Jumat, September 18, 2026
Beranda blog Halaman 1490

Suzuki dan Yamaha Berbagi Nama Saluto 125, Pilih Mana?

0

Saluto 125 merupakan motor model terbaru dari Suzuki yang melakukan debut pertamanya di ajang World Car New Show Taiwan pada 27 Desember 2019 lalu. 

Motor ini cukup menarik perhatian pecinta roda dua karena secara visual, motor skutik bergaya klasik modern ini memiliki kemiripan dengan Lambretta V125 Special maupun Vespa Primavera.

Rencananya, Suzuki Saluto 125 baru akan dijual di Taiwan di bulan Februari mendatang. Belum ada kabar apakah bakal dijual juga di Indonesia.

Tapi kita tidak membahas lebih jauh terkait model serta spesifikasi dari motor baru pabrikan berlambang ’S’ ini. Justru yang menarik adalah penyematan nama “Saluto 125”.

Ternyata Suzuki bukan satu-satunya yang memberikan nama “Saluto 125” untuk produknya. Justru Yamaha India lah yang pertama kali menggunakan nama tersebut di motor jenis naked yang diluncurkan pada 2015 lalu. 

Motor batangan Yamaha yang satu ini justru lebih unik karena alih-alih pakai mesin berkapasitas diatas 150cc seperti motor cowok kebanyakan, Yamaha Motor India justru memilih mesin 125cc, berpendingin udara 4-langkah dan SOHC 2-Valve. 

Meski demikian, Yamaha Saluto 125 ini sudah mengadopsi fitur UBS (Unified Braking System). Sebuah fitur yang secara fungsional mirip dengan fitur CBS (Combi Brake System). UBS berfungsi saat tuas rem belakang dioperasikan, secara bersamaan distribusi daya pengereman akan terbagi ke roda depan maupun roda belakang. Efeknya adalah peningkatan efisiensi kendali laju kendaraan, serta gaya henti kendaraan yang lebih stabil.

Sama-sama bernama “Saluto 125”, sama-sama gak ada di Indonesia, padahal keduanya cukup unik dan cukup menarik perhatian. Kira-kira nih, kalau Suzuki Saluto 125 dan Yamaha Saluto 125 bakal dijual disini, OLXers pilih yang mana? (End/Z)

Resmi Dijual, vivo S1 Pro New Version Tawarkan Banyak Promo Menarik

0

Senin 10 Januari 2020 lalu, vivo S1 Pro New Version secara resmi hadir di Indonesia dengan menawarkan kapasitas ROM besar hingga 256GB serta desain smartphone yang lebih stylish

Tersedia dalam dua warna pilihan, Fancy Sky dan Crystal Blue, vivo S1 Pro New Version dibandrol seharga Rp 3.999.000 dan sudah bisa dibeli di outlet resmi vivo di berbagai kota di Indonesia.

“vivo melihat antusiasme publik yang cukup tinggi mengenai versi terbaru vivo S1 Pro, kami sangat senang sekali menghadirkan vivo S1 Pro New Version dengan berbagai promo yang menarik. Kami harap konsumen tidak melewatkan kesempatan ini,” ungkap Edy Kusuma, Senior Brand Director vivo Indonesia dalam sebuah keterangan resmi tertulis, Sabtu (11/1/2020).

Smartphone terbaru vivo ini dilengkapi RAM 8GB serta kapasitas penyimpanan hingga 256GB ROM sehingga mampu menampung banyak hasil foto, video, atau dokumen kerja.

vivo S1 Pro New Version juga tetap membawa keunggulan spesifikasi pada vivo S1 Pro seperti, 48MP AI Quad Camera, 32MP Front Camera, 6,38’’ Super AMOLED + Screen Touch ID dan kapasitas baterai 4500 mAh.

Bekerjasama dengan Telkomsel sebagai telco official partner bundling vivo S1 Pro New Version, pemilik smartphone terbaru dari vivo ini mendapatkan banyak keuntungan. Hanya dengan mengisi pulsa sebesar Rp 20.000 setiap bulannya di vivo S1 Pro New Version akan mendapatkan penawaran paket TAU Lite 7 kuota 7GB seharga Rp 10 dan free premium subscription HOOQ, Viu, Vidio Gold, MaxStream, JOOX, dan LangitMusik untuk 30 hari seharga Rp 10.000.

