OLX News – Salah satu masalah yang sering terjadi pada kendaraan bermotor adalah aki lemah atau soak. Supaya tidak terulang dan berujung pada pergantian aki yang cukup lumayan, maka penting tahu penyebabnya.
Nah, berikut ini penyebab aki lemah atau soak dan cara mengatasinya.
1. Ketika Usia Menjadi Masalah
Setiap aki memiliki batas waktu yang telah ditentukan oleh pabrikan. Umumnya berkisar antara 1 hingga 3 tahun.
Seiring berjalannya waktu, proses kimia di dalam aki (proses sulfasi) akan menumpuk pada pelat sel. Penumpukan ini, bahkan pada aki kering atau Maintenance Free (MF) sekalipun, membuat aki semakin sulit menahan dan melepaskan muatan listrik. Inilah sebabnya mengapa aki yang sudah tua rentan menjadi lemah atau soak bahkan setelah kamu isi ulang.
Jika aki sudah melampaui usia pakainya, tidak ada jalan pintas. Solusi paling bijak adalah menggantinya dengan aki baru yang memiliki spesifikasi Ampere hour (Ah) dan CCA (Cold Cranking Ampere) yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraanmu.
2. Jantung Pengisian yang Bermasalah
Aki bukanlah sumber daya tunggal, melainkan penyimpan daya. Sumber daya utamanya adalah alternator (pada mobil) atau kiprok (regulator rectifier pada motor). Jika komponen pengisian ini mulai loyo atau rusak, ia akan menjadi penyebab aki lemah atau soak yang paling umum.
Jika alternator/kiprok menghasilkan tegangan di bawah batas normal (sekitar 13,8V saat mesin menyala), aki akan selalu dalam kondisi kurang setrum. Ibarat gelas yang terus terpakai tanpa pernah terisi penuh, ia akan cepat kosong.
Sebaliknya, tegangan pengisian yang berlebihan (di atas 14,5V) dapat “merebus” elektrolit aki (khususnya aki basah) atau memanaskan aki MF, yang secara permanen merusak pelat sel internal.
Untuk mengatasinya, segera periksakan tegangan sistem pengisian di bengkel. Jika terbukti alternator atau kiprok bermasalah, langkah cepat yang bisa kamu ambil adalah memperbaiki atau mengganti komponen tersebut. Menunda perbaikan hanya akan membuat aki barumu cepat soak lagi.
3. Kebocoran Arus Senyap
Pernahkah kamu membiarkan mobil terparkir selama beberapa hari dan tiba-tiba aki lemah atau soak?
Ini bisa jadi karena adanya “kebocoran arus” atau korsleting halus. Korsleting ini terjadi ketika ada komponen atau kabel yang rusak, sehingga daya listrik terus tertarik keluar meski kunci kontak sudah tidak menempel. Pemasangan aksesoris non-standar yang kurang rapi juga sering menjadi biang keladinya.
Untuk mengatasi masalah ini membutuhkan keahlian. Kamu perlu membawa kendaraan ke spesialis listrik mobil/motor untuk melakukan tes kebocoran arus menggunakan amperemeter dan melacak sumber arus yang menarik daya saat mesin mati, lalu memperbaikinya.
4. Perawatan yang Terabaikan
Khusus pada aki basah, kelalaian dalam menjaga level air aki bisa menjadi penyebab aki lemah atau soak yang fatal.
Jika air aki kamu biarkan berada di bawah batas minimum (lower level), pelat sel aki akan terpapar udara dan mengalami sulfasi cepat, sehingga menyebabkan kerusakan permanen. Selain itu, terminal aki yang kotor, berjamur, atau longgar juga menghambat transfer daya.
Cara mengatasinya ada dua cara, yaitu.
- Untuk aki basah rutin periksa level air aki (minimal sebulan sekali) dan tambahkan air suling/demineralisasi (bukan air aki zuur) hingga batas upper level.
- Untuk semua jenis aki, bersihkan terminal aki dari kotoran atau jamur, lalu kencangkan baut terminal agar koneksi listrik sempurna.
Mengatasi aki lemah atau soak tidak harus selalu ganti baru. Namun, jika memang waktunya penggantian, kamu bisa menemukan berbagai pilihan aki berkualitas di OLX dengan harga bersaing.


































