Selasa, Oktober 20, 2026
Beranda blog Halaman 1325

Boleh Ditiru, Polisi Malaysia Usulkan Remaja Hanya Pakai Motor Bermesin 70cc

0

Kecelakaan yang melibatkan anak muda saat berkendara sepeda motor tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebaliknya di berbagai negara termasuk negara tetangga, Malaysia juga mengalami hal yang sama. 

Untuk mengurangi resiko kecelakaan sepeda motor yang disebabkan anak muda, Kepolisian Diraja Malaysia mengusulkan agar Departemen Transportasi Malaysia merombak regulasi izin mengemudi. 

Dalam usulan itu disebutkan, pengendara yang berusia 16-20 tahun hanya diizinkan mengendarai sepeda motor dengan kapasitas di bawah 70 cc pada 2025 mendatang. 

Menurut Direktur Jenderal Departemen Transportasi Jalan Malaysia Datuk Zailani Hashim, rencana tersebut saat ini akan diteliti terlebih dulu dengan melibatkan Institute of Road Safety Research Malaysian dan Departemen Pekerjaan Umum.

“Rekomendasi ini dibuat karena meningkatnya kasus kecelakaan dan kematian pengendara sepeda motor yang melibatkan anak-anak muda berusia 16 sampai 20 tahun,” ungkap Zailani seperti dilansir Bernama.

Sama seperti di Indonesia dan negara lainnya, kepemilikan Surat Izin Mengemudi syarat wajib pengemudi berkendara. Untuk sepeda motor, pengendara di Malaysia harus memiliki SIM B. Dengan kepemilikan SIM B atau B2, maka tak sedikit pengendara dengan berbagai usia bisa menggunakan sepeda motor bermesin besar secara legal.

Lain halnya jika regulasi ini dibuat, maka pengendara dengan usia 16-20 tahun akan menggunakan kategori SIM B3. Tentu saja, jika pengalaman berkendara dengan baik, maka nantinya akan bisa naik level ke SIM B pada umumnya.

Melansir media otomotif Malaysia, bikesrepublic, aturan ini bukan tak mungkin akan terjadi pro dan kontra. Hanya saja, ada beberapa poin penting yang justru memberikan nilai positif, yaitu selain mengurangi angka kecelakaan, produsen sepeda motor akan memiliki pangsa pasar lain untuk menjual motor dengan mesin kecil, harga terjangkau, dan tetap dapat diandalkan.

Disebutkan pula, bahwa di negeri Jiran, saat ini kepolisian sedang fokus menekan tingginya kecelakaan karena balapan liar sepeda motor yang melibatkan anak di bawah usia 20 tahun.

 

Yuk, Kenalan dengan Mobil Listrik Terkecil dan Termurah dari Toyota

0

Teknologi besar yang tampil dalam kemasan kecil, mungkin itulah sepintas gambaran soal model elektrifikasi terbaru dari Toyota bertenaga full baterai, C+ pod. Ultra compact EV Toyota tersebut saat ini hanya tersedia untuk pasar Jepang saja dengan angka permintaan yang cukup tinggi untuk model mobil sekecil itu.

Model ini sekaligus menjadi definisi tentang gagasan berkendara harian yang sempurna di lingkungan perkotaan di seluruh dunia.

Toyota merancang mobil listrik kecil ini dengan kapasitas dua penumpang sebagai alternatif mobilitas ramah lingkungan jarak dekat setiap hari. Dimana awalnya model ini hanya akan dijual kepada pemerintah daerah, perusahaan, dan organisasi yang bertujuan mengganti armada mereka dengan kendaraan listrik.

“Setidaknya ini harus menjadi contoh bagi seluruh pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia, untuk mengganti kendaraan mesin ICE yang tidak bertenaga besar dan juga tidak efisien, dengan solusi mobilitas yang ringkas dan sangat efisien untuk perjalanan jarak pendek,” dikutip dari Autoevolution, Senin (28/12/2020).

Berdimensi Mungil dengan Fitur Keselamatan Maksimal

Dimensi C+ pod dibuat cukup ringkas, dengan panjang 2,5 meter, lebar 1,2 m, dan tinggi 1,5 m, serta radius putar 3,9 m, lincah bermanuver dan mudah untuk parkir di lahan parkir sempit sekalipun. 