Untuk promo offline di vivo official store dan retail partner resmi vivo di beberapa kota di Indonesia melalui Home Credit Indonesia, ada paket cicilan DP 0 persen serta bebas biaya admin bagi customer lama, ataupun DP mulai 15 persen dan admin fee Rp 199.000,- bagi customer baru. 

Tenor cicilan 7 bulan dan gratis 1 bulan jika membayar angsuran tepat waktu selama 6 bulan berturut-turut. (Z)

Komunitas Pengguna Toyota Kijang Innova Kunjungi Korban Banjir Jakarta dan Banten

0

Bencana banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada awal 2020 ini mengundang banyak sekali empati dari berbagai pihak. Termasuk dari komunitas Innova Community atau yang disingkat IC.

Sebanyak lebih dari 50 member IC dengan 30 unit kendaraan bergerak bersama menyalurkan bantuan demi meringankan beban korban banjir.

Aksi ini berlangsung secara bertahap sejak 4 Januari hingga 12 Januari 2020 dengan mengunjungi wilayah terdampak banjir parah di area Jakarta dan Banten.

“Tidak banyak yang bisa kami berikan, tapi semoga ini bisa membantu memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan pasca bencana. Ini merupakan kepedulian kami kepada para korban banjir di Jakarta dan Lebak Banten. Rencananya aksi ini akan dilanjutkan oleh IC di chapter lain,” jelas Fransisca FA, Ketua Harian Innova Community Pusat menyampaikan amanat dalam keterangan tertulis, Senin (13/1/2020).

Bentuk sumbangan yang diberikan kepada korban banjir berupa air bersih dalam tanki, karpet, pakaian layak pakai, selimut, makanan siap saji (nasi bungkus), sembako, pakaian dalam wanita, pampers buat balita, obat-obatan ringan, biskuit, mie instan, dan berbagai jenis bantuan lainnya. 

Semua ini hasil dari donasi yang dikumpulkan tidak hanya dari member IC Jabodetabek saja, tetapi juga chapter lain di luar Jabodetabek.

“Semoga bermanfaat baik bagi semua dan kami doakan semoga para korban bencana selalu di berikan kesabaran dan semangat selalu,” tutup Fransisca. (Z)

Diskriminasi Hukum, Alasan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang

0

Merasa diperlakukan tidak adil oleh hukum negara Jepang, mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn akhirnya memilih untuk kabur dengan cara paling nekat menuju Lebanon.

“Saya merasa sistem tersebut mengabaikan praduga tak bersalah, memunculkan diskriminasi dan menghalangi pemenuhan hak asasi manusia,” ujar kuasa hukum Carlos Ghosn seperti dikutip Japan Times beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, mantan orang nomor satu di Nissan ini dikenakan status tahanan rumah karena diduga telah melakukan manipulasi keuangan untuk memperkaya diri sendiri saat memimpin Nissan.

Ghosn ditangkap di Bandara Narita, Tokyo, Jepang pada November 2018 lalu dan sudah menjalani pemeriksaan intensif.

Pemerintah Jepang sendiri kini telah mengeluarkan surat perintah penangkapan, serta pengumuman status buron Carlos Ghosn yang sudah disampaikan Interpol ke negara terkait. Namun terbentur karena kedua negara tidak ada perjanjian ekstradiksi.

Tiru Film Hollywood, Begini Cara Ghosn Kabur ke Lebanon

Carlos Ghosn mungkin memang sudah mempersiapkan rencana pelarian dirinya dengan sangat matang. Ini bisa dilihat dari pemilihan hari-H rencana tersebut.

Ia menanti hingga musim liburan tahun baru, dimana hampir seluruh kantor-kantor pemerintah tutup hingga seminggu lebih dan banyak polisi serta detektif yang mengambil libur bersama keluarga.

Ghosn terlihat meninggalkan rumah pada 29 Desember 2019 menggunakan topi dan masker dan terekam kamera CCTV. Tujuannya adalah pergi ke Stasiun Shinigawa naik shinkansen menuju Osaka, kemudian lanjut pakai taksi menuju hotel dekat bandara. 

