Merek Hyundai di Indonesia melanjutkan komitmennya di Tanah Air dengan terus melanjutkan proses pembangunan fasilitas produksinya yang berada di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.
Sejauh ini proses pembangunan fasilitas produksi tersebut sudah mencapai 50 persen, dan targetnya tahun depan sudah siap beroperasi.
“Pembangunan pabrik mobil PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) saat ini sudah mencapai 50 persen, meski di tengah pandemi COVID-19,” ungkap Plt Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Ayodhia Kalake, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (5/10/2020).
Menurutnya, pabrikan mobil asal Korea Selatan tersebut melihat potensi besar pasar domestik Indonesia dan tertarik menanam investasi dengan nilai sangat besar, untuk membangun dan mengembangkan mobil listrik berbasis baterai.
Dalam nota kesepahaman dengan Pemerintah Indonesia, Hyundai menggelontorkan investasi bernilai US$ 1,55 miliar atau sekitar Rp 21 triliun, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat basis produksi pertama Hyundai di kawasan Asia Tenggara.
Nantinya pabrik Hyundai di Indonesia akan memproduksi kendaraan tipe SUV, MPV, sedan, hingga mobil listrik atau electric vehicle (EV) dengan kapasitas terpasang penuh mencapai 250.000 unit kendaraan per tahun.
“Nilai ekonominya sangat besar, ini akan generate ekonomi dan investasi. Diharapkan juga bisa merekrut tenaga kerja lokal dan juga tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah juga,” tutur Ayodhia Kalake.
Berbicara teknologi mobil listrik, pihak Pemerintah Indonesia mengaku sudah membuka serta menawarkan kesempatan kepada pabrikan mobil lainnya untuk berinvestasi di Tanah Air dalam membangun fasilitas mobil listrik.
“Pada dasarnya kami terbuka kepada seluruh merek, minggu lalu kami adakan diskusi. Kami tawarkan ke industri otomotif Jerman untuk bisa berpartisipasi dan berinvestasi di dalam pengadaan kendaraan listrik Indonesia,” jelasnya.
Lebih jauh Ayodhia menegaskan bahwa Pemerintah terus mendorong pabrikan mobil lainnya yang sudah hadir lebih dulu di Indonesia untuk bertransformasi ke mobil listrik berbasis baterai.
Pabrikan otomotif manapun tentu butuh campur tangan media sebagai saluran publikasi dalam memperkenalkan produk serta layanannya.
Dalam hal ini tugas media harus selalu netral dan memberikan gambaran objektif mengenai sebuah produk yang dirilis untuk dinikmati para pembaca. Namun belakangan hal ini begitu sulit bila berbicara soal Tesla.
Elon Musk, CEO Tesla memutuskan untuk memberangus divisi Hubungan Masyarakat atau Public Relation-nya serta menutup komunikasi dengan semua media.
Keputusan ini dilatarbelakangi kemarahan Elon Musk atas pemberitaan miring terkait produk Tesla. CEO Tesla ini salah menafsirkan kritik yang ditulis oleh berbagai media terkait produk electric vehicle Tesla.
Alih-alih melakukan pendekatan seimbang, Musk malah berbalik melihat media sebagai musuh perusahaan, tulis autoevolution, Selasa (6/10/2020).
Bulan lalu, dalam acara Battery Day, Elon Musk membeberkan soal rencana dalam menghadirkan teknologi baterai baru. Namun ini dianggap sebagian orang tidak memenuhi harapan, sehingga media juga kurang menyambut dengan baik. Lalu muncullah berita-berita kurang positif yang menyerangnya.
Tidak lama setelah itu, Musk yang merasa kurang senang dengan berbagai pemberitaan, menyebut pers “bodoh” dan tidak memahami pentingnya hal yang sudah mereka umumkan.
Elon Musk pun akhirnya memutuskan untuk membubarkan bagian PR-nya dan memutuskan Tesla akan berjalan tanpa tim Hubungan Masyarakat (Humas).
Bagi industri otomotif global, ini adalah hal yang pertama kali terjadi, tetapi bukan Tesla namanya kalau tidak melakukan berbagai hal secara berbeda.
Contohnya, Tesla dari dulu memang sudah terkenal pelit dan tidak pernah mau mengeluarkan sedikitpun bajet untuk beriklan. Tapi tetap saja, memutuskan hubungan dengan pers dan media rasanya terlalu berlebihan.
Tesla bakal tetap terus memberikan informasi kepada media yang dianggap masih mendukung serta menghindari media yang dianggap berseberangan. Tapi tidak akan semudah itu karena sebagian besar pers sudah merasa tersinggung dan kemungkinan akan lebih banyak berita negatif soal Tesla yang akan dipublikasikan.
Masa pandemi Covid-19 rupanya tidak jadi halangan bagi merek mobil legendaris MINI. Pasalnya jenama asal Inggris, sepanjang 2020 sudah meluncurkan beberapa mobil edisi khusu dan spesial di pasar otomotif nasional.
Nah, kali ini MINI Indonesia meluncurkan New MINI Cabrio Sidewalk Edition, dengan atap bisa terbuka akan memberikan sensasi berbeda dan unik bagi pengemudi maupun penumpang.
Menurut Director of Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania, New MINI Cabrio Sidewalk Edition yang dijual sangat terbatas ini hadir dengan konsep warna terbaru, termasuk material premium, serta dikombinasikan secara sempurna untuk mereka yang ingin tampil beda dan berani berekspresi.
“Desain mewah serta unik ini dilengkapi oleh performa mesin dan sensasi berkendara go-kart khas MINI,” ungkap Jodie dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2020).
OLXer mau tau apa yang membuat New MINI Cabrio Sidewalk Edition jadi istimewa dan spesial, berikut ulasanya.
Eksterior
MINI Cabrio Sidewalk Edition
Secara keseluruhan tampilan luar New MINI Cabrio Sidewalk Edition sudah dibalut dengan lapisan cat bodi Deep Laguna Metallic.
Selain itu, mobil ini juga hadir dengan The MINI Yours Softtop Sidewalk menggunakan bahan lembut, namun tetap berguna untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari terpaan panas matahari dan juga guyuran hujan.
Pada bagian atap dijahit dengan grafik panah yang ditenun sehingga menambah kesan menarik. Atap cabriolet pada the new MINI Cabrio Sidewalk Edition ini sepenuhnya otomatis dan dapat dibuka atau ditutup secara elektrik, hampir tanpa suara dalam 18 detik sambil berkendara dengan kecepatan maksimum hingga 30km/jam
Pada bagian kaki-kaki, mobil ini menggunakan velg alloy berbentuk Scissor Spoke berukuran 17 inci yang dibalut kombinasi warna high gloss dan hitam.
Selain itu, bezel indikator samping, yang dikenal sebagai MINI side scuttle, juga menggunakan logo dan lettering khusus yang bertuliskan “SIDEWALK”, tekankan eksklusifitas model terbatas ini.
Interior
Interior MINI Cabrio Sidewalk Edition
Masuk ke dalam interior, tentu saja kesan mewah tetap dipertahankan pada mobil ini. Hanya saja, New MINI Cabrio Sidewalk Edition memiliki interior dengan karakter khas, mulai dari door sill dengan logo “SIDEWALK”.
Selain itu, kursi penumpang dibuat dengan bahan eksklusif MINI Yours Leather Lounge. Adapun permukaan kulitnya dibuat berwarna gelap dan dipadukan dengan jahitan yang kontras dalam warna Dark Petrol dan Energetic Yellow.