Uniknya karena tenaganya berasal dari motor listrik magnet permanen yang ukurannya sama kecil dengan output tenaganya yang hanya mencapai 12 hp. Jadi jangan berharap bisa memacunya dengan kecepatan di atas 60 kpj, karena itu tenaga maksimalnya, dan rasanya sudah lebih dari cukup untuk dipakai wara-wiri di jalanan kota. 

Kapasitas baterainya menggunakan paket baterai lithium-ion 9,06 kWh yang bisa diajak menjelajah sejauh 150 km, dengan periode pengisian baterai dari kosong sampai full memakan waktu lima jam dengan besaran daya listrik 200V/16A. 

Baterai ini ditanam ke dalam sasis persis di bawah lantai kendaraan untuk memaksimalkan ruang interior, sehingga ukuran kabin seluas 1,1 m dapat memuat dua orang dewasa dengan nyaman.

Panel instrumen digital diposisikan di tengah atas dasbor berwarna putih yang kontras dengan interior gelap, memberikan kesan ukuran lebih lapang. 

Meski berdimensi kecil, EV mungil Toyota ini dirancang dengan keamanan yang cukup tinggi, karena secara efisien mampu menyebarkan dan menyerap energi benturan ke beberapa komponen untuk mengurangi potensi cedera serius saat tabrakan dari depan, samping, maupun belakang.

Perangkat sensor juga ditempatkan sebagai standar keamanan untuk mendeteksi kendaraan lain yang ada di sekitar dan pejalan kaki pada malam hari. Sistem Toyota Intelligent Clearance Sonar dengan parking brake membantu menghindari tabrakan selama dioperasikan dalam kecepatan rendah, sehingga potensi kerusakan minim.

Namun hal yang paling menggembirakan adalah C+ pod dijual di Jepang dengan harga cukup ekonomis, sekira 1.650.000 yen atau setara $16.000. Kalau dikonversi ke rupiah, kurang lebih Rp 225 juta-an. 

Mobil EV kompak dengan harga murah, lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah digunakan, tentu semua orang berharap mobil ini akan dijual ke pasar global, termasuk Indonesia tentunya.

Survei Membuktikan! 91 Persen Pemilik Mobil Listrik Ogah Disuruh Balik Pakai Mobil Konvensional

0

Mungkin judul di atas merupakan sebuah pendapat yang masih bisa dibantah, tapi pada kenyataannya, begitu Anda sudah merasakan sensasi mengemudikan mobil listrik (EV), Anda pasti ogah kalau ditawarkan mobil dengan mesin ICE (internal combustion engines).

Fakta tersebut menjadi begitu kuat dengan adanya kesimpulan dari sebuah studi yang dilakukan oleh Zap-Map, sebuah layanan pemetaan charging point yang berbasis di Inggris. 

Di bulan November 2020 lalu, Zap-Map sudah melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 orang pemilik mobil listrik, dan hasilnya sangat menarik.

Dari poin pertanyaan, apakah mereka akan mempertimbangkan untuk menukar kembali mobil EV atau PHEV mereka dengan mobil bermesin ICE, 91 persen menyatakan tidak, sisanya hanya 1 persen menjawab ya, sedangkan 6 persen sisanya masih ragu-ragu. 

Dari hasil studi ini bisa ditarik sebuah kesimpulan, bahwa teknologi kendaraan elektrifikasi akan bertahan lama dan rata-rata semua pemilik mobil EV atau PHEV merasa puas.

“Jajak pendapat terbaru kami menunjukkan dampak yang kuat dari mereka (konsumen) yang sekarang sudah beralih ke mobil listrik. Ini merupakan bukti yang mendukung kendaraan listrik akan tumbuh dengan pesat, bahkan di tahun 2020 ini,” ujar Melanie Shufflebotham, Co-Founder Zap-Map dikutip dari Autoevolution, Selasa (29/12/2020).

“Tantangan bagi industri otomotif saat ini adalah bagaimana memanfaatkan peluang yang dihadirkan oleh teknologi kendaraan EV, tidak hanya urusan memperluas jangkauan penjualannya saja, tetapi juga memastikan bahwa para sales mobil listrik punya pengetahuan yang cukup dalam menyampaikan manfaat membeli mobil listrik tersebut kepada pelanggan,” lanjut Melanie.