Carlos Ghosn tidak melakukan semua ini seorang diri. Ia dibantu dua orang Amerika Serikat (AS), salah satunya Michael Taylor, tentara bayaran sekaligus veteran perang Irak yang memiliki keahlian untuk melarikan diri.

Keduanya terekam kamera sedang mengangkut dua kotak besar yang diduga berisi Ghosn masuk ke dalam jet pribadi menuju Istanbul, Turki. Setelah mendarat Ghosn langsung memesan penerbangan menuju Beirut, Lebanon. 

Benar-benar mirip seperti aksi melarikan diri di film-film Hollywood kan? (Z)

Begini Wujud Asli Low SUV Terbaru Suzuki

0

Model terbaru SUV Suzuki yang akan menantang Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Honda BR-V diprediksi bakal meluncur dalam waktu dekat. Ini setelah foto Suzuki XL7 yang sudah ada di pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat, beredar luas. 

Besar kemungkinan foto tersebut merupakan produksi pertama low SUV Suzuki, XL7.

Mengintip wujud aslinya, kelihatan XL7 memang diproduksi dengan mengambil base desain Ertiga. Cuma beda ukuran dimensi serta ketinggian saja. 

Nampak dari bagian depan, konfigurasi wajah keduanya (Ertiga dan XL7) hampir mirip. Mulai dari dimensi headlamp, grille depan dan juga foglamp. Bedanya kalau di grille, XL7 punya list chrome memanjang membelah grille dan dipotong logo 'S'di bagian tengah. Sama ujung depan bagian bawah XL7 sudah terpasang skid plate.

Begitu juga dengan desain lampu utamanya, meski memiliki potongan bentuk sama, namun ada kesan berbeda. Ertiga dibuat seolah menjadi mata yang terbuka lebar, di XL7 kelihatan sipit tanpa dibuat tipis.

Yang menarik di sisi samping karena PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyematkan over fender di keempat bagian roda untuk memastikannya sebagai SUV maupun crossover berpenampilan maskulin dengan otot-otot yang kekar layaknya atlit. 

Begitu juga bagian atap XL7 yang dibekali roof rail, sebagai penegasan mobil SUV ini asik diajak berpetualang jarak jauh. 

Di bagian belakang, konfigurasi desain lampu antara XL7 dan Ertiga juga sama. Perbedaannya hanya di lampu stop bagian bawah, kalau di Ertiga posisinya horizontal, maka di model SUV dibuat vertikal. Tapi buritan keduanya tetap sama-sama mendapatkan rear under spoiler sebagai pemanis.

Sejauh ini OLX cuma bisa menginfokan sejauh itu saja soal bentukan asli Suzuki XL7, SUV terbaru produksi Cikarang. 

Info soal interior, masih menunggu bocoran lebih lanjut, kalau ada. Atau harus menunggu sampai proses peluncurannya untuk detail keseluruhan. 

Tapi secara garis besarnya, interior XL7 bisa mengacu pada model kembarannya yang dijual Suzuki Maruti di India, Suzuki XL6. Kemungkinan bentuk interior serta fitur yang dibenamkan pada XL7 kurang lebihnya sama. 

Perbedaannya pada konfigurasi tempat duduk. Disebut Suzuki XL6 karena bangku tengah menggunakan model captain seat, sehingga kapasitas muat maksimalnya cuma 6 orang, di XL7 dipastikan tidak pakai captain seat dan memuat 7 orang. (Z) 

Beli Piaggio Medley Selama Januari 2020, Dapat Paket Aksesoris Senilai Rp 10,4 Juta

0

Tidak gembar-gembor soal model baru untuk dijual di awal tahun 2020, PT Piaggio Indonesia lebih memilih untuk mengerek angka penjualannya dengan menggelar program bertajuk “Live More with New You”.

Program ini menawarkan paket menarik namun terbatas untuk pembalian Piaggio Medley dan Vespa GTS Super Tech 300.