Selain itu, jahitan piping dengan warna Dark Petrol dan logo “SIDEWALK” menambah sentuhan gaya individu. Adapun, floor mats pada edisi istimewa ini juga dilengkapi jahitan dengan warna Dark Petrol dan Energetic Yellow.
Permukaan interior MINI Cabrio Sidewalk yang baru juga memiliki desain khusus. Trim dekoratif dengan lampu latar di sisi penumpang dalam Piano Black dikombinasikan dengan aksen Dark Petrol dan Silver.
Selain itu, door-trim elips khas MINI hadir dalam warna Dark Petrol. Makin istimewa dengan hadirnya logo “SIDEWALK” pada sports leather steering wheel dengan letak yang tersembunyi di bagian bawah dan jahitan yang kontras menjadi keistimewaan lebih lanjut pada interior new MINI Cabrio Sidewalk Edition.
Fitur
Tentu saja untuk fitur-fitur yang ada pada new MINI Cabrio Sidewalk Edition cukup lengkap. Akan tetapi, ada beberapa fitur terbaru yang sudah disiapkan, antara lain sistem infotainment yang berpusat pada center console iconic MINI dengan layar berukuran 8.8 inci dan sudah dilengkapi MINI Visual Boost with navigation System, dimana sebuah layar sentuh yang lebar dan dapat dikendalikan melalui Apple CarPlay nirkabel.
Pengemudi juga dapat semakin fokus pada kendaraan dengan wireless charging pad yang memungkinkan perangkat Anda terkoneksi dan siap digunakan pada saat sampai di tujuan. The new MINI Cabrio Sidewalk Edition juga dilengkapi dengan Harman Kardon Sound System yang memastikan musik favorit anda diputar dengan suara terbaik.
Mesin
Untuk jantung pacu, New MINI Cabrio Sidewalk Edition hanya tersedia dalam varian “Cooper S” yang dijejali mesin 2.0 liter MINI TwinPower Turbo empat-silinder yang menghasilkan daya sebesar 192 Tk dan torsi 280 Nm.
Dikawinkan dengan transmisi otomatis Steptronic 7-percepatan ditambah teknologi dual clutch hasilkan pergantian gigi yang sangat cepat, memungkinkan manuver akselerasi yang sangat sporty dan efisiensi yang dioptimalkan.
Bergantung pada situasi berkendara, pengemudi dapat beralih di antara tiga mode mengemudi – MID untuk kenyamanan, SPORT untuk meningkatkan sensitivitas pedal throttle, dan GREEN untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.
Selain itu, transmisi Steptronic tersebut memungkinkan penggunaan fungsi coasting dalam mode MID dan GREEN dan dilengkapi dengan fungsi start/stop otomatis generasi terbaru.
Harga
MINI Cabrio Sidewalk Edition
Menyoal harga, mobil yang juga cocok digunakan di perkotaan ini tersedia dalam jumlah sangat terbatas dan sudah tersedia di dealer resmi MINI Indonesia; MINI Maxindo dan MINI Plaza mulai hari ini, dengan harga Rp 880 juta off the road.
Konsumen yang membeli varian ini juga sudah dilengkapi MINI Service Inclusive, dimana program ini membebaskan semua biaya perawatan kendaraan untuk pelanggan selama lima tahun atau 60.000 km, mana saja yang lebih dulu, dan juga mencakup garansi 48 bulan tanpa batasan jarak tempuh.
Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, ternyata ingin menghadirkan mobil listrik berbentuk Sport Utility Vehicle (SUV). Ya, Honda untuk pertama kalinya memamerkan SUV e:Concept di ajang Beijing International Automotive Exhibition 2020 (Beijing Auto Show 2020) yang berlangsung 26 September – 5 Oktober 2020.
Disebutkan, e:Concept yang mengusung mesin bertenaga listrik rencananya bakal menjadi mobil yang siap diproduksi masal di masa yang akan datang.
Dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020), Honda SUV e:Concept diklaim akan menawarkan pengalaman mobilitas yang menyenangkan bagi konsumen.
Tidak disebutkan secara detail soal Honda SUV e:Concept. Hanya saja, mobil ini akan dilengkapi dengan beragam fitur canggih salah satunya Omnidirectional ADAS.
Honda e Concept
Omnidirectional ADAS sendiri merupakan generasi berikutnya dan bentuk lanjutan dari Honda SENSING, dengan performa pengenalan, prediksi, dan pengambilan keputusan saat berkendara lebih ditingkatkan.
Peningkatan ini salah satunya mungkinkan dengan melebarkan sudut kamera depan dan mengadopsi radar 360 derajat, yang memungkinkan sistem untuk mendeteksi lingkungan sekeliling kendaraan secara lebih akurat.
Adapun adanya sistem ini diharapkan dapat membantu berkendara yang aman dalam kondisi berkendara yang lebih kompleks dan beragam di jalan raya dan jalan permukaan.
Honda e Concept
Selain itu, mobil ini juga rencananya akan dilengkapi fitur Honda CONNECT, yang menampilkan fitur AI assistant interface, link smartphone, dan pembaruan dari wireless yang memungkinkan konektivitas tingkat tinggi.
“Honda terus berusaha mempercepat untuk mewujudkan visi global 2030, yakni merealisasikan masyarakat bebas karbon dan tabrakan dengan mewujudkan konsep teknologi masa depan,” tulis HOnda
Rencananya, sebagai langkah maju untuk mencapai tujuan mewujudkan hadirnya mobil ini, Honda akan memulai uji demonstrasi Omnidirectional ADAS di China sebelum akhir tahun ini.
PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) selaku distributor resmi mobil Renault di Indonesia memang mengalami sedikit kendala akibat pandemi Covid-19.
Ya, merek mobil asal Perancis ini memang sempat memiliki rencananya untuk menghadirkan produk terbaru di pasar otomotif nasional. Namun hal itu urung dilakukan karena pandemi.
Menurut Chief Operating Officer (COO) PT MRI, Davy J Tuilan, salah satu imbas yang terjadi di Indonesia tak lain karena disebabkan lockdown total di India. Korelasinya, India menjadi salah satu basis produksi Renault, hal ini pula suplai mobil Renault ke Indonesia jadi terhambat.
“Lockdown itu berdampak pada progress peluncuran beberapa mobil baru yang kami datangkan dari India. Di Chennai, lokasi pabrik Renault di India, di sana adalah zona merah darah, karena memang banyak yang terkena Covid-19,” ungkap Davy saat acara video conference bersama awak media, Kamis (1/10/2020).
Kendati demikian, untuk saat ini kondisi pabrik Renault sudah sedikit lebih membaik. Bahkan kata Davy, India sedang bertarung dengan Covid-19, dan tetap melakukan protokol kesehatan di lokasi pabrik. Alhasil, lanjut dia, impor mobil Renault saat ini aman terkendali.
Dengan ini pula, Renualt Indonesia semakin percaya diri menatap pasar otomotif nasional agar kembali bergairah seperti sedia kala.
Tambah Jaringan Dealer
Tidak hanya berjuang di tengah Covid-19, Renault rupanya ingin memperluas pasar. Bahkan 20 outlet sudah disiapkan selama 2020 namun dianggap masih kurang. Itu sebabnya, Renault berencana akan membuka jaringan dealer mencapai 42 unit pada 2021 mendatang.
