Sabtu, Mei 25, 2024
Lainnya
    BeritaLaporan Keuangan Grup Astra Kuartal Pertama 2024

    Laporan Keuangan Grup Astra Kuartal Pertama 2024

    Pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada kuartal pertama tahun 2024 adalah sebesar  Rp81,2 triliun, menurun 2% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023.

    News.OLX – “Kinerja Grup pada kuartal pertama tahun 2024 menurun, terutama merefleksikan kondisi ekonomi yang melemah dan penurunan harga batu bara dari tingkat harga yang tinggi sebelumnya. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Grup tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Didukung oleh neraca keuangan yang kuat, Grup dengan diversifikasi portofolio bisnisnya berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang peluang pertumbuhan jangka panjang,” Djony Bunarto Tjondro Presiden Direktur Grup Astra. 

    Kinerja Keuangan Konsolidasi Grup Astra 

    Untuk periode yang berakhir 31 Maret
    2024 

    Rp miliar

    2023 

    Rp miliar

    Perubahan 

    %

    Pendapatan bersih  81.209  82.980  (2)
    Laba bersih* (sebelum  

    penyesuaian nilai wajar atas  investasi di GoTo dan Hermina)

    8.129  8.602  (5)
    Laba bersih*  7.464  8.719  (14)
    Rp  Rp
    Laba bersih per saham* (sebelum  penyesuaian nilai wajar atas  investasi di GoTo dan Hermina) 201  212  (5)
    Laba bersih per saham*  184  215  (14)
    31 Maret 2024 

    Rp miliar

    31 Desember 2023 Rp miliar Perubahan 

    %

    Ekuitas yang diatribusikan kepada  pemilik entitas induk  207.000  198.640  4
    Rp  Rp
    Nilai aset bersih per saham  5.113  4.907  4

     

    Kinerja Grup Astra Kuartal Pertama 2024

    Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada kuartal pertama tahun 2024 adalah sebesar  Rp81,2 triliun, menurun 2% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023. Laba bersih Grup, tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina, sebesar Rp8,1 triliun, 5% lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023.

    Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar tersebut, maka laba bersih Grup menurun 14% menjadi Rp7,5 triliun. Penurunan kinerja ini merefleksikan penurunan kinerja dari bisnis alat berat dan pertambangan serta otomotif Grup. 

    Nilai aset bersih per saham pada 31 Maret 2024 sebesar Rp5.113, 4% lebih tinggi  dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. 

    Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp7,4 triliun  pada 31 Maret 2024, dibandingkan Rp29 miliar pada akhir tahun 2023. Utang bersih anak  perusahaan jasa keuangan Grup meningkat menjadi Rp54,3 triliun pada 31 Maret 2024,  dibandingkan Rp52,2 triliun pada akhir tahun 2023.

    Kegiatan Bisnis Grup Astra 

    Laba bersih Grup berdasarkan divisi bisnis pada kuartal pertama tahun 2024, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dimuat dalam tabel di bawah: 

    Laba Bersih Berdasarkan Divisi
    Untuk periode yang berakhir 31 Maret
    2024 

    Rp miliar

    2023 

    Rp miliar

    Perubahan 

    %

    Otomotif  2.750  3.026  (9)
    Jasa Keuangan  2.086  1.859  12
    Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi  2.791  3.272  (15)
    Agribisnis  184  179  3
    Infrastruktur dan Logistik  251  202  24
    Teknologi Informasi  22  19  16
    Properti  45  45  0
    Laba bersih* (sebelum penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina)  8.129  8.602  (5)
    Penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina  (665)  117  N/A
    Laba bersih*  7.464  8.719  (14)

     

    Otomotif Grup

    Laba bersih divisi otomotif Grup menurun 9% menjadi Rp2,8 triliun, yang merefleksikan  penurunan volume penjualan. 

    • Penjualan mobil secara nasional menurun 24% menjadi 215.000 unit pada kuartal  pertama tahun 2024 (sumber: Gaikindo). Penjualan mobil Astra menurun 20% menjadi  120.000 unit, sementara pangsa pasar meningkat dari 53% menjadi 56%. Selama  kuartal ini, telah diluncurkan empat model baru dan tiga model revamped
    • Penjualan sepeda motor secara nasional menurun 5% menjadi 1.735.000 unit pada  kuartal pertama tahun 2024 (sumber: Kementerian Perindustrian). Penjualan sepeda  motor PT Astra Honda Motor menurun 8% menjadi 1.324.000 unit dan pangsa pasar  menurun dari 79% menjadi 76%. Selama kuartal ini, telah diluncurkan satu model baru  dan satu model revamped
    • Bisnis komponen otomotif Grup dengan kepemilikan 80%, PT Astra Otoparts Tbk  (AOP), mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 10% menjadi Rp475 miliar pada  kuartal pertama tahun 2024, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari  ekspor yang mengimbangi penurunan penjualan dari segmen pabrikan (original  equipment manufacturer) domestik.

    Jasa Keuangan

    Laba bersih divisi jasa keuangan Grup meningkat 12% menjadi Rp2,1 triliun pada kuartal  pertama tahun 2024 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2023, terutama disebabkan  oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan portofolio pembiayaan  yang meningkat. 