“Setiap pembelian Piaggio Medley akan mendapatkan penawaran eksklusif berupa paket aksesoris senilai Rp 10,4 juta. Sementara untuk pembelian Vespa GTS SUper Tech 300 akan mendapatkan penawaran paket aksesoris senilai Rp 13,2 juta,”dijelaskan Piaggio Indonesia dalam keterangan tertulis, Senin (13/1/2020).

Program ini sendiri menjadi komitmen berkelanjutan Piaggio untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya, baik  dalam keunggulan produk, jaringan diler, suku cadang, dan aksesori.

Program “Live More with New You” ini berlangsung hingga 31 Januari 2020 mendatang dalam penawaran terbatas. (Z)

Tren Lampu LED Untuk Mobil Keluarga Lebih Terang Daripada HID dan Halogen, Ini Daftar Harganya

0

Bicara soal modifikasi pasti erat kaitannya dengan ubahan bodi, pelek, ban, serta bagian interior mulai dari jok sampi audio. Namun OLXer harus tau, kalau modifikasi juga bisa dilakukan pada sistem pencahayaan seperti lampu utama atau headlamp.

Oia, OLXer harus tau, di tahun 2020 mobil jenis lampu LED kini semakin jamak digunakan. Hal ini tidak sekadar trend semata, namun para pabrikan sudah menerapkannya sebagai standarisasi, baik sebagai lampu utama atau foglamp.

Nah kalau OLXer yang punya mobil tapi belum menggunakan lampu LED, coba tengok model lampu LED terbaru yang diluncurkan CV Sampurna Part Niaga selaku distributor resmi merk Autovision di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, setidaknya ada empat produk lampu LED Autovision terbaru, mulai dari LED Headlight Carbon M1, Carbon P1, Carbon LCS dan LED Foglight Nano G1.

Menurut Direktur CV SPN Lily Hernawan keempat lampu LED Autovision terbaru ini diperuntukkan untuk menjawab kebutuhan replacement lampu dan penerangan pada mobil-mobil di Tanah Air yang kini semakin berkembang.

“Keunggulan dari produk LED Headlight yaitu cahaya lebih terang, sistem pendingin lebih bagus, hingga usia pakai relatif lebih panjang, namun tetap menghasilkan daya panas sekecil mungkin.” ungkap Lily saat ditemui di Head Office & Showroom Service Center Autovision di Kosambi, Tangerang, Senin (14/1/2020).

Lily menambahkan, lampu jenis LED juga semakin banyak digunakan karena mudah dalam pemasangannya, yaitu hanya menerapkan sistem plug and play, sehingga soket pada masing-masing lampu LED telah disesuaikan dengan soket asli bawaan kendaraan.

“Selain mudah dan praktis, saat instalasi tidak perlu memotong kabel atau mengubah konstruksi rumah lampu mobil kesayangan. Hasilnya pun, cahaya yang dihasilkan lebih terang ketimbang lampu standar bawaan mobil. Termasuk jika dalam kondisi cuaca hujan,” jelas Lily

Menariknya nih, produk Autovision dari SPN sudah mendapatkan garansi selama dua tahun untuk LED Headlight Carbon M1, P1 dan LCS. Sedangkan untuk varian LED Foglight Nano G1 tetap dibekali garansi selama 12 bulan atau satu tahun.

Meski lampu-lampu yang bisa diterapkan mobil keluarga termasuk Mitsubishi Xpander telah dilengkapi dengan garansi produk, namun pemilik mobil sebaiknya turut memperhatikan beberapa hal agar usia pakai sesuai dengan spesifikasi produk. Berikut spesifikasinya:

Lampu Autovision
Lampu Autovision. 

Autovision LED Headlight Carbon P1

  • Sumber Cahaya                 USA Bridgelux LED Chip

  • Warna Cahaya                   5.700 Kelvin

  • Pemakaian Daya               45 Watt

  • Tegangan Operasi             DC 12 Volt

  • Daya Terang                      4.500 Lumen

  • Bahan Pelepas Panas      Alumunium+tembaga + cairan pendingin + double ball fan

