Kamis, Februari 26, 2026
BeritaAdopsi Motor Listrik Mandek, MAKA Motors Desak Kejelasan Insentif Pemerintah di Semester...

Adopsi Motor Listrik Mandek, MAKA Motors Desak Kejelasan Insentif Pemerintah di Semester I 2025

OLX News – Industri otomotif nasional tengah menghadapi tekanan serius akibat sejumlah ketidakpastian kebijakan, terutama terkait kelanjutan insentif pembelian sepeda motor listrik. Salah satu pelaku industri, MAKA Motors, menyerukan pentingnya kejelasan pemerintah soal program subsidi di semester pertama 2025.

- Advertisement -

Tanpa kepastian, masyarakat terus bersikap wait and see, yang berdampak langsung pada perlambatan pasar kendaraan listrik.

Data penjualan sepeda motor listrik di kuartal pertama 2025 mencerminkan situasi ini. Hanya sekitar 2.000 unit yang terjual, jauh dari target ambisius pemerintah yaitu 200.000 unit hingga akhir tahun.

- Advertisement -

Padahal, pada 2024, insentif subsidi sebesar Rp7 juta per unit sukses mendorong penjualan hingga 63.000 unit, melonjak tajam dari hanya 11.000 unit pada tahun sebelumnya.

“Ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi sepeda motor listrik cukup kontraproduktif dan menciptakan kebimbangan baik untuk pelaku industri maupun konsumen,” ujar Raditya Wibowo, CEO & Founder MAKA Motors melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/5/2025).

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu segera membuat keputusan apakah subsidi akan dilanjutkan atau tidak, dan mengumumkannya paling lambat di semester I tahun 2025.

Menurutnya, keputusan yang tertunda hanya akan memperburuk keadaan dan menggagalkan momentum adopsi kendaraan listrik yang sudah mulai tumbuh.

“Kami sangat berharap pengumuman dan implementasi kebijakan subsidi yang jelas dapat dilakukan paling lambat pada semester pertama tahun ini, sehingga momentum positif adopsi kendaraan listrik dapat terus terjaga,” lanjut Raditya.

Konsumen Terjebak Ketidakpastian

MAKA Cavalry Sampai ke Konsumen

Tidak hanya industri, masyarakat pun merasakan dampaknya. Seorang calon konsumen yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keraguannya untuk membeli motor listrik dalam waktu dekat.

“Jujur, saya sebenarnya sudah lama tertarik dengan motor listrik. Tapi, dengan ketidakjelasan insentif ini, jadi ragu mau beli sekarang atau nanti. Kalau memang ada subsidi lagi, lumayan bisa bantu banget. Pemerintah tolong segera kasih kepastian dong,” ujarnya.

Sikap menunggu seperti ini kini menjadi fenomena luas yang melumpuhkan daya beli dan menahan laju pertumbuhan kendaraan listrik.

MAKA Motors Tetap Optimistis

Showroom MAKA Motors

Meski berada di tengah situasi yang menantang, MAKA Motors tetap memandang masa depan motor listrik Indonesia dengan penuh keyakinan.

Produk andalannya, MAKA Cavalry, dirancang sepenuhnya di Indonesia dengan mengedepankan kualitas dan performa sesuai kebutuhan masyarakat lokal.

“Kami di MAKA Motors percaya bahwa sepeda motor listrik punya masa depan yang cerah. Terlepas dari keputusan akhir mengenai subsidi, yang krusial bagi kami dan seluruh ekosistem adalah kejelasan kebijakan. Menunda kepastian sama dengan menunda potensi besar pasar kendaraan listrik nasional,” kata Raditya Wibowo.

MAKA Motors juga menyoroti wacana relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan potensi masuknya produk impor murah.

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa motor listrik buatan lokal tetap relevan, karena konsumen Indonesia semakin selektif dan tidak sekadar mencari harga murah, melainkan menginginkan kualitas dan kenyamanan berkendara.

Hingga saat ini, TKDN MAKA Motors telah memenuhi syarat pemerintah. Mereka melakukan riset dan pengembangan di Indonesia, menggunakan SDM lokal, hingga memproduksi dan merakit di dalam negeri.

Namun, jika tidak ada insentif yang mendorong percepatan adopsi, maka penghematan biaya harian yang bisa dirasakan konsumen dari motor listrik akan tertunda, di tengah naiknya harga barang dan situasi ekonomi global yang tidak menentu.

Kejelasan kebijakan subsidi motor listrik bukan hanya soal dukungan industri, tapi juga menyangkut daya beli dan efisiensi masyarakat.

Di tengah wacana besar menuju transisi energi bersih, keputusan pemerintah mengenai insentif kendaraan listrik menjadi batu pijakan penting untuk masa depan mobilitas Indonesia.

“Saatnya pemerintah tegas. Jangan tunda lagi,” tutup Raditya. (Z)

Populer.
Berita Terkait