Zap-Map juga membuat polling terkait model mobil listrik apa yang paling banyak disukai dan memberikan kepuasan bagi pemiliknya. Hasilnya, Volkswagen ID.3 ada di urutan paling atas, disusul Kia Niro Plug-in Hybrid, dan BMW Seri 3. Sedangkan Tesla Model 3 hanya menempati posisi keempat.

Hal menarik lainnya dari jajak pendapat tersebut menunjukkan data bahwa 52 persen pemilik mobil listrik baru memutuskan untuk membelinya di tahun ini, dan 26 persen menyebut memutuskan beli mobil listrik di tahun 2019 lalu. 

Seiring tren mobil listrik yang mulai membanjiri pasar di berbagai negara dunia dalam kurun dua tahun belakangan. 

Kapasitas Rest Area Dibatasi 50 Persen, Begini Tips Aman Perjalanan Liburan Via Tol

0

Bagi OLXers yang tetap memaksakan untuk melakukan perjalanan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 menuju luar kota dengan kendaraan pribadi, dianjurkan agar tetap berhati-hati dan selalu mempersiapkan apapun yang dibutuhkan untuk lancarnya proses perjalanan.

Khususnya bagi OLXers yang memanfaatkan jalur tol, beberapa hal serta kondisi di masa pandemi ini harus menjadi perhatian.

Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini ada kebijakan untuk membatasi jumlah pengunjung yang akan masuk ke rest area jalur tol hingga 50 persen dari kapasitas. Artinya, tidak setiap rest area yang akan dilewati sepanjang perjalanan di tol bisa OLXers singgahi. 

Padahal, yang namanya menempuh perjalanan jauh, pasti ada saja hal darurat yang membuat OLXers harus singgah ke rest area, mungkin untuk buang hajat, istirahat, beli jajanan, sampai isi bahan bakar. 

Nah, biar OLXers nantinya tidak menemui hambatan, berikut ada tips yang bisa membantu kelancaran perjalanan libur OLXers yang dibuat oleh Auto2000.

1. Persiapkan Bahan Bakar

Salah satu alasan terbesar orang yang melintas di jalan tol masuk ke rest area adalah untuk mengisi bahan bakar. Dengan pembatasan kapasitas di rest area hingga 50 persen, artinya OLXers dari awal keberangkatan sudah harus mempersiapkan tangki bahan bakar mobil dalam kondisi penuh. 

OLXers tentu tidak mau mobil mogok karena kehabisan bensin di tengah perjalanan di dalam tol akibat tidak diperkenankan masuk rest area karena kuota 50 persen sudah penuh.

Sebaiknya jadwalkan pengisian BBM mobil saat jumlahnya masih di atas setengah dari indikator BBM full.

2. Waspada Microsleep

Namanya juga rest area, salah satu fungsi utamanya adalah sebagai tempat pengendara untuk beristirahat sebentar agar fokus berkendara selama perjalanan tidak buyar.

Tapi jika rest area yang dilewati terlalu penuh dan tidak bisa disinggahi, ini tentu menjadi sebuah masalah. 

Jangan memaksakan diri untuk terus berkendara ketika OLXers sudah mulai merasakan lelah atau mengantuk. Sebaiknya menepi dan nyalakan lampu hazard sebagai tanda darurat. 

Kalau dipaksakan bisa menyebabkan OLXers mengalami microsleep yang kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, hal ini harus diwaspadai. Microsleep adalah suatu kondisi dimana pengemudi mobil tertidur lelap secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 1 hingga 30 detik. 

3. Kendalikan Emosi

Wajib diingat, perjalanan liburan tentu membawa anggota keluarga tercinta. Penting bagi OLXers untuk kendalikan emosi saat mengemudi. Tidak perlu meladeni pengguna jalan yang memancing emosi seperti menyerobot antrian di gerbang tol. 

Berkendaralah sesuai aturan dan jangan berlaku seenaknya sendiri seperti pindah jalur tiba-tiba. Hindari bermain ponsel dan fokus pada kondisi jalan di depan.

4. Patuhi Aturan Lalu Lintas

Waspadai juga terjadinya pengalihan arus jalan tol yang akan merubah jalur perjalanan libur OLXers. Karena biasanya jika sudah terjadi kepadatan di jalur tol, petugas akan mengarahkan OLXers untuk keluar dari jalan tol mengambil jalan reguler.

