Minggu, September 27, 2026
Beranda blog Halaman 1440

Masih Niat Mudik Lebaran? Pilih Putar Balik atau Denda Rp 100 juta

0

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi landasan bahwa pemerintah bersikap tegas mengurangi di masa pandemi ini.

Bahkan menurut Staf Ahli Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Umar Arif, aturan yang dibuat Kemenhub ini sudah diharmonisasikan dengan sesuai regulasi Kementerian Hukum, Hak Asasi Manusia dan Sekretariat Negara.

Lantas bagaimana dengan sanksinya?

“Sanksi kita sudah formulasikan di dalam Permenhub yang nanti kita juga bisa bagikan kalau sanksi tadi yang kita katakana ada batasan untuk yang pertama 24 April-7 Mei 2020 yang persuasive,” ujar Umar saat konferensi pers yang dilakukan secara virtual pada Kamis (23/4/2020).

Dia mencontohkan, pada masa tenggang 24 April-7 Mei 2020 untuk kendaraan di darat seperti halnya pemudik menggunakan mobil,  sanksi yang diberikan yaitu diminta putar balik ke rumah asal.

Namun sebaliknya, kata Umar, setelah 7 Mei 2020, akan menggunakan sanksi sesuai pada Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018, Tentang Kekarantinaan Kesehatan yang berbunyi:

‘Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000.’

“Itu ancaman hukuman yang perlu diingat. Nanti bagaimana dalam perwujudannya, itu sudah diformulasikan, ditambahkan oleh pak Budi (Budi Setiadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat) untuk koordinasi dengan kawan-kawan korlantas. Bisa ditilang atau apa. Intinya tidak kita harus konsen bila tidak boleh mudik,” ujarnya.

Refund Tiket Mudik

Larangan penggunaan transportasi berlaku untuk kendaraan yang keluar masuk di wilayah-wilayah seperti : wilayah PSBB, Zona Merah Penyebaran Covid-19, dan di wilayah aglomerasi yang telah ditetapkan PSBB, seperti misalnya, Jabodetabek. 

“Untuk pengawasannya, di sektor transportasi darat akan dibangun pos-pos koordinasi atau kita sebut dengan check point yang lokasinya tersebar di sejumlah titik. Pos-pos ini akan dikoordinasikan oleh Korlantas Pori,” jelas  Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Lalu bagaimana jika pemudik sudah terlanjur membeli tiket?

Kata Adita, terkait kebijakan pengembalian tiket (refund) bagi penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pada tanggal-tanggal tersebut, juga telah diatur di dalam Permenhub.

“Bahwa badan usaha atau operator transportasi wajib mengembalikan biaya refund tiket secara utuh. Selain refund tiket, juga diberikan pilihan untuk melakukan reschedule, dan re-route,” tutup Adita.

 

Begini Cara Merawat Skuter Vespa Selagi di Rumah Aja

0

Ikut himbauan pemerintah untuk tetap di rumah aja, bukan berarti waktunya bagi OLXer untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, selain bekerja, belajar dan beribadah di rumah, masih ada hal lain yang bisa dikerjakan.

Nah, bagi OLXer yang memiliki Vespa, tentu saja di saat kondisi sekaran skuter asal Italia tak lagi digunakan seperti hari-hari biasanya. OLXer karena itu, jika Vespa tak dipakai dalam waktu cukup lama, ada baiknya tetap dilakukan perawatan.

Tentunya, perawatan yang dimaksud bisa juga dilakukan secara mandiri. Maklum, saat ini kita masih harus mengikuti kebijakan pemerintah berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana berbagai tempat ditutup.

Berikut ini enam tips yang perlu dilakukan pecinta Vespa untuk melakukan merawat skuter kesayangannya.

1. Jaga kebersihan Vespa

Saat lebih punya banyak waktu di rumah, pastikan Vespa lebih terawat dengan cara mengelap atau mencucinya sendiri. Selain membuat Vespa lebih bersih, dengan membersihkan sendiri akan lebih teliti dalam menemukan kemungkinan kerusakan seperti lecet atau goresan pada bodi ataupun bagian mesin yang rembes oleh oli, cairan rem, atau cairan radiator.

Selain itu, seperti diinformasikan WHO, virus Covid-19 memiliki daya tahan hidup dengan jangka waktu tertentu bergantung pada material permukaannya. Untuk itu penting bagi kita untuk berjaga-jaga dengan memperhatikan kebersihan Vespa setiap saat.

2. Gunakan peralatan yang tepat untuk mencuci

Mencuci sepeda motor juga ada caranya, tak boleh asal-asalan. Ketika mencuci Vespa gunakan wash mitt atau kain berserat mikro (microfiber) agar tidak menyebabkan goresan pada bodi.

Bilas Vespa dengan air mengalir secara perlahan dan dimulai dari bagian atas lalu ke bagian bawah dengan seksama. Selanjutnya bersihkan bagian permukaan mesin, knalpot dan roda. Hati-hati untuk bagian kelistrikan saat mencuci Vespa.

Setelah dicuci, maka keringkan dengan baik untuk mencegah karat dan korosi. Untuk pengeringan dapat menggunakan kain microfiber untuk mengurangi resiko lecet atau gores pada bodi Vespa.

