Harga mobil bekas terjun bebas, apakah tahun 2026 waktu terbaik membeli mobil bekas?
OLX News – Memasuki awal tahun 2026, pasar otomotif tanah air menunjukkan pergeseran cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena penurunan harga mobil bekas mulai terlihat seiring dengan membanjirnya model kendaraan listrik baru. Ini termasuk adanya normalisasi stok di berbagai diler.
Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi konsumen yang ingin melakukan upgrade kendaraan, dengan anggaran lebih efisien.
Depresiasi harga pada kuartal pertama 2026 ini dipengaruhi siklus tahunan. Ketika banyak pemilik kendaraan melakukan tukar tambah ke model terbaru.
Daftar Harga Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta (LCGC & City Car)
Memasuki tahun 2026, segmen mobil murah tetap jadi primadona karena efisiensi bahan bakar dan biaya operasional rendah. Melansir data dari laman resmi Gaikindo, pasar mobil kompak masih sangat stabil berkat permintaan tinggi dari sektor pengemudi pemula. Berikut daftar estimasi harga untuk segmen LCGC dan City Car di pasar mobil bekas:
- Toyota Agya 1.0 G MT (2015 – 2017): Rp 75.000.000 – Rp 90.000.000
- Daihatsu Ayla 1.0 X MT (2016 – 2018): Rp 70.000.000 – Rp 85.000.000
- Honda Brio Satya S MT (2014 – 2015): Rp 85.000.000 – Rp 98.000.000
- Suzuki Karimun Wagon R (2017 – 2019): Rp 65.000.000 – Rp 80.000.000
- Datsun Go+ Panca (2016 – 2018): Rp 55.000.000 – Rp 75.000.000
- Suzuki Ignis GL MT (2017 – 2018): Rp 90.000.000 – Rp 100.000.000
- Toyota Calya 1.2 G (2016 – 2017): Rp 90.000.000 – Rp 100.000.000
- Daihatsu Sigra 1.2 X/R (2016 – 2017): Rp 85.000.000 – Rp 98.000.000
- Hyundai Grand i10 (2014 – 2017): Rp 75.000.000 – Rp 95.000.000
- Nissan March 1.2 (2011 – 2014): Rp 70.000.000 – Rp 90.000.000
Daftar Harga Mobil Bekas Rp 100 – 250 Juta (LMPV & LSUV)

Segmen mobil keluarga dan SUV mengalami koreksi harga akibat banyaknya model baru di akhir tahun lalu. Melansir dari laporan pasar Astra International, mobilitas keluarga di tahun 2026 masih didominasi unit yang memiliki daya tampung tujuh penumpang. Berikut daftar harga untuk kategori LMPV dan LSUV:
- Toyota Avanza 1.3 G MT (2018 – 2021): Rp 145.000.000 – Rp 190.000.000
- Mitsubishi Xpander Exceed AT (2017 – 2019): Rp 170.000.000 – Rp 210.000.000
- Suzuki Ertiga GL AT (2019 – 2021): Rp 155.000.000 – Rp 185.000.000
- Honda Mobilio E CVT (2017 – 2019): Rp 135.000.000 – Rp 165.000.000
- Toyota Rush TRD Sportivo (2018 – 2020): Rp 190.000.000 – Rp 230.000.000
- Hyundai Stargazer Trend (2022 – 2023): Rp 185.000.000 – Rp 220.000.000
- Daihatsu Xenia 1.3 R MT (2018 – 2021): Rp 135.000.000 – Rp 175.000.000
- Honda BR-V Prestige (2017 – 2019): Rp 165.000.000 – Rp 195.000.000
- Daihatsu Terios R AT (2018 – 2020): Rp 180.000.000 – Rp 215.000.000
- Nissan Livina VL AT (2019 – 2020): Rp 175.000.000 – Rp 205.000.000 (Kembaran Mitsubishi Xpander dengan fitur interior yang lebih mewah)
- Wuling Confero S 1.5L AC (2021 – 2023): Rp 115.000.000 – Rp 145.000.000 (Pilihan ekonomis dengan tahun produksi relatif muda)
- Wuling Cortez S (2020 – 2022): Rp 160.000.000 – Rp 200.000.000 (Menawarkan kabin lebih luas di kelas Medium MPV dengan harga LMPV)
Daftar Harga Mobil Bekas Rp 250 Juta ke Atas (Medium SUV & Sedan)
Bagi konsumen yang mengincar kenyamanan ekstra, segmen menengah ke atas ada cukup banyak pilihan unit premium dengan depresiasi yang menguntungkan. Melansir publikasi dari Kementerian Perindustrian, standardisasi fitur keselamatan pada kendaraan model tahun muda membuat harga unit bekas di kelas ini tetap memiliki nilai investasi baik. Berikut daftar harga lengkapnya:
- Honda CR-V 1.5 Turbo (2017 – 2019): Rp 310.000.000 – Rp 380.000.000
