Jumat, Februari 6, 2026
Informasi5 Ciri BPKB Palsu yang Harus Diketahui

5 Ciri BPKB Palsu yang Harus Diketahui

Banyak pemilik kendaraan kini semakin waspada terhadap beredarnya BPKB palsu, karena dokumen ini menjadi bukti sah kepemilikan kendaraan. Berikut 5 ciri BPKB palsu.

- Advertisement -

OLX News – Ketika seseorang membeli kendaraan, terutama kendaraan bekas, mereka perlu memeriksa BPKB secara cermat agar tidak tertipu.

Peredaran BPKB palsu biasanya memanfaatkan kelalaian pembeli, sehingga pelaku dapat menyisipkan dokumen tiruan yang tampak asli.

- Advertisement -

Karena itu, memahami perbedaan antara BPKB asli dan palsu menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan transaksi.

5 Ciri BPKB Palsu

Berikut beberapa ciri BPKB palsu, diantaranya adalah:

- Advertisement -

1. Perbedaan Pada Kualitas Sampul dan Tekstur BPKB

Ciri pertama yang paling mudah dikenali dari BPKB palsu adalah kualitas sampulnya. BPKB asli menggunakan bahan tebal bertekstur kuat dengan emboss logo Polri yang rapi.

Sementara itu, BPKB palsu sering memakai sampul lebih tipis, warna yang tidak konsisten, serta tekstur yang terasa lebih lembek atau licin.

Pada BPKB keluaran terbaru, Polri menggunakan sampul biru tua yang lebih solid, sedangkan BPKB lama berwarna cokelat tua.

Keduanya sama-sama memiliki emboss lambang Bhayangkara yang dicetak presisi. Jika emboss tampak buram, kurang dalam, atau warnanya memudar tidak merata, itu pertanda kuat bahwa dokumen tersebut palsu.

2. Nomor Seri dan Hologram Pengaman Tidak Sesuai

BPKB asli memiliki dua elemen pengaman penting: nomor seri khusus dan hologram Korlantas Polri. Keduanya tidak dapat diperbanyak dengan printer biasa karena menggunakan teknik cetak keamanan.

Nomor seri pada BPKB asli dicetak dengan tinta khusus yang tidak berubah warna ketika terkena cahaya. Pada beberapa kasus BPKB palsu, nomor seri terlihat terlalu terang, terlalu hitam, atau bahkan dicetak miring.

Selain itu, hologram asli akan berubah warna saat dilihat dari berbagai sudut, sementara hologram pada BPKB palsu biasanya hanya stiker biasa yang tidak memiliki efek optik.

Ketika seseorang memeriksa BPKB, mereka bisa mengarahkan cahaya ke hologram dan melihat apakah warnanya berubah. Jika tidak ada perubahan signifikan, kemungkinan besar dokumen tersebut palsu.

3. Ketidaksesuaian Data Kendaraan dan Identitas

Ciri berikutnya adalah data pada halaman identitas kendaraan. Pada BPKB asli, seluruh informasi seperti nomor rangka, nomor mesin, merk, tipe, dan tahun pembuatan dicetak rapi serta sesuai data yang tersimpan di database Korlantas.

BPKB palsu sering memiliki kesalahan ketik, perbedaan font, atau penulisan data yang tidak konsisten. Selain itu, di BPKB asli terdapat watermark pada halaman identitas, sementara BPKB palsu biasanya tidak memiliki watermark.

Ketika dokumen diterawang, BPKB asli menampilkan pola tertentu yang tidak dapat diduplikasi oleh percetakan umum.

Calon pembeli kendaraan harus mencocokkan data BPKB dengan STNK dan bagian fisik kendaraan, seperti nomor rangka dan mesin. Bila data tidak sama, besar kemungkinan BPKB tersebut palsu atau sudah dimanipulasi.

sumber: furukawa baterai indonesia

4. Tidak Ada Barcode atau Barcode Tidak Terhubung Database

Pada BPKB keluaran terbaru, Polri menambahkan barcode atau QR code yang dapat dipindai untuk mencocokkan data kendaraan dengan database resmi.

Ketika barcode dipindai, data yang muncul harus identik dengan halaman identitas BPKB dan informasi dari STNK. BPKB palsu sering kali mencantumkan barcode yang sekadar gambar, bukan kode aktif yang bisa dipindai.

Dalam banyak kasus, saat barcode dipindai, tidak muncul data sama sekali atau data yang terbaca tidak sesuai dengan kendaraan tersebut.

Fitur barcode menjadi salah satu langkah modern Polri untuk mengurangi peredaran dokumen palsu, sehingga sangat penting bagi pembeli kendaraan bekas untuk melakukan pengecekan ini.

5. Stempel dan Tanda Tangan Tidak Asli

Stempel dan tanda tangan pejabat kepolisian pada BPKB asli dicetak menggunakan tinta khusus yang memiliki tekstur tertentu.

Pada dokumen palsu, stempel biasanya tampak buram, tidak rata, atau justru terlalu tebal. Tanda tangan juga sering tampak seperti hasil scan, bukan tinta asli.

Pada BPKB asli, stempel umumnya memiliki gradasi warna dan bentuk garis yang jelas. Jika stempel tampak seperti hasil cetak printer digital, itu salah satu indikasi dokumen tersebut dipalsukan.

Selain itu, tanda tangan pada BPKB asli biasanya memiliki tekanan tinta yang dapat diraba sedikit, sementara pada BPKB palsu tanda tangannya rata dan terlihat seperti hasil fotokopi.

Waspada Terhadap BPKB Palsu Saat Membeli Kendaraan

Kesimpulannya, dengan memahami ciri BPKB palsu menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian besar ketika membeli kendaraan, terutama kendaraan bekas.

Karena peredaran dokumen tiruan semakin rapi, pengguna perlu memeriksa sampul, hologram, nomor seri, barcode, data kendaraan, hingga tanda tangan dengan cermat.

Ketika seseorang memeriksa dokumen secara teliti dan mencocokkannya dengan data di database resmi, risiko tertipu dapat diminimalkan.

Dengan memastikan keaslian BPKB, pembeli bisa merasa lebih aman dan yakin bahwa kendaraan tersebut benar-benar sah dimiliki pemilik sebelumnya.

Populer.
Tony Prasetyo
Tony Prasetyo
Producing, analyzing and publishing original and high quality SEO articles.
Berita Terkait