  • Umur Operasional             >30.000 jam

  • Suhu Operasional             -40 s/d +80 derajat celcius

Autovision LED Headlight Carbon M1

  • Bahan Sumber Cahaya    Latticel Bright HGL3

  • Warna Cahaya                  6.000K

  • Pemakaian Daya              Tunggal 32W Ganda D/32W. J/32W

  • Tegangan Operasi            DC 9-30V

  • Daya Terang Bahan         3.600LM

  • Pelepas Panas                Alumunium + tembaga, High speed ball Fan

  • Umur Operasional           30.000 jam

  • Suhu Operasional           40°C -80°C

Autovision LED Headlight Carbon LCS

  • Bahan Sumber Cahaya   Lattice LED Chip

  • Warna Cahaya                5.700K

  • Pemakaian Daya             40 watt

  • Daya Terang Bahan        4.300LM

  • Pelepas Panas                Aerospace Alumunium + tembaga, Hydraulic Fan

  • Umur Operasional           >30.000 jam

  • Suhu Operasional           40°C -80°C

 Autovision LED Foglight Nono G1

  • Bahan Sumber                Automotive LED CSP Chip

  • Warna Cahaya                5.700K

  • Pemakaian Daya            15W

  • Tegangan Operasi          DC 9-30V

  • Daya Terang Bahan        3.000LM

  • Pelepas Panas               Alumunium + tembaga

  • Umur Operasional          >30.000 jam

  • Suhu Operasional           -40°C – +80°C

Harga

  1. LED Headlight Carbon M1 tersedia tipe H4 (Rp 1,74 juta), H7 dan D2 (Rp 1,35 juta)

  2. LED Headlight Carbon P1 tersedia tipe H4, (Rp 1,74 juta), H11dan HB3 (Rp 1,57 juta)

  3. LED Headlight Carbon LCS tersedia tipe H7, H11, HB3 dan HB4 (9012) (Rp 1,65 juta)

  4. LED Foglight Nano G1 tersedia tipe H3, H8/H16, H27, HB4, P13W, 5202 (H16 Eropa serta Chevrolet Captiva) (harga Rp 650 ribu). (Her)

Jawaban Bos Daihatsu Soal Merek Mobil China dan Korea Selatan di 2020

0

Pasar otomotif Indonesia di tahun 2020 kini semakin ketat. Pasalnya, tak hanya brand Jepang yang rajin melakukan berbagai strategi jitu untuk menggaet konsumen di Tanah Air, akan tetapi brand China dan Korea Selatan kini siap menambah tenaga baru untuk menancapkan kuku bisnisnya dengan formula yang tak kalah menarik.

Ya, brand asal negeri Tirai Bambu seperti Wuling Motors dan Dongfeng Sokon (DFSK) memiliki strategi yang cukup menarik, dimana produk yang dijual nyatanya merupakan segmen yang banyak dicari di Indonesia. Selain itu harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, sehingga untuk Wuling sendiri kini masuk dalam jajaran 10 besar brand terlaris di Tanah Air.

Lain halnya dengan brand dari negeri Gingseng, KIA dan Hyundai yang masih satu grup dan kerap berbagi platform, kabarnya pada 2019 lalu mereka akan semakin rajin menggarap pasar otomotif di Indonesia pada 2020, berjanji akan membangun pabrik disini.

KIA sendiri sempat dikabarkan vacuum menjual produknya bahkan menutup beberapa dealer resmi. Namun akhir 2019 lalu mereka bangkit kembali untuk berjualan di Indonesia.

Nah, semangat juang brand-brand otomotif asal China dan Korea Selata di Indonesia, rupanya ditanggapi langsung Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.

Amel sendiri tak khawatir dengan hadirnya sejumlah merek otomotif yang datang ke Indonesia. Sebab, Amel mengklaim, dengan hadirnya produk-produk terbaru dari berbagai brand, selama 11 tahun Daihatsu tetap bertahan di rangking dua merek mobil terlaris di Indonesia.

“Industri otomotif itu bukan hanya padat karya kalau di Indonesia, tetapi juga padat modal, pemainnya kalau ibarat pelari itu bukan sprin, tapi marathon. Kalau punya duit saja tetapi tidak kuat staminanya, pasti gagal, karena beli mobil di Indonesia, dipakai itu bisa sampai lebih dari 10 tahun,” ungkap Amel saat ditemui beberapa waktu lalu.