- Toyota Fortuner VRZ (2016 – 2018): Rp 340.000.000 – Rp 420.000.000
- Mitsubishi Pajero Sport Dakar (2016 – 2017): Rp 350.000.000 – Rp 400.000.000
- Mazda CX-5 GT (2017 – 2018): Rp 280.000.000 – Rp 330.000.000
- Toyota Camry 2.5 V (2015 – 2017): Rp 250.000.000 – Rp 290.000.000
- Honda Civic Turbo Sedan (2016 – 2018): Rp 290.000.000 – Rp 350.000.000
- Toyota Innova Reborn V Diesel A/T (2016 – 2018): Rp 290.000.000 – Rp 350.000.000
- Nissan X-Trail 2.5 CVT (2015 – 2018): Rp 250.000.000 – Rp 290.000.000
- BMW Seri 3 E90/F30 (2012 – 2015): Rp 260.000.000 – Rp 320.000.000
- Mercedes-Benz C-Class W204/W205 (2012 – 2015): Rp 280.000.000 – Rp 350.000.000
Faktor Penentu Harga
Menentukan harga jual atau beli sebuah kendaraan memerlukan pemahaman mendalam. Terutama soal variabel teknis dan administratif yang berlaku di pasar. Melansir panduan dari Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), transparansi dokumen dan kondisi fisik adalah kunci menentukan nilai keekonomian sebuah mobil.
1. Tahun Produksi
Tahun pembuatan adalah indikator usia pakai dan teknologi yang disematkan pada kendaraan tersebut. Semakin muda usia mobil, biasanya harga akan semakin tinggi. Ini karena sisa masa pakai komponen yang masih panjang.
Namun, pada tahun 2026, mobil keluaran tahun 2020-an awal cenderung mengalami penurunan tajam. Hal ini disebabkan habisnya masa garansi pabrik. Pembeli sering menjadikan tahun sebagai patokan untuk kelayakan asuransi dan ketersediaan suku cadang.
2. Odometer (Jarak Tempuh)
Angka pada odometer mencerminkan seberapa berat beban kerja yang telah ditanggung mesin dan komponen penggerak lainnya. Jarak tempuh yang rendah dianggap sebagai indikasi mobil jarang digunakan dan memiliki kondisi mekanis yang lebih segar.
Sebaliknya, odometer tinggi memaksa harga turun. Ini karena risiko penggantian komponen besar (major service) bagi konsumen. Di tahun 2026, calon pembeli sangat teliti memeriksa kecocokan odometer dengan buku servis resmi untuk menghindari praktik manipulasi.
3. Pajak Kendaraan
Status pajak yang hidup dan panjang merupakan nilai tambah dalam transaksi jual beli mobil bekas. Mobil dengan pajak mati akan dikenakan potongan harga sebesar biaya tunggakan. Kemudian, ditambah denda dan biaya pengurusan administratif lainnya.
Pajak progresif juga menjadi pertimbangan, di mana pembeli akan menghitung beban tahunan ke depan. Banyak diler menekankan kondisi “Pajak On” untuk menarik minat agar mereka tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra setelah transaksi. Transparansi mengenai biaya pajak tahunan meningkatkan kepercayaan antara penjual dan pembeli secara adil.
4. Wilayah (Plat Nomor)
Lokasi asal kendaraan atau plat nomor wilayah sangat berpengaruh pada persepsi kualitas dan kemudahan administrasi balik nama. Kendaraan dengan plat nomor kota besar misalnya seperti Jakarta (B) biasanya memiliki harga lebih kompetitif karena ketersediaan unit yang melimpah. Namun, pembeli daerah terkadang menghindari mobil dari wilayah pesisir karena risiko karat akibat uap air laut yang tinggi.
Sebaliknya, mobil dari wilayah dengan infrastruktur jalan yang buruk cenderung dihargai lebih rendah. Hal ini karena tingginya potensi kerusakan pada bagian kaki-kakinya. Kemudahan proses mutasi antar wilayah juga menjadi faktor pertimbangan biaya total yang harus dikeluarkan oleh pembeli.
7 Rekomendasi Mobil Bekas Harga 150 Jutaan
Perbandingan Harga: Showroom vs Pemakai Langsung vs Lelang
Memilih tempat pembelian sangat menentukan pengalaman dan budget yang perlu disiapkan. Melansir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setiap kanal penjualan memiliki profil risiko dan keuntungan yang berbeda-beda bagi masyarakat. Simak penjelasan lengkapnya.
