OLX News – keluhan yang sering dialami pengguna Yamaha Aerox adalah kode 12. Tentunya pemilik wajib memahami apa itu kode 12 Aerox yang sering muncul?
Jika kamu memiliki sepeda motor Yamaha Aerox 155, kode 12 yang muncul kerap menjadi cerita bersama para komunitas Aerox.
Masalah ini bisa saja terjadi meskipun sepeda motor dalam keadaan baik dan tidak ada masalah yang terlihat. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kode kesalahan 12 ini? Berikut penjelasannya.
Apa itu kode 12 Aerox?
Dilansir dari berbagai sumber, kode kesalahan 12 adalah sebuah masalah teknis yang berkaitan dengan sistem kelistrikan pada sepeda motor.
Biasanya terjadi karena koneksi atau soket antara kabel spull dan bodi motor terbakar. Kode 12 adalah sinyal yang diterima dari CPS (Crankshaft Position Sensor) yang bekerja secara abnormal karena beberapa faktor ringan.
Mulai dari percikan air yang masuk ke sambungan kabel spull hingga debu yang menempel, dapat menyebabkan fungsi pulser terganggu dan berdampak pada spedometer motor.
Dengan memahami apa itu kode 12 Aerox tentunya kamu bisa mencegah mesin motor mati total dan menampilkan angka 12 pada odometer, sehingga pengendara harus mendorongnya.
Kode 12 pada Yamaha Aerox merupakan salah satu kode kesalahan yang ditunjukkan oleh sistem diagnosis sepeda motor.
Kode ini sering berhubungan dengan masalah pada sensor atau sistem yang terkait dengan sensor dalam kendaraan.
Sensor ini sangat penting dalam mengukur posisi dan mengirimkan informasi tersebut kepada ECU (Engine Control Unit) untuk menyesuaikan campuran bahan bakar dan udara serta kinerja mesin secara keseluruhan.

6 Penyebab kode 12 Aerox
Kemunculan kode 12 menjadi salah satu masalah besar bagi pemilik motor Yamaha Aerox, khususnya untuk model yang lebih tua.
Kode 12 ini disebabkan oleh kerusakan pada Crankshaft Position Sensor atau CPS. CPS berfungsi untuk mendeteksi sudut posisi crankshaft dan kecepatan mesin.
Sinyal dari CPS kemudian diolah oleh ECU untuk menentukan waktu pembakaran di dalam mesin secara tepat serta mengatur durasi pembukaan injektor.
Selain itu, CPS juga berfungsi untuk mengatur jumlah bahan bakar yang dibutuhkan oleh injektor. Perlu dicatat bahwa munculnya error kode 12 pada motor Aerox tidak bisa dianggap sepele.
Ketika motor mengalami kode 12, motor tersebut tidak dapat dinyalakan dan bisa mati dengan tiba-tiba. Situasi motor mati mendadak ini sangat berbahaya, karena dapat berisiko menyebabkan kecelakaan.
Setelah kamu mengetahui apa itu kode 12 Aerox, tentunya kamu juga harus mengetahui penyebab keluhan tersebut muncul, Berikut 6 penyebab yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
1. Korsleting pada soket spul
Penyebab pertama kode 12 Aerox adalah adanya korsleting di soket spul. Gejala ini sering terlihat pada soket spul yang terbakar dan tercium bau kabel hangus.
Korsleting ini biasanya terjadi bila pengendara nekat menerobos genangan air. Posisi soket spul Aerox yang terletak di bawah roda meningkatkan risiko terkena air.
2. Kerusakan sensor tekanan udara
Kerusakan pada sensor tekanan udara atau Manifold Absolute Pressure (MAP) bisa jadi penyebab munculnya error 12 di Aerox.
Fungsi sensor MAP adalah untuk mendeteksi tekanan udara yang masuk ke sistem pembakaran, yang kemudian dikirimkan ke ECU untuk pengolahan lebih lanjut.
Kerusakan pada sensor tekanan udara dapat membuat ECU melakukan penghitungan yang keliru. Selain kerusakan, kotoran yang menempel pada MAP juga bisa menyebabkan munculnya kode 12 pada Aerox.
3. Konektor sensor longgar
Penyebab kode 12 selanjutnya adalah konektor sensor yang tidak kencang. Hal ini bisa terjadi akibat guncangan saat berkendara, terutama jika melewati jalan yang tidak rata. Konektor yang longgar atau terlepas dapat menyebabkan ECU salah membaca data.
4. Bahan bakar berkualitas rendah
Penggunaan bahan bakar yang tidak berkualitas tidak hanya dapat menurunkan performa kendaraan, tetapi juga dapat merusak kinerja sensor.
Endapan yang terdapat dalam bahan bakar yang buruk dapat mengacaukan sensor, mengakibatkan ECU salah dalam melakukan pembacaan dan akhirnya menyebabkan munculnya kode 12 pada Aerox.
5. Kerusakan pada sistem pengapian
Masalah yang terjadi pada sistem pengapian, khususnya pada busi dan koil, dapat mengakibatkan munculnya kode 12. Busi atau koil yang mengalami kerusakan tidak dapat berfungsi dengan efektif.
Hal ini akan berakibat pada proses pembakaran yang tidak optimal. Segera ganti busi dan koil jika keduanya mulai menunjukkan kinerja yang menurun.
6. Masalah pada ECU
Penyebab terakhir yang paling umum untuk munculnya kode 12 pada Aerox adalah kerusakan ECU. ECU berfungsi sebagai pusat kontrol bagi hampir seluruh sensor di sepeda motor. Jika ECU mengalami masalah, motor akan sulit untuk dinyalakan.
Untuk mengurangi kemungkinan munculnya kode 12 pada Aerox, lakukan perawatan secara rutin sesuai rekomendasi dari pabrikan, terutama pada sensor bahan bakar dan sensor udara.
Menggunakan bahan bakar berkualitas juga dapat membantu mencegah kode 12 dan menjaga kinerja motor tetap optimal.
Itulah beberapa penjelasan terkait apa itu kode 12 Aerox dan enam penyebab yang bisa menimbulkan kode 12 pada Yamaha Aerox kesayangan.




























