OLX News – Flat spot ban kendaraan terjadi ketika sebagian dari permukaan ban menjadi rata karena terlalu lama menerima tekanan berat.
Salah satu contoh yang paling umum menyebabkan flat spot adalah memarkir kendaraan dalam waktu lama, lebih dari 30 hari.
Memarkir kendaraan terlalu lama bisa menyebabkan terjadinya flat spot ban mobil. Hal ini disebabkan oleh bagian ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan yang terus-menerus.
Dengan beban kendaraan yang berat, seiring waktu mempengaruhi susunan kawat di dalam ban, dan akan berubah dari bentuk melingkar menjadi lurus.
Cara menghindari flat spot pada ban kendaraan
Jika kamu memiliki mobil dan berencana tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, maka ban bisa mengalami flat spot.
Karena dengan adanya flat spot pada ban tentu saja dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan risiko berbahaya saat kendaraan digunakan pada kecepatan tinggi, seperti:
Terjadinya getaran dari ban yang berlebih, hal ini karena ada bagian ban yang tidak bundar, hal ini bisa menyulitkan kamu dalam mengendalikannya.
Kendaraan terasa tidak stabil saat dikendarai, hal ini tentunya berbahaya karena bisa menyebabkan kecelakaan, karena mobil bergerak jadi tidak stabil.
Dampak berikutnya, ban lebih rentan terhadap kebocoran. Karena ban sudah lama tidak berputar dan membentuk flat spot, maka kondisi ban yang mengalami flat spot mengalami masalah kelenturan.
Bahkan kinerja suspensi menjadi lebih berat, sehingga lebih cepat mengalami kerusakan karena bagian suspensi bekerja keras meredam bagian ban yang tidak rata tersebut.
Karena itu ada beberapa saran dan metode untuk menghindari flat spot pada ban kendaraan yang jarang digunakan. Berikut ini adalah tips dan cara yang dapat kamu ikuti, diantaranya adalah:
1. Gunakan nitrogen untuk mengurangi kebocoran ban
Selain menambahkan tekanan angin, mengisi ban dengan nitrogen dapat menjadi alternatif untuk menghindari flat spot ban kendaraan yang diparkir terlalu lama.
Nitrogen adalah gas yang sudah tersaring dan bebas dari kelembapan. Perbedaan antara komposisi angin biasa dan nitrogen inilah yang menyebabkan ban yang terisi nitrogen diyakini memiliki tekanan yang lebih stabil, meskipun kendaraan tidak digunakan untuk waktu yang lama.
2. Nyalakan kendaraan setidaknya seminggu sekali
Langkah terbaik untuk mencegah flat spot ban adalah dengan menyalakan kendaraan minimal seminggu sekali. Tujuan dari tindakan ini adalah mengubah posisi titik tumpu ban agar tidak tetap pada satu lokasi.
Cobalah untuk memanaskan mesin dan mengganti posisi parkir dengan memajukan atau mundurkan kendaraan sehingga ban dapat berputar dan posisinya berubah.
Jika memungkinkan, sebaiknya lakukan perjalanan singkat agar ban dapat berputar dan bergerak, sehingga tetap dapat menjaga bentuk bulatnya.

3. Gunakan jackstand untuk menyangga mobil agar roda tidak bersentuhan dengan tanah
Jika mobil tidak akan digunakan untuk waktu yang lama, menyangga kendaraan dengan jackstand sehingga roda tidak menyentuh permukaan tanah adalah cara yang paling efektif.
Dengan menggunakan jackstand, roda tidak akan menanggung beban kendaraan. Ini akan membuat seluruh permukaan ban terhindar dari tekanan pada lantai atau jalan, sehingga flat spot ban dapat dihindari.
4. Tambahkan tekanan angin sebelum ditinggal parkir
Salah satu cara lain untuk mencegah flat spot ban adalah dengan meningkatkan tekanan angin melebihi standar. Disarankan untuk menambah tekanan angin sekitar 4 psi lebih tinggi dari ukuran normal.
Sebagai contoh, untuk mobil Toyota Avanza, tekanan angin standar di bagian depan adalah 34 psi dan belakang 38 psi.
Jadi, sebelum meninggalkan kendaraan untuk waktu lama, tambahkan tekanan angin ban depan menjadi 38 psi dan belakang menjadi 42 psi.
Namun, penting untuk memeriksa ulang tekanan angin ban dan menyesuaikannya dengan ukuran normal saat kendaraan akan digunakan kembali.
Peningkatan tekanan angin bertujuan agar ban tidak terlalu kempes, sehingga permukaannya dapat tetap bulat meskipun ditinggalkan dalam waktu lama.
5. Gunakan styrofoam tebal untuk menyangga keempat roda
Cara lain agar flat spot ban tidak terjadi pada kendaraan, maka kamu harus menggunakan penyangga, bisa dalam bentuk styrofoam tebal pada semua bagian ban kendaraan.
Hal ini tentunya bisa menjadi metode untuk mencegah terjadinya flat spot pada ban. Sehingga kamu tidak khawatir ban akan menjadi tidak bulat.
Siapkan empat potong styrofoam yang setidaknya 5 cm tebalnya dan sedikit lebih lebar daripada tapak ban mobil.
Letakkan styrofoam di bawah ban menggantikan lantai, kemudian tambahkan tekanan angin melebihi kapasitas yang dianjurkan pabrikan.
Dengan adanya styrofoam tersebut, tapak ban tidak langsung bersentuhan dengan lantai, tetapi dengan styrofoam yang akan menjaga agar permukaan tapak tidak menjadi rata saat tekanan angin mengalami penurunan.
Itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan agar tidak terjadi flat spot ban pada kendaraan kamu, dan beberapa dampak yang terjadi jika mobil mengalami flat spot ban.

