“Mudah-mudahan tercapai. Melihat situasi saat ini, dengan adanya perkembangan Covid-19, mudah-mudahan bisnis dan ekonomi Indonesia sudah segera pulih, demikian pula bisnis otomotif,” terang Davy.
Seperti diketahui, saat ini dealer Renault sudah tersebar di beberapa wilayah, seperti di Jakarta, Serpong, Bintaro, BSD, Cibubur, Depok, Bandung, Cikarang, kemudian Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar dan juga Medan.
Menurut Sales and Marketing Director MRI Budi DJ, berdirinya sejumlah dealer di berbagai wilayah tak lain sebagai salah satu strategi Renault di Indonesia.
“Kami juga ada investor baru yang bergabung, khususnya untuk wilayah di Kalimantan,” tuturnya.
Kata Budi, beberapa kota di Kalimantan seperti Pontianak, Palangkaraya, Balikpapan, Samarinda dan Banjarmasin tak lepas akan menjadi target pembangunan dealer Renault.
Selain itu, beberapa pulau seperti Jawa khususnya DKI Jakarta dan Sumatera akan ada beberapa dealer Renault selanjutnya.
PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) selaku distributor resmi mobil Renault di Indonesia meluncurkan Renault Triber MCJ. Mobil Ini memiliki tampilan sangat berbeda jika dibandingkan Renault Triber pada umumnya.
Usut punya usut, Renault Triber MCJ merupakan varian yang memang sudah mengalami ubahan secara desain dengan menerapkan tambahan aksesoris di bodi mobil.
Menurut Chief Operation Officer PT MRI Davy J Tuilan, desain yang diterapkan pada Renault Triber MCJ sengaja dibuat untuk pasar Indonesia. Maka dari itu, Davy menyebut, Renault Triber MCJ Indonesia banget.
“Kehadiran Renault Triber MCJ ini, secara eksklusif hanya tersedia di negara Indonesia, untuk memenuhi selera pasar Indonesia,” ungkap Davy saat peluncurannya melalui video conference, Rabu (1/10/2020).
Disebutkan, Renault Triber MCJ sengaja dihadirkan untuk konsumen di Tanah Air Indonesia, di mana saat ini banyaknya pilihan model produk otomotif saat ini. Adapun desain dari Renault Triber MCJ setidaknya memiliki total 12 perbedaan dari Renault Triber versi RXZ.
Nah, OLXer mau tau apa saja yang menarik dari Renault Triber MCJ, berikut ulasannya:
Beberapa ubahan pada Renault Triber MCJ diklaim menjadi lebih attractive, bahkan eksterior terlihat kokoh, dinamis dengan garis-garis menyatu, mengalir dengan harmonis pada body kendaraan.
Renault Triber MCJ sejatinya memiliki dimensi yang sama seperti varian Triber lain yaitu, panjang 3.990mm, lebar 1.739 mm, jarak sumbu roda 2.636mm, jarak pijak roda 1.547mm (depan) dan 1.545 (belakang), serta ground clearance 182mm.
Adapun beberapa hal yang menjadi pembeda Renault Triber MCJ yaitu pada bagian wajah, dimana beberapa bagian mobil ini dibalut dengan kombinasi warna merah-hitam sehingga terlihat sporty, mulai dari bumper depan cangkang foglamp, gril, dan aerokit.
Bagian belakang Renault Triber
Oia, bagian depan Renault Triber MCJ sudah menggunakan kisi-kisi berdesain triple edge dibalut chrome, dan aksen sarang tawon di bagian depan.
Pada bagian samping mobil juga dipasang beberapa warna merah-hitam seperti pada side skirt dilengkapi body stripes pada door guard dan juga rumah spiona. Sementara untuk kaki-kakinya masih menggunakan alloy wheel berukuran 15 inch yang dibalut kelir gunmetal.
Bagian atap Renault Tirber MCJ
Untuk bagian belakang kelir merah dipasang pada rear guard bumper dan juga spoiler. Tentu saja hal ini untuk memberikan kesan sporty. Sementara pada bagian atap, Renault Triber MCJ sudah memiliki roof rails yang dapat menampung beban maksimal 50 kilogram.
Masuk ke dalam kabin, tampilannya memang tidak jauh berbeda dengan Triber RXZ. Kendati demikian, Renault mengklaim interior Renault Triber MCJ Edition menghadirkan konsep Ultra Modular dan Super Spacious yang secara ajaib bisa diwujudkan pada kendaraan yang hanya memiliki panjang empat meter.
Untuk sistem hiburan, mobil ini sudah dilengkapi layar sentuh multimedia berukuran delapan inci sehingga membuat terkesan modern. Belum lagi, sistem multimedia terkoneksi dengan MediaNav Evolutio, dan kompatibel dengan Android Auto, Apple CarPlay dan berbagai aplikasi juga hiburan. Anda juga bisa memutar musik atau video via USB.
Adapun berbagai fitur yang sudah ada pada mobil ini antara lain empat Airbag pada pengemudi dan penumpang, ventilasi AC setiap baris hingga baris ketiga dengan pengaturan blower terpisah, Keyless entry Smart key Card khas Renault yang dapat membuka dan mengunci pintu tanpa sentuhan jari sama sekali, tombol Start/Stop, Pengaturan ketinggian Lampu utama, Head Unit layar besar dengan fitur Navigasi, koneksi Apple Carplay dan Android Auto, 6 speaker, 2 lokasi laci pendingin, spion elektrik, dan power window, lengkap diberikan Renault Triber MCJ Edition untuk kemudahan penggunanya.
Oia untuk memberikan rasa aman, mobil ini juga sudah dilengkapi fitur keamanan berupa pengereman menggunakan Anti Lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Force Distribution (EBD).
Untuk jantung pacu tentu tidak mengalami perombakan. Sebaliknya, masih sama yaitu dibenamkan mesin 1.000 cc tiga silinder yang menghasilkan tenaga 72 Tk pada 6.250 rpm dan 96 Nm pada 3.500 rpm, kemudian dipasangkan transmisi manual lima percepatan dan AMT 5 percepatan.
Menyoal harga, Renault Triber MCJ harganya lebih mahal Rp 4 juta dari tipe RXZ. Setiap pembelian mobil ini akan mendapat pengalaman purna jual berupa bebas biaya perawatan selama satu tahun atau 20 ribu kilometer, dan garansi tiga tahun atau 100 rb km.
Membeli mobil bekas memang gampang-gampang susah. Disamping cukup cepat proses transaksinya, namun OLXer jangan sampai tertipu dengan kondisi mobil yang terlihat mulus di luar tapi bobrok di dalamnya.
Selain itu, OLXer juga harus melakukan pengecekan surat-surat kendaraan, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraa (STNK) dan juga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Nah, jika memang OLXer ingin membeli mobil bekas, ternyata ada cara mudah melakukan pengecekannya, yaitu hanya melihat dari kondisi cat. Dengan mengecek bagian cat, OLXer akan tau mana mobil terawat atau tidak.
Pasalnya, seperti dilansir Otospector, mobil bekas dengan cat orisinil akan memiliki harga yang relatif lebih tinggi dibanding mobil yang sudah dicat ulang. Apalagi kalau catnya terlihat terawat rapi, meski usia kendaraan sudah cukup tua.
