OLX News – Dalam proses rekrutmen kerja, tes psikotes hampir selalu menjadi salah satu tahap penting yang harus dilalui calon karyawan. Tes ini dirancang bukan hanya untuk mengukur kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian, cara berpikir, hingga kecocokan seseorang terhadap posisi yang dilamar.
Bagi sebagian orang, tes psikotes terasa menegangkan karena soalnya berbeda dengan ujian akademis biasa. Supaya lebih siap, ada baiknya memahami jenis-jenis tes psikotes yang sering muncul dalam proses rekrutmen.
1. Tes Wartegg (Wartegg Test)

Tes ini menggunakan delapan kotak berisi pola atau gambar sederhana, seperti titik, garis, atau lengkungan. Peserta diminta melanjutkan gambar sesuai kreativitas mereka.
Tujuan: mengukur imajinasi, stabilitas emosi, kemampuan analisis, hingga pola pikir.
- Advertisement -Tips: gambar dengan percaya diri, jangan terlalu lama ragu, dan usahakan setiap gambar memiliki makna yang jelas.
2. Tes Kraepelin / Pauli (Tes Koran)

Peserta akan diberikan lembar penuh berisi angka-angka acak yang tersusun memanjang ke bawah. Tugasnya adalah menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam batas waktu tertentu.
Tujuan: mengukur kecepatan, konsistensi, daya tahan, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan.
Tips: jaga ritme penjumlahan, jangan buru-buru di awal supaya tidak kehabisan energi di tengah jalan.
3. Tes Logika Aritmatika

Tes ini berisi soal-soal hitungan, deret angka, atau pola numerik. Peserta harus menemukan jawaban yang tepat berdasarkan logika matematika.
Tujuan: menilai kemampuan berpikir analitis, pemecahan masalah, serta logika numerik.
Tips: fokus pada pola, misalnya penjumlahan, perkalian, atau urutan tertentu.
4. Tes Logika Penalaran (Tes Analogi atau Silogisme)
Soal biasanya berupa pernyataan logis yang harus dianalisis, lalu peserta diminta menentukan kesimpulan yang benar. Ada juga bentuk analogi kata, seperti “A berhubungan dengan B, maka C berhubungan dengan …”.
Tujuan: menguji kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis.
Tips: jangan terjebak pada jawaban intuitif, pahami relasi antar pernyataan dengan teliti.
5. Tes Gambar Pohon dan Orang
Peserta diminta menggambar pohon (biasanya pohon berbuah atau berbatang keras) serta menggambar sosok manusia.
Tujuan: mengungkap kepribadian, kestabilan emosi, hingga cara memandang diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Tips: gambar secara natural, jangan terlalu dipaksakan. Perhatikan detail seperti tangan, wajah, atau akar pohon, karena itu bisa menunjukkan karakter tertentu.
6. Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Tes ini berbentuk pilihan ganda dengan dua pernyataan yang keduanya sama-sama “positif”. Peserta harus memilih salah satu yang paling sesuai dengan dirinya.
Tujuan: mengetahui motivasi, minat, dan kepribadian seseorang.
Tips: jawab sejujur mungkin. Hindari berpikir “mana yang lebih baik”, karena tujuannya bukan menilai benar-salah, melainkan konsistensi karakter.
7. Tes DISC
Tes psikotes ini menggunakan pernyataan singkat yang menggambarkan sifat tertentu. Peserta diminta memilih mana yang paling sesuai dengan dirinya.
Tujuan: memetakan tipe kepribadian seseorang dalam empat aspek: Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance.
Tips: pilih jawaban yang benar-benar menggambarkan diri, karena hasil tes dipakai untuk menilai kecocokan dengan budaya kerja perusahaan.
8. Tes Matematika Dasar & Verbal
Selain tes logika, sering juga ada soal matematika dasar seperti persen, perbandingan, atau kecepatan. Tes verbal biasanya berupa sinonim, antonim, atau analogi kata.
Tujuan: mengukur kecerdasan numerik dan verbal yang berguna untuk komunikasi dan analisis data.
Tips: banyak berlatih soal sejenis agar lebih terbiasa dengan polanya.
Tes Psikotes memang bisa terasa menantang, tapi sebenarnya tujuannya bukan untuk menjatuhkan peserta, melainkan menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan memahami jenis tes yang sering muncul, kamu bisa lebih siap secara mental dan teknis.
Ingat, yang paling penting adalah tetap tenang, percaya diri, dan menunjukkan kemampuan diri apa adanya.
Tes psikotes memang sering jadi tantangan dalam proses rekrutmen, tapi dengan persiapan yang tepat kamu bisa lebih percaya diri. Nah, kalau saat ini kamu sedang mencari peluang kerja baru, kamu juga bisa menemukan berbagai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahlianmu lewat OLX. Siapa tahu, kesempatan karier impianmu ada di sana.


