Kepadatan juga sering terjadi di sekitar rest area dan gerbang tol. Tetap ikuti aturan dan petunjuk yang ada, termasuk arahan dari petugas kepolisian. Jangan menyerobot antrian yang bisa menambah kemacetan atau bahkan memicu kecelakaan. Saat jalan mulai lengang, harus tetap patuh pada aturan, seperti batas kecepatan dan tidak menyalip melewati bahu jalan.

5. Bahaya Aquaplaning

Saat ini adalah musim hujan, artinya kemungkinan perjalanan OLXers dalam kondisi hujan sangat mungkin terjadi. Waspadai terjadinya aquaplaning, kondisi dimana ban mobil kehilangan daya cengkeram atau grip pada permukaan jalan saat melintasi genangan air. 

Ini menyebabkan mobil tidak mau dikendalikan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Segera kurangi kecepatan saat hujan turun atau melewati wilayah yang habis terkena hujan. Tidak hanya ban, perangkat rem dan visibilitas pengemudi juga ikut tereduksi saat hujan.

6. Siapkan e-Toll

Yang tidak kalah penting juga adalah menyiapkan e-toll dengan saldo yang mencukupi selama perjalanan. Sediakan dua kartu e-tol sebagai cadangan ketika kartu yang satunya terjatuh atau tercecer. 

7. Catat Nomor Darurat

Untuk kiat terakhir, sebenarnya agak sederhana tapi akan sangat penting saat dibutuhkan. Sebaiknya catat di handphone OLXers nomor-nomor darurat yang mungkin saja akan dibutuhkan ketika terjadi masalah di jalan.

Selamat berlibur, selalu sehat dan tetap waspada.

Menteri ESDM Apresiasi Kerja Pertamina di Libur Natal dan Tahun Baru

0

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif melakukan peninjauan langsung di Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem, untuk memastikan kesiapan pelayanan energi saat masa libur tahun baru.

Hadir mendampingi Menteri ESDM, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Mas'ud Khamid. 

Agenda peninjauan Menteri ESDM ke Fuel Terminal Tanjung Gerem ini berlangsung pada Rabu, 30 Desember 2020.

Pertamina sebagai BUMN penyedia energi menyatakan sudah melakukan perhitungan perkiraan kenaikan konsumsi energi serta mengantisipasi pemenuhan kebutuhan dan layanan untuk masyarakat dalam masa libur tahun baru ini. 

“Kami memperkirakan tetap terdapat kenaikan, berdasarkan tren pada masa libur sebelumnya, konsumsi normal harian, serta kondisi pandemi yang sedang kita hadapi bersama saat ini,” kata Nicke Widyawati dalam siaran pers Pertamina, Rabu (30/12/2020).

Sejauh ini Pertamina sudah menyiapkan beberapa tambahan fasilitas di jalur rawan kemacetan dan juga jalur menuju daerah wisata. Fasilitas tersebut antara lain 919 SPBU Siaga, 62 SPBU Tol Siaga, 213 unit Motoris atau layanan Pertamina Delivery Service (PDS), Mobil tangki standby sebanyak 160 unit, mobile dispenser 3 unit, Pertashop 32 Unit, layanan pembayaran tunai dan non tunai di seluruh SPBU, 4.240 Agen LPG Siaga, dan 66.951 Pangkalan LPG Siaga.

“Fasilitas tambahan ini siap melayani kebutuhan masyarakat saat menikmati liburannya. Pertamina juga memastikan seluruh fasilitas dan layanan yang kami berikan sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, bahkan di beberapa titik kami membagikan masker sebagai upaya mendukung salah satu disiplin gerakan 3M di masyarakat,” lanjut Nicke.

Pertamina juga telah menyiagakan seluruh Terminal Bahan Bakar dan LPG, termasuk FT Tanjung Gerem yang merupakan salah satu titik suplai terpenting untuk wilayah Merak, kawasan wisata Anyer, dan Banten secara keseluruhan. 

