Jumat, Januari 2, 2026
Berita5 Kesalahan Umum Bagi Pembeli Mobil Pertama, Perhatikan Agar Tidak Kejebak!

5 Kesalahan Umum Bagi Pembeli Mobil Pertama, Perhatikan Agar Tidak Kejebak!

OLX News – Membeli mobil pertama adalah momen spesial yang ditunggu banyak orang, terutama generasi muda yang ingin tampil lebih percaya diri sekaligus nyaman di jalan. Namun, pengalaman berharga ini bisa berubah jadi petaka bila dilakukan tanpa persiapan matang. 

- Advertisement -

Tak jarang, pembeli mobil pertama (first buyer) terjebak pada kesalahan yang membuat transaksi berisiko, mulai dari salah pilih tipe mobil hingga terjerumus dalam penipuan online.

5 Kesalahan Sering Dilakukan Pembeli Mobil Pertama

Berikut adalah 5 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para pembeli mobil pertama (first buyer) saat memutuskan beli mobil untuk pertama kali:

- Advertisement -

Baca Juga: Rekening Bersama, Jaminan Aman Transaksi Online di Era Digital

1. Terlalu Fokus pada Harga Beli

Kesalahan paling umum adalah terlalu menitikberatkan pada harga mobil di awal. Padahal, kepemilikan mobil punya konsekuensi biaya lain yang tidak kecil: servis berkala, bahan bakar, asuransi, hingga biaya tol dan parkir. Semua ini bila dijumlah bisa menembus puluhan juta dalam beberapa tahun. Disarankan bagi para first buyer saat beli mobil untuk melihat mobil sebagai paket jangka panjang, bukan sekadar harga beli di awal.

2. Tidak Melakukan Riset

5 Kesalahan Umum Pembeli Mobil Pertama

- Advertisement -

Riset menjadi kunci. Banyak pembeli mobil pertama asal pilih hanya karena mobil terlihat keren atau lagi tren, tanpa memikirkan fungsinya. Pertanyaan sederhana seperti “dipakai harian atau untuk keluarga?” atau “sering di kota atau keluar kota?” sering diabaikan. Padahal, pilihan antara hatchback, sedan, SUV, atau MPV sangat menentukan kenyamanan dan efisiensi. Salah satu keunggulan beli mobil di dealer resmi seperti Auto2000 adalah tersedianya informasi lengkap di website resmi agar calon pembeli bisa membandingkan spesifikasi, fitur, hingga konsumsi bahan bakar.

3. Salah Perhitungan Cicilan

Cicilan yang tampak ringan sering kali menipu. Banyak pembeli mobil pertama memaksakan diri hingga lebih dari 40% dari penghasilan bulanan mereka. Padahal, idealnya cicilan hanya 20–30% dari total income. Misalnya, dengan gaji Rp10 juta, cicilan maksimal sebaiknya di kisaran Rp2–3 juta per bulan. Auto2000 menghadirkan berbagai skema pembiayaan melalui jaringan Astra Financial, sehingga pembeli bisa menyesuaikan tenor dan DP dengan kondisi keuangan mereka.

4. Melupakan Nilai Jual Kembali

Signage OLXmobbi

Resale value kerap dilupakan, padahal mobil bukan hanya sarana transportasi, tapi juga aset. Contohnya merek Toyota yang dikenal punya nilai jual kembali tinggi karena kualitas produk, jaringan servis luas. Data historis servis jadi nilai tambah saat konsumen ingin trade-in mobilnya. Auto2000 juga menyediakan layanan tukar tambah melalui Toyota Trust atau OLXmobbi yang akan menjamin transaksi berlangsung aman, nyaman, dan transparan.

Baca Juga: Auto2000 Best People Contest 2025: Cetak Pahlawan Layanan Aftersales di Era Mobil Listrik!

5. Mengabaikan Dealer Resmi dan Terjebak Fraud Online

Di era digital, banyak pembelian mobil dilakukan secara online. Namun, di sinilah risiko terbesar mengintai first buyer. Penipuan kerap terjadi dengan modus harga miring, promo palsu, atau penjual yang tidak bisa diverifikasi. Korbannya bukan hanya kehilangan uang DP, tapi juga menghadapi masalah hukum karena dokumen kendaraan bermasalah.

Modus “Segitiga” yang Perlu Diwaspadai

Daftar Harga Mobil Hybrid Toyota di Auto2000

Salah satu modus penipuan yang kerap terjadi dalam transaksi jual beli mobil online adalah skema penipuan segitiga. Modus ini melibatkan tiga pihak: pemilik asli kendaraan, penipu (sebagai perantara), dan calon pembeli. Pelaku biasanya mengambil foto dan data dari iklan asli, lalu mengklaim sebagai perantaranya.

Modusnya seperti ini: pelaku akan memancing ketertarikan dengan harga jauh di bawah pasar. Saat calon pembeli tertarik, mereka mengatur waktu pertemuan palsu melalui “orang kepercayaan pemilik.” Namun setelah menerima uang tanda jadi (DP), pelaku menghilang, meninggalkan calon pembeli yang kebingungan dan pemilik asli yang bingung karena tak pernah menjual, semuanya karena transaksi tidak dilakukan langsung dengan sumber resmi.

Contoh kasusnya CSIRT Gresik, dimana pelaku memasang iklan palsu dan kemudian menduplikasi kanal komunikasi penjual asli. Setelah korban melakukan pengecekan langsung pada unit, mereka diminta mengirim uang ke rekening berbeda, yang ternyata milik pelaku. Korban baru menyadari telah tertipu setelah penjual asli menyatakan tidak pernah membuat kesepakatan apa pun.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menegaskan pentingnya membeli mobil hanya di dealer resmi. “Jaringan cabang Auto2000 yang tersebar di berbagai daerah memudahkan pelanggan mengakses layanan sales maupun aftersales dengan aman. Semua transaksi tercatat resmi dan sesuai prosedur, sehingga AutoFamily bisa tenang dalam setiap langkah pembelian,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Senin (25/8/2025).

Dealer resmi seperti Auto2000 bukan hanya menjamin keaslian produk, tetapi juga memberikan layanan ekstra: dari asuransi Astra Garda Oto, program T-CARE gratis servis dan parts, hingga Emergency Roadside Assistance (ERA) yang siaga 24/7. Keuntungan ini jelas tidak akan didapat jika membeli mobil dari jalur tidak resmi yang rawan fraud. (Z)


 

Populer.
Berita Terkait