3. Perawatan ban

Ban merupakan bagian yang penting untuk selalu dirawat bahkan walau sedang tidak rutin digunakan. Hal ini guna memastikan keawetan ban dan tetap dapat memberikan performa serta kestabilan yang baik ketika Vespa digunakan.

Gunakan alat ukur tekanan ban untuk memeriksa tekanan angin pada ban dan cek dengan teliti kondisi fisiknya. Selalu gunakan standar tengah saat motor terparkir di rumah agar menghindari tekanan berlebihan pada ban dalam jangka waktu lama.

Jangan lupa berikan alas pada bagian bawah roda depan agar ban tidak langsung bersentuhan dengan lantai. Hal ini dapat membuat tekanan angin dalam ban tidak mudah berkurang. Penting juga untuk menghindari ban dari sinar matahari langsung, karena dapat membuat kandungan angin di dalamnya memuai dan karet ban pun akan terpengaruh.

4. Rutin panaskan mesin Vespa

Rutin memanaskan Vespa bertujuan agar mesin selalu terlumasi dengan baik sehingga perfoma dari mesin tetap maksimal kapanpun dibutuhkan. Cara memanaskan Vespa yang baik adalah dengan memanaskannya kurang lebih lima menit untuk membuat oli bersirkulasi agar bagian dalam mesin terhindar dari karat.

5. Cabut aki jika tidak dipakai dalam waktu yang lama

Jika berencana untuk tidak memakai Vespa dalam waktu lama, maka hal tersebut solusi untuk penghematan aki. Karena jika tidak dicabut, aliran listrik dari aki akan terus mengalir sehingga bisa habis.

Pencabutan aki dari Vespa hanya dilakukan apabila tidak akan digunakan dalam waktu satu bulan atau lebih. Pencabutan ini cukup melepas kabel dari kutub negatif aki, dan apabila aki harus dilepas dari kendaraan pastikan agar aki Vespa disimpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh sinar matahari dan benda yang mudah terbakar.

 

Honda HR-V Gen 1, Mobil Bekas Berstatus Langka di Indonesia yang Harganya Seperti MPV Baru

0

Honda HR-V mungkin bisa disebut salah satu mobil Sport Utility Vehicle (SUV) Crossover yang cukup laris di Indonesia. Honda HR-V sendiri dikenal masyarakat Tanah Air sejak hadir di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, yang kemudian mulai dijual pada 24 Januari 2015.

Ehm, umurnya masih muda ya! Tentu saja, untuk pasar Indonesia Honda HR-V tergolong anak baru, namun jika melihat data secara global, HR-V sudah ada sejak 1998.

Ya, mobil yang juga disebut Honda Vezel ini awal mula kemunculannya sudah dijual ke berbagai negara, mulai Eropa, Jepang, dan beberapa negara di Asia-Pasifik. Mobil ini juga di awal kemunculannya tersedia model tiga pintu.

Namun sayang, saat itu Honda HR-V usianya tak lama, yaitu hanya delapan tahun atau mulai 1998 sampai 2006, hingga muncul kembali sebagai generasi kedua pada 2015 dan juga ikut dijual di Indonesia.

Nah, OLXer yang penasaran dengan wujud Honda HRV generasi pertama, ternyata ada juga loh di Indonesia. Bahkan salah satu HRV berstatus bekasnya ada di situs jual beli OLX.co.id.

Menurut sang penjual dengan inisial jaya yang berlokasi di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Honda HR-V yang dilegonya setidakny sudah menempuh jarak kurang dari 135.000 km.

Mobil bermesin bensin berkapasitas 1.6 liter ini pada bagian eksteriornya sudah dilengkapi Repaint by seven stars body work, Sunroof webasto hollandia 300, Original sparco mud flap, serta Original hella lamp (rally look).

Sedangkan interiornya sudah dilengkapi dilengkapi Original red Recaro modular seat, Pioneer double din head unit, Recaro headrest nets, Bekleed Recaro fabric for back seat, dan Iceberg window film.

Untuk soal harga, Honda HR-V ini dijual dengan banderol Rp 175 jutaan. Jika OLXer tertarik atau ingin melihat detail mobil ini, bisa dilihat di sini.

 

Terpaksa Diluar Rumah Saat PSBB, Lakukan 7 Hal Ini!

0

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB memaksa semua orang harus stay di rumah, tidak kemana-mana agar rantai penyebaran virus COVID-19 bisa terputus sesegera mungkin.

Memang terkesan menyiksa namun inilah yang terbaik yang bisa kita lakukan bersama agar Indonesia terbebas dari ancaman coronavirus.

Tapi tentu ada saat dimana OLXers terpaksa harus keluar rumah karena sebuah urusan darurat. Contohnya pergi ke supermarket atau minimarket untuk belanja kebutuhan pokok yang stok-nya mungkin sudah menipis.

Kalau sudah dihadapkan pada kondisi begini, mau gak mau OLXers memang harus keluar rumah. Meski demikian, OLXers juga tetap bisa memaksimalkan kewaspadaan diri agar tidak terpapar virus. 