Terlebih wilayah Jawa Bagian Barat termasuk salah satu konsentrasi terbesar untuk daerah tujuan wisata dan daerah rawan kemacetan.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengapresiasi kesigapan Pertamina dalam memenuhi tugas dan amanah untuk memastikan ketersediaan energi selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Stok ketahanan energi telah disiapkan untuk 27 hari, dimana biasanya untuk normal 20 hari. Kita mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan Pertamina untuk mendukung kebutuhan BBM pada Natal dan Tahun Baru,” ujar Menteri Arifin Tasrif. 

Lebih jauh Menteri ESDM turut mengapresiasi upaya Pertamina dalam menuntaskan sistem digitalisasi SPBU di 5.518 titik serta mendukung kelanjutan program digitalisasi dari SPBU ke tangki timbun.  

“Modernisasi sistem di Pertamina tidak hanya dimulai sektor ritel saja,  tapi juga ke sektor lain, sehingga efisiensinya bisa meningkat serta bisa mendukung daya saing kita ke depan. Jika bisa dirampungkan lebih cepat tentu lebih bagus, sehingga akan meningkatkan efisiensi,” imbuh Arifin.

Menurutnya, upaya Pertamina sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, untuk itu harus dijaga dan ditumbuhkembangkan, sehingga apa-apa yang diberikan Pertamina, manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat.

“Kepada seluruh staf dan pekerja Pertamina, terutama yang ada di pelosok, kami ucapkan selamat bekerja dan perhatikan protokol kesehatan, karena dengan kondisi kesehatan yang baik kita dapat bekerja dengan baik. Selamat Tahun Baru, semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesannya.

Optimisme Toyota di 2021, Pasti Lebih Baik!

0

Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2020, tahun yang mencatatkan sejarah kelam bagi dunia sejak kemunculan virus Corona atau yang dikenal dengan COVID-19, menghadirkan pandemi panjang yang merontokkan sendi-sendi perekonomian.

Tak terkecuali di Indonesia, COVID-19 menghantam hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk industri otomotif yang merasakan betul bagaimana pandemi ini membawa pengaruh yang sangat luar biasa.

Lemahnya daya beli akibat rontoknya perekonomian berimbas pada penjualan kendaraan yang tergerus hingga 50 persen.

Tentu semua pihak berharap tahun 2021 membawa berbagai kebaikan sekaligus menjadi momentum bangkitnya kembali industri di Tanah Air. Tak terkecuali Toyota Indonesia sebagai merek mobil dengan angka penjualan terbanyak.

“Tahun depan kami optimis akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Sinyal ini sudah mulai kelihatan memasuki bulan November-Desember 2020 dengan terjadinya peningkatan penjualan di kuartal ketiga,” ujar Henry Tanoto, Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM) beberapa waktu lalu. 

Ini menjadi indikator bahwa kepercayaan diri konsumen sekarang sudah lebih baik. Apalagi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah mulai dilonggarkan sehingga perekonomian mulai bergerak kembali. “Ini sinyal bagus untuk tahun depan dan ini menjadi hal yang baik,” lanjutnya.

Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM pun mengamini pernyataan tersebut.

“Meski di awal tahun sempat terjadi penurunan drastis karena faktor pandemi, adanya PSBB, dan orang kebanyakan melakukan Work From Home (WFH), berpengaruh pada perekonomian dan langsung berimbas pada sektor perbankan. Tahun depan, meskipun PSBB masih tetap diterapkan, tidak akan terlalu memberi pengaruh terhadap penjualan kendaraan,” ujarnya. 

Hal ini menurut Anton karena gairah masyarakat untuk membeli kendaraan sudah mulai pulih kembali.

“Konsumen pembeli mobil pertama sudah mulai kembali, ditambah faktor promo akhir tahun lebih gencar dan kredit lebih baik, itu akan membuat industri menjadi lebih baik,” tambah Anton Jimmi. 

Hadirnya berbagai stimulus serta didorong dengan lebih banyak model-model baru yang bakal hadir di tahun depan, rasanya keyakinan Toyota ini akan sangat beralasan. Ditambah dengan makin maraknya tren kendaraan elektrifikasi, semakin mendorong rasa penasaran konsumen untuk bisa merasakan sendiri keunggulan dari mobil jenis Hybrid, PHEV bahkan EV. 

Toyota sendiri sudah menjadi pionir di kendaraan elektrifikasi dengan banyaknya model Hybrid yang ditawarkan kepada masyarakat. Bahkan rencananya, di 2022, Toyota sudah mulai memproduksi mobil ramah lingkungan di Indonesia.

