OpenAI merilis dua model AI terbarunya, yakni o3 dan o3-mini, dengan kemampuan bernalar ala manusia.
JAKARTA – OpenAI, perusahaan di balik chatbot populer ChatGPT, kembali membuat gebrakan di dunia kecerdasan buatan melalui perilisan dua model AI terbarunya, o3 dan o3-mini.Â
Model AI ini dirancang khusus untuk memiliki kemampuan bernalar (reasoning) yang lebih baik, mendekati kemampuan berpikir manusia. Sehingga, mampu menyelesaikan pertanyaan berat dan rumit sekalipun.
o3: Sang Juara Matematika AI
Salah satu keunggulan utama dari AI ini adalah kemampuannya dalam menyelesaikan masalah matematika yang kompleks.
Dalam pengujian internal, AI ini berhasil meraih skor 96,7% pada American Invitational Mathematics Exam (AIME) 2024, sebuah kompetisi matematika tingkat internasional yang sangat bergengsi. Prestasi ini jauh melampaui pendahulunya, o1, yang hanya mampu meraih skor 83,3%.
Tidak hanya unggul dalam matematika, OpenAI o3 juga menunjukkan performa yang sangat baik dalam berbagai benchmark lainnya, seperti SWE-Bench Verified, Codeforces, dan Frontier Math. Model ini bahkan mampu menyelesaikan soal-soal sains tingkat universitas dengan akurasi yang tinggi.
o3-mini: Versi Lebih Ringan dan Cepat
o3 versi mini hadir sebagai alternatif yang lebih ringan dan lebih cepat daripada o3. Meskipun demikian, model ini tetap mampu memberikan hasil yang mengesankan, terutama dalam mode penalaran “High”. Dalam pengujian AIME 2024, o3 versi mini berhasil meraih skor 83,6%, mengungguli o1 dan o1-mini.
Salah satu tujuan utama dalam pengembangan AI adalah menciptakan kecerdasan umum buatan (AGI), yaitu AI yang memiliki kemampuan berpikir dan belajar seperti manusia. Dalam hal ini, AI tersebut menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan.Â
Ketika pengujian ARC-AGI, o3 berhasil mencapai skor 76% untuk mode “Low” dan 88% untuk mode “High”, jauh melampaui skor yang dicapai oleh o1.
Waktu Respons dan Penggunaan OpenAIÂ
Meskipun memiliki kemampuan bernalar yang sangat baik, keduanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merespons pertanyaan daripada dengan model AI “reguler” seperti GPT-4.Â
Hal ini terjadi karena proses berpikir dan perhitungan yang lebih kompleks yang dilakukan oleh kedua model ini.
Namun, waktu respons ini dapat custom melalui pengaturan mode. Dalam mode “Low”, o3 dapat memberikan respons lebih cepat, tetapi dengan akurasi yang sedikit berkurang.Â
Oleh karena itu, pemilihan mode yang tepat akan sangat bergantung pada jenis pertanyaan dan tingkat akurasi yang pengguna inginkan.
Saat ini, keduanya masih dalam tahap uji coba. Pengguna dapat mendaftar untuk mencoba versi awal dari kedua model AI ini melalui tautan yang disediakan oleh OpenAI. Mereka pun berencana untuk meluncurkannya secara umum pada akhir Januari 2025, lalu peluncuran o3 setelahnya.
Dengan kemampuan bernalar yang sangat baik, keduanya punya potensi untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan AI. Model-model ini dapat pengguna pakai untuk beragam aplikasi, mulai dari pemecahan masalah matematika yang kompleks hingga pengembangan produk AI yang lebih cerdas.
Dengan hadirnya teknologi OpenAI yang semakin canggih seperti o3 dan o3-mini, dunia semakin terhubung dan informasi semakin mudah terakses. Namun, perkembangan teknologi juga membawa tantangan tersendiri, seperti semakin cepatnya siklus pergantian gadget.
Jual gadget bekas kamu di OLX dan berikan kesempatan bagi orang lain untuk menikmati teknologi terkini dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, jika kamu sedang mencari gadget dengan budget terbatas, OLX adalah tempat yang tepat untuk menemukan berbagai pilihan gadget bekas berkualitas.



































