OLX News – Tahukah kamu, minyak rem yang bersih dan berkualitas bisa membuat pengereman lebih responsif?
Sayangnya, cairan ini sering diabaikan hingga menimbulkan masalah serius. Contohnya rem ‘ngempos’ atau kurang pakem. Sebelum mengalami kondisi tersebut, penting untuk mengenali ciri-ciri minyak rem motor yang tak layak pakai dan membutuhkan penggantian.
Apa saja tandanya?
1. Warna Minyak Rem Berubah Gelap
Ciri paling mudah untuk mengetahui kondisi minyak rem adalah dari warnanya. Normalnya, minyak rem yang masih bagus itu bening atau kekuningan.
Kalau warnanya sudah mulai berubah jadi keruh, cokelat, atau bahkan hitam, itu tandanya minyak rem sudah terkontaminasi air dan kotoran.
Minyak rem yang kotor tidak akan bekerja optimal dan bisa membahayakan. Jadi, saat warnanya sudah gelap, jangan tunda lagi untuk menggantinya.
2. Pedal Rem Terasa Lembut atau Terlalu Dalam
Apakah kamu merasa pedal rem terasa lebih lembut atau harus menekan lebih dalam dari biasanya untuk mendapatkan respons pengereman?
Jika iya, ini bisa jadi karena minyak rem sudah terkontaminasi air. Adanya air dalam sistem rem dapat menurunkan titik didih minyak. Hal ini menyebabkan gelembung uap terbentuk saat rem panas dan gelembung ini membuat tekanan rem berkurang, sehingga pengereman tidak optimal.

3. Rem Terdengar Berdecit
Meskipun suara decitan rem sering dikaitkan dengan kampas rem yang habis, masalah ini juga bisa disebabkan oleh minyak rem yang buruk.
Minyak rem yang kotor atau terkontaminasi dapat memengaruhi kinerja piston rem eqn menyebabkan gesekan yang tidak wajar. Gesekan inilah yang menghasilkan suara decitan saat pengereman.
4. Adanya Endapan atau Kotoran di Reservoir Minyak Rem
Saat memeriksa tangki minyak rem (reservoir), perhatikan apakah ada endapan atau partikel-partikel kecil di dalamnya. Endapan ini bisa mengganggu aliran minyak rem dan menyumbat saluran.
Kotoran yang menyumbat dapat menghambat kinerja rem secara keseluruhan yang akibatnya bisa memicu kegagalan rem atau blong.
5. Level Minyak Rem di Reservoir Turun di Bawah Garis Minimum
Selain endapan, penting juga untuk memeriksa level minyak rem di tabung reservoir secara berkala. Tabung ini memiliki dua garis penanda: “MAX” dan “MIN”.
Jika pada saat pengecekan kamu mendapati volume minyak rem turun di bawah batas “MIN”, meskipun tidak ada kebocoran yang terlihat, segera cari tahu. Bisa jadi ini menandakan bahwa minyak sudah menipis dan perlu penggantian atau pengisian ulang segera agar sistem pengereman tetap bisa bekerja optimal.
6. Timbul Bau Terbakar Setelah Pengereman
Bau terbakar setelah pengereman juga bisa menandakan gesekan berlebih akibat sistem rem yang tidak bekerja optimal. Salah satu penyebabnya bisa jadi minyak rem yang sudah tidak layak pakai.
7. Indikator Rem di Panel Instrumen Menyala (Motor ABS)
Pada motor jenis sistem pengereman ABS, pabrikan melengkapi unit dengan sensor untuk mendeteksi masalah pada sistem pengereman.
Jika lampu indikator rem menyala di panel instrumen, jangan abaikan. Ini bisa menjadi peringatan dari sistem motor bahwa ada masalah dengan minyak rem atau komponen rem lainnya yang perlu penanganan segera.
Saat kamu mendapati satu atau lebih tanda-tanda di atas, segera periksa minyak rem dan lakukan pengisian atau penggantian. Dengan begitu, sistem pengereman tetap berjalan optimal dan keamanan juga keselamatan berkendara tetap terjaga.
Jika kamu membutuhkan minyak rem yang kompatibel untuk kendaraanmu, cek OLX, dan temukan berbagai merek minyak rem untuk membuat kendaraan tetap prima.





