Namun sayangn, orang awam kadang masih sulit membedakan mana cat yang masih asli dan mana yang sudah dicat ulang. Sulit, namun bukan berarti tidak bisa. Asalkan tahu, cara-caranya berikut ini bisa dipraktikkan. Berikut ulasannya:
1. Meraba bagian atas bumper
Bagi orang yang sudah terbiasa, tentu dapat membedakan apakah permukaannya kasar atau tidak. Lihat catnya belepotan atau tidak. Walau terlihat bersih, tapi pinggiran bodi biasanya tampak kasar, karena bagian tersebut susah diampelas.
2. Melihat gradasi warna bodi
Secara kasatmata kita bisa melihat gradasi cat dari bodi luar. Dari situ akan terlihat keaslian cat, karena mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan material fiber, seperti pada bumper. Bagian tersebut mempunyai serapan cat yang berbeda dibandingkan dengan logam. Tentu saja, tindakan ini harus dilakukan di tempat yang cukup cahaya.
3. Cat di atas side skirt
Untuk melakukan pengecekan pada bagain atas side skirt, kita harus membuka pintu mobil terlebih dulu. Sebab posisi ini biasanya tertutup oleh daun pintu dan jarang terkena pengecatan ulang. Kita bisa membandingkan cat di daerah sini dengan bagian-bagian bodi lainnya.
4. Dari sisi kaca pintu
Di dekat karet-karet, tepatnya pada bagian pinggir, ada titik-titik yang bisa kita lihat apakah cat itu orisinil atau tidak.
Untuk melakukannya kita harus membuka pintu mobil. Sebab posisi ini biasanya tertutup oleh daun pintu dan jarang terkena pengecatan ulang. Kita bisa membandingkan cat di daerah sini dengan bagian-bagian bodi lainnya.
5. Diuji menggunakan alat penguji ketebalan cat
Alat pengecek ketebalan cat (coating thckness gauge) berfungsi untuk mengukur ketebalan cat di permukaan suatu material atau benda yang akan dicat. Cukup ditempelkan saja di permukaan benda yang dicat, kita bisa tahu apakah ada lapisan cat yang lebih tebal dari biasanya. Jika ada pelapisan, itu artinya, mobil pernah dicat ulang.
Mobil yang masih memiliki cat orisinil, sedari baru, tentu akan lebih dihargai ketimbang mobil yang sudah dicat ulang. Cat yang masih asli, juga bisa menandakan pemilik sebelumnya cukup rajin dalam perawatan mobil. Hal itu bisa diartikan, bagian-bagian lain juga ikut dirawat.
Melakukan pengecekan cat mungkin tidak mudah, terutama bagi Anda yang tidak biasa. Jika memang Anda tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, silakan gunakan jasa inspeksi kendaraan yang profesional dan independen untuk membantu Anda.
PT SGMW Motor Indonesia (WulingMotors) selaku agen pemegang merek mobil Wuling di Indonesia memiliki salah satu senjata andalannya di kancah otomotif nasional yaitu dengan meluncurkan Wuling Cortez CT di Indonesia pada 8 Februari 2018. Mobil ini diklaim sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV) modern terbaru yang cocok untuk keluarga di Indonesia.
Ya, mobil ini memang memiliki perawakan cukup lebar dan panjang, bahkan kapasitas tempat duduknya bisa membawa 7-8 orang penumpang sekaligus. Sontak, mobil dengan kapasitas luas cukup digemari masyarakat di Indonesia.
Di tahun yang sama, Wuling Cortez CT mengumumkan mereka punya pilihan mesin 1.5 liter. Hal ini karena di awal kemunculannya sempat hanya menawarkan mesin 1.8 liter saja. Saat itu pula, Wuling memperkenalkan Cortez dengan dua varian yaitu C dan L.
Akan tetapi, pada Juli 2020 lalu, Wuling rupanya mengumumkan kehadiran Cortez varian termurah yaitu S yang harganya lebih terjangkau. Tak pelak harga yang ditawarkan menyasar pasar Avanza-Xenia, Mobilio, Ertiga dan Xpander. Akan tetapi, Wuling mengorbankan mesin 1.8 liter yang tak lagi dijual.
Ya, type S dianggap menjadi varian terbaru dan termurah, yang tentunya diharapkan Wuling Indonesia mampu menarik lebih banyak konsumen di kelas Low MPV. Setidaknya, usaha Wuling diharapkan dapat meramaikan pasar otomotif nasional.
Oia, satu yang membuat Wuling mudah mencuri perhatian tak lain karena kehadiran Cortez CT yang merupakan jenama China, sudah dijejali berbagai fitur menarik dan lengkap. Bahkan mobil ini juga ditawarkan dengan varian captain seat.
Perbedaan Varian Wuling Cortez CT – Wajib Tahu Sebelum Membeli
Type S
Menurut Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko Wuling Cortez CT memiliki beberapa varian yaitu S, C dan L. Tentu saja varian-varian ini memiliki beberapa perbedaan baik pada bagian eksterior maupun interior. Sedangkan untuk mesin dan transmisi masih sama yaitu menggunakan mesin turbo berkapasitas 1.5 liter yang sudah digunakan Wuling Almaz.
“Wuling Cortez CT Type S hadir sesuai dengan segmen yang sudah disasar, jadi kami melihat range harga antara Rp 200-230 juta waktu itu kami belum punya line up produk, lalu dengan Type S kita mengisi yang kosong,” ungkap Danang.
Secara kasat mata memang tak jauh berbeda bahkan bisa dibilang mirip. Namun yang jika diliihat lebih detail pada bagian wajah depan, meski sama-sama menggunakan lampu utama berteknologi LED, Cortez Type S tidak dilengkapi dengan fog lamp dan auto-on headlamp. Padahal pada varian C dan L sudah ada.
Jika dilihat dari samping, Wuling Cortez CT Type S ini masih menggunakan pelek berukuran 16 inci, hanya saja untuk model ini masih mengusung single tone, berbeda dengan di atasnya menggunakan Alloy Wheel with Machining.
Cortez CT Type S dan C juga tidak menggunakan fitur sunroof . akan tetapi tipe C dan L sudah menggunakan antena bergaya Shark Fin, sedangkan C masih short pole. Selain itu, model S juga tidak dilengkapi dengan ornamen chrome pada handle pintu, frameless wiper, rain sensing wiper, hingga spion lipat (electric foldable mirror).
Masuk ke dalam kabin juga mungkin sekilas tak ada perbedaan karena sama-sama menggunakan kombinasi dua warna. Tapi setelah melihat lebih dekat ada beberapa yang tidak sama seperti Type C dan L seperti Type S.
Jika meraba bagian interior Wuling Cortez CT Tipe S akan terasa berbeda dengan C maupun L yang lebih soft touch. Hal ini karena material yang digunakan berbahan fabric. Sementara pada varian L sendiri sudah dilapisi Leather-covered steering wheel.
Oia, untuk Type S CVT juga sudah dilengkapi pilihan jok penumpang bergaya captain seat dengan bahan jok synthetic leather seperti halnya Type L. Sementara untuk tipe C belum ada. Hal yang tidak ada pada Cortez CT Type S yaitu Convenient Electric Front Seat Adjuster seperti Type L.
Selain itu, Cortez CT Type S ini masih menggunakan tuas rem tangan seperti mobil pada umumnya, sedangkan Type C dan L sudah menggunakan rem tangan electric hanya sentuhan jari. Interior Cortez CT Type S juga tidak dilengkapi dengan sunglasses holder seperti Type L.
Cortez CT Type S juga pengaturan AC nya masih manual yang terdiri dari tiga pengaturan masih bergaya diputar seperti Type C. Sedangkan tipe di atasnya sudah digital.