Amel juga mengatakan, berdasarkan survey yang dilakukan Daihatsu, hal yang sangat diperhatikan konsumen di Indonesia saat membeli mobil adalah harga jual kembali, jatuh atau tidak.

Selain itu, jika setelah membeli mobil, lanjut Amel, hal yang diperhatikan konsumen Indonesia yaitu mengenai spare part atau suku cadang, harganya harus murah meriah dan dapat ditemui dimana-dimana.

“Kalau nggak siapkan seperti itu belum tentu mobilnya laku walaupun mobilnya bagus. Jadi, sama seperti merek China yang jualan, mereka butuh waktu. Sementara kita sudah siapkan pondasi ini sudah darr tahun 70-an, jadi kalau dari 34 provinsi ini kita ada di 33 provinsi. Saya yakin belum tentu produk china punya outlet yang selengkap kita, jadi peace of mind menjadi strategi kita untuk bisa memenangkan pertarungan,” jelasnya.

Amel menganalogikan, membangun industri otomotif di Indonesia harus jangka panjang ibarat bermain online.

“Bisnisnya adalah ngebakar duit, rugi awal-awalnya, buka belum tentu laku, sementara uang harus keluar terus, kalau duitnya nggak sanggup pasti pada tutup. dari merek Amerika, Korea, Jepang sudah ada yang tutup juga sebenernya (tapi tidak ketahuan aja merek-merek kecil). Jadi berbisnis di otomotif perlu nafas panjang, duit gede dan resources keliatan,” terangnya.

Di tahun 2020, Daihatsu sendiri memang tidak sumbar untuk menargetkan penjualan. Pasalnya, dia hanya ingin tetap bertahan di urutan kedua dengan maraup market share 17 persen, tepat di bawah Toyota. (Her)

Kia Bangkit Kembali, Bakal Luncurkan SUV Baru Pekan Depan

0

Setelah tertidur cukup lama, pabrikan mobil Korea, Kia, mulai mengasah kuku tajamnya untuk bersaing sengit dengan merek otomotif lainnya di Indonesia di 2020.

Melalui PT Kreta Indo Artha (KIA) perusahaan distributor resmi terbarunya di Indonesia, Kia pekan depan meluncurkan All New Seltos, mobil jenis sport utility vehicle (SUV) yang digadang-gadang menjadi pengganti Sportage, sekaligus penjegal model medium SUV merek lainnya seperti Honda HR-V, dan Suzuki SX4 S-Cross.

Minimnya informasi terkait model baru Kia ini memang membuat pihak media kesulitan untuk mencari bahan tulisan terkait spesifikasinya.

Tapi sebagai referensi, mobil SUV ini sebelumnya sudah hadir di Singapore Motor Show 2020 beberapa waktu lalu. Besar kemungkinan, Seltos yang tampil disana bakalan sama dengan yang bakal diluncurkan pekan depan.

Mengintip Detail Kia Seltos

Desain grille tiger-nose, ciri khas wajah mobil Kia (Sumber: carsifu) 

Kia tetap mempertahankan desain tiger-nose grille yang di pasar global sudah terbukti mampu meraih berbagai penghargaan internasional di sektor desain. Sebagai pelengkap, teknologi LED hadir di headlamp, foglamp dan DRL.

Layaknya bentukan SUV lainnya, Seltos juga sudah mengadopsi over fender dan roof rail. Ini memang menjadi salah satu ciri khas mobil SUV modern sekaligus memberikan kesan karakter mobil tough yang andal dibawa ke berbagai medan jalan.

Di sisi buritan, LED taillight juga tak ketinggalan menyempurnakan tampilan futuristik Seltos. Ditambah dengan knalpot ganda serta skid-plate yang berfungsi sebagai cover bodi belakang bagian bawah. 

Desain belakang Kia Seltos dilengkapi dengan lampu LED pada taillight (Sumber: carsifu)

Sementara di bagian bawah bonnet, Seltos yang dijual di Indonesia kemungkinan besar menggunakan mesin 1.500cc berkekuatan 115 Ps. Meskipun sebenarnya Kia Seltos juga punya varian diesel. 

Menyinggung fitur yang ditawarkan, Kia Seltos yang dipamerkan pada Singapore Motor Show 2020, sudah keyless entry, dual airbag, switch audio control, sensor parking, kamera 360, sunroof, dan sistem audio yang sangat mumpuni. 

