Sabtu, Oktober 17, 2026
Beranda blog Halaman 1345

Jaringan Pelayanan Motor Premium Qooder Kini Genap 8 Outlet

0

Qooder, begitulah nama merek motor skuter matik ini disebut. Berbeda dengan skuter matik kebanyakan, Qooder hadir mengisi segmen motor premium menawarkan motor empat ban layaknya mobil.

Mengusung tagline ‘New Concept of Smart Mobility’, skuter premium Qooder menawarkan kenyamanan handling saat melaju di jalan raya, stabil dan juga aman dalam berkendara.

Kestabilan tersebut didukung teknologi Hydraulic Tilting System (HTS), sebuah sistem pemandu suspensi yang sudah dipatenkan. Teknologi ini memungkinkan sok kanan dan kiri bergerak secara individual mengikuti kontur jalan yang dilalui. Tujuannya untuk memberikan respons yang lebih baik di setiap manuver.

Merek motor asal Swiss ini hadir di Indonesia pada Desember tahun lalu dan dipasarkan melalui PT. Enduro Republik Indonesia sebagai distributor tunggal. 

Demi mendapatkan kepercayaan konsumen pecinta motor premium, PT Enduro Republik Indonesia terus berusaha mengembangkan bisnisnya di Tanah Air dengan terus merambah berbagai kota-kota strategis di Indonesia serta menempatkan jaringan pelayanannya.

Tidak kurang dalam kurun waktu setahun, sekarang perusahaan ini sudah memiliki 8 jaringan pelayanan yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, Bandung, Surabaya dan Samarinda. 

Dimana seluruh jaringan tersebut tidak hanya menawarkan layanan penjualan saja, tetapi juga after sales serta suku cadang. 

“Kami berkeyakinan bahwa bermain di segmen premium, tentunya yang menjadi prioritas utama adalah pelayanan after sales service dan spare part. Tahun ini kita lebih fokus pada pengembangan network agar konsumen tidak perlu was-was ketika membeli motor Qooder,” ujar Budi Kurniawan selaku Direktur PT Enduro Republik Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/11/2020). 

Meskipun tidak menyebutkan target penambahan jaringan hingga akhir tahun ini, namun langkah ekspansi bisnis dalam memasarkan Qooder kedepannya akan terus dikembangkan di Indonesia.

Daftar Lokasi Dealer Qooder di Indonesia

Dealer

Alamat/Kota

Badargarage

Jl. Cempaka V N0 99 Bintaro, Tangerang

Stokeswood

Jl. Cipete Raya No. 1 Cilandak, Jakarta

Homescootz

Jl. Hortikultura No. 35 Pasar Minggu, Jakarta

Thtill Bitz

Jl. Abdul Majid Raya No. 67 Kebayoran Baru, Jakarta

Motorage

Jl. Ir H Juanda No. 8 Sukmajaya, Depok

Seismoto

Jl. Mohammad Toha No. 187, Bandung

Saddlemotorbike

Jl. Raya Menganti wiyung No. 484, Surabaya

Technik Qooder Pratama

Jl. Hasan Basri No. 47, Samarinda

Gara-gara Covid-19, Honda Banyak Absen Luncurkan Mobil Baru di Indonesia

0

Imbas dari penyebaran Covid-19, sektor otomotif khususnya mobil mengalami penurunan penjualan yang cukup tajam. Berbagai strategi penjualan dilakukan sejumlah merek otomotif guna menaikan daya beli masyarakat. Salah satunya menghadirkan mobil terbaru, baik facelift atau penyegaran ringan maupun perubahan total atau All New.

Hanya saja, sejak awal 2020 hingga berita ini diturunkan merek mobil berlogo huruf H itu hanya meluncurkan Civic Hatchback yang dilakukan pada Februari 2020 lalu sebelum pandemi masuk Indonesia. Hal ini juga diakui Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy.

Menurut Billy, dirinya tidak menampik jika peluncuran mobil atau produk baru jadi salah satu strategi Honda untuk meningkatkan penjualan.

“Tapi seperti kita ketahui, market sekarang masih belum stabil, jadi sangat berubah-ubah. Tentunya dengan peluncuran produk baru, kami selalu melihat kondisi market dan kebutuhan konsumen, apakah model-model, segmen-segmen tersebut dimasa sekarang ini konsumen butuh atau gimana. Jadi kami lihat kondisi pasar dan kebutuhannya,” ungkap Billy saat acara video conference, Senin (16/11/2020).