Tentu, kondisi industri otomotif yang lebih baik di masa mendatang menjadi harapan kita bersama.

Pegi Diar Terpilih Kembali Jadi El Presidente BB1%MC Indonesia

0

Bikers Brotherhood 1% MC atau BB1%MC baru saja melaksanakan Musyawarah Adat untuk memilih El Presidente periode 2020-2024. Di tengah kondisi pandemi, Musyawarah Adat komunitas motor tersebut dilakukan secara virtual pada hari Selasa, 29 Desember 2020. 

Agung Oo selaku Ketua Steering Committee Musyawarah Adat BB1%MC Indonesia menjelaskan bahwa agenda Musyawarah Adat ini, selain mendengarkan pertanggungjawaban kepengurusan lama, sekaligus untuk memilih dan mengukuhkan El Presidente BB1%MC Indonesia.

“Kami mengupayakan agar semua anggota BB1%MC Indonesia untuk terlibat dan mengikuti acara tersebut secara virtual, mengingat anjuran pemerintah untuk mengurangi kerumunan massa. Makanya Musyawarah Adat kali ini kami lakukan secara virtual dan diikuti oleh seluruh anggota yang ada di delapan Chapter,” ujarnya. 

Hasilnya, Pegi Diar yang merupakan El Presidente lama terpilih kembali untuk memimpin BB1%MC hingga tahun 2024 karena secara aklamasi didukung oleh seluruh chapter. 

“Jadi seluruh anggota yang memiliki hak suara menyerahkan surat pernyataan dukungan untuk Pegi Diar kembali menjadi El Presidente yang diserahkan kepada Vice President setiap Chapter yang kemudian diserahkan kepada Steering Committee Musyawarah Adat 2020,” jelas Agung usai Musyawarah Adat berlangsung. 

El Presidente BB1%MC Indonesia terpilih, Pegi Diar mengatakan, bahwa menjadi El Presidente untuk periode kedua tidak pernah terbayangkan, dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota BB1%MC Indonesia yang telah mendukungnya. 

“Saya dipercaya kembali memimpin sebagai ujung tombak untuk membesarkan BB1%MC Indonesia, maka saya siap mempertanggungjawabkannya sampai mati, tentunya saya butuh dukungan dari semua pihak seperti periode sebelumnya,” katanya. 

Budi Dalton selaku mantan El Presidente BB1%MC Indonesia menyampaikan harapannya atas terpilihnya kembali Pegi Diar memimpin BB1%MC. “El Pegi Diar perlu dibantu oleh orang-orang yang berkompeten agar di periode ini berjalannya organisasi bisa berlari lebih cepat,” kata Budi Dalton.

Ia juga menambahkan pesan kepada Pegi Diar agar tidak terpengaruh oleh hal-hal lain yang bisa mengganggu berjalannya roda kepemimpinan kedepan. “Saya harap El Pegi tetap fokus menjalankan roda organisasi menjalankan program kerja yang sudah dibentuk dari awal,” pungkasnya. 

Airbag Acura Raih Gelar “Best of What’s New” dari Popular Science

0

Teknologi Airbag terbaru dari All New Acura TLX 2021 Sport Sedan berhasil meraih penghargaan sebagai “Best of What’s New” dari Popular Science. Tak hanya itu, teknologi Airbag terbaru ini juga meraih kategori “Grand Award” sebagai pemenang tunggal diantara semua otomotif tahun ini.

Penghargaan “Best of What’s New” menampilkan prestasi terbesar tahun ini dalam hal kecerdasan manusia. Setiap tahun, Popular Science mengulas ribuan produk dan inovasi baru, memilih 100 pemenang teratas di 10 kategori. Untuk dipilih sebagai pemenang “Best of What’s New”, sebuah produk atau teknologi harus mewakili langkah maju yang signifikan dalam kategorinya. Pada tahun 2018, True Touchpad Interface™ Acura yang menghadirkan pengalaman digital yang lebih inovatif dan ramah pengemudi, diakui oleh Popular Science sebagai teknologi ” Best of What's New”.

