Pemerintah prediksi arus mudik 2026 terjadi 2 gelombang di Lebaran 2026 ini. Cek tanggal puncak kemacetan, tujuan favorit, dan aturan WFA di sini biar nggak terjebak macet!
OLX News – Tradisi pulang kampung alias mudik Lebaran 2026 dipastikan bakal kembali meriah dan padat. Buat kamu yang berencana merayakan Idulfitri di kampung halaman, bersiaplah menghadapi lautan kendaraan di jalanan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru saja mengumumkan bahwa pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat akan mencapai angka 143,9 juta perjalanan pada tahun ini.
Baca Juga: Dipadati 6,8 Juta Kendaraan, Intip Persiapan Astra Infra Kawal Arus Mudik Lebaran 2026
“Pertama, terkait dengan tren mudik Lebaran. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada 143,9 juta perjalanan atau masyarakat yang melakukan mudik Lebaran. Bisa dilihat dari tujuan, maka yang paling banyak akan mudik ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, lalu diikuti Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan,” terang AHY dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), dikutip dari Detik.
Angka masif ini menandakan jalan raya akan dipenuhi oleh jutaan warga yang ingin segera berkumpul bersama keluarga.
Tanggal Puncak Arus Mudik dan Balik
Berdasarkan hasil survei terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), AHY membeberkan bahwa kepadatan lalu lintas tidak akan bertumpuk dalam satu waktu saja.
Pemerintah prediksi arus mudik 2026 terjadi dalam 2 gelombang yang wajib kamu catat dan waspadai.
Gelombang pertama diperkirakan jatuh pada tanggal 14-15 Maret 2026, disusul oleh gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.
Tidak hanya saat berangkat, arus balik menuju kota-kota besar juga diproyeksikan terpecah.
Puncak kemacetan saat warga kembali bekerja diperkirakan akan terjadi pada 24-25 Maret 2026, lalu berlanjut ke gelombang kepulangan kedua pada 28-29 Maret 2026.
Mobil Pribadi Masih Mendominasi
Lalu, ke mana arah pergerakan jutaan orang ini? Menurut pemaparan AHY dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), sebagian besar pemudik menjadikan Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai tujuan utama.
Posisi selanjutnya disusul oleh perantau yang mengarah ke Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Sulawesi Selatan.
Dari segi pilihan transportasi, mobil pribadi masih menjadi primadona yang tidak tergantikan.
Sebanyak 52 persen pemudik dipastikan bakal memadati jalan tol maupun jalur arteri menggunakan kendaraan roda empat kesayangan mereka.
Sisa kuota pemudik lainnya terbagi rata menggunakan sepeda motor, bus umum, kapal penyeberangan, pesawat terbang, hingga kereta api antarkota.
Baca Juga: Tips Beli Mobil Bekas untuk Mudik, Dijamin Aman, Nyaman, dan Bebas Tipu-tipu!
Jurus Mengurai Macet Lewat WFA
Mengantisipasi jalanan yang berubah menjadi tempat parkir raksasa, pemerintah tentu tidak tinggal diam. AHY menyebutkan bahwa salah satu strategi andalan untuk mencegah penumpukan parah adalah dengan mendorong kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA).
Jika ditarik ke belakang, kebijakan pelonggaran waktu kerja semacam ini sangat manjur ketika dipadukan dengan rekayasa lalu lintas dari Korlantas Polri, seperti sistem satu arah (One Way) dan lawan arus (Contraflow).
Dengan adanya keleluasaan lokasi kerja, kamu diharapkan bisa pulang lebih awal atau kembali ke kota lebih lambat tanpa harus memotong jatah cuti tahunan, sehingga kepadatan di jalan tol bisa ditekan.
Nah, buat kamu yang sudah mulai merapikan koper atau bersiap memanaskan mesin mobil, pastikan jadwal keberangkatan kamu tidak berbenturan langsung dengan tanggal-tanggal puncak di atas.
Rencanakan perjalanan dengan matang, siapkan perbekalan yang cukup, dan selamat menyambut libur Lebaran dengan hati gembira! (Z)





