Honda Global Banyak Model Baru

Alasan Honda Indonesia tak mengeluarkan mobil baru selama pandemi Covid-19 memang berbanding terbalik dengan Honda Global. Pasalnya, jenama asal Jepang  itu belum lama ini telah meluncurkan beberapa mobil baru, mulai dari Honda Jazz (Fit) di Jepang, Honda CR-V di Malaysia, Honda Odyssey di Amerika Serikat, hingga Honda City hatchback yang akan hadir pada akhir November 2020.

Bahkan, beberapa mobil Honda terbaru ini menerapkan teknologi yang ramah lingkungan, mulai dari versi hybrid hingga berdaya listrik. Nah, menanggapi hal tersebut, Billy mengatakan bahwa dalam meluncurkan sebuah model, Honda Indonesia tentu saja banyak melakukan studi.

“Apa yang dibutuhkan tidak hanya saat ini, tapi mendatang juga seperti apa. Selain itu, kami percaya, peluncuran atau penyegaran produk itu akan jadi salah satu strategi kami juga untuk meningkatkan penjualan,” ucapnya.

Untuk Honda Jazz, kata Billy, meski belum diketahui kapan meluncur di Indonesia, namun dirinya memastikan agar tetap mempertahankan DNA sporty.

“Jadi kalau kita lihat, untuk model hatchback ke depan, DNA sporty yang melekat seperti apa sih. Jadi bisa saja Fit yang di Jepang, atau bisa saja model lainnya. Yang penting DNA sporty yang melekat itu harus tetap ada. Jadi kita tunggu timingnya ya, dan model apa yang tepat hatchbacknya dari kami,” tuturnya

“Tolong bersabar untuk mobil baru. Kami lihat kesana dulu, jadi tunggu saja dulu, kapan saatnya tepat kami akan luncurkan,” sambungnya.

 

Kenapa Kita Butuh Mobil yang Bisa Mengemudi Sendiri?

0

Di Indonesia, perdebatan di sektor otomotif baru seputar penggunaan bahan bakar seperti Euro4 atau beralihnya dari mobil konvensional ke teknologi hybrid atau electric vehicle atau mobil listrik.

Padahal, sejumlah pabrikan otomotif di beberapa negara maju sedang asyik mengembangkan mobil berteknologi autonomos atau mobil self-driving atau mobil yang dapat mengemudi sendiri.

Lantas kenapa harus ada mobil yang dapat mengemudi sendiri?

Seperti dilansir Car From Japan, sejatinya alasan para insinyur otomotif menghadirkan mobil self driving untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya yang semakin hari semakin meningkat.

Ya, kecelakaan di jalan raya pada dasarnya dikarenakan kesalahan perilaku dan perasaan manusia itu sendiri ketika mengemudi. Misalkan, kecelakaan mobil bisa saja terjadi karena manusia bisa menderita sakit demam atau mengalami gangguan apapun sehingga resiko menabrak mobil lain lebih besar.

Selain itu, ada juga pengemudi yang mengalami kecelakaan karena faktor dirinya memang tidak bertanggung jawab lantaran hilang konsentrasi, terpengaruh minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.

Sebaliknya, mobil self driving sudah menggunakan kecerdasan buatan dan telah menggunakan algoritma yang dikembangkan dengan baik, sehingga dapat membantu manusia. Bahkan mobil tanpa awak tidak akan terpengaruh dari semua faktor penyebab terjadi kecelakaan seperti yang disebutkan di atas.

Mobil tanpa pengemudi juga disebut-sebut akan sangat membantu penyandang disabilitas untuk bepergian ke suatu tempat. Selain itu, para orang tua yang tidak bisa mengemudi lagi juga akan merasa nyaman memanfaatkan teknologi otonom.