Interior Kia Seltos (SUmber: carsifu)

Tapi kembali lagi, seluruh spesifikasi serta fitur yang disebutkan di atas adalah Seltos yang dijual di Singapura. Bila masuk ke Indonesia dengan mengusung seluruh fitur tersebut, sudah pasti bakal memengaruhi harga jualnya disini. 

Yang pasti sebagai merek yang sudah berpengalaman menjual produknya di Indonesia, Kia tentu sudah mengenal karakteristik konsumennya. Kita berharap di bawah bendera barunya, Kia bisa memberi benefit lebih kepada konsumen dengan harga kompetitif. 

Untuk kepastiannya, tunggu saja update dari seremoni peluncuran Kia Seltos pekan depan, karena OLX menjadi salah satu media terundang. Sabar ya… (Z)

Alasan Asuransi Tak Cover Mobil Mogok Karena Sengaja Menerobos Banjir

0

Curah hujan yang tinggi ditambah musibah banjir jadi pembuka di awal 2020. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin berkendara baik menggunakan mobil atau sepeda motor ada baiknya harus berhati-hati, terutama ketika melintasi genangan.

Ya, ada baiknya jika mengemudi saat hujan jangan menerobos genangan air atau jalur yang terkena banjir. Sebab, OLXer tak pernah tau seberapa dalam genangan tersebut.

Sebab menurut SVP Communication, Event, & Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto salah satu risiko yang paling sering terjadi jika mengemudi saat hujan adalah menerobos genangan atau jalur yang terkena banjir sehingga membuat mobil mati mendadak alias mogok.

Jika OLXer menerabas genangan air atau banjir, ternyata akan mengurangi performa mesin mobil, dan jika hal itu terjadi maka asuransi tidak akan menjamin kerugian. Sebab merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II pasal 3 ayat 4, dimana kerusakan mesin karena masalah ini merupakan jenis kejadian yang dikecualikan sehingga tidak akan bisa diklaim.

“Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan,” ungkap Iwan dalam keterangannya.

Dalam Bab II pasal 3 ayat 4 PSAKBI, setidaknya ada lima poin yang tidak menjamin kerugian, kerusakan atau biaya atas kendaraan bermotor dan tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, yaitu:

1.Disebabkan oleh tindakan sengaja Tertanggung dan/atau pengemudi dan/atau orang yang bekerja pada dan/atau orang suruhan Tertanggung;

2. Pada saat terjadinya kerugian atau kerusakan, Kendaraan Bermotor dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku dan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai lalu lintas yang berlaku. Pengecualian ini tidak berlaku dalam hal kehilangan kendaraan yang sedang diparkir.

3. Dikemudikan oleh seorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang atau sesuatu bahan lain yang membahayakan;

4. Dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan;

5. Memasuki atau melewati jalan tertutup, terlarang, tidak diperuntukkan untuk Kendaraan Bermotor atau melanggar rambu-rambu lalu-lintas.

Kerusakan yang biasa terjadi jika menerobos banjir

Jika air masuk ke dalam mesin, maka yang terjadi adalah masalah engine water hammer atau hydrolocking, dimana kondisi tersebut menimbulkan tekanan besar di ruang silinder oleh piston yang dapat menyebabkan bengkoknya stang piston, rusaknya ring piston, dinding silinder, hingga melengkungnya head silinder.

“Cara terbaik agar terhindar dari engine water hammer ini adalah menghindari genangan tersebut. Jika belum terlanjur melintas, sebaiknya segera putar balik dan lewat jalan lain. Jangan pernah memaksakan diri apalagi sengaja menerjang genangan. Kalau sudah mogok, risikonya akan lebih besar,” ujar Iwan.

Oleh karena itu, jika berkendara saat melewati genangan, sebaiknya pastikan ketinggian genangan air setidaknya 30 cm di bawah air intake, sehingga aman dan tidak menyedot air.

Langkah selanjutnya adalah injak gas secukupnya dan jangan menggunakan putaran mesin tinggi agar air tidak masuk ke saluran pembuangan gas atau knalpot. (Her)