Perbedaan juga terjadi pada seatbelt, untuk Type S dan L sudah dilengkapi hingga baris ke tiga. Sementara Type C hanya di baris pertama dan kedua.
Kendati demikian, Cortez CT Type S ini sudah dijejali Push Start/Stop Button, Advanced 8 inci Entertainment System, Audio Steering and Call Button, Rear Parking Camera. Akan tetapi ada juga beberapa fitur yang ternyata tidak ada pada Type S. Seperti halnya untuk fitur keselamatan Front and Rear Parking Sensor tidak dibenamkan seperti pada Type L. Selain itu, untuk model S Manual Transmision tidak dilengkapi Rear Parkir.
Wuling Cortez Type S juga tidak dilengkapi fitur Hill Hold Control seperti pada Type C dan L. Padahal fitur ini bisa membuat mobil tidak mundur ketika macet dengan kondisi jalanan miring.
Kantung udara atau airbag menjadi fitur penting. Hanya saja untuk Type S cuma ada dual SRS di bagian depan seperti Type C. Sedangkan untuk Type L sudah ada di samping.
Fitur lainnya, Wuling Cortez Type S ini sudah dilengkapi Anti Lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Force Distribution (EBD) namun tidak ada Brake Assist (BA), Electronic Stability Control (ESC), dan Immobilizer.
Kendati begitu, Cortez Type S sudah dijejali Keyless Entry, Remote Open Windows and Trunk, dan Anti-Theft System, Rear Disk Brake, USB charging, ISOFIX.
*spesifikasi lebih lengkap tersedia pada sub topik khusus membahas spesifikasi dan konfigurasi.
Perbedaan Harga Wuling Cortez CT dari Setiap Tipe
Wuling Cortez CT
Harga
Selisih Harga
CT S MT
Rp 209.000.000
CT S CVT
Rp 233.000.000
Rp 24.000.000
CT C MT
Rp 238.500.000
Rp 5.500.000
CT C CVT
Rp 255.500.000
Rp 17.000.000
CT L SVT
Rp 290.000.000
Rp 34.500.000
*harga mobil dapat mengalami perubahan dari waktu waktu baik baru atau bekas.
Dari varian Wuling Cortez CT S MT hingga varian L CVT terdapat selisih harga hampir Rp 81 juta jutaan. Tipe manakah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. Perbedaan dari masing masing tipe yang telah kami susun tentu akan mempermudah dalam mengambil keputusan tersebut.
Keunggulan Kelebihan Wuling Cortez CT
Jika OLXer ingin memilih mobil ini sebagai tunggan untuk menunjang moblitas memang tidak ada salahnya. Sebab, mobil ini memang cocok untuk masyarakat Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain
Kabin Lapang
Salah satu yang diinginkan masyarakat Indonesia yaitu memiliki mobil dengan kabin luas. Jadi tak ada salahnya memiliki Wuling Cortez CT karena sejatinya dimensi mobil ini panjangnya 4.780 mm, lebarnya 1.816 mm dan tingginya 1.755 mm. Dari segi desain bahkan mobil ini memang cocok disandingkan dengan Toyota Kijang Innova.
Kabin yang lapan ini ditunjang dengan pilihan konfigurasi kursinya, yaitu terdapat dua pilihan, 8-seater dan 7-seater dengan captain seat. Dengan kapasitas delapan penumpang tentu saja cocok sebagai mobil keluarga yang mampu mengangkut banyak penumpang.
Sedangkan untuk tujuh seater dengan captain seat juga sangat cocok bagi mereka yang ingin merasa lebih lega, dan nyaman di dalamnya. Karena tentu saja ada banyak ruang untuk kaki selonjoran.
Menariknya, ruang lega mobil ini sudah diukur untuk penumpang dewasa. Alhasil, untuk anak-anak akan jauh lebih leluasa.
Fitur Berlimpah
Seperti disebutkan sebelumnya Wuling Cortez CT ini tak pelit fitur. Bahkan jika ingin lebih lengkap, OLXer bisa memilih varian tertinggi Cortez CT tipe L dimana baik eksterior maupun interior sangat komplit.
Mesin Turbocharger
Salah satu yang tak kalah menarik lainnya dari Wuling Cortez CT ini tak lain karena dibenamkan mesin turbocharger. Bisa dikatakan untuk mesin 1.5 liter, Cortez CT adalah MPV paling bertenaga di rentang harganya.
Harga – Harga Wuling Cortez CT Bekas
Seperti diketahui, meski baru seumur jagung atau dua tahun lamanya, namun ternyata walau terkadang ada yang menjual dengan status bekas, mobil ini termasuk jadi paling banyak dicari konsumen OLX.co.id.
Di OLX, Wuling Cortez dengan kondisi tangan kedua banyak dicari. Karena desainnya cukup lebar, ditambah body lega dan performa mesin mumpuni. Harganya cukup menarik dengan seperti model Cortez lansiran 2018 dijual sebesar Rp 130 jutaan. Namun begitu ada juga beberapa harga yang berbeda-beda.
Tentu saja ada harga tinggi dan rendah, bisa sangat bervariasi, tergantung tahun perakitan, kondisi mobil, jarak tempuh kilometer, hingga kelengkapan surat-surat.
Simak beberapa rekomendasi kami berikut ini:
*harga mobil bekas berbeda beda tergantung dari kondisi mobilnya. Rekomendasi kami tidak bersifat mutlak, namun didasarkan pada harga iklan mobil bekas di OLX.
Wuling Cortez CT Harga di bawah Rp 150 juta
Apabila OLXer memiliki budget terbatas, namun tetap ingin membeli mobil Wuling Cortez. Tentu pilihannya adalah memilih yang bekas. Namun tipe seperti apa atau tahun berapa sajakah untuk budget di bawah Rp 150 juta ini?
· Cortez tahun : 2018, dan 2019
· Cortez Tipe : Pilihannya dengan transmisi manual maupun otomatis
Perlu dicatat, perbedaan harga dengan status bekas bisa saja terjadi. Jangan heran kalau satu model dan tahun produksinya sama namun harganya berbeda-beda. Sebab, untuk menentukan harga sebuah mobil bekas bisa tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi mobil, jarak tempuh, kelengkapan surat-suratnya, serta lokasi si penjual.
Belum lagi harga mobil bekas bisa saja tinggi, karena sang pemilik sangat rajin merawat mobilnya, serta pajak dibayar tepat waktu.
Skema Cicilan Wuling Cortez CT
Bagi sebagian orang mobil merupakan kebutuhan utama untuk mobilitas sehari hari, atau sebagian orang lainnya yang berfungsi sebagai gaya hidup. Apapun latar belakangnya membeli mobil bekas secara tunai tidak bisa ditempuh oleh semua orang.
Nah bagi sebagian lainnya jalur kredit atau membeli secara mencicil adalah pilihannya. Berikut simulasi untuk beli kredit Wuling Cortez
Kredit Wuling Cortez CT Cicilan Rp 1,6 juta per bulan & Rp 2,2 Juta per bulan
Membeli mobil baru atau bekas bisa juga dilakukan dengan cicilan kredit. Bahkan ada cicilan Rp 1,6 jutaan untuk kondisi mobil bekas. Sedangkan untuk Wuling Cortez cicilan paling rendah Rp 2,2 juta untuk tipe S MT, dan Rp 2,5 juta untuk S CVT, Rp 2,6 juta untuk C MT , Rp 2,7 C CVT, hingga Rp 3,1 jutaan untuk L CVT
Lantas tipe apakah atau tahun berapakah yang bisa dibeli dalam rentan harga cicilan tersebut?