Memang, teknologi dipastikan memiliki keterbatasan, seperti bisa mengalami  masalah teknis. Hanya saja, kehadiran mobil tanpa pengemudi dipercaya dapat mengurangi jumlah kecelakaan karena perilaku tidak bertanggung jawab.

mobil self driving
Ilustrasi mobil self driving. (Shutterstock)

Adapun bagaimana cara mobil tanpa pengemudi bisa melaju, begini ulasannya:

Agar bisa bergerak maju mundur hingga sampai tujuan, mobil self driving menggunakan banyak sensor yang berfungsi untuk mendeteksi lingkungan sekitar dan mengirimkan peringatan yang sesuai.

Baik Google dan Tesla adalah dua nama besar di industri yang dikenal dengan produk inovatif mereka, yang menghadirkan fitur berupa Autopilot, atau bisa melaju sendiri tanpa pengemudi

Nah, berikut ini beberapa proses yang membuat mobil self-driving bergerak:

Proses Pencarian

Mobil tanpa pengemudi biasanya menggunakan teknologi pemetaan dan menempatkan dirinya di dalam peta itu. Setelah kendaraan berada di peta, sinar laser memindai area terdekat untuk menemukan objek dan membuat gambar tiga dimensi.

Teknologi sinar laser akan membaca pengukur jarak sehingga dapat mengetahui warna tertentu dari suatu objek atau pemandangan. Dengan cara ini, mobil  memberikan peta tiga dimensi yang mendalam ke mekanisme penggerak kendaraan. Peta ini kemudian digunakan untuk merencanakan rute selanjutnya.

GPS, unit navigasi, dan sensor semuanya bekerja bersama untuk memastikan mobil menjaga jarak aman.

Dapat Menghindari Benda dan Pejalan Kaki

Mobil Self Driving
Mobil Self Driving bisa menghindari objek lain termasuk benda dan pengguna jalan. (Shutterstock)

Mobil tanpa pengemudi akan melaju sesuai peta, pemindai terus memindai semua objek, seperti gedung dan lampu lalu lintas. Bersamaan dengan itu, objek bergerak seperti kendaraan dan pejalan kaki juga bisa terbaca. Sensor atau pemindai menggunakan bentuk yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan apakah itu manusia, objek, atau objek bergerak.

Oleh karena itu, kendaraan dapat memprediksi jalur sesuai bentuk benda. Selain itu, mobil ini juga dapat membaca kecepatan, sehingga dapat terus menjaga jarak aman sembari bergerak lebih jauh.

Mobil tanpa pengemudi juga menggunakan semua prediksi dari masa lalu, sekarang, dan masa depan, kendaraan menjadi mampu membuat keputusan yang bijak.

Merencanakan Jalur dan Perintah

Teknologi mobil self-driving mampu merencanakan jalur dan mengikuti arah yang sama. Sambil mengikuti peraturan lalu lintas dan menggunakan semua algoritmanya secara efektif, mobil self driving dapat melakukan navigasi. 

Teknologi mobil self-driving cukup cepat yang membuat orang yang duduk di dalam mobil mencapai tujuan sesuai waktu yang ditentukan.

Kecepatan, arah, film, sudut, dan aspek lainnya, semuanya dengan cepat ditentukan sehingga tidak terasa seperti kendaraan sedang menghitung sesuatu. Perangkat pada mobil ini mengatur jalur dan mengirimkan perintah kepada throttle, rem, dan kemudi ke prosesor dan aktuator.

 

 

Penyebab Lampu Depan Mendadak Mati

0

Jika ingin bepergian menggunakan kendaraan pribadi, sudah sewajarnya melakukan berbagai pengecekan. Hal ini untuk menghindari terjadinya masalah ketika di tengah jalan.

OLXer juga perlu ketahui, masalah pada mobil tidak hanya seputar ban atau mesin saja, tetapi masalah pada bagian kelistrikan juga bisa terjadi. Salah satunya lampu utama atau lampu depan tiba-tiba mati.

Ya, untuk sebagian orang lampu depan mati memang bukan menjadi masalah berarti. Namun, jika mengemudi pada malam hari, tentu saja masalah tersebut sangat dikhawatirkan, karena ketika malam tiba tanpa penerangan, maka bukan tak mungkin resikonya cukup tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya sistem kelistrikan dalam hal ini lampu depan juga perlu dilakukan pengecekan. Akan tetapi jika memang mati secara mendadak, maka tak perlu panik.

Nah, berikut ini ada beberapa yang perlu diketahui penyebab lampu depan mati:

1. Kehilangan koneksi atau kabel terbakar

Lampu mendadak mati biasanya ada masalah antara kabel lampu depan dengan mesin yang menghasilkan energi. Jika kabel ini memiliki koneksi yang longgar atau terbakar, lampu depan tidak akan menyala.

Cara mengatasinya: Anda perlu mengakses area tempat kabel menghubungkan baterai dan lampu depan. Periksa koneksi yang longgar atau kabel yang terbakar dan pasang kembali atau kencangkan.

2. Relay rusak

Relay merupakan bagian dari sistem lampu yang bertanggung jawab memberikan daya ke lampu depan. Sama seperti komponen lampu depan lainnya, relay juga bisa rusak. Dalam hal ini, lampu depan mobil tidak mau menyala . Jika Anda kebetulan mengalami masalah dengan relay, pertimbangkan untuk menggantinya dan periksa lagi.

3. Salah satu lampu depan mati

Masalah yang terjadi jika salah satu lampu depan mati, biasanya karena filamen bohlam tertentu terbakar sehingga perlu diganti.

Adapun ciri, lampu depan akan mati yaitu, pada bagian bohlam agak memutih atau gelap. Artinya, lampu perlu diganti.

Namun perlu dicatat, jika terjadi masalah pada bagian lampu depan, sebaiknya periksa saklar lampu depan, kabel, modul, sekring dan juga bohlam.

Meski kerap dianggap mudah untuk memperbaiki lampu depan, namun jika OLXer masih pemula, sebaiknya bawa ke teknisi di bengkel-bengkel resmi

 

Bukan Mobil Listrik, Menurut Honda Hybrid Lebih Cocok di Indonesia

0

Mobil listrik kembali menjadi perbincangan dikancah otomotif nasional. Hal ini karena merek mobil asal Korea Selatan, Hyundai baru-baru ini sudah resmi meluncurkan mobil listrik murni Hyundai Ioniq dan Kona di Tanah Air.

Nah, belum lama ini, Nissan dan Toyota juga sudah menghadirkan mobil ramah lingkungan yang menerapkan teknologi hybrid yaitu Nissan Kicks dan Toyota Corolla Cross Hybrid.

Dengan semakin bertambahnya sejumlah brand otomotif menghadirkan mobil yang lebih ramah lingkungan, lantas apakah Honda selaku brand otomotif yang cukup besar di Indonesia tak berniat menghadirkan mobil hybrid atau listrik?

Menanggapi hal tersebut, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor Yusak Billy ikut angkat bicara. Menurut dia, pada dasarnya, Honda secara global memiliki mobil dengan beragam teknologi yang ramah lingkungan mulai dari hybrid, Plug-in, fuel cell (berbahan hidrogen yang dapat mengubah oksigen menjadi air), hingga fuel battery atau listrik murni.

“Jadi, untuk pasar Indonesia ini, kami terus melakukan studi, untuk menentukan teknologi mana yang sesuai dengan kondisi infrastruktur dan regulasi pemerintah. Jadi kami masih studi dan akan kami luncurkan di saat yang tepat,” ungkap Billy saat acara video conference beberapa waktu lalu.

Billy sendiri mengatakan, saat ini Honda memang masih melakukan studi, mana yang cocok untuk pasar Indonesia.  “Kalau ditanya sekarang, lihat kondisi infrastruktur dan kebutuhan sekarang paling cocok menurut kami hybrid,” terangya.

Lebih lanjut Billy juga menyatakan bahwa dalam mengintroduksi atau meluncurkan suatu mobil listrik, maka harus dipelajari benar-benar.

“Dalam hal ini, Honda memiliki target elektrifikasi itu ⅔ dari total produksi Honda secara global. Saya tidak bicara secara nasional, tapi pada 2030 Honda  sudah memberikan visinya  bahwa ⅔ persen dari total production penjualanya itu secara global di 2030 itu memang elektrifikasi,” katanya.

“Jadi saat ini Honda sudah mempunya teknologi yang ramah lingkungan mulai dari Hybrid, Plug in, Fuel Cell, Fuel Battery,” tuturnya.

Oia, Honda Indonesia sejatinya pernah menawarkan mobil hybrid di Indonesia berupa Honda CR-Z. Hanya saja, mobil bergaya sport dua pintu itu tak berlangsung lama dipasarkan karena sepinya peminta kala itu.  

 

Indonesia Masuk 10 Negara yang Masih Jual BBM Premium

0

Bahan bakar jenis premium dengan kandungan nilai oktan riset atau Research Octane Number (RON) 88 persen dikabarkan akan dihapus mulai awal Januari 2021. 

Langkah ini dinilai sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, bensin yang harus dijual ke publik minimum harus mengandung RON 91.

Rencananya, kebijakan penghapusan premium ini akan dihapus terlebih dahulu di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali). 

Nah, bicara soal Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, ada fakta yang masih mengejutkan. Bahwa menurut data Pertamina, Indonesia jadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih menggunakan BBM dengan oktan 88. 

Bahkan menurut Vice President (VC) Promotion dan Marketing Communication Pertamina, Dholly Arifun Dahlia, Indonesia masuk dalam 10 negara di dunia yang masih menggunakan BBM RON kurang dari 90 persen. 

“Sebagai informasi juga, di dunia hanya ada tujuh negara yang menjual atau menyalurkan BBM dengan BBM RON kurang dari 90 atau BBM tidak ramah lingkungan. Masa ia kita (Indonesia) setara dengan Bangladesh, dan Kolombia,” ungkap Dholly saat acara webinar yang ditayangkan di channel Youtube YLKI ID, Rabu (18/11/2020).

Perlu diketahui, selain Indonesia, Bangladesh dan Kolumbia, negara yang masih menjual RON kurang dari 90 yaitu Mesir, Ukraina, Uzbekistan, dan juga Mongolia.

“Menyedihkan kan sebenarnya ini,” keluh Dholly. 

Maka dari itu, Dholly mengharapkan di masa yang akan datang, harus ada ada perbaikan dari jumlah varian BBM yang dijual di Indonesia. 

Hal ini sejalan dengan program Pertamina Langit Biru, yang merupakan program pengurangan polusi udara di beberapa wilayah Nusantara.  

Namun perlu diketahui juga BBM dengan RON 90 memang masih dijajakan di SPBU pertamina walaupun jumlahnya dibatasi. 

Premium Racun

Dholly sendiri tak menampik, penggunaan BBM Premium memang sudah dipakai puluhan tahun. BBM premium, lanjut dia, sudah ada sejak lama, bahkan disebut-sebut menggunakan timbal.

“Seolah-olah kita semua atau Pertamina sebagai vendor dari pemerintah menjual produk yang meracuni bangsa sendiri,” jelasnya.

“Akhirnya kita ubah dengan yang bukan timbal dan diubah lagi kilang di balongan menyediakan BBM RON tinggi sehingga nggak perlu ada peningkat oktan number, keluar kilang udah tinggi oktannya,” sambungnya. 

Edukasi Penggunaan RON di atas 90

Seperti diketahui, keputusan penghapusan atau tidak BBM Premium bukan di tangan PT Pertamina, melainkan kewenangan dari pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018.

Menurut Pjs VP Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari, saat ini Pertamina tidak akan menghapuskan Premium, Pertamina tunduk pada regulasi yang ada. 

“Yang dilakukan saat ini yakni mengedukasi konsumen untuk menggunakan BBM ramah lingkungan dan yang lebih berkualitas dalam meningkatkan performa kendaraan,” jelas Heppy.

Menurutnya, BBM dengan RON lebih tinggi akan berdampak positif untuk mesin kendaraan dan udara yang lebih bersih.

Untuk mengedukasi penggunaan non premium, Pertamina memberikan stimulus berupa promo-promo BBM kepada konsumen, agar tergerak untuk mencoba BBM dengan kualitas lebih baik dan merasakan dampaknya ke mesin kendaraan melalui Program Langit Biru.

 

6 Penyebab AC Mobil Jadi Panas

0

Masuk ke dalam kabin mobil dengan hembusan Air Conditioning (AC) yang menyejukan, tentu saja jadi harapan pengemudi maupun penumpang agar terasa nyaman selama perjalanan.

Namun perlu dicatat, hembusan AC dengan kadar sejuk maksimal bisa saja hilang begitu saja dan berganti menjadi udara panas. Ya, hal ini memang bisa saja terjadi pada AC mobil, karena ada beberapa bagian komponen pada AC bermasalah.

Nah, agar OLXer tidak salah prediksi apa masalahnya, berikut ini ada beberapa penyebab AC jadi mengeluarkan hawa panas, yaitu:

1. Refrigeran bocor

Hembusan udara panas yang keluar dari AC bisa saja terjadi karena terjadi kebocoran pada Refrigeran. Kebocoran refrigeran dapat terjadi di sembarang tempat di seluruh proses ketika AC menyala. 

Adapun Refrigerant atau zat pendingin berperan sebagai fluida kerja di dalam mesin refrigerasi, pengkondisian udara, dan sistem pompa kalor. Dengan adanya refrigeran maka berguna untuk meredam panas dan menjaga kabin tetap dingin.

Nah, jika  AC mobil panas karena refrigerant bocor, terkadang agak sulit untuk menemukan di mana kebocoran terjadi.

2. Kondensor bermasalah

Masalah AC panas bisa saja terjadi karena kondensor terhalang atau rusak. Jika kondensor terhalang, maka aliran udara yang berasal dari bagian depan mobil. Nah, jika kondensor terhalang maka bisa menjadi tidak berfungsi, sehingga mengeluarkan AC panas.

Selain terhalang, kondensor AC juga bisa mengalami kerusakan karena beberapa hal. Salah satunya terkena butiran batu atau debu ketika mobil melaju.

3. Kabel rusak

AC panas juga bisa terjadi karena perkabelan yang berhubungan dengan sistem pending ini mengalami kerusakan, atau seperti kabel putus. 

Jika memang OLXer tidak mengetahui bagian mana saja kabel mengalami kerusakan. Maka sebaiknya periksa ke bengkel AC terdekat

4. Kipas pendingin rusak

Fungsi kipas pada AC agar mampu membuat komponen ini tetap dingin. Nah, jika kipas AC bermasalah dan tidak berfungsi, sudah tidak diragukan lagi, bahwa bagian kipas AC bermasalah.

5. Kompresor mati

AC mobil juga punya komponen berupa kompresor. Sesuai namanya, kompresor bekerja dengan mengompresi udara dan menciptakan perbedaan tekanan untuk mendaur refrigeran di AC.

Penyebab kompresor AC mati bisa juga terjadi karena penggunaannya dilakukan secara terus menerus. 

6. Aktuator rusak

Ada bagian pada AC yang disebut aktuator. Aktuator mengontrol pembukaan dan penutupan aliran udara. Ketika aktuator rusa, maka tidak akan bisa mengontrol buka tutup pintu.

Perlu dicatat, jika memang AC menjadi panas namun OLXer tak bisa berbuat banyak , maka solusi yang harus dilakukan adalah mengganti komponen atau memperbaikinya di bengkel AC terpercaya. 

 

Masih Pandemi, Mobil Bekas Jenis Ini Bakal Laris Jelang Akhir Tahun

0

Akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selaku asosiasi industri kendaraan bermotor di Tanah Air kembali merevisi target penjualan sampai akhir 2020, dari 600 ribu unit menjadi 525 ribu unit.

Sebelumnya, Gaikindo memang menargetkan wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) pada 2020 bisa tembus 1,05 juta unit. Hanya saja, hal ini harus pupus, karena tak sedikit masyarakat justru mengurungkan niatnya membeli mobil baru, dengan banyak faktor

Lalu bagaimana dengan pasar mobil bekas apakah justru mengalami kenaikan, mengingat mobil bekas disebut-sebut harganya lebih miring, dan dipercaya dapat mengurangi resiko terpapar virus corona dari penumpang lain di transportasi umum.

Menanggapi hal tersebut, Chief Operating Officer Halomoan Fischer mengatakan memang tak menampik jika menggunakan mobil pribadi akan lebih aman.

“Tapi, tidak semua juga orang beralih ke mobil pribadi. Ada segmen tertentu yang punya being power dengan kepraktisan ingin memiliki mobil pribadi agar lebih save,” ungkap Fischer saat acara Ngobrol Virtual bersama Forwot, Rabu (18/11/2020).

Selain itu, Fisher mengatakan, pasar mobil baru atau bekas sama-sama mengalami penurunan selama pandemi. Bahkan, munculnya wacana penghapusan pajak menjadi nol persen untuk mobil baru beberapa waktu lalu, membuat pasar otomotif heboh.

“Kalau sampai mobil baru (harganya) turun 40 persen, dampaknya orang tidak akan membeli mobil bekas. Kalau memang terjadi pasti lebih memilih mobil baru daripada mobil bekas,” kata dia.

Akan tetapi, Fisher kini bisa bernafas lega, setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan tidak menyetujui wacana yang diusulkan kementerian perindustrian.

“Semuanya itu menahan pembelian, saat isu pajak nol persen untuk kendaraan baru dari segala segmen terdampak. Begitu wacana itu dikatakan masih dikaji, semua segmen jalan lagi baru setelah Oktober 2020, pasar langsung bergerak lagi, animonya naik lagi yang.paling laku sampai hari ini LCGC dan LMPV baik ada wacana pajak nol persen atau tidak,” tuturnya.

“Kenaikan penjualan mobil bekas sangat terasa (setelah wacana pajak nol persen masih dikaji kembali), dari pertengahan Oktober sampai hari ini (animo kembali naik). Kalau datanya persisnya tidak ada tapi selama isu itu bergulir, penjualan kami turun,” ujarnya.

Adapun jenis mobil bekas yang cukup dicari selama masa pandemi Covid-19 atau saat ada dan tidak ada isu pajak nol persen, yaitu mobil dengan range harga di bawah Rp 150 jutaan berupa segmen Low Cost Green Car dan Low Multi Purpose Vehicle.

“Kenapa? LCGC dan Low MPV, rasanya akan bergairah sampai November-Desember, kenapa? Karena LCGC dan Low MPV tergantung dari dukungan leasing. Kkalau dari dukungan leasing kuat, market ini akan bergerak dengan baik,” kata dia.

Fisher juga menyatakan, mobil dengan range harga di bawah Rp 150 jutaan cukup banyak dipilih masyarakat untuk pembelian kredit. Selain itu, dalam dua bulan terakhir perputaran ekonomi sudah mulai membaik.

Adapun alasan lain kenapa November-Desember cukup laris, hal ini diketahui karena akan terjadi libur panjang, yang sempat digaungkan pemerintah sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri.

Ya, meski liburan bukan cara yang tepat dan dianjurkan pemerintah apalagi ditiru di saat masa pandemi, namun faktanya hal tersebut tetap menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu bersama keluarga.

 

Bebas Biaya Balik Nama Jadi Harapan Pedagang Mobil Bekas Agar Laris di Masa Pandemi

0

Penjualan mobil bekas di Indonesia selama pandemi Covid-19 sama seperti mobil baru, yaitu mengalami penurunan hingga 40-50 persen. Setidaknya hal ini turut dirasakan perusahaan yang menjual mobil bekas dari grup Astra, Mobil88.

Menurut Chief Operating Officer Mobil88 Halomoan Fischer, turunya penjualan mobil bekas tidak hanya karena pandemi, tetapi juga resesi ekonomi yang membuat daya beli masyarakat menjadi menurun.

“Resesi dan pandemi ini akan mengakibatkan perubahan konsumen di market, dan yang bisa bertahan bisa beradaptasi secara cepat terhadap perubahan itu. Singkatnya itulah untuk kita bisa bertahan di market, dan memberikan yang terbaik di pasar,” ungkap Fischer saat acara Ngobrol Virtual yang diadakan Forwot, Rabu (19/11/2020).

Fischer mengatakan, jika sempat ada usulan pajak nol persen untuk mobil baru kepada pemerintah, maka pedagang mobil bekas, berharap untuk menggerakan pasar, maka diberikan keringanan atau dihilangkan sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

“Kalau dibilang stimulus, saya mengkaitkan dengan kebanyakan pembeli mobil bekas belum tertib untuk balik nama. Pada saat pajaknya habis, yang saya tau pembeli mobil bekas belum tertib melakukan bea balik nama,” ucap Fischer

Kata Fischer, tak sedikit pembeli mobil bekas ogah melakukan melakukan balik nama karena ada biaya yang harus dikeluarkan.

Ya, seperti diketahui melakukan proses balik nama sangat diperlukan, karena dalam kondisi tertentu nama di surat-surat tersebut bukanlah nama OLXer yang berpotensi suatu saat menjadi masalah atau cukup riskan.

Selain itu, jika mobil belum dibalik nama, maka ketika membayar pajak tahunan, OLXer harus bersedia meluangkan waktu meminjam kartu identitas, dalam hal ini KTP pemilik sebelumnya sebagai syarat pembayaran.

Fischer sendiri mengatakan, jika stimulus tersebut diberikan saat membeli mobil bekas, setidaknya pemerintah turut mendukung penjual mobil bekas yang masuk ke dalam golongan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Mobil bekas ini mungkin dibilang UMKM, karena kebanyakan toko-toko kecil, yang jualan masyarakat bawah, dan ini mungkin bisa menggerakan masyarakat bawah,” tuturnya.

 

Suzuki Nex Crossover Skuter untuk Petualang Pesaing Beat Street dan X-Ride

0

PT Suzuki Indomobil Sales divisi roda dua secara resmi meluncurkan produk sepeda motor jenis skuter matik terbaru yang disebut Suzuki Nex Crossover. Jika dilihat sekilas, tampilannya mirip Honda Beat Street dan Yamaha X-Ride karena menggunakan Naked Handlebar.

Menurut Sales & Marketing 2W Department Head PT. Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya, latar belakang kehadiran Suzuki Nex Crossover tak lain karena segmen market yang unik dan potensial untuk jenis sepeda motor entry level crossover scooter.

“Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi infrastruktur di banyak daerah yang belum seluruhnya baik, namun di lain sisi ada kebutuhan masyarakat terhadap sepeda motor yang praktis dan efisien,” ungkap Yohan dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Adapun kata Yohan, Suzuki Nex Crossover dikembangkan dari skuter Suzuki Nex II Cross yang sudah diluncurkan di Indonesia terlebih dahulu. Karena itu, ada sejumlah keunggulan dari Suzuki Nex II Cross yang masih dipertahankan pada Suzuki Nex Crossover sehingga mantap dikendarai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Fitur

Seperti disebutkan di atas, Suzuki Nex Crossover memang menggunakan model naked handle bar seperti Honda Beat Street dan Yamaha X-Ride. Bagi Suzuki, dengan adanya naked handlebar pada Nex Cross, maka bukan hanya memberi aksen tangguh dan maskulin, namun juga membuat posisi riding menjadi lebih rileks.

Oia, Suzuki Nex Crossover sudah menggunakan ban tubeless berjenis dual purpose bertapak lebar dengan ground clearance setinggi 150 mm.

Suzuki Nex Crossover juga memiliki Digital Instrument Cluster yang terlihat modern, dan informatif sehingga dapat memperlihatkan kecepatan, jarak tempuh, kapasitas bahan bakar, voltase baterai, indikator sistem FI, indikator lampu, serta petunjuk waktu.

Pada bagian jok, skuter matik ini dilapisi bahan sintetis dengan kombinasi warna dual-tone yang tersedia dalam dua pilihan warna yaitu Stronger Red-Titan Black dan Solid Black.  Tampilan jadi berbeda berkat aksen merah pada brake caliper dan rear spring sehingga menjadi berbeda dari versi Nex II Cross.

Canggihnya skuter matik ini tak lain karena untuk menyalakan mesin skuter sudah menggunakan teknologi Suzuki Easy Start System.

Suzuki Nex Crossover sudah memiliki ruang penyimpanan dual inner pocket yang besar di bagian kompartemen depan, serta floorboard yang luas agar berkendara tidak cepat lelah.

Mesin

Untuk jantung pacu, Suzuki Nex Crossover dibenamkan mesin Suzuki Eco Performance (SEP) berkapasitas 115cc, 1-cylinder, Single Over Head Camshaft (SOHC) dan teknologi Fuel Injection (FI). Dengan mesin ini daya yang dimuntahkan mencapai 9,2 tenaga kuda dan torsi 8,7 Nm.

Harga

Menyoal harga, Suzuki Nex Crossover dibanderol Rp 17,99 juta on the road Jakarta dan sudah dapat dipesan oleh konsumen melalui seluruh jaringan penjualan Suzuki mulai November 2020.