Spesifikasi Kia Carens EV yang unjuk gigi di pameran GIIAS 2026 kabarnya siap dirakit lokal dengan target TKDN tembus 80 persen.
OLX News – Kia secara resmi mengumumkan rencananya untuk ikut bertarung di segmen mobil keluarga bertenaga setrum dengan memamerkan purwarupa Kia Carens EV pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Jakarta 2026 lalu.
Keputusan ini menjadi strategi industri skala besar untuk merakit kendaraan serbaguna (MPV) ini secara langsung di Indonesia dengan sebuah target ambisius: memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga mendekati angka 80 persen.
Kia Bawa 3 Jagoan ke GIIAS Semarang 2026, Ada Promo Cashback hingga Foto Pakai Hanbok
Aturan dari pemerintah saat ini mewajibkan batas minimum TKDN sebesar 40 persen untuk kendaraan listrik agar berhak mendapatkan insentif pemotongan pajak.
Kia tidak sekadar ingin memenuhi syarat minimal tersebut. Mereka sedang mematangkan rantai pasok baterai dan fasilitas manufaktur lokal untuk memastikan nilai TKDN ini jauh melampaui standar.
Strategi perakitan lokal ini juga berdampak langsung pada pemotongan ongkos produksi, sehingga bisa dipasarkan dengan harga jauh lebih bersaing ke konsumen.
Vice President Commercial Kia Sales Indonesia, Welly Nugroho, menegaskan bahwa peralihan ke motor listrik sama sekali tidak akan mengorbankan nilai jual utama dari mobil ini, yakni kepraktisan angkut penumpang.
“Kebutuhan keluarga tetap menjadi inti dari pengembangan Carens. Dengan hadirnya pilihan penggerak listrik, kami ingin membawa pilihan baru yang tetap nyaman, praktis, dan mudah digunakan sehari-hari. Berikut dengan dukungan produksi lokal yang juga menjadi bagian penting agar pengembangannya semakin sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Melalui konsep yang kami tampilkan di GIIAS, masyarakat sudah bisa melihat arah yang sedang kami siapkan,” tegas Welly dalam siaran pers, Rabu (7/10/2026).
Mencoba Sensasi Nyaman Di Balik Kemudi KIA All New Seltos
Wujud konsep Carens EV sudah terlihat sangat matang dan siap masuk lini perakitan ketika tampil di GIIAS 2026. Kia menjamin identitas aslinya sebagai kendaraan berkapasitas tiga baris bangku tidak akan hilang.

Kelapangan kabin tetap menjadi sajian utama. Lantai kabin di Kia Carens EV dirancang jauh lebih rata berkat penempatan modul sel baterai di bagian bawah struktur sasis, membebaskan ruang gerak kaki penumpang di baris kedua dan ketiga.
Fasilitas hiburan dan informasi pengemudi dipusatkan pada layar ganda memanjang berdesain panoramic display di area dasbor tengah. Untuk urusan pencahayaan alami dan sirkulasi udara kabin saat bepergian ke daerah pegunungan, pabrikan menyematkan atap kaca panoramic sunroof berukuran raksasa.
Sistem keselamatan aktif berbasis sensor pengukur jarak atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dipastikan hadir sebagai perlengkapan standar. Sistem cerdas ini mencakup pengereman otomatis saat mendeteksi rintangan di depan, penjaga marka jalur kemudi, dan pemantau area titik buta di kaca spion.
Membaca rekam jejaknya, nama Carens bukanlah pemain baru di atas aspal Tanah Air. Model ini pertama kali menginjakkan roda di Indonesia pada tahun 2000, selang setahun setelah debut perdana peluncurannya secara global pada 1999.

Penjualannya mulai menanjak signifikan saat generasi Carens II masuk pada 2003, yang saat itu juga sudah dirakit secara utuh di pabrik lokal dalam negeri dengan sistem Completely Knocked Down (CKD).
Satu dekade kemudian, tepatnya pada 2013, Kia membuat gebrakan dengan meluncurkan All New Carens bermesin 2.0 liter. Generasi ketiga ini sangat mencuri perhatian kalangan pecinta otomotif berkat fitur unik bernama Flex Steer. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengatur tingkat kepekaan putaran setir ke dalam tiga mode berbeda: Comfort untuk manuver parkir yang ringan, Normal untuk rute harian, dan Sport untuk pengendalian presisi di jalan tol.
Welly Nugroho kembali menyoroti bagaimana ekspektasi pembeli telah bergeser jauh dari masa ke masa seiring berjalannya waktu.
“Dulu, banyak orang mengenal Carens karena kabinnya yang lapang. Sekarang, mereka juga melihat desain, teknologi, dan bagaimana mobil itu terasa saat digunakan. Carens perlu terus mengikuti perubahan itu tanpa kehilangan hal yang sejak awal dicari penggunanya,” tambah Welly.
KIA PV5 Hadirkan Inovasi “Healthcare on the Move” di GIIAS 2026
Melihat siklus perjalanannya yang sudah menyentuh 26 tahun di pasar roda empat dunia, perombakan berkesinambungan dari Kia Carens memperlihatkan bagaimana sebuah alat transportasi massal mampu menyesuaikan diri dengan selera pasar.
Dari bentuk membulat bak kapsul pada awal pergantian milenium, berubah wujud menjadi mobil bongsor bertampang tangguh, hingga sekarang bersiap mencopot jalur knalpotnya demi mengejar tren bebas emisi gas buang.
Bagi kebanyakan calon pembeli di Indonesia, lompatan teknologi menuju motor setrum pada kelas mobil tujuh penumpang sejatinya masih memunculkan keraguan. Ketersediaan lokasi stasiun pengisian daya umum (SPKLU) yang belum merata di jalur lintas provinsi, kekhawatiran soal persentase baterai saat terjebak macet berjam-jam, hingga patokan harga jual mobil listrik yang kerap melonjak tinggi dari varian konvensional menjadi kendala utama di benak konsumen.
Melalui patokan persentase kandungan lokal yang tinggi, pihak pabrikan berupaya menekan rasio ongkos kirim dan beban pajak agar selisih harga versi EV dan bensin tidak membebani daya beli masyarakat. Apabila pengadaan inti sel baterai dapat dipenuhi seluruhnya dari pabrik pengolahan di dalam negeri, risiko kenaikan harga akibat fluktuasi mata uang asing dapat dipangkas seminimal mungkin.
Langkah terukur dari Kia ini tentunya jadi ancaman bagi merek mobil penguasa di segmen MPV, khususnya MPV listrik, menjadikan persaingan di segmen tersebut semakin panas dalam beberapa tahun ke depan.
(Zie)



