1. Tentukan terlebih dahulu mobil bekas atau baru
2. Kemudian pilih tipe sesuai selera dan kebutuhan
3. Selanjutnya pilih harga dan tahun produksinya
Misalkan ingin membeli dengan cicilan kurang dari Rp 3,2 jutaan per bulan n. Maka berdasarkan subtopik di atas bisa diperoleh tipe WUling Cortez S MT dengan lama cicilan hingga lima tahun lamanya
Namun jika ingin cicilan Rp 4,5 jutaan per bulan, bisa saja membeli Wuling Cortez L CVT atau termewah dengan cicilan selama lima tahun.
Berikut adalah gambaran atau simulasi cicilan kredit. Silahkan sesuaikan berdasarkan kebutuhan masing masing.
Wuling Cortez
Harga OTR
(Rp)
Pinjaman
Cicilan/Bln
Cicilan/Bln
Cicilan/Bln
Cicilan/Bln
5th
6th
7th
8th
S MT
209,000,000
156,750,000
3,265,625
2,830,208
2,519,196
2,285,938
S CVT
233,000,000
174,750,000
3,640,625
3,155,208
2,808,482
2,548,438
C MT
238,500,000
178,875,000
3,726,563
3,229,688
2,874,777
2,608,594
C CVT
255,500,000
191,625,000
3,992,188
3,459,896
3,079,688
2,794,531
L CVT
290,000,000
217,500,000
4,531,250
3,927,083
3,495,536
3,171,875
Bekas
150,000,000
112,500,000
2,343,750
2,031,250
1,808,036
1,640,625
Perlu diketahui, ada beberapa hal yang membuat kredit Mitsubishi Xpander berbeda-beda, yaitu
*setiap bank memiliki ketentuan masing masing, simulasi ini dibuat berdasarkan gambaran umum perkreditan. Silahkan kunjungi bank terdekat untuk perhitungan pastinya
*Simulasi ini dihitung menggunakan DP 25%,
*Bunga flat 5% per tahun.
*Simulasi di atas belum termasuk asuransi dan biaya administrasi
Review Tampilan Eksterior dan Interior Wuling Cortez CT
Sempat menyedot perhatian konsumen di Indonesia karena desain yang dibuat masuk jajaran mobil jenis MPV dan mesin 1,8 liter sehingga digadang-gadang menyasar pasar Toyota Kijang Innova.
Namun selang dua tahun kemudian, atau pada Juli 2020, hadir varian termurah yang menyasar pasar Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, dan Mitsubishi Xpander.
Oia, Wuling Cortez memiliki desain eksterior tampak lebar dan presisi, tidak terkesan norak walau disebut mobil China. Bahkan desain mobil ini cukup menarik dan kokoh, serta tetap memberikan kesan mobil keluarga.
Pada bagian wajah, sudah dilengkapi garis chrome horizontal ditambah logo Wuling berwarna merah yang dipasangkan di bagian tengah grill.
Semua varian juga sudah dilengkapi dengan headlamp projector LED agar memberikan pencahayaan lebih maksimal. Bahkan untuk model paling tinggi sudah dilengkapi dengan fog lamp LED dan daytime running light yang memberikan kesan menarik.
Pada bagian samping, kaca spion sudah electric dan pada tipe C dan L sudah dilengkapi retractable lampu LED sein dan juga untuk tipe L lebih keren karena adanya roofrail yang memberikan kesan petualangan.
Keberadaan shark fin juga memberikan kesan modern. Belum lagi kaki-kaki sudah dipasangkan pelek berukuran 16 inch alloy wheel two tone (tipe C dan L) yang berdesain sporty dan pintu tangki bahan bakar terletak pada bagian kanan pengemudi.
Untuk buritan atau belakang Wuling Cortez CT dilengkapi dengan tiga macam lampu, yaitu rail spoiler lamp, rear lamp berdesain trapesium dan rear bumper lamp.
Pada bagian belakang ini juga sudah menggunakan logo sayap Wuling pada bagian tengah, dan area plat nomor, kemudian pada bagian belakang sebelah kanan juga tersemat emblem Cortez Turbo untuk membedakannya dari varian Cortez lain.
Konfigurasi / Spesifikasi Wuling Cortez CT Semua Tipe
Mesin
Untuk jantung pacu, Wuling Cortez CT disematkan mesin Turbocharged 4 cylinders, in-line, DOHC, DVVT, dengan kapasitas 1.5 liter yang sanggup memuntahkan daya 140 Tk 5,200 rpm dan torsi 250 Nm pada 1,600 – 3,600 rpm.
Nah, mau tau detail mesin yang dibenamkan Wuling Cortez CT secara lebih lengkap, berikut ulasannya:
Spesifikasi Mesin
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Kapasitas Mesin (cc)
1197
Jumlah Silinder
4
Jumlah Katup
16
Tipe Penggerak
Penggerak roda depan / Front Wheel Drive
Maksimal Tenaga (HP) / rpm
140 / 5,200
Maksimal Torsi (nm) / rpm
250 / (1,600 – 3,600)
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Kapasitas Bahan Bakar (liter)
52
Konfigurasi mesin
Turbocharged 4 cylinders, in-line, DOHC, DVVT
Spesifikasi Dimensi Mobil
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Panjang (mm)
4,780
Tinggi (mm)
1,755
Lebar (mm)
1,816
Radius Putar (m)
2,750
Jarak sumbu roda (mm)
2,750
Jarak pijak (mm)
170
Konfigurasi Ban & Velg
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Lebar
205
Aspek Rasio
55
Diameter
16
Material Velg
Single Tone Alloy Wheel
Two Tone Alloy Wheel
Suspensi dan Rem
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Rem Depan
Disc
Suspensi depan
MacPherson Strut
Rem Belakang
Disc
Suspensi belakang
Independent
Keselamatan dan Keamanan
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Anti lock Braking System
Ya
Brake Assist
Tidak
Ya
Electronic Brake Distribution
Ya
Emergency Stop Signal (ESS
Tidak
Ya
Electronic Stability Control
Tidak
Ya
Immobilizer
Tidak
Ya
Sensor parkir Depan
Tidak
Ya
Sensor parkir Belakang
Tidak
Ya
Rearview Camera
Ya
Tire Pressure Monitoring System
Tidak
Ya
Airbag system
Ya Depan
Side Airbags
Tidak
Ya
Automatic Vehicle Holding
Tidak
Ya
Fatigue Driving Warning
Tidak
Ya
Sabuk pengaman depan
Ya
ISOFIX
Ya
Auto door lock
Ya
Hill Hold Control
Tidak
Ya
Traction Control System
Tidak
Ya
Vehicle Stability Assist (VSA)
Ya
Front Row Safety Belt Reminder
Ya
All Seats Safety Belt Indicator
Tidak
Ya
Traction Control System
Tidak
Ya
Spesifikasi Fitur Kenyamanan
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
AC
Ya
Pengaturan posisi setir
Ya
Power window depan
Ya
Tombol multi fungsi di Stir
Ya
Engine start stop button
Ya
Sunroof
Tidak
Ya
Leather-covered steering wheel
Tidak
Ya
Gearshift paddle
Tidak
Head-up Display
Ya
Convenient Electric Front Seat Adjuster
Tidak
Ya
Headrest
Ya
Keyless entry
Ya
Power outlet
Ya
Power steering
Ya
Lampu baca
Ya
Vanity mirror
Tidak
Ya
Bahan tempat duduk
Fabric
Systhetic Leather
Spesifikasi Eksterior
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Lampu depan
Projector LED
Lampu kabut
Tidak
Ya
Kaca spion
Electric Mirror
Electric Mirror & Retract
Roof rack and rail
Ya
Rear Defogger
Ya
Lampu Belakang
Halogen
Shark Fin
Tidak
Ya
Lampu sein spion
Tidak
Ya
Fitur Hiburan
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Audio
Radio Am/FM,USB,AUX
Advanced 8 inch entertainment system(mirrorlink,bluetooth,usb,sd card,AUX-in)
Audio Steering Wheel
Ya
Fitur dan lain-lain
Varian / Tipe Mobil
S
C
L
MT
CVT
MT
CVT
CVT
Sungasses Holder
Tidak
Ya
MID
Standar
Luminous 7 inchi
Soft Touch Panel
Tidak
Ya
Color Interior
Two Tone
Double Blower AC
Ya
Rear wiper
Ya
Follow me home headlamp
Ya
Remote open windows and trunk
Ya
Anti-Theft System
Ya
Antena Shor Pole
ya
Shark Fin
Ornament Chrome
Tidak Semua
Frame less wiper
Tidak
Ya
Rain Sensing Wiper
Tidak
Ya
Rem Tangan
Manual
Electric
Pengaturan AC
Manual
Digital
Jumlah Airb
2
4
Promo Wuling Cortez CT Terbaru 2021
Promo Serba 0
Di mana lagi Anda bisa dapatkan serba 0 alias GRATIS setiap beli mobil, kalau bukan dari Wuling! Anda akan mendapatkan biaya 0 rupiah untuk maintenance mobil, bunga 0% selama 12 bulan, gratis isi bensin, hingga voucher senilai jutaan selama pembelian di bulan ini.