Airbag yang disematkan pada All New Acura ini merupakan airbag pertama di dunia yang dirancang untuk mengurangi trauma kepala akibat benturan miring. Selain disematkan pada All new Acura TLX Sport, SUV mewah All New Acura MDX yang akan dijual pada awal tahun depan juga akan menampilkan teknologi yang ini sebagai fitur standarnya. Airbag terbaru ini dikembangkan oleh Honda R&D Americas bersama dengan pemasok sistem keamanan Autoliv.

Airbag baru ini dirancang untuk membantu mengurangi cedera kepala dan leher dengan cara mengontrol kepala penumpang depan dengan lebih baik pada beberapa jenis tabrakan.

Airbag ini dapat mengatur gaya tabrakan lateral dengan lebih baik yang dapat menyebabkan kepala penumpang berputar sangat cepat dengan kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan kemungkinan cedera serius.

Jika dibandingkan dengan satu ruang tiup dari sistem kantung udara konvensional, Airbag baru ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu tiga kompartemen yang digelembungkan (ruang tengah dan dua ruang samping yang mengarah ke luar yang menciptakan alas lebar di sepanjang dasbor mobil) dan “sail panel” yang dirancang untuk menangkap dan memperlambat kecepatan kepala penumpang dengan sedikit tenaga sebelum menghubungi ruang bawah, sambil mengarahkannya ke dalam di antara dua ruang yang digelembungkan untuk menyangga dan membantu melindungi kepala penumpang di kursi depan.

All New Acura TLX 2021 Sport Sedan dilengkapi dengan delapan Airbag, yaitu front Airbag, side Airbag, knee Airbag untuk pengemudi dan penumpang depan, serta Side-curtain Airbag dengan sensor rollover. 

Knee Airbag dirancang untuk lebih mengontrol gerakan depan penumpang jika terjadi tabrakan di bagian depan, bersama dengan Airbag depan dan sabuk pengaman. Setiap Knee Airbag terdapat di bawah panel di bagian bawah panel instrumen, yang berkontur menjauhi lutut, memberikan ruang kaki yang lebih baik dan lebih mudah masuk dan keluar dari kendaraan.

Program Vokasi Mitsubishi Motors Mendapat Apresiasi Kemendikbud RI

0

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) meraih penghargaan di ajang Indonesia Vocational Outlook 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang bekerjasama dengan CNBC Indonesia. 

Ini merupakan sebuah apresiasi kepada MMKSI yang selalu berkomitmen untuk terus memberikan dorongan dan dukungan untuk pendidikan vokasi di Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada kami dan telah memberikan perhatian khusus kepada kegiatan pendidikan vokasi yang telah kami lakukan. Sebagai pelaku industri di Indonesia, kami tentunya akan terus berupaya untuk memberikan kontribusi dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya kami hadirkan melalui program sosial Mitsubishi CSR Education Program (MEP) yang berfokus untuk memberikan donasi kendaraan praktik dan training untuk para pelajar di sekolah vokasi,” ungkap Naoya Nakamura, President Director of PT MMKSI dalam siaran pers Mitsubishi beberapa waktu lalu.

Mitsubishi selama hadir di Indonesia memang memiliki tiga pilar utama dalam kegiatan sosial dan dunia pendidikan, salah satu pilar tersebut diwujudkan melalui program Mitsubishi CSR Education Program (MEP) yang telah dijalankan oleh Mitsubishi Motors di Indonesia sejak tahun 2014. 

Di program MEP tersebut, MMKSI memberikan sumbangan kendaraan Mitsubishi Motors yang di jual di Indonesia kepada sekolah vokasi yang ada di Indonesia untuk selanjutnya digunakan sebagai salah satu unit praktik di sekolah. 

Tahun lalu (2019) MMSKI sudah mendonasikan 10 unit kendaraan Mitsubishi Motors kepada 7 SMK) dan 3 Lembaga Pelatihan Kerja. 

Selain itu MMKSI juga memberikan pelatihan khusus berstandar mekanik Mitsubishi Motors untuk para siswa di sekolah yang telah menerima sumbangan tersebut.

“Melalui upaya kami ini, kami berharap kedepannya Indonesia dapat melahirkan generasi-generasi yang berkualitas dan siap untuk bersaing di industri dan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” tutup Naoya Nakamura. 

