyak kemenangan di tahun pertamanya, ia telah menjelma jadi ancaman di lintasan dengan gaya balapnya yang agresif tapi rapi.
Musim 2020 sendiri jadi momen penting, di mana wajah Martin mulai sering menghiasi podium, tidak terkecuali kemenangan pertamanya di GP Austria. Sayangnya, peluang juara dunia terhalang pandemi dan cedera. Kendati demikian, track record-nya berhasil menarik perhatian tim MotoGP.
Boleh dibilang, Moto2 adalah tempat Martin mengasah skill dan mental untuk naik level ke panggung utama: MotoGP.
Debut di MotoGP dan Persaingan dengan Pecco

Jorge Martin transfer ke MotoGP pada 2021 bersama tim Pramac Ducati, dan berita tersebut langsung bikin gempar. Pasalnya, di musim sebelumnya, Martin berhasil menang di GP Syrian.
Hebatnya lagi, ia juga sering mengejutkan penonton dan pengamat dengan pole position serta gaya balap yang berani. Walau sempat cedera parah di awal musim, Martin kembali dengan performa yang makin gila.
Fast forward ke 2023, Martin jadi salah satu rival serius Francesca Bagnaia alias Pecco, yang notabene juara bertahan MotoGP. Persaingan mereka makin panas karena Martin tidak hanya cepat, namun juga pandai menyudutkan Pecco di pertandingan-pertandingan krusial.
Ducati memang tim utama Pecco, tetapi Martin kerap bikin fans Ducati galau gara-gara berulang kali mengalahkan Pecco di lintasan. Rivalitas keduanya lebih dari sekadar urusan kecepatan, melainkan juga strategi. Kalau begini terus, MotoGP jelas bakal lebih seru dengan drama Martin vs Pecco di tiap seri!
Jorge Martin sudah menunjukkan perjalanan memukau, dari juara Moto3, menggila di Moto2, sampai jadi salah satu pembalap paling berbahaya di MotoGP. Rivalitasnya dengan Bagnaia pun menambah keseruan musim ini. Jadi, menurut kamu, siapa yang bakal keluar sebagai raja lintasan? Martin atau Pecco?
Nah, kalau kamu terinspirasi sama perjuangan Jorge Martin dan tertarik memulai karier balap, yuk cek berbagai pilihan motor sport keren di OLX sekarang!





























