Selasa, Desember 30, 2025
OtomotifMobilBenarkah Power Steering Hidrolik Tahan Banjir?

Benarkah Power Steering Hidrolik Tahan Banjir?

OLX News – Banyak komponen yang akan rusak saat banjir. Salah satu bagian mobil yang sering sering rusak akibat banjir adalah sistem power steering.

- Advertisement -

Seperti diketahui listrik dan air merupakan zat yang bertolak belakang. Biasanya power steering berbasis elektrik lebih rentan saat terendam air, karena dapat menyebabkan korsleting.

Sehingga banyak orang yang menyatakan bahwa power steering hidrolik lebih tahan terhadap banjir dibandingkan dengan sistem power steering elektrik?

- Advertisement -

Pendapat ini tentunya menjadi hal wajar, karena power steering hidrolik tidak menggunakan aliran listrik untuk mengoperasikan kinerjanya, sehingga tidak mungkin terjadi konsleting listrik.

Sementara itu, cara kerja power steering hidrolik lebih mengandalkan tekanan dari minyak untuk memberikan kemudahan dalam pengendalian roda kendaraan.

- Advertisement -

Alasan Mengapa Power Steering Hidrolik Dinilai Lebih Tahan Terhadap Banjir

Ada beberapa alasan yang mendukung pendapat bahwa power steering hidrolik lebih tahan terhadap banjir, diantaranya adalah:

1. Komponen yang Sederhana dan Mekanis

Sistem power steering hidrolik beroperasi dengan mengandalkan tekanan dari cairan (oli) yang dihasilkan oleh pompa mekanis yang terhubung dengan mesin.

Komponen utamanya meliputi pompa, reservoir minyak, selang, dan silinder hidrolik. Karena tidak ada elemen elektronik penting, sistem ini tidak rentan terhadap korsleting akibat air.

2. Tanpa Motor Listrik di Bagian Rentan

Berbeda dengan sistem power steering elektrik (EPS) yang bergantung pada motor listrik untuk memudahkan kemudi.

Pada sistem hidrolik tidak memiliki komponen elektrik di dekat roda atau area bawah kendaraan yang berisiko terendam air.

Jika motor listrik pada EPS terendam, itu dapat menyebabkan kerusakan atau korsleting, sehingga sistem power steering tidak berfungsi.

3. Pengalaman dan Bukti Historis

Mobil-mobil yang lebih tua biasanya dilengkapi dengan sistem power steering hidrolik, yang telah menunjukkan keandalannya dalam berbagai situasi, termasuk saat melewati genangan air banjir.

Power steering hidrolik masih tetap berfungsi dengan baik tanpa adanya kendala, karena pada sistem ini hanya menggunakan tekanan minyak pelumas.

Sistem power steering hidrolik memang lebih mampu bertahan dari kerusakan yang disebabkan oleh perendaman air daripada sistem elektrik.

karena tidak dilengkapi dengan komponen elektronik sensitif yang terletak di bagian yang rentan. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sistem hidrolik sepenuhnya terlindungi dari risiko banjir.

Meskipun lebih tahan, kehadiran air dan kotoran masih dapat merusak komponen mekanis, seal, selang, serta cairan power steering itu sendiri.

Oleh karena itu, meskipun kemungkinan kerusakan yang terjadi akibat banjir lebih kecil, maka pemilik mobil dengan power steering hidrolik harus tetap berupaya menghindari banjir dan sebaiknya segera melakukan pemeriksaan jika kendaraan mereka terendam air.

Dampak Power Steering Rusak

sumber: gridoto

Saat kamu melintasi daerah banjir dan mengalami kerusakan power steering, maka ada beberapa dampak yang bisa kamu rasakan, diantaranya adalah:

1. Kemudi Terasa Berat

Saat sistem power steering mengalami kerusakan, maka gejala yang biasa dirasakan pengemudi adalah kemudi yang terasa berat.

Kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh kurangnya cairan pelumas pada sistem power steering. Karena cairan minyak dapat mengurangi gesekan antara komponen.

Sistem power steering mobil akan berfungsi dengan baik ketika cairan minyak  dapat memberikan tekanan pada piston di dalam rumah setir.

Jika volume cairan berkurang, tekanan yang dihasilkan oleh piston akan menurun, sehingga kemudi menjadi berat dan power steering tidak cukup membantu dalam memutar roda depan.

2. Kesulitan Memutar Kemudi

Dampak selanjutnya yang bisa kamu rasakan ketikan power steering mobil rusak menyebabkan sulitnya memutar kemudi.

Hal ini bisa disebabkan karena pada dasarnya sistem power steering tergantung pada sabuk yang menggerakkan pompa untuk mendistribusikan minyak ke rumah setir.

Sabuk pemutar ini bisa mengalami masalah jika tidak diganti secara berkala, seperti kerusakan, kelonggaran, atau bahkan putus.

Jika hal ini terjadi, pengemudi akan menghadapi kesulitan dalam memutar kemudi. Akibatnya kamu tidak nyaman dan berkemudi.

3. Pengendalian Kemudi yang Sulit

Gejala selanjutnya yang bisa kamu rasakan ketika power steering mobil kamu mengalami masalah adalah sulit mengendalikan kemudi.

Kesulitan dalam mengarahkan kemudi disebabkan karena dalam rumah kemudi terdapat mekanisme rack and pinion yang berfungsi memutar roda dan menggunakan cairan power steering sebagai pelumas.

Setelah pemakaian yang lama, komponen mekanis ini bisa aus dan mengalami kerusakan. Ketika ini terjadi, kemudi menjadi lebih sulit untuk diarahkan.

Tanda-tanda bahwa rumah setir bermasalah biasanya terlihat pada kemudi yang berat saat mobil baru dinyalakan.

Setelah cairan power steering berhasil melumasi seluruh bagian, kemudi akan terasa lebih ringan kembali.

Di samping gejala-gejala yang telah disebutkan, power steering yang bermasalah juga dapat ditandai dengan suara berisik. Suara ini sering kali muncul akibat selang yang aus atau bocornya pompa.

Itulah penjelasan kenapa sistem power steering hidrolik lebih tahan terhadap banjir dibandingkan power steering elektrik. Bahkan kamu mengetahui dampak dari power steering rusak.


 

Populer.
Tony Prasetyo
Tony Prasetyo
Producing, analyzing and publishing original and high quality SEO articles.
Berita Terkait