    • Nilai pembiayaan baru pada bisnis pembiayaan konsumen Grup meningkat 8%  menjadi Rp33,3 triliun. Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan Grup yang  fokus pada pembiayaan mobil meningkat 3% menjadi Rp571 miliar. Kontribusi laba  bersih dari perusahaan pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan sepeda  motor, PT Federal International Finance, meningkat 17% menjadi Rp1,1 triliun. 
    • Total pembiayaan baru yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan Grup yang  fokus pada pembiayaan alat berat meningkat sebesar 4% menjadi Rp3,3 triliun.  Kontribusi laba bersih dari segmen ini meningkat 2% menjadi Rp47 miliar. 
    • PT Asuransi Astra Buana, perusahaan asuransi umum Grup, mencatat peningkatan  laba bersih sebesar 12% menjadi Rp384 miliar, terutama disebabkan pendapatan  underwriting dan hasil investasi yang lebih tinggi. Perusahaan asuransi jiwa Grup, PT  Asuransi Jiwa Astra, mencatatkan penurunan premi bruto (gross written premium) sebesar 10% menjadi Rp1,5 triliun.

    Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi

    Laba bersih dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi menurun 15% menjadi  Rp2,8 triliun, terutama disebabkan penurunan kontribusi dari bisnis pertambangan dan mesin  konstruksi. 

    • PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan  penurunan laba bersih sebesar 15% menjadi Rp4,5 triliun. 
    • Penjualan alat berat Komatsu menurun 37% menjadi 1.100 unit dan pendapatan dari  suku cadang dan jasa pemeliharan juga menurun. 
    • Perusahaan kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara, mencatat  peningkatan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 17%  menjadi 286 juta bank cubic metres dan peningkatan produksi batu bara sebesar 21%  menjadi 32 juta ton. 
    • Anak perusahaan UT di bidang pertambangan batu bara melaporkan peningkatan  penjualan batu bara sebesar 33% menjadi 4,0 juta ton (termasuk penjualan 765.000  ton batu bara metalurgi), namun pendapatan menurun disebabkan oleh harga batu  bara yang lebih rendah. 
    • Anak perusahaan UT di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 16% menjadi 49.000 ons. Bisnis pertambangan nikel UT terdiri dari (i) Stargate Pasific Resources (“SPR”), yang  mayoritas sahamnya dimiliki oleh UT dan baru saja diakuisisi pada Desember 2023,  dan (ii) Nickel Industries Limited (“NIC”), yang 19,99% sahamnya dimiliki oleh UT dan  diakuisisi pada September 2023. Pada kuartal pertama tahun 2024, SPR melaporkan  penjualan bijih nikel sebesar 383.000 wet metric tonnes (wmt), terdiri dari 203.000 wmt  saprolit dan 180.000 wmt limonit. UT mencatat pendapatan ekuitas dari NIC yang  tertunda, karena adanya perbedaan periode pelaporan kinerja. NIC melaporkan  penjualan logam nikel sebanyak 34.400 ton pada kuartal terakhir tahun 2023.
    • Perusahaan kontraktor umum yang 87,7% sahamnya dimiliki UT, PT Acset Indonusa  Tbk, melaporkan rugi bersih yang lebih tinggi sebesar Rp42 miliar, dibandingkan rugi  bersih sebesar Rp30 miliar pada kuartal pertama tahun sebelumnya. 

    Agribisnis

    Laba bersih dari divisi agribisnis Grup meningkat 3% menjadi Rp184 miliar, terutama  disebabkan oleh peningkatan volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya. 

    • PT Astra Agro Lestari yang 79,7% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan  peningkatan laba bersih sebesar 3% menjadi Rp231 miliar. 
    • Volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya meningkat 4% menjadi  379.000 ton. 
    • Harga minyak kelapa sawit sedikit menurun menjadi Rp11.911/kg. 

    Infrastruktur dan Logistik

    Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24%  menjadi Rp251 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan kinerja dari bisnis logistik dan  jalan tol. 

    • Grup mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 2% dari 396km ruas jalan  tol yang telah beroperasi sepanjang jaringan jalan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar  Jakarta.  
    • Serasi Autoraya mencatatkan peningkatan jumlah unit kontrak sebesar 4% menjadi  26.400 unit, peningkatan jumlah penjualan aset kendaraan dan kontribusi dari bisnis  lelang mobil yang lebih tinggi. 

    Teknologi Informasi

    Divisi teknologi informasi Grup, PT Astra Graphia Tbk, yang 76,9% sahamnya dimiliki  Perseroan, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 16% menjadi Rp22 miliar, terutama  disebabkan oleh peningkatan marjin usaha. 

    Properti

    Divisi properti Grup melaporkan laba bersih yang relatif stabil sebesar Rp45 miliar, terutama  disebabkan kenaikan tingkat hunian di Menara Astra yang mengimbangi serah terima unit residensial yang lebih rendah di Arumaya Residences. 

    Aksi Korporasi Terbaru

    Pada bulan Maret, Grup melalui UT, menyelesaikan akuisisi 20,2% saham di PT Supreme  Energy Rantau Dedap (“SERD”), yang memiliki proyek panas bumi yang beroperasi di  Sumatera Selatan dengan kapasitas saat ini sebesar 2 x 49 MW, dengan nilai transaksi  sebesar USD80,7 juta. Dengan selesainya transaksi ini, total kepemilikan langsung dan tidak  langsung Grup di SERD adalah 32,7%.

    Prospek Bisnis 

    Kinerja Grup pada kuartal pertama tahun 2024 menurun, terutama merefleksikan kondisi ekonomi yang melemah dan penurunan harga batu bara dari tingkat harga yang tinggi sebelumnya. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Grup tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Didukung oleh neraca keuangan yang kuat, Grup dengan diversifikasi portofolio bisnisnya berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang peluang pertumbuhan jangka panjang.

    Informasi lainnya bisa kalian dapatkan di OLXJangan lupa unduh aplikasi OLX di Google Play Store dan App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait