Jumat, Oktober 16, 2026
Beranda blog Halaman 1346

5 Tips Membeli Mobil Bekas Selama Pandemi Covid-19

0

Penjualan mobil di akhir tahun 2020 diharapkan dapat mengalami kenaikan. Harapan ini juga diamini penjual mobil bekas, dimana selama pandemi Covid-19 mobil seken mengalami penurunan sangat signifikan. Hal ini diperparah dengan munculnya usulan penghapusan pajak nol persen pada mobil baru.

Kendati demikian, perusahaan jual beli mobil bekas Mobil88 berharap, pada November dan Desember 2020 penjualan mobil bekas ikut mengalami hasil yang positif seiring dengan perputaran ekonomi yang lebih baik dibandingkan tujuh bulan terakhir selama pandemi. Hal tersebut juga diungkapkan Chief Operating Officer Halomoan Fischer saat acara webinar Ngobrol Virtual bersama Forwot.

Nah, bicara soal mobil bekas, Fischer memiliki beberapa tips paling tepat jika ingin membeli mobil selama pandemi.

Pertama, pilih mobil yang fungsional.  Menurut Fischer, selama pandemi sebaiknya lupakan dahulu niatan membeli mobil yang berlebihan yang akhirnya membebani secara keuangan.

“Artinya jangan terlalu wah, tapi yang penting cukup, jadi uang punya sisa,” ungkap Fischer.

Kedua, jangan tergiur harga murah. Seperti diketahui, jika bicara mobil bekas, iklan dengan harga murah memang cukup banyak dilirik. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan seberapa bagus kondisi mobil itu sendiri.

Ketiga, jangan melihat harga on the road. Kesalahan calon pembeli mobil bekas biasanya hanya melihat status on the road murah. Padahal, OLXer harus juga memperhatikan biaya untuk uang muka dan cicilan.

Bahkan, Fischer mengatakan, pernah melakukan survey kepada customer. Hasilnya, kebanyakan mereka melihat harga OTR (murah). “Padahal yang dibiayai oleh mereka adalah DP (Down Payment/uang muka) dan angsuran. Nah mereka sering terjebak di sana,” tuturnya.

Oleh karena itu, Fischer menyatakan, cermat-cermatlah dalam membeli mobil bekas, dan jangan tergiur dengan harga yang murah, tapi pada saat dibayar tiap bulan mahalnya minta ampun

Keempat, perhatikan perusahaan pembiayaan. Menurut Fischer, untuk konsumen yang membeli mobil bekas, setidaknya sebanyak 80 persen masih melakukan kredit.

“Jadi kalau mau beli kredit, sasarannya low segmen yang customer kebanyakan daya belinya pas-pasan.  Sebenarnya kasihan kalau sampai harus tak untung, karena salah pilih leasing,” terang Fischer.

Oleh sebab itu, jika OLXer ingin membeli mobil bekas dengan cara kredit, sebaiknya cari tahu di internet leasing atau perusahaan pembiayaan mana yang cukup mengurangi beban kita saat melakukan cicilan perbulan.  

Kelima, pastikan memiliki cadangan uang segar. Sebagai tambahan, meski sudah membeli mobil, sebaiknya OLXer mempunyai dana segar untuk keperluan mendesak, termasuk adanya biaya perbaikan mobil yang dibeli.

 

Masih Pandemi, Jualan Mobil Pikap Daihatsu Gran Max Melejit

0

Penjualan otomotif jelang akhir tahun telah kini terlihat lebih bergairah. Tercatat, retail sales (penjualan dealer ke konsumen) pada Oktober 2020 naik enam persen dari bulan sebelumnya yang kini menjadi sekitar 46 ribu unit. Sedangkan wholesales (penjualan pabrik ke dealer) naik satu persen atau sekitar 49 ribu unit. Meski kecil, tetap saja hal tersebut menunjukan adanya tren positif. 

Naiknya penjualan otomotif jelang akhir tahun ternyata cukup dirasakan Daihatsu Indonesia. Bahkan Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, pasar otomotif mulai memasuki masa pemulihan dengan kenaikan pasar secara bertahap sejak sebelumnya sempat berada pada titik terendahnya di kuartal II lalu karena kondisi pandemi Covid-19.

Saat ini, kata dia, Daihatsu sendiri tetap memasang target agar perusahaannya masih berada di posisi dua brand mobil terlaris di Indonesia dengan market share minimal 17 persen.

“Jadi berapapun nanti marketnya, yang kita pertahankan ya itu (posisi ke-2). Kita kan masih di posisi dua dari target minimal 17 persen, sekarang 18 persen. Kita optimis sampai akhir tahun dengan gap posisi nomer 2-4, kita optimis nomor dua masih bisa tercapai,” ungkap Hendrayadi saat acara video conference bersama awak media, Kamis (20/11/2020).

Lebih lanjut Hendrayadi menjabarkan, penjualan Daihatsu periode Januari – Oktober 2020, capaian retail sales Daihatsu sebesar 81.623 unit, atau peningkatan market share menjadi 18 persen dibandingkan periode sama 2019 lalu sebesar 16,9 persen. 

Sedangkan pada wholesales Daihatsu, secara total mencapai 77.471 unit dengan peningkatan market share menjadi 18,4 persen jika dibandingkan periode yang sama 2019 lalu sebesar 17,7 persen.

Hanya saja, kata Hendryadi, jelang akhir 2020, kenaikan penjualan justru sangat terlihat pada segmen komersial. Tak terkecuali Daihatsu Gran Max Pikap yang penjualan melejit.

Secara bulanan, retail sales Daihatsu pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 8.135 unit, dengan Gran Max Pick Up kontributor di peringkat pertama dengan capaian sebanyak 2.827 unit, atau berkontribusi sebesar 34,8 persen, disusul Sigra sebesar 1.782 unit (21,9 persen), dan Ayla 1.013 unit (12,5 persen).

“Kami berharap peningkatan penjualan di sektor otomotif dapat membantu pemulihan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Hendrayadi 

 

Ini Alasan Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik

0

Indonesia siap sambut era kendaraan listrik dalam waktu dekat. Regulasi terkait insentif bagi produsen yang memproduksi dan menjual kendaraan berbasis Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) sudah rampung dan siap disosialisasikan.

Targetnya, di 2025 nanti penjualan kendaraan 20 persen bakal disumbangkan oleh kendaraan berbasis baterai seperti mobil strong hybrid dan mild hybrid. 

“Jadi di 2025 nanti akan terjadi perubahan komposisi, 80 persen penjualan dari kendaraan Internal Combustion Engine (ICE), sisanya 20 persen dari LCEV,” ungkap Dirjen ILMATE Kemenperin, Taufiek Bawazier beberapa waktu lalu. 

Namun dengan begitu, bukan berarti kendaraan mesin konvensional sudah tidak dijual lagi. ICE masih tetap ada karena saat ini masih memberikan kontribusi 99 persen Produk Domestik Bruto (PDB).  

“Disini kami berusaha memberikan ruang untuk kemajuan teknologi baterai listrik, hybrid sampai dengan plug-in dan sebagainya. Kami juga sudah rancang teknologi fuel hidrogen di masa depan, karena di Eropa teknologi ini sudah mulai di 2035,” tambah Taufik Bawazier.

Dijelaskan olehnya, kuatnya keinginan Pemerintah mendorong percepatan pengembangan LCEV di Indonesia didorong berbagai faktor, mulai dari masuknya investasi baru hingga peningkatan nilai manfaat sumber daya alam Indonesia. 

“Saat ini sudah ada beberapa merek otomotif yang sudah melakukan investasi pengembangan teknologi kendaraan listrik. Kita sudah buat roadmap yang jelas untuk urusan ini, tinggal menunggu kehadiran investasi lainnya.”

Di sektor pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan bio etanol dan bio solar sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi untuk upaya penghematan hingga Rp 43 triliun impor solar dan fuel. 

“Nilai tambah dari sektor kelapa sawit itu bisa mencapai Rp 9,68 triliun, kalau kita konversikan dengan karbon, dihitung dengan rupiah itu bisa mencapai hingga Rp 9,91 triliun,” ungkapnya.

Mendorong Perkembangan IKM Kendaraan Listrik 

Dengan semakin banyaknya bermunculan pabrik mobil listrik di Indonesia nantinya diharapkan semakin banyak pula industri-industri komponen yang akan memproduksi kebutuhan pembuatan mobil listrik.

“Kita punya konsep Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), jadi nantinya proses IKD dan CKD itu dilakukan di dalam negeri. Kalau dibangun di sini, secara otomatis membangun Industri Kecil dan Menengah (IKM). Syarat dari kami kepada para produsen mobil listrik di tahun 2030 TKDN ini bisa mencapai hingga 80 persen.”

Tentunya dengan catatan komponen yang diproduksi tetap memperhatikan kualitas dan sesuai dengan kebutuhan produsen. 

Untuk menuju ke arah sana, Pemerintah dalam hal ini Kemenperin akan melakukan program pembinaan kepada IKM. Dengan demikian IKM ini jadi kebutuhan produsen. 

“Pelatihan pasti akan kita lakukan untuk mendorong peningkatan teman-teman di IKM, khususnya yang terkait antara industri kendaraan listrik dengan IKM. Ini kita dorong sehingga match, antara kualitas yang dihasilkan dengan kebutuhan OEM,” ujarnya. 

Meskipun tidak akan sebanyak komponen di ICE karena mobil listrik mungkin hanya terdiri dari baterai, body dan sebagainya, intinya berkurang cukup banyak, namun paling tidak IKM tetap jalan. 

“IKM akan menyuplai komponen ke produsen, karena tidak mungkin dikerjakan sendiri,  pasti membutuhkan suplier-suplier tier 2 dan 3 dari dalam negeri. Konsep ini yang akan kita bangun sehingga fundamental dari ekonomi kita kuat,” tutup Taufik.

Mengenal Istilah Pulse dan Threshold dalam Teknik Pengereman

0

Salah satu instrumen penting pada kendaraan adalah sistem pengereman. Fungsinya adalah mengurangi laju kendaraan atau menghentikan kendaraan. Mengingat pentingnya fungsi rem ini, tentu sangat dianjurkan kepada semua pengendara agar selalu menjaga performa kerja rem di kendaraan, baik itu mobil maupun motor.

Selain menjaga fungsi pengereman, perlu juga untuk mengetahui berbagai teori pengereman yang bisa diaplikasikan selama berkendara.

Khusus kendaraan yang belum dilengkapi fitur rem ABS (anti-lock braking system) kinerja rem memang belum optimal. Untuk mengakalinya, ada dua teknik mengerem yang bisa diaplikasikan, pulse dan threshold. Keduanya punya teknik berbeda.

Tetapi kembali lagi, kunci utama untuk pengereman yang sempurna tergantung pada grip ban ke aspal atau permukaan jalan. Secanggih apapun spesifikasi rem mobil tersebut, jika kondisi ban tidak bisa menghasilkan grip yag sempurna pada permukaan jalan, maka pengereman tidak berjalan dengan baik. 

Nah, sekarang kita bahas dua teknik pengereman tersebut :

Teknik Pulse

Teknik ini meniru cara kerja ABS (anti-lock braking system). Caranya dengan menginjak pedal rem secara kuat dengan metode injak-lepas berulang kali secara cepat. Jika digambarkan, sama seperti saat memompa ban sepeda menggunakan pompa kaki. 

Tujuannya agar roda tidak mengunci dan kekuatan pengereman lebih optimal. Teknik ini bermanfaat untuk mobil yang belum menggunakan teknologi ABS.

Teknik Threshold

Teknik kedua disebut dengan threshold atau injakan mengambang. Sama seperti teknik pulse, pedal rem diinjak secara kuat sampai mendekati batas penguncian, kemudian diangkat secara perlahan hingga seperti injakan yang mengambang.

Yang harus diperhatikan adalah saat kaki diangkat, jangan dilakukan dengan cepat, tapi perlahan. Untuk tahu batas rem telah tercapai cukup mendengarkan suara berdecit pelan dari ban. Jika mendengarkan suara tersebut, disitulah momen kaki harus melepas injakan pada pedal rem dengan perlahan.

Teknik pengereman ini memang perlu waktu dan latihan agar kaki lebih terbiasa untuk melepas pedal lebih halus serta menghindari kaki menginjak pedal rem hingga melewati batas penguncian roda yang akan membuat mobil tidak stabil.

Hasil dari jarak pengereman dengan teknik threshold juga berbeda-beda, tergantung dari permukaan dan kecepatan. Mengerem di jalanan kering hasilnya berbeda dengan jalanan basah. Begitu pula saat mengerem dengan kecepatan 100 km/jam tentu berbeda dengan 40 km/jam.

Beruntungnya sekarang karena hampir seluruh model terbaru mobil Toyota di semua segmen kendaraan penumpang, sistem pengeremannya sudah dibekali fitur ABS, sehingga pemilik kendaraan penumpang merek Toyota sudah tidak perlu fokus untuk melakukan kedua teknik pengereman tersebut.

Tak Mau Disebut Ketinggalan, Toyota Indonesia Segera Luncurkan Mobil Listrik

0

Toyota sejak satu dekade lalu sudah menjadi pionir kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Lewat PT Toyota Astra Motor (TAM), di 2009 Toyota mulai menjual Prius HEV, disusul setahun berikutnya giliran segmen pasar kendaraan premium dijejali dengan mobil hybrid Lexus LS.

Penerimaan masyarakat akan kehadiran teknologi mobil hybrid berangsur-angsur terus membaik. Permintaan akan jenis kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat energi ini terus meningkat. Dengan 8 model kendaraan elektrifikasi yang dimiliki, sampai saat ini Toyota sudah berhasil menjual lebih dari 3.300 unit.

Seiring dengan keinginan pemerintah yang terus membuka peluang berkembangnya pasar kendaraan elektrifikasi dan membuka pintu selebar-lebarnya untuk mobil listrik di Indonesia, Toyota sebagai pionir tentu tidak mau ketinggalan. 

Apalagi saat ini sudah ada beberapa pabrikan lain yang mulai memasarkan model kendaraan dengan teknologi full elektrik di Indonesia. 

Melihat peluang teknologi elektrifikasi yang sekarang semakin bisa diterima masyarakat, ditambah dengan market yang juga terus berkembang, Toyota Indonesia dalam waktu dekat bermaksud meluncurkan model BEV-nya lewat merek Lexus, diduga model tersebut adalah Lexus UX 300e.

“Kami punya banyak pilihan teknologi elektrifikasi, dimana kami sudah siapkan tiga teknologi elektrifikasi, baik itu HEV, PHEV, dan Battery Full EV untuk pelanggan di Indonesia. Ini tentu menjadi milestone penting agar kami terus melakukan study untuk melebarkan pilihan yang lebih lengkap di masa depan, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Kazunori Minamide, Rabu (18/11/2020).

Model BEV pertama Lexus di Indonesia ini akan dijual retail dan dapat dibeli untuk melengkapi pilihan-pilihan kendaraan elektrifikasi dengan model HEV yang sudah ada sebelumnya baik di brand Lexus maupun Toyota seperti Camry, Alphard, Corolla Cross.

“Sudah waktunya kami memulai titik baru, dimana teknologi elektrifikasi akan bersanding satu dengan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari tiap pelanggan berdasarkan kelebihan dan tantangan dari masing-masing teknologi,” sebut President Director PT Toyota-Astra Motor, Susumu Matsuda.

Disinggung kenapa baru saat ini Toyota mau menghadirkan teknologi BEV setelah kompetitor mulai ramai memasarkan model tersebut di Indonesia, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto memberi alasan bahwa ini merupakan bagian dari strategi Toyota. 

“Toyota sebenarnya sudah mulai memperkenalkan teknologi kendaraan elektrifikasi di Indonesia sejak 10 tahun lalu. Kemudian berjalannya waktu kami menghadirkan lebih banyak lagi pilihan untuk masyarakat. Dan saat ini kita merasa adalah timing yang pas untuk memperkenalkan teknologi elektrifikasi yang lebih tinggi lagi, dimana masyarakat sudah banyak yang paham kendaraan elektrifikasi. Yang pasti, dalam mempersiapkan produk kita selalu pertimbangkan semua hal, makanya kita lakukan semua ini step by step,” pungkas Henry Tanoto.

Satu Tahun Perjalanan Komunitas Reaksi Cepat Suzuki, Hadirkan Program Peduli Antisipasi Banjir

0

Suzuki Club Reaksi Cepat (SCRC) baru saja genap berusia satu tahun. Memperingati hari jadinya tersebut, komunitas ini menggandeng PT Suzuki Indomobil Sales dan Indonesian Offroad Federation (IOF) mencanangkan program Peduli Antisipasi Banjir Jabodetabek yang akan berlangsung hingga awal 2021.

Program ini guna mengantisipasi risiko bencana banjir yang mungkin terjadi di Jabodetabek mengingat curah hujan yang cukup tinggi di penghujung tahun hingga awal tahun nanti.

Apalagi saat ini kita masih sama-sama berjuang dalam memerangi wabah COVID-19 yang tentunya akan semakin memperbesar tantangan dalam menghadapi banjir. 

Lewat pencanangan program ini, Tim SCRC mendapat dukungan penuh dari Suzuki Indonesia berupa 1 unit New Carry Ambulance lengkap dengan peralatan medis serta 1 unit mobil Box New Carry. 

Untuk keperluan evakuasi korban banjir, juga ada perahu karet 260 bermesin Suzuki 15PK (Suzuki DT 15 AL), perahu karet 470 Selilingger dengan mesin Suzuki 40PK (Suzuki DT 40 WL), RIB boat, alat selam scuba serta perangkat radio komunikasi sebagai sarana pendukung.

Dukungan juga datang dari komunitas 4X4 Perwira AAU 98 atau biasa disebut K4K4P 98 yang akan mengawal mobilisasi SCRC ke area bencana, baik untuk tujuan pendistribusian peralatan, relawan, dan bantuan lainnya termasuk kendaraan ke medan yang sulit.

Seluruh sarana serta dukungan ini diharapkan mampu memaksimalkan kinerja tim SCRC dalam menangani bencana banjir jika nanti benar-benar terjadi. 

“Merayakan usia setahun perjalanan SCRC, kami menginisiasi program ini untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam pemetaan prioritas bantuan. Meskipun memang tidak akan mudah karena tantangannya lebih berat. Selain menghadapi potensi banjir kami juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan masyarakat serta relawan dalam penanggulangan bencana banjir,” ungkap Octavian Sc (Koko), Ketua Harian SCRC dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020). 

Nantinya, lewat program ini, seluruh masyarakat Jabodetabek terdampak banjir membutuhkan bantuan dan pertolongan evakuasi, bisa langsung menghubungi layanan Hotline SCRC di nomor 0896-5838-8850.

Inisiasi positif SCRC merayakan usia 1 tahun ini juga mendapat tanggapan positif dari pihak PT Suzuki Indomobil Slaes (SIS). “Kami berterima kasih kepada Suzuki Club Reaksi Cepat yang dengan sigap mencanangkan program Peduli Antisipasi Banjir Jabodetabek. Kami akan mendukung seoptimal mungkin dalam memberikan bantuan. Semoga kegiatan ini akan menguatkan kita semua, khususnya dalam situasi dan kondisi seperti sekarang,” sambut 4W Marketing Director PT SIS, Donny Saputra.

Sejarah berdirinya SCRC dimulai pada 28 September 2019 di Jakarta. Sebanyak 14 klub mobil Suzuki memiliki perwakilannya di SCRC dan kini sudah berjumlah 300 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Begini Strategi Toyota Untuk Semakin Mempopulerkan Mobil Listrik di Indonesia

0

Sukses membangun pasar kendaraan elektrifikasi dengan meniagakan Toyota Prius berteknologi hybrid di 2009, kemudian kini menawarkan 8 model kendaraan elektrifikasi mulai dari jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) maupun Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kepada konsumen di Indonesia, Toyota sekarang sudah siap memperluas pasar mobil elektrifikasi dengan model Battery Electric Vehicle (BEV).

Cukup lama memang penantian masyarakat akan hadirnya model elektrifikasi paling canggih ini. Toyota butuh waktu untuk melakukan study dalam menentukan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat dan tren yang berkembang. 

Dengan dorongan dari pemerintah saat ini untuk percepatan teknologi mobil listrik, sekarang menjadi waktu yang tepat bagi Toyota Indonesia untuk menghadirkan kendaraan elektrifikasi jenis BEV.

“Sejalan dengan keinginan positif pemerintah Indonesia untuk mengakselerasi kendaraan elektrifikasi dan juga infrastruktur yang mulai di bangun, Toyota juga melangkah lebih maju lagi dimana kami akan menghadirkan teknologi elektrifikasi yang lengkap. Setelah sebelumnya kami menghadirkan HEV dan PHEV, selanjutnya adalah melengkapinya dengan teknologi BEV,”  kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, Rabu (18/11/2020).

Masyarakat nantinya punya lebih banyak dalam pilihan kendaraan elektrifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masing-masing.  

Strategi selanjutnya yang akan dilakukan oleh Toyota Indonesia adalah terus mempopulerkan model BEV di Indonesia agar bisa menciptakan demand. 

Berbagai langkah ditempuh, salah satunya dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat agar semakin terbiasa dan kenal dengan teknologi ini.

Saat ini PT Toyota Astra Motor (TAM) tengah menjalin kerjasama dengan ITDC Nusa Dua untuk mempersiapkan dan membangun konsep EV Ecotourism di kawasan Nusa Dua Bali.

Melalui kerjasama ini, Toyota menyediakan layanan mobilitas yang terintegrasi bagi semua masyarakat dan turis yang ingin mencoba menggunakan kendaraan BEV di Bali. Ini sekaligus mendukung bergairahnya kembali pariwisata di Bali dan Indonesia secara keseluruhan yang saat ini tengah lesu akibat pandemi COVID-19. 

Strategi berbeda diterapkan Toyota untuk mempopulerkan kendaraan teknologi PHEV. Di bulan Maret 2020 lalu, Toyota menggandeng perusahaan taksi untuk penyediaan armada taksi jenis PHEV dalam jumlah banyak sehingga semakin banyak lagi orang yang dapat merasakan pengalaman dengan kendaraan elektrifikasi.

“Dengan berbagai pendekatan yang berbeda dan dengan tujuan untuk makin melengkapi pilihan kendaraan elektrifikasi, kami percaya setiap lapisan masyarakat punya kesempatan merasakan langsung dan menggunakan kendaraan elektrifikasi secara optimal, baik dengan cara memiliki, pengalaman dengan kendaraan umum, maupun mencobanya di Ecotourism yang saat ini sedang kami siapkan di Bali,” pungkas Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director TAM.

Honda Blak-Blakan Telanjangi Prototipe Honda Civic Generasi ke-11 di Twitch

0

Honda Civic merupakan satu dari tiga mobil yang terlaris di Amerika Serikat. Hadir di negara adidaya tersebut sejak tahun 1973, terhitung sudah hampir 12 juta unit Honda CIvic terjual disana.

Kabar terbaru, prototipe Honda Civic generasi ke-11 muncul untuk pertama kalinya di Twitch, platform streaming dan media sosial untuk para penikmat video game. Lewat pendekatan ini pabrikan mobil Jepang tersebut ingin menyasar kaum milenial sebagai konsumen Honda Civic baru ini. Bahkan Honda tanpa malu-malu menelanjangi mobil tersebut dari desain eksterior, interior maupun fitur-fiturnya.  

Di platform tersebut, prototipe Honda Civic generasi terbaru ini menampilkan beberapa tampilan foto yang cukup menarik perhatian karena model ikonik Honda ini tampil dengan warna baru mencolok, Solar Flare Pearl. 

Amerika Serikat sendiri memang negara yang paling bersahabat dengan Honda Civic. Selain sebagai mobil terlaris disana, model ini juga pernah booming serta menjadi kendaraan nomor satu pilihan kaum milenial sejak 2011. 

Secara tampilan, Honda Civic generasi ke-11 hadir dengan wajah baru yang lebih canggih, menekankan perawakan rendah dan lebar dengan elemen horizontal yang kuat. Sementara di bagian belakang, desain lampu belakang terbaru menambah kesan lebar dan kestabilan di jalan. 

Sementara untuk urusan interior pun tidak kalah menarik karena Honda sudah melakukan perubahan bentuk yang cukup signifikan. Panel dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu visual pengemudi untuk mengakses jalan di depan dengan lebih jelas. 

Untuk bagian dashboard, aksen honeycomb bukan sekadar menjadi instrumen penyegar di dalam kabin, lebih dari itu, desain ini untuk menyembunyikan ventilasi udara secara visual. Termasuk desain dari meter cluster yang juga sekarang serba digital dan penggunaan layar touch screen berukuran 9 inci full HD Display. 

Dari segi fitur, nantinya Civic generasi ke-11 juga mendapat peningkatan sistem keselamatan aktif dan pasif terbaru, termasuk teknologi Honda Sensing. 

Buat pecinta Honda Civic di dunia, harap bersabar karena rencana nya seluruh line-up Honda Civic yang terbaru ini baru meluncur pada musim semi 2021 dengan peluncuran Honda Civic Sedan, lalu diikuti oleh Honda Civic Hatchback, Honda Civic Si dan Honda Civic Type R.

Itu pun baru untuk pasar Amerika Serikat dulu, apakah nanti Indonesia juga menyusul untuk menjualnya? Ditunggu saja perkembangannya!.

Lilik dan Balda Lanjutkan Misi Kumpulkan Surat Cinta untuk Ibu ke Kota Dili

0

Bikers di Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Lilik Gunawan, pembesut motor Yamaha Nmax dari Jambi yang berhasil menjejakkan kakinya di Makkah bersama Balda, putranya yang berusia 5 tahun dengan perjalanan touring panjang Jambi-Makkah menggunakan Nmax.

Perjalanan ini mencatatkan nama Lilik Gunawan sebagai salah satu bikers Tanah Air yang sukses melakukan perjalanan panjang lintas negara menggunakan sepeda motor. 

Kali ini, Lilik bakal kembali melakukan perjalanan jarak jauh dengan rute Jambi menuju Timor Leste, bedanya karena di perjalanan ini Lilik mengganti tunggangannya dengan All New Nmax 155 Connected varian ABS.

Menempuh perjalanan sejauh 5.000 km, Lilik memulai perjalanan dari kota Merangin, Jambi, pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu dan ditargetkan sampai di Dili, Timor Leste bulan Desember mendatang.

Perjalanan ini merupakan lanjutan dari misi “Ride for Mom” yang telah digagas lama dalam upayanya mengumpulkan surat atau kisah cinta untuk ibu untuk bahan penulisan buku yang akan dirilis olehnya. 

Tujuannya ke Dili adalah bertemu dengan Xanana Gusmao untuk mengambil “Surat Cinta untuk Ibu” yang ditulis langsung oleh Presiden pertama negara Timor Leste tersebut.

Untuk memastikan perjalanannya lancar tanpa kendala selama perjalanan, khususnya kendala teknis di Yamaha Nmax terbarunya, Lilik saat memasuki Kota Jakarta menyempatkan diri mengunjungi Yamaha Flagship Shop, Cempaka Putih, pada hari Kamis (12/11/2020) untuk melakukan pengecekan.

“Saya menyempatkan untuk mengecek kondisi motor terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Dili bersama Balda. Rencananya, kita akan lanjutkan perjalanan dengan mengambil rute jalur Selatan dan singgah di beberapa kota untuk menghadiri undangan dari rekan-rekan komunitas Yamaha,” ungkapnya saat berbagi cerita terkait touring ini di Jakarta. 

Tentunya ini adalah perjalanan yang penuh tantangan mental serta menuntut daya tahan fisiknya dan juga Balda, putranya. Selain itu Lilik juga mengusung misi untuk menguji ketangguhan Nmax generasi terbaru menaklukan jalur timur Indonesia yang banyak didominasi oleh tikungan-tikungan tajam.