1. Showroom
Membeli di showroom lebih nyaman karena unit biasanya sudah dipoles rapi. Di sini juga ada pilihan skema kredit lebih beragam. Penting dipahami, harga di showroom biasanya lebih tinggi karena mereka mengambil margin untuk biaya operasional, garansi toko, serta jasa perbaikan ringan sebelum unit dipajang.
2. Pemakai Langsung
Transaksi dengan pemakai langsung memungkinkan pembeli mendapatkan harga yang lebih jujur. Selain itu, ada ruang negosiasi yang fleksibel tanpa perantara. Pembeli bisa mendapatkan riwayat servis yang lebih detail langsung dari tangan pertama yang merawat mobil tersebut setiap harinya. Kelemahannya, pembeli harus mengurus sendiri dokumen balik nama dan biasanya hanya tersedia pilihan pembayaran secara tunai atau cash.
3. Lelang
Balai lelang menawarkan harga paling murah di bawah harga pasar. Ini karena unit dijual apa adanya tanpa proses perbaikan estetik. Penting sekali bagi pembeli memiliki keahlian teknis untuk menilai kondisi unit secara mandiri. Sebab, tidak ada garansi setelah palu diketok sebagai tanda sah. Meskipun harganya sangat menggiurkan, ada risiko biaya perbaikan yang membengkak jika tidak teliti.
Tips Cek Unit: Mesin, Kaki-kaki, & Dokumen

Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, inspeksi menyeluruh wajib dilakukan. Tujuan utamanya guna menghindari kerugian finansial di masa depan. Melansir dari Kementerian Perhubungan, aspek keselamatan berkendara harus jadi prioritas utama daripada penampilan fisik luar kendaraan saja.
1. Mesin
Periksa area ruang mesin dari adanya rembesan oli yang menandakan adanya kebocoran seal atau paking yang sudah aus. Pastikan suara mesin halus dan stabil tanpa ada suara benturan logam saat pertama kali dinyalakan dalam kondisi dingin. Perhatikan warna asap knalpot; asap biru menandakan oli ikut terbakar, sementara asap putih pekat indikasi masalah pada sistem pendingin.
Jangan lupa untuk mengecek kondisi radiator dan air coolant. Ini salah satu yang penting guna memastikan sistem pendinginan bekerja dengan optimal selama perjalanan. Lakukan test drive untuk merasakan tarikan mesin dan perpindahan gigi yang harus terasa mulus tanpa sentakan berlebih.
2. Kaki-Kaki
Kondisi kaki-kaki dapat dirasakan saat mobil dikendarai di jalan yang tidak rata atau saat melewati polisi tidur dengan kecepatan rendah. Pastikan tidak ada bunyi “gluduk-gluduk” dari area roda. Jika muncul bunyi tersebut, biasanya ada kerusakan pada shockbreaker atau bushing.
Periksa keausan ban secara merata. Jika aus tidak merata, kemungkinan besar ada masalah pada penyelarasan roda atau spooring. Bagian kolong mobil juga harus diperiksa untuk memastikan tidak ada keropos akibat karat atau bekas benturan keras pada sasis. Kaki-kaki yang sehat akan lebih stabil saat mobil bermanuver pada kecepatan tinggi.
3. Dokumen (Bebas Banjir/Laka)
Verifikasi keaslian STNK, BPKB, dan faktur kendaraan untuk memastikan legalitas unit dan menghindari masalah hukum di kemudian hari. Cek secara detail tanda-tanda bekas banjir. Misalnya seperti adanya pasir halus di sela-sela kabel atau bau apek yang menyengat di dalam kabin.
Sementara itu, mobil bekas kecelakaan besar biasanya memiliki bekas las-lasan yang tidak rapi pada area pilar atau tulang depan (apron) mesin. Pastikan nomor rangka dan nomor mesin sesuai yang tertera di dokumen resmi agar mudah saat perpanjangan pajak.
Daftar Mobil Murah Bekas Dibawah 80 juta yang Bisa Dipilih
Kesimpulan & Rekomendasi Pilihan Terbaik
Awal tahun 2026 menjadi waktu paling strategis untuk membeli kendaraan karena harga mobil bekas yang sedang anjlok cukup dalam di berbagai segmen. Pastikan Anda memilih unit yang sesuai dengan kebutuhan fungsional dan ketersediaan anggaran setelah memperhitungkan biaya perbaikan awal. Segera temukan ribuan pilihan unit berkualitas dengan harga terbaik hanya di OLX. (AR)






