Pada intinya, sebisa mungkin jika berada diluar rumah, sebisa mungkin hindari kerumunan dan bersentuhan dengan orang atau benda umum. 

Dan jika bepergian dengan menggunakan mobil, sebelum mesin dihidupkan, pikirkan lagi kepentingan untuk keluar rumah. Siapkan daftar yang harus dilakukan atau yang harus dibeli agar tidak perlu lama-lama. Dan jangan lupa lebih utamakan melakukan pembayaran dengan kartu debit dan kredit dibandingkan uang tunai. 

OLXers harus terapkan 7 tips berikut agar tetap sehat saat berkendara:

  1. Pastikan menggunakan masker, membawa hand sanitizer, kertas tissue basah dan kering. Juga desinfektan serta lap mobil bersih. Kantung belanja dan kantong plastik juga perlu disiapkan.
  2. Kalau terpaksa harus membuka pintu atau teralis di tempat umum, jangan ragu gunakan siku atau alat bantu. Jangan lupa bungkus jari dengan kertas tissue bila perlu, gunakan sekali lalu buang pada tempatnya. Atau tidak ada salahnya jika harus menggunakan sarung tangan karet.
  3. Lakukan tugas sesegera mungkin dan kembali ke rumah. Jika tidak sempat mencuci tangan selama di luar, jangan sentuh wajah sampai tiba di rumah. Selalu ingat menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.
  4. Perhatikan dan lakukan PSBB. Batasi jumlah orang dalam satu kendaraan. Pastikan supir juga menggunakan masker bila menggunakan jasa transportasi online. Kosongkan bangku samping pengemudi, dan mintalah jendela pintu pengemudi dibuka sedikit. Penumpang kedua duduk dideret belakang.
  5. Sesaat setelah tiba di rumah, semprotkan desinfektan pada lap, baru dibalurkan untuk area yang memiliki kemungkinan tinggi di sentuh orang lain seperti pegangan pintu, jok mobil dan dashboard. 
  6. Bila OLXers harus #bekerjadarirumah, pastikan mobil dalam keadaan bersih dan siap digunakan jika terjadi sesuatu yang darurat. Panaskan mesin setiap hari selama 15 menit, buka semua kaca jendela mobil lalu hidupkan AC internal full blower. Kemudian tutup kembali kaca jendela. Matikan mesin. 
  7. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan kendaraan. Pastikan apakah sudah saatnya ganti oli atau pemeriksaan berkala accu dan ban. Jika semua aman, upayakan untuk cabut kutub positif accu bila berpikiran untuk tidak menggunakan kendaraan selama lebih dari dua minggu.

Ayo kita perangi Corona bersama-sama dengan tetap patuh pada aturan PSBB dan jangan lupa juga untuk membantu para petugas medis dalam memerangi COVID-19, caranya bisa klik disini! (Z)

Bingkai Indah Pantai Karang Kitri dalam Pigura Smart e-Mirror Suzuki XL7

0

Bukan tanpa alasan jika akhirnya Suzuki Indonesia memilih untuk memproduksi SUV barunya, XL7 di Indonesia dibanding Suzuki Ignis yang angka penjualannya cukup mengagumkan sejak diimpor dari India di tahun 2017.

Alasannya cukup sederhana. Di Indonesia PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku APM kendaraan merek Suzuki, baik itu motor dan mobil, tidak punya banyak pilihan di segmen ini. Apalagi sejak akhir 2018 lalu model Grand Vitara resmi pensiun, praktis tidak ada lagi andalan Suzuki di segmen mobil SUV.

Mau mengandalkan Suzuki Jimny yang kehadirannya bikin heboh beberapa waktu lalu? Duhhh, jatahnya saja cuma 50 unit per bulan dari prinsipal Jepang. Tidak sebanding dengan jumlah pesanan yang membanjir, sampai-sampai harus rela menunggu sampai 3-4 tahun kemudian.

Sementara pasar kendaraan di segmen SUV sendiri setiap tahun terus berkembang. Tentu saja Suzuki tidak bakal melepas begitu saja peluang untuk meningkatkan market share secara keseluruhan, yang targetnya tahun ini harus bisa mencapai 12 persen.

Test Drive Suzuki XL7

Kebetulan di India sendiri Maruti Suzuki baru saja menghadirkan produk SUV baru, yaitu Suzuki XL6. Maka dengan penuh keyakinan, SIS memutuskan untuk ikut memproduksi model tersebut di Tanah Air.

Mungkin itu merupakan sedikit cerita singkat latar belakang lahirnya model baru Suzuki XL7 di Indonesia, dimana OLX berkesempatan menjajal langsung kemampuan mobil berbanderol Rp 230 juta hingga Rp 267 juta ini.

Oh iya, mumpung barusan sebut soal harga. Sebenarnya banyak sekali model SUV merek lainnya yang bermain di harga mepet-mepet angka tersebut. Sebut saja Toyota Rush yang dilepas di harga Rp 252 juta hingga Rp 274 juta. Atau bisa juga dibandingkan dengan harga Mitsubishi Xpander Cross yang dijual seharga Rp 270,7 juta untuk varian paling bawah sampai Rp 289,7 juta untuk varian paling tinggi.

Test Drive Suzuki XL7

Nah, Suzuki XL7 masih unggul dari soal harga jualnya bila OLXers mau membandingkan dengan kedua model kompetitor diatas.

Tapi tentu pertanyaan terbesarnya adalah, apa sih keunggulan dan kekurangan dari mobil SUV yang punya tagline “The New Xtraordinary SUV”ini?

Kental Karakter SUV di Sektor Eksterior

Secara keseluruhan, Suzuki XL7 memang layak disebut sebagai sebuah SUV. Karakter dari sebuah mobil yang mudah diajak berpetualang semuanya ada. Mulai dari bodi yang cukup jangkung dan kekar, hingga karakter spesifik SUV seperti hadirnya roof rail dan over fender di sekeliling bodi.

Test Drive Suzuki XL7

Saat peluncurannya di awal tahun ini, disebutkan XL7 dikembangkan menggunakan platform HEARTECT. Dimana keunggulan ini menjadikan bobot mobil menjadi cukup ringan dan kokoh sehingga urusan konsumsi bahan bakar bisa diandalkan untuk keiritannya.

XL7 ditawarkan dalam tiga varian berbeda, mulai dari Zeta, Beta dan Alpha. Masing-masing punya pilihan transmisi manual dan otomatis. Kebetulan yang OLX coba adalah varian teratas, Alpha AT. 

Sebagai varian paling mahal, sudah pasti tampilan luarnya memang lebih mewah dibanding dua varian lainnya. XL7 Alpha AT dibekali dengan sistem pencahayaan berteknologi lampu LED mulai dari depan hingga belakang. Kemudian untuk kaca spion sudah sistem elektrik yang bisa dilipat melalui tombol, hingga spoiler yang mempermanis tampilan belakang.  

Lingkar ban berukuran 195/60 R16 dengan material velg alloy wheel dua warna menambah kesan gagah dan cukup menarik minat OLX untuk mengarahkan lensa kamera ke arah tersebut. 

Test Drive Suzuki XL7

Dari catatan dimensinya, XL7 memiliki ground clearance 200 mm dengan tinggi keseluruhan 1710 mm, panjang 4450 mm serta lebar 1775 mm. 

Bicara ukuran ground clearance XL7 memang menarik. Banyak yang menyebut bahwa ketinggian ground clearance XL7 sebagai sebuah SUV dirasa kurang. Bahkan bila dibuat head to head dengan Xpander Cross dengan ketinggian 225 mm, maka SUV baru dari Suzuki ini sudah kalah jangkung. Tapi pasti ada alasan mengapa para desainer Suzuki memilih ukuran tersebut.

Interior Nyaman Didukung Fitur Hebat Smart e-Mirror

Membahas bagian interior Suzuki XL7 juga tidak kalah menarik. Yang pasti berada di belakang kemudinya terasa cukup nyaman untuk postur OLX yang sekira 175 cm. Head room tersisa masih lumayan lega dengan jarak pandang cukup proporsional. 

Tinggal setting sedikit untuk pengaturan jok pengemudi, begitu ketemu settingan yang pas tinggal melaju dengan nyaman meski jarak tempuh cukup jauh.

Test Drive Suzuki XL7

Apalagi hal ini ditopang dengan material jok yang empuk, meski balutannya hanya berbahan fabric. Memang sih, akan lebih nyaman kalau saja jok varian ini dilapisi kulit. Namanya varian paling mahal, harusnya bisa lebih mewah.

Di lingkar kemudi sudah ada tombol pengaturan audio ataupun fitur penjawab panggilan telepon. Menggenggam kemudinya juga terasa nyaman karena sudah dilapisi bahan kulit. 

Test Drive Suzuki XL7

Oh iya, OLXers juga bisa menyesuaikan tinggi-rendahnya posisi kemudi untuk mendapatkan posisi mengemudi paling nyaman. Tapi belum ada fungsi telescopic untuk memaju-mundurkan kemudi. 

Catatan lain untuk bagian interior adalah pengaturan AC yang sudah pakai sistem digital dan head unit sistem touchscreen berukuran 8 inci yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan entertainment selama dalam perjalanan bersama Suzuki XL7.

Test Drive Suzuki XL7

Nah, ini sebenarnya yang paling ingin OLX kedepankan sebagai keunggulan Suzuki XL7 dibanding kompetitornya di kelas yang sama. Spion tengahnya sudah Smart e-Mirror yang bisa membantu pengemudi mengontrol bagian belakang maupun depan. 

Kamera belakang cukup wide dalam memberikan visual saat berkendara, sehingga blind spot minim. Fitur ini juga dibekali dengan memory card untuk merekam setiap perjalanan. Sehingga bila terjadi sesuatu hal seperti tabrak dari belakang, OLXers punya bukti kuat dalam mengurus asuransi ataupun laporan ke Kepolisian.

Test Drive Suzuki XL7

Suzuki XL7 juga menawarkan kenyamanan bagi pemiliknya dengan tombol Start/Stop Engine. Untuk menghidupkan mesinnya sudah tidak perlu lagi meraba-raba lubang kunci, khususnya dalam ruang yang gelap. Tinggal tekan tombol, mesin pun langsung menyala dan siap diarahkan kemana saja.

Test Drive Suzuki XL7

Mau ke gunung dengan jalur jalanan cukup mendaki oke, atau ke daerah pesisir laut sekalipun untuk menikmati suasana pantai yang berombak dengan hembusan angin sepoi-sepoi di bawah pohon kelapa juga bisa. 

Intinya, Suzuki XL7 akan menjadi sarana mobilitas yang tangguh dan bisa diandalkan, baik itu di jalanan perkotaan, maupun jalur ekstrim menuju tempat-tempat wisata terbaik dengan pengalaman berkendara yang tentunya akan sangat menyenangkan.

Performa Mesin dan Suspensi Mumpuni 

Seberapa menyenangkan sebuah perjalanan bersama Suzuki XL7? Disini OLX mau coba berbagi cerita pengalaman mengendarai XL7 sejauh kurang lebih 100 km dari Jakarta menuju kawasan wisata pantai Karang Kitri yang ada di Anyer, Banten.

Test Drive Suzuki XL7

Berbekal mesin tipe K15B bensin dengan kapasitas 1.500 cc 4 silinder, mobil ini punya tenaga maksimal 104,7 PS dan torsi 138 Nm.

Urusan melibas berbagai jenis kontur medan, mulai dari aspal halus hingga jalur jalan yang tidak rata dengan kondisi aspal berlubang tidaklah sulit.

Bahkan ketika melintas di jalur bebas hambatan dari Jakarta menuju Gerbang Tol Cilegon Barat, akselerasi Suzuki XL7 cukup mempesona OLX. Semakin dalam pijakan pada pedal gas, tenaga mesin pun bereaksi secara spontan. 

Ini cukup menimbulkan nafsu OLX untuk terus menekan pedal gas lebih dalam hingga akhirnya mampu mencapai kecepatan 160 km/jam. Dan jujur saja, keseimbangan mobil tetap stabil tanpa gejala limbung yang mungkin banyak dikhawatirkan orang saat mengemudikan mobil-mobil berpostur jangkung.

Test Drive Suzuki XL7

Mungkin ini alasannya mengapa ground clearance dibuat tidak lebih tinggi dari SUV lainnya. Demi menjaga efek limbung tidak terjadi saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Begitu juga saat memasuki wilayah pesisir Anyer dengan kondisi jalan yang tidak terlalu rata. Suspensi yang ditawarkan rasanya juga masih terbilang nyaman. Dengan konfigurasi suspensi depan menggunakan MacPherson Strut with coil spring dan belakang Torsion Beam with Coil Spring, sanggup meredam bantingan-bantingan kala ban bertemu dengan lubang di jalanan. 

Secara performa, OLX menilai Suzuki XL7 sangat baik. Kemampuannya melintasi jalur semi offroad tidak malu-maluin dan sistem kerja suspensinya masih terbilang nyaman. 

Meskipun menggunakan mesin yang sama dengan Ertiga, tetapi jelas dari feel mengemudinya terasa sangat berbeda. Apalagi disebutkan bahwa ada beberapa perbedaan set up mesin dan komponen antara Suzuki XL7 dan Ertiga. 

Dan begitu OLX tiba di tujuan, sebuah pemandangan indah tersaji di depan mata. Meski sulit untuk mendeskripsikan keindahan tersebut, tapi semuanya bisa OLX bagikan lewat rangkaian gambar-gambar indah Suzuki XL7 berbingkai alam pantai Karang Kitri. 

Kesimpulan

Test Drive Suzuki Xl7

Kehadiran Suzuki XL7 memberi warna tersendiri persaingan di segmen SUV dalam negeri. Meski memiliki banyak kompetitor, namun Suzuki XL7 punya beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh SUV merek lainnya.

Selain pada urusan harga yang menurut OLX sangat terbuka peluangnya menyerap demand, hadirnya fitur Smart e-Mirror juga belum banyak diaplikasikan pada model yang lain.

Tentu tidak heran jika dalam bulan pertama usai peluncurannya saja, PT Suzuki Indomobil Sales sudah berhasil mendapatkan sekira 2.000 lebih pesanan unit untuk XL7.

Dibalik itu, tampaknya Suzuki Indonesia masih menerapkan strategi marketing lama, dengan cara tidak melengkapi secara keseluruhan fitur di tipe paling atas. Setidaknya ada beberapa fitur-fitur standar di SUV pesaing tetapi tidak ada di XL7. Contohnya seperti sistem telescopic di kemudi, dan jok berbungkus kulit sebagai tanda varian paling mewah sekaligus paling mahal. Keyakinan OLX semua itu akan hadir di pengembangan model XL7 selanjutnya.

Sementara dari sisi performanya, SUV ini jelas tidak bisa disebut sama dengan Ertiga meski memiliki jenis mesin yang sama. Para engineer XL7 sudah berhasil melakukan setting mesin demi menghadirkan kendaraan yang cocok untuk dipakai di dua jenis jalur, on-road maupun semi off-road dengan gelontoran tenaga cukup mumpuni.

Begitu juga dengan pemilihan ukuran tinggi ground clearance-nya sudah sangat tepat. Sehingga saat melaju dengan putaran roda yang sangat tinggi, kestabilannya tetap terjaga, yang akan semakin memantapkan keyakinan pengemudi untuk memacunya dengan lebih kencang. (Z)

Mandiri Tunas Finance Peduli Indonesia, Bagikan 500 APD dan 1.000 Paket Sembako

0

PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menjalankan tugas dan tanggung jawab sosialnya sebagai sebuah perusahaan yang peduli pada lingkungan di sekitarnya atas dampak dari pandemi COVID-19 yang sudah hampir dua bulan belakangan ini mewabah di Indonesia.

Menjawab kesulitan dari tim medis yang bekerja menanggulangi pasien coronavirus di berbagai rumah sakit di wilayah Jakarta dalam mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD), MTF melalui Direktur Utamanya, Arya Suprihadi langsung turun ke lapangan untuk menyerahkan langsung bantuan berupa 500 APD dan 500 liter hand sanitizer kepada perwakilan Rumah Sakit Umum Fatmawati.  

Penyerahan bantuan ini berlangsung di Kantor Cabang MTF Duren Tiga, Jakarta, hari Rabu, 22 April 2020.

“Melihat grafik persebaran virus COVID-19 yang semakin meningkat, berimbas dengan adanya kesulitan dan keterbatasan yang dialami oleh tim tenaga medis dalam mendapatkan APD, kami tergerak menyalurkan bantuan untuk penanganan wabah ini. Bantuan tersebut berupa 500 APD dan 500 liter hand sanitizers, semoga bantuan ini dapat membantu tenaga medis untuk selalu memberikan pelayanan terbaik. Dengan adanya distribusi APD ini kami berharap dapat mendukung aktivitas para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19, khususnya di RSUP Fatmawati,” ungkap Arya Suprihadi usai menyerahkan bantuan dalam keterangan tertulisnya kepada OLX. 

Dalam kesempatan yang sama, MTF juga memberikan bantuan berupa 1.000 paket sembako didistribusikan untuk warga terdampak yang bermukim di sekitar Cabang MTF Duren Tiga dan Matraman. 

Bantuan paket sembako ini diserahkan kepada Ketua RT setempat, didampingi Kepala Wilayah Region 4, Ari Paisal Rohman, Kepala Cabang MTF Duren Tiga Arief Pramono dan Kepala Cabang MTF Matraman Anwar Ilham.

“MTF ingin turut membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak secara finansial akibat pandemi ini. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka untuk bertahan dalam kondisi yang sulit ini,” tambah Arya.

Selain itu, MTF juga telah membantu pelanggan dengan memberikan saluran pengajuan restrukturisasi secara online. Sampai tanggal 20 April 2020, MTF telah memberikan persetujuan restrukturisasi terhadap 3.248 debitur dgn total nilai outstanding sebesar Rp 492 miliar.

OLXers juga bisa ikut berkontribusi untuk membantu para petugas medis dalam memerangi COVID-19, caranya bisa klik disini! (Z)

Anjurkan Pola Hidup Sehat ke Masyarakat, FIFGROUP Bagikan APD Standar

0

Semakin tingginya angka penularan virus Corona di Indonesia terjadi akibat masih banyaknya masyarakat yang belum sadar betul tentang pentingnya melakukan physical distancing, menggunakan masker setiap saat dan menerapkan pola hidup sehat dengan cara mencuci tangan secara baik dan benar.

Sekarang ini masyarakat dihadapkan hanya pada dua pilihan, tertular atau menularkan. Disiplin menjaga jarak (physical distancing), menggunakan masker serta rajin mencuci tangan, serta jujur, menjadi cara paling efektif dalam menekan penularan virus COVID-19 kepada orang lain.

Melihat kenyataan ini, PT Federal International Finance atau FIFGROUP sebagai anak perusahaan PT Astra International Tbk tergerak untuk melaksanakan program peduli kesehatan dengan memberikan bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) kepada Warga Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Bantuan APD yang diserahkan terdiri dari 30 Matras, 20 pcs Hazmat, 20 pcs Masker KN95, 2 box Hand Gloves Nitrile, 3 jerigen Hand Sanitizer (5L), 3 jerigen Disinfektan (5L), 3 jerigen Hand Soap (4L), 9 pcs Goggel, dan 10 lusin Masker Kain. 

Kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) FIFGROUP ini berlangsung di Kantor Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan, hari Kamis (23/4/2020) kepada OLX. 

“Kita tidak bisa sepenuhnya hanya mengandalkan rumah sakit dan tenaga medis untuk menghadapi situasi dan kondisi seperti ini, perlu adanya gotong royong dari berbagai pihak. Bersama program CSR Peduli Kesehatan ini bantuan APD tersebut akan diberikan secara langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama–sama dan saling bekerja sama menjaga kesehatan dan hidup sehat,” beber Chief Of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility Yulian Warman yang hadir menyerahkan bantuan.

Wabah COVID-19 adalah penularan coronavirus yang menginfeksi saluran pernapasan. Tanda–tanda umum infeksi ini adalah batuk, flu, demam, dan kesulitan bernapas yang berpotensi menyebabkan pheunomia sindrom akut yang berujung kematian.

Kecamatan Cilandak merupakah salah satu wilayah yang masuk zona merah dalam peyebaran virus di daerah Jakarta Selatan. Untuk mendukung tim medis FIFGROUP berupaya aktif memerangi COVID-19  di Indonesia dengan memberikan perlengkapan APD untuk digunakan masyarakat agar terhindar dari paparan virus. 

Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Camat Cilandak Jakarta Selatan, Mundari bersama Chief Of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility Yulian Warman, serta Corporate Communication Sub Departmen Head, Charles DW Simaremare.

Sebelumnya, FIFGROUP juga menyalurkan dana sosial syariah kepada 300 kepala keluarga masyarakat kurang mampu senilai Rp 200.000 melalui Camat Cilandak, Jakarta Selatan untuk tiga Kelurahan yaitu Cilandak Barat, Pondok Labu, dan Lebak Bulus, serta 45.300 paket sembako yang berasal dari dana sosial syariah FIFGROUP. (Z)

Seluruh Dealer Toyota Sabang Sampai Merauke Bersatu Perangi COVID-19

0

Sebagai merek otomotif dengan penjualan terbesar di Indonesia, sudah sepatutnya Toyota juga ikut aktif dalam usaha bersama memerangi pandemi virus Corona di Tanah Air.

Seperti yang kita ketahui, penyebaran virus COVID-19 sudah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian bangsa. Ini berdampak pada menurunnya minat serta kemampuan masyarakat untuk memiliki kendaraan, baik itu baru maupun bekas. 

Ujung-ujungnya angka penjualan kendaraan tergerus dan berpotensi ada di titik paling bawah. Dari angka satu juta unit rata-rata tiap tahun menjadi setengahnya.

Tentu ini juga berdampak pada pertumbuhan industri otomotif nasional, termasuk Toyota Indonesia.

Sebagai bentuk nyata dari usaha memutus rantai penyebaran virus yang menyerang sistem pernapasan manusia ini, Toyota menggandeng jaringan dealer-nya di seluruh Indonesia, untuk menyiapkan serta menyalurkan paket bantuan berupa kebutuhan pokok serta peralatan pencegahan penyebaran COVID-19 di berbagai daerah.

“Bantuan ini merupakan bagian dari semangat #ToyotaAdaUntukAnda dan solidaritas keluarga besar Toyota Indonesia terhadap masyarakat yang terkena dampak penyebaran COVID-19. Setelah sebelumnya membantu tenaga medis yang tengah berjuang di garda terdepan dalam menanggulangi wabah COVID-19, Toyota juga membantu masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan termasuk kebutuhan pokok, mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan. Toyota berkomitmen untuk turut berkontribusi kepada masyarakat Indonesia,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto dalam siaran pers, Rabu (22/4/2020). 

Bersama jaringan outlet-nya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, Toyota Indonesia akan mendistribusikan paket kebutuhan pokok yang antara lain berisi beras, gula, dan minyak goreng serta peralatan pencegahan COVID-19 diantaranya seperti hand sanitizer, masker kain, dan sabun cuci tangan serta kebutuhan lainnya.

Bantuan ini sudah mulai di distribusikan sejak minggu kedua di bulan April ini dimana masing-masing dealer akan mendistribusikan bantuan kepada sekitar 300 keluarga yang tinggal di sekitar area dealer tersebut beroperasi. Selain itu, bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pabrik Toyota yang beroperasi di daerah Sunter, Karawang, dan Cibitung. 

Dengan adanya aktivitas ini, diharapkan warga bersama Toyota bisa memiliki peran aktif dalam mencegah meluasnya wabah COVID-19.

Tidak hanya bantuan berupa paket sembako dan peralatan pencegahan COVID-19, Toyota juga menyiapkan satu unit Avanza untuk mendukung mobilitas tenaga medis di kawasan Jakarta Utara sejak 6 April 2020 lalu. Avanza ini jadi kendaraan antar jemput petugas medis dalam mengantar spesimen pasien dari Puskesmas di daerah Cilincing, Koja, Pandemangan, Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan Penjaringan ke laboratorium penguji.

Sebelumnya, Toyota dan Astra International juga menyiapkan 5 truk Dyna yang dilengkapi alat sprayer disinfektan untuk diserahkan kepada PMI. Bantuan lainnya, Toyota juga telah menyerahkan 1.000 Alat Pelindung Diri dari program SATRIA untuk sejumlah rumah sakit dan puskesmas di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, fokus pelayanan Toyota kepada konsumen juga tidak kendor lewat inisiatif Toyota dalam memberikan kemudahan bagi mobilitas para pelanggan melalui program kepemilikan kendaraan dan juga layanan aftersales kendaraan, seperti menyediakan fasilitas antar jemput kendaraan dari rumah ke bengkel maupun sebaliknya, dan juga sejumlah program dalam kepemilikan kendaraan.

“Dalam situasi seperti saat ini, Toyota akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada pelanggan dan juga berkomitmen untuk terus membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan berbagai dampaknya. Kami juga tengah menyiapkan sejumlah bantuan lain yang diharapkan bisa segera di distribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak COVID-19,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

Sebagai perusahaan yang selalu mengedepankan semangat good citizenship, Toyota selalu berupaya untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam memberikan yang terbaik di setiap negara, termasuk Indonesia. (Z)

Masa Garansi Mobil Mitsubishi Diperpanjang

0

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada konsumen.

Salah satunya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC).

Dalam usahanya melayani para pemilik kendaraan merek Mitsubishi di tengah kondisi yang sulit seperti ini, MMKSI memberi kebijakan perpanjangan masa garansi kendaraan yang habis masa berlakunya pada periode 13 Maret – 31 Mei 2020. 

Jadi pemilik kendaraan tidak perlu khawatir karena tetap bisa melakukan perbaikan kendaraan terkait kendala yang muncul dalam masa garansi, setelah pandemi dan kondisi membaik di waktu yang kondusif, cukup dengan membawa service booklet kendaraannya saat akan mengajukan perpanjangan garansi.

Begitu juga dengan masa berlaku Free Service & Smart Package mobil Mitsubishi yang habis pada periode 13 Maret – 31 Mei 2020 tidak akan hangus. Setelah PSBB berakhir, para pemilik kendaraan tinggal datang saja ke dealer dan melakukan servis pada situasi yang sudah aman.

“Kepuasan pelanggan tetap menjadi prioritas kami, PT MMKSI ingin memberikan kenyamanan serta rasa aman kepada pelanggan yang mengalami kendala pada kendaraannya selama masa pembatasan sosial akibat penyebaran COVID-19 dengan memperpanjang masa berlaku garansi kendaraan, Free Service & Smart Package untuk digunakan setelah situasi membaik. Pelanggan akan mendapatkan fasilitas tersebut di seluruh jaringan dealer resmi Mitsubishi Motors di Indonesia. Kami berharap dapat melihat senyum pelanggan setelah kendalanya dapat terselesaikan,” jelas Eiichiro Hamazaki, Director After Sales Division PT MMKSI dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut pelanggan dapat menghubungi call center Mitsubishi Motors Customer Care melalui hotline 0804-1-300-300. Selain itu konsumen tetap dapat memanfaatkan layanan 24-Hours Emergency Service untuk keperluan yang mendesak. (Z)

Batal Tampil di IIMS 2020, Motor Listrik Buatan Universitas Budi Luhur Diperkenalkan

0

Jika saja tidak batal terlaksana, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 sebenarnya punya sebuah program acara menarik yang diberi nama Indonesia Custom E-Moto Expo & Championship.

Konsep programnya adalah menantang para builder serta instansi pendidikan yang punya kompetensi dalam pengembangan kendaraan listrik untuk berkompetisi menghasilkan sebuah kendaraan roda dua berbasis tenaga listrik.

Sayang, pameran itu sendiri terpaksa batal terlaksana akibat pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

Salah satu peserta yang menerima tantangan ini adalah Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur yang sudah siap memamerkan karya modifikasi motor listriknya bernama UBL CEV01 (Cargo Electric Vehicle Generasi 1) yang dibangun dari Selis E-Max.  

Konsepnya adalah sebuah sepeda motor ramah lingkungan yang mampu bergerak cepat di perkotaan, serta untuk melayani antar barang.

Proyek modifikasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur Ir Sujono MT, dan dikerjakan bersama dosen dan mahasiswa Tekhnik Elektro Universitas Budi Luhur.

Tidak patah arang karena pameran dibatalkan, akhirnya motor listrik ini tetap diperkenalkan beberapa waktu lalu.

“Seluruh tampilan dan system kelistrikan Selis E-Max diubah menjadi motor listrik UBL CEV01 dengan konsep modifikasi Zoomer. Tampilan motor sudah tidak seperti aslinya mulai dari rangka, dan body. Sedangkan jarak tempuh motor ditambah kapasitas baterai yang awalnya hanya 40 km full charge, sekarang mampu menempuh maksimum 150 km dengan baterai Lithium,” jelas IR Sujono MT, Kepala Study Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur. 

Pengerjaannya sendiri berlangsung singkat, kurang lebih dua bulan dengan memodifikasi 90 persen motor dasarnya. Model motor diubah menjadi konsep Zoomer, dengan motor penggerak berkekuatan 1200 watt, Battery 60 Volt 80 Ah, daya angkut 150 kg, kecepatan maksimum 50 kpj, dengan jarak tempuh hingga 150 km. 

”Universitas Budi Luhur konsisten menjadikan Pusat Studi Kendaraan Listrik menjadi unggulan dalam riset kendaraan listrik kedepan. Setelah mobil BLITS dengan ITS, berubah jadi Neo BLITS. Lalu motor listrik UBL CEV01, sepeda listrik dan drone, dalam waktu depan UBL sedang membuat motor listrik BLITZ,” beber Kasih Hanggoro Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti. 

Motor cargo ini juga langsung dioperasikan sesuai fungsinya sebagai kendaraan angkut barang membawa masker dan kopi untuk dibagikan ke pengguna jalan di sekitar Jl. Raya Ciledug, Jakarta. Pembagian masker dan kopi kepada pengguna jalan serta aparat Negara merupakan bagian dari program CSR Universitas Budi Luhur selama pandemi COVID-19. (Z)