Recovery Sektor Otomotif, Mobil Bekas Value for Money hingga Tren Mobil Listrik Sambut 2021

0

Selamat tahun baru 2021 OLXers, mari kita menatap tahun ini dengan penuh keyakinan bahwa badai pasti berlalu. COVID-19 yang setahun terakhir terus meneror kesehatan setiap orang membuat kita hidup penuh kekhawatiran. 

Tentu di tahun ini kita semua berharap COVID-19 segera pergi agar OLXers bersama keluarga bisa kembali menjalani kehidupan yang normal. Kabar baik berhembus karena vaksin yang ditunggu-tunggu sudah tiba di Tanah Air. Semoga Pemerintah bisa segera mendistribusikannya.

Industri otomotif merupakan salah satu bidang yang terkena imbas cukup luar biasa akibat pandemi ini. Penjualan kendaraan baru turun hingga 50 persen, meskipun di kuartal akhir tahun lalu sudah mulai mengalami recovery.

Sektor ekspor juga mengalami peningkatan di penghujung tahun lalu. Toyota sebagai merek otomotif terbesar di Indonesia berhasil mengumpulkan angka pengiriman mobil bentuk utuh (CBU) ke berbagai negara hingga 127.400 unit (Januari-November), dengan penguasaan 60,6 persen.

“Ekspor Toyota hingga November tahun ini mencapai 127 ribu unit, turun 30-25 persen. Tapi angka tersebut lebih baik kalau dibandingkan dengan kinerja ekspor November tahun lalu, naik sekitar 9 persen. Ini menjadi optimisme kami, mudah-mudahan di 2021 akan lebih baik lagi,” ujar Director Administration, Corporate & External Affairs, Technical Government Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Sementara untuk bisnis mobil bekas, awareness masyarakat terkait Small MPV paling laris perlahan mulai bergeser dari awalnya Toyota Avanza ke Mitsubishi Xpander, setelah di penghujung tahun kemarin menerima penghargaan sebagai mobil dengan harga jual kembali terbaik di kategori Small MPV.

Dari hasil riset internal yang dilakukan oleh MMKSI menemukan fakta bahwa penurunan harga jual kembali Xpander yang berumur satu tahun (tahun perakitan 2019) hanya 14,8 persen, jauh lebih rendah dari kompetitor di kelasnya. 

Sedangkan untuk unit Xpander bekas berumur dua tahun dan tiga tahun (tahun perakitan 2018 dan 2017) persentase penurunan harga adalah 17,1 persen hingga 20,3 persen, masih lebih rendah dibandingkan harga jual kembali produk kompetitor di segmen yang sama dengan umur satu tahun.

Namun yang menarik dari sisi industri otomotif tahun lalu dan mungkin hingga beberapa tahun mendatang adalah tren kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil berbasis full listrik yang kini mulai membanjiri pasar mobil baru di Indonesia. Setelah Hyundai yang langsung menghadirkan dua model electric vehicle (EV) Ioniq dan Kona, Toyota lewat brand mobil premium-nya, Lexus, ikut menghadirkan sedan Lexus UX 300e.

Di pasar global, khususnya untuk pasar Jepang sendiri, Toyota juga sudah menghadirkan Pod C+, mobil listrik berdimensi mini yang dijual sekitar 1.650.000 yen atau setara $ 16.000 (Rp 225 juta-an). Tentu kita berharap mobil berteknologi listrik ini juga segera dibawa dan dijual di Indonesia, untuk memberikan semakin banyak pilihan mobil listrik.

Apalagi ada sebuah survei di Inggris yang menyebut bahwa sekitar 91 persen pemilik mobil listrik menyatakan sudah tidak akan berpaling lagi untuk mengendarai mobil bermesin ICE. Zap-Map sudah melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 orang pemilik mobil listrik, dimana kesimpulannya teknologi mobil EV atau PHEV membuat para pemiliknya merasa puas.

Hasil survei ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana nantinya tren mobil listrik di masa depan, dan Indonesia kini sudah siap menyambut tren tersebut. Tinggal bagaimana nantinya Pemerintah dan para stakeholder saling bahu membahu dalam mempersiapkan fasilitas pendukung seperti titik-titik charging station. 

Akhir kata dari kami, semoga OLXers di tahun 2021 ini tetap diberi kesehatan hingga virus Corona benar-benar hilang dan sukses senantiasa menaungi.