“Saya yakin All New NMAX 155 Connected bisa mengantarkan saya ke Timor Leste dengan lancar dan lebih nyaman. Karena memang banyak fitur-fitur baru seperti Dual Channel ABS dan TCS (Traction Control System) yang akan sangat membantu dalam menghadapi jalur timur yang terkenal dengan istilah jalur 1.000 tikungan. Apalagi saat ini ada Y-Connect, informasi terkait kondisi sepeda motor bisa lebih akurat, jadi bisa mengantisipasi kerusakan-kerusakan bila terjadi di tengah jalan,” pungkasnya.

Well, hati-hati di jalan bro Lilik dan Balda, semoga sampai tujuan dengan selamat dan kembali lagi ke Jambi juga tanpa hambatan. 

 

Lengkapi Pilihan Kendaraan Elektrifikasi, Toyota Luncurkan Model BEV Pertamanya Pekan Depan

0

Toyota Prius Hybrid merupakan kendaraan elektrifikasi pertama yang dipasarkan di dunia. Sebagai pionir di segmen kendaraan ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, Toyota sudah meluncurkan lebih dari 40 model kendaraan elektrifikasi dengan total penjualan lebih dari 15 juta unit di seluruh dunia. 

Belasan juta unit kendaraan elektrifikasi Toyota yang terjual ini setidaknya sudah berkontribusi dalam mengurangi produksi emisi CO2 sebanyak 125 juta ton atau setara dengan konsumsi 47 miliar liter bahan bakar.

DI Indonesia sendiri, komitmen dalam memperbaiki kualitas lingkungan serta menjadi solusi mobilitas masyarakat dengan menyediakan beragam teknologi kendaraan roda empat juga terus digaungkan. 

Toyota menjadi pionir kendaraan elektrifikasi di Indonesia karena sejak tahun 2009 sudah memasarkan Toyota Prius HEV. Disusul setahun berikutnya hadir Lexus LS HEV untuk segmen high-end. 

Saat ini ini, tidak kurang 8 model kendaraan elektrifikasi sudah dipasarkan Toyota di Indonesia dengan angka penjualan hingga akhir Oktober 2020 mencapai lebih dari 3.300 unit.

Tapi ini dirasa belum lengkap karena Toyota belum menjual satu pun dari model Battery Full Electric Vehicle-nya (BEV) di Indonesia. 

Semakin tingginya pemahaman konsumen akan keunggulan kendaraan elektrifikasi dengan ditandai meningkatnya demand akan mobil jenis hybrid, plug-in hybrid sampai mobil listrik, membuat Toyota Indonesia sampai pada keputusan untuk ikut meramaikan pasar mobil listrik nasional.

“Kami melihat kendaraan elektrifikasi akan jadi step penting di Indonesia, itu alasannya mengapa kami sudah mengenalkan teknologi ini dalam satu dekade terakhir. Kami akan terus dukung pemerintah dalam mengembangkan teknologi ini dan kami yakin ini akan berhasil karena semua stakeholder sudah menuju arah sana,” beber Henry Tanoto, Vice President PT Toyota Astra Motor, Rabu (18/11/2020).

Dan untuk pertama kalinya, Toyota Indonesia akan menjual salah satu kendaraan BEV secara resmi, melalui Premiere First-ever All Electric Lexus di kawasan Asia Tenggara pada hari Rabu, 25 November 2020 mendatang.

Harapannya dengan hadirnya Lexus sebagai mobil full listrik pertama Toyota di Indonesia, maka pilihan untuk segmen ini semakin beragam, sejalan dengan komitmen Toyota untuk menghadirkan pilihan teknologi yang lengkap.

Keseriusan Toyota Indonesia menggarap segmen kendaraan elektrifikasi juga tidak hanya sebatas menjual berbagai kendaraan berteknologi elektrifikasi semata. Bahkan Toyota juga bermaksud menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan HEV di tahun 2022. 

“Kami senang sekali karena pemerintah juga punya semangat yang sama dalam mendukung pengembangan kendaraan elektrifikasi. Dan sebagai wujud komitmen lebih lanjut, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai produsen produk Toyota di Indonesia akan memproduksi kendaraan HEV secara lokal mulai tahun 2022 untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor, sambil terus melihat kesempatan untuk memperluas produksi lokal kendaraan berteknologi elektrifikasi lainnya,” tutup Henry Tanoto.