Berikut harga “Promo Serba 0” untuk Wuling Cortez CT:
– Harga OTR mulai Rp 209 jutaan untuk area DKI Jakarta
– Cicilan mulai Rp 4 jutaan dengan tenor 3 tahun melalui Wuling Finance
– Customer harus menyelesaikan transaksi (faktur) selama September 2020
Syarat dan Ketentuan
Berikut syarat dan ketentuan “Promo Serba 0”:
Rp 0 Biaya Maintenance
– Gratis biaya service & parts selama 4 tahun/50.000 km (mana yang tercapai terlebih dahulu)
– Berlaku untuk pembelian cash atau kredit
– Customer harus menyelesaikan transaksi (faktur) selama September 2020
– Customer dapat memilih program “Rp 0 Asuransi Sepanjang Tenor” ATAU “Bunga 0% Selama 12 Bulan” dengan ketentuan sebagai berikut
Rp 0 Asuransi Sepanjang Tenor
– Berlaku untuk pembelian secara kredit melalui Wuling Finance dengan minimum TDP 17.5%
– Customer harus menyelesaikan transaksi (faktur) selama September 2020
Bunga 0% Selama 12 Bulan
– Berlaku untuk pembelian secara kredit melalui Wuling Finance dengan minimum TDP 30%
– Customer harus menyelesaikan transaksi (faktur) selama September 2020
Gratis Isi Bensin
– Berlaku untuk program trade-in
– Berlaku untuk pembelian kendaraan baru (semua varian Wuling Formo, Confero, Cortez CT & Almaz) secara kredit melalui Wuling Finance
– Customer mendapat saldo LinkAja sebesar Rp 3 juta (termasuk PPN)
– Customer harus menyelesaikan transaksi (faktur) selama September 2020
Bayar 100 Ribu dapat Voucher Hingga 10 juta
– Dapatkan voucher hingga Rp 10 juta dengan membayar Rp 100 ribu untuk pembelian varian Wuling Confero S, Cortez CT Type C & L serta Almaz
– Dapatkan voucher hingga 5 juta dengan membayar 100 ribu untuk pembelian varian Wuling Confero DB & Cortez CT Type S
– Customer harus menyelesaikan transaksi (faktur) selama September 2020
Tips Membeli Wuling Cortez CT
Membeli mobil bekas menjadi sebuah solusi, khususnya mereka yang memiliki budget terbatas namun tetap ingin membeli mobil impian. Termasuk jika ingin membeli mobil Wuling Cortez bekas. Berikut hal yang harus diperhatikan;
– Periksa service record dan kondisi mesin. Pastikan pemilik mobil Wuling Cortez sebelumnya rutin melakukan servis dan perawatan secara berkala. Lakukan test drive untuk memastikan mesin mudah dihidupkan, suara mesin halus, sistem pengereman berfungsi baik serta perpindahan transmisi tidak terdengar kasar, artinya mobil tersebut layak untuk dibeli.
– Periksa body dan cat. Pastikan tidak ada baret atau goresan. Jika ada hal yang mencurigakan, segera tanyakan riwayatnya dan pastikan tidak bakal jadi masalah nantinya.
– Periksa interior. Periksa dengan teliti apakah interiornya masih terawat dengan baik. Pastikan tidak pernah terendam banjir, ditandai bau kurang enak atau apek, serta baut atau besi dalam kabin yang mulai berkarat.
– Periksa kelengkapan surat. BPKB, STNK, hingga faktur pembelian, sesuaikan nomor mesin dan nomor rangka pada mobil dengan yang tertulis pada surat-surat.
Pastikan juga pajak kendaraan masih panjang, karena jika pajak tersebut mati, artinya kalian harus siap keluar biaya lagi untuk perpanjangan pajak.
Review Pengalaman Wuling Cortez
Kehadirannya pada 2018, secara keseluruhan mobil ini cukup menarik. Bahkan untuk mobil untuk mobil dengan harga di bawah Rp 300 jutaan, mobil ini cukup dapat diandalkan.
Belum lagi, Wuling Cortez CT melebarkan sayapnya dengan memilih jalur dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu hadirnya varian S yang notabenenya ikut keceruk pasar pasar yang lebih besar.
Seperti dilansir Carvaganza, secara tampilan tak banyak perbedaan antara tipe S, C dan L. Adopsi New Grille Design membuat Cortez tetap terlihat segar dan cukup berbeda dengan versi sebelumnya.
“Terdapat lampu DRL (Daytime Running Light) LED pada sudut bawah bumper, dan lampu depan berproyektor yang dapat disesuaikan ketinggian cahayanya. Yang bisa dijadikan pembeda dari varian Cortez lainnya adalah penggunaan velg alloy R16 satu warna (non polish) dengan rem cakram pada seluruh roda,” tulis Carvaganza.
Carvaganza mengulas hal yang perlu diperhatikan pada Wuling Cortez CT S sebagai varian termurah, yaitu kabin, mesin dan fitur.
Kabin
Soal kabin, Wuling Cortez sudah mampu mengakomodasi 8 penumpang, bukan 7 seperti yang lain. Cortez menyediakan jok tengah dengan opsi dua captain seat atau kursi untuk tiga penumpang. Captain seat memberikan personalisasi kepada penumpang dengan posisi duduk yang bisa diubah-ubah sesuai kenyamanan.
