Sabtu, Januari 24, 2026
Bisnis dan Keuangan5 Tahapan Design Thinking, Cara Berpikir Solutif Menciptakan Produk Yang Dicintai Pasar

5 Tahapan Design Thinking, Cara Berpikir Solutif Menciptakan Produk Yang Dicintai Pasar

Design Thinking: Metode memecahkan masalah yang kompleks dengan cara inovatif yang berpusat pada manusia

- Advertisement -

OLX News – Banyak bisnis gagal bukan karena kurangnya ide, tetapi karena solusi yang ditawarkan tidak relevan dengan kebutuhan pengguna. Kondisi ini menuntut pelaku bisnis untuk tidak hanya berpikir kreatif, tetapi juga solutif dan berorientasi pada pengguna. Pola pikir inilah yang menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk menjawab tantangan tersebut adalah design thinking. Pendekatan ini membantu individu maupun tim memahami masalah dari sudut pandang pengguna sebelum merancang solusi. Dengan cara berpikir yang terstruktur namun tetap fleksibel, proses pengembangan produk menjadi lebih terarah dan bermakna. Tidak heran jika metode ini banyak diterapkan oleh perusahaan yang ingin produknya benar-benar dicintai pasar.

- Advertisement -

Apa Itu Design Thinking?

Design thinking adalah pendekatan berpikir yang berfokus pada pengguna (user-centered) untuk memecahkan masalah secara kreatif dan solutif. Metode ini menekankan pentingnya memahami kebutuhan, perilaku, dan tantangan pengguna sebelum merancang sebuah solusi. Dengan design thinking, proses inovasi tidak dimulai dari asumsi, melainkan dari masalah nyata yang dihadapi pengguna di kehidupan sehari-hari. Design thinking banyak digunakan dalam pengembangan produk, layanan, hingga strategi bisnis modern.

Dalam praktiknya, design thinking menggabungkan empati, analisis logis, dan eksperimen dalam satu alur yang terstruktur. Prosesnya bersifat fleksibel dan iteratif, sehingga solusi dapat terus disempurnakan berdasarkan masukan pengguna. Pengetahuan seputar design thinking tidak hanya relevan bagi desainer, tetapi juga bagi pelaku bisnis, pendidik, hingga pengembang teknologi. Dengan pendekatan ini, solusi yang dihasilkan cenderung lebih relevan, fungsional, dan memiliki nilai jangka panjang.

10 Ide Bisnis Kreatif yang Lagi In-Demand, Auto Cuan!

- Advertisement -

5 Tahapan Design Thinking

5 Tahapan Design Thinking

Design thinking memiliki 5 tahapan dasar yang harus dipahami sebelum mengimplementasikannya. Dengan mengetahui inti dari setiap tahapan membuat pelaku bisnis memahami betul metode ini. Berikut adalah 5 tahapan design thinking.

Empathize

Tahap empathize merupakan fondasi utama dalam proses design thinking. Pada tahap ini, tim berusaha memahami pengguna secara mendalam melalui observasi, wawancara, dan interaksi langsung. Fokusnya adalah menggali kebutuhan, perasaan, motivasi, serta masalah yang dihadapi pengguna dalam konteks nyata. Dengan empati yang kuat, tim dapat melihat masalah dari sudut pandang pengguna, bukan dari asumsi pribadi atau kepentingan internal.

Proses empathize membantu tim mengumpulkan insight yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Informasi ini menjadi dasar penting untuk merancang solusi yang benar-benar relevan. Tanpa empati yang baik, solusi yang dihasilkan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, tahap empathize tidak boleh dilewati atau dilakukan secara terburu-buru.

Define

Tahap define bertujuan untuk merumuskan masalah utama berdasarkan hasil dari proses empathize. Data dan insight yang telah dikumpulkan dianalisis untuk menemukan pola dan inti permasalahan yang paling signifikan. Rumusan masalah harus jelas, spesifik, dan berfokus pada pengguna, bukan pada solusi. Pernyataan masalah yang baik akan membantu tim tetap fokus selama proses design thinking berlangsung.

Pada tahap define, tim biasanya menyusun problem statement atau user problem yang menjadi acuan utama. Define berfungsi sebagai jembatan antara pemahaman pengguna dan pencarian solusi. Jika masalah didefinisikan dengan kurang tepat, ide solusi yang muncul pun akan melenceng. Oleh karena itu, ketelitian dalam tahap define sangat menentukan keberhasilan tahapan selanjutnya.

Ideate

Ideate adalah tahap di mana kreativitas tim diuji secara maksimal. Pada fase ideate, tim mulai menghasilkan sebanyak mungkin ide solusi berdasarkan masalah yang telah didefinisikan. Proses brainstorming dilakukan tanpa membatasi ide, baik dari segi bentuk maupun pendekatan. Tujuannya bukan langsung menemukan solusi terbaik, melainkan membuka ruang eksplorasi seluas-luasnya.

Dalam design thinking, tidak ada ide yang langsung dianggap salah pada tahap ideate. Setiap ide memiliki potensi untuk dikembangkan atau dikombinasikan dengan ide lain. Proses diskusi mendorong kolaborasi dan keberagaman sudut pandang dalam tim. Dengan banyaknya alternatif solusi, peluang menemukan ide yang inovatif dan relevan menjadi lebih besar.

Prototype

Tahap prototype adalah proses menerjemahkan ide terpilih ke dalam bentuk nyata yang dapat diuji. Prototipe tidak harus sempurna atau mahal, melainkan cukup untuk merepresentasikan ide solusi. Bentuk prototipe bisa berupa sketsa, mockup, model sederhana, atau simulasi digital. Tujuan utama tahap ini adalah memvisualisasikan ide agar lebih mudah dipahami dan dievaluasi.

Prototype membantu tim melihat bagaimana solusi bekerja dalam praktik. Melalui prototipe, potensi kesalahan atau kekurangan dapat ditemukan lebih awal. Mempresentasikan prototype kepada tim memungkinkan adanya masukan atau perbaikan sebelum produk atau layanan dikembangkan lebih lanjut. Dengan demikian, proses design thinking menjadi lebih efisien dan minim risiko.

Lowongan Kerja Online di Bidang Kreatif: Peluang Menjanjikan untuk Generasi Digital

Test

Tahap test merupakan proses pengujian prototipe kepada pengguna secara langsung. Pada tahap ini, tim akan mengamati bagaimana pengguna berinteraksi dengan solusi yang telah dibuat. Umpan balik dari pengguna sangat penting untuk menilai efektivitas dan relevansi solusi. Test membantu mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki atau dikembangkan lebih lanjut.

Dalam design thinking, tahap test seringkali menghasilkan insight baru yang mengarah pada perbaikan desain. Tidak jarang, hasil pengujian membuat tim kembali ke tahap sebelumnya untuk melakukan penyesuaian. Proses final ini juga menunjukkan bahwa design thinking bersifat iteratif dan terus berkembang. Dengan pengujian yang tepat, solusi yang dihasilkan akan semakin mendekati kebutuhan pengguna.

Design thinking bukan sekadar teori, tetapi pendekatan nyata yang banyak digunakan perusahaan besar. Untuk mengetahui insight, berita, dan pembahasan mendalam seputar bisnis dan dunia kerja, Anda bisa mengakses situs OLX yang menghadirkan informasi terkini dan terpercaya. OLX menghadirkan berbagai berita terbaru dan terupdate lainnya. (AR)

Populer.
Berita Terkait