Mesin
Untuk mesin, jantung pacu peminum bensin berkonfigurasi 4 silinder 1.500cc sudah dilengkapi dengan Turbocharger. Hasilnya adalah tenaga maksimal 140 hp serta torsi 250 Nm. MPV Wuling ini memiliki dua pilihan transmisi, yaitu manual 6 percepatan dan Continuously Variable Transmission (CVT).
Fitur
Sedangkan untuk fitur cukup lengkap untuk sekelas Wuling Cortez tipe S, seperti fitur One Push Start/Stop Button, Keyless Entry, Remote Open Windows and Trunk, dan Anti-Theft System. Ada juga audio steering call button, rear parking camera, rear disk brake, USB charging, sistem deselerasi ABS dan EBD, ISOFIX, hingga dual SRS airbags.
Salah satu hal jika terjadi kecelakaan, yaitu muncul kerumunan. Masyarakat seakan ingin menjadi orang pertama yang melihat dan menyebarkan peristiwa kecelakaan. Padahal hal tersebut salah dan jangan ditiru.
Sebaliknya, jika melihat terjadi kecelakaan hal yang harus dilakukan adalah memberikan pertolongan pertama, dengan cara tindakan yang tepat tanpa memperparah korban kecelakaan.
Menurut Pemerhati masalah Transportasi, Budiyanto mengatakan, setiap warga negara memiliki kedudukan dan perlakuan yang sama dimuka hukum.
“Demikian juga bagi masyarakat pengguna jalan yang sedang melaksanakan aktivitas di jalan kemudian terlibat kecelakaan lalu lintas juga memiliki hak dan kewajiban hukum yang sama,” ungkap Budiyanto dalam pesan tertulis, Jumat (2/10/2020).
Kata Budi, bagi mereka yang dengan sengaja tidak menghentikan kendaraan, tidak memberikan pertolongan, dan tidak melapor adanya kecelakaan lalu lintas kepada pihak Kepolisian, maka hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum atau tindak pidana.
Budi juga menyatakan, jika melihat adanya kecelakaan, maka yang harus dilakukan memberikan pertolongan dan perawatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 231 ayat 1 yang berbunyi;
Pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas, wajib :
a. menghentikan kendaraan
b. memberikan pertolongan kepada korban
c. melaporkan ke kantor Polisi terdekat, dan
d. memberikan keterangan terkait kejadian kecelakaan.
Hal ini juga dipertegas dengan UU yang sama pada pasal 232, yaitu:
Setiap orang yang mendengar,melihat dan atau mengetahui terjadinya kecelakaan lalu lintas wajib :
a. memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas.
b. melaporkan kecelakaan tersebut kepada pihak Kepolisian Negara RI,dan
c. memberikan keterangan kepada Kepolisian Negara RI
“Sebagian kecil masyarakat kadang-kadang masih abai apabila melihat kejadian kecelakaan dgn alasan – alasan yang subyektif, misal tidak mau repot atau ambil pusing karena menyita waktu, enggan dijadikan saksi, dan sebagainya,” ucapnya.
Sanksi Jika Tabrak Lari
Budi juga menyatakan, bagi yang terlibat kecelakaan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraan, tidak memberikan pertolongan, dan tidak melaporkan ke pihak kepolisian atau dalam bahasa masyarakat terjadi tabrak lari, maka akan lebih dikenai tindak pidana kejahatan.
Masalah soal pidana tabrak lari sudah diatur dalam Pasal 312 UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ, yang berbunyi :
‘Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas ke pihak Kepolisian, tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta.’
“Apabila korban sampai luka atau meninggal dunia bisa dikenakan pasal berlapis,” tutupnya.
Tidak banyak sektor perekonomian di Indonesia yang masih mampu meraih hasil positif di tengah kondisi pagebluk COVID-19 sekarang ini. Industri farmasi, telekomunikasi serta logistik adalah sedikit dari sektor-sektor yang kini masih terus berkembang.
Sektor logistik sendiri memang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Sayangnya, bisnis logistik di Indonesia dianggap masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain di dunia, bahkan untuk kawasan ASEAN.
Celah ketertinggalan ini yang kemudian mendorong lahirnya Logisly, sebuah perusahaan teknologi rintisan bidang logistik. Melalui start up ini, bisnis logistik dikembangkan secara lebih modern serta memudahkan bagi siapapun.
Logisly menjadi platformdigital trucking berkonsep business to business (B2B), yang mempertemukan antara shipping dan unit transportasi.
Sejak berdiri di bulan April 2019 lalu hingga saat ini, Logisly sudah dipercaya untuk menjembatani hingga lebih dari 1.000 perusahaan, baik pengguna (shipper) maupun penyedia jasa truk (transporter) dalam melakukan pengiriman ke seluruh Indonesia, dan terus memperkuat jaringan logistik dengan melakukan diversifikasi target pasar dan armada menuju efisiensi logistik lewat teknologi.
Platform ini memberikan kemudahan untuk pemilik barang atau shipper dalam booking truk, dan pemilik truk untuk mendapatkan tambahan order dan penghasilan.
“Di tengah situasi yang menantang ini, Logisly terus bertumbuh dengan lebih dari 1.000 perusahaan yang telah bermitra dengan kami. Kami telah bekerja dengan ratusan shipper di Indonesia dalam menyediakan jasa trucking, di berbagai industri dari FMCG, elektronik, ekspor-impor, sampai dengan e-commerce dan teknologi. Kami bekerja sama langsung dengan prinsipal, contoh dengan Unilever, Haier, Midea; Grab ataupun dengan penyedia jasa logistik lain yang membutuhkan truk, seperti pelayaran Maersk, Fedex, dan lain-lain. Fitur dan teknologi kami memudahkan pemilik barang untuk mendapatkan armada truk berkualitas yang dapat dilacak secara real time (live tracking), didukung dengan penggunaan dokumen digital disisi surat jalan dan invoicing. Perolehan lisensi SIUJPT juga telah menjadi momen penting bagi kami untuk terus meningkatkan kredibilitas kami dalam melayani kebutuhan pengiriman shipper kami,” jelas Roolin Njotosetiadi, Co-Founder & CEO Logisly.
Co-Founder & CTO Logisly, Robbi Baskoro, menambahkan, “Berbeda dengan perusahaan konvensional, Logisly tidak terpaku ke tipe truk maupun rute tertentu. Jaringan kami sudah cukup luas dibanding dengan alternatif lain di pasar, dimana kami menyediakan jenis truk dan service area yang lengkap, mulai dari Blindvan, Engkel, Wingbox, Trailer, dan beragam armada lainnya untuk pengiriman ke seluruh Indonesia. Kami juga memastikan ketersediaan truk sudah 99 persen untuk memenuhi permintaan shipper dan pasar yang berubah ketika pandemi COVID-19.”
Bermitra dengan transporter yang kini berjumlah lebih dari 40.000 armada merupakan langkah strategis Logisly agar tetap dapat memenuhi kebutuhan shipper dan pasar di masa pandemi Covid-19 dan masa mendatang.
“Kami pun tetap menjaga komitmen kami ke transporter kami dengan memastikan order tetap lancar dan pastinya pembayaran kami terjaga,” lanjut Roolin.
Logisly optimistis bisa terus tumbuh dan dipercaya lebih banyak mitra perusahaan di situasi yang menantang saat ini.
“Kami baru saja menutup penggalangan dana seri A yang akan kami gunakan untuk pengembangan bisnis dan operasional, dan hal ini menunjukkan kepercayaan dari para investor bukan hanya terhadap Logisly, tapi juga industri logistik,” tutup Roolin.